Let The Love Flow [4-END]

150708-devil-teaser8

Tittle               : Let the Love Flow

Author                        : Nuch Nuci

Lenght             : Chapter (Part 4/end)

Genre              : Romance

Cast                 : Kim Jong woon (Yesung)

Song Nara (oc)

Lee Minkyung (oc)

Kang Ji Soo (oc)

Song Hara (oc),Another

Rating              : PG 15

 

 

 

 

 

 

*Start Reading

 

**********

 

Jong Woon namja itu sudah ada di kamar Song Nara saat ini. Namja itu sudah ada di sana sejak 30 menit yang lalu, menemani Song Nara yang tengah terbaring karena demam. Kali ini Jong Woon tak dapat membenarkan dirinya, harusnya kemarin namja itu menuruti kata Nara. Membiarkan gadis itu pergi, namja itu tak pernah tahu, bahwa akibatnya Song Nara akan sakit seperti ini

 

“Bodoh!” umpat Jong Woon pada dirinya sendiri

 

Nara membuka perlahan matanya, gadis itu terganggu tidurnya karena suara umpatan Jong Woon barusan

 

“keluarlah!” usir Nara lemah, setelah beberapa detik menatap Jong Woon yang ada di kamarnya

 

“kau baik-baik saja?” tanya Jong Woon, namja itu mendekat ke arah Song Nara, memeriksa suhu tubuh gadis itu melalui telapak tangan yang ia letakkan pada kening gadis itu.

 

“Kau masih demam Song Nara, suhu tubuhmu belum turun”Kata Namja itu kemudian

 

“Kau ingin sesuatu, bubur, minuman hangat, atau kau ingin makan apa?” tanya Jong Woon bertubi-tubi pada gadis itu, tidak memperdulikan usiran gadis itu saat ini. Sepertinya namja ini benar-benar khawatir dan merasa bersalah pada gadis dingin ini

 

 

“aku baik-baik saja. Jadi keluarlah dari kamarku” Kata Nara, kemudian gadis itu mulai mencoba bangun dan duduk di tempat tidurnya saat ini

 

“keluarlah!” usir Nara sekali lagi pada Jong Woon

 

“aku mencemaskanmu Song Nara ,aku akan tinggal menemanimu saat ini!” kata Jong Woon keras kepala dan masih setia duduk melihat gadis itu

 

“Aku tidak suka melihat ada namja di kamar ku, jadi keluarlah” Kata Song Nara masih mengusir namja itu

 

Melihat respon Jong Woon yang masih mematung di tempatnya, gadis itu Nara bangkit dari tempat tidurnya, mendorong namja itu keluar dari kamarnya, Jong Woon namja itu tahu Nara sepertinya tidak menyukai kehadirannya. Namja itu mengikuti keinginan Song Nara saat ini

 

“Wae Song Nara? Apa aku melakukan kesalahan lagi padamu?” teriak Jong Woon di luar kamar Song Nara

 

“Kau tidak mempunyai salah Jong Woon, aku yang mempunyai salah, mempunyai salah pada gadis itu Lee Minkyung” Kata Nara dalam hati ,tanpa menjawab pertanyaan Jong Woon

 

Perkataan-perkataan Lee Minkyung kini memenuhi fikirannya, ketika gadis lembut itu berkata bahwa dirinya tertarik pada Jong Woon dan dia mengelaknya. Nara tidak bisa berkata apa-apa lagi saat ini. Gadis itu berfikir bahwa ia telah menghianati persahabatannya dengan Minkyung karena dia juga menyukai Jong Woon, namja yang Minkyung sukai juga.

Karena itu Song Nara mengusir Jong Woon dari kamarnya, gadis itu takut, perasaannya pada Jong Woon tidak dapat di cegah. Dan menginginkan namja itu untuk terus menemaninya saat sakit seperti ini.Dan Ia tak ingin Minkyung melihat itu, ia tak ingin Minkyung sakit hati melihat dirinya dan Jong Woon. Perlahan air mata itu turun ke pipi gadis itu tanpa dapat Nara cegah

 

 

**********

 

Minkyung hari itu datang ke toko roti Nara, gadis itu dapat melihat dua orang itu sedang tersenyum saat ini. Song Nara dan Jong Woon saling tertawa saat ini, entah apa yang Jong Woon katakan, hingga membuat gadis itu tersenyum seperti itu

 

Minkyung tidak tahu apa yang terjadi pada hatinya saat ini, cemburu? Gadis itu berharap perasaan itu menyingkir dari hatinya, karena gadis itu lebih bahagia melihat Nara tersenyum saat ini. Apapun akan Minkyung lakukan untuk melihat senyuman sahabatnya itu, walaupun itu akan membuat hatinya sakit

 

Perlahan Minkyung berjalan mendekati keduanya, semakin dekat, gadis lembut itu semakin mendengarkan percakapan keduanya

 

“YA…YA….YA…tersenyum seperti itu selamanya” Kata Jong Woon pada Song Nara

 

“kau mulai gila Jong Woon…..dan aku tidak mau mengikuti keinginan gila mu itu” Jawab Nara pada Jong Woon

 

Kedua orang itu pun sadar ada seseorang yang mendekat ke arah mereka, Song Nara melihat Minkyung tepat berdiri di sampingnya saat ini

 

“Kau ke sini Minkyung?” Tanya Nara terkejut karena gadis lembut itu datang ke tokonya di hari minggu ini

 

“Apa aku pernah meminta ijin dulu untuk datang ke toko mu Song Nara?” tanya kembali Minkyung pada Song Nara

 

Song Nara gadis itu benar-benar tidak ingin Lee Minkyung melihat kejadian ini, kejadian dimana Jong Woon sedang berdua dengannya, Song Nara tidak ingin sahabatnya itu akan sakit hati dan terlebih lagi cemburu melihat kemesraannya dengan Jong Woon. Karena Nara tahu, betapa Minkyung juga menyukai sosok namja ini

 

Saat itu juga Jong Woon ingat ada yang harus dilakukannya, dan namja itu lupa kalau sudah berdua dengan Song Nara seperti ini. Dia ingat, kalau ia harus mengantarkan Kim Jooeun adiknya, setelah kehadiran Mikyung barusan, namja itu berdiri dari tempat duduknya, lalu berpamitan pada kedua gadis itu

 

“Aku tadi lupa harus mengantarkan jooeun ke suatu tempat, aku pergi dulu Minkyung” Kata Jong Woon di depan Minkyung

 

“aku pergi dulu Nona Song…jangan merindukankau” Kata Jong Woon mendekat ke arah gadis itu, berbisik tepat di telinga gadis itu

 

Minkyung terkejut melihat Jong Woon yang seperti ini, dan gadis itu tidak pernah tahu sudah seberapa dekat kedua orang itu. Gadis lembut itu berfikir saat ini ketika Jong Woon dekat dengannya tidak pernah bersikap seperti ini, seolah ada jarak diantara dirinya dan Jong Woon. Dan ketika namja itu dekat dengan Song Nara seolah kedekatan mengalir begitu saja. (Let the Love Flow / Biarkan Cinta mengalir)

 

Kali ini keduanya, Song Nara dan Lee Minkyung duduk berdua, karena Jong Woon baru saja pulang

 

“Aku sepertinya bisa menebaknya Nara….bahwa Jong Woon mungkin akan memilihmu….jaga dia baik baik untuk ku….aku rela jika Jong Woon memilihmu” Kata gadis lembut itu sambil menatap Song Nara yang ada di depannya

 

“Aku tidak pantas untuknya Minkyung, kau yang pantas di sampingnya”

 

“Jong Woon hanya mempunyai rasa kagum pada ku, bukan suka ataupun cinta…hanya kagum Song Nara, namja itu mencintaimu, aku dapat melihatnya, bagaimana mungkin aku meminta dirinya , jika hatinya ada padamu….”Kata Minkyung, matanya berkaca-kaca menahan air mata itu dari sudut matanya

 

“Kau yang lebih pantas untuk nya Minkyung…bukan aku…aku terlalu buruk untuk namja itu, kau gadis lembut yang Jong woon butuhkan bukan aku” kata Song Nara sekali lagi

 

“tenanglah Song Nara…aku tahu kau mengkhawatirkan persahabatan kita……aku bukan gadis yang seperti itu Song Nara, yang akan meninggalkan mu karena hal ini. Bukankah sudah pernah ku katakan jika Jong Woon memilih salah satu dari kita, kita tidak boleh saling membenci. Aku akan melakukan hal itu…aku tidak akan membencimu Song Nara…. Kau terlalu lama menutup hatimu setelah appa mu meninggal….coba buka kembali hatimu Song Nara, terima Jong Woon….buat namja itu bahagia….seperti dia ingin membuat mu bahagia”

 

Song Nara tidak tahan melihat air mata itu turun dari sudut mata Minkyung, Nara gadis itu tahu…akan jadi seperti ini jadinya. Persahabatannya yang sudah ada sejak mereka kecil, akan di uji dengan masalah seperti ini, karena menyukai satu namja yang sama. Dari awal Song Nara menentang perjodohan ini, dia takut hal ini terjadi. Mungkin Jong Woon akan memilihnya, dan dirinya pasti akan bahagia, tapi apa yang terjadi pada sahabatnya ini, Minkyung akan bersedih.

 

Nara gadis itu sebenarnya sudah berusaha menutup hatinya, tapi setiap melihat Jong Woon, gadis itu tidak dapat mengelak kalau hatinya mulai goyah akan kehadiran dan kerja keras Jong Woon untuk mendapatkan perhatiannya, bahkan saat Jong Woon diabaikannya, namja itu tetap setia menemuinya setiap hari. Tapi gadis itu Song Nara selalu berfikir bahwa persahabatannya lebih penting dari pada urusan pribadinya terutama tentang hatinya

 

“Dari awal aku tidak menyetujui perjodohan ini….karena ini Minkyung , kita bersahabat, aku tidak ingin persahabatan kita hancur karena hal sepele seperti ini , jika kau tidak mendapatkan namja itu, aku berarti juga tidak akan mendapatkannya” Kata gadis itu dingin seperti biasanya

 

“Aku harus membuktikan padamu bagaimana lagi Song Nara? Aku menangis saat ini bukan karena menginginkan namja itu, aku menangis karena terlalu bahagia karena kau bisa tersenyum lagi….seperti dulu” Kata Minkyung meyakinkan pada gadis itu

 

**********

 

Jong Woon sedang makan malam di rumahnya hari ini. Namja ini ingin mengatakan keinginan hatinya kepada eommanya hari ini, tidak peduli ini masih akhir 5 bulan sejak perjodohan itu

 

“Aku sudah menentukan siapa yang kupilih eomma, dan ku rasa perjodohan ini harus berakhir, aku tidak ingin menyakiti dua gadis yang tidak akan ku pilih itu eomma” Kata Jong Woon memandang serius pada Eommanya

 

“Baiklah eomma mengerti Jong Woon, memangnya siapa yang kau pilih?” tanya Eomma Jong Woon

 

“Song Nara….aku menyukai gadis itu”

 

“Eomma kira kau akan memilih Lee Minkyung, karena gadis itu tipemu……tak masalah siapa yang akan kau pilih, eomma menyetujuinya, karena Eomma tahu ketiga gadis itu baik semua…..baiklah Eomma akan memberi tahu Ji Soo dan Minkyung”

 

“Tidak perlu eomma, biar aku yang memberitahu mereka”

 

**********

 

Disinilah Jong Woon saat ini di sebuah restoran dengan Ji Soo. Namja itu ingin memberi tahu Ji Soo, tapi dengan cara manis seperti ini mengajak gadis itu makan malam

 

“Aku sudah memilihnya Ji Soo…..memilih siapa diantara kalian” Kata Jong Woon saat itu pada Ji Soo

 

“siapa oppa?” tanya Ji Soo ingin tahu

 

“Song Nara”

 

“Ku kira…cinta pertama ku akan mendapat balasan darimu oppa….kurasa itu hanyalah sebuah mimpi” kata Ji Soo menahan air matanya

 

“maafkan aku Ji Soo…”

 

“tak apa, aku bisa mendapatkan namja lain yang lebih baik selain dirimu oppa” jawab Ji soo menghibur dirinya

 

Setidaknya gadis manja ini tidak marah padanya, itu yang terpenting saat ini. Karena Jong Woon tidak ingin menyakiti gadis itu, gadis yang menyukainya tapi tidak dapat di balas oleh Jong Woon

 

**********

 

Setelah kemarin namja itu berkata tentang siapa yang dipilih oleh Jong Woon pada Ji soo, hari ini ganti namja itu menemui Minkyung. Mengatakan siapa yang dipilihnya dalam perjodohan ini, kedua orang itu sekarang ada di sebuah taman. Sebuah taman dimana gadis lembut itu sukai

 

“aku sudah menentukan pilihanku Minkyung” Kata Jong Woon pada Minkyung

 

“Song Nara?” tebak Minkyung

 

“Kau mengetahuinya?” tanya Jong Woon

 

“mata mu mengatakan semuanya Jong Woon, saat pertama kali kalian bertemu, saat aku menceritakan tentang gadis itu padamu, kau selalu antusias mendengarnya” Jawab Mikyung sambil melihat awan mendung yang ada di atas sana saat ini

 

“Buat gadis itu bahagia Jong Woon” Lanjut gadis itu

 

“Pasti Lee Minkyung….” Jawab Jong Woon singkat

 

“Terima kasih sudah mengembalikan senyum gadis itu, kita masih dapat bersahabat kan Jong Woon?” Tanya Minkyung kali ini menatap Jong Woon, tanpa ada penyesalan kali ini di dalam hati gadis lembut itu. Tidak ada penyesalan gadis itu melepaskan Jong Woon untuk Song Nara sahabatnya.

 

“Tentu saja…Minkyung”

 

“terima kasih sudah pernah mengisi hati ku Jong Woon” kata Minkyung dalam hati, sambil mengembangkan senyum di bibirnya

 

**********

 

Dan kali ini lagi-lagi Jong Woon dan Nara terdiam di halte. Dari tadi sudah banyak Bus berhenti di halte itu tapi Nara ingin menikmati hujan yang sangat ia sukai itu, hujan yang sangat ia rindukan selama tiga tahun ini, hujan setiap tahun yang harusnya ia nanti

 

Jong Woon menemani gadis itu dari tadi, tidak ada percakan antara keduanya selama 20 menit di sana, mereka sama-sama masih melihat hujan, banyak orang lalu lalang sedang berlari, ada yang memakai payung, ada pula anak kecil yang berlari kecil menikmati hujan turun kali ini

 

“aku tidak akan mengajak mu hujan-hujanan lagi, aku tidak mau kau sakit lagi seperti kemarin-kemarin” kata pertama Jong Woon setelah 20 menit berdiam diri melihat hujan yang masih deras saja

 

Tidak mendapat respon dari Nara, Jong Woon menoleh di tempat Nara duduk, memang sejak tadi Jong Woon dan Nara duduk berjarak 50 centi , dan di halte itu hanya ada Jong Woon dan Nara berteduh, dan tentunya kata-kata barusan di tunjukkan untuk gadis itu

 

Dapat Jong Woon lihat kini gadis yang duduk 50 centi darinya itu terlihat berkaca-kaca saat melihat hujan ini

 

“hujan mengingatkan ku pada almarhum Appaku” kata Nara pada Jong Woon, gadis itu tahu saat ini Jong Woon memandangnya dengan posisi Nara masih memandang hujan

 

“aku menyukai hujan karena Appa, semasa hidupnya katanya hujan adalah hal paling indah di dunia ini, dimana air turun dari langit dan mulai membasahi bumi, para bunga, daun ,dan pohon akan terlihat lebih indah jika ada butir butir air di sana, Sebelum Appa ku sakit, setiap kali hujan, saat Appaku ada di rumah aku akan di panggilnya untuk menemani nya, Dia menjulurkan tangannya merasakan tetes-tetes hujan sambil tersenyum, ingatan itu tidak pernah hilang dari ku” Kata Song Nara panjang lebar pada Jong Woon

 

Jong Woon yang mendengar cerita Nara hanya diam melihat gadis itu

 

“aku sempat membenci hujan setelah kematian appa ku. Bukan hanya karena hujan turun saat pemakaman appaku, tetapi karena ingatan tentang hujan yang selalu tidak bisa kulupakan, senyuman appaku saat merasakan tetes-tetes air hujan itu selalu terngiang di ingatan ku, aku pernah bertanya pada Appaku dulu ‘kenapa Dia sangat menyukai hujan?’ jawabnya ‘karena hujan merupakan pertemuan pertama antara eomma dan appaku’ aku merindukannya ,Aku sangat dekat dengan Appa ku, hingga aku tidak rela dia harus pergi dari dunia ini” Kata Song Nara lagi, bulir-bulir air mata jatuh pada pipi gadis itu

 

“ayo kita membuat moment indah setiap kali hujan, biar kau selalu mengingatnya” kata Kata Jong Woon kepada gadis itu

 

Song Nara berdiri dari tempatnya duduk kali ini , senyum kecil di kembangkan gadis itu walaupun dengan mata masih berkaca-kaca

 

“baiklah…..aku setuju” kata gadis itu sambil tersenyum

 

“Saranghae Jong Woon” Kata Nara berbisik tapi masih dapat di dengar oleh Jong Woon

 

“ Nado saranghae Song Nara” Kata Jong Woon melihat gadis itu

 

“ Mari kita mulai moment indah itu dari sini Song Nara” perlahan Jong Woon mendekati gadis itu, menangkupkan tangannya pada kedua pipi gadis itu, mengecup keningnya, turun ke mata sebelah kanan,selanjutnya pipi kanan, dan berakhir di daun bibir gadis itu.

 

-THE END-

*Selesai

Gomawo For Reading^^

*Penulis Nuch Nuci

Kkkk……terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai berakhir

 

 

2 Comments (+add yours?)

  1. uchie vitria
    Apr 15, 2016 @ 06:49:26

    luluh juga akhirnya song nara
    kelamaan memendam kesedihan gk akan berakhir baik

    Reply

  2. Monika sbr
    Apr 18, 2016 @ 10:06:35

    Aahhh…. Akhirnya nara bisa juga bersama jongwoon.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: