I Love You

donghae

Nama                           : Jiyeon Choi

Judul                           : I Love You

Tag (Tokoh/cast)        : Lee Donghae, Shin Nayoung

Genre                          : Romance, Familly

Rating                          : PG-15

Lenght                         : Oneshot

Author Notes              : FF ini dibuat ketika saya sedang dilanda kebaperan karena merindukan Abang Ikan. Jangan muntah karena kata-kata lebay yang saya tulis. Kritik dan saran sangat diharapkan. Selamat membaca J

 

I Love You

oOo

            Pada suatu pagi, seorang gadis masih setia menyelami mimpi indahnya. Tak ia hiraukan suara merdu burung-burung yang berkicauan di luar. Bahkan suara alarm yang tepat berada di samping kepalanya pun ia abaikan. Hingga akhirnya, suara dering telepon yang bernada sambung lagu dari boyband favoritnya mengusik tidurnya. Dengan mata terpejam ia mengambil handphone yang berada di nakas samping tempat tidurnya.

“Sayang, kenapa belum datang?”, kata seseorang di seberang sana.

“Ini siapa ?”, sahut Jessica yang masih belum sepenuhnya sadar.

“Astaga, jangan bilang kau masih di tempat tidur.”

“Memang iya, kenapa ?”

“Naya~, hari ini kita ada janji keluar Sayang”, terdengar suara yang mulai sedikit marah disana.

“Oh my god, Lee Donghae. Aku lupa.”

oOo

Setelah menutup teleponnya, Nayoung segera bergegas menuju kamar mandi. Entah ia benar-benar mandi atau hanya mencuci muka saja. Yang jelas ia sudah ada di hadapan pria tampan bernama Lee Donghae. Dua puluh menit lamanya mereka hanya diam tanpa kata. Si gadis dengan tatapan memelasnya. Dan si pria dengan tatapan tajamnya.

“Ayolah, aku minta maaf. Sudah kan ?”, ujar Nayoung.

“Aku menunggu disini sudah satu jam. Satu jam !!”, balas Donghae geram.

“Aku bilang aku lupa Lee”

“Sudahlah, aku mau pulang”, Donghae beranjak dari tempat duduknya. Sedangkan Nayoung hanya menghela nafas pasrah.

“Aku ikut ke rumahmu Lee”

oOo

Shin Nayoung, seorang gadis beruntung yang berasal dari keluarga konglomerat. Ayahnya adalah seorang direktur perusahaan properti ternama di Korea Selatan. Ia mempunyai adik bernama Shin Nana. Sejak kecil, apa yang ia inginkan langsung ada di depan mata. Namun itu semua tak membuatnya menjadi gadis manja. Sejak lulus sekolah menengah, ia mencoba hidup mandiri dengan tinggal di apartemennya sendiri. Meskipun apartement itu merupakan pemberian dari neneknya, tapi untuk mencukupi sandang dan pangannya, ia mencoba untuk bekerja paruh waktu disebuah kafe.

Lee Donghae tak jauh beda dengan Nayoung. Direktur muda ini adalah anak dari seorang konglomerat yang disegani di Korea Selatan. Dengan otak cemerlangnya, ia membuat perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang properti berhasil mengarungi Benua Eropa.

Pertemuan Donghae dan Nayoung berawal dari Donghae yang sering berkunjung ke kafe tempat Nayoung bekerja. Donghae yang selalu berwajah dingin ketika mendatangi kafe itu, membuat Nayoung sedikit risih. Tak sedikit yang mengagumi ketampanan Dongahe. Tapi karena wajah dinginnya itu, banyak juga wanita yang tak menyukainya. Hingga akhirnya Nayoung memberanikan diri bertanya kepada lelaki es itu.

“Permisi, apakah Anda ada masalah ? Anda selalu terlihat murung jika berkunjung kesini”, tanya Nayoung sambil meletakkan minuman yang dipesan Donghae.

“Hanya sedikit di perusahaan”, jawab Donghae dengan memperlihatkan sedikit senyumnya yang mengakibatkan gagal jantung pada Nayoung. Karena ayahnya yang sering memceritakan tentang masalah di perusahaannya, Nayoung sedikit mengerti apa yang dialami Donghae. Dari situlah mereka menjadi seperti ini.

“Lee, buka pintunya !!”, teriak Nayoung diluar pintu kamar Donghae. Setelah keluar dari kafe tadi, Donghae memutuskan untuk pulang ke rumah pribadinya. Dan dengan tidak berperikemanusiaanya, ia meninggalkan Nayoung meski gadis itu sudah bilang ia ingin ikut. Nayoung akhirnya pergi ke rumah Donghae dengan menaiki taksi. Ketika sudah sampai, ia langsung menuju kamar Donghae yang ternyata dikunci dari dalam oleh pemiliknya. Jangan heran jika Nayoung tahu seluk beluk rumah megah ini. Faktanya, ini seperti rumah ketiga baginya.

“Aku akan menuruti apa yang kau katakan Lee. Aku janji tidak mengulanginya lagi”, Nayoung masih bertahan di depan pintu kamar Donghae. Selang beberapa menit, akhirnya pintu berwarna putih dibuka oleh pemiliknya.

“Lee, maafkan aku”, Nayoung langsung berhambur memeluk Donghae yang hanya memakai celana training dan bertelanjang dada. Ini juga sudah sering mereka lakukan, jadi jangan heran.

“Dimaafkan, Sayang”, sahut Donghae sambil mengelus rambut halus Nayoung. Sesekali ia juga mencium puncak kepala gadis cantik itu. “Aku lapar, Sayang”

Dua mangkok ramen sudah tertata diatas meja makan. Dua orang manusia juga sudah menduduki kursi yang ada didekat meja.

“Kenapa hanya ada ramen didapurmu ?”

“Benarkah ? Ah, aku lupa menyuruh ahjumma beli bahan makanan, Sayang”, bela Donghae.

“Jangan membohongiku Lee. Ahjumma seharusnya datang kemarin sore. Dan kemarin tanggal merah Lee, kau tidak pergi ke kantormu. Dan kau juga tidak keluar dari rumah Lee”

“Kata siapa aku tidak keluar ?”, Donghae bertanya dengan memainkan kedua alis tebalnya.

“Kau keluar dengan siapa Lee ?” tanya Nayoung sedikit memburu. Katakan saja gadis ini tengah cemburu.

“Tidak penting, Sayang. Ayo dimakan”

oOo

Sejak kejadian itu, hubungan Donghae dan Nayoung sedikit merenggang. Meskipun hubungan mereka hanya pertemanan, tidak mungkin tidak ada sedikit perasaan yang timbul diantara mereka. Tiga tahun bersama, membuat mereka mengenal satu sama lain. Bahkan tidur satu ranjang pun mereka pernah lakoni. Hanya tidur, tidak lebih. Dan Donghae yang selalu memanggil Jessica dengan sebutan ‘Sayang’, meski Nayoung senang dengan panggilan itu, tak jarang ia juga bimbang dengan apa arti dirinya untuk Donghae.

“Eonni, Donghae Oppa diluar”, seru Nana dari luar kamarnya. Saat ini Nayoung memang memilih tinggal bersama orang tuanya sementara waktu untuk menghindari Lee Donghae. Tapi pria itu dengan keberanian tinggi mendatangi kediaman orang tuanya.

Ia menuruni tangga dengan langkah sedikit pelan. Menormalkan detak jantungnya yang tiba-tiba tak beraturan. Di ruang tamu, terlihat ayahnya yang berbincang dengan pria yang ia anggap menyebalkan itu. Oh, kenapa ketampanan pria itu semakin bertambah saja. Batin Nayoung.

“Nayoung”, panggil Donghae. Mana panggilan Sayangmu Lee. Nayoung tersenyum miris. Ia segera mengambil tempat duduk disamping ayahnya, berseberangan dengan Donghae.

“Aku tinggal dulu. Kalian bicara baik-baik”, ayah Nayoung pergi meninggalkan dua anak manusia ini. Sekali melihat saja, pria paruh baya itu tahu apa yang putrinya rasakan. Orang jatuh cinta selalu mudah ditebak bukan.

“Ada perlu apa Lee?”, tanya Nayoung.

“Kau kemana saja ? Nomormu juga tidak aktif. Dan lihat ini, kau bahkan tidak menanyakan kabarku”

“Aku dirumah Lee. Aku sibuk, ini tahun terakhirku. Kau tahu itu. Dan aku lihat, kau baik-baik saja” Tidak mungkin ia mengatakan bahwa beberapa hari ini ia menghindari pria tampan ini.

“Kau benar-benar sibuk ?” tanya Donghae yang mendapat anggukan dari Nayoung.”Hubungi aku jika ada waktu, aku pulang dulu”.

oOo

Satu bulan berlalu, hubungan Donghae dan Nayoung semakin merenggang. Donghae yang masih menunggu kabar dari Nayoung. Dan Nayoung yang masih bingung dengan perasaannya. Hingga suatu hari ia menelpon Donghae untuk mengatakan bahwa ia tidak sibuk. Tanpa ia duga, panggilan itu diangkat oleh seorang gadis yang berkata bahwa telepon Donghae tertinggal di apartementnya. Dan tiba disaat Donghae meneleponnya, ia ragu untuk menerima atau menolak panggilan tersebut.

“Hallo Lee”, ucap Nayoung.

“Kau masih sibuk ? Ini sudah satu bulan”

“Aku tidak sibuk Lee”

“Kenapa tidak menghubungiku ?”

“Aku lupa”

“Sudahlah, jam 7 malam nanti aku kerumahmu. Gunakan gaun yang cantik, oke ?Kita akan makan malam di restoran mahal, kkk”

Dengan perasaan tidak menentu, Nayoung pun segera memilih baju yang akan ia pakai. Ditengah kegiatan itu, ia berpikir tentang apa yang akan dilakukan Donghae nanti.

“Apa mungkin dia akan mengenalkan gadis itu sebagai kekasihnya atau malah calon istrinya ?” Nayoung segera menggelengkan kepala dengan apa yang ada dipikirannya. “Jangan merusak suasana Nayoung. Cukup tampil cantik saja, oke”

Jam sudah menunjukka pukul setengah tujuh. Nayoung yang kini tengah mengenakan gaun selutut dengan bagian belakang yang terbuka memperlihatkan punggung indahnya. Rambut panjang yang biasanya ia gerai, kini ia sanggul keatas.

“Menunggu pangeran, eoh ?”, goda Nana.

“Diam kau”, sahut Nayoung ketus. Saat ini, sudah jam tujuh lewat sepuluh menit. Tapi Donghae, si pria tampan itu belum menampakkan batang hidungnya. Padahal pria itu tak pernah terlambat sedetik pun. Bahkan biasanya, ia datang mendahului waktu yang telah ditetapkan.

“Putriku cantik sekali. Akan pergi kencan, eoh ?” kini ganti sang ayah yang menggodanya. Belum sempat ia menjawab, sebuah mobil sedan putih tiba di halaman depan rumahnya. Sosok yang ia tunggu pun keluar dari mobil itu.

“Annyeonghaseyo Ahjussi. Hay Nana.”, sapa Donghae. Entah sengaja atau tidak, ia tidak meyapa gadis cantik yang sejak tadi menunggunya.

“Donghae, cepat ajak dia keluar. Atmosfer disini semakin mencekam”, canda ayah Nayoung.

“Oppa, cepat pergi. Sedetik saja Oppa terlambat, kakakku yang cantik akan menghancurkan seisi rumah”, tambah Nana. Nayoung hanya menggeram tertahan, sedangkan Donghae hanya tersenyum menanggapinya.

“Baiklah Ahjussi. Aku mengerti keadaanmu, Nana. Aku juga tak ingin kalian membangun rumah semegah ini lagi. Pasti membutuhkan uang yang banyak bukan ? Kami pergi dulu. Nayoung, ayo”, Donghae segera menarik tangan Nayoung yang lagi-lagi membuat kinerja jantung Nayoung semakin tak beraturan.

Didalam mobil, Nayoung hanya memandang kearah jendela disampingnya. Hari ini malam minggu, pantas jika banyak muda mudi yang menghabiskan waktu bersama.

“Aku lebih menarik daripada yang diluar sana, Sayang”, ucap Donghae.

“Aku merindukan panggilan itu Lee”, balas Nayoung.

Mobil Donghae sudah terpakir cantik didepan restaurant bergaya Eropa. Mereka segera turun dan menempati meja yang sudah dipesan Dongahe jauh-jauh hari. Meja itu terletak di sudut ruangan dengan jendela tanpa kaca yang memperlihatkan pemandangan kota Seoul yang indah. Nayoung yang memakai gaun punggung terbuka, tampak sedikit kedinginan. Bukan sedikit, gadis itu memang kedinginan sejak tadi.

“Kenapa memakai gaun seperti itu ?”, tanya Donghae sembari melepas jasnya dan berdiri menghampiri Jessica. Ia menyampirkan jas itu pada tubuh ramping Nayoung. Donghae sedikit menelan ludah melihat punggung putih mulus yang ada dihadapannya. ‘Jangan jadi pria brengsek Lee Donghae’. Donghae segera kembali ketempat duduknya secepat mungkin. Semakin lama ia disana, semakin kotor otak cerdasnya.

“Hanya ingin Lee”

“Tapi akhirnya kau kedinginan bukan ?”

Seorang pelayan mendekati Nayoung, meletakkan pudding cokelat didepannya. Nayoung hanya memandang bingung pudding itu. Ia merasa tidak memesan pudding cantik itu. Ia melihat keaarah Donghae yang tampak tidak mau tahu.

“Silahkan dinikmati, Nona”, ucap pelayan itu sambil membungkuk kemudian pergi meninggalkan mereka.

“Pelayan bilang, puddingmu itu harus dimakan, Sayang” Nayoung pun memakan pudding itu dengan sedikit hati-hati.

“Pelayan itu tidak mugkin meracunimu. Tidak ada sianida disitu” kata Donghae lagi. Karena merasa diejek, Nayoung pun memakan pudding cokelat itu sedikit terburu. Hingga disuapan terakhir, ia menemukan sebuah material kecil berbentuk bundar. Itu cincin.

“Lee, ini apa ?” Belum selesai rasa terkejutnya, terdengar alunan merdu dari sebuah panggung kecil di resaturan mewah itu. Tampak seorang pria yang tengah memainkan sebuah piano. Ia sangat mengenal pria itu. Ya, pria itu yang membawanya kemari.

Sebuah lagu Marry You dari boyband favoritnya keluar dari suara merdu pria itu. Nayoung menyaksikan pertunjukan itu hampir tanpa berkedip sambil terus menggenggam cincin yang terdapat dalam pudding tadi. Begitu lagu selesai, Donghae langsung menghampiri Nayoung. Dengan posisi berlutut, ia mengambil cincin yang dipegang Nayoung. Ia memakaikan cincin itu di jari kelingking kiri milik Nayoung.

“Aku tidak menerima penolakan, Sayang”, kata Donghae sambil mencium tangan Nayoung. Setelah itu, ia kembali ketempat dudukanya dengan Nayoung yang masih linglung dengan apa yang terjadi.

“Apa maksudmu Lee ?”

“Satu bulan lagi kita menikah, Sayang. Aku sudah mengatakan ini dengan Ayahmu”, jawab Donghae sambil memakan steak yang tadi dipesannya.

“Bagaimana dengan dia ?”

“Dia siapa lagi?”

“Dia -apartement. Ponselmu ..”, Nayoung mengatakannya dengan putus-putus.

“Jangan bilang kau berpikir aku menjalin hubungan dengan dia !” Nayoung hanya menunduk. “Astaga, kalau bukan dia, tidak ada hari ini, Sayang. Dia yang mengajariku semua ini”, jelas Donghae.

“Kau serius Lee ?”

“Dia Kwon Yuri. Kau bisa tanyakan sekarang”, tegas Donghae sembari menyerahkan ponselnya.

“Aku percaya padamu Lee” ucap Nayoung dengan senyum kepada Donghae.

“Jangan tersenyum seperti itu, Sayang. Itu membuatku semakin mencintaimu”

“Lee – kau ?”

“Aku mencintaimu. Mari menikah Shin Nayoung”

 

END

 

 

 

 

 

6 Comments (+add yours?)

  1. Hwang Risma
    Apr 28, 2016 @ 14:24:24

    Mmmm donghaee baru temen aja panggilannya udah sayang ke nayoung kekeke 😀 tapi ini sweet aku suka ceritanya^^~

    Reply

  2. riskakyuu
    Apr 28, 2016 @ 17:25:01

    So sweet… tapi ada beberapa kalimat salah nama… nayoung jadi jessica…

    Reply

  3. keunin
    Apr 28, 2016 @ 20:13:40

    bagus ceritanya, cuma penulisannya masih kurang rapih jadi bikin bingung sedikit. harusnya saat ada flasback ditulis kapan flasback biar gak kecampur. semangat buat cerita selanjutnya semoga semakin rapih🙂

    Reply

  4. dyahCKHCSW
    Apr 30, 2016 @ 17:31:20

    So sweetttt…..

    Reply

  5. Teuk_q
    Jul 07, 2016 @ 23:34:44

    Jessica ato Nayoung????

    Reply

  6. josephine azalia
    Sep 28, 2016 @ 21:47:18

    ini nayoung ato jessicaaaaa??????

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: