Beautiful Flower [4/?]

Beatiful flower11

Tittle : Beautiful Flower [ 4 ]

Main Cast :

Lee Donghae

Choi Sung Ji

Choi Siwon

Choi Jin Ri

& other cast

Genre : comedy, romance, sad, chapter

Rated : PG 15

Author : sjyeself youngissy

Catatan : halooooo readers.. semoga gak bosen ya sama cerita gaje ini. Dan ini adalah benar-benar hasil imajinasi aneh-aneh ku sendiri. Hihihi

Untuk membaca lainnya, kalian bisa baca di sjyeself.wordpress.com

Oke deh… oh soal typo ? aku hanya manusia biasa ^^

 

.

.

.

.

.

.

.

Namja yang kini tengah berlarian menuju ke sebuah café ,kini ia tersenyum melihat sesosok kawan lamanya yang kembali dari Vietnam, tempat temannya itu bekerja.

 

Donghae pun menghampiri namja itu dan duduk. Lalu ia berniat membuka percakapan.

 

“ kapan kau pulang kesini hyung “, ucap Donghae memecahkan keheningan.

 

“ Lee Donghae… hentikan… kau hanya akan menyakiti Sung Ji”,

 

“ maksudmu hyung ?”

 

“ aku tau semua masa lalumu dengan Jin Ri.”

 

“ ba…bagaimana k..kau tau ?”

 

“ aku mengetahuinya. Ketika kau mengunjungi rumahku kemarin. Aku tak sengaja mendengar percakapanmu yang mengatakan bahwa dia adalah mantan kekasihmu.”

 

“mianhae hyung.” Donghae pun menunduk.

 

“ pergilah dari hidup Sung Ji. Jangan sakiti adikku itu. Aku takut dia trauma lagi ketika mengetahui hubungan lamamu dengan Jin Ri.”

 

“ trauma ?”

 

“ pergilah dari ……”

 

“ aku akan melanjutkannya hyung, demi appaku. Karena aku berjanji dengan eommaku dulu”, sahut Donghae cepat. Matanya sendu sekali.

 

“ tapi aku tak membiarkan kau menyakiti Sung Ji”, mata Siwon memanas.

 

“ beri aku waktu dan aku akan membuktikan jika aku berhasil membuat Sung Ji jatuh cinta kepadaku”, ucap Donghae lirih.

 

“ terserah katamu, tapi jika kau membuat adikku trauma lagi aku tak akan tinggal diam meski kau sahabat terbaikku didunia”

 

“t..trauma ?”

 

“ kau tak perlu tau. Aku pergi dulu.”

 

Siwon menyudahi ucapannya dan berlalu meninggalkan Donghae yang sendiri di café. Donghae yang bingung akhirnya pun juga keluar dan tiba-tiba terlintas dipikirannya tentang yeoja itu.

 

 

Beautiful Flower…………….

 

 

 

 

Yeoja yang kini tengah sibuk dengan profesi barunya sebagai guru magang itupun kini tengah mengajarkan sebuah lagu anak-anak kepada murid-muridnya. Ia tersenyum dengan segala tingkah murid-murid imutnya yang kini tengah bernyanyi bersama. Mereka menyanyikan lagu twinkle-twinkle little star dengan penuh gembira. Ketika mereka telah selesai menyanyikan lagu tersebut, seorang murid bertanya.

 

“ bu, apakah kita akan mempelajari lagu yang sangat indah lagi besok ?”, Tanya murid itu dengan nada yang lucu.

 

Sung Ji tersenyum dan mendekati anak kecil itu dan menyamakan tingginya dengan anak tersebut.

 

“ kita akan mempelajari lagu-lagu yang sangat indah sehingga dunia pun dipenuhi dengan lagu-lagu yang sangat indah”, ujar Sung Ji seraya mengusap lembut kepala anak kecil itu.

 

KRIIINGGG….KRIINGGG…

 

 

Tiba-tiba bel sekolah berbunyi dan murid-murid pun keluar. Sung Ji membereskan mejanya dan berniat untuk segera pulang. Dia mengambil ponselnya dan berniat memberitahu oppa kesayangannya untuk menjemputnya. Tetapi sebuah nomor asing menghubunginya. Sung Ji mengabaikannya. Ia terlalu takut untuk mengangkatnya. Memang semenjak kejadian yang menimpanya itu, dia sungguh-sungguh menutup dirinya dan tak membiarkan orang asing mendekatinya, berbicara dengannya, dan melakukan kontak mata dengannya. Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk.

 

Hei nona.. ini aku calon suamimu yang tampan

 

Sung Ji tersenyum, lalu dia membalas pesan Donghae.

 

Dari mana kau tau nomor ponsel ku ?

 

Dia menekan tombol send. Tak berapa lama , Donghae menghubunginya.

 

“ yeobseyo”, ucap Sung Ji.

 

“ hei nona, kau dimana ? aku di depan sekolahan kemarin.”

 

“ a..aku sedang berjalan keluar. Wae ?”

 

“ cepat keluar atau aku akan menyusup kedalam”, Donghae menahan kekehannya karena membayangkan wajah gugup Sung Ji.

 

 

Tak berapa lama, Sung Ji pun keluar dengan keadaan masih memegang telepon. Donghae pun tersenyum dan menghampirinya.

 

Sung Ji yang tak mengetahui keadaan Donghae kaget dengan tingkah Donghae yang menariknya dan membawanya masuk kedalam mobilnya. Ketika mereka berdua telah memasuki mobil, Donghae memecahkan keheningan diantara mereka.

 

“ bagaimana kalau kita ke lotte world saja, apakah nona setuju ?”, Donghae pun memecahkan keheningannya.

 

“ aku ingin pulang”

 

“ tapi aku tidak ingin pulang, nona”, rengek Donghae.

 

“ tapi aku ingin pulang Donghae-sshi”

 

Donghae pun mendekatkan wajahnya ke wajah Sung Ji menepis jarak diantara mereka. Donghae dapat melihat dengan jelas rona merah pipi Sung Ji.

 

“ aku ingin pulang nona”, ujar Donghae yang akhirnya memperlihatkan aegyo imutnya dan berharap Sung Ji menerima ajakannya.

 

“ a..aku ingin pulang”, jawab Sung Ji.

 

“ hei nona seharusnya kau sekarang tidak ingin pulang setelah aku memohon dengan wajah yang imut ini”, gerutu Donghae

 

Sung Ji hanya tersenyum melihat rengekan , dan gaya imut Donghae. Sampai-sampai dia tak menyadari bahwa wajahnya memerah lagi.

 

“ baiklah nona, aku akan mengantarmu”.

 

Donghae pun akhirnya menyerah. Usahanya sia-sia saja. ‘ dia sangat berbeda dengan Jin Ri’ batin Donghae. Donghae menyadari bahwa yeoja yang kini tengah berada disampingnya , untuk pertama kalinya tersenyum. Dia begitu cantik, pikirnya.

 

 

Perjalanan yang mereka tempuh hanya memberi suasana hening. Sung Ji takut untuk memulai percakapan dan Donghae yang bingung harus berbicara apa. Tetapi hal yang tidak diinginkan terjadi. Mobil Donghae tiba-tiba berhenti. Donghae pun keluar dari mobilnya dan membuka mobil bagian depannya.

 

Sung Ji yang melihat hal itu pun juga keluar dari mobil Donghae.

 

“ nona, sebaiknya aku panggilkan taksi untukmu. Mungkin ini akan membutuhkan waktu yang lama”, ujar Donghae yang tak enak hati.

 

“ tidak, aku menunggunya saja”, jawab Sung Ji.

 

Donghae pun hanya tersenyum dan berjalan melalui Sung Ji Karena berniat mencari orang yang bersedia membantu. Dia mengambil teleponnya.

 

Sung Ji melihat kearah jalanan yang sepi dan membuat Sung Ji teringat sesuatu. Kecelakaan sekitar beberapa tahun yang lalu. Ketika dia masih kecil. Seperti tepat di daerah ini kecelakaan itu terjadi. Sebuah kecelakaan yang merenggut paman dan bibinya ketika tengah rekreasi bersama dengan Sung Ji. Mendadak Sung Ji menangis, seluruh tubuhnya dingin. Dia mengingat hal terakhir ketika perjalanan bersama paman dan bibinya

 

“ paman, awas didepan….”

 

Ciiiiiitttttt……

 

Braaakkkkk…….

 

 

 

Sung Ji hanya bisa menutup telinganya dan menutup matanya. Kini dia benar-benar terisak.

 

 

Donghae yang melihat hal itu segera berlari dan memeluk Sung Ji.

 

GREP….

 

“ kau kenapa Sung Ji-ya ? ulljima”, Donghae mengelus rambut Sung Ji lembut. Dia pun melepaskan pelukannya dan mengusap pipi Sung Ji lembut.

 

“ Donghae-sshi , ini semua salahku “, kata Sung Ji terisak.

 

“ aku.. aku tak memberitahu hal buruk itu akan terjadi”, tambah Sung Ji.

 

“ ulljima, ini takdir Sung Ji-ya. Tenanglah”, ujar Donghae menenangkan.

 

“ kita pulang saja ne ?, aku akan menyuruh pegawai appa untuk membawa mobilku”. Sung Ji pun mengangguk sambil mengusap air matanya.

 

“ tetapi karena aku mereka kecelakaan..”, Sung Ji terus menangis.

 

“ tenanglah, ini semua akan baik-baik saja. Apa kau percaya padaku ?”. Sung ji pun mengangguk.

 

“ kita pulang saja ne ?, aku akan menyuruh pegawai appa untuk membawa mobilku”. Sung Ji pun mengangguk lagi sambil mengusap air matanya.

 

 

Sepanjang perjalanan pulang Sung ji hanya terdiam. Terlihat banyak pikiran yang bersarang dikepalanya. Donghae yang ingin mengatakan sesuatu pun mengurungkan niatnya karena melihat keberadaan Sung Ji sekarang.

 

Kepala Sung Ji sungguh pusing mengingat kejadian beberapa tahun silam yang menimpanya. Perlahan ia mulai terlelap. Terlelap akibat kelelahannya. Tanpa sadar kepalanya yang mulanya tegak kini bersandar pada bahu Donghae.

 

Donghae Pov

 

 

Aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada yeoja manis disebelahku ini. Semenjak di jalanan tadi dia menangis ketakutan seperti mengingat sesuatu. Entah apa itu yang membuatku simpati kepadanya.

 

Tetapi jelas-jelas ketakutan melanda gadis itu. Entah sejak kapan. Aku rasanya ingin sekali memaksanya bicara, tetapi sedetik kemudian egoku turun dan membiarkan gadis itu tetap terdiam.

 

Sepertinya Choi Siwon hutang beberapa cerita denganku. Oh ayolah, sebentar lagi yeoja ini akan menjadi istriku kan ?. tentu aku akan melindunginya.

 

Tetapi sekali lagi, yeoja ini bisa dikatakan sangat jauh perilakunya dibandingkan Jin Ri. Seorang yeoja , lebih tepatnya adik dari yeoja ini. Aku dulu sangat mencintainya. Tetapi dia terus mengatakan kebohongan-kebohongan kepadaku dan aku muak dengan yeoja itu.

 

Ketika aku sedang sibuk dengan pikiran ku, kulihat Sung Ji mulai kelelahan. Kepalanya bersandar di bahuku.

 

DEG…

 

Perasaan apa ini yang menimpaku. Hatiku berdesir dan jantungku berdegup cukup kencang. Untung saja disini tidak ada pengeras suara. Jika ada mungkin jantungku sudah terdeteksi karena berdegup lebih kencang dari biasanya.

 

Pov End

 

 

Sebuah taksi berhenti disekitar pagar rumah milik Sung Ji Menampakkan sesosok namja yang tak lain adalah Siwon. Namja itu khawatir dengan keadaan adiknya yang tak kunjung pulang. Tetapi setelah melihat adiknya bersama Donghae, ada perasaan lega tersendiri yang ada dihati Siwon.

 

 

Tetapi didalam mobil, Sung Ji terbangun dan melihat dirinya yang tengah bersandar di bahu Donghae.

 

“ m..mian”, ucapnya.

 

“ tenang saja, bahkan jika ada sebuah batu raksasa berada di bahuku sampai pagi pun aku akan mendiamkannya”, kata Donghae panjang lebar.

 

Sung Ji yang mendengar ucapan Donghae hanya memajukan bibirnya. “ ternyata kau mempunyai rasa humor juga “.

 

“ dan tampan”, tambahnya.

 

Sung Ji yang mendengar jawaban Donghae hanya memutar bola matanya malas. Mungkin jika tidak memuji namja ini lebih baik. Pikirnya.

 

 

Tok…tokk.tttoookkkkkk…..

 

 

Suara ketukan kaca luar mobil taksi ini. Oh astaga mereka berdua lupa sedang berada dimana rupanya. Mereka pun membuka pintu taksi dan turun dari taksi itu.

 

“ hei, kenapa saja kalian didalam ?”, ucap namja yang tak lain adalah Siwon.

 

“ ah itu oppa, eh…. “

 

Ucapan Sung Ji pun harus rela terpotong karena sahutan Donghae. “ dia tertidur dan aku tak tega membangunkannya”

 

“ kau masuklah Sung Ji-ya ini sudah malam”, tambah Donghae.

 

“ tapi….”

 

“ Donghae benar Sung Ji-ya masuklah diluar dingin. Sepertinya kau benar-benar harus mendengar perkataan calon suamimu”, goda Siwon.

 

Sung Ji yang pipinya sudah memerah pun hanya menuruti apa yang dikatakan dua namja itu. Sung Ji berjalan masuk dan menutup pintu. Kini tinggallah Siwon dan Donghae yang berada dihalaman rumah itu.

 

“ hyung, aku ingin kau jujur mengenai sesuatu”, Donghae membuka percakapan.

 

“ mengenai apa ?”

 

“ Sung Ji. Kau berhutang penjelasan denganku”

 

“ untuk apa kau tau tentang Sung Ji ?”, Tanya Siwon

 

“ hyung, sepertinya aku me….”

 

Ucapan Donghae pun terhenti ketika Siwon tiba-tiba memotong pembicaraannya.

 

“ pulang dan istirahatlah. Ini sudah malam”, potong Siwon. Donghae pun hanya pasrah dan melangkah menuju taksinya.

 

 

Beautiful Flower……….

 

 

 

Disinilah sekarang Sung Ji. Terdiam dan hanya menunduk ketika Jin Ri mengajaknya makan siang disebuah Café. ia tak tau apa yang akan terjadi, tetapi dia sangat gugup.

 

“ eonni, aku sungguh minta maaf. Aku sangat kasar padamu”, Jin Ri membuka percakapannya.

 

“ eonni…”

 

“ Aku permisi dulu”, jawab Sung Ji seraya pergi dari café itu dengan meninggalkan Jin Ri sendirian.

 

 

Sepanjang perjalanannya, Choi Sung Ji hanya berjalan dengan pandangan kosong. Berjalan tanpa arah, sampai-sampai air matanya kini membasahi pipinya.

 

 

FLASHBACK ON

 

 

 

“ bibi, bisakah kita tidak jadi pergi “, Tanya seorang anak umur 7 tahunan itu.

 

“ tidak bisa sayang. Hari ini adalah hari yang sangat special” , jawab wanita yang ia sebut bibi itu.

 

Anak kecil itu mengingat-ingat tadi malam ketika dia bermimpi sangat aneh. Mimpi yang jarang ditemui oleh anak seusianya. Di dalam mimpinya, mobil yang ditumpanginya terjungkal dan dia berdarah sangat banyak. Sisi tangan kanannya terbakar dan kakinya tak bisa digerakkan. Tetapi sungguh dia tak melihat bibi serta pamannya beserta dengan dirinya disekitar mobil itu. Dia terus bertanya-tanya dalam hatinya. Ingin rasanya membicarakan mimpi ini kepada mereka. Tetapi dia sangat takut .

 

 

Gadis kecil itupun berlari menuju ruang dapur yang kebetulan eommanya berada disana. Dia pun menghampiri eommanya.

 

“ eomma, bisakah hari ini kita semua tidak pergi kemanapun ?” , Tanya gadis kecil itu berharap eommanya mengabulkan kemauannya.

 

Eommanya yang mendengar pertanyaan gadis kecil itu hanya mengeram kesal. Bagaimana dia membatalkan acaranya hari ini, yaitu ulang tahun eommanya.

 

“ diam dan naiklah keatas. Kau tidak ingin kan eomma marah ?. pergilah dan jangan mengganggu urusan orang dewasa. Bersikaplah manis seperti Jin Ri. Eomma benar-benar kecewa dengan perkataanmu”, ucap Eomma gadis itu panjang lebar.

 

 

Gadis kecil itu naik keatas dan menangis. Apakah dia salah mencurahkan ketakutannya ?. disinilah gadis kecil itu sekarang. Terdiam diranjangnya dengan kepala yang ditutupi bantal.

 

 

Tak lama kemudian, suara pintu dari luar terdengar.

 

Tok…tok…tok…..

 

“ keluar dan jangan kecewakan hari ini atau eomma tak akan berbicara kepadamu lagi”, teriak eommanya.

 

Gadis kecil itupun berjalan keluar menuju mobil. Disinilah dia sekarang, bersama paman dan bibinya. Perjalanan yang menyenangkan sekali. Sepanjang perjalanan itu, gadis kecil itu memandangi keindahan diluar kaca. Tak lama, sebuah cahaya dari spion luar pun meyilaukan pandangan gadis itu.

 

Ciiiiitttt…brraaakkk…………

 

 

Gadis itu menutup matanya dan mendapati dirinya berada diluar mobil itu. Dia melirik kesampingnya dan mendapati tangan kanan bibinya terbakaran dan terluka dan darah yang sungguh banyak dari pamannya.

 

Gadis itu menutup matanya dan mendapati dirinya berada diluar mobil itu. Dia melirik kesampingnya dan mendapati tangan kanan bibinya terbakaran dan terluka dan darah yang sungguh banyak dari pamannya.

 

Gadis kecil itu menangis tetapi tidak bersuara. Perlahan matanya menutup. Pikirannya melayang entah kemana. Dia tak sadarkan diri dan semuanya gelap.

 

 

 

Perlahan-lahan yeoja itu membuka matanya dan mendapati dirinya berada disebuah rumah sakit. Lalu dimanakah bibi dan pamannya ?. dia mencari-cari sosok bibi dan pamannya. Alhasil nihil.

 

 

“ eomma…”, sapanya pertama kali.

 

“ Sung Ji-ah , apa yang kau harapkan kemarin malam benar-benar terjadi. Kau senang ?”, Tanya eomma itu sinis.

 

Bukan sebuah kata-kata bagaimana keadaannya sekarang. Tetapi sebuah makian untuk gadis kecil ini ?

 

“ eomma…..”

 

Eommanya tak memperdulikannya dan pergi menjauh dari pandangan gadis itu. Sekarang gadis itu menangis. Itulah pertama kalinya eommanya berucap dingin terhadapnya

 

 

FLASHBACK OFF

 

 

 

Sung Ji yang terus menatap kosong dan menunduk sambil berjalan itu tak melihat kearah depan. Dia terus menatapi kesalahannya dimasa lalu.

 

Mungkin jika dia lebih berani mengatakan hal seperti itu kepada paman dan bibinya, pasti mereka masih hidup sampai sekarang.

 

 

Tetapi lamunannya harus benar-benar terlupakan ketika dari arah belakang ada suara klakson mobil berbunyi.

 

 

Tin….tin…..tin…..

 

 

 

 

“ Sung Ji-ya , masuklah”, perintah namja itu sambil membukakkan pintu mobilnya dari samping.

 

 

“ ne ?… oh oppa, mengapa oppa berada disini”, Tanya balik Sung Ji.

 

“ untuk menemui adikku yang manis. Kajja kita pulang”, perintah Siwon. Sung Ji pun mengangguk dan masuk kedalam mobil itu.

 

 

Beautiful Flower…….

 

 

 

 

“ bukankah pernikahanmu tinggal 2 hari lagi ?”, ujar Eunhyuk.

 

“ aku tau “, jawab Donghae sangat santai. Namja bernama Eunhyuk itu hanya bisa menghembuskan nafasnya berat setelah mendengar perkataan temannya itu.

 

 

 

Disinilah mereka berdua sekarang. Disebuah café didekat rumah Eunhyuk, sahabat lamanya. Sudah lama rasanya tidak berkumpul berdua dengan sahabatnya ini. Dan mungkin inilah terakhir kali untuk Donghae untuk menemui sahabatnya sebelum dia disibukan dengan acara pernikahannya.

 

 

“ kau bisa berniat untuk melarikan diri jika kau mau”. Donghae hanya tersenyum.

 

“ aku akan melakukannya. Kau tenang saja “. Eunhyuk hanya tertawa.

 

“ bukankah kau menyukai Jin Ri ? bagaimana bisa kau menerima Sung Ji sebagai calon istrimu ?”, Tanya Eunhyuk penasaran.

 

“ ini sangat rumit Eunhyuk-ah”, jawab Donghae yang kini memijat pelipisnya.

 

“ kau tak melampiaskan perasaan dendammu kepada Sung Ji kan ?”. Donghae hanya terdiam. Di benaknya dia bingung.

 

“ yak Lee Donghae , jawab aku “, Tanya Eunhyuk meninggikan suaranya.

 

“ yang jelas AKU.MASIH.BERUSAHA.MELUPAKAN.JIN.RI”, jawab Donghae dengan nada penekanan yang penuh.

 

 

Kedua namja ini tak mengetahui jika diluar, ada seorang yeoja yang dari tadi memperhatikan mereka berdua. Yeoja itupun mendekat…..

 

 

“ jadi.. oppa benar-benar akan melupakanku ?”, Tanya yeoja itu kepada Donghae. Eunhyuk yang melihat ini hanya tersenyum miris.

 

“ oppa… jawab aku”, yeoja itu Tanya lagi dan memeluk Donghae.

 

 

Donghae masih terdiam. Sepertinya sekarang ia tampak seperti orang bingung.

 

 

“ oppa , aku masih mencintaimu”. Donghae hanya memandang Jin Ri dengan tatapan kesal.

 

 

“ tapi aku tidak”, jawab Donghae. Beberapa detik kemudian, dia melihat seorang yeoja yang duduk di pojok café sendirian. Sepertinya dia mengenal yeoja itu. Seketika Donghae teringat Sung Ji. Entahlah, hanya perasaannya saja atau dia benar-benar merindukan yeoja itu. Mata mereka berdua bertemu, tetapi dengan cepat Sung Ji mengalihkan pandangan matanya.

 

 

Donghae pun mendekat ke arah Sung Ji.

 

 

“ Kau disini sendirian ?”, Tanya Donghae sembari duduk dihadapan Sung Ji. Yeoja itu tersenyum.

 

“ aku menunggu Siwon Oppa”, jawabnya santai.

 

“ Kau tidak menungguku ? aigoo kau calon istri macam apa “. Pertanyaan lucu Donghae hanya membuat Sung Ji tersenyum dan wajahnya memerah.

 

Tiba-tiba ponsel Sung Ji berbunyi. Menandakan bahwa ada sebuah pesan masuk.

 

 

From : Siwon Oppa

 

Mianhae, oppa tidak bisa menemanimu periksa. Kau suruh Donghae saja menemani.

 

 

‘astaga, dengan Donghae ?. tidak..tidak’ batinnya sambil Donghae menggeleng.

 

 

“ kenapa kau menggeleng ?”

 

“ a..tidak apa-apa”, jawab Sung Ji gugup dan Donghae hanya menautkan alisnya.

 

“ aku pergi dulu”, ucap Sung Ji membungkuk lalu pergi dan meninggalkan Donghae sendirian. Jin Ri yang dari tadi ingin menyapa Sung Ji hanya terdiam ketika Sung Ji tak sedikitpun melihatnya.

 

 

 

Donghae pun berjalan mendekati Jin Ri. “ bahkan kakakmu disini pun kau tak menyapanya “, ujarnya sinis lalu pergi meninggalkan Jin Ri yang masih kaget dengan ucapan Donghae.

 

 

 

 

 

 

 

 

“ bagaimana keadaanmu akhir-akhir ini ?”, Tanya Dokter Heechul. Benar, Sung Ji sendirian priksa dirumah sakit ini. Dan ini menjadi kali pertamanya ia hanya sendirian ke rumah sakit ini.

 

“ kau tau ? perlahan-lahan aku seperti tak ketakutan lagi “, jawab Sung Ji senang.

 

“ bagus sekali. Lanjutkan apa yang membuatmu senang”, saran Heechul sembari menulis ke sebuah kertas guna mencatat perkembangan pasiennya.

 

“ aku benar-benar akan bercerita kepadamu “. Heechul pun menghentikan menulisnya. Sungguh diluar dugaan, yeoja ini ingin membicarakan hal yang selalu membuatnya ketakutan.

 

“ baiklah aku mulai, mungkin kau telah mengetahui tentang kecelakaan yang menimpaku waktu itu dan tentang kejadian dimuseum itu. Tetapi jauh sebelum dimuseum itu apa kau tau, aku seperti dibekap oleh seseorang dengan sengaja ? dan suaranya yang keras masih terngiang sampai sekarang”

 

“ kau yakin jika kau dibekap dan pingsan ?”. Sung Ji pun mengangguk.

 

“ jauh sebelum itu, dihari dimana aku ujian. Aku melihat Jin Ri dengan seorang namja tengah duduk berdua. Dan aku melihatnya, lalu dia ketakutan. Peraturan disekolah menegaskan bahwa sebelum lulus tidak ada yang boleh menjalin kasih. Mereka berdua terekam cctv, tetapi hanya dari belakang. Dan saat itu Jin Ri tengah memakai tas serta jaketku….”, jelasnya panjang lebar.

 

“ dan kau mengakui bahwa itu perbuatan Jin Ri ?”, Tanya Heechul menyela.

 

“ seharusnya iya. Tetapi guru-guru itu bahkan tak percaya denganku”. Heechul hanya kaget dan membulatkan kedua matanya.

 

 

 

“lalu sejak itu, eomma menjadi tak percaya padaku bahkan aku sudah tak bisa melihat senyum kebahagiaan diwajahnya ketika melihatku. Dan ditambah kejadian-kejadian itu, eomma bilang dia membenciku”, Sung Ji kini hanya menunduk sedih.

 

 

“ eommamu punya alasan untuk itu”, kata Heechul menenangkan.

 

Tanpa disadari Sung Ji, tangan Heechul pun mengirim sebuah pesan dilaci mejanya untuk Siwon. Dia adalah teman sekolah Siwon dulu.

 

To : Choi Siwon

 

Kau kemarilah sekarang, ada yang ingin ku katakan.

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

1 Comment (+add yours?)

  1. stirling lau
    May 04, 2016 @ 16:53:50

    kasian sungji..
    next thorr

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: