My Sun [2/?]

 

tumblr_nvwabg3lNm1tlve8wo1_500

Judul  : My Sun

Author            : brown maple

Cast    : Cho Kyuhyun, Song Hyerin, Cho Jihoon, Park Sojung

Genre : Romance, sad, complicated

Length            : Threeshoot

 

Hai.. aku kembali dengan merubah konsep awal yang tadinya twoshoot menjadi threeshoot. Hihi labil banget ya, tapi emang selalu gak bisa memprediksi dengan tepat. Oke lah segitu aja dulu see you in last part, part 3.

 

Hope you like it, and happy reading ^^

 

###

 

 

“Oo hyung.. baru pulang?” tanya jihoon mendengar pintu rumah terbuka.

 

“…” tidak ada sedikitpun jawaban yang terlontar dari bibir kyuhyun.

 

Jihoon berjalan mengekori kakaknya yang kini sudah menaiki anak tangga menuju kamarnya “Hyung waeyo? Kau ada masalah? Kau bisa menceritaka-”

 

“Diamlah!!” melihat dan mendengar suara jihoon di belakangnya membuat emosi kyuhyun kembali memuncak.

 

“Hyung…” lirih jihoon, menatap punggung kakaknya yang semakin menjauh.

 

 

###

 

Keesokan harinya kyuhyun bangun sangat pagi kemudian berangkat ke kantor. Selain karena ada rapat penting dan ia sama sekali belum menyiapkan materi, ia juga ingin menghindari jihoon, kyuhyun malas bertemu jihoon yang hanya akan membuatnya emosi.

 

Rapat hari ini bersama YK Group berjalan lancar sesuai dengan rencana dan selesai tepat 15 menit sebelum jam makan siang. Kyuhyun merapikan berkas-berkas yang ada di mejanya, menjadikannya satu lalu ia masukkan ke dalam satu map yang sudah ia bawa. Setelah semua beres kyuhyun melangkah ke luar. Baru saja kyuhyun ingin menutup pintu ruang rapat ada seorang gadis menghambat jalannya.

 

“Cho kyuhyun, kau masih mengingatku?” tanya gadis itu.

 

Kyuhyun menatap gadis itu intens kemudian menjawab “Maaf aku tidak ingat, memang kau siapa?” aku kyuhyun dengan jujur.

 

“Aku Jung Soojung kita teman kecil ketika kau tinggal di jeolla dulu, kau ingat?” jelas gadis itu antusias.

 

“Aaaa..soojungiee kau berbeda sekali, kau operasi plastik eoh?” kyuhyun ingat gadis kecil yang suka menangis, tetangga sekaligus teman sekolahnya. Gadis cengeng ini tumbuh dengan baik, batin kyuhyun.

 

“Ei..mulutmu masih sama tajamnya seperti dulu eoh?” ledek soojung sambil menepuk lengan kyuhyun. Ia masih tidak menyangka dapat bertemu kyuhyun setelah sekian lama berpisah.

 

“Mian.. ah, ini artinya kau bekerja di YK Group kan? Kita partner bisnis sekarang. Apa posisimu di YK?” tanya kyuhyun.

 

“Aku sekretaris Tuan Yoon”

 

“Aaa.. kita akan akan sering bertemu kalau begitu” ucap kyuhyun dengan cengirannya.

 

“Eish.. apa yang kau katakan, kekasihmu akan cemburu”

 

“Apa? Kekasih.. aku tidak-”

 

TRING!!

Pesan masuk pada ponsel kyuhyun. Pesan dari seseorang yang ia tunggu-tunggu namun tidak lagi sekarang, ia mulai muak walaupun tak dipungkiri hatinya merindukan gadis ini.

 

From : My Sunshine ^^

Oppa kau ada di kantor kan? Aku akan membawakan bekalmu.. jangan pergi kemanapun arasoo ^^

 

“Ia akan kesini? Tidak.. aku tidak siap untuk menemuinya, melihat wajahnya. Aku takut tidak sanggup menahan emosi dan kalap. Aku harus menghindar. Sepertinya pergi dengan soojung bukan pilihan yang buruk, lagipula kami sudah lama tidak bertemu.” batin kyuhyun.

 

Soojung melihat kyuhun fokus pada ponselnya “Sepertinya kau sibuk, aku pergi dulu kyu, sampai jumpa..”

 

Melihat soojung mulai melangkahkan kakinya pergi, kyuhyun menahan pergelangan tangan soojung. “Soojung-ah mau makan siang bersama?”

 

Soojung mengernyit heran, “Kau ada waktu?”

 

“Tentu saja, kita sudah lama tidak bertemu. Aku ingin mendengar banyak cerita tentang jung ajussi ayahmu dan banyak lagi, kajja”

 

“Baiklah.” soojung menerima tawaran kyuhyun dengan senang hati.

 

###

 

Hyerin melangkahkan kakinya di Cho Corp dengan perasaan gembira, senyum di bibirnya tidak pernah luntur mengingat ia akan bertemu kekasih yang sudah sangat dirindukannya.

 

Dua minggu menghilang tanpa kabar dan kadang bicara seperlunya membuatnya merasa bersalah pada pria yang dicintai nya itu, ini demi kebaikan kita semua.

 

Hyerin melihat sekretaris kyuhyun, park ahjussi yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri keluar dari ruangannya. Ia merindukan park ahjussi yang sikapnya mengingatkannya pada sosok ayahnya.

 

“Annyeong ahjussi, apa kabar? ” sapa hyerin tiba-tiba yang sudah berada tepat di belakang sekretaris park.

 

“Oo baik.. kau mengagetkanku nona, sudah lama tidak bertemu.” jawab sekretaris park sambil mengusap lembut rambut hyerin.

 

“Ah, ya aku sedang banyak pekerjaan akhir-akhir ini. Kyuhyun oppa ada di ruangannya kan?”

 

Tuan park tampak berpikir, mengingat apa kyuhyun ada di ruangannya. “Sepertinya tadi aku melihat sajangnim keluar bersama salah satu client kami” jelasnya.

 

“Em.. begitu, baiklah. Terima kasih ahjussi” raut kecewa itu terlihat di wajah hyerin. Semangatnya tiba-tiba menguap begitu saja. Bukankah sebelumnya ia sudah berpesan pada kyuhyun untuk tidak kemanapun? Mungkin ini proyek penting, membuat kyuhyun harus memberi fokus lebih, batin hyerin mengucap hal-hal positif.

 

Teringat bekal yang sudah ia siapkan, ia tidak mungkin membuangnya, “Oiya ajussi, hampir saja terlupa. Aku sudah menyiapkan makanan ini dari rumah untukmu. Makan sianglah dengan baik ajussi.”

 

“Terima kasih banyak nona” ucap tuan park dengan senyum wibawanya.

 

“Sama-sama ajussi, aku pulang dulu, sampaikan salamku pada kyuhyun oppa” pesan hyerin sambil membungkukkan badannya hormat pada tuan park.

 

“Baik, akan saya sampaikan nona, hati-hati” balas tuan park dengan bungkukkan pula.

 

“Ne..”

 

 

Disisi lain kyuhyun dan soojung masih asik bercerita tentang kenangan masa kecil mereka di jeolla sampai kepindahan kyuhyun ke seoul, membuat kyuhyun lupa waktu bahwa jam makan siangnya telah habis setengah jam yang lalu.

 

Ternyata, bertemu soojung dan bercerita ringan seperti ini membuatnya sesaat lupa bahwa baru saja patah hati, sedikit menghilangkan beban di hatinya. Ia benar-benar bersyukur, hatinya sedikit membaik, apakah ini pertanda ia mulai lelah dengan hubungannya dengan hyerin? Atau malah merelakan hyerin bersama jihoon?

 

“Hyerin, gomawo. Aku senang bisa bertemu denganmu hari ini” ujar kyuhyun dengan senyuman dibibirnya

 

“Eum..aku juga, ternyata kau pun masih menyebalkan seperti dulu.”

 

“Ish.. kau ini, sampaikan salamku pada jung ahjussi katakan aku merindukannya, katakan juga lain kali kita harus memancing bersama lagi.”

 

“Arasoo”

 

“Aku kembali ke kantor duluan ya” ucap kyuhyun sambil melambaikan tangan, keluar pintu cafe menuju mobilnya.

 

Sesampainya di kantor, kyuhyun segera kembali ke ruangannya. Melihat kyuhyun berjalan di koridor, sekretaris park menghampiri kyuhyun. “Sajangnim.. nona hyerin mengunjungi anda tadi”

 

“Benarkah?” perasaannya yang sedikit ringan kembali teringan sosok hyerin, gadis itu pasti mencarinya tadi.

 

“Ne sajangnim. Ia ceria seperti biasanya, namun kemudian kecewa melihat anda tidak berada di ruangan, lalu ia memberiku bekal, dia gadis baik” jelas tuan park, sosok hyerin cukup memberi kesan tersendiri kepada tuan park. Semenjak cho kyuhyun ditinggal mendiang ibunya, cho kyuhyun berubah. Semenjak ada gadis itu, song hyerin kyuhyun mulai kembali menjadi seperti sosoknya yang semula, cho kyuhyun yang hangat.

 

“Ya, mulai sekarang jangan sebut namanya di depan ku ahjussi” tuan park tersentak dengan pengakuan kyuhyun, tidak menyangka ada kejadian seperti ini.

 

“Tapi sa-” ucapan tuan park berhenti begitu saja melihat kyuhyun yang tiba-tiba berjalan menjauh.

 

“Apa mereka sedang bermasalah?”

 

 

###

 

Satu bulan berlalu, hubungan kyuhyun dan hyerin semakin merenggang. Sebenarnya satu bulan terakhir ini hyerin cukup sering menghubungi kyuhyun, namun kyuhyun mengabaikannya. Ia juga terus menghindari jihoon ketika di rumah. Entahlah, sepertinya kemurkaan kyuhyun belum mereda sedikitpun. Siapa yang tidak emosi melihat kekasihmu bersama pria lain yang tak lain adalah adikmu sendiri? Tidak ada yang lebih menyakitkan dari itu bukan?

 

Saat ini menunjukkan pukul sebelas malam, kyuhyun sengaja lembur dengan alasan yang sama, menghindari jihoon. Ia ingin tiba di rumah ketika jihoon sudah terlelap. Namun pemandangan yang ada di depannya membuat hati kyuhyun kembali terbakar.

 

Kyuhyun sedang berada di dalam mobilnya yang berhenti karena lampu merah, melihat dengan jelas hyerin dan jihoon sedang terlibat pembicaraan. Kyuhyun jelas tidak mendengar pembicaraan mereka, namun tingkah mereka yang memuakkan dimata kyuhyun.

 

Ia melihat jihoon melepaskan mantelnya, memakaikannya pada hyerin, kemudian merangkul bahu hyerin, megajak gadis itu memasuki sebuah toko. Entah toko apa yang mereka masuki kyuhyun tidak memperhatikannya. Pemandangan kedua orang itu lebih menarik dimatanya ketimbang toko itu.

 

Kyuhyun memukul stirnya dengan kuat, membanting stir putar arah, mengurungkan niatnya untuk kembali ke rumah hingga sampailah ia disini, Burn Club.

 

Kyuhyun sudah menenggak beberapa botol minuman, ia sudah mulai sempoyongan namun ia masih meminta tambah pada bar tender. Sambil menunggu pesanannya datang, kyuhyun turun ke lantai dansa ia meliukkan tubuhnya tidak karuan, ia mulai mabuk.

 

Di club yang sama soojung sedang menyesap minumannya. Ia mulai sedikit terpengruh oleh alkohol namun masih bisa mengendalikan dirinya dengan baik. Ia sedang melepaskan penat karena pekerjaannya yang menumpuk. Ia memutuskan akan turun sebentar ke lantai dansa, ia harus refreshing. Baru saja sampai di lantai dansa ia melihat postur tubuh yang familiar dimatanya. Ia mendekatkan diri kepada pria itu untuk meyakinkan dugaannya.

 

“Kyu..” dugaannya benar, soojung heran untuk apa kyuhyun disini, bahkan ia sampai turun ke lantai dansa. Apa ia sedang stress berat?

 

“Nuguseyo? Hyerin-ah?” tanya kyuhyun sambil menelengkan kepalanya.

 

“Soojung, jung soojung. Apa yang kau lakukan?”

 

“Oo soojung-ah kau disini?” kyuhyun mulai bisa mengendalikan diri walau sesekali kepalanya terasa pening.

 

“Aku yang bertanya, apa yang kau lakukan disini huh? Tidak baik untukmu berada di tempat seperti ini, ayo kita pulang.” ucap soojung menarik tangan kyuhyun.

 

“Tidak mau.” jawab kyuhyun

 

“Keras kepala sekali huh?! Dimana kartu tanda pengenalmu, aku antar kau ke rumahmu” tidak ada jawaban, soojung merogoh saku kyuhyun memgambil kunci mobil dan dompet kyuhyun untuk mengambil tanda pengenal.

 

 

###

 

Jam menunjukkan pukul setengah dua dini hari. Hyerin tengah bersiap dengan kue di tangannya. Ia ingin memberi kejutan pada kyuhyun karena hari ini hari ulang tahunnya yang ke 27. Hyerin menaiki anak tangga satu persatu menuju kamar kyuhyun. Sesampainya di depan kamar kyuhyun pintu kamarnya tidak tertutup dengan benar, kebiasaan ceroboh pria itu masih saja ada di umurnya yang sudah tua, pikir hyerin.

 

Hyerin membuka pintu itu dengan mudah, dengan cara menyenggolkan bahu kirinya kemudian menekannya ke dalam sehingga pintu terbuka, itu cara termudah dalam pikirannya mengingat kedua tangannya cukup repot membawa kue. Kejutan hari ini luar biasa berhasil. Hyerin yang menyiapkan kejutan namun ia sendiri yang terkejut.

 

“Arghh kyuuhh appo, pelanhh ”

 

“Emhh bersamaa so-ahhh”

 

Hyerin membeku dengan kedua matanya yang membesar hingga tanpa sadar menjatuhkan piring yang berisi kue ulang tahun itu, membuat kedua manusia yang tengah dilanda kenikmatan itu seketika tersadar ada orang lain dalam kamar itu.

 

Kyuhyun orang pertama yang menoleh ke belakang dan menemukan mata itu berkaca-kaca menahan tangisnya. “Oo mi..mianhae” ucap hyerin terbata.

 

Mendengar suara seperti barang kaca yang terjatuh, jihoon segera berlari menuju kamar kakaknya, ia yakin suaranya berasal dari sana. Sesampainya di kamar kyuhyun ia melihat ke arah hyerin kemudian pandangannya turun ke lantai disekitar kaki hyerin. Pecahan kaca dimana-mana dengan kue ulang tahun yang tergeletak di atasnya.

 

“Noona waeyo?” tanya jihoon cemas, baru saja ingin meminta penjelasan kakaknya, ia sangat syok melihat penampilan kyuhyun, apalagi ada gadis di atas ranjang kyuhyun tanpa busana sama seperti kyuhyun.

 

“Apa yang kau lakukan hyung!!!” geram jihoon

 

Kyuhyun yang mulai tersulut emosi mengambil celana kemudian memakainya cepat lalu menghampiri jihoon dan hyerin yang saat ini menundukkan wajahnya.

 

“Aku hanya melakukan apa yang sedang ku inginkan, masalah?”

 

“Kau gila!! Kau menyakiti hyerin noona!!” kyuhyun tertawa lirih.

 

“Aku menyakiti? Kalian yang telah terlebih dulu menyakitiku! Jangan bertingkah bodoh seolah aku yang jahat disini” emosi kyuhyun meledak.

 

“Kau yang bodoh cho kyuhyun! Siapa yang menyakitimu?! Kami tidak melakukan apapun”

 

“Kau pikir aku tidak tau hah? Kalian juga melakukannya di hotel!! Lantas apa aku tidak boleh melakukan hal yang sama dengan orang lain seperti yang sudah kalian lakukan padaku?!”

 

“Apa yang kau pikirkan huh? Aku tidak mungkin melakukannya dengan noonaa!!”

 

“Hahaha, tidak ada penjahat yang mengaku dirinya jahat cho jihoo”

 

“Kau salah paham hyung, sungguh bukan sep-”

 

“Tidak perlu mengeluarkan pembelaan terlalu banyak. Aku sudah mengikhlaskan semuanya. Kalian tetaplah bermain dengan permainan yang telah kalian ciptakan”

 

“HYUNG!!!”

 

“Pergilah”

 

Jihoo menatap kakaknya dengan pandangan kecewa. Ia merasa pria di hadapannya bukanlah kakaknya cho kyuhyun. Selama 24 tahun jihoon hidup, ini adalah pertengkaran terbesar yang terjadi antara mereka berdua.

 

Hyerin masih menundukkan kepalanya, ia benar-benar takut mendengar apalagi melihat wajah kyuhyun. Ia tidak pernah melihat kyuhyun seperti ini. Tapi ia menyadari, semua ini adalah salahnya, ia turut andil dalam kekacauan ini.

 

Jihoon menuntun hyerin untuk keluar dari kamar kyuhyun. Mereka berdua pun belum mengeluarkan suara sejak tadi, jihoon paham hyerin pasti sangat terkejut dan sakit. Tiba mereka pada tangga yang akan membawa mereka turun, jihoon menggendong hyerin dengan bridal style, ia ingat kaki hyerin berdarah karena pecahan piring tadi.

 

Kyuhyun melihat kejadian itu dari depan pintu kamarnya merasa muak dengan adegan drama yang dilakukan oleh jihoon dan hyerin. Segera ia masuk kamar dengan membanting pintu kamarnya sekuat tenaga menimbulkan suara memekakkan telinga. Mendengar suara debuman pintu itu jihoon tetap berjalan menghiraukan apa yang diperbuat kakaknya.

 

Jihoon menghentikan langkahnya di depan wastafel yang ada di dapur kemudian menurunkan hyerin dari gendongannya. Ia mengambil baskom lalu mengisi setengahnya dengan air dari wastafel itu lalu dengan kain lap bersih jihoon berjongkok untuk membersihkan kaki hyerin yang berdarah.

 

Hyerin masih bungkam, jihoon prihatin melihatnya. “Noona…gwenchana?” tanya jihoon ragu.

 

“Aku…tidak baik-baik saja, jihoon-ah” lirih hyerin dan lelehan air mata akhirnya menuruni kedua pipinya.

 

 

###

 

Tiga hari setelah peristiwa itu, hyerin kembali ke rumah kyuhyun. Ia berusaha tidak mengingat bahwa hal itu pernah terjadi. Ia akan kembali menjadi dirinya yang biasanya.

 

Baru saja hyerin ingin melangkahkan kakinya pada anak tangga pertama, ada suara yang menginterupsinya muncul di balik pintu kulkas. “Noona? Bagaimana bisa pagi-pagi sekali sudah di sini? Ada apa?”

 

“Membawakan kalian sarapan, dan bekal untuk makan siang kyuhyun. Aku harus membangunkan kyuhyun dulu di atas, oke?!” jelas hyerin.

 

Jihoon khawatir kalo kyuhyun akan kembali meledak-ledak begitu melihat hyerin, ia tidak mau hyerin kembali terluka.

 

“Tapi noona, bagaimana kalau hyung mar-” penjelasan jihoon terputus karena yang menjadi topik pembicaraan sudah ada di hadapan mereka lengkap dengan setelan jas kantornya.

 

“K-kyu ka..kau sudah rapi? Jja duduklah dulu, aku bawakan sarapan” hyerin gugup menghadapi kyuhyun yang hanya memandanginya tanpa bicara sedikitpun.

 

Kyuhyun melihat ada jihoon di dekat kulkas tengah mengawasinya. “Tidak perlu, aku sangat sibuk hari ini”

 

“Aaa.. begitu” hyerin mengangguk paham. Melihat kyuhyun melangkah pergi, hyerin dengan sigap menahan lengan kanan kyuhyun.

 

“Tunggu kyu.. ini bawalah untuk bekal makan siang” hyerin menyerahkan kotak bekal makan siang yang sudah ia siapkan.

 

Kyuhyun hanya diam tanpa menanggapi hyerin yang tengah meyodorkan kotak bekal. Jika keadaannya tidak seperti ini kyuhyun akan mengambil kotak makan itu dengan senyum senang dan menghadiahi hyerin kecupan manis. Namun sekarang ? “Menyingkirlah” ucap kyuhyun tegas..

 

“Tapi kyu, ouuweeekk~” hyerin segera berlari ke wastafel. Perutnya sangat mual.

 

Jihoon menghampiri hyerin yang sudah muntah di wastafel. Ia sangat cemas sekarang “Noona!!” panggil jihoon sambil memijat tengkuk hyerin..

 

Prok prok prok!!!

 

Suara tepuk tangan yang tidak lain berasal dari tangan kyuhyun menggema di seluruh ruangan.

 

“Chukkae.. kau akan jadi ayah dan aku akan punya keponakan” ucap kyuhyun dengan smirk yang tercipta disudut bibirnya.

 

“Hyung!!!”

 

“Ku tunggu undangan kalian.”

 

 

 

TBC

5 Comments (+add yours?)

  1. riskakyuu
    Apr 15, 2016 @ 12:56:04

    Sepertinya kyu oppa salah paham..

    Reply

  2. Hwang Risma
    Apr 15, 2016 @ 13:32:36

    Anjir kyuhyun…
    Ditunggu chap selanjutnya chingu!!~^^ buruan selesai deh masalah mereka berdua…

    Reply

  3. lieyabunda
    Apr 17, 2016 @ 04:07:04

    yaa kyu,, jangan buat dirimu menyesal nantinya…
    lanjut

    Reply

  4. meivhw88
    Apr 17, 2016 @ 05:02:00

    Nyesekkk asli, next nya jgn lama2 dong.. kalo bisa panjangin jehehe

    Reply

  5. Monika sbr
    Apr 19, 2016 @ 20:30:39

    Pasti suatu saat kyu akan menyesal juga…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: