The Untouchable Her [1/3]

the untouchable her poster

The Untouchable Her

Part 1

Title: The Untouchable Her – part 1

Casts: Cho Kyuhyun, OC

Genre: Romance

Rating: PG-13

Length: Chapter (3 chaps)

A story by Red

http://www.redsstory.wordpress.com

I explain everything about Ivanka and her life in this part, so read it carefully because if you don’t, you’ll get trouble reading the next chapters.

 

 

 

 

January 15th, 2011

Bangkok, Thailand

11 PM  

 

Show me anger,” ucap sang fotografer kepada modelnya. Sang model hanya menuruti permintaan pria fotografer itu. Sekarang, belasan atau mungkin puluhan pasang mata sedang mengawasi dengan seksama tiap pose model itu. Benar, sang model sedang melakukan sesi pemotretan untuk sebuah majalah edisi tiga bulan dari sekarang dan orang-orang yang sedang mengawasinya adalah kru dan asisten majalah itu.

 

Now, give me the eye you gave me at the beginning,” Sang model lagi-lagi hanya menuruti permintaan fotografernya sambil sekali-kali memainkan ujung gaun merah panjang yang dikenakannya. Bukan karna ia tidak bisa berpose, namun karena ia sudah sangat lelah saat ini dan satu-satunya hal yang ia inginkan adalah mengakhiri sesi pemotretan sialan ini secepatnya. Ia belum merasakan tempat tidur dari kemarin karena pekerjaannya yang bisa dikatakan sangat gila. Kemarin ia menghabiskan harinya dengan memenuhi semua permintaan wawancara dan fashion show. Hari ini giliran ia memenuhi semua permintaan pemotretan.

 

The last shot, Ivanka.” Ivanka –model itu- berpose untuk terakhir kalinya. Laki-laki itu menekan shot button dikameranya dan selesailah rangkaian 2-hari-nerakanya-Ivanka. “It’s a wrap! Good job everyone!” teriak sang fotografer lalu disambut tepuk tangan meriah dari semua kru. Beberapa kru langsung membereskan set dan para asisten langsung berlari menuju Ivanka, membantunya berjalan. Selain karena gaunnya bisa dibilang cukup panjang yang tentunya membuat sang model kesulitan untuk berjalan kalau tidak dibantu, jam sudah menunjukkan pukul 11 malam lebih. Semua orang di set pemotretan tahu kalau Ivanka belum tidur dari kemarin.

 

You’re the best model I’ve ever worked with.” puji sang fotografer. Ivanka tidak terlalu perduli dengan pujian itu. Maklum, ia sudah sering mendengarnya. Dan lagi pula fotografer ini tergolong fotografer baru dibidang ini dan belum memiliki nama, jadi mungkin saja Ivanka adalah model profesional pertama yang bekerja dengan fotografer ini. “But you look a bit tired. You know that?” Ivanka hanya tersenyum kecil mendengar apa yang pria itu katakan.

 

Yea, haven’t slept for 2 days, how you expect me to look like?” Ivanka membalikan pertanyaan. Para asisten membantu Ivanka berjalan menuju ruang ganti. Langsung saja mereka bekerja melepaskan semua atribut yang melekat ditubuhnya dan menghapus riasan wajahnya sesaat setelah Ivanka merasakan tempat duduk.

 

Two days?!” tanya pria itu tak percaya. Biasanya model memiliki jam kerja seperti orang kantoran. Mereka sudah memiliki jadwal pekerjaan yang pasti akan selalu menyediakan setidaknya 8 jam sehari agar sang model dapat beristirahat. Tapi sepertinya, ini tidak berlaku untuk Ivanka.

 

They said because this is my first time being here, apparently people are too excited with my coming so… as you can see.”

Ah, Runaway thingy?” Ivanka mengangguk membenarkan. Terlihat sang fotografer tersenyum iba padanya dan Ivanka membenci ini. Ia selalu benci setiap kali orang-orang menatapnya dengan persaan iba karena pekerjaannya yang terlalu menyita waktu pribadinya. Karena selain menjadi model profesional dan muse dari brand terkenal –Chanel– Ivanka juga merupakan seorang Editor in Chief sebuah majalah fashion nomor satu seantero dunia, Runaway.

 

Ivanka hanyalah gadis 22 tahun tapi sudah memangku tanggung jawab yang begitu berat. Belum lagi tekanan pekerjaan yang ia dapatkan dari pekerjaannya di Runaway maupun sebagai seorang model. Karena pekerjaannya jugalah, ia di haruskan untuk tampil sempurna disetiap saat sehingga memberikan beban tambahan. Orang-orang memanggilnya dengan sebutan World’s Princess. Ivanka memang pantas mendapatkan panggilan itu. Wajah sempurna yang merupakan hasil blasteran Cina ibunya dan Rusia dari ayahnya, kaki jenjangnya, rambut coklat lurus alaminya dan tubuh proporsional 170 cm-nya. Ia memang termasuk pendek untuk ukuran model, ia juga tidak mengerti mengapa Chanel mengizinkannya berjalan diatas catwalk mereka dan bahkan menjadikan Ivanka sebagai muse mereka.

 

Sejak ia muncul di catwalk, para pemerhati fashion dan designer tertarik pada wajahnya yang memang menawan karena blasterannya. Tak lama setelah itu, Chanel menjadikannya sebagai muse mereka dan para orang-orang fashion menobatkannya sebagai salah satu World’s Princess. Keberuntungan terus mengikutinya. Ia menjadi anggota eksekutif tertinggi Runaway France yang notabene adalah pusat dari kerajaan majalah Runaway. Mendapatkan pekerjaan sebagai pembersih kaca kantor itu saja sudah mejadi kehormatan, apa lagi menjadi anggota eksekutif tertinggi. Dimana para anggota eksekutif tertinggi dapat mendapatkan apa saja yang mereka inginkan.

 

At least your boyfriend is always around, right?” Fotografer itu menggoda Ivanka dan Ivanka hanya tersipu malu. Wajah pencuri hatinya itu tiba-tiba saja memenuhi otaknya. Rindu akan sang kekasih karena belum bertemu seminggu akibat pekerjaan masing-masing tiba-tiba menyeruak memenuhi dadanya. Ia merindukan prianya, merindukan pelukannya, merindukan kehangatannya, merindukan ciumannya. This World’s Princess is a man’s.

 

 

January 15th, 2011

On the Other Side of Bangkok

11:47 PM.

 

“Kyuhyun-ah, bangun.” ucap seorang pria sambil mengguncang pelan tubuh Kyuhyun yang sedang tertidur pulas. Merasa terusik, Kyuhyun-pun bangun dan dengan segera menggerutu.

 

“Ah hyung, aku masih mengantuuuukk!!!”

“Ya! Kyuhyun-ah! Ini sudah sampai! Kau mau kami tinggal, huh?” Kyuhyun hanya mengendus kesal pada Shindong, hyung tadi yang membangunkannya. Mereka baru saja menyelesaikan Super Show 3 hari pertama mereka di Bangkok dan saat ini mereka telah sampai di hotel tempat mereka menginap. Letih jelas terlihat diwajah setiap member tak terkecuali para manajer juga. Terutama Kyuhyun. Kyuhyun memang terkenal dengan kebiasaan Zombie Walking-nya, oleh karena itu ia memakai masker andalannya yang biasa ia gunakan di airport untuk menutupi wajahnya. Dengan langkah gontai ia keluar dari van dan menyeret tasnya, dalam artian… benar-benar menyeretnya.

 

Kyuhyun terlalu lelah untuk sekedar memasangkan tas punggung itu ke punggungnya. Ia memilih untuk menyeretnya dan berjalan sambil menundukkan kepala ditambah memejamkan matanya! Tak sadar, iapun telah ditinggal member dan manajernya dan bodohnya ia tidak menyadarinya. Ia sendirian di basement hotel itu.

 

 

11:40 PM

Ivanka’s Hotel Room

Ivanka mengutuk siapa saja yang menelfonnya di jam selarut ini. Bagaimana tidak, ia baru saja

tidur sekitar 15 menitan setelah dua hari tidak tidur sama sekali dan sekarang tidurnya harus diganggu oleh panggilan telfon malam-malam!

 

CAN’T YOU JUST LET ME GO TO SLEEP?!!!” Hardiknya langsung pada si penelfon tanpa melihat terlebih dahulu nama orang yang menelfonnya dilayar ponselnya.

Excuse me…”

 

She knew exactly whose voice it was. The one who owned the Runaway Empire, President of the magazine, the one who gave a lot of contribution to fashion industry. A living legend, Miranda Williams.

 

“I’m sorry, I’m terribly sorry. I thought you were someone who has been disturbing me these few days.” Bohong. Yeap, Ivanka berbohong demi menyelamatkan karir dan nyawanya. Ivanka tidak mau menghabiskan hidupnya menjadi pelayan kafe. Siapa yang tidak mengenal Miranda Williams? Ia adalah seorang icon fashion dunia. Orang pertama yang mencetuskan bahwa fashion bukan hanya sekedar mencocokkan warna agar nyaman dipandang mata, namun fashion adalah sebuah seni. Cara pandangnya yang benar-benar mengejutkan industri fashion dituangkan pada majalah yang ia rintis dengan susah payah 36 tahun yang lalu saat usianya masih sangat muda yaitu 16 tahun, Runaway. Selain dengan Runaway, Miranda sudah memberikan begitu banyak kontribusi di dunia fashion. Contoh lainnya, mengangkat nama ratusan atau bahkan ribuan fotografer dan model. Hingga ada pepatah mengatakan, kalau kau ingin dipandang di industri fashion ini, kau harus mencuci dan mencium kaki Miranda Williams. Tentu bukan benar-benar mencuci dan mencium kakinya.

 

Miranda tidak hanya terkenal karna kontribusinya, namun juga pesonanya sebagai seorang Presiden dari kerajaan Runaway. Ia tak segan-segan memecat karyawan atau model kalau ia merasa ingin. Bahkan ia juga tak segan-segan memblokir semua jalan mereka sehingga mereka tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan kecuali pekerjaan kecil seperti menjadi pelayan toko atau semacamnya.

 

A stranger has been disturbing you for these few days?” Nada suaranya yang begitu rendah dan stabil tanpa intonasi selalu memberikan kesan mengintimidasi pada siapa saja yang mendengarnya.

 

Yea, yea. But don’t worry, I’ll take care of it.”

Okay, I’m not worried anymore. So, the reason why I called is, I want you to go back to Runaway office there and sign few paper I just faxed. After that, fax it back right away.”

“N…Now?”

“Yes, Miss Delatroixa.” Miranda langsung memutuskan sambungan telfonnya. Bagi orang-orang yang tidak bekerja dibidang ini pasti akan mengatakan kalau Miranda kasar dan tidak sopan. Namun sebenarnya semua orang yang bekerja dibidang ini seperti ini semua. Well, they just followed the leader’s attitude. Yes, Miranda was the leader.

 

Ivanka langsung melompat dari tempat tidurnya dan langsung melepaskan atasan piamanya dan memakai maxi knitted sweater berwarna peach yang terletak tak jauh darinya tanpa mengganti celana panjang piama neon pink-nya. Buru-buru ia mengambil tas Prada hitam yang bertengger di lengan sofa tanpa mengecek isinya terlebih dahulu karna ia yakin semua yang ia perlukan ada didalam sana. Ia memakai studded pumps terdekat di jarak pandangnya. Ivanka tak perduli bagaimana ia terlihat sekarang. Yang ia perdulikan hanyalah cepat-cepat mengerjakan perintah Miranda dan kembali ke kamar hotelnya.

 

Keluar dari lift tidak membuat Ivanka berhenti mengumpat. Ia tetap saja mengumpat bahkan sampai tidak sadar sudah di basement. Sibuk mengumpat membuatnya tidak fokus pada jalan ditambah ia sedang mengobrak-abik isi tasnya mencari kunci mobilnya. Terus ia mencari-cari kuncinya sampai kepalanya hampir masuk kedalam tas nya hingga…

 

Ia menabrak seseorang.

 

Tabrakan itu membuatnya kehilangan kendali atas tasnya sehingga naas, tas Prada limited edition itu terjatuh ke lantai basement. Isinya pun berantakan kemana-mana. Walau hanya tasnya saja bukan dirinya yang terjatuh tetapi demi dewa Neptunus, Ivanka bersumpah akan membuang tas itu walaupun itu adalah tas edisi terbatas dan karena fakta itu, ia juga bersumpah akan membenci siapapun orang yang menabraknya.

 

“HEY!! Can’t you walk properly?! You didn’t see me?! Are you blind or something?!” bentaknya langsung ke orang yang menabraknya. Well, menurutnya dia lah yang ditabrak.

 

 

Author’s POV for Kyuhyun side

Kyuhyun terlalu lelah untuk berjalan dengan benar, ditambah dengan kantuk luar biasa yang ia dera membuatnya berjalan seperti mayat hidup. Ia menyeret begitu saja backpacknya. Sebenarnya backpacknya tidak berat, ringan malahan. Tapi karna keadaanya saat ini, Kyuhyun bahkan tidak punya tenaga bahkan untuk memakai backpack-nya secara benar. Berjalan sambil menundukkan kepala dan memejamkan matanya. Ditambah topi hitam yang ia pakai membuat ia semakin terlihat seperti mayat berjalan.

 

“Cepatlah Kyu jalannya. Jangan terlalu lama.” Seseorang memperingatkannya tapi Kyuhyun tidak terlalu perduli dengan peringatan itu. Ia benar-benar butuh tempat tidur sekarang dan hasilnya Kyuhyun berjalan seperti mayat hidup. Terlalu lelah untuk sekedar mengangkat kepalanya mengecek apakah member dan manajernya masih disekitar. Alhasil, ia tertinggal jauh dari rombongan lainnya. Semua indranya sedang tidak berfungsi dengan baik dan akibatnya…

 

Ia ditabrak seseorang.

 

Kesadaran langsung menamparnya otomatis.

 

HEY!! Can’t you walk properly?! You didn’t see me?! Are you blind or something?!” Orang yang menabraknya langsung memakinya tajam. Kyuhyun melemparkan pandangan ke orang yang menabraknya tadi hendak meminta maaf karna bagaimanapun Kyuhyun mengakui bahwa dia tidak berjalan dengan benar.

 

Mata mereka bertemu. Kyuhyun menatap tepat di manik mata orang yang ditabraknya yang ternyata adalah seorang gadis. Seorang gadis memakinya! Ini adalah catatan penting! Seorang gadis memakin seorang Cho Kyuhyun yang notabene adalah orang penting dalam industri hiburan Korea Selatan. Dan satu-satunya gadis yang memakinya itu ialah Ivanka. Ivanka Lim Delatroixa.

 

“Why are people so irritating?!” Gadis itu terus memaki. Sebenarnya itu bukan sepenuhnya salah Kyuhyun maupun Ivanka. Mereka sama-sama tidak memperhatikan jalan dan sibuk dengan dunia masing-masing.

 

Gadis itu berjongkok mengambil semua barang-barang yang keluar dari dalam tasnya akibat tabrakan itu sambil terus mengumpat. Kyuhyun melemparkan pandangannya kesekitar dan tidak menemukan satu-pun dari rombongannya. Ia…. sendirian. Disaat Kyuhyun terhanyut dalam pencarian member dan manajernya, Ivanka melemparkan pandangan membunuh pada Kyuhyun.

 

YOU!!” Ivanka berteriak dan Kyuhyun-pun tersentak kaget. “You’re not helping me?!” lanjutnya lagi. Diperlukan beberapa saat agar Kyuhyun mengerti teriakan Ivanka. Kyuhyun langsung berjongkok berniat membantu gadis itu memunguti barang-barangnya namun Ivanka langsung berdiri. “Too late.” ucapnya dingin.

 

His jaw dropped seeing such behavior of that girl.

 

Ivanka berlari menjauhi Kyuhyun yang masih berjongkok mencerna apa yang baru saja terjadi. Sepertinya Ivanka harus berterima kasih atas tabrakan itu karna ia berhasil menemukan kunci mobilnya dan langsung saja ia berlari menuju kearah mobilnya dan langsung melesat meninggalkan basement.

 

Seiring dengan mobil Ivanka yang makin menghilang, Kyuhyun mendapatkan kembali kesadarannya.

 

Aigoo, gadis itu.” Ia berdecak heran. Kyuhyun berdiri hendak meninggalkan basement tapi sesuatu di dekat kakinya menangkat perhatiannya. Kyuhyun mengambil benda tersebut dengan segera, memperhatikan sesaat benda ditangannya itu dan ternyata itu adalah sebuat name tag yang bertuliskan sebuah nama yang terdiri dari tiga kata dan dibawahnya tercetak 3 kata lainnya.

 

“Gadis tadi namanya Ivanka Lim Delatroixa… Editor in Chief… Sebentar… GADIS TADI SEORANG EDITOR IN CHIEF??!!” His jaw dropped for the second time.

 

 

January, 18th 2011

South Korea

Ivanka menceritakan kepada dua sahabatnya –Mark dan Lina- mengenai nametag-nya yang hilang entah dimana dan ia mulai menyesali keputusannya. Mark dan Lina tak henti-hentinya mengatainya ceroboh, tak peka dan lain sebagainya. Tak perduli dengan pembelaan Ivanka kalau pihak kantor akan membuatkan nametag baru untuknya besok. Ditambah dengan Lina yang terus-terusan berbicara dalam bahasa korea membuat Mark semakin sebal.

 

Stop speaking in Korean, Lina.” tegas Mark lagi entah untuk kesekian kalinya.

“Kenapa? Aku orang korea tentu harus berbicara korea. Kalian, kalian berdua bisa bicara dalam bahasa korea juga lalu apa masalahnya.” Lina memang orang korea asli. Lina adalah nama aslinya dan Im adalah nama keluarganya, Im Li Na. Keluarga Lina memang tipe keluarga yang tidak terlalu terikat dengan tradisi asli Korea. Itulah alasan mereka mengapa Lina memiliki nama yang terdengar seperti orang barat. Sedangkan Mark adalah orang Kanada. Mark Waber Raymond.

 

Mereka bertiga adalah Editor in Chief Runaway Korea. Agak janggal memang. Dimana majalah lainnya hanya memiliki satu Editor in Chief dalam satu cabang, namun Runaway Korea memiliki tiga sekaligus. Runaway memang memiliki beberapa Editor in Chief untuk beberapa cabang negara, termasuk Korea Selatan. Bisa dibilang tanpa mereka bertiga Runaway Korea tidak akan berjalan. Mereka bertiga termasuk orang-orang hebat dimana biasanya Editor in Chief terutama untuk majalah sebesar Runaway berumur minimal 32 tahun namun diumur Ivanka yang baru 22 tahun, Lina 25 tahun dan Mark 26 tahun.

 

Mark dan Ivanka adalah anggota eksekutif tertinggi Runaway tidak seperti Lina namun mereka tidak terlalu perduli dengan jabatan. Mereka bertiga sudah sangat dekat bahkan sudah seperti keluarga. Dikantor mereka bisa begitu tegas dan keras, namun ketika mereka hanya bertiga atau sudah berada diluar kantor mereka bisa menjadi begitu konyol. Pernah suatu kali mereka pergi ke sebuah club dan bertaruh siapa yang minum wine paling banyak tanpa mabuk, namun mereka bertiga malah sama-sama tumbang disaat yang hampir bersamaan dan keesokan harinya Runaway pusat harus bersusah payah menutupi kejadian ini dengan menyogok mulut banyak orang.

 

Just stop speaking in Korean, Lina. For the sake of my ears.” Ivanka tertawa melihat Mark yang sudah panas dengan ‘korea’ Lina. Mark dan Ivanka sama-sama tidak terlalu menyukai berbahasa Korea. Terlalu sulit untuk dilafalkan menurut mereka. Mereka bicara dalam bahasa Korea kalau memang diperlukan saja.

 

Guys, I’m going, okay.”

“Mau kemana?”

ENGLISH LINA!!” Mark screamed with all his might.

Tutup mulutmu!” Ivanka tak bisa menahan tawanya. Walaupun mereka berdua berdebat seperti ini tapi pasti tak lama kemudian mereka akan melakukan hal konyol berdua.

 

Zac’s here so I suppose we’ll go on a date today, yeah?. Ivanka melambaikan tangannya seiring berjalan keluar dari ruangan Mark. Yes, Zac. Zachary Hembree. Pria yang 3 tahun ini menawan hatinya. Walaupun banyak halangan dalam hubungan mereka, mulai dari orang tua Zac yang tidak menyetujui hubungan mereka hingga masalah perbedaan umur mereka yang mencapai 8 tahun. Namun semua halangan itu membuat ikatan mereka makin kuat.

 

 

On the Other Side of Seoul

“Hyung, menurutmu… apa aku harus mengembalikan ini?” Kyuhyun mengeluarkan satu benda kecil dari saku celananya dan memperlihatkan benda tersebut ke keempat hyungnya yang berada di van yang sama dengannya. Yesung, Leeteuk, Eunhyuk dan seorang manajer. Dan sebenarnya ada supir juga.

 

“Itu sebuah nametag, kan?” tanya Eunhyuk .

“Iya. Selesai SS3 Bangkok kemarin, kalian meninggalkanku sendirian di basement dan aku menabrak seorang gadis. Tasnya jatuh dan semua isinya tumpah. Ia memunguti barangnya terburu-buru jadi sepertinya ini punya gadis itu. Ia tak lihat ini.” Kyuhyun menjelaskan sambil terus membaca dalam hati rangkaian kata-kata yang tercetak diatas nametag itu seakan-akan menghafalnya.

 

“Dia di Bangkok dan kita di Seoul demi Tuhan, Cho Kyuhyun. Bagaimana kau mengembalikannya, huh?”

“Benar kataYesung, bagaimana kau mengembalikannya? Kalian berbeda negara.”

“Hyung, lihat ini.” Kyuhyun membalik nametag itu sehingga terpampang bagian belakang nametag itu. “Lihat, dibagian belakangnya tertulis ini, ‘Runaway Korea’. Itulah yang membuatku yakin kalau dia orang Korea. Wajahnya juga agak terlihat seperti wajah asia, yea walaupun aku tak terlalu ingat tapi ia berwajah asia hyung. HAMPIR…. Terlihat seperti orang asia.” Dan Kyuhyun pun mendapatkan satu pukulan keras dikepalanya dan ini membuatnya berceloteh hampir dua menit lamanya.

 

“Kau yakin?” tanya Leeteuk, mengembalikan percakapan ke topik awal. Kyuhyun mengangguk pasti. “Aku memiliki firasat kalau aku harus mengembalikan ini.”

 

 

Runaway Building

Kyuhyun ditemani manajer dan Yesung memasuki gedung menjulang tinggi bergaya futuristik modern itu. Sama seperti gedungnya, orang-orang didalamnya berbusana sangat modern dan individualistis. Walaupun banyak sofa dan orang lalu lalang, namun atmosfer disana benar-benar tidak nyaman.

 

Wajah orang-orang itu seperti porslen tanpa cacat dan… kaku. Keangkuhan terlihat jelas diwajah mereka. Pakaian mereka juga tak kalah angkuhnya. Pakaian bermerek selalu memberikan kesan itu kepada semua yang melihatnya, bukan? Wajah-wajah orang itu tanpa ekspresi dan kepalanya diangkat tinggi seperti sedang menantang orang disekeliling. Tiga kombinasi ini benar-benar membuat Kyuhyun, Yesung dan manajer mereka ciut nyalinya. Bagaimana tidak, makin kedalam kau berjalan dilobi itu serasa kau sedang berjalan dikerumunan zombie berkelas tinggi. Kyuhyun tak tau sejak kapan, namun tatapan-tatapan zombie itu berubah menjadi tatapan menghakimi dan mencemooh. Mereka bertiga merasa seperti disayat dengan tatapan-tatapan itu. Mungkin karena para zombie melapisi tubuh mereka dengan berbagai fashion item paling berkelas sedangkan Kyuhyun, Yesung dan manajer hanya memakai kaos santai, jeans dan sneakers. Sangat jauh berbeda dibandingkan dengan para zombie itu.

 

“Hyung, tidak usah mengembalikan ini saja, yuk. Aku tidak tahan disini.” Langsung saja Yesung dan manajer hyung menjitak kepala Kyuhyun.

“Kita sudah setengah jalan, bodoh.”

“Tapi Yesung hyung… liat. Mereka menatap kita dengan tatapan aneh itu. Apalagi wajah-wajah mereka tidak berekspresi. Wajah datar ditambah tatapan menghakimi seperti ini aku mereasa seperti dikuliti, hyung.” rengak Kyuhyun.

 

“Kalau begitu, kita cari saja orang yang berekespresi disini.” usul manajer hyung.

“Hyung hyung! Itu! Gadis dan laki-laki yang digandengnya. Mereka berekspresi!” Langsung saja mereka bertiga berlari kearah gadis dan laki-laki itu.

 

“Maaf, apa kau mengenal orang di nametag ini?” tanya Yesung langsung tanpa perduli apakah dua orang itu kaget dengan kedatangan mereka bertiga yang tiba-tiba itu. Tak lupa Yesung juga menunjukkan nametag yang ia maksud.

 

Sorry?” jawab gadis itu sambil mengernyitkan keningnya tanda ia tak bisa berbahasa Korea. Disaat yang bersamaan Kyuhyun memiliki firasat bahwa gadis ini adalah gadis yang sama dengan gadis yang ia tabrak di Bangkok kemarin.

This,” Manajer hyung menunjuk nametag yang berada di tangan Yesung. “Do you know the person whose name is printed on this?”

 

Untuk sesaat gadis itu mengamati nametag dan deretan huruf yang tercetak diatasnya. Tak perlu waktu lama untuknya menyadari bahwa nametag itu adalah nametag miliknya. Benar, gadis itu adalah Ivanka Lim Delatroixa dan laki-laki disebelahnya adalah Zachary Hembree.

 

Oh, this is mine! Where did you find this?”

“My brother found this in Bangkok.” jawab manajer hyung sambil menunjuk Kyuhyun. Butuh sekitar 10 detik bagi Ivanka untuk menggabungkan perkataan manajer hyung tadi. Bangkok? She was in freaking Seoul. Did that mean she had dropped it in Bangkok?

 

At the end Ivanka said thank you for like 3 or 4 times. She said thank you then left with her lovely boyfriend.

 

“Cantik sekali kan, hyung?” Yesung mendapatkan anggukkan untuk pertanyaan retorisnya.

“Tapi hyung, aku sepertinya pernah melihatnya. Tapi dimana ya? Hmmm” ucap Yesung lagi.

 

 

Super Junior’s Dorm

“HYUNG HYUNG HYUNG!!!! INI!! LIHAT INI, LIHAT!! GADIS TADI!! YA, SEMUANYA LIHAT! KYUHYUN-AH!!! SINI!!” teriak Yesung pada seisi dorm sambil memperlihatkan tumpukan majalah ditangannya. Dengan cepat seisi dorm duduk mengelilingi Yesung yang sudah duduk di meja tengah.

 

“Lihat! Sudah kubilangkan kalau wajahnya sangat familiar untukku. Wajahnya lalu lalang di majalah-majalah fashion kelas tinggi. Ini, lihatlah majalah-majalah ini,” Yesung memperlihatkan koleksi majalahnya pada seisi dorm. Yesung memang terkenal dengan selera fashionnya yang tinggi sehingga sering kali mengoleksi berbagai macam majalan fashion.

 

“Lihat, dia benar seorang Editor in Chief majalah Runaway Korea. Selain itu juga dia menjadi ambassador Chanel tahun lalu dan tahun ini,” Yesung menunjuk beberapa baris kalimat dimajalah yang dipegangnya.

 

“Sebentar, mengapa kita membicarakan Ivanka?” tanya Eunhyuk. Eunhyuk yang juga seorang fashionista sama seperti Yesung tahu siapa itu Ivanka. Mustahil sepertinya kalau seorang penikmat fashion tidak tahu Runaway dan siapa itu Ivanka.

 

“Ah benar juga, kau tidak tahu. Ketika di Bangkok, Kyuhyun menabrak seorang gadis dan nametag gadis itu ketinggalan. Nah, tadi aku, Kyuhyun dan manajer hyung mengembalikan nametag itu dan ternyata itu adalah milik Ivanka!!” jelas Yesung penuh semangat.

 

“Tapi hyung, kalau dia seorang Editor in Chief, berarti dia sudah tua dong?” Ryeowook bertanya dengan polosnya dan langsung mendapat jitakan dari Yesung maupun Eunhyuk. “Dia masih muda, bodoh!” Kyuhyun menimpali.

 

“Koreksi, dia masih sangaaaaaaaaaat muda. Ini, kalian lihat. Disini ditulis dengan jelas dia kelahiran 1989, berarti dia masih 22 tahun dan umur korea nya 23 tahun. Kalian terkejut, kan? Aku juga!!” Mata mereka semua membulat sempurna.

 

“Aku pikir dia sudah 30 tahunan dan wajahnya masih imut karna efek baby face dan kosmetik!!”

“Kyuhyun-ah, aku juga berfikir seperti itu. Semua majalah ini memuat tentangnya. Semuanya juga menulis dengan jelas kalau namanya adalah Ivanka Lim Delatroixa, umurnya 22 tahun, dia Editor in Chief Runaway Korea dan yang paling mengejutkan adalah…” Yesung menggantung kalimatnya. “Dia adalah salah satu anggota eksekutif Runaway Paris, pusat dari Runaway. Dengan kata lain, dia memegang jabatan sebagai salah satu orang tertinggi di kerajaan Runaway.” Eunhyuk menjelaskan.

 

“Benar katamu.” Yesung membenarkan. “Biar kuperjelas, Runaway adalah sebuah bisnis yang tidak hanya mencangkup majalah tapi mencangkup dunia fashion sebagai satu kesatuan. Runaway dipimpin oleh Miranda Williams,” Yesung memperlihatkan foto seorang wanita umur 50 tahunan dihalaman majalah. “Miranda adalah presidennya, yang punya, pemimpinnya. Mengerti?” Semuanya mengangguk tanda mengerti.

 

“Miranda memiliki sebuah tim khusus yang hanya beranggotakan 15 orang terpilih. Tim ini bernama tim eksekutif tertinggi. Tim ini berada tepat dibawah Miranda, jadi bisa dibilang 15 orang ini adalah Miranda kedua di Runaway. Mengerti?” Yesung lagi-lagi bertanya memastikan karena sebenarnya ia juga bingung menjelaskan tampuk kekuasaan Runaway itu seperti apa.

 

“Ivanka adalah bagian dari tim ini dan fakta lainnya adalah Ivanka merupakan anggota termuda dan sekaligus yang paling disukai Miranda, bahkan ada yang mengatakan kalau Miranda sedang marah besar hanya Ivanka yang bisa menenangkannya. Miranda memperlakukannya sebagai anaknya sendiri, selalu mengajak Ivanka menghadiri acara-acara besar, rapat-rapat penting dan lain sebagainya. Miranda adalah salah satu orang yang paling dihormati didunia fashion, jadi kalian bisa membayangkan seberapa hebat Ivanka itu.”

 

 

January 29th, 2011 – 07:42 PM

Singapore

Runaway Singapore

Menjadi bagian dari eksekutif tertinggi Runaway adalah sebuah berkah dan millions would love to kill just to get that position. Bagaimana tidak? Menjadi pembersih kaca kantor Runaway saja merupakan sebuah kehormatan apa lagi menjadi anggota eksekutif tertinggi yang notabene adalah tim yang paling dihormati oleh dunia fashion. Untuk mendapatkan jabatan yang begitu tinggi tentu kau harus membayar itu dengan harga yang tak kalah tingginya. Bekerja tak kenal waktu, mengabaikan jam makan dan tidur, dan kalau kau ditendang keluar siap-siap saja kau kehilangan semua yang kau punya. Pasalnya dengan semua koneksi yang Runaway punya, Runaway bisa memblokir semua jalanmu untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak setelah keluar dari Runaway. Kau akan menemukan dirimu bekerja menjadi pelayan direstoran-restoran murahan atau menjadi tukang bersih-bersih.

 

Ivanka tidak mau itu terjadi padanya oleh karena itu ia dengan sangat terpaksa keluar dari kamar hotelnya hendak ke kantor cabang Runaway di negara yang terkenal dengan kepala singanya. Tadi setelah mandi dia mendapatkan panggilan dari kantor Runaway setempat yang memintanya untuk segera datang kekantor karna ada rapat penting mendadak. Walaupun sangat enggan, namun mau bagaimana lagi. Ivanka tidak mau berakhir mati bunuh diri karena menjadi gelandangan setelah ditendang keluar dari Runaway.

 

Emosi Ivanka sempat membludak saat dilobi hotel tadi ada orang yang menabraknya. Agendanya juga hilang entah kemana padahal ia yakin ia selalu membawa agendanya didalam tasnya.

 

Clam down, Ivanka. You love your job!” Ivanka menyemangati dirinya sendiri. Sekarang ia sedang didalam kamar mandi melihat refleksi dirinya sendiri dikaca. Ia harus tenang dan terlihat berwibawa karena bagaimanapun dikantor ini ada ratusan orang yang menginginkan jabatannya.

 

I love my job, I love my job, I love my job.” ucapnya sambil berjalan keluar kamar mandi masih tetap berusaha menenangkan dirinya sendiri.

 

 

Kyuhyun’s hotel room

Masuk kamar hotelnya, Kyuhyun tanpa mandi atau apapun langsung menyelimuti dirinya hendak tidur. Walaupun Kyuhyun ingin tidur namun otaknya terus-terusan memikirkan Ivanka. Wajahnya tak bisa dilupakan walau untuk beberapa detik saja. Pasalnya, Kyuhyun menabrak Ivanka lagi di lobi hotel 3 jam yang lalu. Dan sama seperti di Bangkok, Ivanka mengumpat kasar pada dirinya dan meninggalkan barangnya.

Kebetulan?

 

“Apa ia sudah naik ke kamarnya?” gumam Kyuhyun. Ia sudah menunggu Ivanka di lobi selama 3 jam berharap gadis itu kembali sehingga Kyuhyun dapat langsung mengembalikan agendanya. Setelah menunggu cukup lama tapi tidak ada tanda kembalinya Ivanka, Kyuhyun memutuskan untuk naik ke kamar hotelnya dan mengembalikan agenda itu besok atau mungkin di Korea saja.

 

Pintu kamar hotelnya tiba-tiba terbuka dan masuklah Siwon.

 

“Kau masih ingat kembali ke hotel, huh? Jalan-jalan sendiri tanpa mengajak member maupun manajer. Katanya sebentar, mana? Ini sudah tiga jam lebih tahu!”

“Maaf,” Siwon mengumbar senyum khasnya. Memang setelah selesai konser tadi Siwon entah mengapa tiba-tiba sudah pergi tanpa satupun dari member maupun manajer tahu. Setelah ditelpon Siwon baru mengatakan ia pergi melihat-lihat sekeliling sebentar.

 

“Kau merindukanku? Aigoo, aku tak tahu kalau kau begitu mencintaiku, Kyuhyun-ah.” goda Siwon. Siwon memang suka sekali menggoda Kyuhyun begitu juga sebaliknya. Kyuhyun yang tidak terima perkataanya hanya menggerutu kecil.

 

Ponsel Siwon bergetar menandakan ada panggilan masuk. Siwon tersenyum membaca nama yang terpampang dilayar ponselnya. Langsung saja ia menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur sebelah Kyuhyun dan menerima panggilan itu.

 

Yea, babe?” Kyuhyun membulatkan matanya sempurna. Hyung yang ia yakini tidak akan pernah punya pacar ternyata sudah punya pacar!!

 

“Yea, kita menginap dihotel yang sama lagi! Ini benar-benar lucu, kan?” Kyuhyun was mouthing ‘no no no’ couldn’t believe the fact that Siwon already had a girlfriend and she was a Korean too!

 

“Aku kesana segera! Jangan kemana-mana, tunggu aku, baby girl.” Siwon memutuskan sambungan telpon itu dan langsung memakai coat dan topinya.

 

“Hyung, kau mau kemana?”

“Dia membutuhkanku.” jawab Siwon gemetaran. Ia menekankan intonasinya di kata ‘dia’.

“Dia siapa?” Tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun, Siwon langsung keluar dari kamar hotel entah kemana.

“HYUNGDEUL, SIWON HYUNG SUDAH PUNYA PACAR!!!” teriak Kyuhyun walau ia tahu suaranya tak akan terdengar keluar.

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Ivanka berjalan memasuki ballroom hotel tempatnya menginap. Sudah selarut ini namun masih banyak pekerja yang bekerja menghias ballroom ini.

 

That’s right. This got to be the best party in his life…” lirihnya. Air matanya terjun lagi dari pelupuknya membasahi pipinya entah untuk keberapa ratus kali malam itu. Ivanka merasa kesepian. Sudah tidak ada lagi sepasang sayap yang akan memeluknya tiap ia merasa sedih, kesepian maupun kesal. Sepasang sayap itu akan memeluk gadis lain mulai lusa.

 

Dipandanginya lagi undangan pernikahan ditangannya. Disana tercetak dengan tinta emas bahwa sayapnya akan menikahi gadis lain. Ivanka menghapus semua jejak air matanya walau percuma. Air matanya terus turun tanpa henti. Beginilah rasanya ketika kau harus mengakhiri hubunganmu denga pria yang benar-benar kau cintai karena pria itu dijodohkan dengan gadis lain. Gila memang, di zaman modern ini masih ada yang disebut dengan perjodohan, namun ini benar-benar terjadi dalam dunia nyata.

 

Selama ini Ivanka mengira hubungannya benar-benar sempurnya. Bahkan mereka sudah menyusun rencana untuk menikah 4 tahun lagi saat Ivanka sudah berumur 22 tahun. Ivanka juga sudah menulis dengan jelas dibuku wish-listnya kalau ia ingin pernikahannya dilakukan dinegara asal ayahnya, Rusia dengan konsep garden party. Gaun berwarna putih gadis dengan model sederhana namun berkesan elegan. Bahkan Vera Wang sudah membuat sketsanya.

 

Namun sekarang itu semua hanya tinggal mimpi. Ivanka harus merobek lembaran itu dari bukunya karena Zac baru saja mengatakan kalau ia dijodohkan paksa oleh orangtuanya dan pernikahannya lusa di ballroom hotel tempat Ivanka menginap sekarang.

 

Kebetulan?

 

How can I survive…” lirihnya lagi. Mendengar berita ini saja ia sudah mau mati bagaimana melihat malaikatnya berdiri dipodium depan sana dan mengucap sumpah atas nama Tuhan mengikat dirinya dengan gadis lain?

 

Ivanka mengeluarkan ponsel dari tasnya. Matanya mencari satu nama yang sudah sangat familiar dengannya. Nama yang mengerti dirinya bahkan melebihi Zac dan dirinya sendiri. Nama penyelamatnya. Tak butuh waktu lama hingga akhirnya orang yang ia hubungi menjawab panggilannya.

 

Yea, babe?

“Oppa… kamu di hotel The Sky juga, kan?” Ivanka berusaha berbicara senormal mungkin agar orang yang ia panggil oppa itu tidak langsung khawatir.

 

“Yea, kita menginap dihotel yang sama lagi! Ini benar-benar lucu, kan?”

“Aku ada di ballroom, bisa kau kesini?” Ivanka lepas kendali. Ia keburu terisak sesaat sebelum menyelesaikan kalimatnya.

 

“Aku kesana segera! Jangan kemana-mana, tunggu aku, baby girl.” Ivanka bisa mendengar dengan jelas bahwa suara orang diujung panggilannya terdengar sangat khawatir dan panik.

 

Ivanka langsung jatuh terduduk tanpa memutuskan sambungan telponnya terlebih dahulu. Kakinya sudah tak bisa menahan bobot tubuhnya lagi. Tak ia hiraukan tatapan para pekerja disana. Persetan dengan citra diri dan lain sebagainya. Yang ia perlukan sekarang adalah orang yang baru saja ia hubungi segera datang kesini dan memeluknya hangat.

 

 

TBC~

Red

6 Comments (+add yours?)

  1. sssaturnusss
    May 09, 2016 @ 16:49:01

    Sukaa sama ceritanyaa ..

    Yang pengen ketawanya itu, kehidupan Ivanka sama member Super Junior yang sama sama orang terkenal tapi ko rasanya beda yah hahahahaha aku kaya menemukan anak Super Junior itu seperti anak sekolah yang lagi bicarain kakak kelas populernya wkwkwkwkwk apalagi waktu Kyu sama Yesung datengin kantor Runaway hahahaha plisss kaya berbeda level gitu :’) jangan gitulah thor hahahaha sedih aku akakakaka :p

    Ohhhhh ternyata Ivanka kenal Siwon .. Apa inti ceritanya akan bersangkutan dengan cinta segitiga ? Antara Ivanka, Siwon dan Kyuhyun ? Ditunggu part 2 nyaa😀

    Reply

  2. Nurul Aini
    May 09, 2016 @ 18:46:32

    hmmm kisahnya seru walaupun rumit, ini menggugah imajinasi saya buat lebih di ekspresikan lagi (?)😀😀

    Reply

  3. lieyabunda
    May 11, 2016 @ 03:51:13

    sama2 terkenal,,, tapi seperti beda kasta…. hehehehe
    lanjut

    Reply

  4. Laili
    May 20, 2016 @ 19:13:06

    Wow.. ceritanya ttg kehidupan org2 berkelas. Jdi penasaran nih sama lanjutannya… Good job…

    Reply

  5. Trackback: [Teaser] The Ugly Truth | Superjunior Fanfiction 2010
  6. Trackback: The Ugly Truth [1/3] | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: