The Untouchable Her [2/3]

the untouchable her poster

The Untouchable Her

Part 2

Title: The Untouchable Her – part 2

Casts: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, OC

Genre: Romance

Rating: PG-13

Length: Chapter (3 chaps)

A story by Red

www.redsstory.wordpress.com

 

 

 

 

THE UNTOUCHABLE HER – Part 2

 

 

Siwon terus menghapus air mata yang tak kunjung berhenti mengaliri pipi Ivanka sambil meremas tangan gadis itu pelan. Sejak Siwon menemukan Ivanka menangis terduduk di ballroom hingga sekarang mereka ada dikamar Ivanka, Ivanka masih terus menangis terisak padahal sudah hampir sejam. Bisa dibilang Siwon menderita melihat baby girl-nya tersiksa seperti ini. Siwon tidak perduli kalau ada yang melihatnya menggendong Ivanka tadi atau melihatnya masuk ke kamar gadis ini. Ia tidak perduli kalau tindakannya tadi bisa memicu skandal. Ia hanya perduli pada keadaan gadis kecilnya ini.

 

“Don’t cry,” ucap Siwon memulai percakapan setelah ucapan pertama dan terakhir mereka yang terjadi di ballroom sejam lalu dimana Ivanka berkata dengan miris kalau Zac akan menikah lusa di ballroom itu.

 

Tak ada respon dari Ivanka. Ivanka terus terisak menatap langit-langit kamar hotelnya. “I hate to see your heart break,” ucapnya lagi. “Don’t cry… for me baby, please.” Still no response from her. She was like filling herself up with infinite pain and this PAIN Siwon.

 

“Let’s face it. let’s face it together. Let’s attend the wedding. I’ll be on your side.” Ivanka terkejut mendengar ucapan Siwon. Mendengar Zac akan menikah saja sudah membuatnya ingin bunuh diri apa lagi melihat pria itu berdiri di depan altar dan mengucapkan janji suci pernikahan. Ivanka bisa langsung terjun dari atap hotel ini.

 

“It may be hard, but you have me. You remember what I always tell you? I will always protect and support you no matter what. You must face it. You have me, I’ll be on your side when you fall.” Tersirat sebuah senyuman dibibir Ivanka mendengar apa yang Siwon katakan. Benar, hidupnya belum berakhir. Ia masih memiliki Siwon. Ivanka masih bisa hidup dengan bantuan Siwon disisinya. Gadis rapuh itu masih punya oksigen untuk bernafas, Siwon.

 

“You need some sleep, darl.” Siwon menyelimuti Ivanka sampai batas leher dan menempatkan bantal di sisi kiri Ivanka. Inilah posisi yang paling Ivanka suka kalau hendak tidur. Ia tak pernah bisa tidur kalau posisi selimut dan bantalnya tidak benar. Hal ini hanya diketahui Siwon, bahkan Zac dan kedua orangtua Ivanka pun tidak tahu. Because Siwon was simply the one.

 

 

January 31st, 2011

The Wedding Day

Ivanka mengeratkan rangkulannya dilengan Siwon seiring memasuki ballroom. Pandangan iba mengikuti tiap langkah mereka berdua. Iba karna wanita yang seharusnya berdiri didepan altar nanti adalah Ivanka bukan wanita lain. Sepertinya semua undangan disini berada dipihaknya. Siapa yang tidak mengenal Ivanka dan Zac. Semua orang mengetahui mereka berdua dan hubungan yang mereka miliki. Bahkan mereka dijuluki sebagai most perfect couple, namun sekarang semuanya sudah tandas.

 

Walaupun undangan pernikahan sudah disebar dari sebulan lalu, namun berita pernikahan Zac dan Steph baru diumumkan ke media kemarin. Jadi, jangan ditanya bagaimana media bereaksi. Dari kemarin Ivanka selalu mendapati wajahnya mondar-mandir diberbagai acara tv lokal maupun mancanegara. Majalah, koran, website juga tak kalah hebohnya dari tv. Ponselnya tak berhenti berdering dari kemarin, ditambah kemarin Siwon tak bisa menemaninya.

 

“It’s fine. Everything’s fine.” Siwon mengecup rambut Ivanka, mencoba menenangkannya.

 

“Ivanka… I’m sorry to hear about what happened to you and Zac.” Seorang wanita paruh baya tiba-tiba datang menghampirinya dan mengatakan hal itu. Ivanka terus meremas gaun panjang pink pastelnya. Ditambah dengan tatapan iba dan tidak kepercayaan yang tergambar jelas di wajah wanita itu, Ivanka selalu membenci tatapan iba yang datang kepadanya. Mendapatkan pandangan iba sama saja seperti menginjak-injak harga dirinya.

 

“I’m still alive, though.” jawabnya sinis, menarik Siwon dan langsung berjalan menjauhi kerumunan orang-orang yang memandangnya iba.

 

“You’re back.” Siwon giggled.

“What?”

 

“The evil is back.” Ivanka tertawa kecil menyadari maksud dari ucapan Siwon.“So… since the evil has back let’s walk towards them dan congratulate them.” Siwon menunjuk Zac dan Steph yang berjarak tidak jauh dari mereka. Walau Zac sedang berbicara dengan orang lain dan memamerkan ‘senyuman’ namun Ivanka tahu kalau senyuman itu palsu. Ia juga bisa melihat kalau raut wajah Zac menunjukkan kalau ia tersiksa.

 

“After that, let’s pack our things and fly back to Seoul.”

“Yes. Immediately.” Siwon kembali mengecup pelan sisi kepala Ivanka.

 

 

Seoul.

February 2nd, 2011

Runaway Korea Building

“Jangan menangis disini sayang,” ucap Lina berusaha menenangkan Ivanka. Lina tak tahan melihat teman baiknya menangis seperti ini. Ivanka baru saja memberitahu Lina mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Lelah juga kalau menyimpannya dalam hati dan hanya memberitahu Siwon saja.

 

Ivanka sangat terpukul dengan kenyataan brengsek yang ia hadapi. Kenyataan bahwa pria nya kini telah menjadi pria dari wanita lain. Sudah dua hari sejak hari pernikahan Zac namun luka Ivanka belum memulih, malah makin melebar.

 

“Okay, I got it. But hey, aku masih tidak habis pikir bagaimana bisa beritamu datang kesana dengan membawa Siwon tidak muncul ke permukaan. Kau adalah Ivanka, dia adalah Siwon si artis itu. Aneh bukan?” Lina sengaja membelokan arah pembicaraan mereka sehingga setidaknya Ivanka tidak terlalu mengenaskan keadaannya.

 

“Media was too busy with his wedding and… my pain.” Itu benar. Sejak diumumkan ke media pernikahan Zac dan Steph, Ivanka tidak menemukan satu acarapun di TV yang tidak menyebutkan namanya. Koran, majalah bahkan situs-situs gossip di internet juga membicarakan hal yang sama. Inti dari semua pemberitaan itu adalah mempertanyakan mengapa yang Zac pilih ialah Steph bukan Ivanka. Padahal dua hari sebelum pernikahan itu digelar, media masih dengan bebasnya mengambil foto-foto Zac dan Ivanka yang sedang menikmati mini date mereka.

 

“He’s not the man, darling. Dia bahkan tidak mempertahankanmu. Masih banyak pria diluar sana.”

“But he is the one…” Ivanka hampir merengek lagi tepat disaat sekretarisnya yang juga merangkap menjadi personal assistant-nya masuk kedalam ruangannya.

 

“Miss, ada yang ingin bertemu.”

 

Untung ia memakai eyeliner yang waterproof setidaknya riasan matanya tidak terlalu berantakan. Setelah anggukan setuju dari Ivanka, personal assistant-nya langsung memperbolehkan orang yang ia maksud tadi masuk.

 

“Cho Kyuhyun!” Lina membulatkan matanya tidak percaya. “Dia Cho Kyuhyun!!” Lina berteriak sedikit tertahan. Orang yang PA Ivanka maksud tadi adalah benar, Cho Kyuhyun. Jujur saja, Ivanka tidak mengerti mengapa Lina berteriak begitu.

 

Kyuhyun berjalan mendekati mereka berdua dengan senyum lebar diwajahnya. Pertama, karna ia melihat Ivanka. Kedua, karena Lina mengenalinya sebagai Cho Kyuhyun. “Dia benar-benar Cho Kyuhyun! Cho Kyuhyun dari Super Junior! Omona, daebak! Aku bertemu artis Korea untuk pertama kalinya dalam hidupku!”

 

“Whatever you say, Lina.” Ivanka menatap dingin Kyuhyun karna memang ia tidak bisa bersikap tidak dingin dengan orang yang tak ia kenal baik.

 

“Who are you?”

“Sudah kubilang, dia Cho Kyuhyun dari Super Junior!!” Ivanka menatap tajam Lina dan ini berhasil membuat Lina langsung tutup mulut.

 

“Kau bisa bahasa korea?” asked Kyuhyun with such an excitement. Ivanka just rolled her eyes to Lina. She hated speaking in Korean, she hated it even more when people knew that she could speak Korean too. Well, she spoke with Siwon in Korean sometimes.

 

“So?” Kyuhyun agak kebingungan menjawab pertanyaan Ivanka yang sebenarnya tidak bisa di sebut sebagai pertanyaan.

 

“Um, di Singapura kemarin kau menabrakku, lagi, dan kau meninggalkan ini.” Kyuhyun mengeluarkan sebuah agenda dari tasnya dan langsung menaruhnya dihadapan Ivanka.

 

“Sebenar, Ivanka menabrakmu? Lagi? Sebelumnya kalian sudah pernah bertemu?” selidik Lina.

“Benar, sebelumnya di Bangkok. Kami saling tabrakan juga dan ia meninggalkan nametag-nya.”

“Ah, orang yang kau ceritakan waktu itu?” Lina bertanya pada Ivanka. Ivanka memang waktu itu bercerita padanya dan Mark bagaimana ia bisa mendapatkan kembali nametag-nya itu. “KALIAN BERJODOH!!” ucap Lina bersemangat. Ivanka hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam menghadapi kelakuan temannya itu.

 

“Lina… calm down. Go Kyuhyun-ssi, if you’re done, there’s the door.” Ivanka menunjuk kearah pintu, mengusir Kyuhyun dengan halus.

“It’s Cho not Go, by the way.” ucap Kyuhyun tanpa merasa tersinggung dengan usiran Ivanka. “So, I’ll get going.”

 

“YA!! Kau tidak sopan sekali!!”

“He’s not Siwon or Zac, so why do I have to treat him nicely?”

“Aigoo… hey, tapi aku tidak tahu kalau ia bisa berbicara inggris. Kau harus berterima kasih padanya.”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Ivanka merasakan ponselnya bergetar kecil menandakan ada sebuah pesan masuk ketika Lina sudah keluar dari ruangannya. Dengan segera Ivanka mengeluakan ponselnya dan membuka pesan tersebut.

 

From : +01674xxxx

Hey, ini Cho Kyuhyun yang tadi. Aku menemukan nomormu saat melihat-lihat dalam buku agendamu. Maaf aku lancang, tapi jangan marah kekekke. Simpanlah nomorku ini, kau bisa menghubungiku kapan saja tiap kali kau senang, sedih atau apapun itu. Aku akan selalu menyisihkan waktu untukmu. Jangan bersedih lagi ok, kau terlihat mengerikan saat tidak tersenyum. Jangan bersedih, janji? Fighting ^^

 

Tanpa perintah dari otak, jemari Ivanka sudah sibuk menyimpan nomor Kyuhyun itu. Ivanka juga tidak mengerti mengapa ia melakukannya. Namun hatinya berkata bahwa Kyuhyun adalah orang yang bisa menyembuhkan lukanya.

 

February 24th, 2011

Ivanka tidak tahu mengapa ia dengan mudahnya mengiyakan ajakan Kyuhyun untuk bertemu padahal ia adalah tipe mengajak bukan diajak. Sudah hampir sebulan sejak terakhir kali mereka berdua bertemu, yaitu saat Kyuhyun mengembalikan agendanya waktu itu. Walau tak saling bertemu mereka tetap berhubungan. Mengirimi pesan satu sama lain kadang juga mengobrol via skype. She was much better now, thanks to Kyuhyun. Although it was still hard for her to smile.

 

Zac masih berusaha menghubungi Ivanka. Pesan singkat, email, telfon, skype dan lain sebagainya namun Ivanka tak membalas maupun menjawab satupun pesan Zac. Namun seminggu belakangan ini Zac tak menghubungi Ivanka lagi. Yang Ivanka dengar dari media, ia dan ‘istrinya’ sedang bulan madu di Venice.

 

Jangan harap paparazzi sudah reda membicarakan Ivanka. Walaupun intensitasnya sudah tak sesering dulu namun tetap saja media masih mengungkit hal ini. But thanks to Kyuhyun again, Kyuhyun made her believe that she’d be okay. Kyuhyun and Siwon actually.

 

“Maaf!! Aku telat.” Kyuhyun menepuk pundak Ivanka membuyarkan lamunannya. “Kau melamun?”

 

“Karna kau lama sekali datangnya dan tidak ada yang bisa akau lihat jadi aku melamun.” jawabnya penuh penekanan. Kyuhyun memang memesan private room di restoran Jepang mereka bertemu ini. When it came to private room in a Japanese restaurant it meant you’d see nothing except white wall and table for you to eat.

 

“Maaf ahahah lain kali aku pesan ruangan yang banyak warna dan motifnya.” canda Kyuhyun.

“Lain kali aku yang pesan.” Kyuhyun mengiyakan.

 

Tak lama kemudian pelayan masuk membawakan makanan. Memang sebelum Kyuhyun datang Ivanka telah memesan makanan terlebih dahulu.

 

“Jadi, hal apa yang kau ingin katakan sampai mengajakku bertemu disini?”

“Kau tahu kan kalau Super Junior sedang melakukan tur?”

“Mengapa aku harus tahu?”

“Aigoo, kau gadis bodoh. Aku kan sudah bilang kalau aku sedang melakukan tur.” rutuk Kyuhyun.

 

“Kau bagian dari Super Junior?” Ivanka bertanya dengan santainya sambil menyicipi wasabi super pedas di depannya. Ia memang pecinta wasabi. Hal aneh memang, orang-orang tak suka wasabi karena pedas, namun Ivanka malah menyukainya. Ia juga bilang kalau wasabi ditiap tempat berbeda-beda rasanya.

 

Entah sudah berapa ratus kali Kyuhyun mengatakan kalau ia adalah bagian dari Super Junior, Super Junior sedang melakukan tur asia, menghafal wajah para member dan lain sebagainya namun Ivanka tak pernah mau melakukannya. Kegiatan tak berguna menurutnya.

 

“Aigoo, kau benar-benar gadis bodoh aigoo aigoo.” Kyuhyun menjitak kening Ivanka dan Ivanka hanya menggerutu kecil. Ia tak pernah mengizinkan siapapun, well kecuali orangtuanya, Zac dan Siwon, untuk menjitaknya tapi entahlah. Ivanka merasa nyaman dengan keberadaan Kyuhyun disekitarnya makanya ia tak membalas menjitak Kyuhyun. Kyuhyun membuatnya merasa nyaman.

 

 

“Sudah kubilangkan ka…”

“Iyaaaaaaaaaaaa. Nanti sampai dirumah aku akan membuka google dan mempelajari semua tentang Super Junior, puas?” Kyuhyun tertawa puas mendengar jawaban Ivanka walau sebenarnya Ivanka mengatakan itu hanya untuk menutup mulut Kyuhyun yang terlalu cerewet untuk ukuran pria menurutnya.

 

“Katakan, cepat. Katakan maksud kita bertemu sekarang?”

“Lusa aku akan berangkat ke Filipina.”

“Lusa aku akan berangkat ke Boston.”

“Ya!!” Kyuhyun menjitak lagi kening Ivanka.

 

“Berhenti menjitakku, orang tua! Aku ada pemotretan di Boston!!”

“Makanya dengarkan aku dulu. Aku… akan ke Filipina tapi aku tak bisa meninggalkan Korea kalau hal satu ini belum terpenuhi.”

 

“Kau mau bunuh diri di Filipina?”

“Ya!!” Lagi. Kyuhyun menjitak kening Ivanka dan Ivanka bersumpah demi makanan yang tersaji didepannya kalau Kyuhyun menjitaknya lagi, Kyuhyun akan berakhir dipenjara.

 

“Aku… benar, tak bisa meninggalkan Korea..”

“Sebenarnya hal apa itu sampai kau tak bisa meninggalkan Korea kalau hal itu tak terpenuhi?” Kyuhyun terlihat bimbang antara mengatakannya atau tidak. Ia memainkan sumpitnya dan hal itu membuat Ivanka kesal setengah mati padanya.

 

“Maukah kau menjadi pacarku? Dengan jawabanmu….. apapun itu… aku bisa pergi ke Filipina tanpa beban.”

 

~~~~TBC~~~~

Red

7 Comments (+add yours?)

  1. riskakyuu
    May 10, 2016 @ 13:53:11

    Omooo… kyuhyun nembak ivanka…. apa ivanka mau?? Ga sabar nunggu part selanjutnya…

    Reply

  2. sssaturnusss
    May 10, 2016 @ 18:39:34

    Yakin ini cuma 3 part ?? Singkat amat😦
    Gak sabar nunggu part 3 nyaaa ;;) udh yakin sama Kyuhyun deh ini kekekeke
    Klo bener, beruntung bgt si Kyu .. Soalnya aku bayangin Ivanka itu dalam visual Gigi Hadid wkwkwkwkwkwk gak tau kenapa dah :p

    Reply

  3. Nurul Aini
    May 10, 2016 @ 18:57:46

    woaaaahhhh kyuhyun gantle banget yaaahhh… Ahhh jadi ngiri gue sama ivanka😀

    Reply

  4. lieyabunda
    May 12, 2016 @ 03:50:54

    wow,,, kyu nembak ivanka,,, cepet juga kedekatan mereka….

    Reply

  5. Laili
    May 20, 2016 @ 19:26:41

    Wah… Kyu nembak Ivanka. Ivanka mauin ja dah… kan jg dah nyaman saam Kyuhyun. Cuma di part ni alurnya agak cepet ya, di awal Ivanka msh yg bersedih gitu terus di akhir dah ditembak sama Kyuhyun. Aku ngerasa tu ja sih, overall good job…!!

    Reply

  6. Trackback: [Teaser] The Ugly Truth | Superjunior Fanfiction 2010
  7. Trackback: The Ugly Truth [1/3] | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: