First Meet

First meet Image

Title : First Meet
cast : Cho Kyuhyun, OC
Genre : Romance
Rating : PG-15
Length : oneshoot
author : Gyumoon

 

 

“Cinta bukan berapa lama kau mengenal seseorang, tapi tentang bagaimana seseorang membuatmu tersenyum sejak kau mengenalnya.”

-Cho Kyuhyun-

“Ayolah Ibu! Aku ingin liburan. Bosan sekali rasanya jika hanya di rumah.”

“kau bisa datang ke rumah sepupumu, Ji Ra.”

Ji Ra, mulut gadis itu hampir berbusa karena terus terusan merengek meminta liburan pada orang tuanya. Bisa tolong digarisbawahi? LIBURAN. Ia meminta liburan yang benar benar bisa dikatakan sebagai liburan. Bukan liburan menurut gagasan orang tuanya. Berjelajah ke benua eropa, misal. Well, itu terlalu berlebihan. Ji Ra bahkan tidak pernah berlibur ke tempat yang jauh. Mungkin hanya seoul dan kota-kota terdekat yang pernah ia kunjungi. Payah sekali kan? Salahkan saja orang tuanya yang terlalu tradisional.

“Ibu!! Aku hampir setiap hari mengunjungi, bermain bahkan tidur bersama mereka! Aku ingin suasana baru, bu.” Ji Ra terus membuntuti ibunya yang sedang menanam bunga di halaman belakang rumah mereka. Terus berusaha untuk merayu ibunya. Ayolah! Ji Ra hanya meminta liburan bukan meminta direstui untuk menikah dengan pria tua bangka. kenapa susah sekali? Lagipula gadis itu hanya ingin suasana baru. Ia bosan atau mungkin sangat bosan karena hidupnya selalu di kelilingi dengan keluarga besarnya.

Sebenarnya Ji Ra hanya ingin bertemu dengan orang-orang baru. Bukan karena orang tua Ji Ra yang pengekang atau melarang Ji Ra untuk bersosialiasi. Tapi karena dia selalu bergaul dengan keluarganya. Bukan kah tadi sudah dikatakan bahwa Ji Ra selalu hidup di kelilingi keluarganya? Bayangkan saja! Ia bahkan tidak memiliki tetangga, karena semua orang yang tinggal di dekat rumahnya adalah keluarganya sendiri. Tentu saja itu karena tanah yang ia tempati milik kakeknya. Dan Ji Ra merasa kakeknya lah yang menjadi sumber masalah disini. Karena jika bukan permintaan sang kakek untuk anak anaknya tinggal saling berdekatan, ia tidak akan terjebak di keluarga aneh ini. Dan yang lebih buruk adalah selama ia mengeyam dunia pendidikan, ia selalu bersekolah di sekolah milik keluargnya. Membuatnya ingin mati saja!

“kau ini berisik sekali! Ibu sedang menanam bunga. Sana, mintalah pada ayahmu karena ibu tidak mungkin mengizinkan sebelum ayahmu mengizinkannya.” Ji Ra mendengus kasar. Ia melirik ayahnya yang sedang membaca koran pagi di teras belakang. Rutinitas sang penguasa. Ia berjalan perlahan menuju ayahnya kemudian memijat-mijat bahu sang ayah.

“ayah.” Ucapnya manja sambil terus memijat.

“pasti sedang menginginkan sesuatu.” Tuan jung, sang ayah sudah bisa membaca gelagat putri bungsunya. Gadis itu hanya akan bersikap baik jika ia menginginkan sesuatu darinya.

“ahh ayah memang yang terbaik. Sangaaat pengertian pada anak-anaknya.” Ji Ra duduk disebelah ayahnya. Memasang wajah semanis yang ia bisa agar bisa membuat ayahnya terpana.

“wajahmu sangat menjijikan Ji Ra. So, what do you want princess?” Ji Ra menghembuskan napasnya dengan kasar. Merasa kesal dengan ejekan ayahnya.

“aku ingin liburan, ayah. Kemana saja, asal ke tempat yang jauh.” Lihatlah bahkan gadis itu terlihat seperti bocah ingusan yang meminta dibelikan permen kapas. Kakinya mengayun-ngayun menyentuh tanah sedangkan wajahnya dibuat sesedih mungkin. Trik yang buruk!

“tempat yang jauh? Neraka maksudmu?” ucap tuan jung

“ayaaah! Aku serius.”

“baiklah. baiklah. Sebenarnya ayah sudah merencanakan kita akan berlibur ke Jeju. Ayah ingin megunjungi teman lama disana.” Tuan Jung melipat korannya kemudian diletakan di meja yang berada di sampingnya. Lalu menyesap kopi yang sudah dibuatkan oleh istrinya.

“benarkah? Aku senang sekali, aku mencintamu ayah! Kalau begitu aku akan bersiap siap untuk liburan kita.” Ji Ra memeluk ayahnya dengan wajah berserinya. Ini adalah peristiwa langka yang bisa terjadi. Gadis itu senang sekali hingga lupa menanyakan kapan mereka akan berangkat ke Jeju. Bahkan Ji Ra sudah melesat ke kamarnya untuk bersiap siap.

 

 

“ahh rasanya senang sekali bisa menginjakan kaki di pulau ini. Benar-benar menyejukan.”

Ji Ra merenggang otot-ototnya sambil memandangi laut biru. Suara deburan ombak, suara gesekan daun karena tiupan angin dan kicauan burung, terdengar seperti orchestra alami. Membuatnya merasa tenang. 2 jam yang lalu gadis itu sampai di pulau Jeju, pejalanan yang cukup melelahkan sebenarnya. Tapi karena gadis itu terlalu antusias, ia tidak bisa menahan diri untuk segera menapakan kaki di pantai ini. Orang tua Ji Ra bahkan masih tertidur pulas di hotel karena Jetlag. Rasa lelahnya hilang begitu saja saat ia melihat keindahan pulau Jeju. Ciptaan tuhan yang sempurna,pikirnya.

Tak terasa sudah hampir 30 menit gadis itu terpana dengan salah satu ciptaan sang maha kuasa. Hari sudah semakin sore. Matahari pun mulai menenggelamkan diri ke ufuk barat. Pemandangan yang saat indah dan terlalu sayang untuk dilewatkan. Rasanya ingin sekali menikmati sang matahari hingga tak terlihat. jika bukan karena ponselnya yang terus berdering ia pasti akan tetap menikmati sunset pertamanya.

Ji Ra mendengus kesal, ibunya benar benar perecok. Tidak bisa membuatnya tenang sedikit saja. Suara nyaring sang ibu di telpon berpotensi membuatnya tuli. Well, ini memang salah dia karena melupakan pesan ibunya. Sebelum ia datang ke pantai ini, ibu dan ayahnya berpesan agar tidak pulang terlalu sore karena mereka akan makan malam bersama dengan teman lama ayah yang tinggal di pulau ini. Ji Ra bangkit dari duduknya, berjalan menyisir pantai dan menuju hotelnya.

 

 

Ji Ra dan orang tuanya berada di sebuah restoran. Mereka sedang menunggu teman lama ayahnya. Sekitar 10 menit, sepasang suami istri menghampiri mejanya. Mereka melemparkan senyum semeringah kepada ayah dan ibu Ji Ra. Ji Ra dan orang tuanya berdiri untuk menyambut mereka

“Hai Jung! Lama tak jumpa, kau terlihat semakin tua saja.” Sapa pria paruh baya itu. Ia memeluk tuan Jung dengan semangat. Kemudian mereka bergantian bersalam dengan para istri.

“kau masih saja humoris seperti dulu Seunghwan. Oh ya, perkenalkan ini putriku, ayo perkenalkan dirimu Ji Ra.” Tuan merangkul Ji Ra. Mempersilahkan putrinya untuk memperkenalkan diri kepada teman lamanya.

“halo paman, bibi. Namaku Jung Ji Ra. Senang berkenalan dengan anda.” Ji Ra membungkukan badannya 90 derajat. kemudian memperkenalkan dirinya dengan sopan.

“astaga, kau cantik sekali Ji Ra-ya.” Ucap istri tuan seunghwan.

“Terima kasih bibi.” Ji Ra menjawab dengan malu malu.

“ayo, silahkan duduk. Kurasa kita harus segera memesan makanan. Perutku lapar sekali.” Ucap Tuan Jung

Mereka duduk, kemudian mengambil menu makanan untuk memesan. Sesekali mengobrol hal hal yang kurang penting. Maklum saja, mereka teman yang lama tak jumpa.Dan Ji Ra mulai tidak mengerti dengan pembicaraan para orang tua itu. Melihat gelagat Ji Ra, sang ibu berinisiatif untuk memulai pembicaraan yang santai.

“ngomong-ngomong dimana putra kalian? Kukira dia ikut makan malam bersama kita.” Nyonya Jung memasukan ponselnya yang sedari tadi ia genggam.

“Dia masih di kantor, sebental lagi juga akan sampai.”

 

 

Dengan tergesa gesa, seorang pria berjalan menuju restoran. Matanya yang jeli ia gunakan untuk mencari kedua orang tuanya yang sudah berada di restoran tersebut. Ia menghela napasnya setelah menemukan orang tuanya di restoran itu. Kemudia berjalan kearahnya.

“permisi, maaf saya terlambat.” Ucapnya sambil membungkukan badan.

“ akhirnya kau datang juga nak.” Balas Tuan seunghwan sambil menepuk bahu anaknya.

“oh Kyuhyun.” Tuan dan Nyonya Jung berdiri untuk bersalaman dengan Kyuhyun. Sesaat kemudian tersadar karena putrinya masih duduk dengan wajah yang…… entahlah mungkin bisa dibilang dengan wajah terpana. Tuan Jung mengisyaratkan putrinya untuk menyambut Kyuhyun. Dengan segera ia bangun dan berjabat tangan dengan kyuhyun.

“halo, Namaku Jung Ji Ra. Senang berkenalan denganmu.” Ucapnya dengan senyum tulus.

Entah roh apa yang memasuki tubuh kyuhyun, pria itu seolah-olah terhipnotis dengan gadis yang bernama Ji Ra itu. Cantik. Itulah kata yang terlintas dalam otaknya. Rambut lurus yang tergerai, dress selututnya yang berwarna peach yang sangat pas di badanya dan make up tipis yang menghiasi wajahnya, membuatnya kehilangan akal sehatnya. Gadis itu terlihat sangat sempurna. Kyuhyun sampai lupa kalau dia masih menggenggam tangan Ji Ra meski gadis itu berusaha untuk melepaskannya. Astaga! Dia benar-benar terpana dengan Ji Ra.

Jujur saja, Kyuhyun sendiri juga merasa aneh dengan apa yang ia rasakan. Pria itu belum pernah merasakan sekacau ini saat berkenalan dengan seorang gadis.. Well, ini memang bukan pertama kalinya ia berkenalan dengan seorang gadis tapi ini pertama kalinya jantungnya berdetak hanya karena gadis yang bernama Ji Ra.

 

 

Entah Sejak kapan Ji Ra dan Kyuhyun berada di pantai ini, berjalan beriringan. Berdekatan dengan Kyuhyun membuat Ji Ra lupa segalanya. Bahkan kini gadis itu lupa bagaimana caranya bernapas dengan baik. Rasanya sulit sekali untuk sekedar menghembuskan napasnya secara perlahan. Ia sendiri tidak mengerti apa yang sedang ia rasakan sebenarnya. Kyuhyun. Pria itu benar benar membuatnya gila dengan tatapan tajamnya. Demi tuhan! Gadis itu merasa seperti malaikat maut datang menjemputnya saat kyuhyun menatapnya. Bahkan saat di restoran tadi, Ji Ra hanya bisa melongo melihat penampilan pria itu. Kemeja hitam dengan balutan jas abu abu tua membuat Kyuhyun semakin gagah. Dan rambutnya yang sedikit berantakan membuatnya terlihat sangat errr seksi. Bahkan senyum Kyuhyun pun masih tersimpan jelas di dalam otaknya. Ah, senyum itu bisa membuat Ji Ra meneteskan liurnya.

“Aku rela membayar seseorang dengan seluruh hartaku jika ia bisa memberitahuku apa yang sedang kau pikirkan, nona Jung.” Astaga! Dengarlah suara bass Kyuhyun terasa sangat merdu di telinga Ji Ra. Seperti alunan music pengantar tidur baginya.

“Hei, kau mendengarkanku kan?” Ji Ra tersentak saat Kyuhyun menahan lengannya. Lamunannya buyar begitu saja. Gadis itu menatap Kyuhyun. Sial, detak jantungnya semakin cepat.

“ ah iya iya. Aku mendengarmu Kyuhyun.” Ucap Ji Ra gelagapan.

“Jadi, apa yang sedang kau pikirkan?” God damn! Siapapun bisa tolong hentikan tatapan pria itu? Ji Ra tidak mau mati konyol hanya karena tatapan kyuhyun yang membunuh.

“Bukan apa apa.” Balas Ji Ra. Gadis itu bergidik karena angin malam menerpa kulitnya. Dasar bodoh! ia baru sadar, bajunya kini sangat minim.

“pakailah ini.” Kyuhyun melepaskan jasnya kemudian memberikannya pada Ji Ra. Gadis itu menatapnya heran. Satu hal yang terlupakan. Kyuhyun bisa membuat otak Ji Ra bekerja dengat sangat lambat.

“kau tidak sedang menungguku untuk memakaikannya kan, nona?” Goda Kyuhyun. Ji Ra Mengambil jas itu dan memakainya. Jas Kyuhyun terlalu besar untuk tubuh Ji Ra. Membuat gadis itu tenggelam karena jas kebesaran itu. Ah menggemaskan, pikir Kyuhyun.

“kau terlalu percaya diri.” Ji Ra mendudukan dirinya di tepi pantai, membiarkan kaki basah karena air laut. Sepatu heels yang ia pegang diletakan di sebelahnya. Kyuhyun mengikutinya dan duduk disebalah kanan Ji Ra.

“ini pertama kalinya aku ke pulau ini. Benar-benar menyenangkan.” Ucap Ji Ra dengan ceria. Sesekali ia menghirup udara sambil memejamkan matanya.

“apa kau baru saja mengatakan bahwa aku orang yang pertama kali menemanimu disini?” Kyuhyun menekuk kedua lututnya. Dan melingkarkan kedua tangannya di sekitar lutut.

“well, kau memang orang pertama yang menemaniku disini.” Ucap Ji Ra

“senang mendengarnya. Apa aku juga akan menjadi orang terakhir yang menemanimu?”

“Apa?”

“Aku menyukaimu Ra-ya.” Ya tuhan! Apa Ji Ra salah dengar? Kyuhyun baru saja menyatakan perasaanya. Bagaimana bisa? Mereka bahkan baru bertemu. Atau mungkin Kyuhyun hanya mengodannya? Kyuhyun memang mempunyai sejuta pesona untuk meruntuhkan pertahanan para gadis. Termasuk Ji Ra.

“Apa kau selalu mengatakan itu pada semua gadis?” Tanya Ji Ra.

“Hanya padamu Ra-ya.” Kyuhyun membalas dengan senyum tulus. Tolong dicatat! Senyum itu adalah senyum termanis yang pernah Ji Ra lihat.

“Aku bukan pria yang pandai merangkai kata cinta. Jujur saja, aku sulit untuk merangkai kata-kata yang tepat untukmu.” Ji Ra mengulum senyumnya. Rasanya seperti terbang ke langit.bersama kupu-kupu cantik. Melihat pemandangan bumi dari atas sana. Bahagia. Seperti iulah yang ia rasakan sekarang. Bahagia rasanya mendengarkan kata demi kata yang diucapkankan pria itu. Jantung berdetak dengan sangat cepat. mungkin Kyuhyun bisa mendengar detak jantungnya. Ah memalukan sekali!

“hmm bukan kah ini terlalu cepat? Maksudku, kita bahkan baru beberapa menit yang lalu bertemu.” Ucap Ji Ra ragu. Meski gadis itu senang tapi dalam hati kecilnya, ia sedikit ragu dengan Kyuhyun. Lupakan saja tentang pesona pria itu. Ji Ra memang tidak akan bisa menyangkalnya. Tapi ini masalah hati. Dan dia belum merasa yakin tentang perasaan itu.

“cinta bukan berapa lama kau mengenal seseorang, tapi tentang bagaimana seseorang membuatmu tersenyum sejak kau mengenalnya.” Lihatlah! bukankah tadi pria itu mengatakan kalau ia tidak pandai rangkai kata cinta? Ji Ra rasa Kyuhyun memang tidak pandai tapi pria itu sangat ahli dalam merangkai kata cinta. Bahkan Ji Ra tidak pernah bisa berhenti tersenyum karena ucapan pria itu. Perlahan tangan kyuhyun menggenggam tangan Ji Ra, membuat gadis itu merasa senyaman mungkin berada di dekatnya. Matanya pun tak pernah terlepas dari wajah gadis itu.

“Kau tidak perlu mengatakannya. Senyummu sudah cukup membuatku tahu, kau juga mencintaiku.” Kyuhyun merangkul bahu Ji Ra membiarkan gadis itu menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Mereka terdiam sejenak. Menikmati perasaan aneh yang sedang mengobrak-abrik hati masing masing. Menikmati suara deburan ombak dan angin malam yang cukup dingin. Well, itu sama sekali tidak membuat mereka dingin. Hangat. Itulah yang mereka rasakan saat bersama.

“Kyuhyun.”

“hmm?”

“mengapa kau begitu yakin mengungkapkan perasaanmu padaku? Bagaimana jika aku menolakmu?”

“karena aku tahu, kau juga menyukaiku saat pertama kali melihatku. Apa perlu aku gambarkan bagaimana wajahmu terpana dengan pesonaku?”

“Sialan!”

 

 

The End

 

6 Comments (+add yours?)

  1. Nurul Aini
    May 18, 2016 @ 15:21:44

    asli gue ngebayangin kalo kyu ngungkapin cintanya ke gue hahahahahaha

    Reply

  2. ayumeilina
    May 18, 2016 @ 19:02:55

    “sialan” yeheeeiii !!!!
    Cho Kyuhyun memang mempunyai pesona yg selalu luar biasa 😆😆

    Reply

  3. Hwang Risma
    May 18, 2016 @ 21:00:31

    Haha kyuhyun agak narsis ama sweet gimanaaa gituu, tapi sepertinya mereka cocoklahh 😀 aku suka jalan cerita ff ini, good job kaa^^

    Reply

  4. esakodok
    May 20, 2016 @ 21:51:25

    hahaha…pede tingkat dewa ini si kangmas nya…tp emang bener sie..cho kyuhyun emang cakep

    Reply

  5. yanteuk
    May 30, 2016 @ 10:47:15

    kyu percaya diri banget hahhaha. jira terpesona dengan kebaikan dan ketampanan kyu.

    Reply

  6. sssaturnusss
    Jun 01, 2016 @ 01:42:38

    Dan gue terbang seterbang terbangnyaaaaa ~ hahahaha

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: