Believe [1/2]

yes

Tittle               : Believe (Jong Woon – Nara)

Author                        : Nuch Nuci

Lenght             : two shoot (part 1)

Genre              : Romance

Cast                 : Kim Jong woon (Yesung)

Song Nara (oc)

Kang Ji Soo (oc),Another

Rating              : PG 15

 

 

 

 

 

 

 

 

*Believe

“Tidak apa apa semua orang tidak mempercayaiku

Tidak apa apa semua orang menuduh ku

Bahkan tidak apa apa jika dunia membenciku

Hanya satu yang kubutuh kan…hanya kepercayaan mu itu saja”

 

“Aku percaya padamu…..”

 

 

 

 

*Start Reading

 

“Pada akhirnya Jong Woon mempercayai ku Song Na ra….dan kau bukan apa apa bagi nya…kau tahu..dia mempercayai ku”

“Terserah kau mau bilang apa….yang ku tahu dia percaya pada ku”

“Cih pengecut….mana buktinya…tidak ada kan? Sampai akhir kau tak tahu Na ra….haha kau memang naif…mana mungkin tahu”

“Terserah apa yang kau katakan aku tidak peduli”

“Memang apa pernah kau peduli…inilah bukti kekalahan mu ra….mana mungkin kau pergi kalau Jong woon mempercayai mu…aku yakin Jong woon tidak mempercayaimu kan…karena dia lebih percaya padaku dan yang lebih penting akhir dari kisah ini Jong woon lebih memilih ku, bukan memilih mu”

“Mau taruhan lagi?” tanya Song na ra sambil tersenyum di depan pintu bis yang akan ia tumpangi

“Hah…..ternyata seorang Na ra masih tidak mau mengakui kekalahannya dan melepaskan Jong woon ya?” tanya Kang si joo Meremehkan Na ra

“Bukankah kau tahu…aku pergi bukan untuk pindah, aku pergi untuk kembali…kembali kerumahku”

Kang ji soo teringat memang kota ini bukan kota asalnya …….dan benar kata Song Na ra dia pergi memang kembali ke kota asalnya

“Waeyo! Kenapa aku harus sedih kalau aku pergi untuk pulang menemui appa dan eomma ku bukankah aku harusnya senang”

“Ini bukti…bahwa kau mengelak”

“Mari kita taruhan lagi…..bagaimana jika di akhir cerita ini Jong woon bersamaku, bukan karena aku mencarinya, seperti cara mu, tapi karena dia sendiri yang mencariku, bukan paksaan dari siapapun termasuk aku dan juga dirimu….karena keinginan Jong woon sendiri……bagaimana jika situasi itu datang kuharap kau melepaskan Jong woon….ku harap kau melepaskan genggaman kuat mu pada Jong woon saat itu…..”

“Baik…..tapi sepertinya hari yang kau harapkan itu tidak mungkin terjadi”

“Kita lihat saja nanti….dan aku sekedar mengingatkan laki-laki itu tidak hanya Jong woon saja kau tahu, banyak yang lebih keren diluar sana selain Jong woon” kata Song Na ra tersenyum sambil memasuki bus yang akan dia tumpangi

Mendengar sindiran Na ra barusan Ji soo menggenggam tangannya , menahan marah di dalam dada nya. Setelah Na ra berbalik dan menuju kursi yang akan ia duduki senyum yang tadi diperlihatkan kepada Ji soo perlahan pudar , matanya mulai memanas menahan air mata yang dari tadi ia bendung karena ada Ji soo

Memang sejak awal Na ra tidak peduli dengan perjanjiannya dengan Ji soo, menurutnya perjanjian itu sangat konyol, Na ra yang dua tahun yang lalu baru pindah di kota ini, kota kelahiran neneknya karena di suruh oleh appa nya untuk menemani neneknya yang tinggal sendirian setelah kepergian kakek untuk selamanya, awal pertemuan Na ra dan Jong woon di salah satu SMA yang ada di kota ini, Jong woon namja keren ketua kelasnya sekaligus salah satu vokalis band yang ada di sekolahnya itu telah membuat hati Na ra luluh, Na ra jatuh cinta pada Jong woon pada pandangan pertama, selanjutnya gadis itu terus mendekati Jong woon, Jong woon yang kabarnya tidak bisa melupakan cinta pertama di smpnya itu mulai membuka hatinya untuk Na ra, dan saat Na ra dan Jong woon mulai dekat, cinta pertama Jong woon namanya ji soo datang , semua perhatian Jong woon tertuju pada Ji soo.

Na ra gadis itu sempat marah pada Ji soo karena kehadiran gadis itu diantara hubungannya dengan Jong woon, hubungan sepasang kekasih antara Jong woon dan Na ra. Dan Ji soo gadis itu sejak awal datang memang tidak menyukai Na ra, yang menurut pendapatnya telah ‘merebut’ Jong woon darinya. Dan hari itu Ji soo dan na ra membuat perjanjian, perjanjian yang menurut Na ra benar-benar konyol

 

*flashback on*

 

“Wae ! kenapa kau kembali saat ini, saat Jong woon dekat dengan ku, kami berpacaran ji soo, kau tahu , kau merusak hubungan ku?” kata Na ra pada ji soo

“sama sepeti yang kau lakkan , aku juga mencintainya . . .apa aku salah jika aku di dekatnya” tanya Ji soo percaya diri ,pada sorot mata Ji soo , Na ra melihat ada keyakinana pada dirinya bahwa hati Jong woon akan dimenangkan olehnya dan itu membuat Na ra kecil hati

“kalau nanti Jong woon tetap mempertahankanmu, . . .kau tak perlu ragu dan takut atas kehadiran ku” kata Ji soo lagi

“kau takutkan Song Na ra. . .ya kau takut dan pengecut , kau menyalahkan oang lain atas perasaan Jong woon”kata Ji soo bertubi tubi yang tak dapat Na ra jawab

“mari kita buat perjanjian saat Jong woon tetap mempertahankan mu 3 bulan ini aku akan pergi dari kota ini, tapi sebaliknya saat Jong woon memutuskanmu dan lebih memilihku, ku harap kau yang pergi dari kota ini” kata Ji soo dengan percaya dirinya

“perjanjian konyol macam apa ini, mana ada seperti itu” kata Na ra sedikit ragu, karena dalam fikiran Na ra saat ini berkecambuk bahwa Jong woon nanti lebih memilih Ji soo gadis yang selama ini tidak bisa di lupakan oleh Jong woon, kalaupun nanti Jong woon lebih memilih Ji soo setidaknya, Na ra gadis itu berfikir masih bisa di sisi Jong woon sekedar utuk melihatnya tak masalah

 

*flashback off*

 

Na ra sudah duduk di kursi bis yang di tumpanginya kini, matanya berkaca- kaca, kemudian turun begitu saja air mata nya kepipinya, dari tadi Na ra sudah membawa sapu tangan yang ia siapkan di tangannya, diambilnya dan ia buat menyeka air mata yang turun kepipinya, setidaknya gadis itu beruntung di bis itu ia sedang duduk sendirian, kalau nanti ada yang duduk di sampingnya pasti gadis itu akan di tanyai macam-macam

Yang membuat Na ra kecewa saat ini bukan karena perjanjian konyol itu lalu dia pergi meninggalkan Jong woon, tapi lebih tepatnya karena teman-teman dan juga sahabatnya yang lebih mempercayai Ji soo dari pada dirinya, kedua karena Jong woon lebih lebih memilih Ji soo dan memutuskan hubungan dengan nya, tapi lebih baik jika begitu dari pada Jong woon diam-diam selingkuh dengan Ji soo , setidaknya Na ra masih bisa tersenyum saat ini Jong woon masih mempercayainya, tidak masalah semua orang menuduhnya berbohong, yang jelas Jong woon masih mempercayainya.

Na ra melihat ke arah jendela, berharap sosok Jong woon ada di suatu tempat kini, setidaknya gadis itu ingin melihat wajah Jong woon sebelum meninggalkan kota ini, bus mulai berlalu dari dalam terminal dan Na ra tidak melihat sosok Jong woon kini, Na ra mulai menyandarkan tubuhnya pada kursi bus itu untuk duduk nyaman, terdapat sebuah pesan dari i-phonnya

“bukalah jendela di samping tempat duduk mu” pesan Jong woon di layar handphone itu, dengan cepat Na ra membuka jendela bus itu, dapat Na ra lihat Jong woon berdiri di samping mobilnya sambil membawa kertas besar berukuran A3 bertuliskan

“HATI-HATI Song Na ra, dan MAAFKAN AKU”

Na ra tersenyum ke arah Jong woon, matanya berkaca-kaca, tangannya melambai ke arah Jong woon tanpa mengucapkan sepatah kata pun, mungkin diamnya Na ra adalah wujud kekecewaan itu pada Jong woon saat ini, dengan cepat Na ra mematikan handphonnye, membuka tutup handphone itu , mengeluarkan simcard nya dan membuangnya begitu saja di jalan, mungkin gadis itu saat ini tidak ingin lagi di hubungi baik itu Jong woon ataupun Ji soo, makanya gadis itu membuang simcard nomor handphone nya yang ia pakai sehari-hari, kemudian gadis itu mulai duduk bersandar lagi

Nara memejamkan matanya sejenak dan lagi-lagi bulir bulir air mata itu keluar dari sudut matanya, tubuhnya bergetar, kemudian dengan cepat gadis itu membasuh air mata itu

 

 

**********

*7 tahun kemudian

 

Na ra saat ini gadis itu ada di dalam kamarnya, membaring kan tubuhnya di tempat tidur , mengangkat sebelah kanan tangannya dan melihat satu cincin yang melekat di salah satu jarinya. Cincin yang sama yang ia pakai dengan Jong woon 7 tahun yang lalu, cincin yang ia beli dengan Jong woon saat kencan pertama mereka

“hah” helaan nafas lagi-lagi terdengar dari bibir gadis itu di umurnya yang 24 tahun gadis ini, masih saja ia tidak bisa melupakan Jong woon

“cincin ini begitu mahal, harusnya aku dulu mengembalikaanya, kenapa aku berfikir untuk menyimpannya sebagai kenangan” kata Na ra sendiri

Di umur 24 tahun ini bisa dibilang Song Na ra gadis yang sukses berkat hobi nya membuat roti kini gadis itu memiliki Toko roti sendiri terlebih lagi usahanya ini di dukung oleh kedua orang tuanya

Dan entah mengapa gadis itu merasa berat saat harus melepaskan cincin nya dan Jong woon itu, sehingga sampai saat ini cincin itu tetap melekat di jarinya

“believe” gumam gadis itu sambil membaca ukiran di cincin yang kini melekat di jarinya

“Na ra” teriak eomma nya dari luar kamar

“nde! Eomma” jawab Nara sambil keluar dari kamarnya menuju sofa yang kini di duduk ki eommanya, dan gadis itu kini duduk di sofa yang ada di depan eommanya

“eomma ingin memperkenalkan seseorang padamu, nanti datanglah ke restoran yang ada di ujung jalan yang ada di dekat rumah kita ini”

“apa eomma akan menjodohkan ku lagi, aku tidak mau eomma, ini sudah ketiga kalinya”

“eomma yakin yang ini baik Na ra, karena ini anak dari sahabat eomma”

“shiro”

“eomma yakin kau akan menyukainya Na ra” kata eommanya sambil pindah duduk di dekat Na ra kini, sambil menggenggam sebelah kanan tangan gadis itu

“anio eomma”

“mereka tidak mau bersamamu , karena melihat cincin mu ini, mereka mengira kau sudah bertunangan, kalau kau bisa menunjukkan siapa kekasihmu saat ini, eomma tidak akan memaksamu” kata eomma Na ra, kali ini Na ra diam membisu, karena pada kenyataan nya gadis itu tidak bisa menunjukkan kekasih yang di inginkan eommanya itu

“baik lah ! eomma, aku akan datang” kata Na ra sambil berlalu dari eommanya dan menuju kamarnya

 

************

 

Na ra kini ada di dalam restoran yang di maksud eommanya menunggu seseorang yang di maksud eommanya, dan tadi sebelum gadis itu berangkat ke restoran ini ,Na ra hanya di beri tahu marga seseorang itu “kim” ya! hanya marga yang di beri tahu oleh eommanya, aneh bukan?

Gadis itu kini duduk di meja nomor 7 yang ada di restoran itu , sambil menunggu seseorang yang di maksud eommanya

“Song Na ra?” tanya orang itu sambil memastikan bahwa gadis yang di temuinya ini adalah Song Na ra kenalannya

“Kim Jong Woon?” kata Na ra keluar begitu saja menyebut nama Kim Jong Woon, seseorang yang akan di kenalkan eommanya bukannya “kim” lainnya, tapi “kim” yang sangat Na ra kenal

Gadis itu segera berdiri dan mengambil tas nya bermaksud berlalu dari restoran itu

“eodiga?” tanya jong woon sambil memegang lengan gadis itu

“lepaskan” kata Na ra , sambil menghempaskan tangan Jong woon

Na ra, gadis itu kini keluar dari dalam restoran dengan terburu-buru, gadis itu tidak memperdulikan lagi pandangan pengunjung lainnya yang melihat terus ke arahnya dan juga Kim Jong Woon kini

Memang gadis itu sangat merindukan dan menginginkan Kim Jong Woon selama ini, tapi entah mengapa setelah melihat wajah Jong woon barusan, hati Na ra terasa sakit, dan Na ra gadis itu memang belum bisa melupakan kejadian 7 tahun yang lalu, terlebih lagi gadis itu sekarang ini belum bisa memaaf kan Jong Woon

“aku tahu , kau pasti membenci ku karena kejadian 7 tahun yang lalu, geure! Kau boleh membenci ku, itu memang hak mu” Kata Jong Woon mengikuti Na ra kini

Dan gadis itu kini menghentikan langkahnya mendengar kata-kata Jong Woon barusan, gadis itu membalikkan badannya melihat Jong Woon yang kini berdiri tak jauh darinya, mata gadis itu memerah, dan saat air matanya keluar dari pelupuk matamya, segera Na ra menghapusnya

“Maaf” kata Jong Woon melembut

Na ra , gadis itu segera berlari lagi dan menjauh dari Jong Woon.

 

************

 

2 hari berlalu sejak kejadian itu , yang eomma Na ra tau bahwa Na ra tidak menyukai Jong Woon, gadis itu tidak bercerita pada eomma nya bahwa dirinya dulu pernah mengenal Jong Woon, Na ra hanya diam tentang pertemuannya itu dan hari ini eomma Na ra mengundang Jong Woon untuk makan malam, saat makan malam Na ra hanya terdiam tidak berkata apa pun tidak kepada Jong Woon, tidak kakak nya, tidak juga orang tuanya

Kali ini pandangan Na ra tercekat pada benda yang Jong Woon pakai, tepatnya pada jari Jong Woon, dapat Na ra lihat, cincin yang sama ia pakai, juga di pakai Jong Woon kini, Na ra dengan cepat menyelesaikan makannya dia tanpa berpamintan langsung pergi dari ruangan itu, menuju halaman rumahnya, dan kini Jong Woon mengikuti Na ra dari belakang

“Kau ber hak membenci ku” kata Jong Woon kini berdiri di samping Na ra

“aku tidak pernah membencimu, aku hanya belum bisa memaafkan mu” Kata Na ra

“kau masih memakai cincin itu?” tanya Jong woon

“aku belum bisa melepaskannya, seperti juga hatiku belum bisa melepasmu” Kata Na ra jujur

Dengan cepat Jong woon meraih tangan Na ra , menarik cincin yang melekat di jari Na ra

“apa yang kau lakukan?” tanya Na ra panik , melihat kelakuan Jong woon ini,

Jong Woon kemudian juga melepas cincin yang ada di jarinya, sekarang jari Jong Woon dan Na ra sama, terdapat bekas sebuah cincin di jari mereka masing-masing , yang menunjukkan bahwa mereka tidak pernah melepas cincin itu selama 7 tahun ini

Entah kenapa gadis itu tidak rela bila cincin itu lepas dari jarinya

“mari kita buang cincin ini” kata Jong woon menatap Na ra

“apa yang kau lakukan, cepat kembalikan” kata Na ra panik dan akan mengambil cincin itu dari tangan Jong woon , bukannya memberikan Jong woon justru menyembunyikan tangannya kebelakang tubuhnya

“Aku tahu, aku sangat tahu , kau memberikan cincin itu kepada orang yang salah, aku tahu……seharusnya cincin itu tidak kupakai…aku sangat tahu, tapi tak bisakah kau memberi satu kenangan saja, biarkan aku menyimpannya, kumohon, jangan buang itu, aku tidak memintamu untuk kembali pada ku” kata Na ra panik, dan bulir-bulir air mata , turun begitu saja di pipi gadis itu, dan gadis itu masih menggapai cincin yang Jong woon pegang

Tanpa memperhatikan Jong woon, Na ra masih berusaha menggapai cincin itu, begitu pula dengan Jong woon, dia dengan keras pula menghindari tangan Na ra

“Kumohon!” kata Na ra menunduk sambil memegang kedua pergelangan Jong woon

“dan kumohon ra berhentilah bersikap seperti ini, cincin ini membawa kenangan pahit, maka dari itu aku ingin membuangnya, kumohon dengarkan aku kali ini, aku memang bersalah pada mu, tapi ijinkan aku membuangnya” kata Jong woon melembut

Na ra melihat wajah Jong woon lekat-lekat kini, terlihat Jong woon memejamkan matanya, entah apa yang sedang Jong woon tahan, mungkin bisa agar air mata itu tidak jatuh dan tidak terlihat oleh Na ra, kemudian membuka matanya dan melihat wajah Na ra

Dan dengan cepat Jong woon membuang kedua cincin itu ke sembarang arah, Na ra menatap tak percaya ke arah tempat Jong woon membuang kedua cincin itu

Seoalah ini mimpi Na ra terduduk begitu saja , kakinya terasa lemas

“sudah ku katakan …bahwa aku tidak akan meminta balasan dari mu?” dengan air mata keluar dari pelupuk mata Na ra, melihat keadaan Na ra, Jong woon pun ikut terduduk di depan Na ra

“maaf kan aku, janji kita saat memakai cincin itu dulu, akan melepasakan cincin itu jika kita tidak saling menyukai lagi, rasanya ada yang salah jika hanya aku yang melepaskannya, maka dari itu aku lepaskan dengan cincin yang ada di jari mu, maaf kan aku?” kata Jong woon menunduk

“aku akan bicara dengan eomma mu, bahwa perjodohan ini tidak akan terjadi, aku menemui mu hanya untuk minta maaf, kalau bukan dengan begini kau pasti tidak akan menemui ku” Kata Jong woon lagi kepada Na ra

‘Plaakk’

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Jong woon dari seorang Na ra

“kau membohongi eomma ku! Harusnya kau tidak datang saat di ajak makan malam hari ini…… aku kecewa padamu” Kata Na ra marah dan berlari ke dalam kamarnya

“ah..Na ra ada ap-?” belum sempat eommanya menyelesaikan pertanyaan nya Na ra sudah masuk di kamar dan menutup rapat-rapat pintu itu, Jong woon datang dan menghampiri eomma Na ra

“maaf eommanim, aku kesini hanya mau bilang minta maaf, sepertinya perjodohan ini tidak dapat di lanjutkan, sebenarnya aku sudah memiliki kekasih” mendengar pernyataan Jong woon dengan cepat eomma Na ra juga menampar pipi Jong woon juga

“apa kau mempermainkan anakku? Apa kau akan membuatnya sebagai pelarian jika putus dengan kekasihmu? atau anakku akan kau jadikan yang kedua, Jika kau memang mempunyai kekasih? kenapa menerima perjodohan ini sejak awal ha?” Tanya eomma Na ra pada Jong woon

“baiklah…keluar dari rumah kami…Keluar!” Suara keras eomma Na ra membuat seisi rumah menuju tempat di mana eomma Nara dan Jong woon berada

Jong woon keluar dari rumah Nara dengan wajah sedihnya, tak hanya mendapat tamparan dari Na ra tapi dia juga mendapat tamparan dari eommanya Na ra

 

************

 

Na ra kini ada di Toko Rotinya , selain sebagai pemilik toko dia juga ingin turun langsung dalam pekerjaan biasanya gadis itu akan sebagai kasir kalau tidak dia akan yang membuat roti, entah hari ini gadis itu sedang ingin menjadi kasir

Gadis itu tengah memikirkan sikap eomma nya yang berbeda pagi hari ini, jika di acara perjodohan gagal gadis itu biasanya akan di diamkan oleh eommanya, tapi pagi ini sikap eommanya beda, eommanya memperhatikan

Na ra pagi ini bahkan saat sarapan gadis itu dilayani oleh eomanya memang tadi malam Na ra juga mendengar teriakan eomma dari kamarnya, dan gadis itu tidak mau membahas tentang Jong woon lagi, begitu pula dengan eommanya tidak bertanya apa-apa tentang jong woon

Dari sudut ia berdiri saat ini, Na ra dapat melihat beberapa pengunjung yang duduk di sudut- sudut kursi, memang Toko Nara ini di desain seperti kafe, hanya saja di Toko roti ini Na ra hanya menyediakan beberapa roti dan minuman di menu, lagi-lagi gadis itu mendesah lalu menutup matanya, memikirkan sesuatu

“Nona…?” sapa salah satu pengunjung yang akan membayar

“ah maaf” kata Na ra membuka matanya dan melihat gadis di depannya kini, gadis dengan rambut panjang terurai yang pernah dia lihat 7 tahun yang lalu, gadis yang sempat Na ra benci 7 tahun yang lalu, Ji soo gadis itu sekarang berubah makin cantik di mata Na ra

“ini” kata Ji soo menyodorkan beberapa lembar uang

“roti di sini nikmat aku suka, kapan-kapan aku akan mengajak kekasih ku untuk berkunjung di sini, pegawainya pun juga ramah, sebagai pengunjung aku sangat puas” Kata Ji soo dengan lembutnya

“ah…nde….terima kasih atas pujiannya, kami tunggu kedatangan nona dengan kekasihnya, selamat datang kembali” kata Na ra melihat Ji soo berlalu begitu saja dari hadapannya

‘sepertinya gadis itu berubah, dia pura-pura kah tidak mengenaliku? Ah lebih baik begitu, gadis seperti dia, lebih baik begitu’ fikir Na ra

“Na ra” sapa sun mi young, teman masa SMA nya

“mi young”

 

************

 

Sekarang Na ra dan Mi Young duduk di sudut kursi yang ada di Toko roti Na ra ini

“wah kau benar-benar hebat Na ra sudah punya toko roti sendiri” kata Mi young yang kini duduk di depan Nara

“jangan berlebihan, ini juga berkat hobi ku dan dukungan dari kedua orang tuaku”

“ah benar memang sejak SMA kau sangat hobi membuat roti, tapi tak ku sangka kau akan sesukses ini, ah kau tahu tidak bahwa dua tahun setelah kau pindah sekolah Ji soo kecelakaan, di kehilangan ingatannya bahkan sampai saat ini dia tidak ingat siapapun, mungkin kalau kau bertemu dengannya, Ji soo pasti tidak mengenali mu” kata Mi young serius ke arah Na ra

“benarkah?” tanya Na ra memastikan pembicaraan Mi young

“hem….dan dari itu semua aku sangat salut dengan Jong woon yang masih setia di samping ji soo walaupun gadis itu hilang ingatan, ah romantis bukan, 5 tahun Ji soo amnesia dan jong woon masih setia di sampingnya”kali ini raut wajah Na ra berubah menjadi sedih

“ah …maaf…aku tidak bermaksud untuk….” kata Mi young menggantung

“ah tidak masalah…jangan fikirkan!” kata Na ra

 

************

 

Hari ini pengunjung di toko roti Na ra sangat ramai, dan entah hari ini Na ra gadis itu malas untuk melakukan apa-apa, gadis itu hanya duduk di sudut kursi

“Eonni tolong layani pengunjung yang ada di meja nomor 2 ya? Perutku sangat sakit, kumohon?” kata yoon ji eun salah satu pegawai yang lebih muda dari Na ra yang ada di toko roti nya

“aish.. gadis itu, memang semalam dia memakan apa? Sampai perutnya sakit!” kata Na ra sendiri melihat tingkah Ji eun berlari untuk masuk ke kamar mandi, tanpa fikir panjang lagi Na ra bangkit dari tempat ia duduk dan menuju meja nomor 2 yang dimaksugd oleh Ji eun

“Na ra” kata Jong woon terkejut melihat pegawai yang akan melayaninya dan Ji soo

“jong woon” kata Nara tak kalah terkejut

“ah nona yang ada di kasir, aku pengunjung 5 hari yang lalu, aku bilang kan aku akan membawa kekasih ku, ini kekasih ku, tak ku sangka kalian sudah saling kenal!” kata Ji soo

“ji soo sebenarnya kalian_” kata Jong woon terputus karena di sela oleh Na ra

“kita saling mengenal Ji soo” kata Na ra memutus perkataan Jong woon

“ah maaf…aku tidak mengenali mu 5 hari yang lalu, aku sempat kecelakaan dan sampai saat ini aku lupa siapa saja yang pernah di dekat ku atau sudah menjadi teman ku” kata Ji soo berdiri sambil memegang pergelanga tangan Na ra

 

************

 

Na ra masuk ke kamarnya dan menghempaskan tasnya begitu saja ke atas tempat tidurnya, tak lupa gadis itu juga menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur

“Na ra cepat makan, eomma sudah menyiapkan makanan” teriak eomma Na ra di depan pintu kamar

“aku sudah makan eomma!” teriak Na ra dari dalam kamar

“kau benar sudah makan?” tanya eomma Na ra, dengan membuka sebagian pintu kamar anaknya itu

“aku sudah makan eomma….” kata Na ra memandang eommanya

Perlahan pintu kamar Na ra pun tertutup kembali

“Ápa hanya aku yang sakit hati dalam cerita ini” kata Na ra sendiri sambil mengingat saat Jong woon dan Ji soo tadi tersenyum bersamaan di Toko rotinya

“baiklah ….aku akan melupakannya, toh dia sekarang bahagia, dan ….” kata Na ra sambil melihat jari-jarinya yang terdapat bekas cincin itu

“cincin itu sudah tidak melekat di jariku…..aku akan membuka lembar baru…..” Kata Na ra sendiri optimis pada dirinya

 

************

Kali ini Na ra dan Ji soo ada di sebuah pusat perbelanjaan, Na ra tak habis fikir kenapa gadis itu menyetujui permintaan Ji soo untuk menemaninya berbelanja, dan yang membuat kesal Na ra dari tadi adalah bahwa Ji soo membahas tentang pertunangannya dengan Jong woon 2 minggu lagi, dan dari tadi gadis itu mengikuti langkah Ji soo untuk membeli keperluan di acara pertunangan itu

“sial” gumam Na ra

“kau berkata apa barusan?” tanya Ji soo yang tidak mendengar guamaman Na ra

“ah tidak ada” kata gadis itu sambil menggelelngkan kepalanya

Kali ini dua gadis itu ada di sebuah restoran setelah sekian lama berjalan-jalan mengelilingi pusat perbelanjaan dua gadis itu sepertinya lelah dan sekarang menyantap pesanan mereka masing masing

“aku akan menelefon jong woon oppa untu menjemput kita”

“oppa…bisakah kau menjemput kami….ah…kau sibuk…baiklah…tidak papa” kata Ji soo di telefon itu

“sepertinya Jong woon oppa tidak bisa mnejemput kita”

‘itu lebih baik…aku juga tidak ingin di jemput olehnya’ kata Na ra dalam hati

“Na ra..aku ke kamar mandi dulu…” kata Ji soo sambil melangkah menuju kamar mandi, 15 menit berlangsung Na ra masih asyik dengan kesendiriannya, dan gadis itu sedikit khawatir dengan Ji soo, menyusul Ji soo ke kamar mandi, dan Na ra terdiam di depan kamar pintu kamar mandi itu gadis hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Ji soo di seberang telfon entah dengan siapa

“Kau tahu Na ra gadis itu masih bodoh saja seperti dulu, dia juga tidak menyadari bahwa aku sebenarnya sudah ingat semunya, kenapa aku harus berpura-pura di depannya, aku muak melihat wajah gadis itu, kau tahu sekarang aku ada di pusat perbelanjaan dengannya, aku ingin memanas-manasinya dengan mempersiapkan tunangan ku dengan Jong woon 2 minggu lagi ha ha, biar tahu rasa, siapa suruh menjadi musuhku 7 tahun yang lalu!” Kata ji soo di telfon itu

“astaga Jong woon , gadis seperti itukah yang sangat kau ingin kan, aku tak habis fikir” kata Raya dalam hati melipat kedua tanggannya ke kedepan , memejamkan mata sejenak kemudian pergi dari tempat itu

Memang Na ra sudah berubah sejak 7 tahun ini, gadis itu tiba-tiba berubah menjadi sinis dan sedikit dingin pada semua orang

“kenapa aku juga pura-pura menjadi ramah di depan mereka?” tanya Na ra sendiri

 

************

 

Na ra saat ini terdiam disudut toko roti miliknya, dengan memasang eartphone pada handphone dan telinganya, dia tidak peduli dengan pengunjung yang banyak ini, gadis itu menikmati musik yang ia dengar, dan dengan memejamkan matanya

“eonni…” sapa ji eun

“aish…apa!” bentak Na ra membuka matanya

“ah tidak jadi!” kata Ji eun tahu bahwa sisi kegelapan Na ra saat ini kembali, ji eun tahu kalau sudah begini berarti mood Na ra sedang buruk, gadis itu tahu bagaimana kelakuan bosnya, karena dia sudah bekerja paruh waktu di sini selama 2 tahun, sifat Na ra terkadang memang sering berubah ubah, tapi yang ji eun tahu Na ra sebenarnya memang begini, gadis yang sinis menurutnya, kalau dia pernah melihat Na ra tersenyum itu karena ada pelanggan di depan Na ra, jadi Na ra akan berpura-pura manis di depan mereka

 

ji eun kira sifat Na ra sudah benar-benar berubah sejak 6 hari yang lalu saat salah satu temannya menyapanya, dari pandangan ji eun Na ra benar-benar tersenyum, tapi sepertinya tebakan ji eun benar, Na ra gadis itu beberapa hari ini memang pura-pura ramah kepada setiap orang, dan kini sifatnya kembali lagi.

“eonni…” sapa ji eun lagi

“astaga…kau menggangguku ji eun, pergilah!” kata Na ra mengusirnya

“tapi dari tadi salah satu pelanggan kita terus melakukan komplain, aku benar-benar tidak bisa menghadapinya, ku harap eonni yang menemuinya” kata ji eun di depan Na ra

“meja nomor berapa?” tanya Na ra

“Nomor 5” jawab ji eun

Tanpa fikir panjang gadis itu melangkah menuju meja yang di sebut oleh ji eun , dapat Na ra lihat sesosok laki-laki dengan setelan jas lengkap sedang duduk di meja itu, lebih tepatnya Jong woon

“hah…ada apa tuan kim, apa anda tidak puas dengan pelayanan kami” tanya Na ra pada Jong woon

“benar…aku ingin kau menemaniku makan di sini”

“hah…mana ada seperti itu, harusnya tuan mengajak kekasih tuan untuk kemari, kalau memang pelayanan kami sangat kurang, tuan boleh meninggalakan tempat ini” kata Na ra , gadis itu akan berbalik melangkahan kakinya, tapi dengan tiba-tiba Jong woon menarik tangan gadis itu dan memaksanya untuk duduk di depan Jong won, semua pegawai Na ra panik, ji eun seperti akan menghampiri Na ra namun dengan isyarat tangan, Na ra menyuruhnya pergi

“tidak papa” kata Na ra pada ji eun

“ada apa tuan kim, jangan memaksa ku aku sedang mood tidak baik hari ini” kata Na ra sambil melipat kedua tangannya di depan, dan gadis ini terlihat seakan angkuh

“aku tidak peduli kau memang Na ra atau bukan, yang ku tahu kau semakin cantik seperti ini” kata Jong wonn berdiri kini, Na ra pun ikut berdiri, Jong woon mendekat ke arah Na ra

“tetap pertahankan wajah ini nona song” bisik Jong woon tepat di telinga Na ra

 

************

 

Siang itu Na ra mengantar pesanan kue ke sebuah perusahaan

“bukankah ini perusahaan Jong woon bekerja?” tanya Na ra sendiri sambil melihat gedung yang tingginya hampir menjulang kelangit itu

Gadis itu masuk dengan santainya ke dalam gedung besar itu, dia mendatangi resepsionis sekedar untuk bertanya dan jawaban yang Na ra dapat adalah, dia disuruh membawa langsung kue itu kelantai lima di salah satu ruangan di lantai 5 itu

Tidak sampai lama bagi gadis itu untuk menemukan tempat yang di maksud oleh recepsionis tadi, sesampainya di depan ruangan Na ra gadis itu hanya berdiri sambil bersandar pada tembok yang ada di samping pintu ruangan itu, sebab gadis itu tidak ingin mengganggu percakapan dua orang insan di dalam ruangan itu, dan Na ra kemudian mengeluarkan headsetnya dan memasang pada telinganya

“mari kita putus, bukankah kau sudah ingat tentang semuanya” Kata Jong woon

“apa maksud mu Jong won…..aku memang salah membohongi mu maaf kan aku, tapi cinta ku pada mu itu tulus, aku sangat menyayangimu” Kata Ji soo kini sambil menggenggam kedua telapak tangan Jong woon

“sama seperti yang kau lakukan, kau berpura-pura amnesia, selama ini aku berpura-pura jatuh cinta padamu, harusnya kau sangat ingat 5 tahun yang lalu saat aku sudah memutuskan mu, , aku tidak bisa memutuskan mu 5 tahun yang lalu sebab eomma mu bilang kondisi psikis mu sangat memprihatinkan, aku tidak menyangka saat aku memutuskan mu kau langsung membuat keputusan untuk bunuh diri dengan kecelakaan, masih beruntung hanya ingatan mu yang hilang, bagaimana kalau kau lumpuh dan sampai meninggal, apa kau tidak memikirkan itu semua, dan bukankah sudah ku bilang, aku menyukai gadis lain” Kata Jong woon sambil melepaskan genggaman tangan Ji soo

“tidak mungkin” kata Ji soo menggeleng-gelengkan kepalanya

“aku sebenarnya sudah tahu bahwa ingatan mu sudah kembali 2 bulan sesudah kecelakaan itu, aku menunggu waktu yang tepat, waktu yang tepat untuk melepaskan mu saat kau mulai siap, kau ber hak bahagia Ji soo .kau tahu kenapa aku pindah kesini?” Tanya Jong woon

“kau dipindah tugaskan oleh perusahann mu” jawab Ji soo sekenanya

“aku ingin pindah sendiri, aku ingin mencari Na ra, tapi tak ku sangka bahwa kau juga akan mengikuti ku sampai saat ini”

“brengsek”

“benar aku memang brengsek, ku kira 7 tahun yang lalu aku masih menyukai mu, ternyata tidak, sejak saat itu aku menyukai Na ra, perasaan itu makin muncul saat Na ra pindah, aku semakin merindukannya, aku semakin sakit saat mengingat bahwa aku telah menyakiti gadis itu”

Mendengar percakapann Jong woon dan Ji soo menyebut-nyebut namanya, Na ra melepaskan headset yang bertengger di telinganya, beberpa menit kemudian gadis itu dapat melihat Ji soo keluar dari ruangan Jong woon, dengan cepat Na ra masuk ruangan itu, dan saat ini posisi Na ra ada di depan Jong woon

 

“sebenarnya apa yang terjadi antara kau dan Ji soo setelah aku pergi?” tanya Na ra

“ apa ya?…… aku juga bingung menjawabnya, setelah kau pergi aku mencari mu sekedar untuk mengucapkan maaf karena memutuskan mu sepihak, aku mendatangi rumah nenek mu, dan kata tentangga mu nenek mu juga pindah, aku menanyakan keberadaan mu pada sahabat mu, mereka bilang tidak tahu, dan saat itu aku baru menyadari bahwa saat kau tidak ada, debaran itu perlahan tidak terasa lagi , ku kira debaran itu milik Ji soo selamanya, ternyata aku salah , debaran yang ku miliki itu ada saat kau ada di dekat ku” Kata Jong woon membuat Na ra diam membisu

 

*Flashback on*

7 tahun yang lalu

 

 

“kau tidak bisa mengelak Na ra hanya kau yang masuk kelas kita, saat semua berada di dalam lab” kata salah satu teman Na ra menuduhnya

“tapi itu aku di…” kata Na ra memandang Ji soo

Memang pada kenyataannya hanya Tuhan , Ji soo , dan Na ra yang tahu bahwa gadis itu tadi di suruh oleh Ji soo untuk mengambil sesuatu dari dalam kelas, Na ra tidak menyangka bahwa jadinya akan seperti ini, gadis itu di fitnah oleh Ji soo

Mata Na ra metap tajam pada Ji so yang sedang berpura-pura menangis di pelukan salah satu temannya sesekali pula dapat Na ra lihat Ji soo tersenyum licik ke arahnya

 

TBC

*Penulis Nuch Nuci

 

1 Comment (+add yours?)

  1. lulu cho
    Apr 21, 2016 @ 13:15:48

    Bahasanya halus thor,feelnya dapet banget ada nyesek-nyeseknya gitu. Alurnya juga oke. Fightingg thor 😊😊

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: