Rainbow In Your Eyes

dongg

Nama: Amanda JGBY

Judul: Rainbow in Your Eyes

Tag (Tokoh/Cast): –    Lee Donghae aka Aiden Lee

  • Kezia Nathaniella Christie (OC)

Genre: Fluff

Rating: PG-13

Length: Ficlet

Author Notes: Hallo! Ada yang masih ingat saya? Saya adalah author dari Beautiful In White, Girl In The Window, fanfiction “terjahat” yang pernah saya tulis: This Love, dan fanfiction lainnya. Ini adalah ficlet pertama saya, hasil dari keisengan saya ditengah-tengah writer block dalam menulis naskah novel pertama. Seperti biasa, ficlet ini terinspirasi dari “inspirator terhebat yang pernah saya miliki”. Maaf jika ada kesamaan nama, alur, tempat, dsb, itu hanya kebetulan semata. Maaf juga kalau judulnya tidak cocok, karena saya nggak pintar buat judul. Diharapkan kritik dan saran dari para pembaca semuanya karena saya masih pemula. Cerita ini juga dimuat di blog pribadi. Happy reading and hope you like it! ^^

***

 

Samar-samar kulihat siluet tubuhnya di tengah kegelapan dan hujan deras. Kulihat ia menendang apa pun yang ada di depannya. Semuanya sudah hancur karena tendangannya yang kuat. Namun ia masih saja menendang udara kosong, melancarkan teknik Twieo Ap Chagi[1] di tengah hujan dan kegelapan, tanpa peduli dengan sekujur tubuhnya yang sudah basah kuyup.

Aku tahu, dia sedang melampiaskan rasa marahnya yang masih terus meluap. Deru napasnya yang cepat karena kelelahan bercampur emosi tak ia pedulikan. Aku tahu, ia tidak akan berhenti selama kemarahannya belum surut. Bahkan, aku ingat dengan jelas ia pernah pingsan karena kelelahan bercampur dengan kemarahan. Dasar bodoh.

Kulirik jam dinding yang ada di dekatku. 12:30 AM. Ini sudah keterlaluan. Aku sudah tidak sabar lagi. Kau tahu, ia melampiaskan kemarahannya itu sejak pukul 08:00 PM tanpa henti. Ia harus berhenti sekarang.

Aku keluar dari kamar. Menerobos hujan, menghampirinya yang sudah basah kuyup. Kulihat sekeliling kami berantakan. Pot bunga yang pecah, balok-balok kayu yang patah menjadi dua atau tiga bagian, dan entah apa lagi. Berantakan.

“Apa kau sudah selesai dengan kemarahanmu?”

Ia mengangguk. Kudorong tubuhnya pelan masuk ke dalam rumah. Aku kembali duduk dengan tenang di kursiku, sementara ia sibuk mengeringkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya yang basah.

Ia menatapku tanpa mengatakan apa pun, tanpa berkedip sedikitpun. Kulihat air hujan masih mengalir di dahinya dan membasahi rambutnya.

“Ada pelangi.”

Aku menoleh menatapnya. “Apa?”

“Ada pelangi,” ulangnya lagi. “Kau baru saja menangis, hm?”

Aku hanya diam.

“Ada pelangi di matamu,” jelasnya. “Jangan menangis. Kau sangat jelek ketika menangis.”

“Aku hanya terharu dengan tulisanku sendiri,” kataku akhirnya.

Ia tersenyum jenaka dan berkata, “Jangan membohongi dirimu sendiri.” Ia menatapku lagi, kali ini dengan sorot mata aneh. “Jangan salahkan aku kalau aku menghajar laki-laki itu dengan tendanganku, oke?” gumamnya, lalu masuk ke kamarnya.

Aku tak bisa menahan senyumku, seraya kembali melanjutkan naskahku.

Ah. Dia selalu saja begitu. Aku mencintaimu, kau tahu?

 

The END

 

***

This story is dedicated to someone who has stolen my heart with his charm. Yes, you!

 

[1] Tendangan depan yang dilakukan sambil melompat dalam taekwondo

 

3 Comments (+add yours?)

  1. christin
    May 09, 2016 @ 21:08:28

    simple tapi keren…. lanjutkan thor

    Reply

  2. Trackback: Guardian Angel [Taekwondo Series] | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: