Believe [2-END]

yes

Tittle               : Believe (Jong Woon – Nara)

Author                        : Nuch Nuci

Lenght             : Two Shoot (Part 2/end)

Genre              : Romance

Cast                 : Kim Jong woon (Yesung)

Song Nara (oc)

Kang Ji Soo (oc),Another

Rating              : PG 15

 

 

 

 

*Start Reading

 

**********

 

*Flashback on*

7 tahun yang lalu

 

“kau tidak bisa mengelak Na ra hanya kau yang masuk kelas kita, saat semua berada di dalam lab” kata salah satu teman Na ra menuduhnya

“tapi itu aku di…” kata Na ra memandang Ji soo

Memang pada kenyataannya hanya Tuhan , Ji soo , dan Na ra yang tahu bahwa gadis itu tadi di suruh oleh Ji soo untuk mengambil sesuatu dari dalam kelas, Na ra tidak menyangka bahwa jadinya akan seperti ini, gadis itu di fitnah oleh Ji soo

Mata Na ra menatap tajam pada Ji so yang sedang berpura-pura menangis di pelukan salah satu temannya sesekali pula dapat Na ra lihat Ji soo tersenyum licik ke arahnya

 

**************

 

Nara berlari dari kelas itu, gadis itu tidak sanggup mendengar semua cela’an teman-temannya. Gadis itu berlari menuju lapangan basket yang ada di belakang sekolahnya, air mata menetes dari sudut mata gadis itu

“nara” sapa jong woon dari belakang gadis itu, nara berbalik melihat seseorang yang menyapanya barusan

“ada apa? Apa kau juga ingin mencelaku…silahkan, aku sudah tidak peduli lagi” kata nara sedikit emosi pada jong woon

“aku percaya padamu” kata Jong woon

Nara terdiam terkejut akan pernyataan Jong woon

“kubilang aku percaya padamu” kata Jong woon sekali lagi

“hiks …hiks….” pecah sudah suara tangis nara, dan gadis itu berhambur memeluk jong woon

“ku kira semua orang akan mencela dan membenciku….terima kasih…. terima kasih jong woon” tangis nara sambil memeluk jong woon

“aku percaya padamu nara tapi….” kata jong woon menggenggam siku nara dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari nara

“mari kita akhiri hubungan kita” kata Jong woon memejamkan matanya, laki-laki itu berat untuk mengatakan kata ini

“kenapa jong woon….apa aku besalah pada mu beri aku alasan, kau mempercayai ku , apakah ini bukti kau mempercayaiku, kau sama saja seperti mereka!” kata Nara

“aku mempercayaimu nara….. aku memutuskan mu karena, kurasa aku masih menyukai ji soo, aku ingin kembali padanya…” kata Jong woon sambil menghindari konta mata dengan Nara

“aku tahu kau menyukai ku jong woon, tatapan mu, sama seperti tatapan ku”

“maaf kan aku nara”

“kau anggap apa aku selama ini, kencan kita, pernyataan mu pada ku itu, apa sebenarnya semua itu?”

“ku rasa kau mengisi kekosongan hati ku saat itu”

“pelampiasan, pelarian atau menjadi yang kedua? Itu yang ingin kau katakan?” tanya Nara menatap tajam Jong woon

“bukan nara….kau bukan semua itu”

“lalu apa?”

“…………….” jong woon terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa tentang pertanyaan nara ini

“kau tidak menjawabnya jong woon, ku rasa aku tahu apa yang paling tepat untuk diri ku, Intermezzo?? kau akan menyesal jong woon, kau akan menyesal telah memutuskan ku hari ini, aku pastikan itu” kata nara dan berlari dari hadapan jong woon

(*Arti kata intermezzo dalam bahasa Indonesia adalah

  1. intermeso, selingan)

Entah mengapa setelah mengatakan itu jong woon merasa lega sekaligus berat, tiba-tiba jong woon teringat kata-kata nara barusan bahwa tatapannya sama seperti tatapan gadis itu, apa benar? Pertanyaan itulah yang jong woon fikirkan, tidak! Dia yakin bahwa saat ini fikiran dan hatinya ingin bersama ji soo bukan nara

 

***********

 

Nara gadis itu berlari di lorong sekolahnya, sudah terjatuh tertimpa tangga pula kiasan itu lah yang tepat untuk gadis itu saat ini. Dan saat ini nara terdiam didepan pintu kelasnya, gadis itu menggengam tangannya,memejamkan matanya beberapa detik kemudian menarik nafas dalam-dalam dan masuk ke dalam kelas

Gadis itu berdiri di depan kelas kini, semua tatapan memandang benci dan rendah pada Nara saat ini

“aku tidak peduli kalian percaya atau tidak tentang penjelasan ku saat ini, aku bilang aku tidak mengambil uang ji soo, aku tadi memang masuk kelas ini dan membuka tas ji soo, aku mengambil obat untuk ji soo, dia tadi meminta ku untuk mengambilnya, aku tidak peduli kalian lebih percaya ji soo dari pada aku, ku jelaskan beribu kali pun pada kalian hasilnya akan sama kalau aku belum bisa memberi bukti itu pada kalian, aku akan pindah dari sekolah ini, aku akan pergi!” kata Nara menggema di kelas itu

“itu kan yang kau inginkan Ji soo? Selamat kau berhasil……”tambah nara sambil memandang Ji soo, dan tiba-tiba Ji soo mulai berakting lagi, lagi lagi Ji soo menangis

“kau menuduhku lagi Nara memang apa salah ku? Aku tahu kau membenci ku sejak aku pindah ke sekolah ini hiks hiks” tangis palsu Ji soo

“Tuhan tahu Ji soo apa yang sudah terjadi beberapa jam yang lalu” kata Nara , gadis itu berjalan menuju bangkunya menyambar tas nya dan segera pergi dari kelas itu

“oh iya…”kata Nara berhenti sejenak , gadis itu berbalik menatap Ji soo

“kau boleh memastikan apa aku besok benar-benar pergi atau tidak! Datanglah ke terminal jam 2 Ji soo……dan ku harap aku tidak melihat lagi tangisan palsumu esok ketika aku pergi” kata Nara dengan dinginnya

 

*Flashback off*

Nara masih ingat betul kejadian 7 tahu yang lalu saat Nara di fitnah oleh Ji soo, saat semua orang tidak percaya padanya, dan sejak itu gadis itu mulai berubah menjadi dingin seperti saat ini. Dan Nara masih ingat kata-kata Jong woon 7 tahun yang lalu yang dengan percaya dirinya Jong woon mengatakan bahwa dia ingin kembali pada Ji soo, dan apa katanya barusan, debaran itu milik nara?

“apakah hatimu kosong lagi ?” tanya Nara dengan dinginnya

“aku salah nara….aku salah memutuskan mu saat itu…aku benar-benar menyesal” kata Jong woon menggenggam tangan kanan nara

“kau ingin kembali pada ku, lalu yang kemarin itu apa? Kau membuang cincin itu?”

“aku…aku ingin memberi mu yang baru….” kata Jong woon

“bagaimana kalau ku bilang sudah terlambat, kau tidak memberi ku alasan kenapa mengambil cincin itu kemarin, kau benar- benar konyol Jong woon”

“maaf kan aku Nara” Kata Jong woon kini sambil duduk bersimpuh di depan Nara

“aku…saat itu aku tidak mengerti perasaan ku sendiri, aku memutuskan mu, aku mencari mu selama 7 tahun ini, aku bisa gila bila tidak menemukan mu saat ini” kata Jong woon lagi masih duduk bersimpuh di depan Nara

“berdirilah…aku tidak ingin karyawan mu , melihat mu seperti ini”

“aku memang brengsek Nara, aku mempermainkan hatimu dan juga hati ji soo, tapi kau harus tahu, saat ku tahu bahwa kau juga merindukan ku, kau tahu betapa bahagianya diriku”

“aku akan memikirkannya, jadi cepatlah berdiri!”

Jong woon masih terdiam di tempatnya

“apa yang kau lakukan cepat berdiri”

“tidak sebelum kau memaaf kan ku”

Nara melipat tangannya di dadanya, gadis itu mengacak sedikit rambutnya, dan memejamkan matanya sejenak

“hah… apa yang harus ku lakukan , sungguh kekanak-kanakan” kata Nara pada dirinya sendiri

“baiklah kalau kau memang suka duduk seperti itu, duduklah di situ sampai kau bosan tuan kim” kata Nara sambil berbalik , melangkah menuju pintu keluar ruangan itu, tapi dengan tiba-tiba Jong woon berdiri, menarik gadis itu kedalam pelukannya

“apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku Jong woon” kata Nara berontak dengan perlakuan Jong woon yang tiba-tiba ini

“tidak perlu kau jawab, aku tahu Nara, debaran mu, sama seperti debaran ku” bisik Jong woon tepat di tepat di telinga Nara, gadis itu terdiam tidak mencoba berontak lagi dengan perlakuan Jong woon

Dengan lembut Jong woon memegang pergelangan tangan kanan Nara dan menarik gadis itu untuk duduk di salah satu sofa yang ada di ruangannya, seakan terhipnotis Nara gadis itu menurut saja pada apa yang Jong woon lakukan

“aku masih ingin melihat mu, jadi tetap duduklah di sini sementara aku mengerjakan beberapa proposal” kata Jong woon kepada Nara

“aku mempunyai Toko yang harus ku urus Jong woon, bukankah kau juga tahu?” kata Nara juga melembut kepada Jong woon

“aku tahu, aku juga tahu karyawan mu banyak yang profesional, dan kau mempercayai mereka, tanpa adanya dirimu di sana saat ini aku yakin toko mu berjalan lancar” kata Jong woon yang tidak bisa di bantah lagi oleh Nara, memang dari dulu Nara tahu jong woon merupakan seseorang yang mempunyai sifat keras kepala, dan sifat itu masih ada hingga hari ini

“hah…baiklah…aku lelah berdebat dengan mu, tapi satu syarat ku saat ini, apapun yang kulakukan saat ini jangan mencoba menghentikan ku, ataupun protes padaku” kata Nara

“baiklah baiklah nona Song Nara, kau boleh melakukan apapun di ruangan ku ini , tidur , makan , mandi , membuat pesta, terserah aku tidak akan terganggu” kata Jong woon sambil tersenyum

 

**************

 

1 jam berlalu, Nara masih ada di ruangan Jong woon, gadis itu kini tengah berbaring di salah satu sofa panjang yang ada di ruangan itu sambil memainkan game di i-phone nya, gadis itu menganggap seolah ruangan itu adalah kamar, dia tidak peduli lagi jika seseorang masuk dan melihat kelakuannya ini, yang menurut sebagian orang tidak sopan

“aku bosan…aku bosan” teriak Nara di ruangan itu, Jong woon yang melihat kelakuan Nara ini hanya tersenyum kecil, laki-laki itu tidak peduli jika Nara berteriak lebih keras lagi pula tak masalah, karena ruangan nya ini kedap suara

“aku lapar…!!” kata Nara lagi

“hai Nona Song” sapa Jong woon

“apa?” tanya Nara

“makanlah! Roti yang kau bawa tadi” tawar Jong woon pada Nara

“ah ide bagus” kata Nara sambil mendekat ke arah roti itu dan membuka bungkusnya

Gadis itu kini menatap roti yang ada di hadapannya, mencicipi cream nya terlebih dahulu, memang sejak awal hobi Nara membuat kue karena gadis itu menyukai rasa cream, jadi kalau melihat kue, gadis itu akan mencicipi cream nya terlebih dahulu

Tanpa Nara sadari cream yang ada di roti itu habis tanpa tertisa, hanya tinggal kue nya saja, Jong woon yang melihat kelakuan Nara ini menatap tak percaya pada gadis itu

“astaga Song Nara kau menghabiskan semua cream nya tanpa tersisa” tanya jong woon

“ah mian…” kata Nara dengan santainya

“aku akan menggantinya denga kue yang baru, akan ku hubungi dulu salah satu karyawan ku” kata Nara sambil mengetik beberapa pesan di i-phone nya itu, tapi dengan tiba-tiba Jong woon menarik i-phone itu dari tangan Nara

“tidak perlu” jawab Jong woon sambil menjauhkan i-phone nara itu dari tangan gadis itu , lalu mencondongkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya pada gadis itu, dan mempertemukan daun bibirnya pada bibir Nara

Tepat!! Jong woon saat ini mencium Nara, mencicipi bekas cream yang ada di bibir gadis itu untuk beberapa detik

Dan kemudian menjauhkan tubuhnya dari Nara, Jong woon kini berdiri tepat di depan Nara

“manis…” satu kata keluar dari bibir Jong woon

“cream termanis yang pernah kurasakan” tambah Jong woon lagi, Nara menatap tak percaya pada Jong woon untuk beberapa detik, kemudian gadis itu tersadar

Pipinya memerah dengan cepat Nara menutupi kedua pipinya dengan tangannya dan melihat ke arah samping kanan untuk menghindari tatapan matanya dengan Jong woon, karena memang ciuman barusan.

bahkan debaran jantung Nara berdetak sangat cepat

 

**************

 

Kang Ji soo dan Nara kini ada di tepian sungai Han, pertemuan ini yang meminta adalah Ji soo dan Nara menyetujui untuk menemui gadis itu

“kau telah merebut Jong woon dari ku, dasar gadis licik” kata Ji soo di depan Nara

Nara hanya diam dia memasang wajah tenang dan dingin seperti biasanya, lalu tersenyum sedikit

“apa yang kau tertawakan? Dasar rubah licik” lagi lagi Ji soo mencelanya lagi

“sudah?” tanya Na ra

“apa!”

“dari dulu hingga sekarang saat Jong woon memilih mu, aku akan melepaskannya, itu kan yang kau minta, 7 tahun yang lalu aku sudah melakukannya. Apa kau lupa kata-kata ku sebelum aku pergi, saat Jong woon mencari ku tanpa ada paksaan dari ku dan darimu saat ia ingin kembali padaku kau akan melepaskannya…..”

Terlihat Ji soo menggenggam tangannya

“aku tidak akan melepasnya kau dengar!”

“terserah kau Ji soo! Tapi jangan salahkan aku jika kau sakit hati” kata nara sambil berlalu dari Ji soo

Ji soo gadis itu tak tahan dengan Nara, dengan cepat Ji soo menarik rambut Nara dari belakang, dan dengan cepat pula Nara menggenngam tangan Ji soo menghempaskan tangan itu

“apa yang kau lakukan? Kalau memang Jong woon memilihmu, silahkan aku tidak akan menahannya, Aku bukan Nara gadis 7 tahun yang lalu, yang mudah saja kau bodohi Kang Ji soo? ”

“kenapa kau marah ?” tanya Ji soo tersenyum licik

“aku akan memaaf kan mu kali ini, karena aku tidak menyukai kekerasan fisik, kenapa kau tidak menyelesaikannya dengan Jong woon ,… ini bukan urusan ku Kang Ji soo” Kata Nara lagi dan berlalu begitu saja dari Ji Soo

 

***************

 

Sudah 1 minggu ini Jong woon selalu mengunjungi toko roti Nara saat jam istirahat makan siang. Bahkan Nara sudah mencoba mengusir namja itu berkali-kali tapi nihil hasilnya, Jong woon namja itu terlalu keras kepala untuk mendengarkan seorang Nara, sama seperti sifatnya 7 tahun yang lalu. Saat Nara mencoba mendekatinya dan namja itu bersikukuh bahwa dia tidak akan menyukai Nara . tapi lihat saat ini setelah 7 tahun perjuangan Nara tidak sia-sia, bahkan gadis itu tidak perlu repot-repot untuk mempertahan kan Jong woon, dia sendiri datang pada Nara, sama seperti kata-katanya 7 tahun yang lalu, sebenarnya gadis itu masih belum percaya bahwa kata-katanya itu akan menjadi kenyataan seperti saat ini. Saat itu gadis itu berkata seperti itu pada Ji soo karena sedikit marah pada kelicikan Ji soo, dan juga kata-kata itu sebenarnya doa Nara waktu itu bukan sebuah taruhan.

“kembalilah ke kantormu…. bukan kah jam makan siang mu sudah selesai?” kata Nara kepada Jong woon yang kini duduk di sampingnya

“sebentar lagi Nona Song” kata Jong woon melembut

“aku tidak ingin gadis mu salah faham, maka pergilah dari sini, 1 minggu yang lalu gadis mu menemuiku”

“Nugu?”

“Kang Ji soo! Siapa lagi” kata Nara sedikit marah pada Jong woon, karena namja di sampingnya ini belum menyelesaikan masalahnya dengan Ji soo

“aku tidak mau di sebut-sebut sebagai orang ketiga dalam hubungan kalian, arra?” Kata Nara kini berdiri di depan Jong woon

“aku akan berbicara padanya…” kata Jong woon kemudian berdiri, dan memeluk Nara

 

**************

 

2 hari kemudian

 

Kang Ji soo gadis itu sekarang ada di Toko roti Nara, matanya memerah sepertinya gadis di depan Nara ini menahan tangisnya, dan entah sudah berapa air mata yang keluar dari matanya, terlihat mata Ji soo membengkak, gadis di depan Nara ini menundukkan kepalanya sesekali dia menyeka air mata yang keluar dari sudut matanya

Dan nara gadis itu hanya diam, dia bingung harus bicara apa dan bagaiman jika melihat seseorang menangis, karena gadis itu paling tidak suka melihat seseorang menangis

“maaf kan aku” satu kata keluar dari bibir Ji soo

“jong woon sudah memberi tahuku 2 hari yang lalu, aku sadar aku salah sudah memisahkan kalian, cinta yang ku miliki kepada Jong woon aku tak pernah menyadari bahwa itu akan berubah menjadi obsesiku untuk memilikinya selama 7 tahun ini”lagi- lagi Ji soo menangis

Nara dapat melihat gadis ini bukan menangis palsu seperti dulu, ini tangisan penyesalan dari gadis di depan Nara

 

*Flashback on*

2 hari yang lalu

 

 

“aku tidak ingin menyakitimu lebih dalam lagi kang Ji soo”

“kau tidak pernah menyakitiku Jong woon, aku justru bahagia di samping mu”

“cinta yang kau miliki kepadaku , 5 tahun yang lalu kenapa aku memutuskan mu? bukan hanya aku sadar bahwa aku telah jatuh cinta pada Nara tapi aku juga sadar kau mulai terobsesi padaku , sehingga kau melakukan sembarang cara untuk mendapatkan ku, aku tahu kau memfitnah Nara 7 tahun yang lalu, ku kira sifat mu akan berubah. Setelah 2 tahun aku bersamamu dan memutuskan mu 5 tahun yang lalu,kau berencana bunuh diri dengan cara kecelakaan , dan kau pura-pura amnesia……. aku membiarkannya, karena psikis mu sangat memperhatinkan, 5 tahun aku mencoba bersamamu ku kira kau akan berubah, dan memberitahuku yang sebenarnya bahwa kau membohongiku, bukan hanya membuat ku kecewa, tapi kau membuat nara cemburu, dengan cara memanas-manasinya datang ke toko rotinya bersama ku, mengajak gadis itu jalan-jalan dengan alasan tunangan dengan ku, ku harap kau berubah Ji soo, aku tahu kau gadis baik, jadi carilah namja lain yang lebih membahagiakan mu di luar sana”

Ji soo gadis itu menangis kini di depan Jong woon, gadis itu baru menyadari bahwa selama ini semua yang telah ia perbuat adalah salah dan semua ke bohongan, tiba-tiba hatinya merasa sakit

“maafkan aku, aku tak pernah melihat konsekuensinya selama ini, aku….aku hanya ingin memilikimu itu yang ku fikirkan selama ini” kata Ji soo melemah

 

*Flashback off*

“ aku memaafkan mu Kang Ji soo” kata Nara

“terima kasih, aku akan kembali ke kota ku…sepertinya di kota ini aku tidak cocok, sampaikan salam ku pada Jong woon, aku akan pergi hari ini”

“baiklah, tentu” kata Nara singkat

Melihat kepergian Ji soo dari toko Rotinya, dapat Nara lihat dari kejauhan gadis itu Ji soo tersenyum ke arahnya sambil melambaikan tangan ke arah Nara, senyum tulus dan senyuman termanis dari seorang kang Ji soo

senyuman itukah yang membuat Jong woon terpesona pada gadis itu, kalau itu memang benar Jong woon tidak salah pernah menjadikan gadis itu kekasih” kata Nara di dalam hati

 

**************

 

Hari ini Nara gadis itu ada di dalam apertemen Jong woon, gadis itu sedang minum air dingin dari lemari es Jong woon

Jong won keluar dari kamarnya setelah selasai mandi

“nona Song?” kata Jong woon duduk di samping Nara

“ada apa”

“aku tidak akan berbasa – basi lagi , aku tidak akan mengajak mu berpacaran atau tunangan, aku akan mengatakannya kali ini jadi dengarkan baik baik, mari kita menikah?”

“apa?” tanya nara tak percaya

“kau maukan?”

“tentu! Tapi selesaikan urusan mu dengan eomma ku, kau bukankah sudah pernah di tampar eomma ku, dan kau bilang sudah punya kekasih, mungkin akan sulit nanti” kata Nara mengumam tapi masih dapat Jong woon dengar

“ha ha ha” tawa keras jong woon

“adakah yang lucu?” tanya Nara

“kau belum tahu ya …ra….waktu itu adlah sekenario eomma mu dan eooma ku, kau telah masuk perangkap mereka, ha ha ha, ku kira eomma mu sudah memberi tahumu ternyata belum, ha ha ha”

“astaga,….eomma, bisa-bisa nya dia mengerjai anaknya” kata Nara cemberut, membayangkan eomma nya tertawa terbahak-bahak karena mengerjainya

“ya!…jangan tertawa, hentikan tertawamu” kata Nara melempar bantal ke arah Jong woon dan Jong woon, laki-laki itu menghindar, dan Nara mengejar namja itu kini

“Saranghae Song Nara” kata Jong woon memeluk Nara kini

-THE END-

*penulis Nuch nuci

 

1 Comment (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Apr 22, 2016 @ 09:21:10

    Ahhh… Syukur deh, akhirnya jongwoon dan nara bisa bersatu kembali.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: