Looking For Balenciaga

 

looking

.

IJaggys

.

In related Story with: Antarctica

.

I love you because you are you. Everyone should hear this. Honestly and completely.

.

.

.

__

Ini adalah ulang tahun pernikahan mereka yang ke lima. Dan Han Cheonsa merasa bahwa Lee Donghae berhak untuk tetap menderita di bawah kekuasaannya. Donghae menggerutu di balik kemudi, dia telah menunggu selama lebih dari empat jam,—enam jam jika termasuk dengan dua butik sebelumnya.

Dia memutuskan untuk keluar dari dalam sana, dan bersandar di depan kap mobilnya. aviator dari Farfecth nyatanya tidak mampu menghadang teriknya sinar matahari di sepanjang jalan 5th Avenue. New York, tetap kota yang menjengkelkan untuknya terlebih jika Han Cheonsa memutuskan untuk berada di Saks Fifth Avenue—tidak ada yang tahu kapan dia akan keluar dari sana. Satu jam, satu hari, satu minggu, satu tahun? Tidak ada yang pasti jika Cheonsa sudah berada di dalam Saks.

Biarpun dia membenci dinginnya angin laut Antarctica, dia lebih memilih berlibur di negara kutub—dibandingkan di Newyork. Dia sedikit menyesali keputusannya, saat menyutujui usul istrinya untuk memperpanjang liburan mereka di negara ini.

Dia memikirkan dinner romantis, di Eleven Madison—Cheonsa akan memberikannya sebuah kartu hotel, dan mereka akan berpura-pura menjadi sepasang orang asing, yang bertemu di dalam kamar hotel. Itu adalah hal yang selalu mereka lakukan saat hari anniversary tiba.

Tapi melihat Saks dan Fifth Avenue, dia tidak yakin apakah wanita dominan itu masih mengingat agenda mereka yang sebenarnya.

Lalu seperti menemukan berlian di dalam lumpur, matanya menangkap bayangan sang istri dari balik pintu kaca, dibelakangnya sekitar tiga sampai empat orang pegawai Saks tergopoh-gopoh membawa puluhan shopping bags-nya.

“Honey, I love you.” Cheonsa datang dengan wajah sedikit memohon. Dia menyapukan kecupan lembut di bibir suaminya, lalu membiarkan pegawai-pegawai Saks memasukan shopping bags-nya ke dalam mobil mereka.

“Apa yang kau inginkan?” Donghae jauh lebih paham, apa maksud ciuman itu dan ungkapan langka yang hanya akan digunakan istrinya ketika menginginkan sesuatu darinya. Juga, Cheonsa tidak akan memanggilnya ‘Honey’, kecuali dia membutuhkan sesuatu—sungguh menjengkelkan.

Cheonsa menarik nafasnya dengan bosan, lalu dengan senyuman palsunya dia menyentuh wajah Donghae dengan jari-jarinya.

“Honey, I love you because you are you. Everyone should hear this. Honestly and completely.” 

Mendengar kata-kata itu keluar dari bibirnya, membuat Donghae bergidik seram.

“Semua kartu kreditku hari ini sudah terkena limit. Ada satu purse dari Balenciaga, dan aku harap kau tahu apa yang harus kau lakukan.” Cheonsa berkata dengan sangat tenang, dia mengeluarkan senyuman termanisnya. Senyuman yang terjadi dalam seribu tahun sekali, dimana untuk menyaksikannya Lee Donghae harus menjual jiwanya kepada iblis.

Iblisnya adalah Han Cheonsa.

“Tidak. Kau harus berhenti, aku tidak akan menjual jiwaku kepada wanita jahat sepertimu.” Mungkin ini adalah rangkaian balas dendam untuk Antarctica dan membuatnya menunggu selama enam jam di dalam mobil. Donghae merasa menang.

“Apa kau tahu ini hari apa? Ini hari anniversary pernikahan kita yang kelima! Sudah seharusnya kau memberikan Balenciaga itu untuk hadiah, karena aku berhasil bertahan dengan pria sampah sepertimu.”

Sekilas beberapa pegawai itu melemparkan tatapan mereka dengan aneh, lalu memutuskan untuk segera meninggalkan pasangan suami istri tersebut.

Mereka pikir pasti Cheonsa dan Donghae adalah pasangan suami istri yang tengah menghadapi sidang perceraian mereka, walau nyatanya itu hanya cara mereka berdua mengungkapkan rasa cintanya satu sama lain.

“Seharusnya kau yang memberikan aku hadiah, karena aku bisa bertahan dengan semua perilaku diktaktormu—tidak lupa, kau pernah memandikan Jun di dalam closet saat dia baru berumur dua belas hari. Jadi siapa yang benar-benar dirugikan disini?” Donghae melepas kacamatanya, dia berdiri tepat di depan Cheonsa dengan mata yang berapi-api. Di dalam kepalanya dia tengah mengurutkan semua kesalahan Cheonsa dari yang paling besar, hingga yang paling sepele.

“Oh, jadi kau akan membahas tentang masalah putra kita? Siapa yang memberikan dia makanan anjing, karena kau berpikir bahwa itu adalah sereal kesukaannya?” Cheonsa dengan sadis menginjak kaki Donghae dengan ujung heels Louboutins-nya, membuat pria itu mengaduh kesakitan dan bersumpah akan merekam semua ini untuk hari pembalasan.

“I am not a nice woman. I am real. I always have good intentions. I do not find value in tense argumentative exchanges. I am not an audience.” putusnya dengan nada mengintimidasi.

I like how you describe yourself as an unapologetic bitch. It’s so intimidating and edgy.” Donghae melangkah mundur secara teratur saat dia melihat tatapan Cheonsa yang akan memangsanya.

Unapologetic woman.

“Hey! Seharusnya kau memohon kepadaku, karena aku adalah orang yang memiliki uang disini—“ belum sempat Donghae menyelesaikan perkataannya, Cheonsa sudah mendorong tubuhnya ke kap mobil, dan menendang kakinya sekali lagi sebelum mengambil dompet suaminya dengan paksa.

“Kau banyak berbicara. Balenciaga ini untuk Jun, karena kita meninggalkannya liburan ke Antarctica.”

Omong kosong, mana ada anak laki-laki berusia empat tahun yang perduli dengan purse untuk wanita dari Balenciaga?

Donghae mengumpat dalam bahasa binatang, lalu mengingat-ingat apa alasan utamanya menikahi wanita ini. Dia tidak bisa mengingatnya, namun jawaban pastinya adalah; dia telah menjual jiwanya kepada iblis bernama Han Cheonsa.

“Perjanjiannya adalah, jika kau menggunakan kartu kreditku, maka malam ini aku memiliki kesempatan untuk membuat adik baru untuk Jun.” dia berdiri tegak, meluapkan rasa sakit di kakinya, lagi-lagi dalam bahasa binatang. Karena jika dia mengumpat dalam bahasa manusia, Cheonsa tidak akan membiarkannya hidup secara tenang.

“Ewh—itu membuatku kesal. Kita bahkan masih belum bisa mengingat nama terakhir Jun, dan kau memutuskan untuk menghadirkan yang kedua?”

Mereka berdua saling melempar pandangan, sebelum Donghae akhirnya mengangguk setuju. Jun memang lebih sering tinggal bersama orangtua Cheonsa—alasannya karena, well, mereka belum cukup kompeten untuk memiliki seorang anak?

“Sebaiknya kau berkontemplasi bagaimana menjadi orang tua yang baik, sementara aku menyelesaikan Balenciaga ini.” Cheonsa mengecup wajah Donghae dengan singkat, dan berlari dari sana. Donghae masih berdiri di tempatnya, memikirkan apakah mereka berdua harus mengikuti sebuah pelatihan untuk menjadi orang tua yang lebih baik.

Dia akan memikirkan hal itu lebih lanjut, tapi sekarang dia harus mencegah istrinya untuk membeli Balenciaga.

Donghae memutuskan berlari ke dalam Saks, saat melihat istrinya sudah melarikan diri lebih dulu dengan kartu kredit Donghae di tangannya. Tapi dia terlambat, Cheonsa lebih dulu sampai ke counter cashier dengan purse Balenciaga di tangannya.

Sial.

Cheonsa tersenyum penuh kemenangan adalah hal yang sangat menjengkelkan untuknya.

“Maaf Nona, tapi kartu kredit ini telah mencapai limitnya untuk hari ini.” Ucapan dari sang kasier, membuat Donghae tertawa keras, dan Cheonsa meringis tidak percaya. Balenciaga itu masih berada di dalam tangannya.

Donghae masih tertawa, sebelum dia merasakan seseorang menendang kakinya dan menyeretnya ke depan kasir.

“Aku pikir, kau memiliki alasan yang jelas agar aku tidak menghilangkan nyawamu malam ini.” Suara Cheonsa lebih terdengar seperti mengancam, dibandingkan bertanya. Donghae menatap istrinya dengan panik, mengingat-ingat apa yang dibelinya selama di Antarctica sehingga kartu kreditnya ditolak.

Alat pancing? Rasanya tidak.

Sebuah kapal pesiar? Tidak juga.

Membeli sirip Ikan Hiu? Mungkin, karena dia bisa mengirim sirip ikan hiu tersebut melalu jasa layanan kargo, tapi jika dia benar membelinya Cheonsa tidak akan mungkin tinggal diam.

Lalu sebuah memori buram melayang ke malam terakhirnya di Antarctica. Dia ingat, dia memutuskan untuk menikmati malam terakhirnya dengan berkunjung ke sebuah suaka margasatwa di wilaya pelesir Antartika, lalu dia bertemu dengan beruang kutub berwarna putih menggemaskan yang mengingatkannya kepada Cheonsa—lalu–.

Well, aku membeli beruang kutub di Antartika, karena beruang kutub itu mengingatkanmu kepadaku—harganya sedikit fantastis—mungkin—itu yang membuat kartu kreditku terkena limit.”

Donghae menjelaskan dengan senyuman polos, berharap Cheonsa benar-benar tidak serius dengan ucapannya tentang menghilangkan nyawanya malam ini. Cheonsa menatapnya dengan tidak percaya, setengahnya lagi dia menahan agar tidak menguliti Donghae di dalam Saks.

“Tenang saja, beruang kutub itu telah aku kirimkan ke rumah kita atas namamu—kau tidak perlu khawatir tentang beruangmu dan—“

“ARRRGHH!! HAN CHEONSA BERHENTI MENJAMBAK RAMBUTKU!! BERUANG KUTUB ITU ADALAH HADIAH ANNIVERSARY KU UNTUKMU!”

Oh, sungguh Lee Donghae yang malang.

.

.

-FIN-

.

.

.

 

Anyway, in extend, this series of Donghae-Cheonsa as wifey x husband, will go as an on going ficlet series related or not (like A Shoot)

Waiting your comment xo

personal blog: https://beckhamlovesbadda.wordpress.com

 

ijaggys

3 Comments (+add yours?)

  1. Nur Hidayah
    May 17, 2016 @ 23:19:46

    Finally, dari awal hingga akhir cerita ini yang aku lakukan hanya tersenyum melihat kelakuan konyol mereka 😂

    Reply

  2. ayumeilina
    May 18, 2016 @ 19:42:19

    pelissss….pelissssss Han Cheonsa sshiiii. Dari pada ngebunuh Donghae dan membuat ikan di laut jadi langka, mendingan itu beruang kutub kasihin ke aku 😄😄😄

    Reply

  3. josephine azalia
    Oct 03, 2016 @ 18:02:58

    cheonsanya jangan galak & nyebelin gitu trus dong thorrr..
    gatau knapa aku slalu ga enak aja bacanya..pasangan cute gini ko malah musuh musuhan….coba diubah dong jadi cute cute romantis gtu,atoga sama kyu oppa deh..
    sekedar kritik aj ya thor,smoga makin baik kedepannya🙂

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: