Coming Soon

large

Coming Soon

Author : Bimil Chingu

Cast : Yesung | Ji Sun

Genre : Romance

Length : Oneshot

 

***

 

Ji Sun tiba di tempat tinggalnya sekitar pukul Sembilan malam. Gadis yang menggelung rambutnya seperti nanas itu melepas sepatu tanpa kerepotan menggunakan tangannya setelah masuk ke dalam. Hal pertama yang Ji Sun dapati ketika masuk ke dalam adalah sepasang sepatu pria dan TV yang menyala dengan volume keras. Layar datar yang ia taruh di sisi ruang utama flatnya itu sedang memutar acara music.

“Sudah pulang?” suara berat yang amat sangat Ji Sun kenali menyapanya. Yesung muncul dari arah dapur lengkap dengan celemek marun yang melindungi tubuh bagian depannya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Ji Sun sembari melepas mantelnya.

“Aku mampir, ah tadi aku juga sempat mampir membelikanmu sup ikan pedas,” balas Yesung.

Ji Sun mengamati keadaan flatnya yang tampak bersih dan beberapa peralatan kerjanya tersusun rapi pada tempatnya. Seingatnya tadi pagi sebelum berangkat kerja ia meninggalkan ruangan itu dalam keadaan berantakan. Seketika bahunya melorot.

“Ada apa?” Suara Yesung terdengar khawatir.

Yesung mendekati Ji Sun yang tiba-tiba tampak murung. Telapaknya menyentuh pipi gadis yang berstatus sebagai kekasih rahasianya itu –demi karirnya dan kenyamanan Ji Sun.

“Ada apa, hm?” Yesung mengulangi pertanyaannya lebih lembut. Matanya menyelami karamel madu yang seminggu belakangan ia rindukan.

“Kau ini bukan pembantuku, kenapa selalu merapikan rumahku. Kalau eomma tahu dia pasti akan mengomeliku karena tak becus mengurus diri sendiri.” Bagi Yesung Ji Sun sekarang tidak sedang mengomelinya, lebih tepatnya sedang merengek.

“Tidak apa-apa, tidak akan aku adukan pada eommonim,” kata Yesung.

“Tetap saja, kau membuatku merasa tak bisa mengurus diri sendiri.”

“Bukan begitu maksudku. Lagi pula aku juga tak keberatan melakukannya. Tadi aku datang sejak sore dan tak ada kegiatan jadi aku membantumu merapikannya sedikit. Sudah sana pergi mandi lalu makan, akan ku panaskan sup mu.” Yesung meninggalkan Ji Sun yang mencebik ke arahnya.

Sungguh dulu Ji Sun sangat bermimpi memiliki pasangan seperti Yesung. Pria yang hangat, sabar, memahaminya dan menerima segala kekurangan tidak hanya kelebihanya. Dan sekarang mimpinya terwujud meskipun bukan dalam hubungan yang wajar, maksudnya mereka harus menyembunyikan hubungan dari public karena profesi Yesung sebagai public figure. Dan Ji Sun sudah menyiapkan mental dengan konsekwensi terburuk yang mungkin akan mereka hadapi jika hubungan mereka terbongkar.

Dua puluh menit kemudian Ji Sun keluar dari kamar dengan rambut setengah kering. Setelan jeans dan bluse sudah diganti dengan celana training dan kaos santai. Ji Sun bergabung di meja makan dengan Yesung yang sedang sibuk dengan kertas dan earphone di telinganya. Kepala pria bermata sipit itu mengangguk-angguk dan terdengar sesekali bergumam melantunkan nada-nada.

“Kau tidak makan?” Ji Sun menginterupsi kegiatan Yesung. Dia pusing sendiri melihat kepala kekasihnya mengangguk-angguk.

“Aku sedang makan,” Yesung menunjuk satu cup yogurt di atas meja.

Ji Sun mencebik, yang gadis itu maksud adalah makan dengan nasi dan sayur yang membuatmu kenyang. Ia tahu kalau kekasihnya itu harus menjaga pola makan agar tubuhnya tidak membengkak, katanya. Sungguh, dia yang seorang gadis saja tak pernah memperdulikan jenis makanan yang masuk kedalam perutnya.

“Pria itu jelek kalau kurus, kau harus makan. Beberapa sendok tidak akan membuatmu menggelinding seperti bola.”

“Yes Mom,” canda Yesung.

“Terserahlah, kau memang besar kepala.”

“Maksudmu keras kepala.”

“Eoh, ya itulah.”

Yesung mengamati kekasih tiga tahun lebih mudanya yang lahap menyantap sup ikan pedas. Kedua tangannya bentumpu di atas meja, bibirnya melengkung. Ia merasa bahagia memiliki Ji Sun. Meskipun kadang ia merasa bersalah karena jarang sekali mengajak gadis itu keluar untuk sekedar jalan-jalan layaknya sepasang kekasih pada umumnya. Ji Sun memang tidak pernah protes untuk semua itu, tapi ia pernah sekali memergoki gadis itu menatap iri pada sepasang kekasih saat di Mouse Rabbit café keluarganya. Dan saat itu Yesung berjanji ia akan memberikan kencan dengan caranya sendiri, setidaknya sampai nanti ia bisa memperkenalkan Ji Sun di depan public.

“Aku tidak pernah melihatmu berdandan saat aku di sini,” kata Yesung.

“Aku akan berdandan jika kau mengajakku keluar,” balas Ji Sun disela kegiatanya mengunyah.

“Maaf,” kata Yesung menyesal. Seharusnya ia sadar akan hal itu.

“Ah, itu.. kau tidak perlu minta maaf. Aku hanya bercanda, hehe..” Ji Sun merasa bodoh karena jawaban spontanya tadi. Ia juga tahu kalau hal itu sangat tidak memungkinkan. “Besok kalau kau ke sini lagi aku akan berdandan,” imbuhnya mencoba menghibur.

“Tidak apa-apa. Tadi aku juga bercanda.”

Untuk sesaat suasana menjadi canggung. Yesung lebih memilih menyendok yogurtnya yang tinggal separoh. Begitu juga dengan Ji Sun yang kembali menyantap supnya. Kadang hal kecil akan membuat mereka saling merasa bersalah.

Setelah mereka selesai makan malam Yesung pindah ke ruang TV yang menjadi satu dengan ruang tamu. Karena flat Ji Sun hanya memiliki satu ruangan luas yang di gunakan sebagai ruang tamu, TV dan ruang kerja, ruang makan mejadi satu dengan dapur minimalis, satu kamar dan satu kamar mandi di sebelah dapur. Ji Sun menyusul Yesung dengan toples berisi macaroni di pelukannya. Ia menyenderkan kepala pada bahu kekasihnya yang seorang penyanyi itu. Acara music sudah berganti dengan serial drama. Saat ini masyarakat sedang demam Descendants of the Sun drama yang di bintangi Song Jong Ki dan Song Hye Kyo.

“Kenapa semua lagu kalian selalu melankolis seperti itu, punya Kyu Hyun juga,” tanya Ji Sun. Sejak tadi sebenarnya ia tak terlalu memerhatikan drama itu, Ji Sun lebih suka mendengar suara Yesung. Kekasihnya sedang berusaha keras mempersiapkan album solo pertamanya setelah sepuluh tahun debut sebagai penyanyi grub dengan Super Junior. Yesung itu terhitung sabar, meskipun dua dongsaengnya telah mengeluarkan album solo terlebih dahulu ia tak keberatan dan merasa iri.

“Kebanyakan penyanyi ballad memang akan memilih genre seperti iu, karena perasaan mereka akan lebih mudah tersampaikan kepada pendengar,” terang Yesung. Ji Sun mencebik, gadis itu memang tidak paham dengan dunia music yang di gilai kekasihnya. Ji Sun lebih tertarik dengan tren Fashion yang selalu membuatnya meletup-letup.

“Seandainya, ini seandainya ya,” Ji Sun melirik kearah Yesung yang memberikan atensinya. “Seandainya albummu tidak terlalu diterima seperti milik Kyu Hyun, kau bagaimana?” sambungnya hati-hati.

“Emm, aku tidak apa-apa. Semua sudah berusaha dan bekerja keras. Aku akan tetap berterimakasih pada tim produksi dan orang-orang yang selalu mendukungku.” Yesung tersenyum setelah menjawabnya yang di tanggapi anggukan Ji Sun.

Kepalanya mendongak saat Yesung mulai bernyanyi lebih jelas, mengamati cara kekasihnya melantunkan tiap syair membuatnya terpesona. Yesung menggeser posisinya menghadap Ji Sun tanpa berhenti bernyanyi. Gadis itu tenggelam ke dalam obsidian milik Yesung, seolah-olah pria itu sedang berusaha menyampaikan perasaanya lewat nyanyian.

“Kau orang pertama yang mendengar lagu ini,” kata Yesung setelah mengakhiri nyanyiannya.

Mereka sama-sama terdiam saling memandang dan saling bertukar senyum hangat. Setengah menit kemudian mereka terlarut dalam pagutan mesra. Jemari Yesung terselip diantara helaian rambut bergelombang Ji Sun, sedangkan telapak gadis itu menyentuh lembut permukaan rahang tirus kekasihnya. Beberapa kali Yesung menyesap kuat bibir bawah Ji Sun menyalurkan rasa rindu karena pekerjaan yang membuat mereka jarang bertemu.

“Pulanglah,” kata Ji Sun setelah pagutan mereka berakhir.

“Kau, mengusirku?” Yesung mengamati gadisnya yang sedang menggulung bibirnya sendiri, bermaksud menghilangkan lembab sisa pagutan mereka.

“Aku tidak mau diomeli menegermu yang galak itu karena membiarkan artisnya tidur di sofa dengan kaki menekuk,” terangnya.

“Kalau begitu kita bisa berbagi ranjang.” Yesung tersenyum penuh jail.

“Dalam mimpimu.”

Mereka kembali mencecap setelah Yesung menarik Ji Sun dalam pelukanya.

 

-THE END-

 

Waiting For Yesung’s Solo Debut

Fighting ^^p

15 Comments (+add yours?)

  1. keunin
    May 22, 2016 @ 19:52:35

    “seandainya, ini seandainya ya. kalo beneran yesung udah punya pacar seperti di ff ini gimana?”

    “Emm, aku tidak apa-apa.” wkwkwkwk

    so sweet banget ih manis

    Reply

  2. Cloudy
    May 22, 2016 @ 20:24:06

    Sudah rilis, lalu bagaimana?

    “Semua sudah berusaha dan bekerja keras. Aku akan tetap berterimakasih pada tim produksi dan orang-orang yang selalu mendukungku.” Yesung tersenyum.

    Gwaenchana, aku akan selalu memberimu banyak cinta YeSungie

    Reply

  3. ShikshinCloud
    May 22, 2016 @ 22:26:40

    punya pacar model yesung disini mah kadang bikin kita ngerasa gagal jadi cewe ya, lebih apik dan rajin bersih2. Tipe yg kalo putus bakal diungkit-ungkit terus sama mama 😄
    manis banget cerita nya..
    agak sedih aja kalo reality nya album yang sepuluh tahun ditunggu-tunggu kurang diterima dengan baik 😢
    We still proud of him anyway

    ditunggu karya selanjutnya ya author 😉

    Reply

  4. ayumeilina
    May 23, 2016 @ 16:25:12

    Jarang banget ada FF Yesung…
    Sekali ada, keren gini. Ceritanya pas ringan aja gitu buat di baca..
    Semangat authornim 😆😆

    Reply

  5. 3424Joo
    May 23, 2016 @ 18:43:31

    “kau orang pertama yang mendengar lagu ini” auw…
    senengnya jadi kekasih Yesung, sayang cuma bisa kencan indoor

    Reply

  6. ghefirasaras010298
    May 25, 2016 @ 15:07:27

    Singkat tapi manis. Apalagi endingnya. Ya ampun Yeye, otaknya kenapa mesum begitu? Hahaha. Nggak bakal dikasih izin sama Ji-Sun kan :p

    Reply

  7. sssaturnusss
    Jun 01, 2016 @ 03:10:03

    Ah manis T_T hahahahahaha sialan memang yaaaaa .. Aku senyum senyum gila bacanya wkwkwkwk Yesung itu bias aku hello ~ selama ini yg aku baca selalu ff Kyuhyun. Karna ff dia selalu sampe feelnya ke hati akuuu .. Tapi, ini aku bener-bener ngena dan aku bayangin itu aku sama Yesung loh beneran hahahaha ini authornya banyak ff Yesung ngga ? Punya blog kah ?? Aku dengan senang hati mau baca FF milikmu dengan cast Yesung ;;)

    Reply

  8. jinheeya
    Jul 03, 2016 @ 21:56:30

    Gimana ya? Aku senyam-senyum terus pas baca cerita ini… T-T eottokhae???

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: