THE REGRET [3/?]

Yoon's Corner

“THE REGRET” [Part 3]

 

Author : AngeLody’17 (@melody_choi97)

 

Title : “The Regret”

 

Main Cast :

  • Kim So Eun (Aktris) as Lee Hana
  • Lee Donghae (SUJU)
  • Cho Kyuhyun (SUJU)

 

Cast :

  • Lee Eunhyuk (SUJU)
  • Kim Jongwoon (SUJU)
  • Choi Yieun (OC)
  • Shim Changmin (DBSK)
  • Another Cast~

 

Genre : Romance, Sad, Angst, Conflict, Drama, Family, etc…

 

Lenght : Chaptered

 

Rating : PG-15

 

Credit Cover : Yoon’s Corner

 

Disclaimer : Karya ini asli hasil dari pemikiran Author. Cast seutuhnya milik Tuhan. Dan karya seutuhnya milik Author.

 

Note : Mian jika terdapat kesamaan cast, latar, dan alur cerita ‘-‘ Itu terjadi karena ketidaksengajaan. FF ini ASLI hasil dari pemikiran Author (y) DILARANG KERAS MEMPLAGIAT, MENGCOPY PASTE atau MEMPOST ULANG FF ini dalam bentuk apapun. Belajarlah untuk Menghargai karya orang lain! (y)

Abaikan TYPO yang Bergentayangan! :v

 

 

—–“HAPPY READING”—–

 

 

~Sebelumnya…

 

“Aku tidak peduli, Noona. Bagaimana pun caranya aku harus bertemu dengan Soeun. Tidak peduli seberapa bencinya dia padaku karena Soeun memang pantas membenciku”

 

“Keras kepala! Terserah apa yang mau kau lakukan karena itu urusanmu. Kau yang memulai semua ini jadi kau jugalah yang harus menyelesaikannya” Ahra hanya bisa pasrah karena ia sangat tahu kalau adiknya itu benar-benar keras kepala. “Dan kau tidak akan pernah bisa bertemu dengan Soeun lagi, Kyu. Karena dia sudah tidak ada lagi di dunia ini…” sambung Ahra dalam hati. Ahra sengaja tidak memberitahukan perihal kematian Soeun pada Kyuhyun, karena menurutnya ada baiknya jika adiknya itu mengetahuinya sendiri.

 

 

———-“PART 3”———-

 

 

~Author’s PoV~

 

Saat ini, Kyuhyun sudah berada di depan pagar kediaman keluarga Kim. Namja itu benar-benar membuktikan ucapannya dengan nekad datang ke rumah Soeun. Setelah menekan bel dan menunggu beberapa saat, akhirnya pintu pagar terbuka dengan menampakkan sosok pria bertubuh tegap yang sepertinya adalah petugas keamanan di rumah ini.

 

“Tuan mencari siapa ?” tanya pria itu tegas namun tetap terdengar ramah.

 

“Aku ingin bertemu dengan keluarga Kim…” jawab Kyuhyun dengan sopan.

 

“Mian, Tuan…kalau boleh tahu, nama tuan siapa ?” tanya pria itu lagi sekedar untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang petugas keamanan.

 

“Aku Cho Kyuhyun” sesaat setelah mendengar Kyuhyun menyebut namanya, pria itu langsung menampakkan wajah tak bersahabatnya.

 

“Maaf, Anda tidak bisa menemui keluarga Kim. Sebaiknya Anda segera pergi dari sini!” ujarnya mengusir lalu bersiap untuk menutup pintu pagarnya kembali namun dengan cepat Kyuhyun menahannya.

 

“Ku mohon, Ahjussi! Biarkan aku bertemu dengan mereka…” pinta Kyuhyun memelas.

 

“Sekali lagi maaf, Tuan. Anda benar-benar tidak diijinkan menemui keluarga Kim karena saya diberi tugas agar tidak menerima tamu dari keluarga Cho. Sebaiknya Anda pergi dan jangan kembali lagi!” ujar pria itu lalu langsung menutup pintu pagarnya membuat Kyuhyun hanya bisa mendesah pasrah karena ia tidak bisa bertemu dengan keluarga Kim khususnya bertemu Soeun.

 

 

Sekarang tujuan terakhir Kyuhyun adalah Kim’s Enterprise Holding dan di sinilah ia sekarang, berdiri di depan gedung pencakar langit milik keluarga Kim.

 

“Maaf, nona…bisakah aku bertemu dengan Kim Jongwoon, CEO perusahaan ini ?” tanya Kyuhyun pada salah satu resepsionis.

 

“Maaf, Tuan…Apa Anda sudah membuat janji dengan Kim sajangnim sebelumnya ?” ujar resepsionis itu bertanya dengan sopan.

 

“Belum” jujur Kyuhyun.

 

“Kalau begitu maafkan saya, Tuan. Anda tidak bisa bertemu Kim sajangnim sebelum Anda membuat janji terlebih dahulu” ucap sang resepsionis memohon maaf.

 

“Tapi nona, ada hal penting yang harus ku katakan pada CEO kalian…”

Sementara itu di ruangan CEO yang tak lain adalah ruangan Kim Jongwoon sendiri, namja itu terlihat sangat sibuk berkutat memeriksa semua berkas-berkas yang ada di atas mejanya dengan teliti sebelum ia membubuhkan tanda tangannya sebagai persetujuan. Karena walau bagaimanapun juga nasib perusahaan besar bertaraf internasional itu beserta jutaan karyawan yang bekerja di dalamnya sangat bergantung dengan segala keputusan yang ia ambil. Jadi, Jongwoon tidak ingin melakukan kesalahan sedikitpun yang akan merugikan perusahaan yang ia pimpin terlebih Ayahnya yang sudah memberikan kepercayaan penuh padanya untuk mengelola perusahaan yang sudah dibangun oleh ayahnya itu dengan susah payah. Apalagi sampai membuat celah bagi perusahaan lain yang berniat untuk menjatuhkan perusahaan keluarganya.

 

Tapi meskipun begitu, kemampuan Jongwoon dalam berbisnis tidak perlu diragukan lagi karena sudah terbukti selama namja itu memegang jabatan sebagai seorang CEO menggantikan ayahnya Kim Jungsoo, Kim’s Enterprise Holding berkembang dengan sangat pesat. Bahkan perusahaan itu menduduki peringkat pertama sebagai perusahaan terbesar di Asia dan lagi Kim’s Enterprise Holding sangatlah berpengaruh dengan keadaan Ekonomi di Negara Korea Selatan.

 

Selain itu, Kim Jongwoon juga dinobatkan sebagai salah satu CEO termuda yang dapat meraih kesuksesan dengan kecerdasan dan kemampuannya dalam berbisnis. Wajahnya yang tampan ditambah dengan kesuksesan yang ia raih di usianya yang masih muda menjadikan namja itu menjadi salah satu pengusaha yang paling diminati oleh banyak gadis di Korea.

 

Gadis mana yang menolak jika disandingkan dengan seorang Kim Jongwoon ? Tapi sayangnya, tanpa diketahui banyak orang, Jongwoon sudah memiliki seorang gadis yang menjadi tambatan hatinya.

 

Di tengah kesibukan Jongwoon memeriksa berkas-berkas miliknya, tiba-tiba telepon yang ada di atas meja kerjanya berbunyi membuat namja itu menghentikan pekerjaannya sejenak untuk mengangkat telepon.

 

“Ada apa ?” tanya Jongwoon to the point.

 

“Jeosonghamnida, Sajangnim. Saya hanya ingin memberitahukan pada Anda kalau ada seorang namja yang sedari tadi terus memaksa untuk bertemu dengan Sajangnim. Padahal saya sudah memberitahunya kalau ia tidak bisa menemui Anda sebelum membuat janji terlebih dahulu. Bagaimana ini, Sajangnim ?” mendengar itu membuat Jongwoon menautkan alisnya.

 

“Memangnya siapa dia ?” tanya Jongwoon ingin tahu.

 

Belum sempat Jongwoon mendengar jawabannya, tiba-tiba saja pintu ruangannya terbuka dengan sedikit kasar membuat namja itu langsung menoleh ke arah pintu. Dan Jongwoon bisa melihat sekretarisnya yang kini tengah berdiri bersama seorang namja yang sudah sangat lama tidak pernah ia lihat lagi dan ia sama sekali tidak pernah berharap bertemu dengannya lagi, bahkan mendengar namanya saja Jongwoon tidak sudi.

 

“Jeosonghamnida, Sajangnim. Saya sudah berusaha untuk mencegahnya tapi Tuan ini terus memaksa untuk masuk…” ucap sekretaris Jongwoon memohon maaf pada CEO-nya itu sembari menunduk takut, apalagi saat melihat tatapan CEO-nya yang kini menatapnya dengan tajam.

 

“Keluarlah! Tinggalkan kami!” perintah Jongwoon pada sekretarisnya.

 

“Ye, Sajangnim…” setelah membungkuk memberikan hormat, wanita itupun keluar meninggalkan ruangan CEO-nya.

 

“Mau apa lagi kau kemari ?” tanya Jongwoon dengan nada suaranya yang terdengar sangat dingin sembari menatap namja yang tak lain adalah Kyuhyun itu dengan tatapan tajamnya.

 

“Hyung…” ucap Kyuhyun dengan suara lirinya membuat Jongwoon tersenyum sinis.

 

“Jangan pernah memanggilku Hyung lagi! Karena aku tidak sudi panggilan itu keluar dari mulutmu yang menjijikkan itu. Apa kau tidak punya malu datang kemari, eoh ?! Setelah apa yang kau lakukan pada adikku, kau masih berani menampakkan wajahmu itu di depanku ?!!” ujar Jongwoon dengan nada suaranya yang meninggi. Melihat wajah Kyuhyun benar-benar menyulut emosinya.

 

“Mianhae. Aku tahu kesalahanku sangat besar…Karena itulah aku datang kemari untuk meminta maaf pada Hyung dan aku ingin memperbaiki semuanya. Aku mohon, Hyung…pertemukan aku dengan Sso!” mohon Kyuhyun sembari berlutut di lantai membuat Jongwoon sedikit terkejut saat melihatnya. Namja itu mau membuang harga dirinya hanya untuk memohon pada dirinya ? Tapi dengan cepat Jongwoon kembali menormalkan ekspresi wajahnya menjadi dingin kembali. Ia tidak akan pernah terpengaruh apapun yang akan namja itu lakukan.

 

“Kau bilang maaf ? Kau pikir dengan kata maafmu itu bisa mengembalikan semuanya seperti dulu ? Ani! Bahkan jutaan kata maafmu tidak akan bisa membuat Sso hidup kembali!!” teriak Jongwoon penuh emosi melampiaskan kemarahannya yang selama ini ia simpan.

 

Ucapan Jongwoon membuat Kyuhyun tersentak sekaligus bingung. Tidak bisa membuat Sso hidup kembali ? Apa maksudnya ? “A-Apa maksud Hyung dengan Sso yang tidak bisa hidup kembali ?” tanyanya hati-hati. Entah kenapa tiba-tiba perasaannya mulai tidak enak, bahkan jantungnya berpacu dengan cepat menunggu jawaban dari Jongwoon.

 

“Asal kau tahu saja, malam dimana pertunangan kalian yang seharusnya terjadi, malam dimana kau tidak datang dan lebih memilih pergi bersama gadis lain adalah malam dimana Sso mengalami kecelakaan dan meninggal. Dan semua itu adalah salahmu, CHO KYUHYUN!!!” teriak Jongwoon dengan emosinya yang sudah meledak, tapi matanya memancarkan kesedihan yang begitu mendalam saat ia menyebut nama adiknya.

 

Bagaikan tertimpa beban berat berton-ton, apa yang dikatakan oleh Jongwoon benar-benar membuat Kyuhyun sangat shock. Udara seakan ditarik paksa dari paru-parunya membuat dadanya terasa sesak.

 

“A-Andwae…Geojitmal! Hyung pasti berbohong, kan ? Apa yang baru saja Hyung katakan semuanya itu tidak benar, kan ? Katakan kalau ini hanya akal-akalan Hyung saja agar aku tidak menemui Sso! Ini tidak mungkin…” Kyuhyun menggelengkan kepalanya tidak percaya tapi air matanya sudah menetes dari sudut matanya.

 

“Kau pikir aku berani berbohong mengenai adikku sendiri ?! Ini bahkan terlalu nyata untuk dikatakan sebagai kebohongan. Ini semua kesalahanku. Jika saja dulu aku tidak mengenalkanmu pada Sso, jika saja aku tidak membiarkan Sso menyukaimu dan membiakan kalian bersama, semuanya tidak akan berakhir seperti ini. Sso tidak akan merasakan sakit dan sedihnya dikhianati dan Sso sekarang pasti masih ada bersama kami. Jadi, mulai sekarang…Jangan pernah tunjukkan wajahmu di hadapanku lagi! Karena sekarang antara keluargaku dengan keluarga Cho sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Dan lupakan saja soal permintaan maafmu itu, karena sampai kapanpun aku dan keluargaku tidak akan pernah memaafkanmu yang sudah membunuh adikku. Sekarang juga kau pergi dari sini! Kka!!!” usir Jongwoon pada Kyuhyun.

 

 

———-“The Regret”———-

 

 

Saat ini, Kyuhyun sudah berada di dalam mobilnya. Matanya yang memerah dan basah karena air matanya yang terus mengalir hanya memandang kosong ke depan. Apa yang Jongwoon katakan padanya beberapa menit yang lalu masih terngiang di benaknya. Kyuhyun benar-benar tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini, ia masih shock dan belum percaya dengan apa yang ia dengar. Ini semua terlalu mengejutkan untuknya.

 

Sekarang Kyuhyun mengerti maksud dari kejutan yang Hyerin katakan padanya saat ia masih di L.A waktu itu. Jadi inikah ? Inikah kejutan yang gadis itu maksud bahwa ternyata Soeun sudah meninggal ? Dan ia juga mengerti sekarang maksud dari perkataan Ahra kemarin yang mengatakan kalau ia tidak akan pernah bisa bertemu dengan Soeun lagi. Rasanya namja itu ingin sekali berteriak. Ia sangat menyesal. Andai saja waktu bisa diulang kembali, ia tidak akan melakukan hal bodoh dengan meninggalkan Soeun, gadis yang mencintainya dengan begitu tulus tapi dirinya justru menyakiti gadis itu dengan meninggalkannya hanya karena perasaan semu yang tidak lebih dari sekedar obsesi untuk memiliki Hyerin yang merupakan gadis cinta pertamanya dan justru menyalahartikan perasaannya itu dengan perasaan cinta.

 

Lalu sekarang apa ? Kata maaf pun sekarang sudah tidak ada gunanya lagi. Sungguh! Kyuhyun sama sekali tidak pernah berpikir bahwa kejadiannya akan seperti ini. Dan namja itu masih mengingat apa yang Soeun katakan padanya saat pertemuan terakhir mereka di rumah gadis itu tiga tahun yang lalu.

~Flashback On~

 

“Pertunangan kita akan tetap dilaksanakan sesuai rencana. Aku akan tetap datang dan menunggumu di sana…”

 

“Aku tidak akan datang!” sahut Kyuhyun cepat tanpa menoleh ke arah Soeun.

 

“Itu terserah pada keputusanmu, Kyu…karena aku hanya akan memberikanmu dua pilihan. Lanjutkan pertunangan kita dan lupakan gadis itu, maka aku akan memaafkanmu dan menganggap semua ini tidak pernah terjadi. Atau…” Soeun menghentikan ucapannya sejenak, menunduk sembari menatap tangannya yang kini bergetar dan mencengkram ujung dressnya berusaha untuk menenagkan dirinya sendiri.

 

“Atau…Kau boleh pergi bersama gadis itu tapi satu hal yang harus kau ingat, Kyu…Jika suatu hari nanti kau menyesalinya dan ingin kembali lagi padaku, sudah tidak ada kesempatan kedua untukmu karena kesempatan itu akan berakhir saat kau memutuskan untuk pergi meninggalkanku. Jadi, saranku…pikirkanlah pilihan yang akan kau pilih sebelum kau menyesalinya…” lanjutnya lalu menatap punggung Kyuhyun yang kini sedang berdiri memunggunginya dengan tatapan sendunya. Dan sekarang semua keputusan ia serahkan pada namja itu, apapun yang akan Kyuhyun pilih nantinya itu akan menentukan hubungan mereka ke depannya.

 

Kyuhyun terdiam sejenak memikirkan perkataan Soeun padanya, menatap ke depan dengan tatapan kosongnya. Sebenarnya sebelum Soeun memberikannya pilihan, ia sudah memutuskan pilihannya sendiri.

 

“Aku…tetap pada keputusanku dan aku tidak akan pernah menyesalinya…” sahut Kyuhyun dengan mantap meyakinkan dirinya sendiri jika keputusannya itu sudah benar lalu kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Soeun yang kini sudah menangis dengan sedikit terisak sesaat setelah kepergian Kyuhyun.

 

~Flashback Off~

Dan dengan bodohnya saat itu Kyuhyun menjawab dengan yakin kalau ia tetap pada keputusannya untuk pergi bersama Hyerin dan dirinya tidak akan pernah menyesali pilihannya itu. Tapi sekarang apa ? Kyuhyun hanya bisa menertawakan dirinya sendiri. Hukum karma berlaku dan sekarang ia benar-benar termakan oleh ucapannya sendiri. Karena pada kenyataannya sekarang ia menyesal, sangat menyesali apa yang sudah ia perbuat di masa lalu.

 

Dan sekarang sudah tidak ada lagi kesempatan kedua, ketiga, ataupun kesempatan lain untuk dirinya. Kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang ia perbuat di masa lalu benar-benar sudah berakhir karena Soeun sudah tidak ada. Gadis itu benar-benar sudah pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya. Ia mendapatkan hukumannya sekarang.

Yang bisa Kyuhyun lakukan saat ini hanyalah menghabiskan berbotol-botol vodka di salah satu Club malam yang ada di Seoul. Mungkin dengan minum dan mabuk bisa mengurangi kesedihannya dan rasa frustasinya.

 

“Kyu, cukup! Kau sudah mabuk…” ujar seorang namja yang sedari tadi menemani Kyuhyun, namja itu adalah sahabat baik Kyuhyun, Shim Changmin.

 

“Sso~ya…Sso…Mianhae…Jeongmal..m-mianhae…” rancau Kyuhyun tidak jelas. Sepertinya namja itu memang benar-benar sudah mabuk tapi Kyuhyun terus saja minum minumannya lagi membuat Changmin hanya bisa berdecak kesal tapi juga merasa iba saat melihat keadaan Kyuhyun seperti ini. Kyuhyun terlihat sangat mengenaskan.

 

“Sso~ya…Sso~ya…” ucap Kyuhyun dengan suara seraknya sebelum benar-benar tidak sadarkan diri karena terlalu mabuk.

 

“Aishh~ Jinjja! Merepotkan saja…” gerutu Changmin mendesah frustasi namun hanya bisa menghela nafas panjangnya, “Kau benar-benar terlihat mengenaskan, Kyu. Dari awal aku sudah memperingatkanmu tapi kau tetap keras kepala tidak mau mendengarkan dan sekarang kau tanggung sendiri akibat dari kebodohanmu itu…” ucap Changmin meskipun namja itu tahu kalau Kyuhyun pasti tidak akan bisa mendengarnya.

 

 

———-“The Regret”———-

 

 

Hari ini, Eunhyuk dan juga Hana sudah tiba di Seoul. Tadinya untuk sementara mereka ingin menginap di hotel saja tapi karena Donghae tidak mengijinkannya jadilah sekarang mereka tinggal di Apartement milik namja itu meskipun tadinya Donghae lebih menginginkan agar Hana bisa tinggal bersama dengan dirinyanya di rumah orang tua namja itu. Tapi Hana menolak dengan halus karena ia tidak ingin merepotkan apalagi ia datang bersama kakaknya. Mereka akan tinggal di sana sampai acara pertunangan Donghae dan Hana dilaksanakan seminggu lagi. Sementara orang tua Hana akan menyusul ke Seoul beberapa hari ke depan.

 

“Seharusnya Oppa tidak perlu melakukan ini semua. Aku dan Hyukkie Oppa bisa tinggal di hotel” ujar Hana merasa tidak enak.

 

“Gwaenchana. Lagi pula kalau kau tinggal di hotel, Oppa sedikit khawatir. Meskipun ada Eunhyuk yang akan menjagamu tapi tetap saja. Jadi, ada baiknya kalau kau tinggal di sini selama kau ada di Seoul…” sahut Donghae sembari tersenyum lembut pada Hana.

 

“Setelah ini Oppa mau kemana ?”

 

“Oppa harus kembali lagi ke rumah sakit. Mianhae~ karena Oppa tidak bisa menemanimu padahal Oppa sangat merindukanmu karena kita tidak bertemu selama satu minggu lebih. Hahh~ Ini karena pekerjaan Oppa masih banyak di rumah sakit…” keluh Donghae membuat Hana terkekeh pelan.

 

“Gwaenchanayeo, Oppa. Aku mengerti. Lagi pula itu sudah menjadi tugas Oppa sebagai seorang dokter, jadi Oppa tidak boleh mengeluh karena ada begitu banyak orang yang menggantungkan nyawanya pada Oppa. Oppa harus tetap semangat. Fighting!” ujar Hana memberikan semangat pada kekasihnya itu sambil mengepalkan tangannya ke udara membuat Donghae tersenyum geli.

 

“Aigoo~ Calon istri Oppa benar-benar pengertian. Beruntungnya aku…” goda Donghae pada Hana.

 

“Geurae~ Oppa memang sangat beruntung…” sahut Hana membalas godaan Donghae dan mereka pun tertawa bersama.

Setelah Donghae kembali ke rumah sakit, Hana lebih memilih untuk jalan-jalan keluar dari pada ia kebosanan berada di Apartement sendirian. Kebetulan kakaknya Eunhyuk juga pergi karena ada pertemuan dengan rekan bisnisnya di Seoul semenjak mereka tiba di Bandara.

 

Hana memutuskan untuk berjalan kaki saja setelah ia turun di halte bus. Ternyata Seoul tidak kalah indahnya dengan kota Jinan. Hana merasa ia sudah tidak asing lagi dengan suasana di kota Seoul seperti sudah sangat mengenal kota itu dengan baik padahal seingatnya dirinya sama sekali belum pernah ke Seoul sebelumnya, ini adalah yang pertama untuknya. Tapi entahlah! Hana tidak mau terlalu ambil pusing. Lagi pula siapa yang tidak tahu dengan ibu kota dari Korea Selatan itu. Tanpa pernah ke sini pun Hana sering melihatnya di televisi.

 

Hingga mata gadis itu melihat sebuah Café di seberang jalan. Mungkin dengan menikmati camilan dan ice cream di siang hari yang sedikit terik itu bukanlah ide yang buruk. Jadi, Hana memutuskan untuk pergi ke Café itu saja.

 

Hana masuk dan memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela kaca yang menghadap langsung dengan jalanan lalu memanggil salah satu pelayan untuk memesan.

 

“Mau pesan apa, nona ?” tanya pelan wanita itu dengan ramah.

 

“Eumm…Saya pesan waffle dan juga satu porsi sedang ice cream rasa coklat” sahut Hana menyebutkan pesanannya.

 

“Baiklah, mohon tunggu sebentar nona…” ujar pelayan itu lagi lalu pergi untuk mengambilkan pesanan Hana.

Selesai bersantai di Café menghabiskan waffle dengan satu porsi ice cream coklat, Hana kembali melanjutkan acara jalan-jalannya. Hana sangat menikmati saat-saat seperti ini. Dan mungkin akan lebih menyenangkan jika ia bisa jalan-jalan bersama kekasihnya, Lee Donghae. Tapi sayangnya namja itu masih sibuk dengan pekerjaannya.

 

Langkah Hana terhenti saat matanya melihat dompet seorang gadis terjatuh saat melewatinya, dan sepertinya gadis itu sama sekali tidak menyadarinya. Langsung saja Hana memungut dompet itu lalu memanggil gadis itu sambil berlari kecil untuk menghampirinya karena gadis itu sudah berjalan cukup jauh di depannya.

 

“Agasshi~ Chankkaman!” panggil Hana lalu menepuk pundak gadis itu setelah ia sudah berada di belakangnya.

 

Gadis itu langsung menghentikan langkahnya saat merasakan seseorang menepuk pundaknya.

 

“Agasshi~ Sebelumnya maaf, tapi aku hanya ingin mengembalikan dompet Anda yang tadi tidak sengaja terjatuh…” ujar Hana sembari menyodorkan dompet di tangannya pada gadis itu. Tapi gadis itu hanya diam saja dan justru menatapnya seakan-akan dirinya adalah hantu. “Apa ada yang aneh dengan wajahnya ?” batin Hana sembari menautkan alisnya bingung.

 

“Chogi~ Agasshi, gwaenchana ?” tanya Hana sembari melambaikan tangannya di depan wajah gadis itu.

 

“Soeun~ah…” ucap gadis itu pelan masih dengan menatap Hana dengan lekat.

 

“Nde ?” tanya Hana tidak mengerti. Gadis itu baru saja memanggilnya Soeun ? Soeun ? Memangnya siapa itu Soeun ?

 

“S-Soeun~ah…K-Kau..kau masih hidup ?” ujar gadis itu lagi membuat Hana semakin tidak mengerti. Kenapa gadis itu terus saja memanggilnya dengan nama Soeun ? Mungkin gadis itu salah orang.

 

“Mianhae, Agasshi~ aku bukan Soeun tapi Hana, mungkin Anda salah orang. Igeo, dompet Agasshi…” ujar Hana menyerahkan dompet di tangannya pada gadis itu sambil tersenyum simpul. Hana membungkukkan kepalanya memberi salam lalu pergi meninggalkan gadis itu yang masih terpaku menatap dompetnya dan Hana bergantian.

 

“Hana…” gumam gadis itu pelan dan seakan tersadar, gadis itu berniat untuk memanggil Hana karena ia belum sempat berterima kasih tapi sayangnya Hana sudah menghilang dari pandangannya.

 

“Aku sedang tidak bermimpi, kan ? Tadi itu…dia benar-benar mirip dengan Sso. Tapi bagaimana mungkin ? Sso sudah meninggal dan gadis itu juga bilang kalau ia bukan Soeun tapi Hana. Ya Tuhan! Ada apa ini sebenarnya ?” ucap gadis yang bernama Choi Yieun itu sembari mendesah frustasi. Mungkin dirinya tadi hanya berhalusinasi saja karena terlalu merindukan sahabatnya Kim So Eun sehingga ia melihat orang lain dengan wajahnya seperti Soeun. Tidak mau terlalu memikirkannya, Yieun langsung pergi dari sana setelah memberhentikan sebuah taxi.

 

 

———-“The Regret”———-

 

 

“Yieun~ah…kau kenapa, eoh ?” tanya Jongwoon saat melihat Yieun yang sedari tadi hanya melamun tanpa menyentuh makan siangnya sama sekali membuat namja itu menatap kekasihnya dengan bingung karena tidak biasanya gadis itu mengabaikan makanan enak.

 

“E-Eoh ? A-Aniyeo Oppa…” jawab Yieun menggelengkan kepalanya sembari tersenyum tipis pada Jongwoon membuat namja itu menghela nafas panjangnya.

 

“Kau sama sekali tidak pandai berbohong, sayang. Sekarang katakan padaku, apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu ?” tanya Jongwoon lagi sembari meraih tangan Yieun ke dalam genggamannya, menatap gadis itu lekat membuat Yieun hanya bisa menghela nafasnya pasrah.

 

“Oppa…Sebenarnya tadi sebelum aku ke sini, di jalan aku tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis…” Yieun menghentikan ucapannya sejenak, menimbang-nimbang apakah ia harus mengatakannya pada namja itu atau tidak ? Sementara Jongwoon hanya diam menunggu gadisnya melanjutkan ucapannya.

 

“Aku tahu ini tidak mungkin tapi…aku benar-benar tidak salah lihat, gadis itu…gadis itu benar-benar mirip dengan Sso, Oppa…” lanjut Yieun pada akhirnya. Gadis itu terlihat frustasi karena semakin ia memikirkannya semakin yakin dirinya kalau gadis yang tadi ia temui itu adalah Soeun meskipun dirinya tahu kalau Soeun sudah meninggal. Sementara Jongwoon yang mendengar ucapan gadis itu hanya bisa mengernyitkan alisnya bingung.

 

“Sayang…Itu tidak mungkin, kita sama-sama tahu kalau Sso sudah meninggal tiga tahun yang lalu” ucap Jongwoon dan itu sama persis seperti apa yang Yieun pikirkan. Namja itu pasti tidak akan percaya padanya.

 

“Aku tahu, Oppa. Tapi…”

 

“SStt~ Sayang, dengarkan aku! Aku tahu Sso itu adalah sahabat baikmu dan kau sangat menyayanginya sama seperti aku menyayangi Sso. Mungkin itu hanya halusinasimu saja karena kau terlalu merindukan Sso. Sso sudah meninggal, sayang…jadi jangan terlalu dipikirkan. Kasihan Sso di atas sana, ia pasti sangat sedih melihat sahabat baiknya seperti ini…” ujar Jongwoon sembari mengusap tangan Yieun yang ada di dalam genggamannya dengan lembut.

 

Yieun menghela nafas beratnya, “Yah~ Oppa benar, mungkin aku hanya berhalusinasi saja…” sahut Yieun pada akhirnya sembari mengangguk pelan.

 

“Sudah~ Jangan terlalu dipikirkan. Cha~ Sekarang kau makan, aku tidak mau kau sampai sakit…” ujar Jongwoon menunjukkan perhatiannya pada kekasihnya itu. Yieun mengangguk sembari tersenyum tipis pada namjanya itu. Meskipun tidak bohong kalau pertemuannya dengan gadis yang bernama Hana itu sedikit banyak mengganggu pikirannya. Tapi Jongwoon benar, Soeun sudah meninggal. Mungkin gadis itu hanyalah orang yang kebetulan mirip dengan Soeun. Tapi apa ada kebetulan yang terjadi seperti itu ? Semakin Yieun memikirkannya maka semakin banyak pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya yang ia tidak tahu jawabannya sama sekali dan itu membuat kepalanya semakin pusing.

 

 

—–“TO BE CONTINUED”—–

3 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    May 30, 2016 @ 03:26:16

    soeun masih hidup,,,, cuman hilang ingatan aza,,,,
    lanjut

    Reply

  2. sophie
    Jun 03, 2016 @ 11:46:51

    Asekkkk mulai konflik

    Reply

  3. inggarkichulsung
    Jun 15, 2016 @ 04:43:47

    Sepertinya Hana itu Soeun dan ia amnesia, ia hny ingat bhw ia adik kandung hyukjae oppa dan bertunangan dgn donghae oppa, yieun shock kl yg ia lihat itu mirip sekali dgn Sso sahabat karibnya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: