8 O’clock

Super-Junior-Kyuhyun

Author                    : Mrs. C

Title                          : 8 O’clock

Cast                          : Cho Kyuhyun, Choi Hyo Jin (OC)

Genre                      : Romance, AU

Rating                     : PG-15

Length                    : Ficlet (971 Words)

 

Just a ficlet that i wrote after a long meditation of how pathetic my life is.

Happy Reading..

 

***

Jam delapan malam. Aku sudah melakukan dua operasi besar sejak jam delapan pagi, lalu menerima pasien yang hendak melakukan check up rutin sampai jam tujuh tadi. Antrian pasien tidak sebanyak hari biasanya, dan seharusnya aku sudah di rumah sekarang. Atau di bioskop, menonton film terbaru, sendirian.

 

Empat puluh lima menit yang lalu aku menerima telepon di ruang kerjaku untuk menggantikan Changmin yang ibunya baru saja meninggal. Changmin meninggalkan tiga pasien terakhirnya malam ini, dan aku harus menggantikan posisinya. Kenapa harus aku? Aku tidak tahu. Mungkin karena aku pernah menjadi dokter umum bertahun-tahun sebelum aku menjadi dokter spesialis paru-paru? Atau mungkin karena ayahku adalah pemilik rumah sakit ini? Aku tidak tahu.

 

Masih ada satu orang pasien lagi menunggu di luar. Seorang perawat memberikan kertas berisi data pasien, lalu menanyakan apa dia sudah bisa memanggil pasiennya masuk atau belum. Aku mengangguk pelan, lalu meregangkan tubuhku sebentar.

 

“Nyonya Choi Hyo Jin, silahkan masuk,” Suara perawat itu seperti timbul tenggelam di gendang telingaku. Timbul karena kenyataan dan tenggelam bersama kenangan-kenangan SMA yang datang lagi. Sudah lima belas tahun, sialan.

 

Aku tidak biasanya mengingat-ingat seseorang. Tetapi anehnya aku masih sangat ingat dengan suara dan wajah pasien terakhirku yang masuk ke dalam ruang periksa malam ini. Benar-benar khas Choi Hyo Jin. Dulu kami pernah menjadi sepasang kekasih sebelum aku memutuskan untuk kuliah di Cambridge.

 

“Eo? Cho Kyuhyun?” Dia tersenyum senang ketika melihatku.”Astaga! Sudah berapa lama kita tidak bertemu?”

 

Aku ikut tersenyum. Hyo Jin selalu ceria dan banyak bicara. Aku tidak menyangka sifatnya masih terbawa-bawa sampai sekarang. Mungkin kalian penasaran kenapa Hyo Jin bisa menjadi kekasih seorang Cho Kyuhyun yang pendiam. Sayangnya aku hanya bisa memberikan jawaban tidak memuaskan seperti ‘hanya Tuhan yang tahu’ atau semacamnya.

 

“Um… Seingatku lima belas tahun yang lalu?” Kataku sambil duduk, diikuti Hyojin yang duduk di depanku. Wajahnya tiba-tiba menjadi tak terbaca, dan senyumnya terlihat hambar.

 

“Ya. Lima belas tahun lalu. Di bandara jam tiga pagi. Aku ingat semuanya sekarang.”

 

Sial. Aku hanya bisa berharap dia tidak lagi mengungkit-ungkit keputusan egoisku. Dan ternyata setelah beberapa lama kami diam, dia tidak melakukannya.

 

Berusaha menjadi profesional, aku memasang kaca mataku, lalu mengambil penaku dari atas meja. “Jadi, apa yang membuatmu datang ke sini?”

 

“Beberapa hari ini aku pusing. Sedkit demam, dan tenggorokanku sakit.”

 

“Silahkan berbaring. Aku akan memeriksamu sebentar.”

 

“Kyuhyun-ah… Pasti kau sangat senang sudah menjadi dokter seperti sekarang. Dan… oh lihatlah… Kau semakin tampan dengan baju putih dan stetoskop ini. Aku rasa banyak pasien yang jatuh hati kepadamu.” Hyo Jin yang asal bicara. Tidak berubah.

 

Aku hanya tersenyum simpul, lalu memasangkan stetoskop ke telinga untuk memeriksa detak jantung, pencernaan, dan pernafasannya. Kedengarannya mungkin bodoh. Tapi diam-diam aku berharap jantung Hyo Jin berdetak lebih cepat dari yang seharusnya.

 

Tapi ternyata tidak.

 

“Tolong buka mulutmu dan julurkan lidahmu.”

 

“Eiha hanga eah kan? Aoaeku kauh.” Aku tertawa ketika mendengarnya berbicara sambil membuka mulutnya lebar-lebar dan menjulurkan lidahnya.

 

“Diamlah dulu, Choi Hyo Jin.” Kataku.

 

Beberapa saat kemudian setelah aku selesai, aku menyuruhnya turun dan kembali duduk di kursinya tadi.

 

“Tadi aku ingi bertanya, tenggorokanku terlihat sangat merah kan? Amandelku kambuh.”

 

“Ya. Amandelmu kambuh. Juga radang tenggorokan, serta batuk dan pilek ringan. Istirahat satu dua hari seharusnya cukup. Tidak perlu banyak obat, minum air hangat dan jangan makan makanan yang berminyak untuk sementara waktu.”

 

Hyo Jin mengangguk anggukkan kepalanya. “Ngomong-ngomong kau belum menjawab pertanyaanku. Bagaimana perasaanmu menjadi dokter?”

 

“Tentu saja aku merasa senang karena mimpiki tercapai. Merasa lelah juga karena kadang harus pergi pagi dan pulang pagi karena operasi beruntun. Tapi aku senang bisa membantu orang-orang.”

 

“Mmmm… Aku ikut senang kalau begitu. Air mataku tidak sia-sia.” Katanya. Aku ingin bertanya sebanyak apa dia menangis saat aku pergi dulu, tapi dia segera memusnahkan keinginan itu saat dia bertanya lagi, “Bagaimana dengan anakmu? Kau pasti sudah memiliki istri yang cantik dan anak-anak yang pintar ‘kan?”

 

Aku diam. Tanganku bergerak menulis resep, atau lebih tepatnya mencari pengalih perhatian. Tapi rasanya pertanyaan blak-blakan Hyo Jin tidak bisa kuanggap lelucon atau angin lalu.

 

“Tidak ada.”

 

“Oooh… kau baru menikah? Sebaiknya kau segera memiliki anak, Kyuhyun.”

 

“Tidak tidak. Aku juga belum menikah.”

 

Hyo Jin terdiam. Aku rasa dia merasa bersalah karena dengan otomatis tangannya terangkat dan memukul-mukul pipinya pelan. Tidak berubah. “Maaf. Aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu. Aku hanya…-“

 

“Tidak apa-apa. Aku memang tidak berencana untuk menikah dan mempunyai anak. Tidak untuk saat ini. Toh aku tidak bisa begitu saja menikah tanpa menemukan perempuan yang memang jadi jodohku.”

 

“Ya. Itu benar.”

 

“Ini resepnya. Apotik ada di lantai satu di dekat kantin. Kau bisa menebusnya di sana dan menyelesaikan pembayaran periksanya di ujung lorong ini.” Kataku sambil berdiri.

 

“Baiklah. Aku pulang dulu. Sampai bertemu lagi.”

 

“Ya. Cepatlah sembuh.”

 

“Eo. Gomawo.” Hyo Jin berjinjit. Tangan kanannya merangkul leherku lalu memelukku, dan mengecup pipiku. Hyo Jin yang spontan dan sangat suka skinship. Tidak berubah.

 

Aku tidak menjawab apa-apa lagi sampai Hyo Jin membuka pintu ruang periksa, dan aku mengantarnya ke luar ruangan. Lalu aku mendengar teriakan ‘Eomma’ dari kejauhan. Seorang anak kecil berlarian ke arah Hyo Jin. Diikuti seorang laki-laki yang aku tidak perlu perjelas lagi statusnya.

 

Pintu masih terbuka saat Hyo Jin menggendong anak kecil itu, dan anak itu bertanya, “Eomma, kenapa lama sekali? Aku lapar. Ayo makan nasi!”

 

Lalu Hyo Jin menjawab, “Eo? Kau ingin nasi? Geurae. Ayo kita pergi!!” Hyo Jin berjalan di samping laki-laki tadi. Dia menoleh, lalu melambaikan tangannya sambil tersenyum padaku. Aku tersenyum dan mengangkat tangan untuk membalas lambaiannya.

 

Aku kembali masuk ke dalam ruang periksa, lalu menutup pintunya.

 

Aku merasa lega karena tidak balas memeluk pinggangnya dan memintanya untuk tinggal lebih lama lagi tadi.

 

Karena kalau tidak, mungkin yang aku dapat hanya penolakan dan air mata.

 

 

THE END

 

 

 

 

 

 

“Aku ingin menangis saat tahu dia belum menikah dan mempunyai anak.Karena kalau aku menunggu lebih lama lagi, lebih sabar, dan lebih teguh lagi sampai hari ini tiba, mungkin saat ini aku bisa bahagia bersamanya. Bersama Cho Kyuhyun.” – Choi Hyo Jin.

 

-END- 

n.b. : thank you so much udah baca

XOXO

 

 

11 Comments (+add yours?)

  1. CHOcolate
    May 25, 2016 @ 12:45:11

    (Y) Keep wriittting author-nim ^^

    Reply

  2. sophie
    May 25, 2016 @ 16:58:32

    Emang blom jodoh x buu,,

    Reply

  3. esakodok
    May 26, 2016 @ 14:27:02

    sedih..tp mau gimana pagi..kalo memang g jodohhh…

    Reply

  4. ghefirasaras010298
    May 26, 2016 @ 15:16:09

    Hyo-Jin nya nyesel nih udah nikah duluan? 😂😂😂

    Reply

  5. vey
    May 27, 2016 @ 05:45:08

    wowww…penyesalan emang dateng belakangan..sedih jg baca endingnya..

    Reply

  6. Fafairfa
    May 27, 2016 @ 09:29:38

    Sukses bikin galau laaahhh~

    Duuh note dari choi hyo jin bikin nyeeessss~

    Itu artinya memang kyuhyun dan hyo jin tidak bisa bersama

    Aaahhh..welcome back authornim~ Mrs.C ^^
    Kangeeen lhoo sama cerita dari authornim, ditunggu cerita yg menyetuh dan sweet nya :*

    Reply

  7. vhiy zaza
    May 27, 2016 @ 13:29:29

    ah kalian belum berjodoh cho

    Reply

  8. ayumeilina
    May 27, 2016 @ 16:47:11

    ya ampun sakit banger baca kata2nya yang terakhir. sakit banget 😢😢😢
    ini pendek tapi keren pake banget.
    bikin lagi dong 😆
    semangat buat authornim 😎

    Reply

  9. Oyis Cho
    May 29, 2016 @ 22:05:24

    Ciee .. Yang punya sedikit perasaan menyesal.. Heakk.. terlambat atuh neng :’v

    Reply

  10. sssaturnusss
    Jun 01, 2016 @ 18:48:31

    Ya tuhaannn sebenernya mereka saling cinta .. Cuma emg bukan jodoh 😦 sedih akuuu huhuhu

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: