Bidding On A Date

d

.

IJaggys

.

I can’t help but eat a cigarette.

.

.

“As a kid, I bought candy cigarettes at the comic book shop and now, whenever I even see a comic book, I can’t help but eat a cigarette.” Lee Donghae mengakhiri kisah konyolnya dengan tawa semenawan mungkin. Ini bukanlah hal yang biasa dia lakukan, menarik perhatian wanita dengan senyumannya.

Dia tidak perlu menarik perhatian wanita, karena Tuhan telah memberikannya wajah porselen—itu hanya ungkapan. Wajahnya memiliki garis yang sempurna dan tegas, tapi dia lebih suka menyebut wajahnya sebagai porselen. Tidak ada wanita yang menolaknya.

Tapi tidak termasuk wanita di hadapannya detik ini. Wanita itu berambut coklat nilon, dia mengenakan jumpsuit dari Isabel Marant—dan purse dari Aigner. Satu tangannya memegang batang lollipop Willy Wonka. Dia tidak terlihat terhibur dengan kisah konyol darinya.

Dia mengenal Han Cheonsa sekitar empat hari yang lalu, di Manhattan. Wanita itu tidak tertarik sama sekali dengannya. Mendapatkan wanita itu berkunjung ke apartemennya di Soho—adalah cerita yang berbeda.

Mereka bertemu disebuah acara galang dana untuk charity. Donghae adalah seorang fundraiser yang dermawan, dia lebih suka menyebut dirinya sebagai philanthropist. Acara itu dipenuhi oleh lelang, tapi jenis leleang yang berbeda. Kali ini puluhan wanita cantik kelas atas dengan rela menjadi objek lelang untuk menjadi teman kencan selama satu hari penuh bagi siapapun yang berhasil menawar mereka dengan harga tertinggi—dimana semua dana yang terkumpul langsung disumbangkan untuk keperluan charity.

Ketika melihat wanita berambut nilon itu berdiri di atas panggung, dia tahu bahwa dia harus mendapatkan wanita itu dengan cara apapun. Dia bahkan rela mengeluarkan kepingan ribuan dollar dari kertas ceknya hanya untuk mendapatkan kesempatan berkencan dengan wanita kalangan atas yang datang dari Park Avenue.

“Anyway, can I get you something for dinner? Maybe a large pizza or Chinese takeouts?”

Oh persetan dengan kompetisi didalam dirinya bahwa dia akan berhasil membawa Cheonsa ke atas ranjangnnya malam ini. Dengan jelas dia melihat bahwa wanita itu benar-benar tidak tertarik dengannya, dan dia berada disini hanya karena memenuhi kewajibannya untuk berkencan dengannya selama satu hari—dimana Han Cheonsa datang enam jam lebih telat dari yang telah ditetapkan.

“I’ll have an ice water and a lettuce wedge.” Dari nada bicaranya Cheonsa terdengar sedikit jengkel. Mungkin dia membayangkan dinner mewah di Bergdorf, selain pizza dan makanan oriental.

Berhasil membaca situasi dengan cepat, akhirnya Donghae mengambil kunci mobil Aston Martin-nya dan bergerak membukakan pintu apartemennya untuk Cheonsa yang dia yakin bahwa ini akan menjadi kunjungan pertama dan kunjungan terakhir dari wanita nilon itu.

Namun langkah mereka terhenti ketika mata Cheonsa terpaku ke seekor anak anjing berwarna coklat, yang berjalan keluar dari kamar Donghae. Mata Cheonsa melebar dengan tidak percaya, dia lalu memberikan tatapan penuh intimidasi untuk Donghae.

“So you have a dog?”

Oh, dia bersumpah bahwa Badda keluar dalam waktu yang sangat tidak tepat.

“Oh I’m sorry. I don’t know if you overly—“ Perkataan Donghae terputus ketika dia melihat Cheonsa dengan antusias membawa Badda ke dalam pelukannya. Dan untuk pertama kalinya Han Cheonsa tersenyum ke arahnya—ralat ke arah Badda.

“Well maybe I prefer Chinese takeouts—and your dog will joining us tonight. Anyway can I keep your dog for the rest of the night?”

Donghae berdiri disana dengan tidak percaya, satu tangannya masih menggenggam kunci Aston Martin-nya. Kini dia melihat Badda, anjingnya yang sangat beruntung berada di dalam pelukan wanita yang dia puja.

“Sure thing did—“

Kecupan singkat di wajahnya, berhasil membuat Lee Donghae kehilangan keseimbangannya. Dia menatap Han Cheonsa yang masih sibuk bermain dengan Badda, sebelum sebuah senyuman terpatri di wajah porselennya.

Kini dia bisa membayangkan bahwa kencan malam ini akan berakhir dengan Cheonsa di dalam pelukannya di atas ranjang, dan ini jelas bukanlah kencan terakhir mereka—Karena Badda baru saja menyelamatkan kisah percintaannya dengan Han Cheonsa.

“God bless you, Badda.”

.

.

-FIN-

.

.

.

 

15 minutes ficlet. I guess just want this blog running with dialy updates. Comments are greatly appreciated!

Personal Blog: https://beckhamlovesbadda.wordpress.com/

Twitter: @IJaggys

xo

IJaggys

2 Comments (+add yours?)

  1. Laili
    May 24, 2016 @ 14:45:11

    Untung ada anjingnya Donghae. Selamet dah…
    Good job, kak…!!

    Reply

  2. ayumeilina
    May 24, 2016 @ 20:28:55

    pasangan normal biasanya “cinta itu dari mata turun ke hati”
    klo Hae sama Cheonsa “cinta itu dari Badda naik ke Donghae” 😆😆😆😂😂😂😂

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: