Your Silent [Ver A]

y3sad

Tittle               : Your Silent

Author                        : Nuch Nuci

Lenght             : One Shoot

Genre              : Romance

Cast                 : Kim Jong woon (Yesung)

Song Nara (oc)

Song Hara (oc)

Kim Jooeun (oc),Another

Rating              :PG 15

 

 

 

 

 

*Start Reading

 

**********

 

Song Nara gadis itu sedang diam kini….memikirkan tentang cinta pertamanya. Cinta pertama yang selalu di impikan para gadis-gadis dengan bumbu cerita manis, tetapi tidak bagi Nara. Keterdiammannya selama ini membuat hatinya sakit, diam nya tentang perasaannya kini membuatnya hanya bertepuk sebelah tangan, tanpa ada yang tahu, tidak sahabatnya, tidak kakak nya, tidak orang tuanya, tidak juga Kim Jongwoon….seseorang yang selama ini ia kagumi.

Benar awal dari perasaan Nara berasal dari dua suku kata itu ‘kagum’ yang berubah menjadi suka dan kemudian tumbuh menjadi jatuh cinta. Nara gadis itu memang pendiam, kalau soal urusan hati dia memang tertutup….mungkin perasaan itu hanya dia dan Tuhan yang tahu

 

 

*Flasback on*

 

 

Kim Jooeun dan Song Nara sudah bersahabat sejak mereka baru duduk di bangku Senior High School ini, mereka kenal saat mereka menjalankan Masa Orieantasi Sekolah , sepertinya takdir mempertemukan mereka kembali, mereka menjadi satu kelas lagi setelah seminggu menjalani Masa Orientasi Sekolah, dan hari ini genap 1 bulan sejak mereka berteman dan berkomitmen ingin menjadi sahabat satu sama lain

 

Hari ini Jooeun tengah di sibukkan dengan mencari uang saku nya yang hilang entah kemana, semua barang yang ada di tas nya di keluarkan semua, tetap saja uang itu tidak ada, dan Nara melihat sesuatu yang menarik dari dompet Jooeun, foto Jooeun dengan seseorang, Nara gadis itu berfikir ‘siapa yang di foto ini! apakah kekasihnya?’ pertanyaan itu muncul di kepala Nara

“siapa Joo yang ada di fotomu ini” tanya Nara melihat foto yang di dalamnya ada Jooeun dan seseorang

“Ah dia…..dia oppa kandungku satu-satunya Jongwoon namanya” Jawab Jooeun sambil menunjuk seorang namja yang berpose lucu tepat di samping Jooeun

“Hem dia tua ya?” tanya Nara jujur setelah memperhatikan foto kakak Jooeun tadi dengan seksama

“Tua? Benarkah?”Tanya Jooeun balik sambil menyambar foto itu dari tangan Nara

“Aku tidak pernah tahu , kalau oppa ku sebenarnya terlihat lebih tua” Kata Jooeun berfikir sambil melihat foto itu juga

“memang berapa umur oppa mu?” tanya Nara

“baru 24 tahun , lusa kemarin” jawab Jooeun jujur, kemudian Jooeun ingat kembali tentang uang sakunya, dia mulai mencari lagi uang itu, dan akhirnya menyerah

“hah sudahlah….lelah aku mencarinya…..aku menyerah” Kata Jooeun sendiri, tak lama kemudian terdengar suara perut Jooeun yang sedang lapar

“mau ku traktir?” Tanya Nara untuk memecahkan masalah Jooeun

“bukan ide buruk…baiklah”jawab Jooeun

 

**************

 

Dua gadis itu sekarang ada di kantin menyantap makanan mereka masing-masing

“Ra….nanti malam kau akan ikut kan ke pesta ulang tahun Mi Yeong?” tanya Jooeun sambil menyantap makanan yang di pesannya

“sepertinya tidak….aku tidak menyukai keramaian…..lagi pula tadi aku sudah memberinya kado” jawab Nara sambil meminum jus jeruk

“hah kau tidak datang ….aku tadi juga sudah memberinya kado, lalu apa rencana mu nanti” tanya Jooeun memperhatikan Nara

“mungkin mengerjakan soal-soal matematika”

“ah ide bagus!” kata Jooeun kemudian

“maksudmu?”tanya Nara tak mengerti

“nanti sore datanglah kerumah ku….ajari aku mengerjakan soal-soal matematika…….ya ? eomma ku tidak mengijinkan ku keluar rumah hari ini kumohon?” pinta Jooeun

“hem….baiklah” jawab Nara singkat

“kutunggu jam 3 sore..!”

 

**************

 

“apa benar ini rumahnya?” tanya Nara sendiri sambil melihat alamat yanga ada di secarik kertas yang tadi siang di beri oleh Jooeun

“kalau aku tidak mencobanya bagaimana tahu?” kata sendiri Nara lagi

Gadis itu kemudian memencet tombol pintu rumah, yang dianggap Nara itu adalah rumah Jooeun, tak berapa lama pintu itu pun bergeser pertanda ada seseorang dari dalam membukanya, terlihat kini oleh Nara sosok laki-laki berdiri di depannya

‘siapa laki-laki ini’ tanya Nara dalam hati, tiba-tiba jantungnya berdetak

Berdetak dengan cepat tidak seperti biasanya ‘aku kenapa?’ tanya Nara dalam hati

 

“Annyeong Haseyo” Sapa Nara pada laki laki di depannya ini

“Annyeong” Balas laki laki itu

“apa benar ini rumah Jooeun?” tanya Nara membuka pembicaraan

“benar” jawab sosok laki-laki itu singkat, kemudian laki-laki itu memperhatikan

Nara dari ujung kaki hingga ujung kepala Nara perlahan, sepertinya laki-laki itu sedang berfikir sesuatu. Mungkin kalau tamu itu bukan Nara, laki-laki yang di depan Nara ini mungkin sudah dikatai ‘tidak sopan’ karena memandang tamu dengan begitu, dan terlebih lagi laki-laki di depan Nara ini tidak segera mempersilahkan tamu di depannya untuk segera masuk, ataupun segeran duduk. Dan gadis itu, Nara hanya diam dengan situasi ini.Gadis itu kini juga sedang berfikir tentang siapa ‘laki-laki’ di depannya ini, makanya gadis ini juga tidak mengatakan apapun

 

“ah…kau pasti Nara” kata laki-laki itu setelah lama berfikir

Nara dan namja itu mendengar suara derap langkah mendekat ke arah mereka, terlihatlah kini sosok Jooeun dari belakang tubuh laki-laki itu

“Oppa! di sini.. ada tamu kenapa tidak segera di suruh duduk?” marah Jooeun ke arah laki-laki itu

“oh iya..maaf aku lupa?” kata laki-laki itu pada Jooeun

“mari masuk Ra duduklah..” kata Jooeun kepada Nara,

Nara pun menuju sofa yang ada di ruang tamu Jooeun

 

“tunggu ya Ra aku ambilkan minum dulu..” Kata Jooeun kepada Nara

Tak berapa lama kemudian datang lah Jooeun dengan membawa minum di tanggannya

“hanya ada jus jeruk….minumlah” kata Jooeun sambil meletakkan gelas yang berisi jus jeruk itu

“terima kasih” jawab Nara , kemudian gadis itu berfikir dan teringat akan namja yang membukakan pintu tadi

“oh iya Joo…siapa yang membukakan pintu tadi?” tanya Nara ingin tahu

“Dia Jongwoon oppa ” jawab Jooeun

“Kenapa dia berbeda dari yang kulihat di foto” kata Nara sambil berfikir

“ah iya aku baru ingat…karna dia tidak memakai kacamata…ya ya aku mengerti kacamata itu membuat penampilannya lebih tua, kau tahu kakak ku itu memang keren tapi terkadang juga bersikap bodoh, kau pasti tahukan alasannya salah satunya saat dia membuka pintu tadi”

Tiba-tiba Jongwoon yang jadi bahan pembicaraan mereka lewat tepat di depan mereka

“hei Oppa tunggu” Kata Jooeun pada Jongwoon

“ada apa?” tanya Jongwoon di hadapan Jooeun dan Nara

“Kau tahu …. oppa itu terlihat lebih tua kalau memakaia kaca mata itu” Kata

Jooeun ‘astaga Jooeun benar-benar berkata jujur pada Oppanya. Bagaimana kalau Oppanya itu marah?’ pikir Nara saat melihat kejadian ini

“benarkah ? haruskah aku melepaskannya?” tanya Jongwoon pada Jooeun

‘astaga dia tidak marah?’ tanya Nara dalam hati

“lepas saja” Kata Jooeun lagi

Dengan cepat Jongwoon melepaskan kacamatanya lalu pergi dari hadapan mereka berdua, Nara yang melihat kejadian ini benar-benar tidak percaya

“Oppa mu tidak marah?” tanya Nara polos ke arah Jooeun

“ha…ha…. ada apa dengan wajah mu Ra?” kata Jooeun melihat wajah tidak percaya Nara sangat lucu menurut Jooeun

“dengan perkataan mu jujur tadi , menyuruhnya untuk melepaskan kaca mata!”

“kenapa harus marah? Dia itu Oppa yang sangat menyayangiku” jawab Jooeun

 

Nara dan Jooeun kini terlihat serius mengerjakan soal-soal matematika dan terlihat sesekali Jooeun bertanya kepada Nara karena tidak mengerti beberapa rumus matematika, mungkin karena Jooeun bosan mengerjakan soal-soal dia mulai bercerita tentang dirinya sendiri, Appanya, Eommanya, seseorang yang Jooeun sukai, tapi Nara tidak memperdulikan itu semua, karena seorang Nara adalah seseorang yang akan Fokus pada apa yang sedang dikerjakannya kini, gadis itu seolah menganggap tidak ada orang di depannya kini sekalipun itu Eonninya, Nara tetap fokus pada pekerjaanya, kecuali jika Eomma yang memanggilnya dia baru respon, seolah dia reflek kalau itu menyangkut soal Eommanya, dan hari ini untuk pertama kalinya seorang Nara menanggapi cerita Jooeun saat dia bercerita tentang Jongwoon Oppanya

“kau tahu Ra Oppa ku itu dia tidak selayaknya Namja biasa” kata Jooeun bercerita kepada Nara dan Nara tetap fokus pada pekerjaanya

“kau tahu..kenapa alasannya? pertama dia Namja yang suka baca novel, kedua dia suka baca resep masakan dan terkadang suka mempraktekkannya….bayangkan! bukankah dia Namja aneh?” kata Jooeun sendiri, ternyata perkataan Jooeun kali ini di

dengar oleh Nara , dia gadis itu yang tadinya mengerjakan soal-soal tiba-tiba tertarik dengan cerita Jooeun ini, cerita tentang seseorang yang sama sepertinya hobi membaca novel dan seseorang yang suka memasak, dan kata-kata tak terduga pun keluar dari bibir Nara

“aku kagum dengan Oppa mu Joo” kata Nara serius ke arah Jooeun

“apa!!! Aku tidak salah dengar”

“karena Oppa mu suka memasak dan hobi membaca novel sama sepertiku” Kata Nara dengan seriusnya

“astaga Nara apa asyiknya membaca novel hanya sebuah tulisan, kau tahu itu membosannkan lebih baik membaca comik, ada gambarnya hah sepertinya aku salah cerita tentang Jongwoon Oppa yang menurutku membosankan ini”

“kalau boleh tahu…..apa koleksi novel Oppamu” tanya Nara

“astaga…aku bisa gila … jika ditanyai tentang novel..kau tahu aku benci sebuah novel karena novel membosankan…sudah jangan kau tanyakan tentang novel pada ku” kata Jooeun sambil menutupi telinganya dengan kedua tangannya

“ayo katakan salah satu novel Oppa mu aku ingin meminjamnya” kata Nara memaksa walaupun kini Jooeun sudah menutup telinganya

 

**************

*1 Tahun kemudian*

 

“Kenapa dia ada di sini?” batin Nara dalam hati, perlahan Nara mulai berjalan menuju arah rumahnya, memang jalan gadis itu tidak terlalu cepat, hanya saja santai, sudah terlalu jauh ia berjalan , baru ia sadari bahwa kini ada seseorang yang mengikutinya.

 

Dilihatnya sosok Jongwoon tepat di belakang nya,dengan jarak 4 langkah dari Nara berdiri saat ini.Saat Nara melihatnya Jongwoon memalingkan wajahnya menghadap ke jalanan melihat beberapa kendaraan lewat. Nara gadis itu mulai berfikir kemudian dia membalikkan badannya lagi dan mulai berjalan lagi, tapi baru lima langkah ia berjalan kemudian gadis itu tiba-tiba berhenti dan membalikkan badannya lagi.

 

Dapat Nara lihat jarak Jongwoon dan Nara saat ini sama seperti tadi saat Nara membalikkan badan pertama kali 4 langkah dari Nara berdiri. Nara pun membuka percakapan diantara mereka, Nara ingin memecahkan suasana aneh antara dirinya dan Jongwoon

“Jongwoon oppa mau kemana? Apa oppa tersesat?” tanya Nara asal pada Jongwoon

“bukan!…hanya saja…” Kata Jongwoon menggantung

“Hanya saja apa?” tanya Nara lagi pada Jongwoon

“aku ingin memenuhi janjiku pada Jooeun….. kemarin sebelum dia pergi kerumah nenek dia menyuruhku untuk menjagamu….”

Nara gadis itu berfikir sesaat, mencerna kata-kata Jongwoon barusan

“bukan ini maksud Jooeun dengan menjaga ku, kurasa Oppa salah faham dengan permintaan Jooeun”

“aku tahu” jawab Jongwoon singkat

‘Dia tahu?’ tanya Nara dalam hati

“tadi sebelum aku berangkat kesekolah mu aku sempat berfikir untuk membawa mobil ku, dan menjemputmu untuk pulang, tapi kurasa aku akan dapat penolakan darimu, maka dari itu aku memutuskan berangkat dengan taksi tadi , dan mengikuti mu saat pulang” Kata Jongwoon menjelaskan keadaannya pada Nara

 

Nara yang tahu tingkah Jongwoon tidak bisa menahan senyumnya, dia mulai menutupi bibirnya dengan tangannya, kebiasaan gadis itu, saat tersenyum tangannya reflek menutupi bibirnya

“ada apa? Apa ada yang lucu?”tanya Jongwoon pada sahabat adiknya itu

“tidak ada… barusan aku teringat kata-kata Jooeun ‘Oppa ku memang keren tapi terkadang juga bersikap bodoh’ ” kata Nara menjawab pertanyaan Jongwoon dan meniru perkataan Jooeun

“benarkah Jooeun berkata seperti itu, dia sengaja memujiku atau menjatuhkan ku?”

tanya Jongwoon sendiri, mendengar perkataan Jongwoon lagi-lagi hanya senyuman yang Nara tunjukkan karena tingkah Jongwoon ini

“jadi bagaimana?” tanya Jongwoon tak jelas pada Nara

“maksud Oppa?” tanya Nara tak mengerti arah pembicaan Jongwoon

“kau mengusirku atau…..” kata Jongwoon tiba-tiba di sela oleh Nara

“terserah Oppa” kata gadis itu sambil membalikkan badannya dan mulai berjalan

lagi, dapat Nara dengar langkah kaki Jongwoon masih sama seperti tadi saat mengikutinya, gadis itu dengan inisiatif mulai berbalik lagi , mendekat ke arah Jongwoon dan berdiri di samping Jongwoon dan mulai berjalan lagi tepat di samping kanan Jongwoon

“Bukan kah begini lebih baik…” Kata Nara kepada Jongwoon sebelum Jongwoon melontarkan pertanyaan kepada nya

 

Tak terasa kini mereka sudah sampai di depan rumah Nara, sebelum gadis itu memasuki rumahnya tidak lupa ia berpamitan pada Jongwoon

“Terima kasih sudah mengantar ku pulang” kata Nara

“Sama sama” jawab Jongwoon

“Kalau nanti Jooeun meminta permintaan aneh lagi tentang ku kepada Oppa, ku harap Oppa menolak nya, karena sebenarnya Jooeun hanya bercanda” kata Nara ke arah Jongwoon

“Ah..baiklah ….aku mengerti” jawab Jongwoon

“Oppa mau mampir dulu?” tanya Nara lagi

“ah tidak usah, aku ada keperluan…aku pergi dulu ya… dah” Kata Jongwoon melambaikan tangan ke arah Nara

 

Sesampainya di rumah , gadis itu segera menuju kamarnya,meletakkan tasnya tanpa ganti baju dan masih menggunakan seragam ia langsung mengambil i-phonenya dan , dengan sigap ia mencari kontak dengan nama Jooeun di sana. Kemudian dengan cepat gadis itu segera menelefon Jooeun

“Ada apa ra…baru satu hari tanpaku sepertinya kau merindukan ku ya…” sapa Jooeun di seberang telfon

“Hei bukankah kau keterlaluan mengerjai Oppa mu seperti itu”

“Jongwoon oppa…hah jadi dia benar benar menjagamu….ha ha ha ha” tawa keras Jooeun terdengar dari i-phone Nara , dengan cepat Nara segera sedikit menjauhkan i-phone itu dari telinganya, sebelum telinga gadis itu rusak oleh suara tawa Jooeun

“sudah ku bilangkan…Oppa ku itu terkadang bersikap bodoh…..haha sebenarnya aku

masih tidak percaya kalau Oppa ku itu benar-benar datang menemui mu, kemarin malam itu aku bercanda dengannya, haha memang dasar Jongwoon oppa orang yang serius, jadi dia melakukannya…maafkan aku ya Ra” kata Jooeun lagi di seberang telfon

“kau tidak harus meminta maaf padaku…minta maaf lah pada Oppa mu” jawab Nara

“Baiklah aku mengerti” kata Jooeun

Nara gadis itu kini menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang dan melempar i-phone milik nya itu ke sisi ranjangnya, setidaknya dia masih berfikir agar i-phonnya tidak jatuh atau pun terluka, dan gadis itu mulai memejamkan matanya perlahan

“Perasaan apa tadi?” tanya Nara sendiri, mungkin gadis itu sedang lelah dia masih

dengan posisi seperti itu , tanpa mengindahkan untuk segera ganti baju, cuci muka ataupun makan 15 menit berlalu, i-phonya pun berbunyi lagi. Gadis itu mengira telfon itu dari Jooeun tanpa melihat nama yang tertera di layar hanphonnye dengan cepat Nara menjawab telfon itu

“ada apa lagi Joo?” kata Nara kini

“aku Jongwoon Ra….apa aku mengganggumu?” tanya Jongwoon di seberang telfon

“ah maaf Oppa ku kira Jooeun”

“ tak masalah……terima kasih sudah menasehati adik ku…barusan dia menelfon ku dan meminta maaf pada ku”

“ah tak masalah Oppa…..itu juga salah satu perhatianku sebagai sahabat”

“sebenarnya aku ingin meminta bantuan mu…..biasanya aku ke toko buku dengan Jooeun, karena Jooeun sedang ada di luar kota…maukah kau menemaniku? Kata Jooeun kau akan mau!”

“tentu…aku juga sedang tidak sibuk..baiklah”

“Ku jemput jam 3 sore… bersiaplah 1 jam lagi”

“Baiklah” kata Nara sambil menutup telfon itu

 

**************

 

Saat ini Nara dan Jongwoon ada di toko buku langganan Jongwoon, sementara Jongwoon memilih buku yang akan dia beli , Nara gadis itu menuju ke rak tempat penjualan novel, dia melihat lihat novel keluaran baru dan membaca ringkasan sinopsis yang ada di belakang novel, kemudian mengembalikan lagi novel itu dan membaca novel lainnya lagi. Dan gadis itu terdiam kini dengan salah satu novel yang ia pilih

“ada apa….apa novel itu bagus?” tanya Jongwoon sambil menunjuk novel yang tengah Nara bawa

“kurasa begitu” jawab Nara singkat

“ambillah” kata Jongwoon

“ah Tidak Oppa….aku memang ingin melihat lihat novel di sini tapi tidak bermaksud untuk membelinya”

“ambillah aku yang akan membelikannya” kata Jongwoon sekali lagi

“ah tidak perlu” kata Nara sambil meletakkan kembali novel itu ke dalam rak

tempatnya

Tapi dengan sigap Jongwoon mengambil novel itu dan membawa nya ke kasir beserta beberapa buku yang akan dia beli

“ku rasa Oppa tidak perlu membelikannya” kata Nara di samping Jongwoon saat di depan kasir

“aku akan membayarnya sendiri” kata Nara sambil membuka dompet yang ia bawa

“aku membelinya untukku sendiri….” kata Jongwoon kemudaian membuat Nara terdiam

“oh iya … tolong bungkus sendiri novel itu” kata Jongwoon pada wanita di kasir itu

“aku membelinya untukku sendiri, untuk ku berikan padamu, terimalah” kata Jongwoon sambil keluar dari toko buku itu

“ah baiklah terima kasih!” jawab Nara

‘perasaan apa lagi ini……apa aku menyukainya?’

Jantung Nara berdebar dengan kencang saat menerima novel itu, gadis itu sepertinya merasakan ada yang berbeda saat ia di dekat Jongwoon, Nara rasa dia mulai menyukai Oppa dari sahabatnya ini

“oh iya di dekat sini ada perpustakaan terbuka.. kau mau kesana dulu ra” tanya Jongwoon

“benarkah tentu!” jawab Nara

Tak berapa lama i-phone Nara pun bergetar pertanda ada pesan masuk

“kau sedang dimana?” dari Jooeun

“di perpustakaan” balas Nara

“benarkah…aku yakin dengan Oppa ku, cepat keluar dari perpustakaan itu di sana membosan kan…. aku yakin orang di samping mu semua diam…. kau tahu mereka itu bisu…bukan tidak mau bicara” dari Jooeun

Melihat pesan ini Nara tersenyum, Jongwoon yang dari tadi memilih milih buku melihat ke arah Nara , dapat ia lihat kini Nara masih sibuk dengan hanphonnya dengan jail dia memukul kepala Nara dengan buku itu

“kau kenapa tersenyum seperti itu…kau melihat aneh-aneh ya di i-phone mu” tanya Jongwoon

“Jongwoon oppa …..kau tahu itu sakit…aku tidak melihat yang aneh-aneh ….ini pesan Jooeun! lucu” kata Nara mengusap kepalanya

“Oppa mu tadi memukul kepala ku, saat kau kembali aku akan membalas mu” balas Nara pada Jooeun

“ hah Oppa ku yang memukul mu…kenapa aku yang dapat balasan…tidak bisa” dari Jooeun

“karena Oppa mu lebih tua dariku tidak mungkin aku memukulnya ..jadi kulampiaskan pada adiknya…apakah salah?” balas Nara

“jelas-jelas itu salah” Dari Jooeun, Nara tidak tahu harus menjawab apa, dia mulai mencari buku-buku di perpustakaan itu dan tanpa sadar dia meninggalkan i-phone nya di meja

Saat kembali dia baru ingat i-phone itu tidak ada di meja tadi

“oppa melihat i-phone ku” tanya Nara

“tidak” jawab Jongwoon sambil membaca buku

Nara dengan sigap mencari i-phone itu di sekitar ia duduk …rak yang ia datangi tadi dan memanggil nomornya berharap saat ada panggilan masuk nada keras di i-phone nya berbunyi.. api sepertinya sia-sia usaha Nara, dan sepertinya gadis itu mulai menyerah karena sudah 15 menit dia mencari. Dan Nara yang melihat gerak gerik Jongwoon mulai curiga

“Jongwoon oppa menyembunyikan i-phone ku” tanya Nara, karena dari tadi Jongwoon tidak panik sama sekali dengan keadaan Nara

“apakah akau menyembunyikannya” tanya Jongwoon balik

“ah…kembalikan Oppa….ku rasa Oppa benar-benar jail,” kata Nara marah

“ah baiklah..mian-mian….” kata Jongwoon sambil mengambil i-phone Nara dari salah satu sakunya

“kau itu ceroboh sekali…kau meninggalkan barang seenaknya seperti Jooeun saja…… ku pikir tadi aku ingin memberimu pelajaran………dan kau tahu saat melihat wajah panik mu …aku tidak bisa menahan tawa…ha ha ha ha” tawa Jongwoon keras, dan semua mata tertuju pada Jongwoon

 

**************

 

“berhenti disini Oppa” kata Nara di dalam mobil Jongwoon

“tapi ini kan masih di ujung jalan rumahmu Ra” kata Jongwoon pada Nara

“ tadi Emmaku menyuruhku untuk mampir ke rumah temannya untuk mengambil sesuatu, itu rumahnya” tunjuk Nara dengan jarinya

“tidak apa apa ku turunkan disini…sepertinya akan hujan Ra”

“tidak apa apa…terima kasih” kata Nara sambil menutup pintu mobil Jongwoon

Nara gadis itu sebenarnya berbohong tentang mampir ke rumah teman eommanya…….memang sejak awal dia ingin jalan kaki sambil menikmati hujan yang turun kali ini. Mobil Jongwoon sudah menjauh, hujan pun mulai turun dan gadis itu mulai berlari .Nara gadis itu yang sudah berkomitmen untuk tidak jatuh cinta sebelum umurnya 17 tahun dan sepertinya dia harus melepaskan komitmen itu, bukan karena gadis itu tidak dapat menepatinya, lebih tepatnya hatinya tidak bisa di ajak kompromi, bahkan kini dia masih bisa mendengarkan jantungnya berdetak dengan cepat

 

Nara gadis itu lari lagi, hujan pun turun tidak begitu deras, kemudian gadis itu merentangkan tangannya seolah menerima kehadiran hujan itu, sambil menutup matanya dan menghapad ke atas langit, gadis itu tersenyum bahagia, dia bahagia karena di umur 16 tahun 8 bulan dia tahu rasanya jatuh cinta untuk pertama kalinya, walaupun tidak sejalan dengan keinginannya yaitu jatuh cinta pada umur 17 tahun, padahal 4 bulan lagi umurnya tepat 17 tahun, tak masalah fikir Nara.

 

Nara gadis itu masih berlari kini walaupun di bawah guyuran hujan

 

**************

 

“ra…apa kau akan pulang jalan kaki lagi hari ini?” tanya Jooeun berjalan keluar dari kelasnya

“tenang lah Joo….biasanya aku juga pulang jalan kaki….rumah ku kan juga dekat tidak terlalu jauh” kata Nara

“oh iya…hari ini aku tidak ada kegiatan ekstakulikuler…jadi kau akan ku antar …… kenapa sih tidak mau pulang diantar sopir ku kemarin?”

“tidak apa apa…lebih suka jalan kaki Jooeun?” jawab Nara

Sejak Jooeun masuk sekolah ini setiap hari pula Jooeun mengantar Nara pulang mulanya sih Nara menolak karena Nara tahu rumahnya tidak terlalu jauh, tapi karena Jooeun memaksa dengan alasan saat pulang ia melewati rumah Nara jadi tak masalah memberi tumpangan ke Nara ,mau tidak mau Nara menuruti keinginan Jooeun, dan sudah 2 hari ini Jooeun sibuk dengan kegiatan ekstrakulikulernya jadi dia pulang telat, dan 2 hari itu pula Nara memilih pulang jalan kaki dari pada masuk mobil Jooeun dan diantar oleh sopir Jooeun, padahal Jooeun sudah memaksa tapi mau bagamana lagi gadis itu Nara juga keras kepala

 

“ah itu dia?” kata Jooeun menunjuk sebuah mobil

“bukankah itu mobil Jongwoon Oppa?” tanya Nara

“benar …sopir ku hari ini sedang sakit…jadi Jongwoon Oppa ku suruh menjemput”

“oh…” kata Nara menanggapi

Saat ini Nara dan Jooeun sudah tepat di samping mobil Jongwoon

“oh iya Ra ….hari ini duduk lah di depan….” kata Jooeun sambil membuka pintu mobil depan

“baiklah…” kata Nara sambil masuk mobil tanpa menyadari maksud Jooeun barusan

Nara kini duduk di depan kaca mobil pun terbuka di depan kaca Jooeun pun berkata

“maaf kan aku ya Ra membohongimu…aku sebenarnya sibuk…. masih ada kegiatan ekstrakulikuler….kalau tidak begini …aku yakin kau pasti tidak mau….Oppa jaga sahabatku satu ini” kata Jooeun kemudian ke arah Jongwoon

Mobil pun kemudian menjauh dari Jooeun berdiri kini, dan di dalam mobil baik Jongwoon maupun Nara sama sama diam

“sepertinya ini ketiga kalinya aku mengantar mu pulang?” Kata Jongwoon pada Nara untuk memecahkan suasana canggung diantara mereka

“ah iya…maaf merepotkan Oppa” kata Nara pada Jongwoon

“em ku harap kau tidak salah faham dengan perhatian Jooeun ini” Kata Jongwoon sambil menyetir melihat jalanan

“maksud Oppa” tanya Nara tak mengerti

“ya seperti ini…dia memintaku untuk menjemputmu, karena dia ingin menjagamu… jangan salah mengartikan kalau dia bagaimana, atau mengapa melakukan ini… atau kau berfikir yang tidak-tidak seperti ‘mungkin saja Jooeun menyukai perempuan bukan laki-laki’ singkirkan pertanyaan yang satu itu dari fikiran mu” kata Jongwoon panjang lebar kepada Nara

“aku tidak pernah berfikir seperti itu” kata Nara pada Jongwoon

“syukurlah…..aku mendengar dari Jooeun kalian mempunyai umur yang sama… tapi katanya sikapmu lebih dewasa dari umurmu….dan katanya lagi dia menemukan sosok seorang kakak pada dirimu” Kata Jongwoon kepada Nara

“begitukah? Padahal ku kira Jooeun sudah mempunyai Oppa baik ” Kata Nara

“sebenarnya gadis itu ingin mempunyai seorang eonni, sepertinya dia menemukannya pada dirimu…” jawab Jongwoon sambil memandang Nara , begitu pula

dengan Nara , saat ini gadis itu juga sedang menatap Jongwoon, manik-manik mata mereka sama-sama bertemu dan saling berpandangan, buru-buru Nara segera mengalihkan penglihatannya pada jalanan diluar, gadis itu dengan cepat memalingkan wajahnya ke samping dan melihat jalanan, begitu pula dengan Jongwoon, dengan cepat Jongwoon tadi segera mengalihkan perhatianya pada jalanan lagi

Nara gadis itu kini melihat jalanan dari balik kaca jendela mobil yang dia dan Jongwoon tumpangi, sesekali dia senyum sendiri karena keadaan ini, saat ini gadis itu tidak berani memandang wajah Jongwoon, dia takut kalau wajah memerahnya kini akan ketahuan oleh Jongwoon, jadi dia memilih melihat kesamping

 

***************

 

Nara sepertinya sudah tidak kuat lagi menahan apa yang ada di hatinya kini, tidak peduli entah Jongwoon akan menerima atau tidak , gadis itu tidak peduli lagi yang jelas kali ini gadis itu harus mengungkapkannya sekarang.

“ra……….ra……….”teriak Jooeun dari kejauhan

“aku punya kabar untukmu…. kabar baik” kata Jooeun mendekat ke arah Nara

“ada apa?” tanya Nara ingin tahu

“Jongwoon Oppa …..”kata Jooeun terputus untuk bernafas….karena barusan dia berlari sekedar untuk mendekat ke tempat Nara berdiri sekarang ini

“Jongwoon Oppa kenapa?” tanya Nara tersenyum

“Jongwoon Oppa berpacaran dengan Hara eonni….mereka resmi berpacaran….bahagianya”kata Jooeun tersenyum dengan lebarnya

Mendengar berita dari Nara barusan senyuman Nara perlahan memudar, seakan dunia menggelap tidak ada harapan lagi untuknya

 

*Flasback off*

 

***************

 

‘Senyuman itu….’ kata Nara dalam hati, sambil melihat Jongwoon yang tengah tersenyum dengan lebarnya, mungkin satu kata yang ada di benak Nara ‘Bahagia’ , itulah yang terjadi pada Jongwoon kini

 

‘Senyuman yang selalu ingin kulihat, senyuman yang membuatku terpesona padamu Oppa, senyuman yang kuharapkan itu dariku, bukan dari gadis lain……’ kata Nara lagi dalam hati

Nara sudah tidak kuat melihat pemandangan ini, bukan karena terlalu banyak orang. Nara mulai merasakan matanya mulai memanas, dari tadi dia terus mengerjapkan matanya berharap air matanya tidak menetes melihat pemandangan ini, dia mulai berlalu pergi dari ruangan itu sebelum semua orang menyadari bahwa dia mulai meneteskan air mata, karena di acara resmi ini terlalu banyak orang yang datang. Nara mulai melangkahkan kakinya dengan cepat tak berapa lama i-phonnya pun berdering, dapat ia lihat kini …nama Jongwoon tertera di sana….dia hanya melihat i-phonenya tapi tidak bermaksud menjawab, tak lama kemudian dering i-phone itu berhenti, dan berbunyi lagi, lagi lagi nama Jongwoon tertera di sana, respon Nara masih sama dia tidak menjawabnya. Dan untuk ketiga kalinya mau tak mau Nara mulai menjawab telfon itu

 

“Hei…dimana kau…kenapa kau tak terlihat di hari pernikahan ku ini” tanya Jongwoon dari seberang telfon nya

“Ah mia aku tadi lagi tidak enak badan jadi pulang duluan” kata Nara berbohong pada Jongwoon

“Benarkah? Jadi sekarang kau ada di rumah?”

“Ah iya” jawab Nara berbohong lagi

“Kau tidak seru….padahal tadi kau belum menjabat tangan ku sebagai tanda selamat atas penikahan ku dan sekarang kau sudah pulang….hah baik lah…masih banyak tamu..kututup ya” kata Jongwoon menutup telfonnya

 

Rasanya dada Nara makin sesak kini , sulit untuk bernafas , air mata yang tadi ia tahan perlahan turun lagi ke pipinya….dia mulai berlari setelah sampai kejauhan dia mulai berjalan….dan lama lama pelan, pelan , makin pelan lalu berhenti dan terduduk di jalanan yang amat sepi, dia sudah tidak memperdulikan lagi tempat apa yang ia buat duduk……dia tidak peduli kalau ada orang jahat, sekalipun hantu yang menemuinya…yang Nara butuhkan kini sendiri…begitulah gadis itu

 

“ kenapa sakit sekali…kenapa aku tidak bisa melupakan mu Oppa, harusnya sejak kau mulai berpacaran dengan Hara Eonni…. Harusnya aku berhenti menyukai mu hiks hiks….” tangis Nara pecah sudah….dan dia mulai berbicara sendiri

 

Gadis itu sudah tidak kuat menahan lagi tangisnya. Dia terlalu sakit sekarang ini, dapat terlihat kini gadis itu mulai memegangi dadanya yang sudah memang terasa sesak dari tadi , tubuhnya bergetar akibat tangisan itu. Dulu saat Jongwoon mulai berpacaran dengan Hara ,sebenarnya saat itu dia mulai berfikir ‘akan kah dia mengungkapkan perasaan nya,bolehkah ia mengungkapkan keterdiamannya?kini, kalau aku mengungkapkannya akan kah Jongwoon Oppa berpaling pada ku, bolehkah aku melakukan itu’ fikiran itulah yang terus berputar di kepala Nara sejak kak Jongwoon yang ia sukai mulai berpacaran dengan Hara, tapi apalah daya gadis itu…..mana mungkin ia merusak hubungan Eonninya, hubungan kakak kandung nya sendiri Song Hara dan Kim Jongwoon. Mana mungkin dia melakukan itu gadis itu masih waras untuk berfikir, mana mungkin dia melakukan hal gila itu jika ia masih waras ‘tidak mungkin’ kata itulah yang Nara tancapkan dalam dirinya, dia sudah pernah mencoba menjauh dari Jongwoon sejak saat itu , semakin Nara menjauh ,semakin dalam perasaan Nara pada Jongwoon, Nara sempat berfikir biarlah perasaan itu ada selama semua orang tidak tahu, selama semua orang tidak menyadarinya tidak masalah, toh dia tidak bermaksud mengungkapkannya pada Jongwoon tidak masalah. Dan sekarang cinta bertepuk sebelah tangannya benar- benar bermasalah. Nara tidak pernah tahu bahwa begitu sakit rasanya melihat seseorang yang ia cintai bersanding dan menikah dengan gadis lain,sekalipun itu kakak kandungnya. Kalau dulu ia bisa memendamnya saat Nara melihat Jongwoon dan Hara, walaupun itu sekedar genggaman tangan , dan bermesraan di depannya. Dulu dia bisa memendamnya,…..sekarang untuk terakhir kalinya dia harus benar-benar melupakan dan melepaskan perasaan Jongwoon untuk selamanya

 

“Aku akan melepasmu cinta bertepuk sebelah tangan ku…. Jongwoon Oppa” kata Nara sendiri, dan lagi-lagi air mata itu tidak dapat ia bendung dan mengalir begitu saja.

 

Terlihat tidak jauh dari posisi Nara duduk sekarang, ada sosok lain yang memperhatikan Nara dari tadi.Sejak ia keluar dari ruangan pernikahan itu dan ia mendengar semua perkataan Nara barusan, ada raut wajah terkejut dari wajah sosok itu sama seperti Nara dia juga meneteskan air mata, tapi tidak sebanyak Nara kini tentunya, dialah Jongwoon, seseorang yang Nara sukai, seseorang yang kini tengah menikah dengan Eonninya, dan seseorang yang juga mempunyai rasa yang sama dengan Nara, sebenarnya tadi Jongwoon melihat Nara dari tempat dia berdiri menyalami tamu….entah kenapa dia tersenyum, dan saat tahu Nara berjalan menuju pintu keluar dia mulai berfikir ,saat itu ide gila telintas di benaknya dengan alasan dia sakit perut, dia berpamitan untuk ke kamar mandi, seumur-umur dia baru berbohong kepada kedua orang tuanya di hari pernikahannya, beberapa menit yang lalu untuk ke kamar mandi, padahal mengejar Nara. Jongwoon sebenarnya ingin mengagetkan Nara seperti biasa nya, tadi sesaat Nara keluar dari ruangan itu….

 

Dengan masih berbalut jas pernikahannya dia mulai mengikuti langkah Nara, sàat Nara berjalan sesaat tadi Jongwoon sempat berfikir ‘ada apa dengan gadis ini…kenapa buru buru sekali’ lalu bermaksud iseng dengan menelfonnya, keterkejutan Jongwoon berawal saat gadis itu berbohong tentang keberadaannya.

 

“Padahal dia masih dijalanan..kenapa bilang sudah dirumah” kata Jongwoon dalam hati,

Sesaat setelah dapat telfon itu Nara berlari dan Jongwoon pun tahu…dan dia ikut berlari dan Nara tidak menyadari bahwa dari tadi ada seseorang yang mengikutinya. Sebenarnya Jongwoon ingin meneriakinya tadi, tapi tiba-tiba ia urungkan niatnya itu karena tiba- tiba Nara berjalan pelan dan terduduk di jalan sambil mendengar ocehan hati gadis itu dan keterkejutannya tidak sampai di situ tiba tiba dadanya serasa sesak dan matanya serasa panas saat namanya di sebut-sebut oleh Nara, karena perasaan Nara hari ini sama seperti Jongwoon. Jongwoon sangat tahu bagaimana perasaan itu muncul sejak satu bulan yang lalu tepatnya satu bulan yang lalu, saat ia bolak balik ke rumah Nara setiap hari untuk merencanakan pernikahannya dengan Hara, perlahan ia mulai mengetahui perasaan itu muncul, saat ia melihat Nara tertawa dengan Hara, saat Nara tertawa dengan kedua orang tuanya bahkan saat Nara serius diam belajar , Jongwoon merasakan jantungnya berdetak dengan kencang saat melihat Nara saat itu, tapi Jongwoon menyangkalnya dan mulai menepis perasaan itu dari benaknya.

 

Saat ini Jongwoon benar-benar tahu perasaannya sendiri juga perasaan Nara. Cinta yang dianggap Nara bertepuk sebelah tangan pada kenyataannya tidak benar-benar bertepuk sebelah tangan, hanya saja mereka Jongwoon dan Nara sama-sama tidak mengetahui perasaan masing masing

 

Hari ini Jongwoon menyadari perasaannya, perasaan saat ia mulai berpacaran dengan Hara…sekilas bayangan-bayangan saat ia sedang bersama Hara muncul di kepalanya……..sama seperti keadaan Nara Jongwoon juga mulai memegang dadanya. Dia ingat kenapa alasan ia berpacaran dengan Hara bukan karena statusnya single dan tidak ingin di katai jomblo teman-temannya, bukan karena ia cinta dengan Hara, hanya saja ia merasa nyaman saat di dekat Hara. Saat ia mulai menyatakan cinta dan berpacaran dengan Hara tidak pernah jantungnya berdetak dengan kencang seperti saat ia rasakan terhadap Nara, satu alasan yang ia ketahui hari ini kenapa ia ingin berpacaran dengan Hara, karena ia ingin melihat Nara setiap hari,karena ia ingin menjahili Nara setiap hari, karena ia ingin melihat senyum Nara tiap hari .

 

Tapi penyesalan itu datang terlambat…….tidak mungkin ia mengatakan kepada Nara bahwa ia sudah jatuh cinta pada gadis itu kini, tidak mungkin ia menceraikan Hara yang berstatus menjadi istri sah nya beberapa jam lalu. Jongwoon memang bodoh untuk menyadari perasaannya sama bodohnya dengan Nara yang memendam persaannya. Jongwoon dan Nara sama sama menyadari tidak mungkin waktu kembali lagi untuk mengulang keadaan kini.

Jongwoon yang kini melihat Nara, sebenarnya ingin sekali mendekati gadis itu setidaknya untuk menenangkannya , ingin sekali ia mengusap air mata yang jatuh di pipi gadis itu kini .Tapi apalah daya semua sudah terjadi Jongwoon sudah menjadi milik Eonni nya. Jongwoon tidak bisa melakukan keinginan hatinya kini,perlahan Jongwoon mulai pergi dari tempatnya berdiri sebelum Nara menyadari bahwa dari tadi ada yang mengikutinya, dan terlihat kini Nara masih terlihat menangis dan Jongwoon berjalan pelan menjauh dari Nara untuk kembali ke acara pernikahannya

 

-THE END-

*Penulis Nuch Nuci

 

2 Comments (+add yours?)

  1. mayank
    Apr 25, 2016 @ 11:09:41

    Yah xesek thor bacanya, ternyata mereka saling menyukai tapi terlambat menyadari, jadi deh saling pendam perasaan masing2. Kapan versi B nih thor 😁. Di tunggu yah thor fighting 😁👌

    Reply

  2. Monika sbr
    Apr 27, 2016 @ 19:49:40

    Yaah…. Seharusnya berani jongwoon ngungkapin perasaanya ke nara, malah simpan sendiri.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: