Psycho

l

PSYCHO

By. Lauditta Marchia T

Cast : Park Hyo Na (OC), Cho Kyuhyun, Park Jung Soo, Choi Siwon, Lee Donghae, Lee Hyukjae.

Genre : Family, Friendship, Comedy

***

 

Dipikir bagaimanapun, rasanya tak akan ada sebuah pengampunan untuk lelaki itu. Setelah apa yang dilakukan Jung Soo, mati pun Hyo Na tidak akan pernah mengampuninya. Persetan dengan neraka, Hyo Na telah bertekat bahwa Jung Soo akan membayar semuanya dan harga yang dituntut oleh gadis itu sangat mahal.

Hyo Na tak ingat kapan terakhir kali ia keluar dari kamar, tempat persemayamannya. Mengurung diri di sana. Ia begerak ke satu tempat, lalu duduk di depan meja rias. Cermin di hadapannya telah mengatakan semuanya. Rambut yang berantakan, wajah kusut, apalagi bola matanya yang sembab dan memerah. Ia memoles wajah dengan bedak lalu menguncir rambutnya asal-asalan. Tangannya bergerak lemah pada ponsel yang tergeletak di atas meja rias.

Ada apa?” suara Jung Soo terdengar dari seberang.

“Kau sibuk?”

Tidak, hanya sedang berkumpul dengan sahabat-sahabatku.

“Aku ingin bertemu denganmu.”

Sesuatu yang penting?” Jung Soo pasti cukup heran, situasi seperti itu terasa sedikit ganjil. “Baiklah, aku akan—

“Aku yang akan menemuimu,” Hyo Na memotong perkataan Jung Soo. Ia mengakhiri pembicaraan mereka. Matanya kembali menelusuri raut wajahnya yang terpantul dari cermin. Ia menarik napas panjang. Pandangannya sedikit bergeser pada laci kedua dari meja rias itu, lalu ia membuka laci tersebut. Hanya ada satu benda yang tersimpan di dalam laci itu. Pisau. Ya, sebuah pisau.

*

Park Jung Soo sedang menyiram bonsai, tanaman hias kesayangannya ketika bel apartemen berbunyi. Ia segera menghentikan aktivitasnya dan berjalan menuju pintu. Begitu melihat wajah Hyo Na dari layar monitor, ia segera membuka pintu. Gadis itu tak menunggu Jung Soo mempersilahkan ia masuk dan langsung melenggang santai ke dalam apartemen Jung Soo.

“Tak biasanya kau mencariku seperti ini,” Jung Soo mengernyit.

Hyo Na tetap tak bersuara. Ia sangat betah untuk bungkam seperti itu. Sementara Jung Soo diliputi rasa penasaran melihat raut wajah suramnya.

“Kudengar kau mengurung diri, benarkah?” pertanyaan Jung Soo membuat Hyo Na sedikit bereaksi. Ia tersenyum kaku, terlihat tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. “Ah, Hyo Na—kau ingin coklat panas kesukaanmu?” dan Jung Soo menyadari seberapa sakralnya pertanyaan yang dilontarkan sebelumnya. Jung Soo sedang berusaha untuk mengubah atmosfer di sekitar mereka yang rasanya mendadak suram sejak kedatangan Hyo Na.

Hyo Na mengitari ruang tamu minimalis apartemen Jung Soo. Tidak ada yang dicarinya, ia hanya berjalan tanpa tujuan—terakhir, menghampiri meja kaca unik dan meraih sebuah majalah. Jung Soo maju beberapa langkah, lebih mendekat ke tempat Hyo Na berpijak.

“Apa yang ingin kau katakan, Hyo?”

Pertanyaan Jung Soo menghentikan tangan Hyo Na yang sibuk membolak-balik majalah.

“Maksudku—bukankah ada yang ingin kau katakan?”

Pertanyaan itu membuat Hyo Na menatap langsung padanya, menikam tepat di retinanya. Jung Soo mendadak gugup, sorot mata Hyo Na terasa mengunci otot-ototnya.

“Kau mengusirku,” Hyo Na tertawa sinis. Ia menghempaskan tubuhnya di atas sofa. Tertawa lagi, “Kau mengusirku?” ia mengatakan kalimat yang sama tapi mengubah kalimat itu menjadi sebuah pertanyaan.

Jung Soo menyisir rambut dengan jari-jarinya. Ia memandang ke segala arah seolah tak ada Hyo Na di hadapannya. Pandangan Jung Soo kembali tertanam pada Hyo Na yang masih memamerkan ekspresi kaku bercampur geram. Jung Soo yang frustasi lalu duduk di sisi Hyo Na.

“Hyo—“ panggil Jung Soo lembut sambil menyentuh pundak Hyo Na, namun tangannya dengan tegas ditepis oleh Hyo Na. “Apa maumu?” Jung Soo berdiri, tak sabar lagi dengan kelakuan Hyo Na.

“Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu itu!”

Melihat bola mata Hyo Na yang menyala-nyala bak api; satu-satunya yang dilakukan Jung Soo adalah menarik napas panjang. Ia memandang sekilas pada langit-langit apartemennya dan kembali menaruh pandangannya pada Hyo Na. Lagi—Jung Soo duduk di sisi Hyo Na. Ia tahu Hyo Na sangat marah.

“Tentang apa semua ini?” Jung Soo berusaha keras agar amarahnya tidak ikut terpancing. Menghadapi seorang Hyo Na harus disertai banyak kesabaran. “Apakah karena—Donghae?”

Mendengar nama itu, kepala Hyo Na tertunduk. Tubuhnya mulai berguncang pelan. Ia menangis. Jung Soo kini diliputi oleh rasa bersalah melihat gadis itu sesegukan, ia menyentuh pundak Hyo Na.

“Jangan sentuh aku!” lagi-lagi Hyo Na menepis tangan Jung Soo.

“Hyo, maafkan aku.”

Hyo Na mengangkat wajahnya, ia tersenyum sinis. Tidak akan semudah itu ia mengabulkan permohonan Jung Soo. Tidak, setelah semua yang Jung Soo lakukan.

“Memaafkanmu? Tidakkah permintaanmu terlalu berlebihan?” Hyo Na tertawa kaku sambil menyeka air mata yang bergulir di wajahnya. “Setelah kau membunuh Donghae, kau berpikir aku masih akan memaafkanmu?”

Jung Soo diam. Sorot matanya berubah aneh. “Aku tidak sengaja, Hyo.”

“Kau yang menabraknya!”

“Dia tiba-tiba saja melintas di depan mobil, kau pikir aku bisa memperhitungkan tindakan nekatnya, hah?”

“Bagaimana dengan Hyukjae?”

Jung Soo terlihat sangat gugup, ia bahkan mulai meremas jari-jari tangannya, “Aku—“

“Apakah aku harus membuka daftar dosamu?” Hyo Na berpaling ganas menatap Jung Soo. “Dia mati lemas di bawah bantalmu. Kau membekapnya. Kau ingat?” bola mata Hyo Na mulai membelalak.

Jung Soo berdiri kasar. “Bisakah kita tidak membahas tentang mereka?” ia mulai kehilangan kesabaran. “Aku tidak bermaksud seperti itu. Kami sedang bersama dan hal itu terjadi begitu saja,” ungkapnya frustasi. Ia sampai harus meremas rambut di kepalanya untuk menyalurkan emosinya yang membuncah. Otaknya terasa panas karena Hyo Na masih menuntut padanya. Ia berpaling pada Hyo Na yang berdiri, menjauhinya.

“Kau sengaja melakukan itu. Kau jelas-jelas membenci Hyukjae!”

“Aku membencinya!” Jung Soo berteriak. “Kau benar. Aku sangat membenci Hyukjae! Dia selalu menempelimu dan karenanya, kau bahkan mengacuhkan! Aku membencinya sampai-sampai aku begitu ingin menyingkirkannya!”

“Kau sudah melakukannya,” Hyo Na menahan gemuruh di dalam dadanya. “Jadi, berhentilah memamerkan sikap baikmu yang penuh kebohongan. Hatimu tak semalaikat itu, Jung Soo.”

“Hyo—demi Tuhan, aku tidak sengaja.”

“Aku tidak peduli dengan kebenarannya,” Hyo Na tersenyum. “Yang aku tahu, kau menyingkirkan mereka. Kau membunuh semua yang kusayang. Salah apa aku padamu, Jung Soo?”

“Hyo Na.”

“Hyukjae mungkin begitu agresif terhadapku, dan kesalahan Donghae adalah merusak sepatumu. Aku mengerti dengan kemarahanmu, tapi kau tetap tidak boleh melakukan itu pada mereka,” Hyo Na menerawang jauh. Jung Soo sedang berusaha untuk menjelaskan alasan-alasannya, tapi Hyo Na tak memberinya kesempatan. “Lupakan Donghae dan Hyukjae. Apa yang akan kau katakan tentang Siwon? Dia selalu bersikap baik, tapi kau—“ air mata Hyo Na kembali menetes. Ia agak kesulitan untuk melanjutnya kalimatnya. “Dengan mataku sendiri, aku menyaksikanmu menggorok batang lehernya.”

“Hyo, saat itu aku—“

“Aku tidak akan memaafkanmu!” teriak Hyo Na histeris, dan ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas.

Jung Soo terkejut saat melihat Hyo Na menggenggam pisau dan menodongkan benda tajam itu padanya.

“Kau akan membunuhku?” Jung Soo mundur beberapa langkah.

“Di mana Kyuhyun?”

Jung Soo jauh lebih terkejut begitu mendengar nama itu disebut Hyo Na, “Kyu—Kyuhyun?” ia terbata.

“Bukankah dia ada di sini?” Hyo Na mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Ia hendak menuju ruangan lain saat Jung Soo mencegahnya.

“Apa yang akan kau lakukan?”

Hyo Na menyeringai lebar. Ekspresi yang sangat mengerikan, “Mata ganti mata. Gigi ganti gigi. Seperti yang kau lakukan terhadapku; aku akan membiarkanmu merasakan hal yang sama,” ia menerobos Jung Soo dan bergegas ke ruang tengah. Matanya sibuk menjelajahi seisi ruangan.

Jung Soo menangkap pergelangan tangan Hyo Na, “Kau mau apa terhadap Kyuhyun?”

“Aku?”

Jung Soo dan Hyo Na sama-sama menoleh pada seseorang yang sedang berdiri kaku. Di tangannya ada secangkir kopi yang asapnya terlihat mengepul. Ia menatap tegang pada mereka.

Hyo Na kembali menatapi Jung Soo, “Kau takut? Aku akan menyingkirkannya!”

“Menyingkirkanku?”

Pemuda itu masih tertegun di tempatnya berpijak. Ia terus meminta jawaban pada dua orang yang masih bersitegang di hadapannya.

“Kau gila Hyo?” Jung Soo mendelik.

“Bisakah kalian menjelaskan apa yang sedang terjadi?”

“DIAM!!” bersama-sama, Jung Soo dan Hyo Na membentaknya.

Pemuda itu hanya mengangkat kedua bahunya santai, ia berbalik hendak meninggalkan dua orang itu. Langkahnya terhenti, ia menoleh lagi, “Kau akan membunuhku, Hyo?”

“Demi apa pun, Cho Kyuhyun! Kau benar-benar akan mati jika tak menutup mulut besarmu itu!”

Pemuda itu hanya menggeleng. “Segila itukah kau?” ia tertawa kaku sambil berpaling dari hadapan Jung Soo dan Hyo Na, tapi lagi-lagi ia berbalik pada mereka, “Hyo—kau serius ingin membunuhku?”

“Bukan kau!” geram Hyo Na.

“Kudengar kalian berdua terus menyebut namaku?”

“BUKAN KAU!” kali ini Jung Soo dan Hyo Na kembali berteriak berbarengan. Mereka memelototkan matanya, seolah-olah ingin menelan pemuda bernama Cho Kyuhyun itu hidup-hidup.

Kyuhyun hanya mengangkat sebelah alisnya. Sambil meneguk kopi di dalam cangkir, ia berlalu.

Hyo Na dan Jung Soo masih terlibat dalam ketegangan. Hyo Na tersenyum mekar ketika matanya menemukan apa yang dicarinya. Cepat-cepat ia menghampiri objek tersebut dan tanpa ampun melakukan serangan bengis dengan menggunakan pisau di tangannya.

“HYO NA! KAU!!”

Jung Soo histeris dan langsung menarik Hyo Na menjauh. Sang gadis tersenyum sangat puas. Berbanding terbalik dengan Jung Soo yang sudah terlihat seperti orang ling-lung sambil. Ia melangkah tertatih.

“Apa—apa yang kau lakukan?” Jung Soo berbicara dengan tergagap dan matanya berkaca-kaca. Ia berlutut lemas dan memunguti dahan-dahan bonsai yang berserakan di lantai. “Kau—kau mengapa…Kyuhyun-ku.”

What the hell?” Cho Kyuhyun memijit keningnya setelah melihat adegan dramatis yang berlangsung tadi.

“Kau baik-baik saja?” seseorang datang menghampiri Kyuhyun yang masih berdecak heran.

Dengan ekspresi yang sangat kesal dan serasa ingin menangis, Kyuhyun menatap pemuda yang bertanya padanya tadi. “Bisakah kita kirim mereka ke rumah sakit jiwa?” ia balik bertanya pada pemuda tersebut. Choi Siwon.

“Kau seharusnya tidak berekspresi seheboh itu!” seru Hyukjae.

“Mereka bertengkar lagi rupanya!” tandas Donghae.

Kyuhyun menoleh pada duo Lee yang sedang bermain game. Sesekali mereka saling menendang, bertingkah seperti anak kecil ketika sedang tanding game. Kyuhyun dan Siwon menghampiri mereka dan bergabung dengan mereka di ruang tengah apartemen tersebut.

Hyung!” Kyuhyun menoleh pada Jung Soo yang masih mengheningkan cipta di hadapan bonsai. “Apa kau tahu seberapa berharganya namaku? Para gadis bahkan sulit bernapas ketika mendengar namaku,” Kyuhyun merasa harga dirinya terinjak-injak sejak mengetahui jika Jung Soo menamai bonsai sama seperti namanya. Hyo Na justru mencibir saat mendengar Kyuhyun sedang membanggakan diri. “Kenapa dengan wajahmu? Kau juga termasuk dalam kumpulan gadis-gadis itu. Akuilah itu, Hyo!” tegur Kyuhyun tanpa ekspresi.

“Kau terlalu bermimpi!” Hyo Na menggeleng prihatin.

“Hyo, seharusnya kau katakan padaku jika ingin menyingkirkan bonsai sialan itu. Aku bisa meminjamkan samurai koleksi Ayahku padamu,” Kyuhyun berkata santai lalu menghabiskan isi cangkir dalam sekali teguk.

“Diam kau, brengsek!” Jung Soo menggeram hebat setelah penuturan Kyuhyun sampai ke telinganya.

“Sudahlah Kyu, jangan memperkeruh situasi,” Siwon menegurnya.

“Dipikir bagaimanapun, nasibmu jauh lebih baik dibandingkan kami,” Donghae berusaha untuk fokus pada layar televisi. Tangannya sibuk menekan-nekan stick game. “Si gila Hyo Na selalu memakai nama kami untuk menamai hewan peliharaannya,” disela-sela permainan, Donghae masih sempat memamerkan kekesalannya pada Hyo Na.

Benar kata Donghae. Kyuhyun lebih beruntung jika dibandingkan nasib ketiga pemuda lainnya. Hyo Na menamai Donghae pada seekor anjing pudel kurang gizi yang ditemukan Hyo Na terlantar di depan sebuah mini market. Anjing itu mati setelah tertabrak mobil yang dikendarai Jung Soo, tepat di depan rumah mereka.

Hyukjae adalah nama seekor anak kucing penyakitan yang dicuri Hyo Na dari tetangga. Entah apa alasannya, tapi yang jelas—kucing itu ditemukan mati di bawah bantal Jung Soo.

Bagaimana dengan Siwon? Siwon adalah seekor ayam betina yang dibeli Hyo Na di pasar. Di hari pertama, ayam itu justru disembelih Jung Soo—tanpa rasa bersalah. Jelas saja, Jung Soo tidak menyadari kesalahannya. Idenya untuk membuat hidangan ayam spesial justru berujung menjadi sebuah dosa besar yang melahirkan sumpah serapah Hyo Na.

“Tidak ada yang lebih gila dari kakak-beradik itu! Mereka lebih menakutkan dari psikopat manapun,” timpal Hyukjae.

“DIAM KALIAN!”

Mereka bertiga hanya saling pandang setelah dibentak oleh Jung Soo dan Hyo Na.

“Ya—abaikan saja kami. Toh, kami sudah mati, bukan begitu?” Donghae tertawa pelan. “Hei! Lee Hyukjae, jangan bermain curang!” ia menendang tulang kering kaki Hyukjae sehingga membuat pemuda itu meringis dan langsung membalas perbuatan Donghae dengan menampar puncak kepala Donghae.

“Kyuhyun-a.”

Begitu mendengar Jung Soo memanggilnya dengan suara yang bergetar, Kyuhyun menoleh dan bertanya, “Ada apa, Hyung?”

“Maafkan aku.”

Desisan tajam keluar dari mulut Kyuhyun begitu melihat Jung Soo sedang mengelus-elus bonsai sambil menyeka sudut-sudut matanya yang berair, separuh jiwanya seolah terseret angin. Ia seperti sedang mengadakan ritual aneh. Hyo Na sudah merasa jauh lebih baik setelah melampiaskan kemarahannya. Ia yakin Jung Soo akan duduk berjam-jam lamanya memandangi bonsai yang tak lagi bermodel itu.

“Aku benci mereka!” Kyuhyun menarik napas panjang.

Hyo Na mendekati mereka dan ia langsung duduk di antara Donghae dan Hyukjae, merampas stick di tangan Hyukjae lalu tatapannya tertuju pada Donghae, “Bertarung denganku!”

“Di tahun berapa kau lahir? Sopanlah pada kami,” Donghae mencibir melihat Hyo Na yang selalu memperlakukan mereka dengan semena-mena.

Hyo Na lebih muda dari mereka, tapi ia selalu memanggil nama mereka tanpa embel-embel ‘Oppa’.

“Kau serius ingin bertarung denganku? Jangan bercanda Hyo. Aku tak ingin melihatmu menangis karena kalah dariku!”

Are you kidding me?” Hyo Na berdecak tak percaya.

“Berikan padaku!” Cho Kyuhyun yang telah berdiri di hadapan Donghae langsung merampas stick di tangan Donghae. Ia memaksa Donghae untuk menyingkir, lalu duduk di tempat Donghae.

“Si sinting Park Hyo Na perlu diberi pelajaran.”

Shut up your fucking mouth!” seru Hyo Na tak terima. Ia memajukan wajahnya dan menatapi Kyuhyun lekat. Bola matanya melebar setiap detiknya. Ia sangat marah.

Kyuhyun tersenyum cepat, hanya satu detik dan wajahnya kembali datar. Ia mendorong kepala Hyo Na dengan telunjuknya.

“Baiklah, gadis gila!”

Don’t call me crazy anymore!

“Mengapa kita tidak memulai pertandingan kita?”

Hyo Na jelas-jelas tidak menyukai cara Kyuhyun yang selalu memperoloknya. Ia mendengus kesal sambil memalingkan wajahnya kasar dari Kyuhyun dan sejurus kemudian, ia telah sibuk dengan stick di tangannya. Kyuhyun juga melakukan hal yang sama. Mereka serius bertarung. Hyukjae, Siwon dan Donghae terus berteriak, entah siapa yang mereka dukung. Mereka bahkan mulai melupakan keberadaan Jung Soo yang masih meratapi nasib malang bonsai kesayangannya.

Kyuhyun menoleh pada Hyo Na. Gadis itu tampak sangat serius. Kyuhyun tahu jika Hyo Na sangat berambisi untuk mengalahkannya.

“Ck, kau memang gila,” Kyuhyun berdecak.

“Diamlah sebelum aku melemparmu keluar melalui jendela!”

Ancaman Hyo Na justru membuat Kyuhyun tersenyum tipis. Ia kembali fokus pada game di hadapannya. Park Hyo Na memang gadis tergila yang pernah ia temui, tapi ia pasti jauh lebih gila daripada Hyo Na karena menyukai si gila itu.

 

~Selesai~

 

Kangen kirim ff di sini. Berhubung gak ada ff baru, sy mengirim ff yang sebelumnya sudah di-publish di blog pribadi sy. Mungkin ada teman2 yang sudah membaca ff ini di blog sy. Semoga ff ini bisa menghibur. Kritik dan saran sangat diharapkan. Terima kasih.

11 Comments (+add yours?)

  1. nowi
    May 04, 2016 @ 17:25:58

    Sumpah kocak abis kakkkk,,,aku kira leeteuk bner2 bunuh duo lee+ siwon jarna cemburu ehh ternyata semua itu cuma hewannn,,apalagi pas hyona bunuh si kyu ehh ternyata itu cuma pohan bonsaii,,

    Next kakkkk

    Reply

  2. Deesungie
    May 04, 2016 @ 21:13:06

    Tetap aj ngajak baca ini.. Pdhaal udah bacaa d blog ny marchia.. Tp ttep.. Bikin aq ikutan kaya org gila ngakak sndiri malam2… 😂😂😂
    Tuh dua org mmg perlu dibawa ke rsj.. Bner tuh kata kyu.. Kasian ny hae sama hyuk.. Hahaha.. Anjing sama kucing,, penyakitan lg..
    Astaga hyona.. Sungguh ajaib..

    Reply

  3. Nanakyu
    May 04, 2016 @ 22:11:21

    Hahahahaaaaaa
    #pelukk eteukk
    Kerennn ak ska bgt ide critanya…
    Bcanya bikin penasarn pertama seriuss tp mulaii nebak2 apaan yak
    Unikk pokoknya baguss seruuu
    Keep writing yaa
    ★★★★★dech
    😀

    Reply

  4. Entik
    May 04, 2016 @ 23:30:37

    Akhh parah kaka beradik.

    Aku udh mikir yang jelek aja, tmben gitu teuki oppa jadi psiko, tau nya itu bukan beneran.

    Reply

  5. Fafairfa
    May 05, 2016 @ 14:09:11

    HahHhHahahha…astagaaa
    Ga berhenti ketawa bacanya..aku pikir donghae dkk yg berwujud manusia tp ternyataaa??? Para hewan2? Hahaha

    Paling ngakak pas bagian kyuhyun…hahaha
    Bonsai??? Hahahahah astagaaa

    Bikin ngakak thor ceritanya..lucuuu ^^

    Reply

  6. Eommanim
    May 06, 2016 @ 22:18:55

    Aaaah author-nim, ini keren bgt tau. gokil, kocak, lucu 😁
    kalo ketemu Hyona mau aku geplak palanya, seenaknya aja kucing penyakitan dikasih nama Hyukjae -_-
    eh btw aku malah kebayang Yesung, bukan Leeteuk :v

    Reply

  7. Meuthia Nabila (@MeuthiaN03)
    May 07, 2016 @ 00:35:21

    Astaga, pertama deg-deg kan, makin lama akin curiga. Ternyata benar endthenya bikin ngakak

    Reply

  8. EvilLee Fanfiction
    May 07, 2016 @ 13:02:31

    Holla… Aku raeder yg bru nimbrum di bloq ini. So slm kenal semuanya. Btw ffnya kocak. Keren dhe

    Reply

  9. Nurul Aini
    May 09, 2016 @ 19:22:13

    gkgkgkgkgkgkgk sumpah sampe sakit perut ane ketawanya kiranya beneran gitu si siwon, donghae sma hyukjae dibunuh tautaunya itu semua cuma hewan peliharaan ckckckckckckck…. Udah gitu leeteuk namain bonsainya pakai nama kyuhyun lagi, -_- :3

    Reply

  10. Mrs. C
    Jul 14, 2016 @ 16:31:41

    OMG… pas baca ceritanya aku agak bingung.. katanya Genre komedi kok bunuh2an gini? Judulnya psycho tapi kok genrenya komedi?
    Ternyata -_-” gabisa berenti ngakak… g pernah baca ff leeteuk yang kayak gini wkwkw… biasanya kan dia kebapakan /?, pengertian, peduli dll… tapi disini dia superkonyol gitu sama adeknya wkwkw… ngakaknya jadi dobel..

    Reply

  11. josephine azalia
    Oct 27, 2016 @ 19:25:00

    njirrrr ngakak pisannnn
    apalagi kyuhyun…



    BONSAI LOLLL

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: