Let The Love Flow [3/4]

150708-devil-teaser8

Tittle               : Let the Love Flow

Author                        : Nuch Nuci

Lenght             : Chapter (Part 3)

Genre              : Romance

Cast                 : Kim Jong woon (Yesung)

Song Nara (oc)

Lee Minkyung (oc)

Kang Ji Soo (oc)

Song Hara (oc),Another

Rating              : PG 15

 

 

 

 

 

 

 

*Start Reading

 

**********

 

“Aku membenci Namja itu Minkyung”Jawab Nara sambil menatap Minkyung

 

“Baiklah Song Nara, semakin kau mengelak……semakin aku tahu kau tertarik pada namja itu, mungkin saat ini kau masih dalam tahap tertarik, bukan menyukainya seperti tahapku” Kata gadis itu juga menatap Song Nara kali ini

 

“Terima kasih Lee Minkyung……” kata Nara sinis pada Minkyung

“ kau sudah mengingatkan ku, aku tidak akan menemui namja itu lagi kali ini” Lanjut Song Nara dengan banyak deretan kata-kata di kalimatnya, biasanya gadis itu akan berbicara satu dua atau tiga kata

 

“hah masih mengelak” kata Minkyung pada dirinya sendiri

 

“Bukan kah kau menyukai namja itu? Aku akan keluar dari perjodohan ini, jadi dapatkan namja itu” Kata Song Nara lagi

 

“Tidak akan Song Nara, aku tidak akan mengijinkamu keluar begitu saja dari perjodohan ini sebelum 6 bulan itu berakhir, dan kita lihat siapa yang di pilih oleh Jong Woon……… Aku memang menyukai namja itu, tapi aku tidak tahu apakah namja itu juga menyukai ku, entah mengapa aku merasa ada yang lain Jong Woon rasakan saat dia di dekat ku….aku juga belum tahu rasa apa itu yang dimiliki Jong Woon pada ku” Kata gadis lembut itu sambil melihat kedepan untuk menghindari tatapan dingin Nara padanya

 

Beberapa menit kemudian Minkyung bangkit dari tempatnya ia duduk, gadis itu berjalan ke arah dapur Nara, bermaksud untuk mengambil air putih, entah mengapa tiba-tiba gadis itu merasa haus

 

“sampai kapan kau akan bersikap dingin seperti itu Song Nara” Tanya Minkyung dalam hati

 

**********

 

Jong Woon namja itu kini sibuk dengan beberapa berkas yang ada di hadapannya saat ini. Ada pesan masuk kemudian pada i-phone nya, dengan cepat namja itu menggeser layar i-phone nya itu dan membaca pelan pesan dari Minkyung

 

‘Hari ini, jika kau ingin menemui Song Nara, jangan datang ke rumahnya, datanglah ke toko rotinya’ Tulis Minkyung di pesannya

 

Namja itu mengangkat kening nya perlahan, tak mengerti dengan maksud Minkyung lagi kali ini. Kemarin namja itu di suruhnya naik bus dengan Song Nara dan hari ini gadis ini memberinya pesan yang tak di mengerti Jong Woon, jika namja itu tidak mendapat alasan dari Minkyung. Jong Woon namja itu ingin membalas pesan Minkyung, namun belum sempat namja itu mengetik pesannya, sebuah panggilan masuk di i-phone. Dapat ia lihat nama Lee Minkyung tertera di sana.

 

“kenapa aku harus ke toko Rotinya Lee Minkyung?” tanya Jong Woon tanpa basa basi pada Minkyung, setelah beberapa detik namja itu mengangkat telfon itu

 

“Aku kemarin berbicara dengan gadis itu …sepertinya gadis itu sakit hati karena pembicaraan ku padanya, jadi dia ingin menghindarimu, karena marah padaku….kau tahu kenapa aku kemarin menyuruhmu untuk naik bus?gadis itu menyukai suasana saat naik bus” Kata Minkyung di seberang telfon sana

 

“Ah aku mengerti sekarang kenapa kau menyuruhku untuk naik bus”

 

“kesana lah pada jam 5 sore, saat gadis itu pulang, jangan membawa mobil. Naiklah bus saat pulang dengan gadis itu…..mungkin nanti gadis itu tidak akan menganggapmu ada” Kata Minkyung lagi, menebak apa yang akan terjadi pada Jong Woon hari ini.

 

Jong Woon mengikuti saran Minkyung lagi hari ini, namja itu benar-benar datang ke toko roti Nara tanpa mengendari mobilnya. Namja itu tiba di toko roti Nara pukul 16.30

30 menit sebelum gadis itu pulang. Jong Woon mendekati salah satu pegawai Song Nara saat ini. Menanyakan keberadaan gadis itu

 

“Nona, bisakah aku bertemu dengan Song Nara” Tanya Jong Woon pada pegawai yang lebih muda itu

 

“Nara Eonni? Pemilik toko ini?” tanya gadis itu untuk memastikan seseorang yang Jong Woon cari

 

“Ya Song Nara pemilik toko ini” kata Jong Woon menjawab pertanyaan pegawai itu.

 

Pegawai Song Nara ini sedikit terkejut, baru kali ini ada namja menanyakan boss nya di tokonya itu. Biasanya yang mencari boss nya itu kalau tidak Harra Eonni, Eomma Nara, dan Lee Minkyung sahabatnya itu. Pegawai itu menuju ke arah Song Nara saat ini. Song Nara yang tengah memejamkan matanya, bukan karena tertidur, karena gadis itu menikmati musik yang terdengar dari eartphone nya saat ini

 

“Eonni…ada yang mencarimu” kata pegawai itu singkat

 

Kemudian meninggalkan Song Nara begitu saja, karena pegawai itu tahu kebiasaan bossnya itu tidak akan menanggapi perkataan nya. Song Nara membuka perlahan kelopak matanya melihat sekelilingnya, dapat ia lihat saat ini Jong Woon berdiri di salah satu sudut ruangan itu, juga sambil menatapnya. Gadis itu tidak memperdulikan Jong Woon saat ini

 

30 menit kemudian, gadis itu beranjak dari tempatnya, mengambil tasnya dan berjalan menuju halte. Jong Woon namja itu mengikuti Nara kini, dengan jarak 1 setengah meter , tepat di belakang gadis itu. Sepertiya benar kata Minkyung tadi. Bahwa gadis itu tidak menganggapnya hari ini. Seolah Jong Woon adalah makhluk yang tidak terlihat di mata Nara saat ini

 

 

**********

 

Malam ini Jong Woon di undang makan malam oleh keluarga Minkyung, di rumah mereka.Beberapa menit yang lalu mereka sudah menyelesaikan kegiatan makan malam itu. Dan kini Jong Woon dan Minkyung duduk berdua di ruang tamu itu

 

“Song Nara, gadis itu dari dulu memang dingin seperti itu” Kata Minkyung mulai menceritakan sahabatnya itu pada namja yang kini duduk di sampingnya. Dan Jong Woon namja itu mendengar cerita Minkyung dengan serius

 

“walaupun dia dingin tapi gadis itu selalu tersenyum dulu”

 

“Gadis dingin itu bisa tersenyum?” tanya Jong Woon tak percaya

 

“kau tidak percaya……lihat ini” Kata Minkyung menunjukkan wallpaper yang ada di i-phone nya saat ini, menunjukkan pada Jong Woon sebuah foto antara dirinya dan Song Nara yang tersenyum itu

 

“Dia lebih manis dari ku kan, jika gadis itu tersenyum!” tanya Minkyung pada Jong Woon, yang saat ini masih setianya memandang foto Wallpaper itu

Jong Woon namja itu kini sedang membayangkan jika saja namja itu bisa melihat senyum Nara saat ini, pasti begitu menyenangkan.

 

“cantik” ujar Jong Woon tanpa sadar setelah melihat foto itu beberapa menit

 

“Gadis itu memang cantik kalau tersenyum, tapi sayang senyum itu lenyap dari bibirnya sejak Appanya meninggal 3 tahun yang lalu…….saat pemakaman appanya hari itu hujan turun tidak begitu deras……Gadis itu hanya diam menatap saat jasad appanya di kubur, tanpa ada air mata, tanpa ada tangisan, hanya ada kebisuan dari gadis itu. Dan semua orang tidak mengerti apa yang sedang Nara rasakan saat itu…termasuk aku. Sejak saat itu gadis itu membenci hujan. Membenci hal yang paling dia sukai. Apakah kau bisa membayangkan, bagaimana bisa kau membenci hal yang paling kau sukai? Pertanyaan itu yang memenuhi kepala ku selama ini” Cerita Minkyung panjang lebar sambil melihat kedepan tanpa memandang Jong Woon, sementara namja itu mendengarkan serius cerita gadis itu sambil menatapnya.

 

“Aku ingin mengembalikan senyum gadis itu………” Kata Minkyung tertahan, gadis itu memejamkan matanya, berharap air matanya tidak akan turun, tapi tetap saja air mata itu turun dari sudut matanya, tanpa dapat ia cegah

 

“Aku sudah berusaha untuk mengembalikan senyum gadis itu tapi tetap gadis itu tidak tersenyum semakin dingin” kata Minkyung membuka perlahan kelopak matanya, matanya memerah menahan air mata itu. Jong Woon mengambil sapu tangan di salah satu sakunya dan memberinya pada gadis itu

 

“terima kasih” Kata Minkyung pada Jong Woon

 

“Aku menceritakan semua ini padamu….karena aku berharap kau bisa mengembalikan senyum gadis itu, bukankah kau sangat penasaran saat ini Jong Woon, untuk melihat senyum manis di bibir gadis itu seperti dalam foto ini?” tanya Minkyung menatap Jong Woon sambil tersenyum walaupaun matanya memerah

 

**********

 

Hari ini adalah tepat 4 bulan sejak acara Perjodohan ‘Gila’ itu dimulai. Eomma Jong Woon membuat acara makan malam yang di datangi oleh keluarga Lee Minkyung, keluarga Kang Ji Soo dan juga keluarga Song Nara saat ini

 

Minkyung saat ini duduk tepat di samping Ji Soo keduanya entah sedang membicaraka apa. Dan Nara gadis itu duduk sendiri tak jauh dari kedua yeoja itu duduk. Dan tentu saja sebuah novel melekat pada tangan gadis itu

 

Jong Woon keluar dari kamarnya memakai jas berwarna putih yang membuatnya terlihat lebih tampan. Para Eomma-Eomma itu pun mendatangi Jong Woon dan memuji Jong Woon karena namja itu terlihat tampan.

 

“Lihat-lihat Minkyung Jong Woon oppa bukan kah sangat tampan?” tanya Ji Soo pada Lee Minkyung yang duduk di sampingkan

 

“Aku setuju dengan mu Ji Soo…namja itu memang tampan” kata Minkyung menanggapi perkataan Ji Soo

 

Nara benar-benar tidak bisa berkonsentrasi saat ini, gadis itu saat ini malah mengikuti pandangan dua gadis yang ada di sampingnya , yaitu memandang Jong Woon. Dan Jong Woon saat ini juga memandang Nara

 

Keduanya saling berpandangan dari jarak berjauhan saat ini. Jong Woon tahu ada debaran saat ini di dadanya melihat Nara memandangnya, dan dia sendiri kembali membalas pandangan Nara itu juga beberapa detik. Kemudian gadis itu kembali lagi menyibukan dengan membaca novelnya lagi.

 

Perlahan Jong Woon mengalihkan pandangannya dari Song Nara ke arah Minkyung yang sedang tersenyum dengan Ji Soo saat ini. Debarannya tidak sama seperti saat ia memandang Nara beberapa menit lalu, dan untuk memastikan lagi Jong Woon memandang Nara lagi, tiba-tiba debaran itu terasa lagi

 

“baiklah Jong Woon….kau tak bisa mengelak lagi…debaran itu terasa saat kau melihat Song Nara. Tapi kau menyangkalnya dari kemarin. Kau kira kau menyukai Minkyung? tidak! kau hanya merasa nyaman di sampingnya. Kau hanya mengagumi Minkyung karena sosoknya yang lembut dan juga gadis itu tipe mu. Tapi kau melupakan fakta satu ini bahwa kau sebenarnya sudah jatuh cinta pada gadis ini. Sejak pertama kali bertemu dengan gadis dingin ini. Kau menyukai tatapan dinginnya padamu” Kata Jong Woon dalam hati sambil menatap Song Nara malam ini

 

 

**********

 

Jong Woon lagi-lagi tidak menyerah pada apa yang dilakukan Song Nara selama ini padanya, walaupun gadis itu tidak berbicara lagi padanya, seolah menganggap dirinya tidak ada dia tidak peduli. Namja itu sepertinya benar-benar jatuh cinta pada gadis itu, dan Namja itu juga ingin tahu apakah gadis itu juga menyukainya. Tak masalah hanya seperti ini, saat jadwal pertemuannya denganSong Nara, namja itu menyempatkan datang ke Toko roti Nara pada jam 5 sore, dan selalu mengikuti gadis itu dari belakang gadis itu berjalan, tak masalah walaupun gadis itu tidak menganggapnya, asalkan namja itu bisa melihat gadis itu tak masalah.Jong Woon menatap langit yang sedang hujan rintik-rintik hari ini

 

Dan kali ini mereka terdiam di halte untuk berteduh, Jong Woon melihat sekeliling.Terdapat taman tepat di belakang halte itu. Jong Woon tak sabar lagi dengan Nara kali ini, tidak peduli reaksi apa yang akan dia dapat, dengan cepat Jong Woon meraih tangan kanan Nara dia mengajak Nara berlari dan hujan-hujanan menuju taman itu

 

“cepat lepaskan…apa apaan ini Jong Woon” kata Nara kini

 

Setelah sampai di tengah taman Jong Woon melepaskan tangan Nara dia merentangkan tangannya seolah menerima kehadiran hujan ini, tak lupa sebuah senyuman Jong Woon kembangkan dibibirnya

 

“Bukankah indah ini” Kata Jong Woon kepada Nara yang ada depannya kini

 

“Apa yang kau lakukan….tidakkah kau lihat ini sedang hujan” kata Song Nara serius

 

“Aku tahu”

 

“Baik….aku tidak ingin kehujanan” kata Nara sambil akan berpaling dari hadapan Jong Woon

 

Tiba-tiba tangan Jong Woon mencengkeram pergelangan tangan kanan gadis itu untuk mencegah Nara pergi

 

“Ada apa lagi…..aku tidak ingin sakit karena hujan ini”

 

“Kenapa bukankah kau sangat menyukai hujan?” tanya Jong Woon

 

“Bukan urusan mu” kata Nara menghempaskan tangan nya , berharap genggaman Jong Woon lepas dari pergelangan tangannya

 

“Kenapa? kau membenci hujan!”

 

“Benar, aku membencinya…..jadi lepaskan aku” kata gadis itu, lagi lagi dia tidak menyerah dan masih menghempaskan tangan Jong Woon

 

“ aku menyayangimu Song Nara” kata Jong Woon lembut

 

“Hah kau gila….kau menyatakan perasaan mu di bawah guyuran hujan.,dan kita sedang hujan hujanan”

 

“Ya aku memang gila kenapa” kata Jong Woon sedikit marah

 

“ mana ada gadis yang akan menerimamu, jika kau menyatakan perasaan mu seperti ini , tidak juga aku Jong Woon kau tahu” kata Nara sinisnya pada Jong Woon

 

“Ada yang menerima ku dia juga mempunyai perasaan padaku…..dan itu hanya satu,…..hanya kau orangnya, aku yakin jika kau menyukai hujan ….kau pasti senang saat aku menyatakan perasaan di bawah guyuran hujan ini”

 

“Aku tidak menyukai mu…kau dengar” kata Nara dengan nada meninggi dan lagi lagi gadis itu mulai menghempaskan tangan Jong Woon

 

“Dari pada kau selalu marah , bersikap dingin dan kasar seperti ini, bukankah lebih baik kau mengungkapkan apa yang ada di hatimu” kata Jong Woon

 

“Kau tahu apa tentang ku”

 

“Aku tahu ……aku sangat tahu bagaimana kau sangat kehilangan ketika Appamu meninggal…..coba kembali kau membuka hati mu….coba ingat-ingat saat kau selalu tersenyum…buang semua kenangan buruk dari dalam fikiran dan hatimu” kata Jong Woon di

bawah guyuran hujan. Jong Woon teringat kata Minkyung walaupun dulu gadis ini memang sudah mempunyai sifat dingin pada dirinya, tapi gadis itu selalu tersenyum, seperti Minkyung yang selalu tersenyum. Dan gadis didepannya ini sangat terkejut mendengar kata kata Jong Woon barusan, tubuhnya seolah membeku, gadis itu terdiam ditempatnya, matanya kini menatap Jong Woon di depannya, Jong Woon tahu gadis di depannya ini mulai meneteskan air mata,

 

“Diamlah!Gadis yang selalu tersenyum dan ingin kau lihat itu sudah mati! kau tahu” kata Nara marah kini

 

“tidak….dia ada di sini sedang menangis di depan ku”

 

“apa yang kau tahu? Sudah lah urus- urusan mu sendiri….kenapa kau ikut campur dengan urusan ku. Pergilah!” Kata Nara benar-benar marah kini

 

“aku tahu Appamu meninggal saat hujan turun seperti ini! Jadi aku tahu kenapa kau membenci hujan” KataJong Woon melembut pada Nara, dan lagi-lagi Nara membeku mendengar kata yang di ucapkan Jong Woon barusan

 

“maafkan aku…maaf kan aku” Kata Jong Woon dan perlahan Jong Woon melepas genggamannya pada Nara , dan gadis itu masih terdiam tidak mencoba lari lagi dari Jong Woon

 

“minta maaf untuk apa? kau tidak mempunyai salah padaku!”

 

“maaf kan aku…maaf karena tidak ada di sisimu saat Appamu meninggalkan mu untuk selamanya, Maaf kan aku karena aku tidak datang di kehidupan mu lebih cepat untuk menemanimu saat itu…maaf kan aku” Kata Jong Woon minta maaf sekali lagi pada Nara, padahal laki-laki ini tidak mempunyai salah pada gadis itu.Entah mengapa Jong Woon menyalahkan dirinya, andaikan Jong Woon lebih cepat datang di kehidupan yeoja ini. Pastinya Yeoja ini masih selalu tersenyum walaupun gadis itu dingin. Senyum yang ingin Jong Woon lihat di Walpapper i-phone Minkyung hari itu

 

“Appaku sudah pergi Jong Woon..kau tahu…dia meninggalkanku untuk selamanya…..aku membencinya, aku tidak bisa menerimanya, harusnya dia menemaniku lebih lama, kenapa dia pergi secepat itu? Hiks hiks” Song Nara gadis itu sedang menangis sejadi jadinya, menangis karena kehilangan Appanya 3 tahun yang lalu, walaupun di bawah guyuran hujan Jong Woon tahu gadis ini sedang menangis perlahan Jong Woon mendekat ke arah Nara dan memeluk gadis itu

 

“Benar menangislah…..menangislah sepuasnya…buang semua kesedihan mu itu” kata Jong Woon pelan tepat di telinga Nara

 

 

TBC

Gomawo For Reading^^

*Penulis Nuch Nuci

 

2 Comments (+add yours?)

  1. uchie vitria
    Apr 15, 2016 @ 05:46:35

    semua oraag pada akhirnya juga pasti meninggal nara justru dengan kamu seperri itu malah membuat appamu tidak tenang
    move on lah
    lihat jong woon udaa hampir frustasi karna sulut mendekatimu

    Reply

  2. Monika sbr
    Apr 18, 2016 @ 09:57:38

    Kasihan nara, masih trauma karena ayahnya meninggal. Semoga saja jongwoon bisa membuat nara beruha menjadi seperti dulu lagi.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: