Between Us [6/?]

between us 6

Between Us (Part 8)

Cast                 : Han Young Ra, Cho Kyuhyun, Han Young Na, Choi Siwon

Other Cast      : Hwang Yoo Shin, Lee Hyukjae, Lee Donghae, Lee Eun Ha, Han Bon Sung

Genre              : Sad, Romance, Hurt, Family, Brothership

Rate                 : PG 15+

Disclaimer       : Sebelumnya aku ucapin jeongmal kamsahamnida untuk admin yang bersedia posting FF abal-abal ku ini di blog ini. dan kalian bisa mengunjungi Fanpage-ku di sini -> https://www.facebook.com/Iffuany-Yaqaz-918301831526620/.

Fanfic ini murni buatanku sendiri, so kalau mau baca di persilahkan tapi ingat, jangan copast tanpa ijin, jangan plagiat, jangan ngaku-ngaku, dan lain-lain yang berkaitan dengan penjeplakan tanpa ijin, Arrachi? Cho Kyuhyun milik keluarganya, Super Junior, SM Ent, ELF, dan Sparkyu. Dan Han Young Ra adalah milik imajinasi saya seorang. Just read, like, and coment. Happy reading all!!!

 

 

 

Hanya dengan hatiku, aku mencarimu

Hanya dengan hatiku, aku memelukmu

Itu semua sudah cukup bagiku

Maka, jangan merasa sakit karena aku

Hanya bertatapan denganmu bisa membuatku meneteskan air mata

( Lena Park – My Wish)

“Bagaimana kabarmu?” Young Ra mengedikkan bahunya acuh atas pertanyaan Yoo Shin, membuat sahabatnya itu mendelik jengkel. 3 tahun mereka tidak bertemu, seharusnya peluk hangat dan cerita seru yang ia dapat tapi justru sebaliknya. Persahabatan mereka memang aneh, namun Yoo Shin tidak pernah keberatan akan hal itu. Baginya Young Ra adalah sahabat sejati, pendengar yang baik dan selalu memberinya solusi setiap kali ia memiliki masalah. Yah, meskipun kebalikannya dengan Young Ra. Young Ra selalu berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri, tidak pernah bercerita apapun tentang kehidupannya. Terkadang Yoo Shin merasa sedih karena ia tidak bisa melakukan apa yang Young Ra lakukan padanya, namun ia berusaha untuk mengerti dan tetap di samping Young Ra.

“Yoo Shin~ah, bagaimana kabar mereka?” Yoo Shin menunjukkan senyum manisnya ketika mendengar pertanyaan Young Ra, ia tahu siapa mereka yang di maksud gadis itu. Young Ra memang tidak pernah peduli dengan keadaannya, ia selalu lebih dulu menanyakan kabar orang yang berarti di hidupnya.

“Mereka sehat dan tumbuh dengan baik, aku membelikan sebuah rumah untuk mereka di pinggir kota dan memperkerjakan seorang pembantu sekaligus pengasuh untuk mereka. Kau tidak keberatankan?” Young Ra tersenyum lega mendengar kabar dari Yoo Shin. 3 tahun ia tidak bertemu dengan mereka dan sangat merindukan kedua gadis kecil itu, tapi untuk sekarang ini ia masih belum bisa menemui mereka.

“Syukurlah, maaf aku merepotkanmu.”

“Tidak apa-apa. Aku senang bisa membantumu.”

“Lalu, apakah uang yang aku kirimkan bisa mencukupi kebutuhan mereka? Seharusnya iya kan?” raut wajah Yoo Shin seketika berubah menjadi aneh, ia duduk dengan gelisah dan mengundang tatapan heran dari Young Ra.

“Ada apa Yoo Shin~ah?”

“Mmm… maaf Young Ra~ya, uang yang kau kirimkan itu tidak aku gunakan, tapi aku menabungkannya, dan untuk semua kebutuhan mereka, aku menggunakan uangku sendiri.” Young Ra menghela napas panjang, ia memberikan senyum maklumnya untuk Yoo Shin lalu menggenggam tangan gadis itu.

“Tidak apa-apa. Terima kasih untuk semua bantuanmu selama aku tidak ada untuk mereka. Tapi mulai saat ini kau tidak perlu repot-repot seperti itu, aku akan menggunakan uangku sendiri untuk membiayai kehidupan mereka.”

“Tapi—“

“Aku tidak terima penolakan.”

***

Siwon sedang menyesap kopi Espreso favoritnya dengan khidmat ketika Kyuhyun datang dan mengambil paksa cangkir kopinya lalu meminumnya hingga habis, menyebabkan Siwon mendengus kesal seraya melemparkan majalah sport ternama yang tadi di pegangnya ke meja kaca di hadapannya. Kyuhyun tak mempedulikan tatapan permusuhan yang di layangkan Siwon padanya, ia mendudukkan dirinya di depan Siwon, mengambil majalah yang tadi di lempar Siwon dan membuka halamannya satu persatu. Senyum puas terkembang di wajahnya ketika melihat berita dan foto salah satu produk terbaru keluaran Marc Industries terpajang di halaman ketiga setelah berita tentang MotoGP di halaman pertama.

Siwon lagi-lagi mendengus melihat senyum menyebalkan itu terpajang di wajah sepupunya yang menurutnya tidak lebih tampan darinya itu, tadinya ia berniat membuat 1 cangkir Espreso lagi, tapi urung karena takut bukan ia yang akan menghabiskannya, melainkan setan mengesalkan di depannya ini. Siwon mengambil ponselnya dari saku celana training yang ia kenakan lalu membuka akun SNS-nya. Senyum manis terkembang di wajah tampannya, menampilkan celah kecil di kedua pipi tirusnya tatkala melihat gadis pujaannya memposting salah satu foto favoritnya.

 

“Jangan tersenyum-senyum seperti itu, kau terlihat seperti orang sinting.” Kata Kyuhyun datar tanpa mengalihkan pandangan dari majalah sport yang di pegangnya. Siwon semakin melebarkan senyumannya, “Wajar jika aku senyum-senyum seperti ini, karena semakin hari dia semakin cantik.” sahut Siwon seraya menunjukkan layar ponselnya kepada Kyuhyun, Kyuhyun mengalihkan pandangannya lalu tertegun ketika melihat foto Young Na yang di tunjukkan Siwon padanya. Gadis itu selalu terlihat cantik di matanya. Kyuhyun segera mengganti raut wajahnya kembali datar ketika tersadar, ia kembali memusatkan perhatian pada objeknya semula namun sepertinya gagal.

“Benarkan, dia memang cantik. Kau saja sampai terpana seperti itu.” tukas Siwon dengan tatapan mengejek.

“Tidak juga, dia masih seperti hari-hari kemarin. Dan aku tidak terpana dengannya.” Balas Kyuhyun berbohong.

“Lalu dengan siapa? Young Ra?” Tanya Siwon kali ini dengan tatapan jenaka. Kyuhyun segera menutup majalahnya, kemudian menatap Siwon dengan kening berkerut.

“Maksudmu?” Siwon tersenyum; menahan tawa lebih tepatnya, ia menegakkan posisi duduknya, lalu berdeham.

“Beberapa malam yang lalu aku melihatmu bertemu dengannya di depan kantormu, lalu kau mengantarnya pulang. Bisa jelaskan padaku apa yang terjadi?” Siwon menaikkan sebelah alisnya dengan wajah penasaran, sementara Kyuhyun menghela napas pasrah. Tidak ia sangka, ada yang melihat pertemuan mereka malam itu.

“Tidak ada yang terjadi.” Jawab Kyuhyun datar menutupi kebohongannya, Siwon terkekeh pelan. Seperti ini lah Kyuhyun, selalu bersembunyi dari semua orang menggunakan topeng datarnya itu, tapi tidak untuk Siwon, seperti apapun kamuflase yang adik sepupunya itu gunakan, ia selalu bisa melihat apa yang Kyuhyun berusaha sembunyikan darinya.

“Benarkah?” Kyuhyun mengalihkan pandangannya, memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Siwon. Sejujurnya, ia pun tidak tahu apakah terjadi sesuatu atau tidak, tapi Kyuhyun bisa merasakan ada yang lain tiap kali ia bertemu dengan Young Ra. Seperti sebuah keterikatan atau, entahlah.

“Baiklah, tidak apa-apa jika kau tidak ingin menceritakannya. Aku mengalah kali ini.” Ujar Siwon, ia bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah dapur. Hasratnya untuk membuat kopi Espreso kembali bangkit, dan akan ia pastikan kali ini, ia yang akan menghabiskannya. Tak lama kemudian, Kyuhyun menyusulnya tapi bukan untuk membuat kopi, melainkan mengambil satu botol wine yang masih tersegel beserta gelas berkaki tinggi di salah satu rak yang terdapat di ruangan tersebut. Melihat itu Siwon hanya bisa menggelengkan kepala, satu lagi kebiasaan Kyuhyun yang sudah di hapalnya di luar kepala.

“Kau datang kemari bukan hanya untuk meminum wine gratis kan?” Tanya Siwon, Kyuhyun hanya memberikan cengiran bocahnya seraya meminum wine-nya dalam sekali teguk. Ia kembali menuangkan cairan berwarna pekat itu ke dalam gelas setelah isinya habis.

“Tadi pagi aku bertemu dengan Choi Ahjussi.” Kata Kyuhyun, Siwon meletakkan cangkir kopinya ke atas meja makan lalu duduk di hadapan Kyuhyun.

“Kapan kau akan berhenti dari pekerjaanmu sekarang Hyung? Kau tidak kasihan dengan Choi Ahjussi? Beliau sudah tua.” Lanjutnya tanpa menatap Siwon yang kembali sibuk dengan ponselnya.

“Nanti sekitar 10 tahun lagi, atau lebih.” Sahut Siwon acuh, masih tetap fokus dengan ponselnya.

“Apa kau tidak berminat dengan dunia bisnis? Berbisnis itu menyenangkan. Yah, setidaknya gantikanlah Choi Ahjussi.”

“Kau ini berisik sekali. Aku tidak mau bekerja dalam dunia yang membuat kepala pusing seperti itu. Nah, kau sendiri? Bukannya menggantikan posisi Cho Samchon, kau justru mendirikan perusahaan sendiri.”

“Ada Ahra Noona yang menggantikannya.” Jawab Kyuhyun ikut acuh, Siwon menyeringai.“Kalau begitu, kami pun memiliki Jiwon yang akan menggantikan posisi Appa.” Kyuhyun memutar bola matanya kesal, berdebat dengan Siwon sama saja dengan berdebat dengan bocah yang tak mau kalah. Tubuh Six Pack-nya itu tidak bisa menutupi sifat kekanakannya sama sekali.

***

Angin yang berhembus pelan menerbangkan helai-helai rambut coklat gelapnya yang lembut, masih di musim semi yang indah, berlatarkan bunga Sakura yang bermekaran, ia memotret setiap objek yang menurutnya bagus. Seperti anak-anak kecil yang berlarian kesana-kemari, ayah yang sedang menenangkan anaknya yang menangis, dan sepasang suami istri lanjut usia yang tertawa bahagia. Salah satu hobinya selain bermain gitar di kamar dan membaca novel, yaitu photographer. Biasanya objek yang ia ambil adalah orang-orang yang memiliki moment indah. Moment yang tak pernah dimilikinya. Young Ra tersenyum puas melihat hasil bidikan kameranya yang bagus dan pas. Ia kembali berjalan menyusuri taman ini dan sekali lagi mengarahkan lensa kameranya pada seorang pria yang sedang duduk termenung di sebuah bangku tepat di bawah pohon Sakura yang lebih besar dari pohon lainnya.

Warna langit yang berubah jingga keunguan menandakan bahwa matahari hampir tenggelam. Hari ini ia mendapatkan sift setengah hari, dan kuliahnya sedang libur jadi ia berniat menghabiskan sore harinya dengan berjalan-jalan di taman ini sambil mencari objek yang bagus untuk ia potret. Young Ra mendudukkan dirinya di salah satu bangku tak jauh dari pria yang tadi di potretnya, ia menengadahkan kepala menatap langit. Memejamkan kelopak matanya demi menikmati angin sore yang sejuk, tiba-tiba bangku yang ia duduki sedikit bergoyang, menandakan ada seseorang yang duduk di sebelahnya. Young Ra menoleh dan mendapati Cho Kyuhyun duduk di sana, ia mendengus, kembali mengalihkan pandangannya. 15 menit mereka lalui dengan hanya berdiam diri, tak satu pun dari keduanya yang berniat untuk memulai percakapan.

“Sedang apa kau disini?” pertanyaan pertama yang di lontarkan Kyuhyun, pria itu bermaksud untuk memecahkan keheningan mereka, namun sepertinya Young Ra tak berniat untuk menjawabnya. Mereka kembali terdiam, tapi Kyuhyun sangat tidak betah dengan situasi seperti ini. Membasahi bibir penuhnya sejenak, ia kembali bersuara.

“Kenapa kau diam saja? Tidak suka aku berada disini?” Young Ra berdecak lalu menolehkan kembali wajahnya dan menatap Kyuhyun dengan kesal.

“Tidak bisa kah kau diam? Pertanyaan macam apa itu? Sudah jelas aku sedang duduk, kau masih bertanya “sedang apa kau disini?” ?” untuk beberapa detik yang aneh Kyuhyun terbengong di tempatnya, ia mengerjapkan matanya berulang. Ini adalah pertama kalinya ia mendengar Young Ra mengomel dengan kalimat yang panjang. Namun bukannya tersinggung pria bermata tajam itu justru terkekeh geli mendengarnya, mengakibatkan dahi mulus Young Ra—yang baru disadari Kyuhyun sangat indah—berkerut bingung.

“Ada yang lucu?” Kyuhyun mengangguk tapi seolah tersadar akan sesuatu ia menggeleng, berdeham beberapa kali untuk meredakan tawanya. Sedangkan Young Ra hanya mengedikkan bahu tidak peduli, “Dasar aneh.”

“Siapa yang aneh?” Tanya Kyuhyun setelah berhasil menghentikan tawanya, Young Ra mendengus, “Lupakan.” Mereka kembali terdiam, Kyuhyun menatap langit yang telah sepenuhnya menggelap dan menampakkan bintang-bintang yang bersinar terang di atas mereka, ia memejamkan mata menikmati udara malam yang mulai dingin tapi menyenangkan seraya tersenyum lebar menampilkan cekungan kecil di kedua ujung bibirnya. Sementara Young Ra sedang melihat semua foto yang tersimpan di kameranya dari beberapa hari yang lalu dan juga hari ini, kemudian kembali mengarahkan lensa kameranya ke sembarang tempat, mencari objek yang bagus setelah mengatur pencahayaannya.

Ia memotret sepasang kekasih yang sedang bergandengan tangan menyusuri jalan setapak taman yang lengang, lalu memeriksa hasil bidikannya. Seketika wajahnya menjadi muram dan desah napas kesal terdengar cukup keras saat ia menyadari siapa sepasang kekasih yang tadi di potretnya hingga membuat Kyuhyun menoleh ke arahnya.

“Ada apa?” Young Ra tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun, ia bangkit dari duduknya lalu meraih tas selempang yang ia letakkan di pojok bangku tempatnya duduk.

“Kau diam disini.” Perintahnya seraya menunjuk hidung Kyuhyun, lalu berjalan dengan sedikit tergesa menghampiri pasangan kekasih tersebut. Kyuhyun mengerutkan dahinya lalu mengikuti langkah Young Ra dengan kedua matanya. Tatapannya berubah paham kala menyadari siapa dua orang yang di hampiri gadis itu tapi ia tak berniat menyusul. Kyuhyun hanya akan melihat dari tempatnya kini, apa yang akan Young Ra lakukan pada kedua orang itu.

***

Waktu-waktu seperti ini sangat langka untuk kedua insan yang selalu kasmaran ini habiskan bersama. Mereka selalu sibuk, si yeoja dengan rapat dan dokumen-dokumen penting dan si namja dengan jadwal syuting yang selalu padat, menyita waktu, bahkan waktu istirahatnya. Mereka berjalan menyusuri jalan setapak yang remang seraya bergandengan tangan, saling menyalurkan kehangatan yang menyelusup ke dalam hati keduanya. Tidak ada yang berniat untuk memulai percakapan, mereka hanya ingin menikmati quality time yang sangat berharga ini dengan menyamankan diri dengan kehadiran masing-masing, sesekali salah satu dari mereka melirik ke wajah pasangan dan tersenyum ketika tanpa sengaja tatapan mereka bertemu.

Young Na menatap bunga Sakura yang mulai berguguran dari pohonnya, ia menghirup udara sejuk yang segera mengisi paru-parunya lalu mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Siwon. Pria itu menoleh, tersenyum lebar.

“Lihatlah, bunga Sakuranya mulai berguguran.” Ujarnya seraya menengadahkan kepala. Siwon ikut menengadah, menatap kelopak bunga Sakura yang berjatuhan di depan matanya dan bergumam membenarkan.

“Aku masih ingat, dulu saat Young Ra masih kecil, ia selalu menggerutu marah jika melihat bunga-bunga ini mulai berguguran dari pohonnya. Dia sangat menyukai bunga Sakura kau tahu? Bahkan sampai sekarang.” Siwon menganggukkan kepalanya, “Ne, dan juga daun Maple.” Timpalnya, Young Ra mengangguk.

“Siwon Oppa!” Siwon dan Young Na menghentikan langkah mereka ketika mendengar seseorang memanggil Siwon dari belakang. Dengan terpaksa Siwon melepaskan genggaman tangan mereka dan berbalik. Seketika senyum berdimple muncul di wajahnya kala melihat seorang gadis yang wajahnya mirip dengan gadis disampingnya tengah berjalan menghampiri mereka.

“Annyeong Oppa.” Sapa Young Ra.“Annyeong Young Ra~ya. Sedang apa kau disini?” balas Siwon. Young Ra tersenyum seraya mengangkat kamera SLR yang menggantung di lehernya, Siwon mengangguk-angguk paham.

“Memotret? Apa kau mendapat objek bagus hari ini?” Young Ra mengangguk mengiyakan lalu mengalihkan tatapannya pada Young Na yang tersenyum simpul menatapnya. Ia hampir memutar bola matanya malas melihat senyum memuakkan itu tapi ia teringat dengan rencananya mendekati kedua orang ini jadi, ia menahan kedua mata hazel-nya itu untuk tidak berputar dan membalas senyum Young Na walau terkesan di paksakan.

“Kalian sedang berkencan tanpa menggunakan penyamaran? Tidak takut ketahuan paparazzi?” Tanya Young Ra to the point dengan kedua alis yang terangkat tinggi-tinggi. Siwon dan Young Na saling menatap kemudian tersenyum, membuat Young Ra semakin muak.

“Aniyo, kali ini aku sedang tidak ingin menyamar, lagipula tempat ini kan sepi jadi menurutku tidak masalah.” Jawab Siwon dengan senyum yang terus terpajang di wajah tampannya. Young Ra kembali menahan matanya agar tidak berputar malas dan menggantinya dengan senyuman yang di buat semanis mungkin. Ia kemudian meraih ponselnya dari dalam tas lalu mengetik sebuah pesan dan mengirimkannya pada Cho Kyuhyun yang masih terduduk di tempatnya dengan kedua mata yang terpejam; hampir terlelap.

To : Cho Kyuhyun

Cepat kemari dan bawa Young Na Eonni menjauh dari kami.

Kyuhyun tersentak kaget ketika merasakan ponselnya bergetar di saku jas yang dikenakannya. Ia segera menarik ponselnya keluar dan membuka 1 pesan masuk dari Young Ra. Ia mendengus kesal, lalu berdiri dari duduknya, merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku.“Seenaknya saja menyuruhku, memangnya dia siapa?!” gerutunya seraya berjalan menghampiri ketiganya yang tak jauh dari tempatnya. Kyuhyun berdeham sekali, memberi tanda kehadirannya pada ketiga orang tersebut lalu tersenyum seadanya.

“Annyeong Hyung, Young Na~ya, Young Ra~ssi. Kebetulan sekali kita bertemu disini, ada yang ingin aku bahas denganmu mengenai kerjasama Marc Group dengan HanGang Corp, apa kau keberatan?” Kyuhyun tersenyum miring seraya menatap Young Ra dengan tatapan ‘Ayo, kita mulai sandiwara ini.’, Young Ra membalas senyum Kyuhyun dengan sinis. Sementara Young Na menatap Siwon dengan pandangan memelas, Siwon menghembuskan napas panjang kemudian mengangguk pasrah.

“Baiklah, kau mau membicarakannya dimana?” Kyuhyun tersenyum lebar—berpura-pura tentu saja—merasa senang.

“Bagaimana kalau disana? Aku rasa jika kita membicarakannya disini Siwon Hyung akan segera mati kebosanan karena dia tidak suka dengan dunia bisnis.” tunjuk Kyuhyun pada sebuah bangku panjang yang tak jauh dari mereka seraya mengedipkan sebelah matanya pada Siwon dan tersenyum mengejek, membuat Siwon ingin sekali melayangkan tinjunya karena ejekan Kyuhyun dan juga telah merusak kencannya dengan Young Na. Young Na mengangguk, lalu berjalan mendahului Kyuhyun setelah berpamitan dengan Siwon terlebih dahulu dan diikuti Kyuhyun.

Siwon mengalihkan pandangannya pada Young Ra yang berpura-pura sibuk dengan kameranya setelah Young Na dan Kyuhyun meninggalkan mereka berdua. Ia menyenggol lengan gadis itu beberapa kali. Young Ra mendongak, menatap Siwon dengan pandangan bertanya.

“Kajja, kita duduk disana.” Kata Siwon menunjuk sebuah bangku yang terdapat diantara dua pohon Sakura di belakang Young Ra dan berjalan mendahului gadis itu. Young Ra mengangguk, kemudian mengikuti Siwon dan duduk disampingnya. Siwon menyandarkan punggungnya pada kepala bangku, lalu menatap langit malam yang cerah, sedangkan Young Ra meremas-remas kedua telapak tangannya bergantian, menandakan bahwa ia kini tengah gugup. Jantungnya selalu berdetak kencang jika berdekatan dengan pria ini.

Sedangkan Siwon merasa mood-nya hari ini benar-benar buruk. Apakah tidak bisa sehari saja ia bersenang-senang dengan gadisnya? Setiap kali mereka berkencan, selalu saja ada yang mengacaukan. Entah itu manajernya, ayahnya, Jiwon atau Kyuhyun. Mereka seolah-olah tidak senang jika ia menghabiskan waktu dengan Young Na. Sesekali Siwon menoleh kebelakang, melihat Young Na yang tampak serius dengan rapat dadakan mereka di tempat ini-di taman- dan-sedang-berkencan. Siwon menghela napas panjang berusaha menghilangkan kekesalannya. Ia melirik Young Ra yang masih menundukkan kepala dan meremas kedua tangannya secara bergantian. Siwon mengernyit, apa yang membuat gadis ini gugup? Ia sudah lama mengenal Young Ra; sejak gadis itu masih kanak-kanak, dan juga karena rumah mereka yang bersebelahan sebelum akhirnya Siwon pindah ketika ia duduk di bangku SMA, sehingga hal sekecil apapun yang ada pada Young Ra, Siwon tahu. Ia mengenal gadis ini luar-dalam.

“Oppa, mianhae.” Lirih Young Ra, masih menundukkan kepala, Siwon kini memusatkan perhatiannya pada Young Ra secara penuh, ia mengubah posisi duduknya menghadap pada gadis itu.

“Untuk apa?” tanyanya bingung.“Untuk sikapku beberapa hari yang lalu.” Ujar Young Ra, Siwon tersenyum kemudian menepuk pundak Young Ra pelan, membuat gadis itu mengangkat kepalanya dan memberanikan diri menatap Siwon.

“Gwaenchanayo. Aku mengerti kenapa kau bersikap seperti itu. Kau pasti lelah, belum lama tiba di Seoul sudah bekerja di café Hyukjae dan Donghae, belum lagi dengan tugas kuliahmu yang aku yakin pasti menumpuk.” Young Ra tersenyum lega mendengar jawaban Siwon, walaupun apa yang dikatakan Siwon salah, tapi setidaknya ia tidak perlu repot-repot mencari alasan. Karena sebenarnya, bukan itu yang membuat sikapnya buruk pada Siwon melainkan karena kakaknya yang sekali lagi merebut sesuatu yang berharga untuknya.

Mereka terdiam untuk beberapa saat, Young Ra berdecak kesal setelah menyadari sesuatu. Gadis itu menatap ke sekeliling, dimana seluruh taman ini mulai di penuhi kelopak-kelopak bunga Sakura yang berguguran. Siwon yang mendengar decakan kesal Young Ra menoleh, “Ada apa Young Ra~ya?” Young Ra tidak menjawab pertanyaan Siwon, ia tetap mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru taman membuat Siwon ikut melakukan apa yang dilakukannya kemudian mengangguk-angguk paham.

“Bunganya mulai berguguran.” Ujarnya, Young Ra mengangguk setuju dengan wajah di tekuk. Siwon tidak bisa menyembunyikan senyum gelinya melihat wajah tertekuk Young Ra. Ah, ia merindukan wajah manja itu. Siwon menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Young Ra lalu merangkul pundak gadis itu. Young Ra berjengit kaget mendapat perlakuan seperti itu, namun itu hanya sesaat, karena setelahnya senyum kemenangan segera tersungging di wajah cantiknya.

“Sudah lama kita tidak seperti ini kan? Aku merindukanmu Chagi~~~”

“Aku juga merindukanmu Oppa.”

Kyuhyun yang melihat pemandangan itu merasa ada yang aneh dengan dirinya. Tiba-tiba ia merasa suhu tubuhnya meningkat, dan ingin sekali memaki atau membentak siapapun. Ia bahkan tidak menghiraukan panggilan Young Na yang sedari tadi memanggilnya berulang kali. Young Na mengerutkan dahi bingung dengan perubahan sikap Kyuhyun yang secara tiba-tiba ini, ia menepuk pundak Kyuhyun pelan hingga membuat pria itu melonjak kaget di tempatnya.

“Kyu ada apa? Kau melamun?” Tanya Young Na, Kyuhyun segera memusatkan perhatiannya kembali pada Young Na, dan tersenyum canggung.“Tidak ada apa-apa.” Jawabnya sambil sesekali melirik ke arah Young Ra dan Siwon, Young Na mengikuti arah pandangan Kyuhyun dan tersenyum senang. Akhirnya setelah bertahun-tahun ia tidak melihatnya, sekarang ia bisa melihat Young Ra tertawa senang, meskipun bukan karena dirinya. Tiba-tiba perasaan sedih menelusup ke dalam hatinya.

***

Donghae meletakkan secangkir kopi hitam di atas meja salah seorang pelanggan yang sedang sibuk dengan laptopnya. Setelah mengucapkan kalimat yang biasa digunakan para pelayan café ketika menghidangkan pesanan pelanggan, ia berpamitan hendak berbalik untuk meletakkan kembali nampannya ke dapur, saat pelanggan tersebut menghentikannya.

“Chogiyo, apa Han Young Ra tidak masuk kerja hari ini?” Tanya gadis itu, Donghae memutar tubuhnya dan berjalan mendekat.

“Aniya, hari ini Han Young Ra bekerja setengah hari, nuguseyo? Apa ada yang bisa saya bantu?” Yoo Shin berdeham, lalu menunjuk kursi di hadapannya, mengintruksikan Donghae untuk duduk di kursi tersebut.“Duduklah, namaku Hwan Yoo Shin, namamu siapa. Em, lebih baik kita jangan terlalu formal, kau bisa memanggilku Yoo Shin.” Katanya seraya tersenyum manis. Donghae sempat tertegun beberapa saat di tempatnya melihat senyuman gadis itu sebelum akhirnya tersadar dan menarik kursi yang ditunjuk Yoo Shin, ia meletakkan nampan yang di bawanya ke atas meja.

“Lee Donghae imnida, kau bisa memanggilku Donghae.” ujarnya seraya mengulurkan tangan yang segera di sambut Yoo Shin. Hal yang aneh kembali terjadi ketika telapak tangan mereka saling bersentuhan, Donghae segera menarik tangannya saat sengatan yang mengejutkan itu menjalar ke seluruh tubuhnya begitu pula dengan Yoo Shin. Gadis itu segera menundukkan kepalanya dengan wajah merona seperti kepiting rebus merasakan kegugupan yang luar biasa pada dirinya.

Suasana canggung meliputi mereka, Donghae terus menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedangkan Yoo Shin mengalihkan wajahnya ke samping, namun terus-terusan melirik kearah Donghae. Donghae berdeham bermaksud menarik perhatian Yoo Shin dan berhasil. Gadis itu kembali menatap Donghae dan tersenyum malu-malu.

“Bagaimana kau bisa mengenal Young Ra?” Tanya Donghae mencari topik pembicaran sekaligus pertanyaan yang sedari tadi menggantung di kepalanya. Yoo Shin membasahi bibirnya lalu membenarkan posisi duduknya agar menjadi rileks.

“Kami bersahabat sejak kelas 1 SMP.” Jawabnya, Donghae menatapnya penuh takjub mendengar jawaban Yoo Shin, ia ikut membenarkan duduknya dan memfokuskan diri pada gadis tersebut.

“Kalian bersahabat? Kau hebat sekali!” pujinya terang-terangan, tapi Yoo Shin merasa aneh mendapat pujian seperti itu dari Donghae, dahinya berkerut bingung.

“Apanya yang hebat?” tanyanya bingung.

“Kau pasti tahu Young Ra gadis yang seperti apa?” Tutur Donghae memberikan alasan atas pujiannya, Yoo Shin mengangguk-angguk dengan wajah paham.

“Ne, gomawo atas pujianmu. Memang hal yang hebat aku bisa bersahabat dengannya mengingat bagaimana sikapnya pada teman-teman sekelas kami yang lain.” Donghae ikut menganggukkan kepalanya. Yoo Shin meraih cangkir kopinya lalu menyesap cairan berwarna pekat itu dengan perlahan, ia tersenyum puas ketika rasa manis yang pas memenuhi indera pengecapnya.

“Apa kau keberatan jika aku mengajakmu mengobrol di saat seperti ini?” Donghae menaikkan kedua alisnya mendengar pertanyaan Yoo Shin, “Seperti apa?” tanyanya. Yoo Shin menunjuk nampan kosong yang berada di atas meja menggunakan matanya, Donghae mengikuti kemana arah tatapan Yoo Shin.

“Oh, santai saja. Karena aku pemilik café ini bukan pelayan.” Gadis berambut hitam itu tidak bisa menutupi wajahnya yang merona malu mengakibatkan Donghae terkekeh kecil.

Mereka meneruskan percakapan-percakapan kecil mereka hingga beberapa jam ke depan, membahas semua hal yang menurut mereka menarik untuk di bahas dan sesekali tertawa ketika membicarakan hal-hal yang lucu tanpa menyadari bahwa tidak jauh dari mereka seorang pria memperhatikan semua itu dengan senyum senang yang tak pernah hilang dari wajahnya.

***

Young Ra tidak bisa berhenti tersenyum sejak kebersamaannya dengan Siwon beberapa waktu yang lalu, menyebabkan Kyuhyun yang sedang menyetir disebelahnya terus-terusan mendengus. Kyuhyun benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya, walaupun alasannya menjauhkan Young Na dari Siwon agar Young Ra bisa berduaan dengan pria itu adalah alibi tapi pada akhirnya ia yang mengakhiri rapat dadakan-palsu itu karena merasa tidak tahan melihat mereka berlama-lama berduaan dan mengembalikan Young Na pada Siwon serta mendapat hadiah tatapan heran dari kedua orang itu. Dengan beralasan akan pergi ke daerah Cheongdamdong ia meminta Young Ra untuk pulang bersamanya dan membiarkan Siwon mengantar Young Na pulang. Awalnya Young Ra menolak tapi tentu saja Kyuhyun selalu menggunakan otak jeniusnya untuk memaksa gadis itu. Dan disinilah mereka sekarang, di dalam mobil Kyuhyun dalam perjalanan ke rumah gadis itu dengan Young Ra yang tak henti-hentinya tersenyum lebar dan Kyuhyun yang menekuk wajahnya karena merasa jengah dengan kebahagiaan gadis itu.

Young Ra menatap jalanan kota yang masih ramai walau malam semakin larut, senyum senang terus terkembang di wajah cantiknya setiap kali bayangan Siwon yang tersenyum dan mengusap puncak kepalanya hadir di benaknya. Ia sempat melirik Kyuhyun yang menampakkan wajah sangar dan seperti tidak ingin diganggu, dan selalu mendengar pria itu berkali-kali mendengus kesal. Entah apa yang terjadi, tapi sepertinya suasana hati pria itu sedang buruk dan Young Ra tidak ada niat untuk mengajaknya berbicara. Ia kembali menatap keluar jendela dan pandangannya langsung tertuju pada sebuah minimarket di jajaran pertokoan yang masih buka, seketika ia seperti teringat sesuatu dan meminta Kyuhyun untuk menghentikan mobilnya.“Tunggu disini sebentar.” Ujarnya seraya keluar dari mobil, gadis itu segera berlari dan masuk ke dalam minimarket. Selama sekitar 10 menit Kyuhyun menunggu tapi belum ada tanda-tanda bahwa Young Ra akan keluar dari minimarket tersebut jadi ia memutuskan untuk menyusulnya kedalam. Kyuhyun menyusuri setiap gang di antara rak-rak yang terjajar dan menemukan Young Ra sedang berjongkok di salah satu rak yang menyediakan makanan ringan. Ia menghampiri gadis itu dan berdiri di sampingnya.

“Kenapa lama sekali, dan untuk apa semua barang-barang itu?” Tanya Kyuhyun seraya menunjuk keranjang belanjaan Young Ra yang penuh dengan bahan-bahan masakan, susu dan juga makanan ringan lainnya. Young Ra mendongak kemudian berdiri setelah meletakkan beberapa roti tawar ke dalam keranjang.“Kan sudah kusuruh kau tunggu di mobil.” Katanya tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun, Kyuhyun melipat kedua tangannya di bawah dada. “Aku bosan, sudah selesai belum?”“Sudah, kajja. Aku bayar ini dulu.” Young Ra mengangkat keranjang belanjaannya yang penuh dan hampir terjatuh karena terlalu berat, Kyuhyun menggelengkan kepala lalu merebut keranjang tersebut dan berjalan mendahului Young Ra yang memasang wajah cemberut.

Setelah membayar semua belanjaannya, mereka kembali ke mobil dan Young Ra meminta Kyuhyun untuk mengantarnya ke daerah Mapo.“Mau apa kita ke Mapo?” Tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan, Young Ra memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas setelah mengirim pesan kepada Yoo Shin. “Sudahlah tidak usah banyak tanya.” Kyuhyun hanya mengedikkan bahu, kemudian mempercepat laju mobilnya. Mereka tiba sekitar setengah jam kemudian di depan sebuah rumah sederhana yang tampak hangat setelah Young Ra memberi tahu alamat rumah ini kepada Kyuhyun.

Young Ra keluar dari mobil terlebih dahulu, dan berjalan memasuki pekarangan rumah tersebut yang tampak sangat asri disusul Kyuhyun tak lama kemudian yang membawa belanjaan Young Ra di kedua tangannya.Young Ra mengetuk pintu itu beberapa kali kemudian terdengar suara kunci yang diputar dan pintu itu pun terbuka, seorang wanita setengah baya tersenyum lebar menyambut kedatangannya.

“Nona Han Young Ra?” sapanya ramah, Young Ra mengangguk dan tersenyum lalu melongokkan kepalanya ke dalam rumah.

“Apa mereka sudah tidur?” tanyanya pada wanita tersebut.

“Belum Nona.” Jawabnya.“Kalau begitu, kajja.” Ajaknya pada Kyuhyun yang masih terdiam di sampingnya, Kyuhyun mengangguk lalu mengikuti Young Ra masuk kedalam rumah. Rumah ini terasa sangat nyaman dan juga sejuk, mereka terus berjalan hingga tiba di sebuah ruangan yang sepertinya ruang keluarga. Terlihat dua orang gadis kecil sedang bermain boneka di karpet tebal berwarna coklat di tengah ruangan dan sepertinya tidak menyadari kehadiran mereka. Young Ra berdeham beberapa kali membuat kedua gadis itu mengalihkan perhatian mereka dan terkejut. Keduanya segera beranjak dari duduk mereka dan berlari menghampiri Young Ra yang sudah berjongkok bersiap menerima pelukan dari kedua gadis kecil kesayangannya.“Eonniiiiii…” seru mereka bersamaan, Young Ra tertawa senang dan memeluk mereka dengan erat.

“Bogoshipeoyo Ryu~ya, Rei~ya…”

TBC

2 Comments (+add yours?)

  1. arni07
    May 06, 2016 @ 23:17:48

    akhirnya setelah sekian lama menunggu kelanjutan dari fanfic,keluar juga kelanjutannya,kayaknya kyuhyun mulai gak suka kalo young ra berdekatan dgn siwon,ryu n rei itu apanya young ra ya??ditunggu kelanjutannya kakak

    Reply

  2. lieyabunda
    May 08, 2016 @ 04:10:36

    kenapa kyu jadi cemburu….
    makin seru aza nih…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: