My Sun [3-END]

tumblr_nvwabg3lNm1tlve8wo1_500

Judul   : My Sun

Author : brown maple

Cast   : Cho Kyuhyun, Song Hyerin, Cho Jihoon, Jung Soojung

Genre : Romance, sad, complicated

Length : Threeshoot

###

 

Heechul terkejut melihat ruang kerja kyuhyun yang luar biasa berantakan, pasalnya ia baru saja masuk ke dalam ruang kerja kyuhyun untuk menyerahkan laporan proyek lapangan di jeju dan ruangan sudah mengenaskan seperti sekarang ini.

 

“Argghh!! Cho jihoon brengsek!! Teganya kalian melakukan semua ini padaku!” Geram kyuhyun sambil membuang barang apapun di sekitarnya.

 

“Astaga cho kyuhyun! Apa yang terjadi? Apa masalahmu huh?” heechul berlari menghampiri kyuhyun yang kini mau membanting telephone kantor lalu menahannya.

 

“Lepaskan aku hyung!” kyuhyun memberontak ketika heechul memegang pergelangan tangannya kuat.

 

Heechul mengambil telephon itu dan mengembalikannya ke tempat semula. Ia tidak habis pikir apa yang sudah dialami oleh kyuhyun, ia sama sekali tidak menceritakan apapun pada heechul. “YA!! Dengarkan aku! Kita bisa selesaikan masalahmu bersama-sama” ucap heechul menenangkan kyuhyun. Heeehul memeluk kyuhyun, bagaimanapun ia sudah menganggap kyuhyun seperti adiknya sendiri.

 

“Sakit hyung” kyuhyun menenggelamkan kepalanya di bahu heechul dengan air mata yang mengalir di pipinya. Air mata kedua yang keluar selain untuk menangisi mendiang ibunya.

 

“Tenanglah dongsaeng”

 

###

 

Kyuhyun masih betah berlama-lama di club setelah dua jam berlalu ia lalui bersama heechul. Ia menceritakan semua kejadian yang menimpanya pada heechul. Perasaannya sedikit lega sekarang, entah apa yang terjadi jika ia kembali ke rumah nanti, seperti biasa melihat jihoon membuatnya naik pitam.

 

“Kyu..aku pulang duluan ya? Aku harus menjemput my love ahrin, ini sudah jam 10.”

 

“Ne..hati-hati di jalan hyung. Jaga ahrin mu dengan baik, jangan sampai jung soo hyung mengambilnya dari sisimu”

 

“Ish bocah ini, jangan samakan kisah cintaku dengan kisahmu. Kau ini jahat sekali pada jihoon, kau tidak memercayainya. Kau harus mendengarkan perkataanku tadi. Ingat, jihoon adik kandungmu tidak mungkin menghianatimu” decak heechul kesal.

 

Kyuhyun memutar kedua bola matanya, lagi-lagi heechul mengatakan hal yang sama. Apa kurang cukup bukti di mulai dari mereka yang chek in di hotel lalu hyerin yang mual-mual tadi pagi. “Kandung atau bukan semua bisa saja terjadi hyung, apalagi bersangkutan dengan perasaan” jelas kyuhyun sinis.

 

“Dasar keras kepala, hah!! Rasanya percuma memberimu saran ini itu. Sudah, aku pergi dulu”

 

Sepeninggal heechul kyuhyun hanya diam, terlarut menyesap wine pesanannya yang tinggal setengah. Beberapa wanita malam menghampiri kyuhyun, mencoba peruntungan untuk menggoda pria itu, namun nihil. Semua dicampakkan olehnya. Kyuhyun masih sibuk mencari cara agar ia sedikit bisa bernaas lega dari semua permasalahan ini.

 

###

 

Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, namun kyuhyun belum juga pulang. Sedangkan di rumah jihoon duduk manis menonton tv dengan tiga gelas kopi berjejer yang isinya sudah tandas. Hal itu sengaja jihoon lakukan untuk menunggu kakaknya pulang.

 

Jihoon berjalan ke dapur untuk membuat kopi dengan gelas keempatnya, kali ini ia menambahkan ramyun sebagai temannya begadang. Dengan telaten jihoon memotong bakso dan sosis sebagai tambahan ramyunnya. Setelah air rebusannya mendidih ia memasukkan semua bahan-bahan kedalam panci mie termasuk bakso dan sosis yang sudah ia potong.

 

Ramyun sudah matang, ia membawa panci mie itu dengan kopinya ke ruang tv. Ia tak perduli makan di tengah malam bahkan dini hari karena jihoon yakin sebanyak apapun ia makan tubuhnya sama saja tidak ada perubahan, ia suka berolahraga.

 

Layaknya orang kelaparan, hanya butuh waktu tiga menit untuk jihoon menghabiskan semuanya. Bahkan saat ini jihoon sedang menenggak kuah ramyun langsung dari pancinya. Baru saja jihoon ingin kembali ke dapur untuk mengambil air putih, terdengar suara pintu terbuka. Kyuhyun sudah pulang.

 

Segera jihoon berlari menuju pintu masuk, melupakan niatnya semula untuk mengambil air putih. “Hyung.. aku harus bicara padamu”

 

Kyuhyun masih tetap enggan meladeni jihoon, “Tidak ada yang perlu dibicarakan” jawab kyuhyun ketus sambil terus melangkahkan kakinya.

 

Jihoon berjalan cepat mendahului kyuhyun kemudian menghadangnya. “Hyung kita tidak bisa seperti ini terus, aku dan noona-”

 

“Cukup!!! Lakukan apapun yang kalian suka, aku sudah tidak ada urusan dengan kalian.” kyuhyun terus berjalan menabrak bahu kiri adik semata wayangnya itu.

 

Melewati ruang tv kyuhyun menolehkan kepalanya melihat gelas-gelas bekas kopi berjejer dengan panci mie.

“Sebegitu niatkah jihoon menungguku untuk menejelaskan semuanya? Mian…” lirih kyuhyun kemudian kembali berjalan menuju kamarnya.

 

###

 

Pagi-pagi sekali jihoon terbangun karena tidurnya yang tidak nyenyak di sofa. Semalam ia ketiduran di sofa ruang tv setelah usahanya untuk meluruskan masalah lagi-lagi gagal. Jihoon membereskan gelas-gelas bekas kopi dan panci mie di hadapannya kemudian membawanya ke dapur untuk dicuci di wastafel.

 

Suara langkah kaki yang beradu dengan lantai marmer sukses membuat jihoon mengalihkan fokusnya dari cucian piringnya. “Hyung.. kau mau kemana?” tanya jihoon melihat kyuhyun membawa koper dan dua tas.

 

“Tidak penting untukmu” jawab kyuhyun. Sebenarnya ia sedikit tidak tega meninggalkan jihoon sendirian, tapi mengingat apa yang telah jihoon lakukan padanya sisi egois kyuhyun menguat.

 

“Hyung jinjja, aku serius bertanya padamu”

 

“Aku akan pergi, memberi kalian keleluasaan untuk melakukan apapun tanpa gangguanku”

 

Jihoon sangat kesal, kenapa selalu saja kyuhyun bertingkah sesukanya dan lagi-lagi kyuhyun meninggalkannya begitu saja setelah bicara. Kyuhyun terus berjalan hingga mereka sampai di garasi mobil.

 

Kyuhyun hendak membuka pintu mobilnya, “Hyung bisakah kau berhenti sebentar? Dengarkan aku dulu hyung!! Cho Kyuhyun!!” bentak jihoon geram melihat sang kakak hanya meliriknya sekilas kemudian tetap melanjutkan kegiatannya membuka pintu mobil hingga kyuhyun telah berada dalam mobil saat ini.

 

Kyuhyun menekan pedal gasnya kuat-kuat, melesat meninggalkan rumah. Mata jihoon berkaca-kaca melihat mobil kakaknya yang semakin menjauh meninggalkan rumah. Tersadar tidak bisa ia hanya menangisi keadaan saat ini, ia harus menyusul kakaknya, harus.

 

Ia berlari ke kamar mengambil kunci mobil dan ponsel di atas nakasnya kemudian kembali berlari menuju garasi tanpa berganti pakaiannya terlebih dahulu.

 

Sesampainya jihoon di bandara ia kembali berlari, mata tajamnya berkeliling mencari keberadaan kakaknya. Ia hanya berlari tanpa arah dan tujuan. ia tidak tau tujuan kyuhyun, apakah hanya keluar kota atau malah ke luar negeri. Kemudian ia teringat heechul yang mungkin bisa membantunya.

 

“Yoboseyo heechul hyung”

 

“Oo jihoon-ah, waeyo?”

 

“Kau tau kemana kyuhyun hyung pergi hari ini?”

 

“Dia bilang akan ke luar negeri kalau aku tidak salah dengar”

 

“Negara mana hyung?”

 

“Dia tidak memberitahuku jihoon-ah”

 

“Oke gomawo hyung”

 

Jihoon kembali berlari mengarahkan kaki pada perjalanan luar negeri. Ia melihat sebentar papan keberangkatan, tujuan keberangkatan ke luar negeri ada yan sudah berangkat ada pula yang baru berangkat pukul 12 siang, tinggal tujuan jerman yang akan berangkat dua menit lagi.

 

“Apa mungkin hyung akan ke jerman?” batin jihoon.

 

###

 

The number you are calling is not active, please-

 

Jihoon langsung mematikan panggilannya begitu suara operator yang menyapanya, “Aish ponselnya tidak aktif. Ini pukul 1 dini hari di korea seharusnya kyuhyun sudah sampai sejak tadi, tapi mengapa ponselnya belum juga diaktifkan.”

 

Jihoon gagal menyusul kyuhyun di bandara, keamanan bandara sudah pasti di jaga ketat, kenyamanan customer yang utama. Ia tidak boleh masuk oleh keamanan bandara, membawa nama cho kyuhyun pun tak ada gunanya. Security bandara menganggapnya akan berbuat keributan yang akan mengganggu keyamanan penumpang, karena jihoon selalu memaksa masuk. Padahal ia hanya butuh bicara dengan kakaknya.

 

The number you are calling is not active, please-”

 

“Hyung, jebal.. Eomma otokhae~” lirih jihoon

 

###

 

Berlin, Germany..

 

Kyuhyun sedang menata pakaiannya ke dalam lemari. Ia memutuskan untuk mengasingkan diri di negara orang, ia butuh berpikir jernih dan sedikit hiburan. Walau begitu tanggung jawabnya sebagai pimpinan persahaannya tetap berjalan. Ia akan mulai membiasakan diri bekerja dengan jarak jauh.

 

Semua perlengkapan yang kyuhyun bawa dari seoul sudah rapi. Kyuhyun merebahkan tubuhnya di ranjang king size barunya, memejamkan matanya sesaat kemudian terbuka lagi.

 

Ia merogoh saku celananya mengambil benda persegi panjang tipis miliknya, ingin mengaktifkan kembali ponselnya, namun ia urungkan. Ingin memulai kehidupan yang baru adalah tujuannya pindah ke negara ini, maka kyuhyun pikir tidak boleh melakukannya setengah-setengah. Ia juga harus mengganti nomor ponselnya dan hanya orang tertentu yang akan ia beri nomor barunya, yup harus!!

 

Jam menunjukkan pukul 9 malam waktu jerman, kyuhyun sudah rapi dengan pakaian casualnya dan rambut semi basah sehabis keramas. Ia bersiap menyambangi sebuah restauran untuk makan malamnya kemudian ke supermarket membeli beberapa bahan makanan untuk mengisi kulkasnya. Walaupun ia tidak terlalu pandai memasak, tapi hasil masakannya masih dikatakan layak makan, biasanya ia hanya tinggal makan masakan hyerin atau jihoon di rumah tapi sekarang ia sendir bukan? Aish!! Kenapa nama dua orang itu kembali ada di otak kyuhyun.

 

Pagi pertama kyuhyun di jerman ia mulai harinya dengan bersandar di sofa ruang santai di temani secangkir teh hangat. Tangannya memegang tab yang menampilkan laporan grafik pembangunan, juga laporan proyek baru yang perlu di acc. Mata besar kyuhyun membaca semua laporan dengan detil memancarkan kharisma kyuhyun yang semakin terlihat keren? walaupun ia hanya berpakaian santai dengan kaki selonjornya memenuhi sofa putih panjang itu.

 

“Tuan, ini sarapan anda”

 

“Gomawo.. bibi han bisa beristirahat sekarang”

Yup..kyuhyun mempekerjakan orang korea sebelumnya untuk merawat rumah ini yaitu bibi han. Jadi selama ia di jerman segala keperluannya dibantu oleh bibi han. Entahlah, kyuhyun hanya merasa nyaman jika asisten rumah tangganya berasal dari bangsa yang sama.

 

“Gamsahamnida tuan” bibi han berlalu meninggalkan kyuhyun bersama sandwichnya.

.

.

.

Hari mulai malam, menunjukkan pukul 7. Kyuhyun bersiap dengan setelan kantorannya. Ia ada janji temu dengan seseorang di rumahnya ini. Walaupun di rumah sendiri, pertemuannya kali ini bisa di anggap pertemuan menyangkut bisnis.

 

Ting Tong!!

 

Kyuhyun beranjak dari sofa membuka pintu cepat, tidak mau menunggu tamunya menunggu lama.

 

“Siwon hyung!!” meyambut pria bernama siwon dengan pelukan.

 

“Cho kyuhyun lama tidak berjumpa eoh” ujar siwon membalas pelukan kyuhyun dengan menepuk-nepuk punggung kyuhyun kuat. Mendengar keberadaan kyuhyun yang sedang berada di jerman membuat siwon tak sabar ingin saling bertukar cerita.

 

Kyuhyun melepaskan pelukannya, mempersilahkan kakak tingkatnya dulu ketika di universitas untuk masuk, “Kajja hyung, mari masuk”

 

Decak kagum menyertai siwon ketika baru saja melangkahkan kakinya ke dalam, “Woaahh.. Interior yang keren cho!! it’s really your style, man!!”

 

“Hahaha tentu saja. Silahkan duduk hyung, kau mau minum apa”

 

“Kau punya orange juice?”

 

“Apa yang tidak ku miliki?”

 

“Ish.. tingkahmu masih menyebalkan eoh?”

Kyuhyun meninggalkan siwon untuk mengambil minuman di kulkas, kemudian kembali dengan gelas panjang.

 

“Jja.. ini diminum hyung.”

 

“Gomawo.. ahh segarnya”

 

“Jadi bagaimana hyung? Apa perusahaanmu, SWC Group jadi bekerjasama denganku?”

 

“Tentu, apa yang membuatku menolak bekerjasama denganmu?”

 

“Baiklah mari kita kenalkan projectmu pada tim ku di seoul. Aku sudah memberitahu mereka sebelumnya, kurasa mereka tengah bersiap-siap.”

 

Kyuhyun mengarahkan siwon untuk ke mengikutinya ke ruang kerja. Perbedaan waktu antara jerman dan seoul yang berjarak 16 jam, membuat pertemuan ini berlangsung malm hari di jerman.

 

Sesampainya di ruang kerja, kyuhyun mengambil posel dari sakunya, menelepon seseorang. Tangan kyuhyun tidak berhenti bekerja, sambil menelpon ia menyalakan laptopnya, ia akan rapat bersama karyawannya di seoul layaknya video call.

 

“Yoboseyo heechul hyung, kau sudah siapkan keperluan rapat semuanya? SWC Group jadi bekerja sama dengan kita”

 

“Semua sudah siap sajangnim”

 

“Baiklah, kita akan tersambung lima menit lagi”

 

TUT!! Sambungan terputus.

 

Benar saja, lima menit kemudian wajah kyuhyun dan choi siwon sudah muncul pada layar lebar di ruang rapat Cho Corp yang di tembus lampu proyektor.

 

“Selamat siang semuanya” sapa sang CEO pada seluruh karyawannya. Kyuhyun melihat seluruh karyawannya dalam keadaan fit juga bersemangat, kemudian rapat kerja sama baru antara Cho Corp dan SWC Group dimulai dan berjalan lancar.

 

Selesai rapat berlangsung, mereka (kyuhyun & siwon) kembali ke ruang tengah. Kyuhyun mengajak siwon tanding playstation, kini kedua pria dewasa itu sudah memegang stik game masing-masing.

 

“Kyu, rapat jarak jauh seperti tadi cukup menyenangkan, tapi bukankah lama-kelamaan kau akan merasa lelah dan sedikit merepotkan?” selidik siwon.

 

“Apa yang membuatmu memilih jalan seperti ini, apalagi kau bilang tidak tau kapan akan kembali ke korea” sambung siwon.

 

“Oo aku hanya butuh…suasana baru”

.

.

Lima bulan kemudian…

 

“Yoboseyo, kyu…tidak bisa kah kau kembali ke Seoul hanya untuk hari ini saja? Presdir Blaire Enterprise, Jo Young Hoon sajangnim tidak akan mau bekerjasama dengan kita jika kau tidak ada” suara heechul bagaikan rengekan anak kecil yang minta dibelikan balon pada ibunya.

 

“Bagaimana bisa begitu? Kita lakukan rapat seperti biasanya saja hyung, apa tidak bisa?”

 

“Tidak bisa!! Kalau bisa aku tidak akan memaksamu seperti ini”

 

“Aish..baiklah, aku akan pulang nanti malam. Kalau aku tidak ingat ini proyek besar, aku tidak akan pergi” gumam kyuhyun.

 

“Nah itu baru CEO yang bertanggung jawab, lagipula apa masalahmu pulang ke tanah kelahiranmu sendiri. Tidak ada yang salah, dasar pabo!”

 

“Tidak usah banyak tanya. Sudah sana bilang pada pihak Blaire Enterprise buat janji tapat pukul satu siang, aku akan mendaran pukul dua belas siang”

 

“Eiii…garang kali CEO kita ini. Baik siap laksanakan bos!! Aku akan menghubungi mereka”

 

TUT!! sambungan diputuskan sepihak oleh cho kyuhyun

 

“YA!! CHO KYUHYUN KURANG AJAR, DONGSAENG TIDAK TAU SOPAN SANTUN!!” amarah heechul meledak diseberang telepon. Padahal heechul masih ingin bertanya kabar kyuhyun di sana dan masih banyak lagi. Ia butuh tau tempat apa yang bagus di jerman untuk foto prewedding nya, heechul tertarik kesana untuk mengabadikan momen penting sekali seumur hidupnya.

.

.

At Incheon Intenational Airport

 

Kembali menghirup udara tanah kelahiran sendiri adalah yang terbaik, itu yang dirasakan kyuhyun ketika baru saja turun dari pesawat.

 

Kaki panjangnya kembali melangkah di tanah seoul setelah lima bulan menghilang, sedikit senyum tersungging di bibir kyuhyun, merasakan perasaan hangat.

 

Sampai pada lobby penjemputan yang biasanya didatangi orang-orang untuk menjemput kerabat, atau orang yang dikenal sambil membawa papan atau kertas yang berisikan nama orang yang akan di jemput atau nama si penjemput ia melihat sosok yang sangat familiar di matanya.

 

“Hai hyung..” sapa cho jihoon yang sudah lama tak menyapa pendengarannya.

 

Di dalam mobil

 

“Kau salah paham hyung” jelas jihoon dengan intens menatap mata kyuhyun.

 

“Aku baru kembali setelah sekian lama, dan kau masih membahas hal itu? Apa kau tidak bosan? Kau mau memancing amarahku?”

Kyuhyun memalingkan wajahnya melihat kesungguhan jihoon di hadapannya, ” Hah!! Apa yang membuatku salah paham? Semua terlalu jelas dimataku”

 

“Tidak hyung, akan ku jelaskan semuanya. Jebal dengarkan aku dulu hyung, sekali ini saja.”

 

“Cepatlah, aku tidak punya banyak waktu”

 

“Ikut denganku sebentar hyung”

Kyuhyun kembali menghadapkan wajahnya menatap adiknya heran. Kenapa tidak langsung jelaskan di mobil saja? Ia harus rapat pukul satu nanti.

 

“Kemana? Kau tau aku harus rapat pukul satu, sekarang pukul 12 artinya waktu kita tinggal satu jam lagi. Jangan buang-buang waktuku, rapat itu sangat penting”

 

“Kau akan tau nanti”

.

.

.

Sesampainya di tempat tujuan kyuhyun bingung bukan kepalang, untuk apa jihoon membawanya ke tempat serba putih dengan bau khas obat. Alhasil ia hanya mengekori jihoon di belakang.

“Untuk apa kau membawaku kemari?” tanya kyuhyun penasaran.

 

“…”

 

“Ya! Cho jihoon”

Jihoon tetap melangkahkan kakinya menghiraukan kicauan kakaknya yang terus bertanya.

 

Jihoon menghentikan langkahnya di depan pintu ruang inap, “Kita sudah sampai hyung, lihatlah”

 

Kyuhyun lagi-lagi mengeryitkan sebelah alisnya menatap jihoon heran, tetap tidak mengerti tujuan jihoon mengajaknya ke tempat ini, apa anak ini sedang main-main? batin kyuhyun. Meski begitu kyuhyun tetap menuruti perintah jihoon. Ia berjalan hingga tepat berada di depan pintu, melihat keadaan di dalam ruangan melalui kaca yang terdapat pada pintu, mencari-cari objek yang harus ia lihat

 

“Apa maks-” ucapan kyuhyun terputus seketika ketika ia melihat objek yang tidak asing dimatanya walaupun lima bulan terakhir tidak pernah lagi bertemu.

 

“Hyerin-ah” lirih kyuhyun.

 

Kyuhyun makin bingung oleh pemandangan yang ia lihat sekarang, kini ia yang menuntut penjelasan jihoon “Apa yang terjadi ji?”

 

“Duduklah hyung, akan ku jelaskan semuanya”.

Jihoon mengajak kyuhyun duduk di kursi tunggu yang berada di depan kamar inap, kemudian ia menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya, bersiap untuk menceritakan semuanya dengan perlahan.

 

“Kau ingat hari ketika noona menyiapkan kita sarapan dengan galbi? Keesokan harinya ia bagaikan menghilang, benar hyung?”

 

Tentu saja kyuhyun masih ingat. Apapun yang gadis itu lakukan kyuhyun selalu ingat, bagaikan ada folder tersendiri di otaknya. Folder khusus hanya untuk song hyerinnya, “Ya, aku ingat”

 

“Hari itu adalah hari yang cukup berat untuknya. Ia divonis mengidap kanker otak hyung. Stadium tiga berjalan stadium empat.” jelas jihoon sambil menatap kyuhyun sendu, menanti reaksi kakaknya.

 

“Kenapa aku bisa tau? Itu yang kau pikirkan kan hyung? Waktu itu aku melihat noona ketika baru pulang kuliah. Aku lihat noona jalan menundukkan wajahnya, ekspresinya datar cenderung menyedihkan.” sambung jihoon.

 

“Aku yang melihatnya langsung memanggil noona, mengajaknya makan ke sugar cafe. Awalnya noona menolak, tapi aku memaksanya karena aku merasa noona memiliki masalah yang ia tutupi dari kita. Sesampainya di sugar cafe aku bilang bahwa kau sangat mengkhawatirkannya karena sulit dihubungi, aku tanya apa yang terjadi sebenarnya”

 

Kyuhyun ingat ketika melihat hyerin di sugar cafe bersama jihoon dan ia sedang makan siang dengan heechul.

 

Flashback

 

At Sugar Cafe

“Noona, kau kemana saja huh? Hyung uring-uringan tidak bisa menghubungimu” cecar jihoon setelah mereka memesan menu untuk makan siang mereka.

 

Cukup tersentak dengan pertanyaan jihoon, hyerin agak deg-degan menjawabnya, “Aku tidak kemana-mana jihoon-ah. Hanya…sedang sibuk saja, ya sedang sibuk.” jawab hyerin ragu.

 

“Noona jangan berbohong, matamu tidak bisa membohongiku. Katakan noona, kau bisa membagi masalahmu dengan aku dan kyuhyun hyung.” desak jihoon.

 

Sebenarnya jihoon tidak tega mendesak hyerin, namun pancaran mata hyerin yang gelisah membuat jihoon harus tau hal apa yang sedang terjadi.

 

Tring!!

Pesan masuk

 

Melihat hyerin tersenyum saat membaca pesan yang baru saja masuk, meyakinkan jihoon pada satu hal, “Noona, dari kyuhyun hyung?” tebaknya.

 

“Hm..” jawab hyerin sambil mengetikkan pesan balasan untuk kekasihnya.

 

“Sekalian saja ceritakan masalahmu dengannya, ia sangat mengkhawatirkanmu noona”

Seketika hyerin mengalihkan fokusnya dari layar ponsel ke wajah jihoon. Menatapnya sendu.

 

“Aku tidak bisa membagi masalahku pada kalian, terlebih kyuhyun, aku tidak sanggup”

 

“Kalau kau tidak sanggup, berbagilah denganku, aku akan membantumu noona” lagi-lagi jihoon memaksa.

 

“Mian ji-aa aku tidak bisa”

 

“Noona, jebal~”

 

“Haish, baiklah..ingat jangan katakan pada kyuhyun akan hal ini kau janji?” hyerin menyodorkan jari kelingkingnya sebagai perjanjian mereka, kemudian jihoon menautkan kelingkingnya pada kelingking hyerin tanda persetujuan.

 

“Janji..” jawab jihoon mantap.

 

“Aku mengidap kanker otak stadium tiga berjalan empat dan aku baru mengetahuinya keesokan hari setelah aku menyiapkan kalian sarapan galbi, kau ingat?”

 

“Aa..aapaa?!” jihoon benar-benar shok mendengar penuturan hyerin. Kenapa nasib malang seakan tak pernah luput darinya.

 

“Hari itu kepalaku luar biasa sakit, aku memutuskan untuk ke rumah sakit karena tidak biasanya aku sakit kepala sesakit ini. Hasil pemeriksaan keluar dan aku positif mengidap penyakit itu. Aku memang sering sakit kepala tapi aku abaikan, kupikir hanya sakit kepala biasa karena pekerjaanku yang menumpuk dan lembur.”

 

“Kenapa kau memilih memendam ini semua sendirian? Noona..maaf sebelumnya, kau sebatang kara, walau begitu saat ini kau memiliki hyung dan aku di sini noona, jadi berbagilah dengan kami dan kami akan bersama-sama menjagamu”

 

“Itu yang tidak kuinginkan. Terlebih kyuhyun, dia akan sangat khawatir. Aku tidak mau pekerjaannya terganggu karena mengurusiku. Banyak karyawan yang menggatungkan hidupnya pada cho kyuhyun. Lagipula aku bukan siapa-siapa, aku hanya gadis beruntung yang dicintai kakakmu. Aku tidak boleh merepotkan kalian, biar aku yang merasakannya sendiri dan aku hanya butuh mengadu pada Tuhan”

Flashbck End

 

“Begitulah hyung tentang apa yang sebenarnya terjadi pada noona.”

Jihoon menatap langit-langit rumah sakit, menyandarkan kepalanya pada dinding kokoh d belakangnya. Tatapan matanya memancarkan kelegaan, semua sudah ia jelaskan, kesalahpahaman ini akan berakhir, bukan?

 

“Kenapa kau tidak memberitahuku?”

 

“Di satu sisi aku sangat ingin memberitahumu disisi lain aku tidak mau melanggar janjiku pada noona. Noona benar-benar tidak ingin membebanimu. Aku pernah mencoba ingin memberitahumu , tapi noona mengetahuinya lalu ia mengancamku jika aku memberitahumu, ia akan menghilang. Aku tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi, keadaannya akan semakin kacau mengingat noona sudah tidak memiliki siapapun kecuali kita hyung, dan lagi setiap aku ingin menjelaskannya kau selalu mengabaikanku.” jelas jihoon panjang lebar.

 

Kyuhyun membenarkan ucapan adiknya, ia selalu menghindari jihoon, bahkan menolak mendengarkan penjelasan apapun. Ia baru menyadari betapa bodohnya ia selama ini. Jika saja ia tidak berkeras kepala, mungkin ia tidak akan terpisah oleh hyerin, mendampingi masa sulit gadis itu. Ya!! Kyuhyun pabo!!

 

“Tapi aku jadi salah paham, dan lagi apa yang kalian lakukan di hotel?”

Ah, kyuhyun ingat asal mula terjadinya kekacauan ini.

 

“Kau melihatnya?” jihoon terkesiap mendengar penuturan kyuhyun hingga ia membenarkan posisi duduknya menatap kyuhyun serius.

 

“Ya..aku lihat sampai kau keluar dari kamar itu dengan penampilanmu yang..kacau”

 

“Dan kau berpikir yang macam-macam?” tebaknya.

 

“Tentu saja! Apalagi!”

 

“Kau bodoh!! kemana otak jeniusmu? Kenapa kau tidak menghampiriku dan langsung meminta penjelasanku?”

 

“Aku sudah terlanjur kalut. Lagipula apa lagi yang dipikirkan ketika melihat dua orang dewasa berlainan jenis memasuki kamar hotel lalu salah satunya keluar beberapa jam kemudian dengan penampilan kacau.”

 

“Ish!! Untuk masalah hotel waktu itu noona diusir dari flatnya karena belum membayar sewa selama tiga bulan. Tempat ia bekerja selama tiga bulan terakhir mengalami guncangan hebat, akhirnya banyak karyawan yang di berhentikan termasuk noona. Ia hanya mendapatkan setengah gajinya, sama seperti dua bulan sebelumnya”

 

“Aku sedang menyetir kala itu, aku lihat noona membawa beberapa tas. Aku hampiri noona dan menanyakan apa yang terjadi, kemudian noona menceritakannya. Tidak ada alternatif lain aku membawanya ke hotel untuk ia bermalam hari itu. Seperti biasa noona menolak tapi lagi-lagi ku paksa. Tidak mungkin membiarkan noona mencari tempat tinggal baru sendirian siang itu dengan membawa beberapa tas yang berat, aku takut noona kumat dijalan, maka dari itu aku bawa noona ke hotel dan sebagai gantinya aku yang mencarikan noona tempat tinggal baru.”

 

“Nah, sekarang untuk pakaianku yang kacau. Beberapa saat setelah masuk kamar kami bincang-bincang ringan, kutanya kenapa PT tempatnya bekerja bisa terjadi guncangan seperti saat ini, lalu melempar lelucon. Di tengah pembicaraan kami tiba-tiba noona meringis menahan sakit, disaat itu aku tau noona pasti sedang kumat. Tak lama ia mengerang, menarik rambutnya kuat-kuat merasakan rasa sakit yang hebat. Ku tanya dimana ia menaruh obatnya, ia bilang obatnya habis.”

 

“Hye-aa.. Dia pasti kesakitan” kyuhyun meringis seakan merasakan kesakitan yang hyerin rasakan.

 

“Karena obatnya habis, aku kebingungan untuk melakukan apa. Tidak mungkin aku meninggalkannya untuk membeli obat sedangkan ia sedang kesakitan. Aku menahan tangan noona, mencoba melepaskan tangannya yang mencengkeram rambutnya kuat. Saat tangannya berhasil ku lepaskan beberapa helai rambutnya ikut rontok, tidak mau membuat semakin banyak rambut yang rontok sebagai gantinya ku suruh noona mecengkeram kemejaku saja, sedangkan aku memeluknya. Berharap bisa meredakan rasa sakitnya dan bersyukurnya kesakitan noona berangsur mereda sekitar 20 menit kemudian, setelahnya ia tertidur. Pasti lelah sekali kan menahan rasa sakit yang luar biasa? Saat noona tertidur itu lah aku keluar kamar untuk mencarikan noona obat dan ternyata kau tengah memantauku’

 

“Jangan salah paham hyung, aku benar-benar tidak memiliki perasaan khusus kepada noona. Aku melakukan semua ini karena aku menganggap noona seperti noona kandungku sendiri”

 

“Arasso, gomawo sudah berada di sisinya, membantunya menyamarkan rasa sakitnya disaat aku yang bodoh ini termakan spekulasi-spekulasi yang belum tentu kebenarannya. Kalau begitu, jadi.. jika kalian tidak melakukannya, berarti hyerin tidak ha-”

 

“Sama sekali tidak hyung, hyerin noona tidak hamil, apalagi anakku. Hanya saja aku kecewa padamu hyung. Haruskah kau melakukan hal itu? Dengan wanita lain dan..di rumah”

 

“Tapi kenapa dia muntah?”

Lagi-lagi kyuhyun ingat hal yang membuat amarahnya lebih memuncak dari sebelumnya, satu hal yang membuatnya memilih mengasingkan diri di negeri orang. Ia butuh penjelasan lebih..

 

“Itu efek kemoterapi. Kemarinnya noona menolak melakukan kemoterapi, lalu aku meyakinkan bahwa ia harus sembuh dan kembali menjadi dirinya yang biasa lalu kembali padamu dengan sehat, jadi kau tidak pernah tau bahwa noona sakit. Akhirnya ia mau melakukan kemo walaupun ia khawatir tidak sanggup membayar, dan aku minta uang appa, karena kurasa tabunganku kurang”

 

“Tuhan.. kenapa aku bodoh sekali”

Merutuki kebodohannya selama ini, kyuhyun mengepalkan kedua tangannya kuat. Penyesalannya semakin mendalam, dengan bodohnya ia tidak pernah sedikitpun mau mendengarkan jihoon atau hyerin, lalu air mata kyuhyun mengalir dengan sendirinya.

 

Melihat kyuhyun yang menangis dalam diam, jihoon mengelus sayang punggung kakaknya, “Sudah hyung yang terpenting sekarang kau sudah mengetahui semuanya” dan kyuhyun hanya mengangguk.

 

“Kau ingin masuk?” tawar jihoon.

 

“Tentu saja, aku harus melihatnya. Banyak kesalahan yang telah kuperbuat.”

 

“Buat noona sadar hyung, ia sudah koma selama tiga hari”

Tanpa menunggu aba-aba lagi kyuhyun memasuki ruang inap hyerin. Ia butuh melihat gadisnya, mataharinya yang saat ini sedang redup, dan ia bertekad akan membuatnya kembali bersinar. Bahkan, ia sudah lupa akan rapat pentingnya.

 

“Dia sudah masuk?” ucap pria putih tinggi dengan wajah cantik dan tampan secara bersamaan, kim heechul.

 

“Emm..sudah gomawo hyung, telah membuat kyuhyun hyung kembali”

Jihoon benar-benar berterima kasih kepada heechul, entah apa jadinya tanpa bantuan heechul. Mungkin sampai saat ini kyuhyun belum mengetahui kebenarannya. Apapun cara yang ia gunakan jihoon benar-benar merasa berayukur sekarang. Tuhan membantunya melalui perantara malaikat. Yaa.. Walaupun tidak sepenuhnya heechul itu malaikat, hehehe🙂

 

“Hm.. Jja kita cari makan.. Kau pasti belum makan kan? Kau terus menjaga hyerin”

 

“Traktir aku hyung, jebaalll” mohon jihoon sambil menarik-narik lengan heechul.

 

“Aish.. Bahkan aku belum gajian, dan kau? Aku bekerja pada perusahaan keluargamu, bisa-bisanya memintaku membayarimu makan. Tapi.. Tidak apa-apa, aku sedang baik hati. Aku terima permintaanmu”

 

“Aigoooo.. Kau memang yang terbaik!!”

.

.

.

 

Di sisi lain, ruang inap hyerin..

 

“Hye-aa kau bisa dengar aku? Bangunlah.. banyak yang ingin ku bicarakan padamu.”

 

Tidak ada pergerakan yang berarti dari hyerin. Memandangi wajah dan tubuh hyerin yang banyak mengalami perubahan. Wajahnya terlihat tirus, rambut kecoklatannya yang kian menipis, bibir yang biasanya merah muda menjadi pucat dan kering.

 

Kyuhyun meringis melihat begitu banyak peralatan medis yang menancap di tubuh gadisnya, “Kau pasti… Sangat sakit eoh?”

 

“Mianhae..jeongmal mianhae, menuduhmu yang bukan-bukan dengan jihoon. Seharusnya kau ceritakan semuanya padaku bukan ke jihoon”

Kyuhyun bicara dengan air mata yang pelan-pelan mengalir di pipinya. Semakin lama semakin deras. Penyesalan benar-benar tengah melingkupi hatinya. Bagaikan roll film yang berputar di kepalanya kyuhyun kembali mengingat bagaimana ia mengacuhkan hyerin, menuduhnya melakukan perbuatan hina yang tak pernah ia lakukan sekalipun, justru ia yang hina.

 

Kyuhyun menggenggam tangan hyerin yang sedikit dingin, mencium punggung tangannya dengan lelehan air mata dan cairan hidungnya yang membekas dipunggung tangan hyerin.

 

Jemari panjang kyuhyun beralih ke pipi hyerin yang tirus mengusapnya perlahan, kemudian terus naik ke atas menyentuh mata hyerin. Mata yang selalu menatapnya penuh cinta, mata segarisnya jika tertawa lepas. Kini mata itu masih tertutup rapat belum menunjukkan tanda-tanda ingin bangun dari mimpi indahnya dan kyuhyun mengecup mata hyerin sambil menyelipkan doa kepada Tuhan agar gadisnya kembali padanya.

 

Melanjutkan kegiatannya setelah mengecup kedua mata hyerin, jemari kyuhyun mengarah ke rambut kecoklatan hyerin, mengusapnya penuh kelembutan. Rambut kesukaan kyuhyun yang selalu menguarkan aroma strawberry menyegarkan semakin menipis sekarang. Walau apapun yang terjadi pada hyerinnya sekarang, song hyerin masihlah gadis yang mampu menaklukan hatinya. Tidak pernah berubah. Baru saja kyuhyun ingin beranjak untuk kembali duduk di kursi sebelah ranjang hyerin matanya menangkap sesuatu dibalik bantal hyerin.

 

Kyuhyun mengambil sesuatu di bawah bantal hyerin perlahan, dan ternyata adalah beberapa kertas yang terlipat. Dengan rasa penasaran kyuhyun membuka kertas yang isinya meripakan sebuah surat. Surat untuk cho kyuhyun.

 

Untuk Mr. Sunflower, Cho Kyuhyun

Hai.. Lama tidak berjumpa🙂

Kau kemana saja? Dasar tuan jahat. Kau pergi begitu saja tanpa memberi kabar, membuatku khawatir saja. Tapi tak apa, aku mengerti. Mian, membuatmu sakit belakangan ini. Semuanya salahku.

Ketika kau menemukan surat ini mungkin kau sudah mengetahui semuanya dari jihoon. Apa tidak apa kau baru mengetahuinya? Jangan marah karena kau orang terakhir yang mengetahuinya, karena itu yang terbaik.

Pekerjaanmu baik-baik saja bukan? Aku senang Cho Corp semakin maju, aku bangga memilikimu, jangan kecewakan karyawanmu, arachiii!! Ah, sekretaris park juga sering kemari, ia membawakanku banyak buah, kadang membawakan makanan kesukaan. Sampaikan salamku padanya, ucapkan terima kasih yang banyak. Karena beliau aku kembali merasakan perhatian sosok seorang ayah.

Boleh aku mengadu sedikit? Aku…aku takut kyu. Aku takut berada di sini. Tidak bisakah kau kemari dan membawaku pulang? Rasa sakitnya masih terasa sampai sekarang, sampai ke tulang-tulang, kemoterapi, kau tau?

Rasanya aku menyerah dan segera ingin bertemu kedua orang tuaku di surga saja, boleh? Setiap aku melakukannya -kemoterapi- aku terus mengingat mengingatmu, jihoon, sekretaris park, sera orang-orang baik lainnya disekelilingku. Setidaknya aku harus tetap hidup untuk mengucapkan terima kasih.

Sekaranglah saatnya aku mengucapkan terima kasihku padamu.

Terima kasih telah menjadi penyemangat dan matahariku di saat aku terjatuh.

Terima kasih telah mencurahkan segala perhatianmu dan kasih sayangmu

Terima kasih telah menjadi orang pertama yang mengusap air mataku.

Terima kasih telah membuat hariku berwarna.

Terima kasih telah mencintaiku begitu banyak.

Yang terpenting, terima kasih telah kembali🙂

Aahh, maaf.. Kertasnya jadi terkena noda merah seperti ini. Ini bukan apa-apa hanya mimisan, hanya terlalu lelah.. Aku tidak apa-apa.

Aiya, aku harus kembali istirahat sebelum suster kembali lagi untuk mengingatkanku tidur. Kau tau suster itu sudah seperti eonniku, ia sudah bolak balik kamarku sebanyak 2x jangan sampai ketiga kalinya kan? Atau aku dalam bahaya, hihihi

Terima kasih sudah membuatku tenang, sekali lagi, terima kasih sudah kembali🙂

Jangan hukum aku cho, saranghae ^^

 

“Lihat saja aku akan menghukummu. Aku hukum kau dengan pernikahan kita, aku ingin kita menikah. Hukuman yang menyenangkan bukan? Maka dari itu cepatlah sadar hye-aa” uvap kyuhyun selesai membaca surat kekasihnya kemudian mencium bibir hyerin pelan sarat akan kerinduan.

 

###

 

“Cho hyerin, kemari beri salam pada imo”

 

“Apakah song hyerin imo?”

 

“Ne..kajja kemari sayang”

 

“Annyeong haseyo imo, cho hyerin imnida. Appa banyak cerita tentang imo. Kata appa hyerin harus tumbuh menjadi gadis yang baik, tegar, ceria, penuh semangat seperti imo, dan imo juga cantik, hihihi” sambung cho hyerin dengan senyum yang membuat matanya menjadi segaris.

Gadis kecil itu di dampingi appanya terus saja bercerita ini itu dihadapan gundukan tanah yang sudah di marmer, cerita perihal masalahnya di sekolah maupun perihal appanya.

 

“Imo tau tidak? Dengkuran appa ketika tidur semakin keras, kemarin aku tidur siang dengan appa. Dengkuran appa membuatku merasa di medan perang, aku tidak jadi tidur justru appa yang terlelap. Padahal kan aku yang ingin tidur siang.”

Kyuhyun cekikikan mendengar cerita putrinya, ini bukan cerita biasa. Cho hyerin menceritakannya dengan mimik wajah dan gerakan yang berbeda-beda, sepertinya gadis cilik itu sedang mereka ulang kejadiannya.

 

“Tapi semalam appa sudah membeli bantal yang harganya mahal imo, bantal untuk mengurangi dengkuran appa. Mereknya apa yaa? Eumm… Aku lupa, pokoknya bantal”

Gemas dengan tingkah anaknya, kyuhyun mengacak pelan rambut hyerin

 

“Oo soojung-ah, mana bunganya?”

Akhirnya orang yang ditunggu kyuhyun dan cho hyerin datang juga, wanita itu menampakkan diri lagi setelah sekian lama menghilang. Ia datang dengan dengan senyum lima jarinya.

 

“Mian lama menunggu oppa, aku melupakan ponselku tadi jadi aku kembali lagi ke dalam mobil, ternyata ponselku jatuh diselipan jok belakang, agak susah mengambilnya. Nah, ini bunganya” jelas wanita itu masih dengan nafas yang terengah.

 

“Aniuo, gwaenchana..”

Baru saja kyuhyun ingin mengambil bunga yang diberikan, cho hyerin menginterupsi.

 

“Eomma, biar aku yang berikan pada imo” pinta hyerin dengan puppy eyesnya. Kedua tangan hyerin sudah mengadah meminta bunga itu agar diberikan kepadanya.

 

Setelah bunga itu jatuh tangannya, hyerin menaruh bunga kesukaan imo nya itu tepat di atas pusara, lalu menautkan jemari-jemarinya didepan dada seraya menunduk, berdoa untuk song hyerin sejenak.

 

“Imo ini bunga cantik untukmu, bunga matahari. Imo bukan hanya matahari appa, imo juga mathariku”

 

Terima kasih cho kyuhyun, berbahagialah selalu bersama keluarga kecilmu. Jika aku kembali dilahirkan, kuharap kita bertemu dengan jalan yang lebih baik. Saranghae

 

Kata-kata dari song hyerin berakhir bersamaan dengan hembusan angin yang sejuk melingkupi pemakaman, serta merta sang angin bertiup bagaikan menyampaikan pesan hyerin melalui hembusan angin yang menyapa wajah cho kyuhyun, “Nado saranghae” lirih kyuhyun.

 

END

 

Maaf untuk endingnya yang biasa, kurang greget, dan juga pasaran ini, maaf juga kalo kurang sad atau gimana harap maklum ff nya bener-bener masih baaannyaaakkk kekurangan. Diterima krirtik dan sarannya🙂 .

Terima kasih untuk semua reader yang membaca karyaku yang gak seberapa ini, semoga menghibur kalian yaa ^^

 

 

5 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Apr 29, 2016 @ 13:19:18

    Kasihan ternyata hyerin meninggal, dan akhirnya kyuhyun menikah dgn wanita lain dan mempunyai anak.
    Padahal aku sempat berharap mereka bisa hidup bahagia, tapi ternyata hyerin sakit keras dan meninggal.

    Reply

  2. meivhw88
    Apr 29, 2016 @ 23:21:32

    Nyeseknya sih kurang, tapi bersyukur tau endingnya.. kebanyakn ff lain gantung ga dipost2 lanjutannya hehehe makasih ya thor

    Reply

  3. esakodok
    Apr 30, 2016 @ 17:13:12

    sip..endingnya q suka santi..g maksa harus selalu bersama. daebakkk

    Reply

  4. lieyabunda
    May 01, 2016 @ 03:48:34

    ceritanya keren…. walaupun sad ending….

    Reply

  5. yanteuk
    May 05, 2016 @ 11:20:27

    aku kira kyu menikah dengan hyerin ternyata hyerin meninggal. kasihan banget hyerin

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: