Closure

 

closure

.

IJaggys

.

But one day I woke up happy again—and It’s all because I met her. 

.

.

Beberapa orang terkadang melupakan hal yang membuat mereka merasa bahagia. Dulu, dulu sekali—aku pernah bermimpi bahwa menjadi orang yang memiliki harta melimpah adalah kebahagiaan sebenarnya. Hingga saat ini masih banyak diantara mereka yang merasa bahwa uang bisa membeli segalanya.

Tentu saja.

Aku bahkan tidak akan bersifat munafik dan sok suci. Aku bukan orang-orang imaginatif yang menghibur diri mereka sendiri bahwa uang bukanlah bagian dari hidup yang bisa membeli kebahagiaan.

Tapi seiring berjalannya waktu, kita menemukan bahwa uang bukanlah satu-satunya hal yang bisa membuat kita bahagia. Kita menemukan bahwa terbangun di hari minggu membuat kita bahagia, meminum limun segar di satu hari saat musim panas membuat kita bahagia, lalu melihat orang yang kita cintai tertawa lepas membuat kita bahagia.

Ketika kau berhenti mengejar sesuatu—dunia ini terasa lebih menyenangkan untuk dijalani. Aku yang dulu, adalah orang ambisius, mengejar apa yang aku inginkan dan melupakan hal yang membuatku bahagia.

Sekarang tidak lagi. Realitas dan ekspetasiku sudah berjalan beriringan.

“Aku senang kau berada disini Cho, karena kau selalu tahu apa yang aku inginkan.” Han Cheonsa mengambil gelas wine yang sejak tadi bertenger di tangan kiriku, pandangannya tidak tertarik.

“Bukankah aku memang benar-benar tercipta untukmu.” Menjadi seorang pria yang bermulut manis memang menjadi sebuah keahlianku. Kini wanita sempurna itu menatapku dengan tertarik dari balik gaun pernikahan yang indah.

Gaun indah berharga ribuan dollar rancangan Vera Wang, cukup membuat Cheonsa terlihat seperti rancangan patung khas Davinci dari masa Renaissance.

Art is the fine taste of woman. Genius.

“Kau memang yang terbaik, Cho Kyuhyun. Aku tidak mengerti mengapa aku tidak mengenalmu sejak dulu.” Cheonsa adalah wanita kelas atas yang besar di 704 Park Avenue. Jadi ketika wanita Upper East Side itu sedikit memujiku, aku cukup tersanjung.

“Aku akan mengambil gaun pernikahan ini, lalu membiarkan Vera Wang yang mengantarkannya langsung ke rumahku. Lalu setelah ini kau akan menemaniku mencoba beberapa macarons dari Ladurée, untuk acara Wedding Toast.” 

Ya, dia selalu bisa melakukan apapun dan aku merasa tidak keberatan. Dia menatapku untuk beberapa saat, lalu menggenggam tanganku dengan erat.

“Besok kita akan ke Savile Row, kau harus mencoba beberapa tuxedo untuk upacara pernikahan. Beri aku waktu lima menit untuk melepaskan gaun ini, setelah itu aku berjanji aku tidak akan membuatmu menunggu.” Wajahnya sedikit memohon, dia tahu seberapa bencinya diriku berlama-lama dalam sebuah toko mewah hanya untuk sepasang kemeja dan jas.

“Jadi maksudmu, aku harus bertahan satu hari lagi dan membiarkanmu memperlakukanmu seperti bonekamu?”

Dia tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan mengecup wajahku dengan singkat, sebelum dia menhilang dibalik tirai besar di butik mewah ini. Aku tidak bereaksi untuk beberapa saat aku hanya tersenyum, seperti orang gila.

Aku memang selalu seperti orang gila ketika bersamanya, dan sialnya—kejadian kecil seperti tadi selalu membuatku berhasil membuatku bahagia.

Sir, semua yang dibutuhkan Nona Han telah kami siapkan. Kau hanya perlu menandatangani semuanya disini.” Seorang pramuniaga dengan suara yang sangat sopan, mengulurkan sebuah kertas kepadaku.

“Aku berharap anda dan Nona Han menjadi pasangan yang luar biasa. Nona Han sangat beruntung memiliki calon suami seperti anda, Sir.”

Kata-kata itu terdengar normal. Aku telah mendengarnya ribuan kali, aku bahkan tidak terkejut. Aku memulaskan senyumanku kepada pramuniaga yang sejak tadi mendedikasikan waktunya untuk melayani apa yang diinginkan Cheonsa selama lima jam terakhir.

Dia juga yang bertugas mengganti gelas wine miliku yang sudah kosong, dan berlari ke kilang wine sebanyak lima kali ketika Cheonsa menolak setiap botol wine yang ditawarkannya.

“Honey?” Suara Cheonsa menggema, membuat mataku tertuju pada derit pintu kaca yang terbuka disana. Kertas yang sejak tadi aku pegang, perlahan mulai kulepaskan tanpa memperdulikan tatapan pramuniaga yang sedikit bingung.

Lee Donghae berdiri disana, dengan senyumannya saat Han Cheonsa berlari ke dalam pelukannya.

Aku yang dulu mungkin tidak akan pernah bisa menerima semua ini. Aku yang dulu mungkin akan melakukan apapun untuk membuat Han Cheonsa berada dalam pelukanku. Dan aku yang dulu tidak akan mungkin bisa menatap sahabatku sendiri memeluk wanita yang sangat aku cintai.

Tapi aku tersadar bahwa semua itu telah berlalu. Bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa kita ubah, seberapapun kita menginginkannya. Terkadang semuanya berkerja seperti yang telah kita harapkan, tapi beberapa diantaranya tidak. Itulah kehidupan.

Pramuniaga itu masih berdiri disampingku, memposisikan dirinya dengan bingung.

“Actually, you know what? I’m not. I’m not her soon to be husband. I’m just a guy who will do anything to make her smile, because—“ aku menghentikan kata-kataku, iris mataku menemukan Donghae dan Cheonsa yang tengah tertawa bahagia.

There was a time when every day, every breath, and every thing was a small unhappiness. But one day I woke up happy again—and It’s all because I met her. And for me that’s enough.” Aku mengakhiri kata-kataku dengan sebuah senyuman. Mengakhiri sebuah kisah yang bahkan tidak pernah dimulai.

Karena bagiku melihat orang yang kita cintai menemukan kebahagiannya—adalah hal yang membuatku bahagia.

Dan Han Cheonsa berada di dalamnya.

.

.

.

-FIN-

.

.

.

 I hope you guys enjoying this week with my ficlets. Comments are greatly appreciated!

Personal Blog: https://beckhamlovesbadda.wordpress.com

xo

IJaggys

4 Comments (+add yours?)

  1. vey
    May 15, 2016 @ 14:57:23

    Astagaaaa…kok sakit banget bacanya ya..hikssss

    Reply

  2. shinchanrin
    May 16, 2016 @ 17:59:37

    kamfret kirain. huaaa… cho kyu yg malaang. daebak ff nya

    Reply

  3. ayumeilina
    May 19, 2016 @ 11:21:59

    nyesek banget #PelukCho 😢😢
    yeah Han cuman buat Lee seorang.. 😆😆

    Reply

  4. Laili
    May 20, 2016 @ 09:56:20

    Uh… nyesek. Kirain bakal sama Kyuhyun. Ternyata sama bang ikan. Huhu T_T

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: