Married With A Fangirl [2/?]

married-with-a-fangirl

Nama                      : Yulianti Azhar

Judul Cerita        : Married With A Fangirl

Tag                            : Lee Hyuk Jae, Park Jisoon (OC)

Genre                      : Romance

Rating                     : PG-15

Length                    : Chapter

Note                         : Sorry for the typo(S). Visit http://allrisepink.wordpress.com . Poster by carissa story

Part 2

Jealously

Why do I keep running from the truth?
All I ever think about is you
You got me hypnotized, so mesmerized
And I just got to know

(David Archuletta – Crush)

Author’s pov

“YAK! Kenapa kau meninggalkanku? Aku sudah buru-buru untuk menemuimu dan kau malah menghilang dari kafe itu. Dimana kau sekarang, Park Jisoon?” Jisoon menjauhkan ponselnya begitu mendengar suara teriakan sahabatnya, Shin Jihyun, dari seberang sana.

Saat ini ia sedang berjalan menyusuri lorong menuju dorm Super Junior bersama dengan beberapa member Super Junior.

“Nanti saja aku menghubungimu. Aku dalam perjalanan ke dorm mereka,” ujar Jisoon dengan suara berbisik.

“Mereka siapa? Super Junior? YAK! Kenapa kau tidak mengajakku, Park Jisoon?” Jisoon mematikan sambungan teleponnya begitu saja ketika Jihyun menambah volume suaranya. Jika terlalu lama bertahan mendengar suara sahabatnya itu, bisa saja telinganya menjadi tuli seketika.

“Kau bicara dengan siapa?” tanya Kyuhyun yang berjalan di samping Jisoon.

“Shin Jihyun. Dia memarahiku karena tidak mengajaknya kemari,” jawab Jisoon.

“Kenapa kau tidak mengajaknya?”

“Dia akan menerormu. Kau tahu sendiri kalau gadis itu penggemar beratmu.”

Kyuhyun terkekeh. “Aku akui kalau aku ini memang tampan, Jisoon-ah.” Pria itu dengan santainya menyampirkan tangannya di bahu Jisoon. Membuat Eunhyuk yang berjalan di belakang mereka harus mengepalkan tangannya. Menahan perasaan cemburunya. Donghae yang berjalan di sampingnya harus menyikut perutnya agar temannya itu tidak menunjukkan amarahnya.

“Kalian berdua menghalangi jalanku!” sahut Eunhyuk yang berdiri di belakang Kyuhyun dan Jisoon. Refleks mereka berdua memberikan jalan untuk Eunhyuk. Diikuti oleh Donghae yang berjalan dengan ekspresi senyum tidak jelas. Jisoon menaikkan alisnya melihat Donghae yang seperti itu.

“Wajari saja, Jisoon-ah. Dia sensitif kalau melihatmu bersama dengan Kyuhyun.” Donghae terkekeh kemudian berlalu meninggalkan Kyuhyun dan Jisoon.

“YAK! LEE DONGHAE! JANGAN BICARA SEMBARANGAN,” teriak Eunhyuk sambil menarik Donghae agar mempercepat langkahnya.

***

Eunhyuk mengempaskan dirinya di sofa. Dia menatap Kyuhyun dan Jisoon yang masih bertanding game sampai larut malam seperti ini. Sebenarnya Eunhyuk tidak peduli dengan Kyuhyun yang sudah sering begadang hanya untuk bermain game. Yang dia pedulikan adalah lawan main magnae-nya itu.

“Apa kalian berdua tidak bisa melanjutkannya lain kali? Kalian tidak lelah?”

“Kami sudah lama menantikan saat-saat seperti ini,” ujar Jisoon. Matanya tidak beralih dari layar televisi. Tangannya juga masih memencet tombol stik gamenya dengan tenaga yang bisa dibilang sebanding dengan tenaga yang harus dikeluarkan seseorang untuk mendorong sebuah mobil truk.

“Kau harus beristirahat, Kyuhyun-ah. Besok kita akan perform lagi. Apalagi kau ini mengisi banyak acara.”

“Kau saja yang beristirahat, Lee Hyuk Jae!” balas Kyuhyun yang langsung mendapat jitakan dari Eunhyuk karena ia memanggil hyungnya itu tidak sopan.

“Berapa lama kalian sudah main? Menatap layar televisi terlalu lama itu akan merusak matamu, Jisoon-ah.

“Diam kau Lee Hyuk Jae. Kau bisa membuatku kalah dari Cho Kyuhyun.”

Eunhyuk mendengus kesal ketika Jisoon dan Kyuhyun tidak menggubrisnya. Ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan dengan santainya ke belakang televisi untuk menarik kabelnya. Seketika playstation yang dimainkan oleh Jisoon dan Kyuhyun padam.

“Apa yang kau lakukan, hyung?” Kyuhyun melemparkan stiknya ke lantai dan menatap Eunhyuk dengan tatapan aku-tidak-terima-semua-ini.  Jisoon sendiri menatap Eunhyuk seolah-olah ingin menelannya hidup-hidup.

“Kalian berdua harus hemat energi. Tagihan bulan ini membengkak.”

“LEE HYUK JAE! APA KAU INGIN SEGERA MATI, HAH?” teriak Jisoon yang membuat Eunhyuk dengan refleks berlari meninggalkan mereka berdua  sebelum ia tertangkap kedua orang itu dan mencingcang tubuhnya. Setidaknya dia telah berhasil merusak moment Jisoon dan Kyuhyun kali ini.

***

The next day

“Park Jisoon! Tunggu aku!” Jihyun melangkahkan kakinya dengan cepat begitu ia melihat Jisoon berjalan di depannya. Orang yang merasa namanya dipanggil itu pun menoleh.

“Yak! Kenapa kau tidak mengajakku ke tempat mereka semalam?”

“Biar aku jelaskan padamu… Aku menunggu lama di kafe depan rumahmu. Aku meninggalkanmu karena kau lama sekali. Kyuhyun tahu kalau aku menonton perform mereka di Mubank. Dia pun memaksaku untuk bertemu dengan member yang lain di backstage. Dan mereka akhirnya mengajakku ke dorm mereka. Kau tahu ‘kan kalau aku menghindar dari mereka dua tahun terakhir ini?”

“Tapi kenapa kau tidak mengajakku?”

“Aku hanya bermain game sebentar disana dengan Kyuhyun.”

“KYUHYUN?”Jihyun sukses membelalakkan matanya. Pasalnya dia sangat tergila-gila dengan pria bernama Cho Kyuhyun. Tapi dia baru saja mendengar kalau sahabatnya bermain game bersama dengan pria yang tidak pernah pergi dari kepalanya itu.

“Kau ini… kau memang sengaja tidak mengajakku yah, supaya kau bisa bermain game sepuasnya dengan Kyuhyun?” tanya Jihyun menyelidik.

“Kau tidak perlu khawatir Jihyun-ah. Kyuhyun hanyalah rival andalanku. Aku tidak akan merebutnya darimu.” Jisoon menepuk-nepuk bahu Jihyun.

Ne arasso… aku percaya padamu. Tapi tunggu dulu… Apa kau bertemu dengannya?”

“Siapa?”

“Lee Hyuk Jae oppa.”

Jisoon langsung memalingkan wajahnya begitu mendengar nama Lee Hyuk Jae keluar dari bibir Jihyun. Ia sedang tidak bersemangat membahas pria itu.

“Apa mereka sudah tahu alasanmu menghindar selama ini?”

“Belum. Lupakan saja masalah itu. Semuanya sudah menguap bersamaan dengan skandalnya dengan penyanyi solo itu.”

“Aku heran denganmu. Kau menyukainya tapi justru menghindarinya,” tuduh Jihyun

“Aku tidak menyukainya!”

“Aku ini sahabatmu. Aku tahu bagaimana sifatmu, Park Jisoon. Kalian ini sudah lama saling mengenal. Sejak sebelum mereka debut. Kalau aku mengingat bagaimana dekatnya dulu kau dengan pria itu… kalian berdua tidak terpisahkan. Mungkin kau dengannya juga berbagi bau kentut yang sama. Aku sampai iri dengan kalian.”

“Yak! Mana mungkin aku menyukainya!” bantah Jisoon.

“Lalu kenapa kau menghindarinya?”

“Itu… itu… itu karena….” Jisoon tampak mencari-cari alasan yang tepat.  “Kau sudah tahu alasannya.”

“Apa masalahnya dengan Lee Jieun?” tebak Jihyun.

“Aku takut merusak hubungan mereka.”

“Hubungan apa? Apa kau sudah dengar langsung dari Lee Hyuk Jae oppa kalau dia sedang menjalin hubungan dengan gadis itu?”

“Belum. Ah! Tidak usah bahas mengenai hal itu. Aku punya sesuatu untukmu.” Jisoon membuka ranselnya dan merogoh sesuatu di dalamnya. Lalu ia mengeluarkan dua buah tiket yang di dapat dari tasnya tadi.

“Tadaaaa….”

“Tiket super show 6!” Jihyun membulatkan kedua matanya ketika melihat dua tiket mengacung di depannya. Ia berusaha menggapai tiket itu tapi Jisoon menariknya kembali. “Berikan padaku, Jisoon-ah.

“Ini bukan sembarang tiket. Ini tiket VVIP. Kita akan duduk di samping artis SM,” jelas Jisoon. Mereka berdua sudah berkali-kali menonton super show di Seoul. Tapi ini pertama kalinya mereka duduk di kursi VVIP. Itu karena semalam Leeteuk memberikannya pada Jisoon. Dan tentu saja, Jisoon dan Jihyun sangat excited dengan tiket itu.

Duduk di dekat artis SM Entertainment lainnya? Siapa yang tidak mau?

“Benarkah? Darimana kau mendapatkannya?”

“Apa kau sudah lupa kalau aku adalah sepupu dari Park Jung Soo oppa?”

***

SS6 Seoul Day 1 – Backstage

Jisoon’s Pov

“Apa kau lihat tadi? Kyuhyun oppa sangat keren. Ah! Aku sampai tidak bernafas melihatnya tadi. Dan kau tahu, suaranya tadi masih terngiang-ngiang di telingaku.”

Oh astaga… Sepanjang perjalanan gadis yang bernama Shin Jihyun itu akan memuja-muja pria berperut gembul, Cho Kyuhyun.

Aku harus menulikan pendengaranku sesaat ketika harus mendengar ocehan Shin Jihyun. Sedari tadi ia hanya terus menerus memuji Cho Kyuhyun. Telingaku mungkin sudah tidak berfungsi dengan baik akibat teriakannya ketika menyaksikan perform dari oppadeul.

“Lee Hyuk Jae juga sangat tampan. Tapi tetap saja Kyuhyun-ku jauh lebih tampan dari Eunhyuk-mu itu.”Jihyun langsung mengatupkan mulutnya ketika aku mendelik ke arahnya.

Memang Eunhyuk tadi sangat keren. Bahkan lebih daripada kata keren. Aku sampai harus menggigiti bibirku agar tidak meneriaki namanya.

Sialnya tadi aku sangat gengsi di depan Jihyun untuk merekam penampilan dari Lee Hyuk Jae tadi. Untung saja aku kenal dengan saalah satu admin dari fansite EunHae. Dia adalah Kim Haneul. Ia juga manusia sejenis dengan Shin Jihyun. Bedanya Haneul adalah fans dengan Lee Donghae.

Aku akan membeli rekaman fancamnya yang hanya fokus pada Lee Hyuk Jae. Sebenarnya aku bisa saja merekamnya sendiri, tapi karena Jihyun akan mengejekku jadi aku membatalkan niatku.

Penampilan Eunhyuk tadi membuat jantungku harus berolahraga. Aku terus menahan diriku agar tidak berteriak dan membuat diriku sendiri malu. Padahal kalau perform mereka di Music Bank, SBS Inkigayo, Music core, dan M! Countdown aku juga berteriak bahkan histeris ketika melihat Lee Hyuk Jae. Tapi karena tadi di sampingku ada Shin Jihyun dan kami juga duduk di bagian VVIP, dimana ada beberapa artis SM Entertainment duduk di dekat kami, aku pun memilih untuk terdiam saja.

Makanya setiap menonton perform mereka, aku tidak pernah mengajak Jihyun. Kalaupun dia ikut bersamaku, nanti aku akan menonton fancam mereka di kamar dan berteriak histeris ketika melihat wajah pria yang warna rambutnya tak pernah konsisten itu.

Aku yakin tidak ada fans serepot diriku.

Aku membiarkan Jihyun jalan lebih dulu dariku. Aku tidak tahan mendengar ocehannya. Dia sudah sampai di waiting room dan masuk ke dalam ruangan itu lebih dulu. Sepertinya para member Super Junior sudah ada di dalam sana untuk mengganti pakaian mereka dan menghapus riasan yang menempel di wajahnya. Waiting room ini dikhususkan sebagai tempat para idol yang perform bertemu dengan keluarganya atau siapa saja yang memiliki backstage pass seperti diriku.

Aku masuk ke dalam ruangan itu setelah Jihyun. Awalnya aku merasa baik-baik saja masuk ke dalamnya. Sampai aku mendapati Eunhyuk sedang mengobrol dengan seorang gadis yang tidak asing lagi di mataku. Gadis itu adalah Lee Jieun. Aku menghentikan langkahku. Sejenak aku bimbang untuk masuk ke dalam ruangan itu atau tidak. Tapi Sungmin oppa sudah melihatku. Akan sangat kentara kalau tiba-tiba aku membalikkan badanku dan keluar dari ruangan itu.

“Jisoon-ah! Kemarilah!” Leeteuk oppa memanggilku untuk mendekatinya. Dari sudut mataku aku bisa melihat Eunhyuk melirik ke arahku. Setelah itu ia kembali memalingkan wajahnya dan mengobrol dengan Jieun. Aku merasa seperti baru saja ditimpa karung beras puluhan ton.

Lalu apa yang salah dengan mereka berdua? Bukankah Jieun itu memang kekasih Eunhyuk. Untuk apa aku merasa sakit melihat mereka? Aku sama sekali tidak punya hak untuk merasa tersakiti.

“Heechul ingin mentraktir kami makan. Apa kau punya rekomendasi restoran yang bagus?” tanya Leeteuk oppa membuyarkan lamunanku.  Aku sudah berdiri di sampingnya. Ia tengah berdiskusi dengan member Super Junior lainnya. Kecuali Eunhyuk dan Kyuhyun. Mereka tengah sibuk dengan dunia mereka masing-masing. Eunhyuk dengan Jieun. Kyuhyun dengan Jihyun yang terus mengekorinya.

Jinjja? Aku pikirkan dulu.” Aku pura-pura senang begitu Leeteuk oppa mengatakan kalau Heechul oppa ingin mentraktir kami makan. Aku berusaha mengalihkan pikiranku dari Eunhyuk. Sayangnya dia tidak bisa pergi dari kepalaku. Aku sampai tidak bisa memikirkan restoran yang bagus .

“Ramen! Ramen!” seru Kangin oppa sambil menaikkan telunjuknya dan terkekeh geli.

“Ramen! Ya, ramen!” seruku juga menyetujui saran Kangin oppa.

Otakku sudah buntu dan tidak bisa memikirkan apa-apa lagi selain bagaimana caranya Eunhyuk menghentikan obrolannya dengan Jieun itu? Di satu sisi aku berusaha membiarkan mereka dengan zona mereka sendiri. Tapi di sisi lain, aku tidak tahan melihat mereka. Serasa aku ingin berlari mendorong Jieun agar keluar dari ruangan ini.

“Aku setuju!” sahut Sungmin oppa. Diikuti oleh anggukan kepala member Super Junior lainnya.

“Kalau begitu kita makan ramen malam ini!” Leeteuk oppa memutuskan.

“Kalian tidak mau ikut dengan kami?” tanya Leeteuk oppa pada Eunhyuk dan Jieun. Tak lupa dengan Kyuhyun dan Jihyun yang sedang sibuk bermain PSP. Kyuhyun yang bermain PSP dan Jihyun yang menontonnya. Mungkin ia memberi yel-yel pada pria itu. Aku hanya bisa memaklumi penyakit berlebihan sahabatku itu.

“Aku ikut,” jawab Eunhyuk. Kyuhyun sendiri hanya menaikkan jempolnya tanda setuju. Jihyun tidak perlu ditanya. Kemana Kyuhyun pergi, kesitu pula dia akan ikut.

“Aku tidak bisa ikut oppa. Aku ada urusan,” sahut Jieun.

Yes! Aku senang akhirnya gadis itu tidak ikut dengan kami. Tapi Eunhyuk terlihat kecewa. Oh tidak! Aku mestinya tidak melihat ekspresi wajahnya.

“Padahal aku berharap kau ikut,” ujar Eunhyuk sambil mengelus pipi gadis itu.

Yak! Apa-apaan pria itu? Apa pria itu tidak memikirkan perasaanku melihatnya? Kenapa kau menyentuh gadis itu di depan mataku? Aku harus menahan diriku untuk tidak melemparkan sepatuku ke arahnya.

Astaga! Park Jisoon… kau harus sadar. Tidak ada salahnya Eunhyuk menyentuh pipi gadis itu. Gadis itu memang adalah kekasihnya. Ah! Mestinya aku tidak melupakan hal itu.

“Aku tahu kau cemburu. Tapi kau tidak perlu meremas bahuku seperti itu,” bisik Leeteuk oppa yang menginterupsi perdebatan di kepalaku. Aku melihat tanganku yang bertengger di bahunya. Aku sampai tidak sadar apa yang ku lakukan.

“Yak! Siapa yang cemburu dengan mereka?” balasku. Ku lihat member yang lain tersenyum-senyum tidak jelas ke arahku. Aku menoleh ke arah Eunhyuk yang tengah menatapku bingung. Ah… aku mengerti sekarang!

O-oh! Aku tidak sadar kalau suaraku cukup besar tadi.

***

Author’s pov

“Yak! Hentikan Park Jisoon!” Heechul menahan tangan Jisoon yang sedang menenggak kaleng bir. Ia akhirnya berhasil merebut kaleng bir dari tangan gadis itu. Pria itu menggeleng tidak menyangkah dengan Jisoon yang telah meminum dua kaleng bir.

“Aku baru minum satu kaleng… hik! Hanya satu kaleng oppa hik!” Jisoon kini sudah mabuk. Leeteuk yang duduk di sampingnya menahan tangan Jisoon yang sedang berusaha merebut kaleng birnya yang ada di tangan Heechul.

“Satu kaleng kau bilang? Kau sudah minum hampir tiga kaleng, Jisoon-ah!”

“Itu belum seberapa, hyung. Paling sedikit dia meminum lima kaleng,” komentar Eunhyuk yang hanya menggelengkan kepalanya melihat Jisoon.

Jisoon yang kesadarannya telah hilang seperempat tidak sanggup lagi merebut kaleng birnya dari Heechul. Ia memutuskan untuk menyerah. Dia menunjuk Eunhyuk sambil memasang ekspresi wajahnya yang kesal.

Ddeo!” tunjuk Jisoon pada Eunhyuk. “Apa kau tidak tahu kalau suaraku sangat bagus hik?”

Jisoon mengulurkan tangannya menarik kerah baju Eunhyuk sehingga tubuh pria itu sedikit tertarik ke arahnya. Tangannya berpindah mengelus pipi Eunhyuk. Persis dengan adegan Eunhyuk yang mengelus pipi Jieun tadi.

Pria itu sendiri hanya menahan nafasnya. Ia bersusah payah menahan dirinya yang menatap Jisoon dalam jarak yang lumayan dekat. Dia berusaha menahan dirinya untuk tidak menarik gadis itu dan menciumnya.

“Suaraku juga bagus, Lee Hyuk Jae. Apa kau tidak percaya?” Jisoon menepuk-nepuk pipi pria itu sambil tertawa bahagia seperti orang gila. “Bahkan suaraku lebih bagus dari Lee Jieun-mu itu.”

“AH!! AKU MENGERTI SEKARANG!” seru Donghae kemudian ia membekap mulutnya sendiri karena Jisoon menoleh ke arahnya dan menatapnya garang.

“Diam kau, ikan bau!”

“Jisoon-ah. Jangan bikin malu….” Jihyun bangkit dari duduknya hendak menghalangi Jisoon yang sudah mabuk dan berbicara sembarangan. Walaupun ia sering mengejek Jisoon tentang perasaannya dengan Eunhyuk. Tapi ia juga tidak membiarkan gadis itu meluapkan seluruh perasaannya di depan semua orang.

Pasalnya jika gadis itu sudah sadar ia akan mencekik Jihyun karena membiarkan Jisoon mengeluarkan seluruh ungkapan perasaannya di depan Eunhyuk.

“Biarkan saja! Sepertinya ini lebih seru dari permainan truth or dare.” Kyuhyun yang sibuk dengan PSP-nya tadi kini menghalangi Jihyun.

“Aku sedang membicarakan apa… aduh kepalaku pusing. Aku ingin segera pulang. Kau harus menggendongku sampai di rumah.  Ah ani… ani… bawa aku ke kamarmu saja, Lee Hyuk Jae.”

“YAK! Kau gila….”

“Apa kau tidak mau, hah?”

“Bawa dia ke dorm saja, Hyuk Jae. Kami semua akan menginap di tempat lain.” seru Donghae sambil menaikkan kedua jempolnya. Ia sangat tahu dengan perasaan pasangan monyetnya itu. Walaupun Eunhyuk tidak pernah mengatakannya secara langsung, tapi dia bisa membaca sikapnya. Dia juga pernah melihat Eunhyuk sedang men-stalking akun SNS Park Jisoon.

“Apa kau tidak mau karena takut Jieun akan melihatmu mengantarku?”

“Sadarlah Jisoon-ah. Kau sedang mabuk….”

“Pulangkan aku! Atau aku akan… huweekk eummpph!” Jisoon membekap mulutnya seperti menahan sesuatu keluar dari mulutnya.

“Baiklah… baiklah….”

***

Eunhyuk’s pov

Aku menggendong gadis itu di punggungku. Memang sedikit kerepotan menggendongnya dari restoran menuju mobilku. Dalam hati, aku terus berdoa agar tidak ada paparazzi yang menangkap kami. Ini semua karena Leeteuk hyung yang memaksaku untuk mengantarkan gadis ini pulang.

Tubuh gadis ini tidak terlalu berat sebenarnya. Aku merasa agak sedikit kerepotan. Bukan karena beban tubuhnya. Tapi karena tubuh kami yang bersentuhan. Tubuhnya seperti mengalirkan listrik statis ke punggungku. Sehingga aku tidak dapat berkonsentrasi dengan jalanan di depanku.

“Cepatlah sedikit….” keluhnya dalam keadaan setengah sadar. Ia menyentuhkan pipinya di bahuku. Tangannya mengalun di leherku. Sedangkan tanganku sendiri bersusah payah untuk menahan lututnya.

“Yak! Aku sangat membencimu, Lee Hyuk Jae!” Jisoon masih terus mengigau. Tapi aku tidak menghiraukannya. Lebih tepatnya, aku tidak sempat menghiraukannya. Aku terlalu sibuk mengatur detakan jantungku yang mulai menggila. “Kau pikir kenapa aku menjauhi kalian selama dua tahun ini? Ini semua karena kau! Aku sangat membencimu!”

Arasseo… arasseo… Aku tahu,” balasku. Aku yakin dia tidak akan menanggapiku dan terus melanjutkan racauannya.

“Sejak foto kalian terkuak di media, aku tidak mau lagi melihatmu. Kalau aku melihatmu, aku akan teringat lagi dengan foto mesummu dengan dia. Kau tidak tahu kalau itu sakit sekali. Tapi tiba-tiba saja kita bertemu lagi. Seluruh pertahananku hancur seketika. Aku sudah bersusah payah menahan diriku untuk tidak menemuimu lagi.”

Ah aku tahu sekarang kenapa dia menghindariku. Ternyata selama ini dia menjauhiku karena sakit hati gara-gara skandalku dengan Lee Jieun. Dasar gadis bodoh. Aku tidak tahu kenapa otaknya itu sangat bodoh dan percaya begitu saja dengan isu murahan seperti itu. Foto itu benar-benar tanpa unsur kesengajaan.

“Dan tadi kau berani menyentuh pipi gadis itu di depanku. Apa kau tidak memikirkan perasaanku? Aku semakin membencimu, Lee Hyuk Jae sialan!”

“Apa kau juga memikirkan perasaanku yang melihatmu sangat dekat dengan Cho Kyuhyun?” balasku walaupun dia tidak akan menghiraukannya lagi.

Dasar gadis bodoh! Aku tidak tahu dimana dia menaruh otaknya itu. Aku mengeluarkan juga keluhanku tentang kedekatannya dengan Kyuhyun. Memangnya dia pikir, hanya dia yang cemburu. Aku juga sangat cemburu ketika melihatnya bermain game bersama Kyuhyun.

Meskipun aku mengeluarkan keluh kesahku, aku yakin dia tidak akan mendengarnya. Otaknya tambah tidak berfungsi ketika sedang mabuk seperti ini.

“Apa kau tidak tahu kalau aku hampir gila karena aku merindukanmu—“

“Percepat langkahmu, Lee Hyuk Jae! Aku tidak bisa menahannya lagi… Buwek!”

Aku merasakan leher dan punggungku basah seketika. Cairan kental mengenai belakang tubuhku. Tunggu dulu… apa gadis itu barusan muntah?”

“HYAAAA! PARK JISOON… KAU MEMUNTAHIKU?”

***

The Next Day

Jisoon mengerjapkan matanya. Perlahan matanya terbuka. Cahaya matahari yang melewati jendela seperti menusuk retina matanya. Tapi bukan itu yang menganggu tidurnya.

Selain kepalanya yang terasa berat seperti tertimpa beban ribuan ton, ia merasakan suatu keanehan. Daritadi ia merasakan deruan nafas menerpa puncak kepalanya. Dia juga merasa sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Seperti ada yang memeluknya dari belakang.

“Selamat pagi, chagiya,” Eunhyuk yang baring di belakangnya menyapa Jisoon yang baru saja terbangun sambil menahan tawanya.

“Selamat pagi,” balas Jisoon. Ia berpikir sejenak. Seperti baru menyadari sesuatu. Ia langsung menoleh begitu sadar kalau Eunhyuk yang sedang tidur di belakangnya.

“YAK! APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMARKU, PRIA MESUM?”

TO BE CONTINUED

 

2 Comments (+add yours?)

  1. Hwang Risma
    Apr 17, 2016 @ 16:36:18

    Ahaha jisoon songong ya~ kekeke, akhirnya hyuk tahu juga kenapa jisoon ngejauhin dia, semoga mereka bersatu/? Kembali^^

    Reply

  2. choi sena
    Apr 18, 2016 @ 18:54:12

    si kyuhyun cerdas, bisa memahami perasaan partnernya dengan baik
    pasangan monyet? bisa dijelaskan biar aku paham maksud nya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: