Up To You

originalnn

Title: Up To You

Author: Sophie Maya

Main Cast: Lee Dong Hae, Song Ji Hyo (OC)

Genre: Romance (-_-)

Length: Ficlet

Rating: PG-13

Note: Pernah dipulish di blog pribadi author: www.sophiemorore.wordpress.com

.

.

.

***

Lee Dong Hae adalah pemuda yang payah membuat keputusan.

Aku sudah tahu itu,

Dari dulu-dulu,

Sebelum negara api menyerang

Sebelum Katara bertemu Avatar

Sebelum Avatar beku di bongkahan es

Sebelum,

Ah sudahlah,

Aku sedang menyaksikan brosur iklan restoran steak kenapa yang kubahas malah Avatar berkepala pelontos?

“Jadi, Sayang, kita mau makan siang di mana?” tanyaku sambil mengibas-ngibaskan brosur di tangan. “Aldante buka cabang dekat sini. Mau coba?”

“Terserah.”

Dong Hae melirik ke arahku, tersenyum manis, dan balik fokus pada jalanan di depan.

Aku melirik lengan Dong Hae, kebiasaan yang sering kulakukan kalau mulai muak melihat wajah-selalu-tersenyum-menyebalkan khas nya.

“Kalau bosan dengan Aldante, kita bisa coba makan steak di O’steak,” kataku pada lengan Dong Hae.

“Terserah.”

Dong Hae melirikku lagi, agak mengernyit, dan bibirnya mengerucut. “Kau bicara dengan lenganku?”

“Iya.” Aku menengadahkan kepala. “Kecuali kalau kau mau bicara padaku selain kata ‘terserah’.” Kusindir dirinya dengan terang-terangan. Berharap dirinya akan sadar wajah tampan itu tak akan lebih enak dipandang dibanding lengan berotot, kalau hanya dipakai buat senyam-senyum bodoh saja.

Aku benci kata ‘terserah’.

Sungguh, benci sekali.

Kata itu terdengar feminin

Kata itu terdengar lemah, melambai, gemulai.

Kata itu keperempuan-perempuanan

Kata itu tak pernah kuharap keluar dari bibir Lee Dong Hae,

Yang jenis kelaminnya lelaki

Yang anehnya, selalu menyebut kata itu, layaknya sudah lupa kodratnya sebagai lelaki.

Oh, apa perlu kuingatkan saja?

Kali saja… dia beneran lupa

“Sayang, kau punya penis, kan?” tanyaku mendadak.

Dong Hae tersedak, nyaris menabrak pantat mobil di depan, dan buru-buru menginjak pedal rem.

Ckittt!

Mobil kami berhenti di tengah jalan.

“A-apa?!” dia agak gugup.

Aku mengernyit curiga. Kenapa dia gugup? Apa dia menyembunyikan sesuatu? Apa dia… “Jadi selama ini kau punya vagina, bukannya penis?”

“Kau… hei…” Dong Hae melongo. “Kau ini bicara apa sih, Ji Hyo?”

“Aku cuma ingin bilang, aku tidak suka kau mengatakan kata ‘terserah’ lagi.”

“Kenapa sampai bawa-bawa penis segala, Sayang? Apa hubungannya?”

“Entahlah, mungkin mereka saudara sepupu.”

“Astaga, Sayangku…”

Aku mengetuk-ngetuk jendela dengan ujung kuku. “Aku hanya ingin memastikan apa kau ini lelaki atau perempuan, soalnya ucapanmu selalu gemulai begitu. Terutama dengan kata ‘terserah’ yang sering kau ucapkan itu. Tiap aku bertanya, tiap aku minta kau memutuskan sesuatu, selalu kata itu yang keluar. Seolah-olah kau tak punya pendirian. Aku kan jadi curiga…”

Dong Hae menjalankan mobil lagi, setelah dia menghela napas berkali-kali. “Baiklah, kau memangnya mau aku jawab apa?”

“Jawab apa saja, asal jangan kata itu. Jangan kata yang lembek begitu, yang maskulin-lah. Tunjukkan kalau kau ini lelaki, bukan perempuan. Aku tidak mau jadi lesbi. Aku tidak mau pacaran dengan perempuan, atau pacaran dengan lelaki yang hatinya kayak perempuan.”

Dong Hae menghela napas lagi, kali ini lebih keras. “Baik. Fine. Aku tidak akan jawab pertanyaanmu dengan kata ‘terserah’ lagi.”

Aku menjentikkan jari. “Asyik.”

“Tapi janji, jika aku menjawab selain kata ‘terserah’, kau akan berhenti menatap lengan ku? Aku tidak mau punya ide gila untuk memindahkan mata dan mulutku ke lengan karena kau terus-terusan bicara sambil menatapnya.”

“Oke.” Aku tersenyum lebar. Kukibas-kibaskan lagi brosur iklan di tanganku. “Jadi, Sayang… siang ini kita mau makan di mana?”

Dong Hae diam sebentar.

Aku menunggu dengan berdebar-debar.

Ayo… katakan sesuatu selain kata ‘terserah’… katakan sesuatu selain kata ‘terserah’…

“Suka-suka kamu, Sayang.”

Gubrak!

“YAAAA!!! LEE DONG HAE!!!!”

Aku langsung menjitaknya gemas. Dong Hae berusaha menghindar, dia terkekeh-kekeh. Dan memasang wajah sok imut,

sengaja sepertinya.

Ingin membuatku mual dan muntah darah.

Sepertinya masih akan lama untuk membuat Dong Hae bisa memutuskan segala sesuatu dalam hubungan kami.

Masih lama dia lupa akan kodratnya sebagai lelaki maskulin.

Masih akan lama…

Sangat lama…

Oh…

Apa aku pergi saja ke jaman Avatar?

Minta ikut dibekukan di balok es.

Ide brilian.

.

.

.

.

.

“Serius nih, Sayangku…, kita mau makan siang di mana?”

“Di Kantor Catatan Sipil gimana? Sekalian nikah…”

.

.

.

.

.

 

END

 

 

4 Comments (+add yours?)

  1. vivinmutiawati
    Apr 27, 2016 @ 12:46:08

    hahahahahahahahahahahahahahaahahhahahahaha sumpah baca nya sampe sakit perut , lucu !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Reply

  2. punyaharkina
    Apr 27, 2016 @ 13:58:07

    astagah!!! sini gue aja yg ajal donghae makan kalau gt!! di catatan sipil. sekalian nikah(in sahabatnya) hahahahahahaa!!! ><

    Reply

  3. dyahCKHCSW
    Apr 27, 2016 @ 21:13:13

    Terserah donghae mw bilang aphhh lol

    Reply

  4. Monika sbr
    Apr 28, 2016 @ 17:19:19

    Ahahahaa…. Bener tuh kata donghae, kekantor catatan sipil biar langsung nikah ajaa…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: