[FF Of The Week] The Birthday

100624KyuHyun

Written By: A-Ha

 The Birthday

Tag: Cho Kyuhyun

Genre : Comedy, Romance

Rating: Up your opinions =D

Length: One Shot

 

***

Shin Yeong menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke sofa. Lalu ia melenguh keras sambil memejamkan matanya. Keadaan rumahnya saat ini tidak sama jauh dari tempat penumpukkan sampah.

Kertas berceceran diamana-mana, bungkus makanan ringan tergeletak dilantai, kaleng minuman tertumpuk disofa. Benar-benar menyedihkan. Ia menghela napas pelan, sebenarnya ia ingin membereskannya hanya saja tubuhnya saat ini sudah benar-benar lelah. Ia adalah tipe wanita yang tidak suka melihat barang yang tergeletak bukan pada tempatnya.

Shin Yeong merupakan seorang maniak kerapian yang segala sesuatunya harus sempurna. Ia merupakan wanita teratur dan rapi namun hal itu tidak berlaku kali ini, tubuhnya benar-benar kehabisan energi, jadi ia melupakan kebiasannya-yang tidak suka melihat ruanga acak-acakan seperti itu-untuk saat ini.

 

***

                Kyuhyun membuka pintu rumah dengan perlahan takut-takut membangunkan orang yang sedang terlelap didalam bangun, yang sebenarnya itu sangat mustahil karena jarak antara ruang tamu dan kamar itu cukup jauh, tapi meskipun begitu ia tetap berhati-hati dan pelan-pelan memasuki rumah. Kenapa kesannya aku seperti maling? Padahal ini ‘kan rumahku sendiri.

Seperti biasa lampu ruang utama selalu dimatikan saat malam sudah larut. Pasti Shin Yeong sudah tidur. Tentu saja ia, karena sekarang sudah pukul 12 malam, pikir Kyuhyun. Sedetik kemudian ia berjengit-gerak reflek-sampai menaikkan bahu melihat ruang tamu yang sepertinya baru selesai dipakai untuk pesta. Ia menelusuri ruang tv sekaligus ruang keluarga rumahnya itu sampai mulutnya menganga, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.

Apa benar ini rumahku? Aku tidak mungkin salah masuk ‘kan? Kemudian matanya berhenti pada satu titik. Ia melihat seorang perempuan yang tertidur mengenaskan di atas sofa. Entah matanya yang memang sudah mengantuk atau perempuan itu benar-benar mengenaskan. Tapi saat ia melihatnya ada rasa kasihan didalam hatinya. Kemudian Kyuhyun mendekatinya dan memang benar ini bukan salah matanya, tapi perempuan yang sedang tidur disofa itu memang benar-benar mengenaskan dan perlu dikasihani.

“Yeong, bangun hei~” Kyuhyun mulai menepuk pelan pipi Shin Yeong. Namun yang dipanggilnya tidak membuka matanya sama sekali.

“Yeong..bangun, pindah ke kamar eoh” sekali lagi Kyuhyun menepuk pipinya tapi tidak ada reaksi apa-apa. Ia mulai tidak mengerti, jangan-jangan..ah, kemdudian Kyuhyun langsung menempelkan punggung tangannya pada hidung Shin Yeong dan bernafas lega ketika hidung itu masih mengeluarkan napas panas. Tapi sekarang ia merasa bodoh, jelas-jelas tadi ia melihat perut perempuan itu yang kembang kempis tapi masih berpikiran negatif seperti tadi. Fiuh~

Tidak lama Shin Yeong mulai menggeliat dan perlahan ia mulai membuka matanya namun hanya sedetik karena detik berikutnya ia menutup kembali matanya. Kyuhyun yang melihat itu hanya mendengus kesal, tubuhnya saat ini benar-benar lelah. Tadi ia habis rekaman lagu barunya setelah itu menjadi bintang tamu acara talk show disalah satu stasuin tv, kemudian ia juga menjadi bintang tamu di Sukira. Belum lagi siangnya, ia harus menjadi Mc, latihan, meet and gret, bernyanyi dari satu acara ke acara yang lain, hari benar-benar melelahkan dan ia sudah tidak punya tenaga untuk sekedar membangunkan istrinya itu yang mempunyai pemikiran ‘segala sesuatunya harus sempurna’.

Ia membangunkan Shin Yeong bukan tanpa alasan.  Ia ingin tidur nyenyak malam ini, karena saat menikahi Shin Yeong ia mempunyai kebiasaan baru. Tidak akan tidur nyenyak jika tidak ada Shin Yeong disampingnya, tidak akan tidur nyenyak jika ia tidak memeluknya. Dan sepertinya hal itu akan terus terjadi hingga maut memisahkan mereka. Berlebihankah? Tentu saja tidak, karena kau belum pernah merasakaannya hoho~

“YEONG ADA KEBAKARAN, CEPAT YEONG BANGUN! WAAA APINYA SEMAKIN BESAR AYO CEPAT BANGUN WAA APINYA BERAWRNA ORANYE YEONG YEONG BANGUN YEONG” Kyuhyun terengah-engah setelah mengucapkan itu. Ia tadi mengucapaknya dalam satu tarikan napas dan pakai berteriak pula.

“HAH? MANA? MANA MALING? APA? KYUHYUN MANA MALING?” Kyuhyun melongo ketika Shin Yeong berteriak dan ia sama sekali tidak tersenyum karena rencananya berhasil untuk memabngunkan gadis itu. Perasaan tadi aku berteriak kebakaran, tapi..ah yasudahlah yang penting sekarang ia sudah bangun.

“Yaah malingnya sudah pergi..” ucap Kyuhyun dengan wajah menyesal yang ia buat-buat sambil menatap Shin Yeong yang ada di hadapannya sedang mengatur napasnya yang seperti habis lari maraton.

“Tadi kau bilang kebakaran..”

Kyuhyun mengerjapkan matanya dan ekspresi menyesal yang dibuatnya langsung menghilang ketika mendengar ucapan istrinya. Sebenarnya yang bodoh siapa sih?

“Sudah ayo kita pindah kekamar”

“Tadi kau bilang ada maling yang kebakaran” Nah, yang bodoh ternyata istriku

“Sudah, malingnya sudah habis dilalap api”

“Oh yasudah kalau begitu” ucap Shin Yeong sambil menghempaskan tubuhnya lagi ke sofa.

“Hei, ayo pindah ke kamar eoh”

“Gendong….”

Shin Yeong merentangkan tangannya pada Kyuhyun. Ia tersenyum lebar sampai menampilkan giginya yang putih dan rapi, senyum kesukaan Kyuhyun. Karena entah kenapa, saat Kyuhyun melihat Shin Yeong yang tersenyum seperti itu ia juga akan ikut tersenyum. Dan sekarang ia sedang tersenyum lalu mulai menjongkokkan tubuhnya.

“Kau ini euhh..berat sekali”

“Tapi kau mencintaiku ‘kan?” Shin Yeong membenamkan kepalanya dileher Kyuhyun dan menghirup juga mengeluarkan nafasnya disana.

“Kau jangan menggodaku Han Shin Yeong”

“Hhh..aku tidak menggodamu. I’m tired” ucap Shin Yeong, dan tanpa sengaja ia malah mengecup leher Kyuhyun.

“Kau tired, tired tapi tetap masih punya tenaga untuk menggodaku, ck” semprot Kyuhyun. Ia membetulkan gendongannya, mengangkat Shin Yeong agar tidak merosot kebawah dan lagi-lagi tanpa sengaja Shin Yeong mengecup leher Kyuhyun.

Kyuhyun yang tadi merasa lelah entah kenapa jadi tidak meraskannya sama sekali. Ia merasa semangat untuk melakukan sesuatu tapi detik berikutnya ia menghapuskan pikiran itu. Malam ini bukanlah malam yang tepat untuk melakukan hal semacam itu, sebaiknya ia beristirahat dulu, mengisi energi tubuhnya hingga full agar saat melakukannya bersemangat. Hahaha, Kyuhyun tertawa dalam hati. Dan tiba-tiba tubuhnya terasa lelah lagi, lalu sekarang ia merasa jarak kamar yang hanya 20 kaki itu terasa seperti 1 km, aish~

 

Kyuhyun melihat punggung Shin Yeong yang sedang naik turun dengan teratur. Kemudian ia membalikkan paksa tubuh istrinya agar berhadap-hadapan dengannya. Lalu ia tersenyum ketika melihat alis istrinya itu bertautan menandakan bahwa ia terganggu. Tapi itu tidak lama terjadi karena detik berikutnya wajah istrinya mulai terlihat tenang lagi.

Niat awal Kyuhyun yang ingin langsung tidur saat ketika sampai dirumah tiba-tiba meluap begitu saja. Sekarang ia malah memandangi istrinya yang sedang tidur dengan tenangnya. Ia bisa melihat bulu mata lentik istrinya itu, dan faktanya Shin Yeong tidak suka memakai bulu mata palsu agar bulu matanya terlihat indah dan lebat. Ia sudah memilikinya dan Kyuhyun sangat bersyukur tentang itu karena memang ia tidak suka dengan wanita yang segala sesuatunya palsu.

Tanpa perlu di make up istrinya itu sudah sangat cantik. Hanya saja perbedaannya, jika di make up wajah pucat istrinya tidak kelihatan. Memang, saat tidak di make up wajah istrinya itu pucat. Ia masih ingat saat pertama kali melihat wajah istrinya tanpa make up ia mengira istrinya itu sakit dan ia langsung membawanya ke rumah sakit tanpa mendengarkan dulu penjelasan istrinya. Dan saat mendengar penjelasan dokter sakaligus penjelasan Shin Yeong secara bersamaan ia tertawa terbahak-bahak sampai-sampai istrinya itu menendang kakinya dengan tendangan ‘wawww’.

Tidak heran saat itu ia memang ditendang oleh Shin Yeong karena ia tertawa dengan hebohnya dihadapan dokter. Kyuhyun menggelengkan kepalanya saat mengingat kejadian tersebut.

Tiba-tiba kejadian saat pertama kali bertemu dengan Shin Yeong mampir diotaknya. Ia bertemu dengan perempuan itu di restoran sederhana di pinggir Kota. Saat itu ia memang sedang lapar dan memilih asal tempat makan. Yang penting perutku kenyang. Lalu ia memakirkan mobilnya dan masuk kedalam restoran tersebut dan ternyata di dalam reastorant itu sangat banyak orang namun tidak ada suara berisik apapun, yang terdengar hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring dan sesekali bunyi telepon genggam. Ramai tapi damai.

Saat itu Shin Yeong datang sambil membawa menu restoran itu dengan seragam pelayan resotaran sambil tersenyum ramah. Untuk sesaat Kyuhyun terpana dengan wajah Shin Yeong dan ditambah lagi Shin Yeong tersenyum padanya. Selama ini memang ia tidak pernah memedulikan seorang pelayan restoran dari yang mewah sampai yang sederhana. Tapi sekalinya ia memperhatikan, ia langsung jatuh hati pada pelayan itu.

Dengan wajah sedikit memerah mungkin, Kyuhyun mengambil menu dan mulai menyebutkan nama pesananannya. Saat ia sudah menyebutkan pesanananya Shin Yeong masih menulis di buku kecilnya. Kyuhyun memperhatikan Shin Yeong dengan teliti. Mata itu..jari itu..tangan itu..rambut itu..semuanya terasa indah bagi Kyuhyun. Lalu saat Shin Yeong meminta buku menunya ia malah memberikan telepon genggamnya, aishhh benar-benar memalukan.

                Gadis itu terlalu mempesona untuk seorang pelayan. Ah jangan-jangan restorant ini ramai karena mereka yang datang kemari hanya untuk melihat pelayan itu lagi, woww woow woow..apa ini salah satu akibat dari terlalu lapar? Aish pikiranmu ngelantur kemana-makan Kyuhyun.

Saat itu dirinya tidak berhenti memikirkan Shin Yeong. Dan bodohnya kenapa ia tidak melihat name tag pelayan tadi, setidaknya ia mengetahui nama pelayan yang mempesona itu. Sambil tersenyum ia berharap yang mengantarkan pesanannya adalah pelayan itu lagi. Namun sedetik kemudian senyuman itu hilang karena yang mengantarkan pesanannya adalah pria berambut pirang dengan mata sipit ck, sial. Tiba-tiba panggilan alam datang padanya.

Saat keluar dari toilet ia melihat pegawai restoran sedang berkumbul sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun pada seseorang yang ternyata adalah pelayan yang menggoyahkan hatinya.

Aku bertemu istriku untuk pertama kalinya dihari ulang tahunnya.

Lalu malam harinya ia bertemu lagi dengan Shin Yeong di belakang panggung acara yang Kyuhyun datangi. Ia tidak sengaja bertabrakan dengannya. Saat bertanya dengan Shin Yeong apakah ia fansnya atau bukan dengan cepat ia menjawab tidak.

“Lalu kau datang kemari untuk apa? Kau kalau memang menggemariku bilang saja”

“Aku bahkan tidak tahu jika kau seorang penyanyi”

“Kau tidak menge-“

“Oh hei, kau yang tadi siang datang ke restorantku ‘kan? Kau orang yang memberi handphonemu padaku padahal aku memintamu untuk mengembalikan buku menu, hahaha”

Mwo?”

“Ahh yasudahlah, kau bisa melepaskan tanganku?” tanya Shin Yeong yang sebenarnya terdengar seperti perintah. Saat itu Kyuhyun terus menatap Shin Yeong dan ia berkata tidak padanya. Entah kenapa ia tidak ingin melepaskan genggaman tangannya pada perempuan itu padahal sebenarnya ia saat menggenggam tangan itu, ia seperti dialiri sengatan listrik.

Kemudian mereka adu mulut tentang ‘tolong lepaskan’ dan ‘tidak akan dilepaskan’ untuk beberapa saat sebelum akhrinya Kyuhyun melepaskan tangan Shin Yeong karena alasan perempuan itu yang memintanya untuk melepaskan tangannya.

“Tolong lepaskan tanganku. Aku mau pipis” matanya membulat saat mendengar ucapan Shin Yeong. Kenapa tidak bilang dari tadi sih? Wah pasti itu sudah ada di ujung haha. Ia senang menggoda ah atau lebih tepatnya menjahili perempuan dihadapannya itu, lalu bukannya malah melepaskan tangannya ia malah semakin mempererat genggaman tangannya dan terus berkata “tidak”.

“AKU MAU PIPIS” dengan refleks Kyuhyun menutup kedua telinganya dan Shin Yeong memanfaatkannya untuk berlari ke toilet karena keadaan sudah sangat mendesak. Lalu terdengar suara “braaak” dari balik pintu disamping Kyuhyun. Ia tersenyum geli melihat tingkah perempuan itu. Seharusnya perempuan itu menggunakan kata yang lebih sopan seperti “Aku mau ke toilet” tapi ia malah langsung berbicara pada intinya sambil berteriak pula “AKU MAU PIPIS” ia menggeleng-gelenggan kepalanya lalu ahh.. aku lupa menanyakan namanya.

Karena ia lupa menanyakan nama perempuan itu, saat itu ia menunggu didepan pintu bertulisan “Toilet Wanita” dan tidak lama keluarlah seseorang yang ditunggunya dengan wajah lega. Diluar dugaan, perempuan itu bukannya marah padanya karena sudah menahannya untuk melakukan panggilan alam, ia malah meminta maaf karena sudah berteriak padanya. Benar-benar perempuan yang berbeda.

“Namamu siapa?” tanya Kyuhyun sambil menatap Shin Yeong dari samping. Ia memperhatikan wajah perempuan yang ada disampingnya dengan teliti. Dan Kyuhyun baru menyadari bahwa bawah hidung perempuan itu sedikit mendongkak keatas, memberikan kesan sombong yang elegan.

“Shin Yeong”

“Shin Dong?”

“Shin Yeong”

“Oh, namaku Kyuhyun. Cho Kyuhyun”

“Siapa?”

“Aku”

“Yang tanya hahaha”

Kyuhyun mendengus mendengar ucapan Shin Yeong. Namun sedetik kemudian ia terpaku pada wanita disampingnya. Saat tertawa istrinya saat itu benar-benar lucu. Tidak seperti orang-orang yang jika tertawa matanya menyipit, istrinya itu malah menaikkan alisnya membuat matanya membulat. Tapi itu bukanlah hal yang aneh bagi Kyuhyun melainkan hal itu adalah suatu daya tarik yang luar biasa, istrinya mempunyai magnet yang tidak pernah hilang yang selalu membuat Kyuhyun tidak pernah bisa lepas jauh dari istrinya. Dan itu terjadi sampai sekarang.

Kemudian Kyuhyun mulai bertanya-tanya pada Shin Yeong sambil berjalan menuju parkiran. Ia juga menanyakan kenapa Shin Yeong kenapa ia datang pada acara itu kalau bukan karena ia ingin melihatnya bernyanyi. Lalu dengan entengnya Shin Yeong menjawab “Karena aku iseng” Jawaban yang luar biasa.

“Yeong..”

“Hm..”

“Mau kuantar pulang tidak?”

“Tidak usah”

“Oh yasudah kalau begitu”

Ne, yasudah aku pulang duluan”

“Eh Yeong”

Ne?”

“Selamat ulang tahun”

Aku mengetahui nama istriku dan menggenggam tangan istriku untuk pertama kalinya dihari ulang tahunnya, lalu mengucapkan selamat ulang tahun padanya untuk yang pertama kalinya. 7 Desember 2007~

Lalu semakin lama Kyuhyun semakin dekat dengan Shin Yeong. hampir setiap hari Kyuhyun datang ke restoran tempat Shin Yeong bekerja. Lalu suatu hari Kyuhyun datang ke restoran itu dan Shin Yeong tidak ada disana. Ia bertanya pada salah satu pegawai disana dan ia menemukan fakta baru yang mengejutkan. Bahwa Shin Yeong adalah pemiliki restoran itu, bukan pelayan restoran itu. Kyuhyun mendecakkan lidahnya, gadis itu benar-benar. Dan oh mana ada pemilik restoran mau melakukan hal seperti itu ckckc..

“Hei kau kemarin kenapa tidak kerja eoh?”

“Aku ada urusan”

“Urusan apa?”

“Privasi. Lagipula bosku mengijinkanku ko”

“Mana ada bos yang tidak mengijinkan dirinya sendiri untuk pergi dari restoran miliknya sendiri”

“Heh?”

“Apa? Kamu mau biacara apa? Aku sudah tahu kalau kau itu pemilik restoran ini”

“Hah?”

***

7 Desember 2008, tepat saat ulang tahun Shin Yeong. Kyuhyun meminta Shin Yeong menjadi kekasihnya. Ia bukanlah tipe laki-laki yang romantis, yang akan menyiapkan makan malam dengan lilin diatas mejanya. Dan satu tahun adalah waktu yang cukup untuk meyakinkan hatinya, bahwa gadis itu adalah takdirnya.

“Yeong aku mencintaimu” ucap Kyuhyun mantap sambil menatap punggung Shin Yeong.

Saat itu Kyuhyun sedang berada di restoran Shin Yeong, tepatnya didapur, dapur restoran itu. Sebelumnya ia menunggu Shin Yeong keluar daritadi, namun karena perempuan itu tidak muncul-muncul akhirnya ia mencarinya dan menemukannya sedang mencuci piring.

 

“Aku baru ingat bahwa aku menembakmu didapur Yeong dan aku baru tahu kalau itu benar-benar lucu hahaha” ucap Kyuhyun sambil mencubit gemas pipi Shin Yeong.

 

Ia mengucapkan kata “Aku cinta padamu” berkali-kali tapi ia tidak mendapatkan respon apa-apa dari perempuan itu.

“Aku mencitaimu. Apa kau mau menjadi kekasihku? Jeongmal saranghae Han Shin Yeong”

“Apa? Kau bulang apa?”

“Aku mencintaimu”

“Apa sih? Kau bicara apa? Katakan sekali lagi”

Saranghae Han Shin Yeong. Aku mencitaimu”

“Yak! Kau itu bicara apa sih? Halo Lee Donghae? Halo? Halo?” ucap Shin Yeong lalu pergi begitu saja. Kyuhyun menghela napasnya lalu menurunkan bahunya. Astaga perempuan itu benar-benar, aishh.. -____-

Tapi setelah itu, ia langsung mengejar Shin Yeong lalu mengucapkan kata-kata seperti tadi didapur dan tentu saja kali ini Shin Yeong meresponnya karena ia menggenggam earphone dan telepon genggam milik Shin Yeong.

 

“Kejadian itu benar-benar lucu Yeong haha”

“Berhenti mencubit pipiku Cho Kyuhyun”

“Kita benar-benar lucu saat itu hahaha”

“Tidak ada kata kita disitu, yang ada hanya aku”

“Hehh?”

 

Dan setelah Shin Yeong menerimanya menjadi kekasih ia langsung berlari dan mengambil kue ulang tahun untuk istrinya saat itu. Ia memberi hadiah pada Shin Yeong sebuah gelang yang saat itu menarik perhatian istrinya. Sehari sebelumnya ia bersama istrinya pergi jalan-jalan mengelilingi pusat perbelanjaan di Seoul. Saat itu istrinya menarik sebuah gelang putih lalu memasangkannya di lengannya. Kyuhyun melihat itu dan gelang itu benar-benar cantik dan pas untuk Shin Yeong. Ia juga melihat Shin Yeong yang tersenyum ketika mencoba gelang itu. Karena itu ia membelikan gelang ini sebagai hadiah ulang tahun istrinya.

Namun saat ia menawarkan diri untuk memakaikan gelangnya pada Shin Yeong, perempuan itu menolak dan berkata “Aku tidak suka memakai gelang.” Dan lagi-lagi Kyuhyun tercengang dibuatnya. Setelah “Aku mau pipis” lalu “Halo Donghae, kau bicara apa sih” sekarang “Aku tidak suka memakai gelang” ckck dirinya benar-benar seperti orang bodoh.

Istriku menjadi kekasihku tepat saat di hari ulang tahunnya.

***

“Kyu kenapa airnya tidak keluar eoh?”

“Tentu saja, kau menginjak selangnya Shin Yeoooooong”

“Ah, hehehe”

***

“Kyu kau mengijinkanku tidak?”

“Tidak”

“Yasudah kalau begitu”

“Hei kau tidak siap-siap, sebentar lagi kita akan pergi ke acara pernikahannya Donghae hyung”

“Kan tadi kau tidak mengijinkanku. Tadi aku meminta ijin padamu, aku juga ingin ikut bersamamu ke pesta pernikahan Donghae, tapi kau malah langsung berkata tidak, yasudah..”

“Aishh..”

***

“Kyu, semut apa yang kepalanya besar?”

“Semut kepalanya besar? Semut merah?”

“Salah”

“Semut hitam”

“Salah”

“Lalu?”

“Semut pakai helm, whahahaha”

***

“Kyu kau melihat jepitku?”

“Jepit yang mana?”

“Yang hitam, kau melihatnya”

“Tidak”

“Aish kemana ya, dari tadi aku sudah mencarinya lalu ahhh ini jepitku, ternyata ada dikantong eohh”

“-___-”

***

Kyuhyun tertawa kecil ketika mengingat beberapa bagian percakapan mereka setelah menikah. Istrinya itu merupakan perempuan yang humoris, dia selalu mengucapkan kata-kata konyol dan selalu berbicara tentang apa saja-yang pasti lucu-dan itu membuat Kyuhyun tidak berhenti tertawa terbahak-bahak. Ditambah lagi dengan wajah istrinya itu yang dewasa sekaligus kekanakan itu, ia semakin menggemaskan. Dan Kyuhyun menemukan fakta baru lagi tentang istrinya.

Bahwa istrinya itu benar-benar sadis. Sebenarnya ia tidak terlalu suka semua jenis bintang namun ia tidak pernah menunjukkannya. Tapi sekalinya bintang itu menganggunya istrinya langsung memukulnya sampai mati tidak berbentuk.

Seperti kejadian 3 hari yang lalu. Saat istrinya sedang menonton tv tiba-tiba seekor kecoa berjalan di perutnya. Istrinya langsung terlonjak kaget dan memukul kecoa itu sampai mati tidak berbentuk dengan makian-makian yang keluar dari mulutnya. Ia terus memukulnya padahal kecoa itu sudah hancur total dan tidak lama kemudian banyak semut yang mengerumuni kecoa yang mati tragis itu. Dan istrinya menumpahkan cairan pembersih lantai ketempat semut berkumpul lalu tidak lama kemudian semut itu semuanya mati.

Dan asal kau tahu masih banyak kejadian-kejadian sadis lainnya yang tidak bisa kuceritakan satu persatu, tetapi walaupun istriku sadis aku tetap mencintainya dan malah semakin mencintainya.

Kyuhyun melamar istrinya saat ulang tahun istrinya yang ke-24 tahun. Saat itu kebetulan sekali Shin Yeong menyuruhnya menyanyi yang sebelumnya memang akan dilakukan oleh Kyuhyun. Shin Yeong meminta Kyuhyun menyanyikan lagu kesukaannya yang berjudul Andante, yang sebenarnya merupakan lagunya tetapi Shin Yeong tidak mengetahuinya.

“Kau tahu, aku benar-benar menyukai lagu ini” ucap Shin Yeong saat mereka menuju restoran Shin Yeong. “Tapi aku tidak tahu siapa peyanyi lagu ini” lanjutnya. Kyuhyun yang mendengar hal itu tertawa dalam hati karena itu adalah lagunya. Dan ia sangat senang ketika mengetahui bahwa kekasihnya menyukai lagunya. Kyuhyun menjawab tidak sambil tersenyum geli, dan ia kembali fokus pada jalanan.

 

Ia mulai berjalan kedepan panggung berukuran kecil dan mulai mengambil gitar. Sebelum bernyanyi ia mengucapkan sesuatu “Aku akan menyanyikan lagu kesukaan gadis cantik tapi ia tidak tahu bahwa akulah penyanyi dari lagu kesukaan gadis cantik itu.” Kyuhyun bernyanyi sambil terus menatap Shin Yeong yang salah tingkah dan ia tidak tahan untuk tidak tersenyum ketika melihatnya. Sebenarnya orang-orang di tempat makan itu adalah semuanya seorang dancer yang sudah bekerja sama dengannya. Ia menyuruh dancer-dancer itu untuk ikut bernyanyi bersamanya.

Ketika semuanya bernyanyi, Shin Yeong mulai mengalihkan tatapannya pada dancer itu. Namun orang-orang yang ikut bernyanyi bersamanya tidak memedulikan tatapan heran Shin Yeong dan terus bernyanyi. Kyuhyun juga menayangkan photo-photo Shin Yeong ditembok kosong  tepat dibelakangnya menggunakan infokus. Ia semakin tersenyum ketika istrinya saat itu menatapnya dengan tatapan ‘apa yang sedang kau lakukan?”

Kyuhyun turun dari panggung dan tatapannya tidak lepas dari wajah istrinya saat itu. Ia menarik napas pelan dan berusaha untuk menenangkan detak jantungnya yang berdebar-bedebar, tapi usahanya itu sia-sia. Semakin dekat dengan Shin Yeong debaran jantungnya seperti ledakan bom atom. Kyuhyun mengajak Shin Yeong berdiri dan memegang tangannya, mengucapkan perasaannya dengan kata-kata dan menunjukkannya dengan sikapnya terhadap Shin Yeong. Kyuhyun mulai berlutut sambil menyodorkan cincin putih yang sederhana namun cantik.

Ia bisa melihat mata Shin Yeong yang berkaca-kaca. Dengan pelan namun pasti Shin Yeong  menganggukkan kepalanya lalu ia mengerjapkan matanya berkali-kali hingga air mata yang penuh dimatanya menghilang, ia tahu perempuan itu tidak suka menangis dihadapan banyak orang, entah menangis karena bahagia atau sedih. Orang-orang yang ada di restoran itu bertepuk tangan ketika Kyuhyun memeluk Shin Yeong. Ia mengecup puncak kepala istrinya dan mengucapkan “Terimakasih”.

“Kenapa baru sekarang mengatakannya? Aku sudah menunggu ini sejak pertamakali kita bertemu. Aku akan melanjutkan hidupku bersamamu, melanjutkan setiap detiknya bersamamu dan mencetak kenangan-kenangan sebanyak mungkin bersamamu. Terimakasih karena sudah mewujudan mimpiku dan mengambulkan doa sebelum tidurku”

Kyuhyun tersenyum ketika mendengarkan perkataan Shin Yeong. Ia tidak menyangka bahwa dirinya juga sangat berarti untuk istrinya. Sekali lagi ia memeluk Shin Yeong dan terdengar tepuk tangan dari para dancer juga alunan lagu Bruno Mars Marry You, lagu kesukaan istrinya. Para dancer mulai menari mengelilingi mereka dan Shin Yeong tidak berhenti tersenyum dan tertawa.

Tidak lama kemudian datang teman-teman Shin Yeong sambil membawa kue ulang tahun. Saat itu merupakan hari ulang tahun Shin Yeong. Tiba-tiba lampu mati dan terdengar suara piano. Diatas panggung sana terlihat Ayah Shin Yeong yang sedang memainkan piano, adik laki-laki Shin Yeong memainkan gitar juga Ibunya yang mulai bernyanyi yang diterangi oleh lilin-lilin. Shin Yeong langsung berlari keatas panggung memeluk satu persatu orang kesayangannya dan ikut bernyanyi bersama.

Kyuhyun menyusul Shin Yeong naik keatas panggung dan terlihat oleh mereka para dancer dan teman-temannya mengangkat tangan mereka yang menggenggam lilin lalu menggerak-gerakkan tangannya kekiri dan kekanan secara teratur, benar-benar pemandangan yang indah. Saat lagu selesai orang-orang yang memegang lilin membentuk formasi berbentuk love. Lalu dengan bergantian lilin itu mati, seperti domino yang jatuh satu jatuh semua.

Kyuhyun menatap Shin Yeong dan barulah Shin Yeong menangis dipelukan ibunya. Disusul dengan ayahnya dan adik laki-lakinya yang ikut memeluk mereka, semua orang yang ada direstoran itu tersenyum ikut bahagia sampai ada yang meneteskan air matanya. Saat lampu menyala terdengar suara kembang api diluar.

Semua orang keluar termasuk Shin Yeong, Kyuhyun dan keluarga Shin Yeong keluar dari temapt makan itu. Mereka melihat kembang api bersama-sama dan Kyuhyun melihat Shin Yeong yang tidak berhenti tersenyum sambil menatap kembang api yang menyemprotkan warna-warna yang indah di langit malam yang indah.

Aku melamar istriku dihari ulang tahunnya dan menikah pada 4 Agustus2009.

 

Kyuhyun membetulkan letak kepala istrinya yang tidak berada diatas bantal. Dengan perlahan ia mengangkat kepala Shin Yeong dan meletakannya kembali dengan hati-hati pada bantal yang bersarung gambar Mickey Mouse. Ckckc padahal sekarang umur istrinya sudah menginjak 29 tahun tapi ia masih seperti anak kecil.

Walaupun begitu ia tetap mencintainya dan malah semakin mencintainya. Entah sarung bantal ini istrinya dapatkan darimana, yang pasti sarung bantal ini menurutnya benar-benar aneh. Biasanya, dimana-dimana yang Kyuhyun lihat, Mickey Mouse itu erat dengan warna merah dan hitam. Tapi disarung bantal yang dibeli oleh istrinya itu adalah Mickey Mouse dengan warna hijau dan pink. Ia tertawa kecil lalu tawanya semakin besar ketika tiba-tiba ia teringat kejadian kemarin malam. Saat itu istrinya sedang memainkan PSP miliknya.

“Yeong, kenapa musuhnya tidak kau serang-serang eoh?”

Ani. Aku ini anak yang cinta damai. Jadi, sebisa mungkin akan mengajak semua musuh untuk berdamai”

“Puahaha” Entah apa yang ada dipikirannya saat itu. Tapi ketika ia mengatakannya wajahnya benar-benar polos. Memang dia tipe perempuan yang suka bercanda tapi sepertinya saat mengatakan itu ia seperti orang bodoh.

“Whahahaha”

“Kyu hau belumhh tidurhh hhaaahh” setelah bicara semaunya seperti itu, Shin Yeong kembali menutup matanya sambil menguap lebar dan ia tidak akan repot-repot untuk menutup mulutnya.

“Sudah sudah sana tidur lagi”

***

“Kami dulu sangat dekat. Saat SD kami selalu pulang dan berangkat bersama. Biasanya kami tidak langsung pulang ke rumah, kami selalu jalan-jalan mengelilingi komplek dan bermain di taman sampai ketiduran di bawah pohon apel yang sejuk, dan itu membuat kami selalu di marahi oleh ayah saat aku dan Eonni sampai di rumah. Tapi kami tidak pernah kapok, karena sudah kebal dengan kemarahan ayah, jadi kami terus melakukannya haha”

Shin Hee menatap Shin Yeong kemudian ia mengganti bunga yang ada di vas dengan bunga baru yang terletak di nakas tepat sebelah kasur Shin Yeong. Shin Hee adalah adik pertama Shin Yeong. Ibu mereka mempunyai tiga orang anak. Pertama Shin Yeong, kedua Shin Hee dan ketiga Hyo In yang juga merupakan anak laki-laki satu-satunya sekaligus anak bungsu.

“Ibu mempunyai toko bunga, kami selalu bermain disana, membantu ibu merangkai bunga, kadang, jika ada yang memesan dan rumah pemesan itu tidak jauh kami yang mengantarnya menggunakan sepeda. Eonni yang goes sedangkan aku duduk di belakang sambil memegang bunga pesanan. Tidak jarang kami menggunakan uang ‘upah’ mengantar untuk di belikan es krim dan memakan bersama, satu es krim untuk dua orang, aku selalu marah pada Eonni yang selalu makan es krim dengan bagian banyak”  ucap Shin Hee sambil menghapus air matanya dengan punggung tangannya, air mata yang ada di punggung matanya jatuh ke bawah membuat lingkaran di lantai putih yang bersih ini.

Kyuhyun menatap nanar Shin Yeong, kini pandangannya mulai tidak jelas. Air mata mulai menumpuk di matanya. Kyuhyun mengeluarkan sapu tangan lalu mengusapnya perlahan. Terdengar helaan napas Shin Hee dan ia mulai melanjutkan ceritanya.

“Ketika SMP kelas 1 kami masih dekat, hingga Eonni berubah menjadi murid nakal yang suka bolos sekolah, tidak ada saat jam pelajaran, tidur saat jam pelajaran, sering di hukum karena suka datang terlambat, selalu membuat keributan dan masalah-malasah di sekolah hingga ia di juluki ‘si biang onar’ di sekolah. Awalnya aku biasa-biasa saja dengan sikap Eonni, tapi semakin hari tingkah laku Eonni semakin menjadi, sampai-sampai ayah dan ibu di panggil ke sekolah karena masalah Eonni

Kyuhyun menatap Shin Hee tidak percaya, kemudian menatap Shin Yeong lalu menatap Shin Hee lagi. Shin Hee mengangguk dan ia tersenyum, senyum yang sangat di paksakan. Istriku? Si biang onar?

Ne, dulu Eonni adalah anak yang nakal. Banyak teman-temanku yang membicarakan Eonni karena kelakuannya yang asal-asalan.  Apalagi ketika Eonni berulah, seisi sekolah sibuk membicarakan Eonni. Banyak yang menyindirku, mereka selalu bicara seperti ini ketika aku lewat di hadapan mereka ‘Bagaimana ya rasanya jadi adik dari ‘si tukang biang onar’? hahaha’. Tentu saja aku malu, apalagi ketika guru di kelas mengabsen, saat giliranku di absen pasti guru-guru berbicara ‘Ah..kau Han Shin Hee adiknya Han Shin Yeong si tukang biang onar? Aishh’. Aku malu dan saat itu rasa tidak suka terhadap Eonni muncul.

Rasa tidak suka ku semakin di perkuat dengan orang tua kami yang selalu membanding-bandingkanaku dengan Eonni. Mereka selalu membanding-bandingkan aku dengan Eonni, tentang aku yang tidak bisa masak tapi Eonni bisa sampai masalah siapa yang bangun lebih pagi. Saat mendengar hal itu aku semakin tidak suka dengan Eonni dan perlahan kami mulai menjauh” Shin Yeong mengusap air matanya dengan punggung tangannya untuk ke-dua kalinya.

“Ah, bukan. Sebenarnya aku yang menghindar.. maafkan aku Eonni” Shin Hee membungkukkkan badanya 90 derajat sambil mengusap air matanya lagi. Ia membungkuk cukup lama kemudian ia mencium kening Shin Yeong yang di perban lalu mulai melanjutkan ucapannya.

Eomma dan Appa selalu memperhatikan Eonni. Mereka lebih menyayangi Eonni, mereka lebih memanjakan Eonni, mereka tidak pernah marah pada Eonni yang sering bolos sekolah, mereka tidak pernah menceramahi Eonni yang bersikap asal-asalan, mereka selalu mengusap kepala Eonni sambil tersenyum hangat. Hal yang jarang mereka lakukan padaku. Aku iri, iri pada Eonni. Memang Eonni lebih cantik dan kulitnya lebih putih dariku, kadang saat kami jalan bersama banyak laki-laki yang menggoda Eonni dan aku hanya diam melihatnya. Tapi bukan  itu masalahnya, aku iri karena Eonni mendapatkan perhatian Eomma dan Appa dengan mudahnya sedangkan aku tidak”

“Tiga tahun aku di kenal sebagai adik ‘si tukang biang onar’ di sekolah. Pihak sekolah tidak mengeluarkan Eonni dari sekolah karena saat itu sebentar lagi ujian.”

“Lagi-lagi Eomma memasukkanku di sekolah yang sama dengan Eonni. Saat itu aku menolaknya habis-habisan karena aku sudah muak terhadapnya, aku sudah mulai membencinya saat itu, dan Eomma hanya menjawab dengan perkataan kalau aku terluka ada Eonni yang melindungiku, Eonni akan menjagaku dan mengawasiku. Aku mencibir mendengar perkataan Eomma

“Saat SMA aku masuk kelas akselerasi tapi Eomma dan Appa hanya menanggapinya dengan wajah biasa saja sambil mengangguk. Tetapi saat Eonni mendapat nilai sempurna untuk test Bahasa Inggris-yang menurutku mudah-mereka langsung memeluk Eonni dan mengelus kepala Eonni yang duduk diantara mereka.

Aku berpikir, kapan terakhir mereka melakukan hal seperti itu padaku? Saat SMP-pun jika masalah pendidikan aku lebih unggul di bandingkan Eonni, tapi sepertinya yang  orang tua kami lihat hanya Eonni, dimata mereka hanya Eonni. Mereka tidak memedulikanku, sekeras apapun aku berusaha, sampai aku memasakkan mereka makanan tapi yang mereka lihat hanyalah Eonni. Aku iri dengan Eonni, dan rasa benciku terhadap Eonni semakin tinggi. Maafkan aku Eonni” Shin Hee lagi-lagi menghapus air matanya dengan punggung tangannya, kemudian ia mengenggam tangan Shin Yeong yang di infus.

Oppa tahu tidak?” tanya Shin Hee tanpa menatap Kyuhyun, ia masih mengenggengam tangan Shin Yeong yang pucat pasi.

“Saat aku memasak, Appa dan Eomma memuntahkan makanannya. Mereka bilang masakanku tidak enak, tapi Eonni memakannya sampai habis dan tersenyum lebar sampai bersendawa, saat itu aku tidak terharu dengan tingkahnya. Aku malah menganggapnya Eonni mengejekku, seolah mengatakan sudahlah kau tidak ada apa-apanya, enyah sana.

Keesokan harinya aku tidak bertemu dengannnya sekalipun, saat dirumah, di sekolah hingga aku kembali lagi kerumah. Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi semakin hari tingkah laku Eonni semakin menjadi. Eonni suka pulang malam masih dengan seragamnya, membawa semua makanan di kulkas entah kemana dan mengambil uang di laci toko bunga ibu. Eonni memang dari rumah memakai seragam layaknya anak sekolah biasa yang akan berangkat sekolah tapi saat disekolah Eonni tidak ada. Bukan, aku tidak memperhatikan Eonni, hanya saja guru-guru yang mengajarnya datang padaku dan menanyakan keberadaannya, benar-benar memalukan pikirku saat itu.”

“Aku mempunyai teman, namanya Sungmin. Dia seniorku di SMA. Aku menyukainya dan kami dekat bahkan sangat dekat mungkin selangkah lagi aku bisa menjadi kekasihnya, lalu Eonni datang dan merusak semunya. Saat itu kami sedang mengobrol di taman sekolah lalu Eonni datang menanyakan cara mengerjakan soal matematika dan Sungmin memberitahunya. Kemudian mereka mengobrol sampai tidak memedulikan aku ada disana. Semakin hari mereka semakin dekat dan hubunganku dengan Sungmin jadi renggang, Sungmin menemuiku ketika hanya ada perlunya saja.

Dan keperluannya itu tidak lain adalah menanyakan semua tentang Eonni padaku, apa warna favoritenya, hobi Eonni apa, apa makanan kesukaannya, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang lain dan itu membuat aku muak, tapi aku muak bukan pada Sungim melainkan Eonni. Aku semakin membenci Eonni, sampai-sampai aku tidak ingin di sentuh olehnya”

Shin Hee melepas genggaman tangannya dan meletakan tangan Shin Yeong di sebelah tubuhnya dengan hati-hati.

“Aku menangis semalaman sampai keesokan harinya mataku sembab. Perhatian orang tua, kasih sayang orang tua, sampai perhatian Sungmin semuanya di ambil oleh Eonni. Aku tidak tahu apakah aku pernah melakukan kesalahan di masa lalu sampai orang yang dekat denganku semuanya meninggalkanku dan beralih pada Eonni.

Padahal aku tidak pernah membuat Appa dan Eomma malu karena harus di panggil kepala sekolah berkali-kali, aku tidak pernah mendapatkan nilai jelek, bahkan aku masuk kelas akselerasi, aku juga tidak pernah bolos, aku tidak pernah membantah perkataan mereka, tapi kenapa, kenapa yang mereka lebih sayangi adalah si biang onar itu, kenapa bukan aku? Apa mereka lupa kalau mereka masih mempunyai aku, Han Shin Hee. Kesalku saat itu”

“Setiap malam Eonni selalu mendengarkan lagu dengan volume yang keras, saat itu kamar kami memang sebelahan. Ini juga merupakan salah satu hal yang membuatku iri pada Eonni. Kamar Eonni lebih luas daripada kamarku, kamar Eonni lebih bagus daripada kamarku bahkan kamar Eonni ada balkonnya sedangkan kamarku tidak, ada pendingin ruangan di kamar Eonni sedangkan kamarku tidak, kamar Eonni ada kamar mandinya sedangkan kamarku tidak ada.

Eonni selalu bernyanyi dengan suara keras, tak jarang ia juga suka berteriak-teriak dan itu benar-benar mengganggu, aku yang sedang belajar jadi tidak konsentrasi dan malah menangis memikirkan tentang aku adik si biang onar, aku melemparkan bantal ke tembok sebelah yang di sebelahnya ada perempuan sedang berteriak-teriak. Dan kejadian selalu terjadi setiap malamnya. Saat itu Eonni selalu membuatku menangis, aku tidak suka menangis, menangis hanya membuat dadaku sesak. Aku membenci Eonni

“Aku masih ingat, saat teman-teman SMP ku mengadakan reunian. Dan mereka semuanya membicarakan tentang kakak-kakak mereka yang sukses bahkan sampai ada yang sekolah di luar negeri. Hatiku sesak, tentu saja. Tidak ada yang bisa dibanggakan dari Eonni. Eonni hanya dikenal dengan ‘si biang onar’ tidak ada satupun orang yang mengingat prestasinya toh karena Eonni tidak mempunyai presatsi apa-apa disekolah.

Bahkan Eonni pernah hanya satu kali masuk sekolah selama satu minggu. Tiga hari sekolah 1 minggu tidak sekolah, bahkan 1 bulan Eonni pernah hanya masuk sekolah 3 hari dan selebihnya bolos” Kyuhyun menggelengkan kepalanya tidak percaya, apa seburuk itu? Istrinya memang pernah becretita kalau ia pernah bolos sekolah tapi..ia tidak pernah bercerita kalau ia pernah hanya masuk 3 hari selama 1 bulan aishh

“Haha Oppa tidak percaya ‘kan? Eonni dulu adalah perempuan tomboy, tomboy tapi cantik. Lihat, bahkan dalam keadaan seperti ini-pun Eonni masih cantik, tapi sedikit mengerikan karena wajahnya terlalu pucat seperti mayat”

Plak! Kyuhyun memukul tangan Shin Hee yang memang berada disebelahnya. Berani sekali dia menyebut istriku seperti mayat!

“Aduh Oppa, aishhh”

Shin Hee mengusap bagian tangan yang Kyuhyun pukul tadi. Tapi sepertinya ia rasa ia tidak terlalu keras saat memukulnya, ahh entahlah..

“Cepat minta maaf”

“Ah Ne, Jongshohamnida Eonni” ucap Shin Hee sambil membungkukkan badannya.

Oppa kau beruntung mempunyai Eonni, jaga di baik-baik Ne?”

“Tanpa kau suruhpun aku akan melakukannya”

“Ahh manisnyaa, Eonni lihat suamimu itu eoh, dia benar-benar menggemaskan saat mengucapkannya tadi. Ayoo cepat bangun eohh!”

“Ayo lanjutkan ceritamu”

Ne, tadi aku sampai mana ?”

“Sampai satu bulan..”

“Ohh iya, gomawo

“Sama-sama, cepat lanjutkan”

Ne satu bulan..ah suatu hari aku pernah bolos sekolah. Eitss tapi itu hanya satu kali seumur-umur. Tiba-tiba langkah kakiku berhenti di depan sebuah club malam. Ne, saat itu aku juga bolos les. Karena takut dimarahi Appa dan Eomma aku bermain seharian di game center. Ah tidak-tidak maksudku begini, aku bolos sekolah lalu bermain di game center seharian sampai aku lupa kalau hari itu aku ada pelajaran tambahan.

Eomma dan Appa tahu kalau aku pasti akan pulang malam karena sebelumnya aku ijin akan ada pelajaran tambahan. Aku selalu minta ijin pada mereka setiap aku akan pergi, tidak seperti Eonni yang keluar masuk rumah seenaknya”

“Aish..maafkan aku” ucap Shin Hee ketika Kyuhyun menatapnya tajam, benar-benar..hubungan darah memang mengerikan. Shin Yeong dan Shin Hee selalu bicara sembarangan

“Saat itu aku coba-coba untuk minum dan baru beberapa teguk aku sudah mabuk. Karena aku takut dimarahi Eomma, aku memutuskan pulang.”

“Kalau kau takut dimarahi Eomma-mu kenapa kau pulang?”

“Aishh, maksudku kalau aku terlalu mabuk aku takut dimarahi Eomma saat sampai dirumah”

“Oh, ayo lanjutkan”

“ Tiba-tiba aku teringat sesuatu dan dadaku sesak. Aku baru ingat bahwa hari itu adalah hari ulang tahunku, tapi tidak ada satupun yang mengucapkannya padaku. Bahkan saat tadi pagi Eomma dan Appa tidak mengucapkan selamat padaku ketika kami sarapan bersama. Aku tertawa terbahak-bahak kemudian menangis, tertawa lagi lalu menangis lagi seperti orang gila. Mentertawakan nasibku yang seperti ini,mempunyai orang tua yang hanya memedulikan Eonni, mempunyai Eonni yang hanya membuatku malu, tidak ada yang peduli lagi padaku. Menangisi diriku sendiri, kenapa aku seperti ini? Kenapa harus aku yang mengalami hal seperti ini.”

“Aku pulang dengan wajah sembab. Saat membuka pintu ada seseorang yang menyeramkan yang ternyata itu Eonni. Eonni membawa kue, kue kesukaanku lalu ia mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku. Tiba-tiba rasa kesal saat itu memasuki dadaku, tanpa pikir panjang aku melemparkan kuenya. Eonni tentu saja terkejut, tapi Eonni masih tersenyum. Lalu Eonni pergi dan kembali dengan sebungkus kado ditangannya.”

A”ku melemparnya lagi dan membuat suara keras ‘braak’. Kemudian aku menamparnya dan saat itulah Eomma berteriak membentakku. Aku kembali membentaknya. Lihatlah, selain Eonni mengambil semuanya sekarang Eonni juga yang menyebabkan aku bertengkar dengannya. Aku mulai menangis, tapi yang Eomma peluk hanyalah Eonni. Tanpa sadar saat itu aku mulai mengeluarkan segala hal yang menganggu isi hatiku, semuanya. Dan menutup pembicaraanku dengan teriakan “Aku membencimu anak pungut!” pada Eonni

Kyuhyun menatap Shin Hee tidak percaya

“Ne, Eonni bukanlah Eonni kandungku”

“Saat itu aku baru tau seminggu yang lalu sebelum pertengkaran terjadi. Aku mendengar ucapan Appa dan Eomma. Mereka mengadopsi Eonni saat Eonni umur 3 tahun”

“Saat aku mengucapkan anak pungut Eomma dan Appa berteriak padaku dan aku bisa melihat wajah Eonni yang terkejut. Aku tertawa, tentu saja aku senang bisa membuat Eonni seperti itu. Aku tertawa kemudian Eomma menamparku lalu berteriak padaku. Sebenarnya saat itu nyaliku sudah menciut, tapi mau bagaimana lagi. Nasi sudah menjadi bubur, toh lagipula aku yang memulianya duluan. Maafkan aku Eonni, jeongmal mianhaeyo

“Keesokan harinya lagi-lagi mataku sembab, dan aku baru ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahun sekolah dimana setiap kelas harus menampilkan pentas seni. Tentu saja aku panik, karena aku diplih sebagai perwakilan kelasku untuk menyanyi. Aku sudah berbicara pada wali kelasku untuk meyiapkan orang yang akan menggantikanku bernyanyi, karena toh keadaanku tidak mendukung saat itu.  Aku juga bahkan tidak latihan sebelumnya dan sialnya aku tidak tahu lagu apa yang harus aku nyanyikan nanti. Wali kelasku tidak mengijinkan dan memaksaku harus bernyanyi. Saat dipanggung aku berdiri seperti orang bodoh. Aku hanya berdiri sambil memegang microfone tapi tidak mengeluarkan suara.

“Saat itu tiba-tiba terdengar petikan gitar, aku mengenal petikan gitar itu dan mengenal lagu yanga dibawakan dari petikan gitar itu. Aku menoleh kebelakang, disana ada Eonni yang sedang memetik gitar kemudian ia tersenyum dan menuruhku beranyanyi. Lagu kesukaan kami. Mistletoe-Justin Bieber. Saat SD kami suka menyanyikannya bersama. (Anggap aja ya saat Shin Hee dan Shin Yeong SD lagu ini sudah ada, haha). Akhirnya kami berhasil menyelesaikan lagu itu dan Eonni mendekat kearahku lalu kami membungkuk bersama. Dan untuk pertamakalinya Eonni memegang tanganku setelah 5 tahun aku tidak menyentuhnya. Tepuk tangan memenuhi ruang aula dan Eonni tersenyum padaku, aku membalas senyumnya dan kami turu dari panggung.”

Eonni langsung pergi. Dan aku lupa bahwa saat itu aku belum mengucapkan terima kasih padanya. Aku mencarinya kemana-mana, lalu aku menemukannya tapi Eonni bersama Sungmin. Sungmin memeluk Eonni dan mulai mendekatkan wajahnya pada Eonni. Aku lupa bahwa aku ingin minta maaf pada Eonni, karena sebelum aku ‘melihatnya’ aku langsung berlari. Lagi-lagi aku menangis, lagi-lagi dadaku sesak dan lagi-lagi Eonni yang membuatku seperti ini.”

“Aku semakin antipati dengannya. Tidak mau disentuh, tidak mau berbicara, tidak mau bertemu dengannya, tidak mau melihatnya, sesuatu yang berhubungan dengannya selalu membuatku muak. Aku tidak peduli lagi dengan Eonni dan kami mulai menjauh, seperti minyak dan air yang tidak pernah bersatu.”

Eonni selalu mendekatiku, mengajakku bebicara, tapi aku selalu meninggalkannya. Hubunganku tidak seperti kakak-beradik. Waktu itu Eonni pernah kabur dari rumah. Eonni tidak pulang kerumah selama berhari-hari dan lagi-lagi aku yang kena imbasnya. Tepatnya Eonni kabur sehari setelah kami bertengkar dimalam ulang tahunku. Eomma memarahiku habis-habisan karena katanya akulah yang menjadi penyebab Eonni kabur dari rumah. Kalau saja aku tidak bicara tentang anak pungut, Eonni tidak akan kabur dari rumah. Eomma setiap hari menangis, mengkhawatirkan Eonni.”

“Kata Eomma Eonni tidak bawa makanan, kata Eomma Eonni tidak bawa uang cukup, kata Eomma Eonni tidak bawa pakaian dan aku hanya tertawa perih mendengarnya. Kalau aku yang kabur dari rumah apakah Eomma akan seperti itu, mengkhatirkanku, mencemaskanku, menangisiku setiap hari. Tidak. Aku sudah tahu jawabannya, Eomma tidak akan pernah seperti itu. Yang hanya Eomma dan Appa lihat adalah Eonni, tentu saja mereka tidak akan peduli kemana dan berapa lama aku pergi meninggalkan mereka, pikirku saat itu”

“Suatu hari aku sedang berjalan-jalan di taman, tiba-tiba ada yang menjambret tasku”

“Kau berteriak?”

“Tentu saja, bodoh”

“Kau bilang apa?”

Ani..”

“Ayo lanjutkan!”

“Huhh, tiba-tiba aku melihat Eonni berlari dan aku baru tahu kalau Eonni mengejar maling itu, saat itu Eonni masih belum pulang ke rumah. Aku melihat Eonni berjalan menghampiriku, dengan nafas tersenggal-senggal Eonni menyerahkan tasku lalu tersenyum dan pergi begitu saja. Lagi-lagi aku tidak mengucapkan terimakasih.

Hingga suatu hari aku bertemu Eonni dirumah sakit. Saat itu aku sedang cek kesehatan karena aku mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Eonni sedang memohon-mohon sambil menangis di depan suster. Karena penasaran aku mendekat dan mendengar pembicaraan mereka diam-diam. Eonni hanya berbicara tolong makamkan anak itu nanti aku bayar. Aku tidak mengerti apa yang Eonni maksud, saat itu Eonni masih juga belum pulang kerumah. Entah ada angin apa, aku mengikuti Eonni yang berjalan lesu. Hingga Eonni berhenti disebuah rumah jelek..”

“Eh,yaah pokoknya rumahnya tak layak”

“Eonni memasuki rumah itu dan aku mengikutinya..”

“Darimana?”

“Tentu saja dari belakang bodoh” Kyuhyun menatap Shin Hee tajam. Sudah dua kali ia dikatai bodoh oleh adik iparnya itu.

“Ahh mianhamnida. Lalu ada sekitar 5 atau 6an anak kecil karena aku lupa yahh pokoknya segitu saja, mereka sedang menangis. Lalu mereka memeluk Eonni. Eonni  mehanan tangisnya sambil tersenyum ia berkata pada anak-anak itu jangan menangis nanti jelek sambil tertawa hambar. Keesokan harinya aku mendatangi tempat itu lagi, berharap Eonni ada disana karena aku akan mengajaknya pulang, meminta maaf padanya, mengucapkan terimakasih padanya lalu berpamitan padanya karena dua hari lagi aku akan pergi ke Amerika, lalu lagipula sudah hampir satu bulan Eonni tidak pulang kerumah.”

“Saat sampai ditempat itu aku tidak melihat Eonni dan anak kecil itu. Tempat itu kosong. Aku menelusri tempat itu yang ternyata adalah panti asuhan, panti asuhan yang sepertinya pernah terbakar. Lalu aku memasuki ruangan, diruangan itu ada banyak kasur…”

“Itu namanya kamar”

“Iya, tapi aku ‘kan sebelumnya tidak tahu”

“Oh yasudah lanjutkan”

“Yaaa..dikamar itu juga ada tas Eonni dan barang-barang Eonni lainnya. Lalu ada sebuah buku yang ternyata itu adalah buku diari tapi aku tidak bisa menyebutnya begitu, karenadibuku itu juga ada soal-soal matematika. Eonni memang seperti itu selalu menulis seuatu dibelakang buku pelajaran dan faktanya tidak ada belakang buku Eonni yang bersih tanpa coretan hehe. Dan saat membaca buku itu aku mulai meneteskan air mata. Aku baru tahu, bahwa Eonni selalu pulang malam karena harus meniduri anak-anak dulu baru ia pulang, aku baru tahu Eonni selalu bolos karena Eonni bekerja sebagai pelayan di kedai pinggir jalan karena harus mendapat uang untuk memberi makan pada anak-anak itu, aku baru tahu kalau Eonni selalu tidur di saat jam pelajaran karena malamnya harus kerja sebagai bartender di klub malam, aku baru tahu selama ini Eonni selalu mengambil uang di toko bunga ibu karena harus membelikan pakaian yang layak untuk anak-anak itu, aku baru tahu Eonni bukanlah trouble maker, tapi Eonni selalu di dekati oleh lak-laki kemudian perempuan yang menyukai laki-laki itu mengerjai Eonni. Eonni maafkan aku” Kyuhyun menghapus air matanya dengan sapu tangan. Ia juga mendengar isakan Shin Hee yang perkahan semakin keras.

“Semua tulisan-tulisan Eonni menghantam hatiku, aku salah, aku salah menilai Eonni. Aku salah. Eonni adalah kakak yang baik. Tapi keegoisanku menutupi semua itu. Eonni selalu ada untukku sekalipun saat aku marah dengannya, Eonni selalu ada. Buktinya ketika aku bertengkar dengannya sampai menampar pipinya dan berkata anak pungut padanya besoknya Eonni masih menolongku ketika aku kelimpungan di atas panggung. Ia memetik gitar dan tersenyum padaku seolah tidak ada kejadian apa-apa saat malam itu. Ketika aku kecopetan Eonni yang mengejar maling itu sampai ada luka ditangannya dan tersenyum padaku saat mengembalikan tasku. Saat ulang tahunku Eonni menyanyikan selamat ulang tahun untukku dan memberiku hadiah, tapi aku malah menamparnya dan membuang kue itu juga melempar kadonya. Saat aku bertanya pada Eomma dan Appa, ternyata mereka sudah tahu kalau Eonni mengasuh anak dipanti, ia ingin mendirikan panti asuhan.”

“Maka dari itu mereka-menurutku-lebih dekat dengan Eonni daripada aku. Eonni selalu meminta pendapat pada Eomma tentang cara mengatasi anak kecil yang menangis, membujuk anak kecil untuk mandi, mengajak berbicara anak kecil yang pendiam, membujuk anak yang tidak mau makan untuk makan. Aku menangis saat mengetahui hanya aku yang tidak tahu dengan semua ini. Eomma bilang Eomma sedih ketika melihatku menampar Eonni.”

“Padahal saat itu Eonni yang paling semangat saat mengetahui aku hari itu ulang tahun. Eonni menungguku didepan pintu, tapi aku tidak juga pulang. Berkali-kali Eonni melihat kue ulang tahunku, kue yang dibuatnya sendiri dengan susah payah karena takut kue itu nantinya basi. Kata Eomma kue itu sangat enak, kue dengan krim berwarna biru warna kesukaanku dan dihiasi teddy bear di atasnya dan ada tulisan Selamat ulang tahun adikku tercintaI dengan warna merah muda, warna kesukaanku.”

“Kue yang sangat cantik komentar Appa. Kata Appa kalau kue itu tidak dibuatkan khusus untukku Appa akan memakannya sampai habis, berkali-kali Eonni merengek dan berteriak pada Appa ketika Appa ketahuan mencomot kue itu. Aku tidak melihat kue itu, karena saat itu aku langsung melemparnya. Maafkan aku Eonni, aku memang adik yang tidak tahu diri.” Shin Hee menarik napas panjang dan membuangnya dengan kasar.

Kyuhyun termenung mendengar cerita adik iparnya itu. Sedari tadi ia melihat istrinya yang dibalut dengan berlapis-lapis perban dibeerap bagian tubuhnya. Hatinya sesak, sangat sesak ketika melihat istrinya seperti itu.

Aku kasihan pada mereka, masih kecil tapi sudah tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua. Tapi..aku sendiripun begitu, aku baru tahu selama ini aku juga sama seperti mereka. Aku tidak punya Ayah dan Ibu. Terimakasih untuk Eomma Shin Hee dan Appa Shin Hee yang sudah membesarkanku dengan cinta dan kasih saya mereka. Dan maafkan aku karena sudah membuat kalian repot untuk membesarkanku. Juga..terimakasih untuk Shin Hee, adikku tercinta telah memberitahuku bahwa aku ini anak pungut. Aku berjanji aku tidak akan menyusahkanmu lagi, aku berjanji untu tidak merepotkan Appa dan Eomma-mu lagi. Sampaikan ucapan maaf dan terimakasihku Tuhan! Aku mencintai kalian. Kira-kira seperti itulah isi salah satu tulisan Eonni dibuku matematikanya.”

“Dan aku baru tahu kalau Eonni sampai menjual barang-barang elektronik kesukaannya untuk membelikan anak-anak itu makanan dan pakaian yang layak. Eonni menjual kameranya, laptopnya, bahkan melelang sepatu Justin Bieber yang ia dapatkan dengan begitu sulit hanya untuk memberikan sesuatu untuk anak-anak itu. Sebelumnya aku mengira Eonni kabur dengan membawa barang-barang itu, lalu aku tertawa benar-benar lucu, Eonni kabur tapi membawa barang-barang kesukaanya. Tapi aku salah, Eonni bukan hanya membawanya tapi menjualnya. Lalu aku juga menemukan photo kami berdua di buku itu. Photo masa kecil kami. Didalam photo itu Eonni tersenyum lebar melihatkan deretan giginya sambil memelukku. Dan aku baru sadar bahwa aku tidak punya photo bersamanya saat kami mulai dewasa.”

“Ketika aku tiba-tiba pingsan disekolah, Eonnilah yang menggendongku dan membawaku ke UKS. Ketika aku sedang sibuk mengerjakan tugas diperpustakaan hingga sampai sore, Eonnilah yang memberiku makanan dan di titipkan pada petugas perpusatakan. Aku mengiranya Eommalah yang membuatnya. Dan aku baru tahu kalau masakan Eonni sangat enak”

“Kata Eomma, Eonni sangat menyayangiku, dia selalu mengawasiku dari jauh. Eonni selalu bercerita pada Eomma kenapa aku begitu membencinya, kenapa aku begitu tidak suka padanya, kenapa sampai-sampai aku tidak mau ia sentuh. Eonni selalu bercerita pada Eomma tentang masalah itu sampai-sampai ia menangis. Eonni sangat menyayangiku tapi aku tidak pernah melihatnya.

“Maafkan aku Eonni, maafkan aku. Sekarang dan seterusnya aku menyanyingmu” ucap Shin Hee sambil mencium lembut kening Shin Yeong

“Dan lagi-lagi aku baru tahu selama ini Eonni selalu mencium keningku ketika aku sudah tidur, mengelus lembut rambutku dan berkata Aku menyayangimu setiap malamnya”

“Dan…” Shin Hee menghela napasnya kemudian melanjutkan “Aku baru tahu kenapa waktu itu Eonni menangis sambil menohon-mohon pada suster di rumah sakit. Karena salah satu dari anak itu ada yang meninggal. Tapi pihak rumah sakit tidak mau memakamkannya karena Eonni belum membayar administrasi”

“Aku sempat heran karena aku tahu bahwa Eonni tidak begitu menyukai anak kecil. Eonni adalah tipe orang yang pilih-pilih. Dia tidak suka anak laki-laki yang botak dan ingusan. Tapi aku rasa anak-anak dipanti itu lebih mengenaskan daripada anak yang botak dan ingusan.”

“Entahlah aku memikirkan bagaimana nanti kalau kalian punya anak. Memangnya ada anak kecil yang begitu lahir langsung mempunyai rambut yang lebat. Jangan-jangan nanti dia tidak mau mengurusnya lagi”

Plak! Kyuhyun memukul bahu Shin Hee dan menatapnya tajam

“Aduh..Oppa  ini kenapa senang sekali memukulku eoh? Eonni lihat suamimu itu, ahh kau suka melakukan KDRT dengannya, ya?”

“Lalu apa selanjutnya?”

“Selanjutnya aku menyesal karena sudah memperlakukan Eonniku sendiri seperti itu. Aku belum sempat meminta maaf padanya karena besoknya aku harus pergi untuk melanjutkan sekolahku keluar negeri. Eonni sudah kembali kerumah, ia juga mengantar keberangkatanku sampai bandara. Rasa gengsiku benar-benar sangat tinggi, sampai-sampai aku tidak mengakui kesalahanku, aku tidak meminta maaf padanya, aku tidak memeluknya saat dibandara waktu itu. Eonni juga sepertinya belum tahu kalau aku sudah tahu tentang Eonni, semuanya. Alasan mengapa ia selalu pulang malam, Eonni belum tahu..”

“Aku benar-benar menyia-nyiakan seorang kakak seperti Eonni. Aku masih ingat, waktu itu aku pernah dikerjai oleh teman-temanku. Mereka menyangkutkan sepatuku diatas pohon di taman sekolah, lalu Eonni datang dan memanjat pohon itu kemudian mengembalikan sepatu dan aku langsung pergi begitu saja. Aishh..adik macam apa aku ini, lagi-lagi aku tidak mengucapkan terimakasih padanya.”

“Saat aku sedang liburan aku datang ke Korea dan sekarang malah terbalik. Eonni yang menghinadriku. Ketika aku ingin bicara dengannya Eonni selalu pergi, Eonni bilang ia akan mengangguku, Eonni bilang ia akan merusak segalanya, jadi Eonni lebh baik pergi. Eonni membungkukkan kepalanya lalu pergi meinggalkanku. Aku entahlah, aku baru ah..kehadirannya selalu kuabaikan namun saat dia tidak ada itu malah membuat hatiku sesak. Aku pernah marah-marah padanya karena waktu itu melakukan hal yang melakukan disekolah, ia dihukum karena melakukan kesalahan dan disuruh untuk berlari mengelilingi lapangan sambil memegang telinganya dan berkata Aku tidak akan melakukannya lagi. Semua murid disekolah mentertawakannya, mencomoohnya, mengejeknya dan itu membuatku malu.”

“Aku berteriak marah padanya saat itu, aku memakinya, memukulnya, mengatakan bahwa aku benci padanya berulang-ulang, sampai aku menyiramkan air padanya. Tapi Eonni hanya tersenyum, Eonni tidak membentakku, Eonni tidak marah padaku, Eonni tidak melawank. Ia hanya tersenyum seperti orang gila, pikirku saat itu. Dan aku baru tahu bahwa Eonni menyelamatkanku. Ia melihat teman-temanku mengacak-ngacak tasku, memasukkan sesuatu kedalam tasku, aku tidak melihatnya karena saat itu aku sedang ijin ke toilet.”

“Lalu Eonni masuk kekelasku dan bertiark pada teman-temanku, ia marah-marah pada teman-temanku, lalu teman-temanku membalasnya dan kemudian terjadilah keributan. Saat mereka sedang ribut lalu datang guru yang mengajar, dan guru itu salah paham karena ia melihat Eonni sedang menjabak rambut temanku. Lalu temanku juga mengelabui guru itu, mereka berkata bahwa Eonnilah yang memulianya duluan. Tapi aku malah marah-marah pada Eonni, membentaknya sampai menyiramnya dengan air. Aku marah pada Eonni yang sudah melindungiku, Eonni maafkan aku”

“Aku sedih saat Eonni menghindariku, aku sedih saat aku ingin minta maaf pada Eonni tapi Eonni malah berkata kalau Eonni nanti akan mengangguku jadi Eonni pergi meningalkanku. Eonni maafkan aku, aku menyesal, aku menyesal telah berprilaku seperti itu. Eonni maafkan aku…” Shin Hee menghapus air matanya lalu mulai mengalihkan tatapannya dari Shin Yeong,, ia mebuka koper yang dibawanya tadi.

“Ini..” Shin Hee mengeluarkan sesuatu dari kopernya. “Ini sepatu Justin Bieber yang Eonni dapatkan dengan susah payah, tapi Eonni malah menjualnya untuk memberi makan anak-anak itu. aku benar-benar beruntung mempunyai kakak sebaik Eonni

“Ahh..aku harus pergi” ucap Shin Hee sambil mengusap kasar air matanya, bisa kulihat matanya yang memerah karena menangsi terus sedari tadi.

Oppa jaga dibaik-baik ne? Sampaikan salamku padanya. Ah Eonni besok kau ulang tahun ‘kan? Ayo cepat bangun eoh, aku sudah menyiapkan hadiah ulang tahun untukmu.”

Shin Hee mengecup kening Shin Yeong lalu menatap Kyuhyun kemudian pergi dari ruangan yang diatasnya bertuliskan ICU, sebelumnya ia mengucapkan sesuatu. “Aku sayang Eonni”.

 

Kyuhyun masih mengingat kejadian itu dengan jelas. Kejadian dua tahun yang lalu, saat pernikahannya dengan Shin Yeong baru menginjak satu tahun lima bulan. Istrinya mengalami kecelakaan saat pulang setelah memberinya makan siang dan menuju kerumah. Awalnya Shin Yeong tidak ingin menaik taksi, tapi Kyuhyun memaksanya agar naik taksi saja karena jarak rumah dan tempat latihannya cukup jauh. Ia tidak tahu bahwa sopir taksi itu adalah orang yang jahat.

Saat diperjalanan yang ia dengar dari Shin Yeong, sopir taksi itu menodongkan pisau padanya. Ia yang duduk dikemudi terus menengokkan kepalanya kebelakang sambil terus menodongkan piasaunya hingga tanpa mereka berdua ketahui ada mobil truk yang menyalip dari kiri, saat itu mobil mereka yang kebetulan juga ingin belok kiri bertabrakan dengan truk itu. Dan sopir itu malah menginjakan kakinya pada pedal gas, mobil itu terus berjalan tanpa terkendali, sampai akhirnya menabrak trotoar dan oleng. Sopir taksi itu mati ditempat, sedangkan istrinya terluka parah.

Ia mengalami koma selama 3 hari. Tepat saat ulang tahunnya yang ke 27 ia sadar dan ternyata ia mengalami trauma terhadap mobil. Shin Yeong terus menangis, berteriak histeris sambil memeluk Kyuhyun. Shin Yeong berkata padanya bahwa ia harus menangkap supir taksi itu, ia  harus memasukannya pada penjara.

Istrinya terus seperti itu, sampai dokter harus menyuntikkan cairan penenang dan membuatnya terlelap. Kyuhyun menangis melihatnya dengan keadaan seperti itu. Perban dikepalanya, infus dengan banyak selang dipunggung tangannya, memar di kaki dan tangannya-karena ia terus menjerit dan terpkasa para suster memeganginya dengan erat hingga menyebabkan luka merah dibeberapa bagian tubuhnya-belum lagi ia harus menggunakan alat bantu pernapasaan.

Kyuhyun masih ingat, saat istrinya sudah dibolehkan pulang oleh pihak rumah sakit  istrinya tidak ingin pulang menaiki mobil. Sebelumnya, lagi-lagi dokter memberinya suntikan penenang. Obat itu cukup lama bereaksi, ia dan Shin Yeong berjalan menuju rumah. Ketika terdengar suara klakson mobil Shin Yeong langsung mengeratkan genggaman tangannya padanya, tidak jarang bibirnya juga ikut bergetar.

Kyuhyun menghela napas saat melihat pemandangan itu. Ia benar-benar suami yang payah. Ia tidak bisa menjaga istrinya sendiri dengan baik. Setiap malam istrinya selalu berteriak lalu menangis kencang, ia selalu memimpikan kejadian kecelakaan itu. Ia juga selalu berkata bahwa Kyuhyun harus menangkapnya, sopir itu adalah orang jahat, Kyuhyun harus menangkapnya dan membawanya kepenjara.

Ia selelu berkata seperti itu sambil terus menangis. Membuat hati Kyuhyun sesak, Kyuhyun tidak bisa melihat istrinya seperti itu terus.

Saat itu ia juga merayakan ulang tahun istrinya dirumah sakit. Eomma dan Appanya serta orang tua Shin Yeong datang mengucapkan selamat ulang tahun pada istrinya. Dengan wajah sedih dan mata penuh air mata, kami semua melihat Shin Yeong yang memejamkan matanya lalu meniup lilin kue ulang tahunnya dalam keadaan lemas, masih dengan perban melilit di keningnya dan infus di tangannya ia tersenyum, senyum kesukaan Kyuhyun.

“Anak Eomma adalah anak yang kuat. Pasti Shin Yeong cepat sembuh” ucap ibu mertua Kyuhyun sambil memeluk Shin Yeong dan menghapus airmatanya tanpa sepengathuan anaknya itu.

“Selamat ulang tahun menantuku yang paling cantik”

Eomma Kyuhyun tidak bisa menahan tangisnya. Setelah selesai bicara dengan suara yang gemetar beliau langsung menumpahkan air matanya sambil memeluk Shin Yeong. Istrinya tersenyum dan malah menenangkan Eommanya untuk berhenti menangis, ia bahkan sempat membuat lelucon tapi hanya dirinyalah yang tertawa.

Hatinya sesak saat melihat istrinya sendiri dalam keadaan seperti itu. Disaat istrinya sakit, istrinya itu malah masih sempat tertawa dan menghibur orang lain. Benar apa kata Shin Hee, Shin Yeong adalah gadis ceria yang tidak suka melihat orang didepannya menangis.

Tepat setelah Shin Yeong menenangkan Eomma Kyuhyun dan tertawa hambar tiba-tiba ia menangis hsiteris lagi, dan lagi-lagi ia menyuruh Kyuhyun menangkap sopir taksi itu. Meraung-raung di pelukannya lalu menangis dan bertiark pada Ayah dan Ibunya bahwa mereka juga harus membantu Kyuhyun menangkap sopir taksi itu dan mencebloskannya kepenjara.

Ne pasti aku akan menangkapnya” Kyuhyun mengusap kepalanya, mencoba memberikan ketenangan tapi itu tidak berhasil karena Shin Yeong malah semakin histeris, memukulnya berkali-kali. Dan pada akhrinya lagi-lagi suntikanlah yang bisa menenangkan istrinya. Dan itu merupakan ulang tahun terpahitnya.

7 Desember 2010 aku merayakan ulang tahun istriku dirumah sakit. Ulang tahun terpahit yang pernah ia alami.

 

Kyuhyun mengusap kepalanya yang tertidur pulas disampingnya. Tiba-tiba matanya meneteskan air mata mengingat kejadian dua tahun lalu. Ia menghapus air matanya lalu mempererat pelukannya pada istrinya. Menatap istrinya yang tidur dengan tenang. Kini tidak ada lagi Shin Yeong yang berteriak histeris sambil menangis meminta dirinya untuk menangkap sopir taksi itu. Kyuhyun mengusap pelan pipinya. Malam ini dia benar-benar tidur dengan pulas, biasanya ia selalu mengomel ketika ia memainkan rambutnya yang panjang kemudian Shin Yeong akan memukul Kyuhyun dan menatapnya tajam tajam. Benar-benar menyenangkan saat sedang mengganggunya seperti ini.

Masa lalu bukanlah untuk dikenang dan dilupakan. Masalalu adalah sebuah pelajaran berharga yang harus kau ingat. Untuk kau ingat agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Untuk kau ingat agar menjadikan dirimu lebih baik lagi.

Besok adalah hari ulang tahun Shin Yeong dan Kyuhyun tidak sabar untuk sekedar menunggu beberapa jam lagi. Sebenarnya siapa sih yang ulang tahun? Ia tertawa ketika pertanyaan itu muncul dikepalanya.

Kyuhyun menundukkan kepalanya dan mulai mendekatkan wajahnya pada Shin Yeong. ia lupa kalau ia belum memberikan night kiss pada istrinya itu. Kening dan hidungnya sudah beradu dengan milik Shin Yeong, tiba-tiba

“HACCTTIIIN”

AISHH YEONG, KENAPA KAU MALAH BERSIN?”

***

Karena cinta sejati bukanlah soal alunan musik, undangan berhiasan timbul atau renda. Bukan pula soal besarnya pernikahaan atau mahalnya hidangan pesta. Cinta sejati adalah sesuatu yang kau temukan saat kau tidak menduganya. Cinta sejati berarti menempuh risiko bahwa kebersamaan ini belum tentu bahagia untuk selamanya. Cinta sejati berarti berpegangan tangan dengan pria yang mencintaimu apa adanya dan berkata “Aku tidak takut memercayaimu.”

Cinta sejati seperti itu mampu bertahan jauh lebih lama. Dan pasti sanggup bertahan dalam hampir semua situasi.

Bahkan dalam pernikahan yang kurang sempurna sekalipun. – Cara Lockwood

 

SELESAI

Kalau ini responnya bagus, saya mau bikin The Birthday lanjutannya. Ini merupakan FF saya yang pertama jadi masih banyak yang belum sempurna. Kritik dan saran saya tunggu =)

72 Comments (+add yours?)

  1. tiwiw
    Aug 10, 2013 @ 18:50:05

    Keren banget sumpah
    Suka ama kelakuan shin yeong , ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Adain lanjutannya thor ^^

    Reply

  2. @tiyakyu9388
    Aug 10, 2013 @ 19:06:47

    Next

    Reply

  3. Babyfishevil
    Aug 10, 2013 @ 19:31:58

    Bagussss banget….

    Reply

  4. mitarizkyaprilyan
    Aug 10, 2013 @ 20:05:37

    bagus pake baget min speechless banget😀

    Reply

  5. jinmishin
    Aug 10, 2013 @ 21:01:43

    ngakak thor, feelnya daper. keep writing!!! ^^

    Reply

  6. al
    Aug 10, 2013 @ 21:03:08

    Keren bgt sumpah.

    Reply

  7. leetaerisparkyu
    Aug 10, 2013 @ 21:10:45

    bgus kok
    lnjut y

    Reply

  8. rikuangel04
    Aug 10, 2013 @ 21:14:21

    Yang pertama udh kyak gini…membahana bgt.,sumpah awalx sweet dg soft romance + ngakak ,,nyampe di belakang, nyesek + miris,udah di ending Eh,,malah ngakak guling2…
    KEREN…WAJIB ADA LANJUTANNYA thor…
    ^^

    Reply

  9. parkJanSie
    Aug 10, 2013 @ 21:14:55

    Suka ceritanya..😀
    Jadi ini cerita nya flasback..
    Lanjut thorrr.. Sequel juseyo..😀

    Reply

  10. ELFclouds
    Aug 10, 2013 @ 21:17:29

    bagus thor, LANJUUUUT!

    Reply

  11. Park Ha Mi
    Aug 10, 2013 @ 22:11:11

    Thor TT nangis tau bacanya .nangis smpai 4kali *sempet ngitung*
    Next thor!😀

    Reply

  12. gitakumala
    Aug 10, 2013 @ 22:12:14

    Sumpah ini ff bagus banget!!!!!
    Sequel dong thor

    Reply

  13. lala cho
    Aug 10, 2013 @ 22:45:12

    suka deh ama nih ff…..keep writing ya

    Reply

  14. miss~
    Aug 10, 2013 @ 22:54:13

    satu kata K E R E N . . . ! ! !
    100% mendukung sequel🙂

    Reply

  15. indriani
    Aug 10, 2013 @ 23:03:07

    ahhh keren keren keren..\^^/

    Reply

  16. Indri Lita Andini
    Aug 10, 2013 @ 23:05:59

    Wajib sequel thor! Kalo bisa di sequelnya, kyu sama shin yeong udah punya baby😀
    Daebak^^ keep writing^^

    Reply

  17. MarukaaChan
    Aug 10, 2013 @ 23:14:33

    thor~KEREN !
    kukira shin yeongnya bakal gila gara2 trauma.eeeh ternyata sembuh juga *kekekeke
    next thoooor~ d^^b

    Reply

  18. ddangkom
    Aug 10, 2013 @ 23:48:03

    Terharu ahh:^) next dong thorr bagus ffnya aku sukaaa^^

    Reply

  19. Tiyasavira
    Aug 10, 2013 @ 23:59:37

    WOW! aku mau pingsan pas baca FF ini mungkin kalo aku bener2 baca dari awal sampe akhir, aku bakal pingsan beneran kali. #LEBAY😀

    Reply

  20. Lilih
    Aug 11, 2013 @ 03:10:24

    Daebak,,,,

    Reply

  21. Ade nur aisyah
    Aug 11, 2013 @ 03:32:58

    Kereeennn sumpah .. Gue baca nih ff jam 3 pagi . Dan ngkak kenceng pake bgt wktu di bagian ‘botak dan ingusan’ haha sampe2 orang rumah pada bangun xd

    Reply

  22. Ahn Ray Han
    Aug 11, 2013 @ 05:23:42

    sumpah keren bgt thor !!!!!

    awalnya kocak, smpe gw ketawa ngakak!!
    eh pas dah mendekati akhir, jadi sedih deh!!

    Tapi yang bikin bingung gk ada tulisan Flashback nya, jadinya sush nentuin cerita yang masa lalunya !!

    Gpp lah, yang penting dh bagus!!!

    Lanjutin Yaaa …
    Jeballl !!!

    Reply

  23. Baby won WON
    Aug 11, 2013 @ 05:27:42

    Kerennnnn plus DAEBAK!!!!!!🙂
    SEQUEL lg yah kaka😀

    Reply

  24. SparklingFishy
    Aug 11, 2013 @ 06:12:07

    daebbak ^^
    jalan ceritax bagus. feelx berasa bgt.
    ada lucux, ad yg mnyedihkan juga.
    shin yeong karakterx mngagumkan.

    Reply

  25. choi nia
    Aug 11, 2013 @ 06:17:12

    panjangnyaaa..
    tp bagus crtanya.. rada bngung pas awal flashback.. shin hee sma shin young ketuker akunya ga paham.. haha
    but overall bagus thor :)))

    Reply

  26. mryeoon
    Aug 11, 2013 @ 06:26:11

    Kereeeeeeen !!
    Ga nyangka alur ceritanya bakal sekeren ini dan semua ulang tahun nya shin young ada cerita yg beda beda
    Untung shin young sembuh dan kyu kuat yeaaay
    Lucu bgt waktu kyu ngelamar dia di dapur hahaha
    Duhh endingnya ko malah bersin -_-

    Reply

  27. Cho sangri
    Aug 11, 2013 @ 08:27:14

    Huuuaaaa ff nya daebak .
    Lanjutin domg thor🙂

    Reply

  28. Kasih
    Aug 11, 2013 @ 08:32:35

    Keren bgt crtax….

    Reply

  29. Choi SungRin's
    Aug 11, 2013 @ 08:47:39

    KEREENN …. LANJUTANNYA *demo bareng Kyu dan yeong*

    Reply

  30. @salmaayu1
    Aug 11, 2013 @ 09:49:44

    Shinyoung bner2 kocak😀
    ff nya keren bnget thorr !!!!
    pokonya Good deh ^^

    Reply

  31. Eka Wulandari P (@WulAndaRieCha)
    Aug 11, 2013 @ 12:33:53

    romantis dan lucu… suka banget
    tapi agak bingung pas bagian shin hee cerita tentang shing young, tapi endingnya ngerti juga hehehe

    Reply

  32. cinoCHOKYUlat
    Aug 11, 2013 @ 12:55:28

    huahhhhhhhhhh, daebakk bener nih ff chinguu
    berasa di aduk² bca ni ff, pertama² lucu kocakk ketawa² tpi nanti menghrukan sedih nangiss
    pokokkny semuany campur jdi satu dehh, ni ff palet super komplitt
    dtunggu next story nya ^^

    Reply

  33. Gaem
    Aug 11, 2013 @ 14:47:51

    ㅋㅋㅋ

    Reply

  34. rizqi dinni
    Aug 11, 2013 @ 15:14:28

    Bagus bangeet

    Reply

  35. hanjaeheebum
    Aug 11, 2013 @ 16:19:01

    Lanjutanny dunk thor….
    Ini keren bgdh,terutama pas adekny yeong cerita ttg masa lalu mereka,, whoaaaa terharu bacanyaaa,, :’)
    aku jd pgn pny kakak,apalagi klo kakakny sebaik yeong,kakakku mlh meninggal sebelum aku lahir…ahahahah *syapa yg nanya*

    Reply

  36. andra
    Aug 11, 2013 @ 18:14:32

    waaaa keren bgt sumpah!!tersentuh bgt baca endingnya….feelnya disini dicampur aduk bgt!g tau knp aku kok agak bingung sm perubahan settingnya sm povnya ya?
    keep writing!^^

    Reply

  37. Diana Park
    Aug 11, 2013 @ 20:01:24

    Mengharukn yg part shin hee…pribadi yg menarik yeong..

    Reply

  38. kyunie~
    Aug 11, 2013 @ 20:53:38

    Ini bnr2 keren bgt!
    Aku sampe nangis bacanya bnr deh Daebak!
    Sequel dinanti bgt!

    Reply

  39. febrianasantana
    Aug 11, 2013 @ 22:26:17

    Huhuu TT daebak bnget thor mengharukan pa lgi saat adiknya young critain flashbach nangis smpai bnyak kali nih
    Di tnggu nextnya

    Reply

  40. Karina
    Aug 11, 2013 @ 22:28:38

    very very long story…..
    bener2 butuh kesabaran buat baca ini ff,, dan akhirnya kesabaran membuahkan feel yg bener2 dapet dari ceritanya…..
    bener2 dpet bgt romance nya,, sedih nya jg dapet,, apalagi endingnya bikin ngakak…
    sequel thor…😀

    Reply

  41. Nofriani Nova (@Novanfr)
    Aug 11, 2013 @ 23:40:13

    bagus kok, hebat banget

    Reply

  42. Thea Rizky
    Aug 12, 2013 @ 00:13:16

    Keren eon d(‘-‘)b lanjut lagi lahh~ ditunggu yak^^. Tapi jan kebanyakan typo:p

    Reply

  43. kyubear
    Aug 12, 2013 @ 00:37:35

    sedikit agak bingung sama cerita shin hee tiba2 nyeritain kejadian kelamnya sama shin hyeong karena ga ada tulisan flashback. Next ff kalo mau nyeritain kejadian ulang tolong tulis flashback ya thor biar ga bingung🙂 Dan 1 lagi bahasanya kalo di buat dengan baku pasti ffnya bakal keren🙂 makasih🙂🙂

    Reply

  44. alya093
    Aug 12, 2013 @ 00:58:10

    HUAHHHHHH!!!!!! FF APA INI!!!???? BIKIN GUE NANGIS MALEM MALEM-_-
    AUTHORR POKOKNYA HARUS KUDU WAJIBB NGEANJUTIN INI FF!!!!
    DAEBAK FOR YOU!!! /CIVOK/

    Reply

  45. AJ_ElfCho0325
    Aug 12, 2013 @ 01:10:49

    kurang sempurna darimana coba thor !!! ampe buat gue jm sgini nangis ama ketawa sesenggukan gaje ,ini keren pokok e!!! lanjut thor wajib hukumnya ,aku menunggu kambekmu thor !!! saranghae kyuhyun jelek #lohgaknyambung
    Semangat ae lah thor ,whehehe

    Reply

  46. 니야 (@wiwin3293)
    Aug 12, 2013 @ 09:06:51

    kerennn!!! ayo lanjutt!!!! ^^

    Reply

  47. yulia
    Aug 12, 2013 @ 11:47:12

    Nice story… di tunggu karya selanjutnya…

    Reply

  48. nan
    Aug 13, 2013 @ 00:41:18

    ceritanya bagus, emang sih sempet bingung maksudnya gimana tapi bingung2 gt aku nangis deres-_- yaa pokoknya keren deh, aku mau lanjutanya:D

    Reply

  49. setia
    Aug 13, 2013 @ 10:36:36

    ceritanya bagus. cm sedikit bingung. ini flashback atau saat ini.

    Reply

  50. Winda
    Aug 13, 2013 @ 13:51:17

    aaaaaaaaargggggghh keren banget authornya hebat bisa bikin yang baca ketawa+nangis berbarengan keren thor GOOD JOB

    Reply

  51. Kim Ji Rim
    Aug 13, 2013 @ 22:39:52

    bagusssss bangettttt ~ WAJIB NEXT ! ^^

    Reply

  52. Ayu Prasetya
    Aug 14, 2013 @ 21:07:41

    kyaaa dongsaengku yg satu ini daebak banget, baru pertama buat tapi udah keren, ceritanya bagus bgt, menarik dan feelnya jg dapet ^^ tapi menurutku waktu diawal alur nya agk kecepetan, sama bingung buat nentuin flashback atau sekarang, tapi gpp ini udah bagus bgt, ditunggu kelanjutannya. Keep Writing ^^

    Reply

  53. ninanina
    Aug 14, 2013 @ 21:45:06

    sedih dan bagus.. tapi rada ribet bacanya

    Reply

  54. Riki Putri Kharisma
    Aug 15, 2013 @ 13:49:26

    .bagus thor. .🙂 ijin share. . ^_^

    Reply

  55. Oktri Lau
    Aug 16, 2013 @ 18:32:31

    Bagus thor FFnya bikin gua nangis kejer :””(((( sequel juseyoooo!!!!!!

    Reply

  56. fifin
    Aug 17, 2013 @ 00:46:44

    daebak, terharu bacanya , apalagi pas partnya sin hee …

    Reply

  57. jacquelinehan77
    Aug 17, 2013 @ 22:25:20

    awalnya romantis comedy gitu, eh pas kesini-sininya malah dibikin sedih
    authornya hebat bisa ngaduk-ngaduk /? perasaan readers

    komennya sama sih kaya komen-komen sebelumnnya ffnya keren, bagus cuma rada ngebingungin sedikit
    oh iya jangan lupa dilanjutin ffnya🙂

    Reply

  58. jenny
    Sep 16, 2013 @ 00:51:15

    ((y)ˆ ³ˆ)(y)mantap..
    Like so much

    Reply

  59. Ivana
    Sep 21, 2013 @ 18:38:18

    Lanjut thor daebak😀
    Ngakak waktu baca awalnya, nangis waktu baca akhirnya…^^

    Reply

  60. Trackback: Retreat | Superjunior Fanfiction 2010
  61. anini cz
    May 06, 2016 @ 10:01:26

    sumpah ini keren bnget…..
    ada tawa dn air mata pas baca cerita ini
    smua kena bnget ke hati
    ga tau mo kmentar apa lagi aku ga tau m ngomong apa lagi ….
    minta dilanjut doooong pleaseeeeeeee

    Reply

  62. Nanakyu
    May 11, 2016 @ 14:08:17

    Kerenn.. iya nice banget storynya
    Karakter yg unikk
    Lnjut ya thor
    Keep writing ☆☆☆☆

    Reply

  63. yanteuk
    May 12, 2016 @ 12:52:39

    kasihan shin yeong di acuh kan sama adenya sendiri padahal shin ga punya salah. untungnya ada kyu

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: