Looking for Dorothy

Looking for Dorothy

Looking for Dorothy

By: Joanne Andante Cho

Genre: Romance, Tragedy, Angst, Songfic

Cast: Cho Kyuhyun, Dorothy

Length: Oneshot

Note: Kunjungi andantecho.wordpress.com kalau ada kesempatan. Terima kasih.

 

-=-

Kyuhyun menatap langit-langit ruangannya dengan lelah, lalu membuang napas. Ia menerima telepon dan mendapat laporan yang berbeda-beda, tetapi tak ada satu pun yang membuatnya tenang. Akhirnya, ia menghubungi orang lain dan berbicara dengan keras.

“Aku tidak ingin tahu! Sebelum pagi datang, kalian harus menemukan Dorothy! Jika tidak, aku akan menuntut kalian semua!”

Ia mematikan telepon dengan kasar, lalu menyandarkan diri ke kursi kerjanya.

“Dorothy, kenapa kau pergi tanpa kabar?” desisnya gusar.

Mata pria itu menangkap foto dirinya bersama pria yang nampak lebih muda, terpajang di sudut meja kerjanya. Setengah menghela napas, pria itu meraih foto tersebut dan menatapnya.

“Do Kyungsoo, maafkan aku. Putrimu pergi tanpa kabar lagi.”

-=-

Sepuluh tahun lalu, Kyuhyun baru berusia dua puluh lima tahun. Ia kembali ke panti asuhan tempatnya dulu dibesarkan bersama Do Kyungsoo, sesama anak panti asuhan yang lebih muda satu tahun darinya. Mereka menjemput Dorothy, anak Kyungsoo yang ditinggalkan oleh kekasih pria itu tanpa berita dan cerita. Usia Dorothy saat itu sudah tujuh tahun, membuat Kyuhyun ikut terkejut ketika melihat anak itu pertama kalinya.

“K-kau… ingin menitipkan Dorothy padaku? Kau gila, heh?!” seru Kyuhyun cukup keras di depan panti asuhan. “Aku tidak bisa mengurus anak! Bagaimana kalau aku tak sengaja membuatnya hilang di taman atau tertabrak mobil? Bagaimana kalau aku-”

“Hyung,” panggil Kyungsoo lemas. “Tolong, kali ini saja. Selamatkan aku. Jika aku membawa Dorothy pulang ke rumah, aku tidak akan selamat. Ibu angkatku tidak menyukaiku sejak aku diadopsi ayah angkatku. Sekarang, jika aku membawa Dorothy, ia akan mengusirku dengan mudah.”

“Tapi, Kyungsoo… aku… aku tidak bisa.”

“Hyung, kalau bukan kau, siapa lagi yang bisa menolongku?”

“Kyungsoo, dengar, aku-”

“Hyung…” Kyungsoo jatuh berlutut di hadapan Kyuhyun. “Tolong aku…” dan ia mulai menangis.

Kyuhyun menghela napas keras, melirik Dorothy yang berdiri hanya beberapa meter dari sana. Gadis kecil itu nampak tak mengerti, tetapi siap menangis karena melihat Kyungsoo menangis. Akhirnya, karena tak tega, Kyuhyun menyuruh Kyungsoo berdiri.

“Oke, tak masalah. Dorothy boleh tinggal bersamaku sampai beberapa bulan. Setelah itu, kau harus menjemputnya dan membawanya pulang ke rumahmu sendiri. Kau paham?”

Kyungsoo mengangguk beberapa kali, lalu mengucapkan terima kasih sambil memeluk Kyuhyun. Pria itu menemui Dorothy lagi, mengucapkan salam perpisahan pada putrinya.

“Dua bulan lagi, aku akan datang menjemputmu, Dorothy. Aku akan membeli rumah baru untuk kita. Kau hanya perlu menunggu baik-baik di rumah Kyuhyun. Kau paham, Dorothy?”

Dorothy tersenyum pada Kyungsoo, lalu mengangguk beberapa kali. Setelah itu, Dorothy berpisah dari ayah kandungnya, pria yang meninggalkan sebuah janji tanpa menepatinya. Kyungsoo tak pernah kembali, bukan karena ia ingkar janji, tetapi karena sebuah kecelakaan mengambil paksa nyawanya tanpa kabar dan berita.

-=-

Kyuhyun tidak mengerti alasan Dorothy kabur tanpa memberitahukan apapun padanya. Gadis itu baru tujuh belas tahun, anak kecil yang baru beranjak dewasa tetapi belum bisa disebut dewasa. Pikirannya masih labil, tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Tetapi, Kyuhyun paham betul, usia semacam itu adalah usia paling berbahaya. Terbukti, Dorothy menghilang tanpa kabar saat ia harusnya pulang sekolah dan kembali ke rumah. Ini bukan pertama kalinya memang, tetapi Kyuhyun harus memastikan bahwa ini adalah yang terakhir kalinya.

Suara telepon di meja kerjanya berbunyi sekali, membuat pria itu menjawabnya buru-buru.

“Tuan Kyuhyun,” ujar sekertarisnya pelan. “Ada yang ingin menemui Anda.”

“Di saat seperti ini?” Kyuhyun gusar. “Siapa? Polisi? Hakim? Jaksa?”

“Ehmmm… ini Nona Muda, Tuan.”

“Dorothy?!” Kyuhyun sampai terlonjak dari kursinya sendiri. “Suruh dia masuk!”

“Baik, Tuan.”

Pintu ruangan Kyuhyun terbuka akhirnya, dan seorang gadis muda masuk tanpa rasa bersalah sama sekali, membuat Kyuhyun menggeram melihatnya.

“Dorothy!” seru pria itu marah. “Ini tidak lucu! Aku menghubungi semua kantor polisi di negara ini hanya karena dirimu!”

“Kenapa kau mencariku?”

“Kau?!” ulang Kyuhyun kesal. “Pakai sopan santunmu, Dorothy. Aku ini pamanmu. Ayahmu menganggapku seperti kakaknya sendiri.”

“Paman?” balas gadis itu pelan disertai tawa miris. “Aku tidak ingin kau anggap anak kecil terus, Cho Kyuhyun. Aku tidak ingin kau memperlakukanku seperti anak kecil,” Dorothy menjawab tak peduli sambil mendekati kulkas di ruangan itu.

“Ini tidak lucu!” Kyuhyun berkata dua kali. “Aku cemas, aku takut kau mengalami hal yang buruk. Apa kau pergi bersama pria? Teman sekolah? Pacar?!”

“Santai saja, Paman,” Dorothy mengejek Kyuhyun dengan menekankan kata terakhir. “Aku pergi sendirian. Tanpa teman, apalagi pria. Hatiku terlalu tertutup untuk mereka.”

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi tanpa kabar seperti ini lagi, Dorothy.”

“Lupakan masalahku, Cho Kyuhyun,” gadis itu mengambil minuman kaleng dari kulkas dan membukanya tanpa permisi. “Bagaimana dengan pernikahanmu?”

Kyuhyun langsung muram ketika kata-kata itu keluar dari mulut Dorothy. Pria itu buru-buru duduk di kursinya sendiri, menatap lembar-lembar berkas yang harus diperiksanya saat itu. Tak ada jawaban keluar dari mulut pria itu selain “Aku tidak ingin membahas itu. Kau tahu itu, kan?”

“Kalau kau tak mencintainya, kenapa kau menikah dengannya?”

“Aku sudah bilang-”

“Kau berhutang budi pada orangtua angkatmu, merasa bersalah bila tak menuruti keinginan mereka. Aku sudah tahu,” potong Dorothy cepat. “Kalau bukan karena orangtua angkatmu, kau tidak akan mendapatkan kehidupan yang seperti mimpi ini. Kau akan menjadi yatim piatu selamanya. Tetapi, kau malah diadopsi oleh CEO Black Pearl. Kau tentu saja harus berterima kasih pada mereka.”

“Aku tak ingin membahas pernikahan ini lagi.”

“Maka kau akan menikah dengan gadis pilihan mereka, yang cantik dan kaya raya, serta menguntungkan kedua pihak. Kau terjebak dalam kehidupan yang bukan milikmu, dan tak ingin kau miliki sampai kapanpun, kehilangan kesempatan untuk wanita yang kau cintai.”

“Aku bilang, aku tak ingin membahas ini lagi, Dorothy,” Kyuhyun berkata lebih keras agar gadis itu menurut.

Tetapi, Dorothy tak berhenti mengungkapkan kata-katanya. Gadis itu tetap berbicara.

“Kalau kau tak mencintainya, kau seharusnya menolaknya.”

“DIAM!”

Kyuhyun membentak Dorothy cukup keras disertai suara map melayang dan terbanting ke lantai. Gadis itu benar-benar terdiam kali ini, kaget karena Kyuhyun melempar benda untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, sepanjang kehidupan Dorothy mengenalnya.

“Kau membentakku?” Dorothy berkata tak percaya. “K-kau… membentakku?!” suara gadis itu pun turut meninggi disertai rasa kesalnya. “Kau tidak berhak membentakku! Bahkan ayahku tidak pernah berbicara sekasar itu padaku.”

“Itu karena ia tak pernah membesarkanmu seperti aku!” Kyuhyun balas berteriak. “Itu karena dia terlalu pengecut dan meninggalkanmu padaku! Dia terlalu penakut, dia tak punya percaya diri untuk membesarkanmu. Dia…” kata-kata pria itu terputus saat ia melihat perubahan di raut wajah Dorothy yang nampak terluka.

“Pengecut?” dengus Dorothy sambil tertawa pahit. “Bukankah itu kau? Tak bisa memperjuangkan cintamu, tak bisa memilih orang yang kau cinta, dan tak bisa menolak takdirmu.”

“Aku bukan orang seperti itu.”

“Kalau begitu, buktikan! Batalkan pernikahanmu, dan aku akan tetap tinggal bersamamu.”

“Aku tidak bisa.”

“Kau… kau semestinya tahu alasanku tidak ingin bersamamu lagi dan tak ingin tinggal denganmu lagi,” geram Dorothy dengan mata menyipit. “Aku tidak sudi hidup dengan pengecut sepertimu. Mulai sekarang, apapun yang terjadi padaku, bukan urusanmu lagi.”

Dorothy siap melangkah ke arah pintu ruangan Kyuhyun kalau pria itu tak menghentikannya.

“Diam di tempat, Dorothy. Kita belum selesai bicara.”

“Aku tak akan bicara padamu kalau kau tidak membatalkan pernikahanmu dengan wanita sialan itu, Cho Kyuhyun.”

“Kenapa kau ambil pusing masalah pernikahan ini, Dorothy?!” Kyuhyun berseru frustasi. “Apa kau pikir, aku tidak gila karena ini semua?!”

“Karena aku cinta padamu, Cho Kyuhyun!” Dorothy tak kalah keras berteriak. “Dan aku tahu, kau cinta padaku! Kenapa kau tidak pernah mengakuinya?!”

Keheningan menerpa ruangan itu. Tangan Dorothy bergetar hebat setelah kata-kata pamungkasnya itu. Giginya bergemelatuk dan ia menggigit bibirnya untuk menghentikan gemelatuk itu. Matanya berkaca-kaca, napasnya memburu, hingga akhirnya tetesan bening itu mengucur dari matanya.

“Kau… belum dewasa untuk mengerti cinta. Cinta itu alasan anak kecil, Dorothy. Anak remaja sepertimu mungkin mengutamakan cinta di atas segalanya. Tetapi, orang dewasa sepertiku punya pertimbangan lain,” Kyuhyun berkata datar sambil membuang muka. “Sekarang, kalau kau mau pergi, pergilah. Aku tak akan mencegahmu.”

“Kau tahu, ini lebih menyakitkan lagi. Kau menyakitiku lagi, Cho Kyuhyun.”

Dorothy berlari keluar dari ruangan Kyuhyun, menyisakan Kyuhyun yang menatap pintu dengan kosong. Tangannya mengeluarkan sebuah undangan pernikahan dengan namanya tercetak di sana. Ia berteriak geram, melempar undangan pernikahan itu ke lantai.

“Brengsek,” desis Kyuhyun. “Apa aku tidak berhak bahagia?”

-=-

Kyuhyun pulang ke rumahnya dengan wajah menderita. Ia turun dari mobil dengan tatapan kosong, mengambil tas kerjanya, lalu masuk ke rumah. Tangan kirinya mencoba mengendurkan ikatan dasi yang membelit lehernya.

“Dorothy,” panggil Kyuhyun, berharap gadis itu ada di rumah.

Tetapi, tak ada jawaban apapun dari dalam rumah. Kyuhyun melirik sepasang sepatu biru yang tergeletak di dekat sofa, lantas ia tersenyum kecil.

“Aku tahu kau di rumah, Dorothy,” Kyuhyun mengeraskan suaranya. “Aku bawa coklat kesukaanmu, Dorothy,” imbuhnya sambil berusaha tersenyum.

Akhirnya, karena tak ada jawaban apapun, Kyuhyun memutuskan untuk naik ke lantai dua dan mendatangi kamar Dorothy. Pria itu mengetuk pintu kamar Dorothy, melihat cahaya dari sela-sela lubang kunci.

“Dorothy, aku tahu kau marah. Tapi jangan seperti ini,” ujar Kyuhyun sambil mengetuk pintu kamar gadis itu. “Maafkan aku, Dorothy. Aku memang pengecut. Tapi, bukankah tidak etis bagiku untuk bersama anak dari sahabatku sendiri?”

Tak ada jawaban apapun dari dalam kamar gadis itu. Kyuhyun menghela napas, lalu mengetuk pintu lagi.

“Aku minta maaf kalau aku membuatmu terluka tadi. Maafkan aku, Dorothy.”

Kyuhyun menyentuh gagang pintu, dan membuka pintu kamar itu. Dorothy ada di dalam sana, tiduran di atas kasurnya dan matanya terpejam. Kyuhyun membuang napasnya lagi, lalu mendekati gadis itu.

“Dorothy,” panggil Kyuhyun. “Bangunlah. Aku tahu kau baru tidur.”

Tangan Kyuhyun bergerak ke bahu Dorothy, lalu mengguncangkannya pelan. Tak ada reaksi apapun dari gadis itu. Hal ini membuat Kyuhyun panik. Kyuhyun duduk di kasur dan mengguncang Dorothy lebih keras.

“Dorothy! Bangun! Dorothy! Dorothy!”

Mata Kyuhyun menangkap sebuah botol obat putih di meja nakas Dorothy. Ia meraihnya dan melihat tulisan di sana. Mata Kyuhyun membesar, apalagi setelah mendapati botol itu kosong tanpa isi apapun, pertanda Dorothy menghabiskannya dalam sekejap.

“D-dorothy…” tangan Kyuhyun gemetar hebat dan bibirnya memucat. “Dorothy…” ia mulai menangis dan menyentuh tangan Dorothy. “B-bangunlah… jangan seperti ini… Kita b-bisa bicara baik-baik, kan?”

Dan tangis Kyuhyun pecah seketika. Pria itu memeluk tubuh dingin Dorothy kuat-kuat sambil menangis keras.

“Dorothy… kenapa kau seperti ini, Sayang?” ujar Kyuhyun tersedu. “Kenapa… kau tak punya sedikit saja rasa untuk tetap tinggal bersamaku? Aku mencintaimu, Dorothy. Lebih dari apapun di dunia ini,” Kyuhyun berujar lagi sambil terisak-isak. “Tapi aku terlalu pengecut! Aku malu bila hubungan kita dipergunjingkan orang-orang nantinya. Aku takut bahwa dunia akan menentang kita. Aku takut. Aku takut. Aku… ini salahku… maafkan aku… Dorothy… Dorothy… Dorothy… Maaf… Maaf… Maafkan aku…”

Tetapi sia-sia. Semua ucapan Kyuhyun hilang bersama angin. Kematian tetaplah kematian. Tak ada orang hidup kembali sesudah nyawanya hilang.

-=-

Kyuhyun menatap pusara yang belum mengering itu. Matanya bengkak, terlalu banyak menangis selama dua hari terakhir. Bibirnya pucat pasi, kurang makan dan kurang minum. Relasi dan kawan-kawannya silih berdatangan, mengucapkan rasa belasungkawa dan menghibur Kyuhyun. Tetapi Kyuhyun hanya mengiyakan di luar saja. Dalamnya, ia masih hancur tanpa menemukan cara untuk menyatukan dirinya lagi.

“Kau tahu, seharusnya aku menikah minggu depan,” ujar Kyuhyun pada nisan coklat tua di hadapannya yang bertuliskan nama Dorothy. “Tapi kau mengagalkan pernikahan ini. Kau memang hebat,” ujar Kyuhyun dengan sinis dan penuh luka dalam tiap kata-katanya. “Apa kau senang sekarang? Apa kau senang sekarang, Dorothy?! Jawab aku!”

Air mata Kyuhyun mengalir deras seperti sumber air yang tak pernah mengering. Ia jatuh berlutut di tanah, tak peduli kalau jas yang ia pakai mulai kotor. Hujan turun tanpa kabar dan berita, membuat Kyuhyun basah kuyup.

“Anak nakal,” desis Kyuhyun. “Kau pergi dan pulang sesuka hatimu. Apa kau pikir… aku ini lelucon?” Kyuhyun terisak-isak sambil memegang nisan Dorothy. “Apa kau pikir… ayahmu senang kalalu kau seperti ini?! Kenapa kau sama saja dengan ayahmu?! Kau pergi dan tak kembali lagi, persis seperti dia. Kau tahu itu?! Berhentilah seperti itu, Dorothy!”

Tangis Kyuhyun bercampur dengan hujan yang semakin deras. Pria itu terus terisak-isak, lalu menjerit seperti orang gila yang tak punya daya.

“Kau… apa kau tak bisa kembali? Aku… akan mencarimu sampai ke ujung dunia sekalipun jika kau tak bisa kembali, Dorothy. Aku bersumpah. Jadi, jangan takut. Kau tak akan sendirian. Aku janji. Hatiku akan selalu menjadi rumahmu. Kau tahu itu, kan?” bisik Kyuhyun pelan.

Pria itu berdiri dengan tertatih-tatih, lalu kembali ke mobilnya. Matanya masih menatap nisan Dorothy dengan tidak rela dari jendela. Akhirnya, dengan sisa-sisa tenaga, pria itu menyalakan mobilnya dan mulai meninggalkan tempat pemakaman.

“Kau tahu, aku tak percaya bahwa kau sudah tak ada,” gumam Kyuhyun sedih.

Matanya basah lagi, mengaburkan pandangannya. Kepalanya terlalu pusing, dan otaknya tak bekerja sebagaimana semestinya. Ia tak tahu bahwa mobilnya sudah pindah jalur ke arah sebaliknya. Kyuhyun tak melihat sebuah truk berkecepatan tinggi berlari ke arahnya. Yang terakhir ia lihat adalah sebuah cahaya menyilaukan menembus hujan, dan Dorothy nampak di sana. Lalu semuanya berakhir.

-=-

‘Aku… akan mencarimu sampai ke ujung dunia sekalipun jika kau tak bisa kembali, Dorothy. Hatiku akan selalu menjadi rumahmu. Kau tahu itu, kan?’

‘Ya, aku tahu.’

-End-

7 Comments (+add yours?)

  1. jungyoohee
    May 21, 2016 @ 11:01:09

    Kenapa jadi serem gini?? Hahaha, tpi great story kok..

    Reply

  2. jungyoohee
    May 21, 2016 @ 11:01:36

    Kenapa jadi serem gini?? Hahahha, tpi overall great story kok..

    Reply

  3. Nikyu
    May 21, 2016 @ 20:47:53

    Yah mati dua2nye elah.

    Reply

  4. Laili
    May 24, 2016 @ 14:43:54

    Nyesek duh… dua2nya meninggal. Namanya lucu deh Dorothy. Nice story…<3 Love it..!!

    Reply

  5. Oyis Cho
    May 29, 2016 @ 21:57:29

    Percaya Dorothy akan pulang?
    Kyu ??? Kau ini akan menunggu Dorothy ke 2 apa nunggu Dorothy sang hantu, hah!?

    Semangat ^^

    Reply

  6. sssaturnusss
    Jun 01, 2016 @ 02:28:47

    ‘Ya, aku tahu.’

    Ngedadak merinding eyyyyy😦

    Reply

  7. Bo ah
    Jun 09, 2016 @ 06:12:26

    Good story !🙂
    Ending nya agak sereem, bikin merindiingg..
    Good job author-nim

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: