Let The Love Flow [2/4]

150708-devil-teaser8

Tittle               : Let the Love Flow

Author                        : Nuch Nuci

Lenght             : Chapter (Part 2)

Genre              : Romance

Cast                 : Kim Jong woon (Yesung)

Song Nara (oc)

Lee Minkyung (oc)

Kang Ji Soo (oc)

Song Hara (oc),Another

Rating              : PG 15

 

 

 

 

*Start Reading

 

**********

 

Jong Woon Namja itu sudah satu bulan ini harus kesana-kemari, menemui Ji Soo, Minkyung dan tentu saja gadis dingin itu Song Nara. Yang tak habis fikir Jong Woon adalah , selama 1 bulan ini namja itu ke rumah gadis-gadis itu Jong Woon paling lama bertahan 15 menit dari rumah Nara, dan selebihnya namja itu di usir mentah-mentah oleh gadis itu, seolah Jong Woon adalah sampah yang jauh-jauh harus di buangnya. Entah mengapa mendapat respon seperti itu selama sebulan ini Jong Woon seolah terbiasa seperti itu, bahkan namja itu tidak marah sekali setelah mendapat usiran dari Nara itu.

 

Dan setelah 1 bulan ini keinginan gila eommanya benar-benar muncul lagi. 2 hari yang lalu mau tidak mau namja itu harus mengambil cuti kerjanya, padahal biasanya namja itu tidak akan mengambil cuti kerjanya, dan ia lebih senang bersibuk ria dengan urusan kerjanya. Tapi karena Eommanya memaksanya, akhirnya namja itu menuruti eommanya.

Namja itu libur selama 3 hari dan selama 3 hari itu pula namja itu harus mengajak gadis-gadis itu berkencan , hari pertama namja itu berkecan ia ke taman bermain dengan Ji Soo, dan itu sudah berakhirr beberapa jam yang lalu. Padahal namja itu tidak bekerja seperti biasanya, tetapi tubuhnya terasa lelah, karena Ji Soo mengajak berlari ke sana kemari untuk mencoba semua wahana permainan yang ada di sana

 

“Bagaimana Jong Woon kau senang berkencan dengan Ji Soo saat ini” tanya Eommanya malam itu

 

“Aku lelah eomma, aku ingin istirahat. Ji Soo gadis itu apakah memiliki cadangan baterai? Kenapa gadis itu tak lelah berlari ke sana kemari hari ini” Keluh Jong Woon pada Eommanya

 

“gadis itu memang memiliki cadangan baterai Jong Woon”Jawab Eommanya sambil tersenyum ke arah dirinya.

 

 

**********

 

Tidak seperti hari kemarin Ji Soo mengajaknya ke taman bermain, Minkyung gadis itu hanya mengajaknya di sebuah restoran Cina favorit Minkyung dan mereka sudah memesan, dan bahkan sudah selesai memakan pesanan mereka mereka masing-masing . Dan keduanya masih nyaman untuk duduk di sana

 

“Bagaimana menurutmu Song Nara?” Tanya Minkyung pada Jong Woon

 

Jong Woon terkejut, gadis di depannya ini barusan menanyakan tentang Song Nara gadis dingin itu? ‘Apakah Minkyung merasa merasa Song Nara adalah saingannya? Tenang Minkyung, dari kalian bertiga mungkin aku akan memilihmu! Kau tak perlu takut atau cemburu dengan kehadiran gadis itu’ Fikir Jong Woon hari itu. Jong Woon pun mengembangkan senyum di bibirnya

 

“Ada apa? Kau membenci gadis itu?” tanya Jong Woon penasaran pada gadis lembut itu

 

Bukannya cepat mendapat jawaban, Minkyung gadis itu tersenyum dulu mendengar pertanyaan yang Jong Woon lontarkan pada dirinya barusan, entah mengapa menurut gadis itu pertanyaan Jong Woon barusan merupakan sesuatu yang lucu.

 

“Mana mungkin aku membencinya Jong Woon, aku tidak bisa membencinya, dia adalah sahabatku sejak kami kecil. Pertanyaan mu ini sungguh menggelikan Jong Woon”

 

“jadi kau dan Song Nara gadis dingin itu bersahabat?” Tanya Jong Woon dengan tampang bodohnya sambil menunjuk Minkyung kemudian menunjuk ke sembarang arah yang mungkin Jong Woon maksud adalah Song Nara

 

“Ne….aku bersahabat dengannya sejak aku kecil, jadi berbaik jugalah dengan gadis itu seperti kau berbaik kepadaku seperti ini” Kata Minkyung melembut

 

“Aku benar-benar tak habis fikir….Bagaimana gadis sepertimu bisa tahan dengan sifat Song Nara yang seperti itu?” Tanya Jong Woon

 

“Entahlah aku merasa nyaman saja di dekat gadis itu, dia gadis unik, dan sebenarnya gadis itu menyukai banyak hal di dunia ini” Jawab Minkyung menceritakan Nara dengan antusianya pada Jong Woon

 

“Gadis dingin seperti dirinya menyukai banyak hal di dunia ini? kurasa tidak ada hal yang di sukainya di dunia ini” Gumam Jong Woon pada Minkyung

 

“Hujan…..Song Nara menyukai hujan” Jawab Minkyung menjawab gumaman Jong Woon yang ternyata masih terdengar di telinga Minkyung

 

“Apakah gadis itu sudah sedingin itu dari dulu?”

 

“Dia memang gadis dingin, dan bertambah dingin lagi setelah Appanya meninggal”

 

*Flasback On

 

Song Hara gadis itu sudah duduk di sudut ruangan rumah sakit itu kini. Sudah beberapa bulan ini gadis itu setiap pulang kerja akan mampir di salah satu ruangan yang ada di rumah sakit itu. Dan selama 3 bulan ini air matanya tak henti-hentinya keluar dari sudut matanya, melihat Appa nya yang semakin kurus, melihat Appanya yang berusaha melawan penyakit kanker darah yang di derita beliau selama ini. Dan hari ini dokter berkata kepada keluarga Song Hara bahwa Appanya sedang dalam masa kritis, Song Hara dan Eommanya menangis tak henti-hentinya dari tadi.

 

Lalu gadis itu Song Nara apa yang dilakukannya? Gadis itu memang berada di satu ruangan itu, tapi tidak seperti Song Hara dan Eommanya yang duduk di dekat Appanya, gadis itu duduk jauh dari mereka, dan mendengarkan musik mp3 dari earphone yang di gunakannya saat ini. Bahkan gadis itu tidak mengeluarkan air mata sama sekali melihat Appanya seperti itu

 

“Jika Appa ingin pergi, pergilah kami tidak akan menahanmu Appa……” Kata Hara berbisik pada telinga Appanya, perlahan air matanya turun begitu saja dari sudut matanya

 

Gadis ini tahu bahwa Appanya akan mendengarkannya walaupun saat ini tidak sadar. Song Hara gadis itu benar-benar tidak tahan melihat Appanya yang tampak kesakitan seperti ini, keadaan dimana selang pernafasan tersambung pada hidung Appanya , mata Appanya terbuka tapi sebenarnya laki-laki tua itu tidak sadar meskipun kini mata itu terbuka. Dan Song Hara tahu Appanya sedang kesakitan saat ini.

 

“Appa boleh pergi saat ini, kami rela……kami terlalu sakit appa melihatmu seperti ini, jadi pergilah ke tempat yang lebih baik” Kata Hara lagi berbisik tepat di telinga appanya.

Perlahan Mata appanya itu menutup Hara tahu bahwa Appanya akan meninggalkannya kali ini

 

“Maaf kan aku Appa” kata Hara tepat di samping Appanya, dan air mata itu tak dapat lagi Hara tahan lolos begitu saja turun di pipi gadis itu

 

Eomma Nara yang melihat keadaan ini menangis histeris tepat di samping mayat suaminya itu. Dan Nara gadis itu tetap terdiam melihat dua orang itu menangis tepat di hadapannya, gadis itu menggenggam tangannya seolah marah melihat keadaan ini

Tak lama dokter datang mendiagnosis dan memberitahu mereka bahwa Appa Nara telah tiada.

 

 

*Flasback Off

 

Jong Woon tak percaya pada perkataan Minkyung barusan, bahkan saat Appanya meninggal bahkan gadis itu tak menangis sama sekali.

 

“Sekali-kali ajaklah Nara keluar seperti ini, tapi kau jangan membawa mobilmu, cobalah naik bus” Kata Minkyung membuat Jong Woon bingung

 

“Memang kenapa kalau aku tidak membawa mobil?” Tanya Jong Woon pada gadis itu

 

“Kau akan melihat reaksinya nanti” Kata Minkyung tersenyum

 

“Dia pasti menolak ku…aku bahkan di usir berkali-kali dari rumahnya” Kata Jong Woon yang ada di dalam fikirannya saat ini

 

“Bilang kalau aku akan ikut, dia pasti mau?”

 

“Benar kau akan ikut” Tanya Jong Woon dengan senangnya, dan Minyung gadis itu menjawab pertanyaan Jong Woon dengan menggelengkan kepalanya

 

“Hah dia pasti menyebutku pembohong”

 

“Saat itu suruh gadis itu menelefon ku” Kata Minkyung menjawab Jong Woon

 

“Ajak gadis itu ke perpustakaan…..dia menyukai tempat itu” Lanjut Minkyung

 

Jong Woon namja itu mengendarai mobilnya ke arah rumahnya saat ini setelah beberapa menit yang lalu mengantar Minkyung ke rumahnya. Dia sedang memikirkan perkataan Minkyung tadi saat di dalam restoran. Memang ada apa dengan mobilnya. Apakah mobilnya jelek hingga dia tidak boleh membawa mobil? Pertanyaan itu kini memenuhi kepalanya. Dan memang kenapa harus naik bus segala? Rasa penasaran Jong Woon benar-benar memenuhi kepalanya saat ini. Memang apa yang akan terjadi selanjutnya jika ia menuruti perkataan Minkyung hari ini. Dan sepertinya namja itu harus mengikuti saran minkyung untuk mengetahui jawabannya

 

**********

 

“Mana Minkyung?” tanya Nara dengan dinginnya

 

Jong Woon tahu pertanyaan ini akan terlontar padanya, karena tadi namja itu memberi pesan kepada Nara bahwa mereka akan keluar bertiga, dengan Minkyung

 

“Minkyung berkata pada ku untuk menyuruhmu menelfonnya” Kata Singkat Jong Woon

Nara gadis itu diam, tanpa membalas perkataan Jong Woon lagi, dengan cepat gadis itu mengetik beberapa pesan pada i-phone nya, sepertinya itu ia tujukan pada Minkyung

 

“Kita pergi sekarang, gadis itu menunggu di sana” Kata Nara beberapa menit kemudian

 

Jong Woon dan Nara ada di dalam perpustakaan itu kini setelah 30 menit naik bus, untuk meuju tempat itu

 

“Sial” Umpat Nara setelah melihat beberapa pesan yang masuk dalam i-phonenya

“ada apa?”

 

“Minkyung tidak kemari”

 

Baiklah Jong Woon mengerti sekarang. Minkyung tadi membohongi Nara, agar gadis itu mau datang kemari.Jong Woon namja itu hanya diam karena dia tahu hal ini

 

2 jam Jong Woon ada di perpustakaan tadi dengan Nara, dan keduanya hanya diam tidak berbicara apa-apa. Gadis itu benar-benar unik, gadis langka yang Jong Woon temui.Di sana 2 jam gadis itu hanya membaca buku tanpa mengatakan apapun pada Jong Woon, bahkan tadi saat di bus berangkat pun gadis itu hanya diam, seakan gadis itu bisu, saat Jong Woon berbicara dan melontarkan pertanyaan padanya gadis itu tidak menjawab seolah Nara adalah sebuah patung yang Jong Woon ajak bicara.

 

Nara gadis itu duduk di halte saat ini menunggu sebuah bus untuk pulang tentunya, begitupun Jong Woon namja itu kini tetap dengan posisinya berdiri. Terlihat hujan turun perlahan, hanya sebuah gerimis saat itu. 10 menit mereka di sana, sebuah bus muncul menghampiri mereka. Jong Woon dengan cepat menghampiri pintu bus itu.

Dan Nara masih duduk nyaman di halte itu

 

“Kau tidak ingin pulang?” tanya Jong Woon pada gadis itu

 

“aku tidak ingin kehujanan, tinggalkan saja” jawabnya singkat

 

Yang benar saja? jarak Halte dengan bus ini hanya 1 meter, dan jika gadis itu masuk dengan cepat tak akan membuatnya basah kuyup. Tanpa Jong Woon tanya lagi, namja itu tahu bahwa gadis itu tak akan beranjak dari tempat ia duduk, dengan mengalah Jong Woon kembali ke halte itu, tidak jadi masuk ke bus barusan

 

Namja itu memandang Nara kini, yang dengan tenang nya membaca buku dari tadi, Hujan pun makin deras dan sudah ada 3 bus terlewatkan karena gadis itu benar-benar menunggu hujan reda

 

“Kata Minkyung,Bukankah kau menyukai hujan?” Tanya Jong Woon memandang gadis yang masih sibuk dengan membacanya itu dan sepertinya pertanyaan barusan yang dilontarkan Jong Woon mendapat respon dari Nara, gadis itu tiba-tiba memejamkan matanya sejenak dan kemudian tersenyum, tersenyum sinis seakan mengejek Jong Woon lalu membuka kembali kelopak matanya. Mengalihkan pandangannya dari novelnya dan menatap ke arah Jong Woon saat ini

 

“kau tidak tahu, aku membencinya 3 tahun ini” Kata Song Nara dengan dinginnya

Gadis ini sukses membuat pertanyaan muncul di kepala Jong Woon, bagaimana mungkin Jong Woon tahu dirinya, bahkan gadis itu tak pernah berbicara panjang lebar padanya.

 

**********

 

Nara tiba di rumah malam itu, Song Hara Eonninya sudah ada di rumah dan menyambut gadis itu

“kenapa baru pulang ra, darimana saja kau?” tanya Eonninya

“Eonni tidak lihat di luar sana hujan, aku menunggu hujan reda” jawab Nara sinis,

tanpa basa-basi lagi Nara segera masuk ke kamarnya menutup pintu kamarnya dengan kasar sehingga timbul suara gebrakan dari pintu kamar Nara, seolah gadis itu sedang marah, entah dia marah pada siapa dan marah karena apa

Hara Eonninya itu melihat kelakuan adiknya satu-satunya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, kemudian berjalan di depan pintu kamar Nara

“Eonni sudah menyiapkan makan malam untuk mu, cepat selesaikan mandimu sebelum makanan itu jadi dingin” teriak Hara di depan pintu adiknya itu

“diam lah, suara mu merusak telingaku, 30 menit lagi aku kesana…. jadi diam jangan berteriak di depan kamar ku” balas Nara melalui sebuah pesandan masuk di i-phone Hara

Hara melihat pesan itu hanya diam kini, Hara tersenyum melihat tingakah Nara ini

 

 

**********

 

Jong Woon namja itu ada di dalam kamarnya setelah beberapa menit tadi mandi, dan tiba di rumah tepat Jam 9 karena Song Nara benar-benar menunggu hujan reda. Dan kini i-phonnya berbunyi pertanda ada telfon masuk pada i-phone itu

 

“Yeoboseo” Sapa Minkyung di seberang telfon sana

 

“Yeoboseo Minkyung” Balas Jong Woon

“Bagaimana kau benar-benar mengikuti saranku?”

 

“Dan aku terjebak di Halte dengan Song Nara , karena gadis itu tak mau beranjak sebelum hujan mereda”

 

“Hi hi…..” Tawa kecil Minkyung terdengar

 

“kata gadis itu tadi dia membenci hujan…..siapa yang berbohong sekarang?” tanya Jong Woon

 

“Gadis itu membenci hujan karena 3 tahun yang lalu saat pemakaman Appanya hujan turun, sejak saat itu gadis itu membencinya, bukankah menarik Jong Woon Oppa, kau terjebak hujan dengan nya di halte itu” Tanya Minkyung di seberang sana

 

**********

 

Minkyung gadis itu tahu bahwa kemarin ia telah melakukan kesalahan pada Song Nara, gadis itu membohongi Nara, dengan mengetik pesan bahwa ia sudah ada di perpustakaan itu kemarin, padahal gadis itu masih duduk manis di rumahnya. Dengan cepat gadis itu melesat ke rumah Nara.

 

Disinilah saat ini Minkyung, di dalam kamar gadis itu, duduk tepat di samping shabatnya yang kini ada di atas tempat tidurnya.

 

“Mianhae Song Nara” kata Gadis itu tepat di samping Song Nara, dan song Nara gadis itu masih diam di tempatnya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun

 

Tapi Minkyung tahu gadis dingin ini memaafkannya, walaupun tanpa ada jawaban dari Song Nara

 

“Jong Woon….bukankah namja itu baik? Aku nyaman di dekatnya, dan ku rasa kau juga nyaman di dekat namja itu. Jika nanti Jong Woon memilih salah satu diantar kita, kita tidak boleh saling membenci Song Nara” Kata Minkyung tanpa mendapat respon dari gadis itu, karena lagi-lagi gadis itu sibuk dengan novelnya

 

“aku sepertinya menyukai namja itu Nara…..bagaimana dengan mu?” tanya Minkyung dan sepertinya masih belum ada respon dari gadis itu

 

“Aku tahu kau juga tertarik dengan namja itu Song Nara, buktinya kemarin saat kau dan Jong Woon berada di perpustakaan, saat aku tak datang, baik itu teman yeoja atau namja kau akan meninggalkan mereka sendirian, dan apa yang terjadi kemarin? Kau masih di perpustakaan itu dengan Jong Woon, dan terjebak di halte dengannya saat hujan, kau tidak dapat mengelak lagi Nara…..aku mengenalmu dari dulu, apa tebakan ku salah? ”

 

Mendengar perkataan Minkyung barusan, Nara , Gadis itu menjatuhkan novelnya tanpa sengaja, menatap sahabatnya itu dengan lekat-lekat. Gadis itu diam bukan karena tidak mau berbicara, karena gadis itu tidak tahu harus berkata apa untuk mengelak perkataan-perkataan Minkyung barusan. Benar kata Minkyung, biasanya gadis itu akan meninggalkan mereka jika Minkyung tidak datang. Dan satu lagi, jika gadis itu tidak tertarik dengan Jong Woon, harusnya gadis itu tidak akan menyempatkan pulang ke rumah saat jam makan siang sekedar untuk membukakan pintu untuk Jong Woon, harusnya gadis itu menghindari Jong Woon saat namja itu datang ke rumahnya.

 

 

 

TBC

Gomawo For Reading^^

*Penulis Nuch Nuci

 

2 Comments (+add yours?)

  1. uchie vitria
    Apr 15, 2016 @ 05:36:15

    makin membuat penasaran nich song nara
    mungkin dia juga udah mulai menyukai jong woon
    jadi kandidatnya hanya dua antara mun kyung daa nara
    kalo ji soo mah lewat

    Reply

  2. Monika sbr
    Apr 18, 2016 @ 09:48:40

    Nara misterius banget. Tapi apa mungkin nara bisa menyukai jongwoon yaa??

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: