The Untouchable Her [3-END]

the untouchable her poster

The Untouchable Her

Part 3

Title: The Untouchable Her – part 3

Casts: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, OC

Genre: Romance

Rating: PG-13

Length: Chapter (3 chaps)

A story by Red

http://www.redsstory.wordpress.com

 

 

 

THE UNTOUCHABLE HER – Part 3

 

 

Sudah seminggu sejak kejadian malam itu. Malam dimana Kyuhyun dengan gamblangnya mengajak Ivanka untuk berpacaran. Entah bisikan dari mana, Ivanka tanpa pikir panjang langsung mengiyakan ajakan itu. Ivanka tentu sudah menceritakan ini pada dua sahabat baiknya, Lina dan Mark. Mereka mengatakan Ivanka benar-benar naïf dan lain sebagainya namun toh Ivanka merasa ia tidak naïf.

 

Sejak mengenal Kyuhyun, Ivanka mulai bisa mengubur kepedihannya karna Zac. Ivanka sudah bisa berfikir positif lagi, bahkan sejak malam itu ia sudah bisa tersenyum lagi. Dengan kata lain, Ivanka hidup kembali.

 

Ivanka belum menceritakan ini pada Siwon karna seminggu ini Siwon tak bisa dihubungi. Kalau sudah begini ia tahu kalau Siwon sedang berada diluar negri. Siwon memang tidak pernah bisa dihubungi kalau sedang diluar Korea kecuali kalau Ivanka juga berada dinegara yang sama dengan Siwon.

 

Ivanka sedang menonton TV dengan semangkok besar popcorn ditangannya ketika bel apartemennya berbunyi. Dengan cepat ia berlari membuka pintu tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang datang melalui intercom karna ia tahu siapa orang dibalik pintu itu.

 

“Oppa!!!” She screams in excitement dan langsung saja ia memeluk pria itu, Siwon.

Missed you, my lovely joker!!”

“Missed you too, cupcake!!” Ivanka finally sees the one she adores so bad in her life. He’s back… and he’s hugging her. “Come on, come in.”

 

“Maaf tidak memberitahumu dulu kalau aku harus ke luar negri.” Siwon berucap.

If felt like centuries you know.” ledek Ivanka and Siwon just mouthing ‘sorry’.

 

Mereka duduk di pantry, tempat favorit mereka bedua. Pasalnya Ivanka paling malas melayani tamunya jadi kalau Siwon ingin makan atau minum sesuatu, Ivanka hanya tinggal menunjuk tempat dimana ia menaruh barang itu dan Siwon akan mengambilnya sendiri.

 

Where have you been this past one week, huh?”tanya Ivanka sambil menuangkan Siwon segelas guava juice –her fav- dan menyajikan banyak cookies untuk Siwon. Tumben, biasanya Siwon lah yang melakukan semua ini. Yea, menuang minuman untuk dirinya sendiri dan Ivanka.

 

“Manila.”

“Where’s that?”

“Turkey.” Siwon tahu kalau Ivanka tidak tahu nama kota-kota kecuali kalau kota itu terletak di USA. Otaknya benar-benar terprogram untuk mengingat pekerjaan, modeling dan USA. Bahkan kalau Siwon mengatakan ini Busan bukan Seoul mungkin Ivanka juga akan mempercayainya.

 

Business matters?”

“Benar sekali.” Siwon yang Ivanka tahu adalah seorang pebisnis muda, anak dari CEO Hyundai bukan seorang artis. Itulah mengapa selama ini Ivanka tidak tahu kalau Siwon adalah bagian dari Super Junior padahal mereka sudah berteman dari kecil.

 

Keluarga mereka mengenal satu sama lain karna dulu ayah Ivanka ingin mengembangkan bisnis ke area Asia Timur, kebetulan ayah Siwon juga ingin ekspansi bisnis ke Eropa dan mungkin karena takdir ayah-ayah mereka dipertemukan dalam satu acara pertemuan bisnis. Waktu itu Ivanka masih berumur 3 tahun dan Siwon 12 tahun. Sejak melihat Ivanka yang ceria dan selalu tersenyum dan tertawa dengan rekan-rekan bisnis ayahnya dalam acara pertemuan itu, Siwon entah mengapa merasa selalu ingin bersama Ivanka, seperti ingin selalu melindungi. Sejak itulah, mereka berteman sangat baik. Ikatan mereka begitu kuat seperti saudara kandung jadi janganlah heran kalau mereka memanggil satu sama lain seperti orang sedang berpacaran.

 

Hey, I got some news for you.”

“Penting?” Siwon teases her just like usual and she’s used to it.

“Important.” Jawab Ivanka sambil mencubit kecil lengan Siwon. “I got a boyfriend.”

 

Perkataan Ivanka barusan berhasil membuat Siwon menyemburkan jus jambu merahnya ke meja pantry dan juga cookies mereka. Tapi sepertinya ini tidak mengganggu Ivanka padahal biasanya Ivanka sudah bisa dipastikan akan menganiaya Siwon pasalnya Ivanka memiliki obsesi yang terlalu berlebih akan kebersihan barang-barang disekitarnya.

 

Like what you told me… I had to move on, so… I’ve moved on.” ucapnya hati-hati.

“Siapa laki-laki itu? Hey, sudah kukatakan pria manapun yang mau memacarimu harus meminta izinku dulu. Tanpa izinku, kalian tidak bisa berpacaran!!” protes Siwon.

 

Sweety, I’ve grown up, okay.” Mereka berdua sama-sama tertawa lepas terutama Siwon. Akhirnya gadis kecilnya sudah bisa melupakan Zac dan mulai menata kembali hidupnya yang naas itu.

 

“Kau nyaman berada disekelilingnya?”

“Yea, begitulah. Dia satu-satunya orang asing yang kuperbolehkan mengataiku ‘gadis bodoh’dan menjitakku.” Siwon mendengarkan dengan seksama perkataan gadis kecilnya itu. Tak lupa senyuman lebar menghiasi wajahnya.

 

“Setiap kali ia memanggilku dengan namaku… entahlah… aku hanya merasa hidup lagi. Perasaan aman, seperti dirumah walau aku tidak tahu rumahku yang di Rusia itu masih bisa kusebut rumahku lagi atau tidak.” Ia tersenyum miris mengingat keluarganya dan masa kecilnya dirumah mewah nan besarnya di Rusia sana.

 

“Sejak aku mengenalnya, um well maksudnya sejak ia pertama mengirimiku pesan singkat aku sudah merasa kalau ia bisa membantuku untuk melupakan Zac dan ternyata benar. Dengan kehadirannya aku bisa melupakan Zac. Walau belum 100% tapi setidaknya 65% luka itu sudah tersembuhkan. Ini merupakan keajaiban, kan?” ucap Ivanka penuh semangat. Entah mengapa hobi barunya akhir-akhir ini yaitu berbicara tentang Kyuhyun bisa membuat moodnya berubah ceria dengan segera. Bahkan ketika karyawannya melakukan kesalahan hanya dengan membaca pesan singkat Kyuhyun kemarahannya bisa mereda, padahal biasanya ia tak segan-segan langsung memecat karyawan tersebut.

 

“Orang apa dia?”

“Korea. Sama sepertimu.”

“Kau harus memperkenalkan oppa-mu ini pada pria itu. Bagaimanapun juga aku ini oppa-mu, puppy.” Ivanka aka Ivanka langsung mengangguk setuju. Ia tak sabar mempertemukan 2 orang yang mengubah hidupnya ini secepatnya.

 

~~~~~~~~~~~~

 

Nervous?

Nope.” Ivanka berbohong menyelamatkan harga dirinya dihadapan Kyuhyun. Ia yakin kalau bibirnya tak dilapisi lipbalm warna pink pasti bibirnya terlihat pucat. Ia tak mengerti mengapa ia begini gugup padahal Kyuhyun hanya mengajaknya menemui member lainnya bukan mengajaknya mati bersama. Saat hari pertamanya bekerja di Runaway ia sama sekali tidak gugup, saat bertemu orangtua Zac juga tidak yea walaupun pada akhirnya ia harus menekan harga dirinya sampai ketitik terendah. Orangtua Zac tak merestui hubungan mereka. Brengsek sama seperti anaknya. Laki-laki lemah yang tak bisa memegang erat komitmennya untuk selalu bersama.

 

“Oke, tak perlu gugup begitu. Walaupun kau mengatakan tidak gugup tapi kelihatan sekali kalau kau gugup. Kau tak perlu bersikap terlalu manis pada mereka. Kalau kau terlalu manis mereka bisa menerkammu hidup-hidup. Laki-laki. Kau tahulah.” Demi apapun didunia ini Ivanka bersumpah ia ingin membunuh Kyuhyun sekarang juga. Bukannya menenangkannya malah makin membuat dadanya bergemuruh.

 

“Aku bilang pada mereka kalau kau bukan orang Korea dan tak bisa bahasa Korea sama sekali, tapi tenang. Aku belum bilang namamu. Aku ingin memberi kejutan pada mereka ahahaha. Jadilah dirimu sendiri.”

“Menjadi diriku yang dingin?”

“Errr tapi tidak terlalu dingin. Siap?” Ivanka hanya mengangguk pasrah. Ia ingin menjadi Ivanka yang dingin untuk saat ini tapi tak bisa. Setiap disekitar Kyuhyun ia tak bisa menjadi orang yang dingin. Musim dingin panjang yang mengutuk Ivanka akhirnya terpatahkan dan bertemu dengan musim semi.

 

Kyuhyun membuka pintu dorm yang entah sejak kapan ia memasukkan kode pin masuk pintunya. Ivanka bisa mendengar sura bedebuk dari dalam dorm entah apa yang terjadi.

 

“Hyung!! Kenapa berdiri disini. Sana sana sana sana sana kami mau lewat.” Betapa terkejutnya Ivanka melihat apa yang ada dihadapannya. Seluruh isi dorm termasuk para manajer berdiri menyambut mereka didepan pintu. Mungkin suara tadi karna mereka terburu-buru berlari kearah pintu.

 

“Hyung, demi Tuhan. Berhenti mempermalukanku!!”

“Ya ya ya! Kyuhyun-ah, dia…” Yesung menggantung perkataannya.

“Ia, oleh karena itu aku bilang ini kejutan.” jawab Kyuhyun dengan memamerkan senyuman kebanggaannya.

 

Tentu semua member dan manajer tahu siapa Ivanka. Selain dari penjelasan Yesung dan Eunhyuk kemarin, mereka juga mengetahui siapa Ivanka lebih jauh dari tv dan media lainnya, benar, berita pernikahan Zac.

 

Dengan cekatan member dan manajer ‘menggiring’ Ivanka dan Kyuhyun menuju ruang tengah. Disana duduklah seorang pria yang membelakangi mereka dengan sebuah majalah ditangannya dan secangkir Americano hangat. Hanya dengan melihat dari jauh wujud kopi itu Ivanka can tell that it’s a cup of Americano. She’s a big fan of it.

 

He is our ace.” Terang Leeteuk dengan aksen korea-nya yang berat langsung membuat Kyuhyun menundukkan kepalanya malu. Ivanka menarik lengan kaus Kyuhyun perlahan. “What did he say? I didn’t understand even a word.” Kyuhyun makin memperdalam tundukkannya.

 

“Hyung, hanya.. jangan bicara bahasa inggris lagi oke. Selamanya.” tungkas Kyuhyun tajam dan saja seisi dorm tertawa keras. Dan ini membuat Ivanka tanpa sadar melindungi gendang telinganya dari serangan tiba-tiba ini. Ternyata hal ini juga mengusik pria yang duduk membelakangi mereka itu.

 

“Hyung, kalian tertawa berisik sekali, kalian tak malu pada pacar Kyuhyun yang se…” Pria itu membalik tubuhnya memprotes kegaduhan yang mereka timbulkan dan alangkah terkejutnya ia ketika pupilnya menangkap sosok gadis yang dibawa Kyuhyun itu.

 

Cupcake!”

“Oppa!!”

 

Mereka berteriak bersamaan. Terkejut dengan kenyataan yang baru mereka lihat.

 

You’re here?!”

“You’re here too?!” tanya Siwon balik.

Wait, you’re Kyuhyun’s girlfriend?!”

“You’re a part of Super Junior?!” Mereka saling melempar pertanyaan. Benar-benar seperti ditampar keras dengan kenyataan yang baru mereka ketahui ini. Ivanka ialah pacar baru Kyuhyun, Siwon adalah bagain dari Super Junior. Mengapa mereka baru mengetahui ini semua sekarang.

 

You know each other?” Kyuhyun akhirnya angkat bicara.

She’s my baby girl.” Langsung saja seisi dorm memandang Siwon dan Ivanka bergantian dengan tatapan penuh tanya. Baby girl?

 

“KALIAN BERPACARAN?” tanya Eunhyuk.

“Aku tidak mengatakan ia pacarku, tapi dia adalah baby girl-ku.” Penjelasan Siwon bisa dibilang tidak memberikan kejelasan sama sekali terlihat dari kening seisi dorm mulai berkerut termasuk Kyuhyun.

 

“Kalau begitu… KALIAN DULUNYA BERPACARAN?” Eunhyuk bertanya sambil berteriak lagi. Kali ini lebih tinggi.

 

You’re Siwon hyung’s girlfriend too?” tanya Kyuhyun yang mulai terbakar kemarahan.

If a man calls a girl with ‘baby girl’, it means they’re in love relationship? Don’t be ridiculous. People in the industry also call me ‘baby girl’. Girls and guys.” Ivanka melesat duduk disofa tempat Siwon duduk tadi seperti tidak terjadi apa-apa. Siwon juga mengikuti Ivanka dan duduk disebelahnya dan lajut membaca majalahnya.

 

Merasa tidak ada yang ikut duduk, Ivanka membalikkan badannya memandang mereka yang masih berdiri dengan wajah bingung. Wajah Kyuhyun bahkan terlihat mulai merah. “ No. we’re not in relationship. He’s my brother. I see him as big brother and he sees me as his lil sister. And as you guys heard just now, we address each other like that. So… yeah. But really, Kyuhyun… we’re just bro and sis. Trust me.” Ivanka bersumpah kalau hal bodoh ini membuat Kyuhyun menendangnya keluar dari kehidupannya, Ivanka akan mengirim Siwon ke neraka sesegera mungkin.

 

“Dia benar.” Siwon membenarkan.

If you don’t believe me, let’s go to Runaway. Ask Mark and Lina. They know what kind of relationship we have.”

 

It’s hard to believe at first but not knowing why and how, Kyuhyun just believes Ivanka’s words.

 

“I know it’s hard to believe, but really. We’re just bro and sis.” Ivanka meyakinkan Kyuhyun sekali lagi. Tampak agak ragu Kyuhyun menganggukkan kepalanya mempercayai ini semua namun sebenarnya dilubuk hatinya ia mempercayai Ivanka begitu saja.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~

THE NEXT DAY

Merutuki kenyataan? Yes. Itulah yang Ivanka lakukan sedari kembalinya dari dorm Super Junior. Bagaimana bisa ia baru mengetahui Siwon adalah seorang selebriti. Dan yang lebih naasnya, ia satu grup dengan Kyuhyun. Ivanka merasa hubungannya dengan Kyuhyun tak akan bertahan lama dengan kenyataan bahwa Siwon sangat dekat dengan Kyuhyun dan Siwon apparently knows everything about her.

 

 

Sedangkan ditempat lain, Siwon berbanding terbalik dengan Ivanka. Ia malah terlalu senang dengan kenyataan ini. Ternyata orang yang membuat adiknya kembali ceria lagi tak lain adalah orang yang sangat dekat dengannya, Kyuhyun.

 

“Kyuhyun-ah, sini.” Siwon menepuk-nepuk sisi sofa sampingnya mengisyaratkan Kyuhyun untuk duduk disisinya. Dengan patuh Kyuhyun langsung duduk disampingnya karena ia juga punya banyak sekali pertanyaan tentang Ivanka yang mau ia tanyakan.

 

“Hyung, bagaimana kau bisa mengenal Ivanka?” tanya Kyuhyun sedetik setelah ia duduk.

“Penasaran sekali kau. Baiklah aku ceritakan.” Siwon memandang langit apartemen mereka, mencoba mengingat kejadian itu.

 

“Waktu itu ayahku datang ke sebuah pertemuan bisnis dan mengajak ibuku serta aku. Ayah lalu mengenalkan kami pada rekan bisnisnya yang baru yang ternyata adalah ayah Ivanka. Ia baru berumur 3 tahun namun mencuri perhatian semua orang di pertemuan itu. Gadis kecil manja yang tak mau turun dari pelukan ayahnya dan selalu tersenyum manis pada rekan-rekan bisnis ayahnya. Ia… entahlah, tapi ia mencuri perhatianku. Karna keluarganya terkadang berkunjung ke Korea dan menginap dirumahku dan sebaliknya jadi kami berteman. Bahkan lebih dari itu. Kami jadi sangat dekat dan seperti kakak adik. Mungkin terdengar cheesy, tapi aku merasa aku harus menjaganya dan orangtuaku juga berfikiran sama jadi seperti yang kau lihat sendiri kemarin. Jangan cemburu. Kami benar-benar hanya kakak adik saja.” Siwon mengakhiri kalimatnya dengan senyuman.

 

“Hyung, tapi kau memanggilnya baby girl.” Kyuhyun memprotes dan Siwon tertawa geli mendengarnya. “Sudah kubilangkan kalau dia adik kecilku. Kau cemburu? Aigoo, padahal baru saja kuperingatkan untuk tidak cemburu.”

 

“A a aku tidak cemburu.” Kyuhyun answers stutteringly. Sebenarnya Kyuhyun cemburu dengan panggilan itu. Bagaimana tidak, Ivanka bahkan tidak mau memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’.

 

Baby girl, cupcake, sugarplum, sweetheart aku memanggilnya dengan sebutan-sebutan itu. Sebenarnya masih banyak sih. Normal untuk orang Eropa dan Amerika untuk memanggil satu sama lain dengan sebutan itu, pria dan wanita, bahkan walaupun mereka hanya teman biasa. She’s not 100% Asian, you remember that? Dan, ia dari kecil hidup di Eropa, lahir dan besar dengan budaya Eropa. Baru kali ini ia benar-benar menetap di Asia. Ia juga kena culture-shock saat pertama tiba di Korea setahun lalu,”

 

“Kau membantunya beradaptasi?” Siwon mengangguk mengiyakan.

 

“Ayahnya orang Rusia. Pengusaha kertas terbesar di Eropa dan juga investor di berbagai perusahan besar di Eropa dan Amerika. Ibunya orang Cina namun lahir di Indonesia dan dibesarkan disana juga, aktivis dan memiliki beberapa restoran yang cukup terkenal di dunia kuliner. Lidahnya diajarkan untuk pandai berbicara dalam bahasa Inggris dan Rusia, lidah orang barat. Lidah orang timurnya payah sekali. Tak bisa bahasa Mandarin apa lagi bahasa daerah ibunya. Hanya menggunakan bahasa Indonesia untuk mengumpat,” Kyuhyun tertawa keras mendengar Siwon. Bagaimana bisa orang timur memiliki lidah orang barat bukannya timur.

 

“Dari lahir ia tinggal di Moscow, lalu umur 13 tahun ia pindah ke Paris seorang diri. Bisa dibilang ia kabur dari rumah saat itu. Dia cerita bagaimana ayahnya memaksanya melanjutkan usahanya nanti saat ia berumur 17 tahun dan bagaimana tiap hari ia dipaksa mempelajari segala sesuatu tentang ekonomi dan semacamnya. Tidak tahan dengan semua itu akhirnya ia membobol rekening bank ayahnya dan mengambil banyak sekali uang dari sana lalu terbang ke Paris dengan hanya membawa beberapa potong baju dan uang curiannya.

 

Seorang diri dinegara orang yang bahkan ia tak mengerti bahasanya sama sekali, entah mau kemana dan melakukan apa hingga akhirnya ia bertemu orang dari Runaway setelah hampir dua minggu tidur dibangku taman dan menawarkannya bekerja dikantor Runaway, pekerjaan kecil-kecil dulu. Dan sekarang seperti yang bisa kau lihat, dia sudah menjadi brand ambassador banyak merek fashion ternama dan menjadi anggota eksekutif tertinggi Runaway, majalah fashion nomor satu didunia. Ia lakukan semua itu awalnya karena tidak mau kembali ke Moscow secara terpaksa karena tidak bisa bertahan di Paris.” Baru kali ini Kyuhyun mengetahui masa lalu gadisnya dan ia harus berterima kasih pada Siwon untuk itu.

 

“Ia tidak menghubungimu? Kau tidak datang menjemputnya?” Siwon menggeleng. “Saat itu kita kan sedang sibuk-sibuknya dengan kegiatan ‘Super Junior’ kita.”

 

“Orangtuanya tidak mencarinya saat itu?”

“Ia menipu orangtuanya. Meninggalkan memo diatas meja makan berbohong kalau ia berlibur ke Jerman membawa salah satu pelayannya selama 5 minggu. Dan sepertinya orangtuanya percaya padanya hingga akhirnya sebelum 5 minggu itu berakhir wajahnya menjadi cover beberapa majalah fashion di Perancis. Tentu orangtuanya marah besar mengetahui putri mereka membohongi mereka dan menghempaskan semua impian mereka. Berita bahwa putri keluarga Delatroix yang seharusnya menjadi pewaris utama kerajaan Delatroix tiba-tiba menjadi seorang model merupakan berita panas saat itu, kau tak tahu?” Kyuhyun menggeleng. Jangankan 5 tahun lalu bahkan seminggu yang lalu saja ia lupa kejadian penting apa yang terjadi pada hidupnya.

 

“Aigoo, kau baru keluar dari Narnia?” goda Siwon. “Jangan bilang kau juga tidak tahu nama keluarganya?” Lagi-lagi Kyuhyun menggeleng dengan wajah tak bersalahnya. Refleks Siwon memijat-mijat keningnya, tiba-tiba saja ia merasa pening.

 

“Kau tidak tahu? Pacar macam apa kau, huh?” Siwon memberi jeda. Sepertinya ia salah telah memberikan izin kepada laki-laki bodoh disampingnya untuk memacari adik kesayangannya.

 

“Namanya Ivanka Lim Delatroixa. Lim marga ibunya, orangtuanya memutuskan untuk memberi kesan Asia pada namanya. Delatroix, marga keluarganya. Tapi karena ia perempuan maka A ditambahkan dibelakang mejadi Delatroixa, peraturan penamaan orang Rusia. Masukan nama keluarganya ke mesin pencari, kau akan menemukan ribuan artikel tentang keluarganya. Bisa dibilang keluarga Delatroix lebih terkenal dari keluarga Trump. Jangan bilang kau juga tidak tahu siapa itu keluarga Trump?” Kyuhyun menggeleng lagi dan Siwon menahan dirinya untuk tidak berteriak histeris menyadari kenyataan kalau teman baiknya tidak tahu apapun.

 

“Intinya keluarga Delatroix sama terkenalnya dengan The Royal Family di Inggris sana.”

“Keluarganya bagian dari keluarga Kerajaan Inggris?” Dan lagi, Siwon menekan dirinya untuk tidak memukulkan kepalanya kedinding dengan keras.

 

“Buka google atau naver dan masukan nama Delatroix family atau empire atau apapun itu. Google tidak akan naik darah sepertiku. Yang jelas kalau keluarga Delatroix itu sangat dikenal luas.”

 

A long pause happens. Siwon terlihat mengontrol kembali kadar kehisterisannya tadi dan Kyuhyun yang entah sudah mengerti atau belum.

 

“Kyuhyun-ah, Ivanka.. adik kecilku yang naïf dan ceroboh dan kadang keterlaluan bodohnya, adikku yang kadang kasar dan tak berperikemanusian,” gelak tawa memenuhi ruangan. “ia adalah adik kecilku yang seperti buah durian, kau tahu buah durian kan?”

 

Tanpa menunggu jawab Kyuhyun yang dijamin akan membuat ia ingin lompat dari atap gedung ini saking depresinya terhadap Kyuhyun, Siwon langsung menyambung kalimatnya. “Durian itu sangat berduri dan keras diluar namun sangat lembut dalamnya. Sama seperti Ivanka. Dia.. how to say it…. Dia sangat berduri, kan? Maksudku ia sangat menjaga harga dirinya, dingin dan tak ramah diluar namun percayalah ia sangat lemah dan tidak bisa berdiri sendiri.

 

“Dia tipe orang yang sangat sangat sangaaaat pendiam. Memendam semua masalah dan kesulitannya sendiri tanpa mau berbagi dengan siapapun, masa kecilnyalah yang membentuknya seperti itu. Saat kau kecil.. ketika kau sakit atau sedih kau akan berlari ke orangtuamu dan orangtuamu akan membuatmu nyaman, kan?” Kyuhyun mengangguk.

 

“Tapi ia tak pernah merasakannya sejak menginjak umur enam tahun. Orangtuanya hanya perduli dengan ‘kerajaannya’ sehingga ia memiliki luka yang menganga dihatinya. Lima tahun dia hidup dalam pelukan hangat ayahnya, bahkan ayahnya tak membiarkan kakinya menginjak lantai namun tiba-tiba ia harus berdiri dengan kedua kakinya sendiri. Ayahnya tak lagi berlari dan mengomelinya kecil lalu menggendongnya saat ayahnya melihat ia berjalan menapaki lantai seperti biasanya, ayahnya bahkan mengabaikannya. Anak umur enam tahun.. terluka seperti itu…” Siwon tersenyum miris menceritakannya. Ia ingat saat Ivanka menceritakan itu, Ivankaa sama sekali tidak mengeluarkan air mata, berkaca-kacapun tidak. Ivanka, gadis kecilnya itu adalah orang yang mati hatinya.

 

Kyuhyun mulai mengerti mengapa Ivanka begitu dingin dan arogan. Itu semua ia lakukan untuk mencegah hatinya terluka lagi. Ia sekarang mengerti mengapa Siwon begitu perhatian pada Ivanka. Ia mengerti mengapa Siwon mencurahkan kasih sayang yang sangat besar pada Ivanka. Ia mengerti semuanya sekarang.

 

“Kehadiran Zac membuat luka itu sedikit demi sedikit menutup dan sehari sebelum pernikahannya, luka itu terbuka lagi. Dan jauh lebih besar dari sebelumnya. Tapi dengan kehadiranmu luka itu perlahan-lahan mulai menutup lagi, Kyuhyun-ah.” Siwon menepuk lengan Kyuhyun pelan dan tersenyum dan air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya keluar membuat sungai kecil dipipinya.

 

“Gadis kecilku, Ivanka… ia sudah besar sekarang. Aku tak bisa menjaganya seorang diri, oleh karna itu, kau, kau kupercaya untuk menjaganya bersamaku mulai sekarang. Kau, pria bodoh dan ceroboh akan menjaga gadisku yang bodoh dan ceroboh juga. Kau, pria grumpy, kau mau membantuku menjaganya?” Setetes air mata jatuh menuruni pipi Siwon. Kyuhyun bisa melihat ketulusan dikedua mata Siwon. Terdengar sangat protektif memang, tapi Kyuhyun tahu mengapa Siwon melakukan itu.

 

“Hyung, aku akan menjaganya bahkan aku akan menjaganya jauh lebih baik dari kau menjaganya.” Kyuhyun tahu dengan persis apa yang barusan ia katakan. Ia tahu dengan jelas apa konsekuensi yang akan ia dapatkan kalau ia menyakiti gadis itu. Namun Kyuhyun baru saja bersumpah pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga gadis itu melebihi ia menjaga dirinya sendiri.

 

“Dia… gadismu sekarang.” Gadis itu… Gadis itu milik dan tanggung jawab Kyuhyun mulai sekarang.

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

Empat bulan sudah Ivanka berpacaran dengan Kyuhyun. Sudah 4 bulan juga Zac terakhir kali mengirimi Ivanka pesan. Ivanka sebenarnya tidak terlalu perduli lagi dengan Zac sebenarnya, toh ia punya Kyuhyun sekarang walau tidak bisa dipungkiri Zac masih memiliki tempat kecil dihatinya. Kadang Ivanka masih membayangkan Zac tiba-tiba datang memeluk dan kembali bersamanya. Sinting memang. Dengan keadaan Zac yang sekarang dan dengan keadaan dirinya sekarang, ini terdengar seperti lelucon abad ini.

 

Kyuhyun with his own way has healed Ivanka somehow. Mereka berdua belajar banyak mengenai diri masing-masing. Ivanka sudah menerima kenyataan yang menjijikkan -menurutnya- kalau Siwon adalah bagian SJ, pacarnya juga. Fakta bahwa mereka adalah selebriti dan menggelar konser mengerikan -menurutnya lagi- dengan ber-cross dressing menjadi Beyonce dan Lady Gaga. Walaupun Siwon dan Kyuhyun tidak melakukannya tapi tetap saja mengerikan. Belum lagi mereka memakai kostum sayuran yang teramat konyol.

 

Ivanka menceritakan hampir semua kisah hidupnya begitu juga Kyuhyun. Ivanka bisa dibilang 90% sudah pulih dari kepedihan hatinya. Kyuhyun entah bagaimana bisa membuatnya merasa berharga dan mengikis kenangan-kenangannya bersama Zac. Kehadiran Kyuhyun bisa dibilang keajaiban dalam hidupnya. Siwon juga mengatakan hal yang sama.

 

Pintu ruangan Ivanka tiba-tiba saja menjeblak terbuka dan masuklan seorang pria dengan wajah penuh emosi diikuti dengan seorang pria dibelakangnya –yang merupakan personal assistant Ivanka- ­dengan wajah yang berbanding terbalik, khawatir. Detik saat pria yang sedang marah itu menemukan Ivanka -yang terkejut dengan pintu ruangannya yang mungkin bisa dibilang didobrak paksa pria tadi- detik itu pula air mukanya berubah menunjukkan rasa senang namun tercampur dengan sesak dan menderita yang tak bisa dideskripsikan.

 

“Ivanka…”

 

Ivanka yang sudah terkejut makin terkejut melihat wajah pria yang menerobos masuk itu.oksigen yang tadi memenuhi paru-parunya sekarang terasa kosong, darah seperti berhenti mengaliri nadi-nadinya. Kenangan-kenangan dirinya bersama pria dihadapannya tiba-tiba berputar cepat diotaknya seperti roll film dan membuatnya ingin pingsan. Matanya tak bisa berhenti memandang mata hazel pria itu. Seakan mengerti dengan atmosfer diruangan ini, PA Ivanka tadi langsung berlari keluar dan menutup pintunya rapat-rapat.

 

“I missed you, honey…” Pria itu seenaknya saja memeluk erat Ivanka tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, memeluknya erat dan hangat. Ivanka mengenal pelukan ini, nyatanya ia sangat merindukan pelukan ini. Merindukan orang yang memeluknya juga. One ugly truth.

 

“Zac…” Tangan Ivanka tanpa perintah langsung balik memeluk Zac membuat pelukan mereka makin erat. Ivanka menguburkan kepalanya ke dada Zac yang sangat ia rindukan. Tak sadar sebulir air mata jatuh dari pelupuk masing-masing. Pria itu, Zac. Ivanka merindukannya. Sangat merindukannya. Double ugly truth.

 

“I missed you… I couldn’t breathe well, you weren’t around I couldn’t.. I couldn’t breathe..” ungkap Zac. Not gonna lie, she also couldn’t breathe properly when Zac wasn’t around. Her brain stops functioning well, she just forgets all her pains and problems, her wings are here and her wings are hugging her tight. And she loves that. Triple ugly truth.

 

“I lost myself. I lost the person I used to be. I wasn’t me, you know it. I can’t not be around you. I love you. I love you with all my life.” Zac menyambung lagi. Ivanka melepaskan pelukan mereka dan menatap mata hazel itu mencari kebohongan disana namun ia tak menemukannya. Zac tulus dengan ucapannya, itu terbaca dengan jelas dimatanya. Air mata yang mengalir deras diwajahnya menguatkannya.

 

Bohong kalau Ivanka mengatakan ia tidak merasakan hal yang sama dengan Zac namun fakta bahwa laki-laki ini telah menghancurkan hidupnya dan meninggalkannya secara tragis membuat Ivanka membencinya. Fakta bahwa Zac bahkan tidak berusaha untuk mempertahankan hubungan mereka membuat Ivanka pernah ingin membunuh laki-laki ini saking sakit hatinya. Namun sekarang, bola mata hazel itu yang kembali membiusnya. Ivanka tidak sadar menyeka air mata Zac, membuatnya makin mabuk. Kenyataan buruk rupa yang tidak seharusnya kembali.

 

She’s telling herself to stop playing around. However she has moved on and has buried Zac to her deepest memory. She sees her future with Kyuhyun by her side. The person whom Zac is talking to right now is not her. She’s no longer the old Ivanka who was blinded by love. That Ivanka has dead.

 

“It’s almost 6 months since the wedding so I can divorce her. I’ll divorce her as soon as I land in the States, I promise. Darling, come back to me, we can start all over again. Even… you’re still wearing our ring.” Ivanka reflek menyentuh cincin di jari tengah tangan kirinya. Benar, Ivanka masih memakai cincin itu setiap hari. Ivanka melihat ke jari Zac yang sama dan menemukan Zac juga masih memakai cincin itu.

 

“We’re one. you’re mine, I’m yours, forever. Forgive me, Ivanka…” He begs.

 

“I… loved you Zac…” ucap Ivanka dengan past-tense mencoba menegaskan kalau ia dulu memang mencintainya tapi sekarang…

 

Kyuhyun Kyuhyun Kyuhyun. Nama itu terus berputar-putar dikepalanya seperti sudah diprogram. Membuat kepalanya pusing seketika.

 

“Zac… after all this time, I think you know my answer.”

 

 

-THE END-

 

PUAHAHAHAHAH setelah selesai dengan part 2, part 3 ini sempet terbengkala dua tahun lebih (serius, gak bohong) karna hiatus kemarin lol. Cerita aslinya sebenernya gak sekompleks ini tapi aku mikir sayang kalo Zac dibuang percuma –lololol- jadi yuda deh aku bikin cerita yang kaya begini. Part selanjutnya namanya bukan The Untouchable Her lagi yah tapi The Ugly Truth. Ditunggu yaaaa❤

 

With Love,

Red

12 Comments (+add yours?)

  1. Nurul Aini
    May 11, 2016 @ 13:48:06

    yaaaahhh kok agak gantung siihh😦 padahal kan nih ff seru bangeeeetttttt

    Reply

  2. lieyabunda
    May 13, 2016 @ 04:18:18

    kenapa endingnya gantung,,,,
    butuh sequelnya,,,,

    Reply

  3. elfishyvil
    May 15, 2016 @ 22:49:43

    Gantung nih thor…
    apa ada sequelnya??

    Reply

  4. Nurlaely D
    May 17, 2016 @ 13:21:12

    Gak rela klo Ivanka ama Zac,,ksian Kyu nya???

    Reply

  5. Laili
    May 20, 2016 @ 19:28:40

    Endingnya jdi gini? Kok gk sama Kyuhyun? Gantung nih…
    Kirain udah beneran sama Kyuhyun di awal, tpi yasudahlah, terserah authornya mau bikin cerita kek apa. Good job, thor…!!

    Reply

  6. Trackback: [Teaser] The Ugly Truth | Superjunior Fanfiction 2010
  7. Trackback: The Ugly Truth [1/3] | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: