Married With A Fangirl [1/?]

married-with-a-fangirl

Nama                      : Yulianti Azhar

Judul Cerita        : Married With A Fangirl

Tag                            : Lee Hyuk Jae, Park Jisoon (OC)

Genre                      : Romance

Rating                     : PG-15

Length                    : Chapter

Note                         : Sorry for the typo(S). Visit http://allrisepink.wordpress.com . Poster by carissa story

Part 1

We meet again!

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again

(Jason Mraz ft Colbie Cailat – Lucky)

 

Jisoon’s Pov

“Aku menunggumu di kafe depan rumahmu. Tiga puluh menit lagi kau belum sampai disini aku akan mengcekik lehermu, Jihyun-ah!”

Arasseo… arasseo… Aku baru saja selesai mandi.”

Aku mematikan sambungan teleponku dengan kesal. Aku menunggu sahabatku di sebuah kafe depan rumahnya. Hari ini aku berencana pergi bersama dengannya ke acara Music Bank untuk melihat penampilan oppadeul, Super Junior.

Aku cukup menyukai suasana kafe ini. Kebetulan pemiliknya adalah seorang ELF, fans boyband Super Junior, sama sepertiku. Lagu-lagu yang terus dimainkan di kafe ini adalah lagu milik Super Junior. Saat ini lagu yang sedang mengalun menambah kesan ketenangan dalam kafe adalah Haru. Aku memejamkan mataku menikmati lagu favoritku itu.

Aku tidak pernah menyangkah kehidupanku akan seperti ini. Dikelilingi oleh namja-namja tampan seperti member Super Junior. Tidak ada yang pernah mengira kalau aku ini adalah sepupu dari Park Jung Soo, leader Super Junior. Dan untuk apa aku mengumbarnya pada teman kuliahku. Hanya dua hal yang akan mereka lakukan jika mengetahuinya, mengataiku pembohong atau menyuruhku mengenalkan mereka pada member Super Junior.

Enak saja!

Tidak bermaksud menyombongkan diri… Aku memang akrab dengan mereka. Bahkan sebelum sibuk dengan tugas akhirku, aku hampir setiap hari ke dorm mereka. Tapi dua tahun ini keadaannya berubah. Semenjak Leeteuk oppa wamil aku mulai jarang ke dorm mereka. Aku juga merasa canggung kalau tidak ada Leeteuk oppa disana. Yah, walaupun aku sangat dekat dengan mereka.

Aku sengaja menghindari mereka dua tahun ini. Selain karena fokus pada kuliahku, aku juga menghindari seseorang di antara mereka.

Pria itu adalah Lee Hyuk Jae. Mengingat namanya saja membuat jantungku berdegup dengan kencang. Astaga… apa aku begitu menyukainya?

Lee Hyuk Jae…

Aku menyukainya. Tidak. Mungkin melebihi perasaan suka lagi. Tapi perasaanku ini hanya bisa terpendam. Mungkin dia hanya menganggapku sebagai adiknya. Orang sepertinya tidak mungkin membalas perasaanku.

Perasaan ini datang begitu saja merengsek dalam kehidupanku tanpa permisi. Aku yang dulu tinggal di rumah Leeteuk oppa ketika orang tuaku masih di kampung halaman. Saat itu Leeteuk oppa masih seorang trainee di SM Entertainment. Dia sering mengajak teman-teman traineenya ke rumahnya. Sejak saat itu aku mengenal pria yang bernama Lee Hyuk Jae. Kami pun mulai dekat. Aku juga sering ke rumahnya dan dekat dengan eomma dan noonanya.

Aku takut perasaanku berkembang dan menyiksa diriku. Aku hanya orang biasa, tidak mungkin berharap banyak pada seorang bintang besar sepertinya. Apalagi semenjak fotonya dengan penyanyi solo itu beredar. Aku semakin ingin memperlebar jarak di antara kami.

Aku bisa merelakannya dengan wanita mana pun. Asalkan jangan dengan penyanyi solo yang satu tahun lebih muda dariku itu. Jujur saja, aku membencinya. Sangat membencinya. Mungkin karena Lee Hyuk Jae menyukai gadis itu.

Entahlah…

Tapi menghindarinya justru membuatku semakin tersiksa. Aku hanya bisa melihatnya dari foto-foto dan fancam yang ku beli dari beberapa fansite.

Terakhir kali aku berhubungan dengannya ketika natal dua tahun lalu. Itu pun aku hanya mengiriminya ucapan selamat natal lewat sms. Justru aku lebih sering berhubungan dengan member lainnya. Kemarin aku dari game centre bersama Cho Kyuhyun. Kadang aku ditraktir makan siang oleh Sungmin oppa, atau member lainnya kecuali dia. Sebenarnya bukan ditraktir, tapi aku yang meminta mereka membelikanku makan siang.

Hanya Lee Hyuk Jae. Hanya dia yang ku hindari.

Aku bangkit dari dudukku dan berjalan ke arah kasir untuk memesan secangkir cokelat panas lagi. Aku sangat menyukai cokelat, tak perlu heran kalau aku sudah meminumnya sebanyak tiga cangkir hari ini.

Hot Chocolate­-nya satu lagi,” ujarku pada kasirnya. Aku melirik etalase kue. Cacing diperutku refleks menimbulkan reaksi yang cepat begitu melihat deretan tiramisu yang terpajang dalam etalase itu. “Hhmm… sepertinya aku lapar. Tolong berikan aku satu—“

“Aku pesan susu strawberry.”

DEG!

Aku sepertinya mengenali suara itu. Tiba-tiba seluruh aliran darahku berhenti. Leherku menjadi kaku seketika. Menoleh pun serasa sulit sekali. Sebenarnya tidak sulit, hanya aku yang takut menoleh dan mendapati kalau orang yang di sampingku itu adalah orang yang selama ini ku hindari.

“PARK JISOON!”

Benar dugaanku. Orang itu adalah Lee Hyuk Jae. Aku bisa mengenalinya walaupun ia menggunakan masker dan kacamata hitam untuk menutupi wajahnya.

Lee Hyuk Jae, Kenapa kau muncul tiba-tiba seperti ini? Bersusah payah aku menghindarinya tapi kenapa aku bisa bertemu dengannya segampang ini?

“Engghh….” Aku menutupi wajahku dari samping dengan kedua tanganku dan segera membalikkan badanku memunggunginya. “Maaf anda siapa yah?”

“Jisoon-ah! Kau Park Jisoon!”

“Anda salah orang!”

Aku segera berlari keluar dari kafe itu sebelum Eunhyuk bisa melihat wajahku dengan jelas.

“YAK! JANGAN LARI KAU, PARK JISOON!”

“HYAAAAHHH!!”

Aku menambah kecepatan lariku begitu ia mengejarku. Aku terus berlari tanpa menoleh ke belakang dan tidak sengaja menabrak orang yang berjalan di depanku. Ada yang kebingungan melihatku, adapula yang marah-marah. Aku hanya bisa berteriak meminta maaf tanpa menoleh ke arah mereka.

Ketika sampai ke perempatan jalan aku menghentikan langkahku. Sial! Aku lupa kalau aku takut menyebrang jalan raya. Aku mengatur nafasku sejenak. Dia pasti masih jauh dariku, tidak mungkin dia…

“Aku menangkapmu! Aku menangkapmu, Park Jisoon!” Aku bergidik ngeri ketika sebuah tangan mencengkram tanganku dengan erat.

Sial! Sial! Sial! Aku juga lupa kalau monyet sialan ini adalah seorang pelari yang hebat.

“Aku tidak mungkin salah orang, Jisoon-ah!”

***

Eunhyuk’s Pov

Aku menemukanmu. Aku berhasil menemukanmu, Park Jisoon. Aku tidak akan melepaskankanmu dari cengkramanku kali ini.

Aku tahu dua tahun ini gadis ini menghindariku. Aku tidak tahu apa salahku padanya, dia menjauh begitu saja. Anehnya, dia hanya menjauhiku tapi tidak dengan member lain. Mereka justru lebih sering berhubungan. Apa gadis ini ingin membuatku gila?

Aku menatap dirinya lekat-lekat. Memperhatikan setiap inci tubuhnya yang lebih pendek dariku. Semuanya baik-baik saja. Tidak yang berubah darinya. Hanya saja dia semakin kurus. Apa pola makannya selama dua tahun terakhir ini tidak teratur?

Aku menghela nafas lega. Setidaknya dia masih bernafas dengan baik. Tidak seperti diriku. Aku seperti kehilangan oksigenku dua tahun terakhir ini. Dihindari oleh gadis yang ku cintai seperti membunuhku perlahan-lahan.

Aku mencintainya. Aku mencintai gadis dihadapanku ini. Sejak…. ah entahlah. Perasaan itu muncul begitu saja. Tapi aku terus menutupinya. Aku takut merusak hubungan pertemanan kita hanya karena perasaan konyol ini.

“Kau… Kau ikut denganku!” Aku menarik tangan Jisoon agar ia mengikuti langkahku. Ia berusaha memberontak tapi sepertinya tenaganya tidak sanggup mengalahkan tenagaku.

“TOLONG!!! AKU DICULIK!”

Aku segera membekap mulutnya agar teriakannya tidak menarik perhatian orang-orang yang sedang berlalu-lalang. Aku terus menyeretnya dan dia terus memberontak.

“AKKKHHH….”

Gadis itu menggigit tanganku yang membekap mulutnya. Belum sempat aku menarik kembali tangannya, ia sudah berlari kencang dan menghilang di tengah kerumunan. Aku tidak bisa mengejarnya, karena orang-orang bisa saja mengenaliku.

Aku bisa datang ke rumahnya kalau ingin bertemu dengannya langsung. Dia tidak akan kemana-mana. Dan aku pastikan dia akan selalu berada dalam jangkauanku.

***

Aku berlari-lari kecil masuk ke dalam waiting room KBS. Sepertinya aku terlambat, sedari tadi Leeteuk hyung dan manajerku menghubungiku untuk segera datang ke gedung KBS. Aku lupa kalau hari ini adalah perform kami di Music bank.

“Yak! Yak! Yak! Lee Hyuk Jae… Cepat ganti bajumu. Lima belas menit lagi giliran kita!” Leeteuk hyung menyodorkan pakaian yang akan dipakai hari ini. Aku segera berlari ke ruang ganti untuk mengganti pakaianku.

“Kau dari mana saja tadi?” tanya Donghae begitu aku keluar dari ruang ganti. Ia pun merangkul pundakku dan merapikan kerah bajuku yang sedikit berantakan. Kami berdua berjalan beriringan menuju stage bersama dengan member lainnya.

“Aku tadi mampir membeli minuman di sebuah kafe. Lalu aku bertemu dengan….” Aku menggantungkan ucapanku. Sengaja membuat Donghae penasaran.

“Siapa? Kau bertemu dengan siapa?”

Aku tidak menjawab pertanyaan Donghae. Aku yakin dia bisa menebak siapa orang yang ku maksud.

“Park Jisoon? Kau bertemu dengannya?”

Aku menganggukkan kepalaku. “Dia seperti setan ketika melihatku tadi. Aku heran apa yang terjadi dengannya dua tahun ini? Dia seperti sengaja menghindariku.”

Donghae mengedikkan bahunya. “Mungkin wajahmu semakin jelek dengan rambut abu-abumu itu. Jadi dia lari ketika bertemu denganmu.”

“Aish! Kau ini bukan teman yang baik untuk diajak cerita.”

“Apa kau merindukannya?” tanya Donghae mengalihkan pembicaraan.

“Siapa? Park Jisoon? Yang benar saja… Aku hanya bingung dengan tingkah lakunya,” jawabku berbohong. Tentu saja aku merindukannya. Aku hampir mati sia-sia karena tak mengetahui kabarnya selama dua tahun ini.

“Kau bisa ke backstage nanti Jisoon-ah setelah kami tampil. Tidak perlu khawatir… Aku akan mengaturnya.”

Aku menoleh ketika mendengar suara Kyuhyun yang sepertinya sedang menelepon di belakangku. Donghae juga mengikuti apa yang ku lakukan. Lalu kemudian dia menatapku dengan tatapan yang mengatakan secara tidak langsung kalau Kyuhyun sedang berbicara dengan Jisoon lewat telepon.

“Seperti kau bisa mengalahkanku saja? Arasseo… Kau ke dorm saja nanti.” Kyuhyun tertawa mengabaikanku yang sedang menatapnya. “Kau tahu ‘kan kalau Cho Kyuhyun tidak pernah terkalahkan.”

Apa selama ini Jisoon dan Kyuhyun sering berhubungan? Mereka berdua terlihat sangat akrab. Padahal Jisoon dan akulah yang lebih akrab. Hanya saja dua tahun terakhir ini, dia seolah-olah menghilang dari hadapanku. Seolah-olah aku dengannya tidak saling mengenal dengan baik.

“Kyuhyun dan Jisoon juga dekat. Mereka sama-sama penggila game. Jadi kau wajari saja. Aku tahu apa yang kau rasakan Lee Hyuk Jae. Dijauhi oleh orang yang kau cintai diam-diam itu sakit. Sakit sekali,” ujar Donghae dengan wajah sok dramatisnya dengan tangannya memegang dada yang seolah-olah tepat di bagian itu yang terasa sakit.

“Jangan sok tahu, Donghae-ya. Dan tutup mulutmu, ikan bau!”

***

Jisoon’s Pov

“CHO KYUHYUN!” teriakku begitu masuk ke dalam waiting room KBS. Aku bebas masuk waiting room karena aku memiliki kartu backstage pass yang diberikan oleh Leeteuk oppa saat aku merengek-rengek untuk ke backstage  ketika mereka debut beberapa tahun yang lalu.

Aku langsung mendapati beberapa member Super Junior yang sedang melepas jas khas mamacita yang dipakainya ketika perform. Pandangan mataku sempat berkeliaran menjelajahi ruangan itu. Mencari sosok yang rambutnya berwarna abu-abu. Kemana dia?

“Bisa kau mengecilkan volume suaramu itu? Kau hampir membuatku jantungan.” Heechul oppa memukulkan botol air mineral kosong ke kepalaku dan aku membalasnya dengan menaikkan kepalan tanganku seolah-olah ingin menghajar wajahnya.

“Yak! Aku ini sepupumu. Kenapa kau hanya memanggil magnae setan itu?” protes Leeteuk oppa dengan wajah cemberut yang dibuat-buatnya.

“Yah… karena aku ada urusan dengannya. Aku sudah siap untuk bermain denganmu nanti malam, Cho Kyuhyun,” ujarku dengan semangat menggebu-gebu.

“Kalian mau bermain apa nanti malam? Jangan-jangan kalian… Yak! Cho Kyuhyun, bagaimana nanti kalau Park Jisoon hamil?” Ryeowook oppa menutup mulutnya dengan ekspresi kaget.

“Aish! Hyung, Apa otakmu sudah terkontaminasi dengan Eunhyuk hyung? Aku juga pilih-pilih wanita. Mana mungkin aku dengan gadis kurus kerempeng ini?”

“Yak! Cho Kyuhyun!!!” teriakku kesal. Tidak terima Kyuhyun mengataiku kurus kerempeng.

Aku kembali memperhatikan sekelilingku. Pria monyet berwujud manusia itu belum menampakkan dirinya. Apa dia langsung pulang setelah perform tadi?”

“Ah oppa. Kenapa aku tidak melihat Donghae oppa sedari tadi?” tanyaku pada Leeteuk oppa.

“Kau mencari Donghae atau Lee Hyuk Jae?” goda Leeteuk oppa.

“Mana mungkin aku mencari pria monyet itu!”

“Dia tidak mencariku karena dia sudah bertemu denganku, hyung.

Aku menoleh ketika mendengar suara orang yang sedari tadi ku cari-cari. Ia telah mengganti pakaian performnya dengan kemeja putih pas badan yang lengan bajunya ia gulung sampai sikunya. Aku bersyukur masih bisa berdiri dengan baik melihatnya. Kadar ketampanannya dua tahun ini tidak berkurang. Meskipun rambutnya berwarna abu-abu yang memberi nilai minus pada penampilannya.

Untung saja tadi aku menonton perform mereka tidak bersama dengan sahabatku Jihyun. Dia membuatku menunggu lama. Jadi aku meninggalkannya dan pergi sendiri ke KBS. Jika dia ikut, Ia akan mengejekku habis-habisan karena ketahuan meneriaki Eunhyuk seperti orang autis ketika bagian rap­-nya tadi.

“Kalian bertemu dimana? Kapan?” tanya Ryeowook oppa penasaran. “Kalian berdua berkencan? Pantas saja tadi Hyuk Jae hyung terlambat. Ternyata kalian bertemu dulu.” Aku menatap Ryeowook oppa dengan tatapan sinis. Dia benar-benar polos tapi terkadang kepolosannya itu sangat menyebalkan.

“Jangan sembarang bicara, Wookie-ya. Mana mungkin aku berkencan dengan gadis monster ini?” ujarnya sambil mendorong kepalaku tanpa belas kasihan. “Dia saja tadi lari ketika melihatku. Seperti melihat hantu saja.”

Aish! Orang ini…

“Aku tidak tahu kalau itu adalah kau. Kau memakai masker dan kacamata hitam. Warna rambutmu juga aneh. Kau terlihat seperti malaikat pencabut nyawa berambut abu-abu. Jelas saja aku lari ketakutan,” ujarku berbohong. Walaupun dengan tampilan seperti itu aku bisa mengenalinya dengan baik.

“Apa kau tidak mengenali suaraku?”

“Siapa suruh rambutmu berwarna abu-abu? Terakhir kali aku melihatmu itu rambutmu berwarna hitam. Aku sangat sibuk untuk mengetahui perkembangan kalian. Mana mungkin aku tahu kalau rambutmu saat ini berwarna abu-abu, bodoh!”

Aku menyalahkan diriku dalam hati. Aku kembali berbohong. Walaupun dua tahun terakhir ini aku tidak pernah bertemu dengannya tapi aku tetap mengikuti perkembangan pria itu. Bahkan perubahan warna rambutnya juga aku tahu. Diam-diam aku mencari kabarnya dari jauh.

“Yak! Yak! Yak! Kalian berdua ini baru bertemu saja sudah bertengkar seperti ini. Lebih baik kita pulang sekarang. Kau ingin ke dorm ‘kan, Jisoon-ah?” Leeteuk oppa berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Tentu saja, oppa. Aku sudah ada janji malam ini dengan Cho Kyuhyun.” Aku menaikkan tanganku untuk ber-high five dengan partner game sejatiku.

Melalui ekor mataku, aku bisa melihat Lee Hyuk Jae menatap ke arahku. Aku melihatnya menatap kami seperti dengan pandangan tidak suka. Atau itu hanya dugaanku saja. Entahlah.

Ketika semua member Super Junior dalam ruangan itu telah keluar. Aku merasa ada seseorang yang menarik tanganku. Tubuhku tertarik kemudian terdorong dengan kasar di tembok. Lee Hyuk Jae berdiri di depanku dengan tatapan yang tidak bisa aku artikan.Tangannya dia masukkan ke dalam saku celananya.

Lututku bergetar kesulitan menahan beban tubuhku. Jantungku seperti terpompa tidak beraturan.

“Senang akhirnya kita bertemu lagi, Park Jisoon. Jujur saja aku merindukanmu,” ujarnya membuat bulu kudukku meremang. Astaga… aku tidak percaya saat ini aku tidak jatuh pingsan melihat wajahnya dengan jarak sedekat ini.

“Akan ku pastikan kau tidak akan kemana-mana lagi. Kau akan tetap terus berada dalam jangkauanku.”

“HYAAAH!!”

“YAK!!!! KAKIKU!!”

Aku menginjak kaki Eunhyuk dengan tenaga mengenaskan. Membuat pria itu meringis kesakitan. Aku terkekeh melihatnya dan menjulurkan lidahku. Jangan kira aku bisa terhipnotis olehmu Lee Hyuk Jae. Yah… meskipun aku sempat terpesona melihatnya tadi.

“Rasakan itu!” Aku meloloskan diriku darinya. “Senang juga bisa bertemu lagi denganmu, Lee Hyuk Jae.”

-TO BE CONTINUED-

 

 

2 Comments (+add yours?)

  1. Hwang Risma
    Apr 16, 2016 @ 12:26:57

    Haha lucu juga mereka, sebenarnya mereka saling mencintai kan? Tapi mereka ga tau, cepet di pertemukan deh hati mereka berdua/? Aku suka karakter hyuk 😘 *mian won ✌
    Semangat chingu buat next partnya! Ditunggu~^^

    Reply

  2. spring
    Apr 16, 2016 @ 21:43:10

    untuk chap 1 udah bagus kok. q suka ide kyk gini. saudara member super junior ada something sama member suju lainnya.
    ditunggu update nya ya thor 😉

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: