A Scratch Wound

33620654462315671972

Title : A Scratch Wound

Cast :   Song Soo Hee

Cho Kyuhyun

And other

Genre : sad, romance, family

Rating : PG-15

Length : Oneshoot

Sorry for typo ^^

Italic = Flashback

Note : FF ini udah pernah di share di blog pribadi author (https://yuzuki96.wordpress.com/ ), jadi mungkin sebagian dari kalian udh pernah baca

 

This story original by Hee_Yuzuki, don’t copy and paste without permission.

Sorry for typo(s)

 

Enjoy ^^

 

My heart lets out a desperate sound

I can’t tell if it’s fantasy or reality

My paradise

Please don’t smile for other girl

My heart pours affection on you

My feelings melt and leak

My love is eternal

 

***

 

Jingga diufuk barat langit Tokyo terlihat begitu memukau, seorang gadis nampak asyik menikmati pemandangan sunset didepannya, bibirnya menyunggingkan senyum, senyum miris lebih tepatnya, kejadian 4 tahun lalu, yang membuatnya memutuskan untuk melanjutkan sekolah dinegeri sakura itu. Ia tidak pernah menyangka semuanya akan menjadi seperti ini, sebelum ia menyadari perasaannya pada sahabatnya itu, perasaan yang sudah dimilikinya sejak lama, namun baru bisa ia rasakan saat kenyataan pahit itu ia dapatkan, kenyataan jika sahabatnya lebih mengkhawatirkan gadis lain yang dia disukai.

Song Soo Hee, gadis asia berwajah oriental yang berasal dari Negeri Gingseng itu tengah menjalani pendidikannya sebagai mahasiswa jurusan Management Bussines tahun terakhir di Tokyo University atau orang orang biasa menyingkatnya Todai. Universitas terbaik di Jepang yang selalu menjadi incaran semua mahasiswa baru agar bisa menjadi salah satu orang beruntung yang menyandang status sebagai mahasiswa Todai.

 

Ia sendiri tidak pernah menyangka bisa mengambil keputusan ini, menekan perasaannya pada sahabatnya karena sahabatnya lebih mencintai saudaranya, entah itu hanya rasa suka atau cinta monyet saat SHS, tapi melihat semua perhatian yang biasa ia dapatkan dari sahabatnya beralih ke saudaranya, membuatnya lagi lagi tersenyum miris, ia merasa semua selalu tertuju pada Soo Eun. Saudara kembarnya.

 

Kasih sayang orang tua yang ia dapatkan tidak sebanding dengan yang Soo Eun dapatkan, tapi ia selalu diam, ia tau karena Soo Eun selalu membanggakan orang tuanya dengan prestasi dan kelakuannya yang sangat sopan, berbeda dengan dirinya, yang saat SHS berpenampilan urakan, bahkan beberapa kali ia terlibat perkelahian dengan siswa lain dan membuat orang tuanya dipanggil, ia juga sering membolos saat pelajaran dengan tidur di rooftop sekolah, namun itu semua selalu ia lakukan dengan Kyuhyun, sahabatnya sejak kecil yang bertetangga dengannya juga, mereka selalu melakukan kenakalan kenakalan itu bersama, sebelum akhirnya Kyuhyun menyadari kelakuan buruknya, dan mencoba untuk berubah menjadi siswa yang baik dan belajar dengan serius karena mereka sama sama berada di tingkat akhir sebagai siswa menegah atas, dan Kyuhyun selalu meminta Soo Eun untuk membantunya dalam memahami materi materi ujian, sejak saat itu Kyuhyun lebih fokus terhadap pelajaran dan mulai mengurangi tindakan tindakan bengalnya bersama Soo Hee.

 

“Soo Hee-chan, jadi setelah lulus kau ingin melanjutkan ke mana ? Apa kau akan pulang ke Seoul atau tetap di sini ?”Asia, sahabatnya sejak pertama kali ia menginjakkan kaki di Universitas Tokyo bertanya dengan senyum yang selalu terukir diwajahnya, menunggu jawaban gadis didepannya, ia tau semua yang dialami oleh Soo Hee, yang menyebabkan dirinya memilih pergi dari Korea dan melanjutkan studinya di Jepang.

 

“Entahlah, aku masih belum memikirkan itu”Soo Hee menyesap latte didepannya.

 

***

 

“Soo Hee-aa, kajja”Kyuhyun menarik Soo Hee serta merta, tujuannya adalah rooftop sekolah.

 

“Aaaa……Shit. aku tidak menyangka Kang In benar benar memberikan pukulannya padaku, apa dia benar benar pria. Bagaimana mungkin pria berani melayangkan tinjunya pada gadis manis sepertiku”Soo Hee masih mengumpat kesal pada Kang In yang dengan beraninya memberi tanda biru pada sudut bibirnya.

 

“Apa kau pikir kau seorang gadis? Mana ada gadis yang berkelakuan brutal sepertimu, kau lebih cocok menjadi preman sekolah”Kyuhyun menautkan kedua alisnya menyeringai, sanksi dengan ucapan sahabatnya.

 

“Maksudmu?”Soo Hee bertanya dengan nada tak terima.

 

“Kelakuanmu itu tidak menunjukkan jika kau adalah seorang gadis”

 

“Kemari”Kyuhyun menarik tangan Soo Hee untuk duduk pada bangku panjang di rooftop sekolah tersebut.

 

“Wajahmu harus diobati, kau lihat ini, ini, ini, seluruh wajahmu lebam dan membiru. Tunggu disini, aku akan mengambil P3K diruang kesehatan, jangan kemana-mana, aku tau kau sangat benci masuk keruang kesehatan itu. jadi kau cukup diam disini, dan tunggu aku mengambil obatnya.”Kyuhyun berbicara tanpa jeda ada nada cemas dalam ucapannya melihat kondisi Soo Hee, baru saja gadis itu berkelahi dengan siswa lain, Soo Hee berkelahi bukan tanpa alasan, ia melawan pemuda yang diketahui bernama Kang In itu karena ia akan melakukan hal tidak senonoh pada siswi lain yang tak berdaya, dan tanpa aba aba Soo Hee langsung menghajarnya, tapi tanpa disangka  Kang In justru membalas Soo Hee, tidak peduli Soo Hee seorang perempuan.

 

“Arraseo arraseo ahjumma”Soo Hee mencebikkan bibirnya melihat sifat over pria itu

 

***

 

“Yakk”seseorang mengagetkan Soo Hee membuatnya tersadar dari lamunan masa lalunya.

 

“Hishh…”Soo Hee melotot kesal pada pria dihadapannya. Tatsuya, teman satu jurusannya.

 

“Kau mengagetkanku”

 

“Ck. Kau suka sekali melamun akhir akhir ini, apa ada yang mengganggu pikiranmu ?”

 

“Ooh, aku hanya sedang memikirkan skripsiku yang tidak selesai selesai”

 

“Kau bisa bertanya padaku jika mengalami kesulitan”kata Tatsuya dengan cengiran lebarnya.

 

“Ya. Tentu saja, aku akan merepotkanmu jika skripsiku masih harus di revisi setelah bimbingan ini”kata Soo Hee dengan nada mengancam, membuat Tatsuya meringis, skripsinya saja sudah membuatnya pusing 7 keliling, lalu gadis ini akan meminta bantuannya tanpa ampun, sepertinya ia harus menarik perkataannya untuk membantu gadis dihadapannya.

 

***

 

“Soo Hee bisakah sehari saja kau tidak membuat onar disekolah, Appa malu selalu mendapat laporan untuk datang kesekolahmu, lihatlah Soo Eun yang selalu membanggakan Appa dengan prestasinya, apa kau tidak bisa mencontoh sedikit saja darinya, apa yang bisa kau lakukan hanya membuat malu Appa Hah, hari ini kau berkelahi, besok apa kau akan mencelakai temanmu dan membuat appa benar benar malu karena gagal mendidik seorang putri. Begitu??”Soo Hee hanya bisa menundukkan kepalanya, melihat Appanya. Song Jong Ill. Yang begitu marah, karena dirinya yang berkelahi dengan siswa lain.

 

“Soo Hee, kau ini seorang gadis, berpakaianlah layaknya gadis, Eomma tidak pernah mengajarimu untuk menggunakan celana dengan robek disana sini, dan ini ke mana rambutmu, kenapa kau memotongnya begitu pendek, lihatlah Soo Eun yang begitu anggun dengan pakaian dan rambut panjangnya”Soo Hee hanya mendengus mendengar perkataan Eommanya. Akira . Dan akhirnya ia memilih menuju kamarnya. Setiap kata yang terlontar dari orang tuanya hanya menimbulkan kesakitan untuknya.

 

“Soo Hee berhentilah bermain main. Lihatlah Soo Eun dan Kyuhyun yang begitu serius dalam belajar untuk menghadapi ujian, kenapa kau justru bermain games, apa kau ingin gagal dalam ujianmu, mintalah bantuan pada Soo Eun untuk mengajarimu”kata Akira yang melihat Soo Hee mengambil minum dan banyak cemilan dikulkas

 

“Ne eomma”Soo Hee memutar bola matanya malas, bahkan kini Kyuhyun tidak menegurnya sama sekali, entah karena tidak menyadari kedatangannya atau pria itu terlalu fokus belajar.

 

“Ooh Soo Hee, kemarilah kita belajar bersama”kata Kyuhyun saat menoleh ke belakang dan melihat Soo Hee yang baru keluar dari dapur.

 

“No, Thanks”Soo Hee berjalan melewati mereka berdua dan menuju kamarnya.

 

***

 

Soo Hee melirik jam ditangannya, menunggu keberangkatan pesawat yang akan membawanya ke Seoul, mungkin ia memang ditakdirkan untuk kembali, setelah lulus 3 bulan yang lalu, ia melamar disalah satu perusahaan otomotif Jepang, dan baru 3 bulan menjalani masa training, 1 hari setelah ia ditetapkan sebagai pegawai tetap ia dimutasi ke Korea.

 

“Halmonie aku pasti akan merindukanmu”Soo Hee diantar oleh kakek dan neneknya Tn dan Ny. Kei.

 

“Ahh..Halmonie juga akan merindukan cucu halmonie yang tumbuh menjadi gadis dewasa, anggun dan cantik ini”Soo Hee memeluk kakek dan neneknya itu dengan air mata yang mengalir, 4 tahun hidup dengan mereka terasa begitu berat baginya untuk meninggalkan mereka, bahkan saat ia koma selama 3 bulan setelah kecelakaan itu, saat membuka mata yang pertama kali dilihat adalah neneknya, ia tidak menyangka jika neneknya benar benar membawaanya ke Jepang, sesuai dengan permintaannya, ia mengira jika neneknya tidak mendengarnya.

***

 

Soo Hee dengan malas membuka matanya saat suara Soo Eun memanggilnya untuk segera bangun, hari ini ia harus menjemput kakek dan neneknya dibandara, sebenarnya ia malas, karena hari ini ia sudah ada janji dengan teman temannya untuk hang out, namun karena paksaan dari Appanya dan karena hukuman ia sudah berkelahi kemarin dan menyebabkan Appanya dipanggil kesekolah, mau tidak mau ia harus ke bandara menjemput kakek dan neneknya yang tinggal di Jepang dan berniat liburan ke Seoul.

 

“Appa bisakah aku tidak pergi, biar Soo Eun saja yang menjemput mereka, aku sudah ada janji dengan teman”Soo Hee sekali lagi membujuk Appanya sebelum berangkat, ia benar benar ingin pergi dengan teman temannya hari ini, terlebih Kyuhyun juga ikut, dan Soo Hee sangat menyayangkan jika ia tidak datang, mengingat sudah lama sekali ia tidak menghabiskan waktunya bersama Kyuhyun untuk melakukan hal hal konyol diluar dugaan.

 

“Tidak ada tapi tapian, kau Appa hukum karena sudah berkelahi, tidak ada hang out dan uang jajan selama 1 bulan, Eomma akan membuatkan bekal untukmu selama satu bulan,.”Song Jong Ill berujar tegas tak terbantahkan. “Astaga!!! Kelakuan bengalmu ini siapa yang mengajarkannya hah. Dikeluarga kita tidak ada yang mempunyai kelakuan bengal sepertimu, kau harusnya mencontoh Soo Eun, kalian benar benar seperti langit dan bumi”sambung Jong Ill.

 

“Appa!!!”teriak Soo Hee kesal, ia menghentakkan kakinya dan menyambar kunci mobil dimeja, Soo Eun mengikutinya dan tersenyum kecil melihat tingkah saudaranya yang seperti anak kecil.

 

“Tenang saja, aku akan membagi uang jajanku denganmu”kata Soo Eun setelah mereka berdua sampai dimobil.

 

“Ahh kau memang saudaraku yang berhati malaikat”Soo Hee memeluk Soo Eun begitu kencang saking senangnya.

 

Soo Hee melajukan mobilnya membelah jalanan kota Seoul untuk menuju bandara Incheon, pikirannnya melayang mengingat kenangannya bersama Kyuhyun, saat mereka masih di Sekolah Dasar Soo Hee lah yang selalu melindungi Kyuhyun, karena tubuhnya yang lebih tinggi dari Kyuhyun, siapa yang menyangka jika Kyuhyun sangat takut pada serangga jenis apapun, dan ia selalu bersembunyi dibalik punggung Soo Hee jika melihatnya, mengingat itu membuat Soo Hee tersenyum kecil, beranjak JHS justru Kyuhyun lah yang berperan melindungi Soo Hee, tubuhnya menjadi jauh lebih tinggi dari Soo Hee, ia selalu melindungi Soo Hee jika digoda oleh siswa lain, namun bukan Soo Hee namanya jika tidak mampu melawan, tapi tetap saja selalu ada Kyuhyun yang melindunginya, begitu juga saat kelas 2 SMA, Soo Hee menjurai taekwondo tingkat nasional, dan besoknya segerombolan anak menghampirinya yang ia ketahui itu murid dari sekolah yang kemarin kalah bertanding dengannya, mereka berniat mengeroyok Soo Hee, dan entah bagaimana dan dari mana, tiba tiba saja Kyuhyun sudah ada disampingnya, dan terjadilah perkelahian itu, Kyuhyun selalu berusaha melindungi Soo Hee dari pukulan pukulan mereka, dan alhasil Kyuhyun harus dirawat selama 3 hari dirumah sakit karena pukulan yang ia dapatkan disekujur tubuhnya.

 

“Soo Hee awasssss”teriak Soo Eun membuyarkan lamunan Soo Hee tentang Kyuhyun, dan saat itu juga ia melihat ada truk yang terlihat ugal ugalan dan keluar batas jalan, padahal saat ini mereka sedang di jalan dengan sistem One Way, tapi truk dari arah lain itu masuk kejalur yang tidak seharusnya, yang sedang dilewati Soo Hee dan Soo Eun.

 

“Arrgghh…”Soo Hee membanting stirnya kekanan dan tubuhnya terpental keluar mobil  membentur pembatas jalan, seketika pening langsung menyerang kepalanya, namun ia melihat Soo Eun yang berlumuran darah di dalam mobil, ia berusaha bangkit dan menolong Soo Eun dibantu orang orang.

 

“Soo Eun bertahanlah, maafkan aku, sungguh aku tidak menyadarinya tadi”Soo Hee terus menggenggam tangan Soo Eun selama menuju rumah sakit, ia benar benar takut saat ini, jika saja terjadi sesuatu yang parah dengan Soo Eun ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri. Kepala Soo Eun masih mengeluarkan darah  begitu juga tangan dan kakinya yang mengalami lecet karena terkena pecahan kaca mobil.

 

Soo Hee terus berjalan mondar-mandir didepan ruang UGD. Kepalanya terus berdengung pening semakin sakit, namun ia menghiraukannya, Soo Eun lah yang menjadi prioritasnya saat ini. Ia terlihat gelisah didepan ruang UGD, namun rasa gelisah itu berubah menjadi terkejut saat ia merasa pipinya perih seketika.

 

Plakk ~

Satu tamparan keras mendarat dipipi Soo Hee membuat tubuhnya sedikit limbung, tamparan dari tangan orang yang sangat ia hormati dan ia kagumi didunia ini. Appanya, yang menatap murka kearahnya, rahangnya mengeras dan wajahnya memerah menahan amarah. Sedangkan Eommanya memalingkan wajahnya kearah lain, seolah tak sudi walau hanya sekedar menatapnya.

 

“Apa yang kau lakukan dengan saudaramu hah ? Biasakah kau tidak membuat masalah sehari saja, kau lihat sekarang kelakuan bengalmu mencelakai saudaramu, aku tidak pernah merasa mempunyai anak dengan kelakuan urakan sepertimu, sungguh aku benar benar malu,”perkataan Jong Ill membuat Soo Hee meneteskan air matanya, rasa sesak didadanya menyeruak kepermukaan, Eommanya bahkan tidak membelanya, ia sibuk menangis, dan Soo Hee mengerti itu, ia telah menyakiti hati kedua orang tuanya, dengan mencelakai anak mereka, tapi apa Appanya harus berkata seperti itu, seolah menyesal jika Soo Eun terlahir kembar.

 

 

“Appa”Soo Hee menutup mulutnya, air mata yang tidak pernah ia lihatkan pada siapapun kini justru menyeruak mendesak ingin terus keluar.

 

“Eomma”Soo Hee berjalan menghampiri Eommanya. Namun saat ia mendekat, gelengan Eommanya memukul telak ulu hatinya, bahkan orang yang telah melahirkannya saja tidak sanggup untuk melihatnya.

 

Ia menggigit bibir bawahnya dan memlih pergi dari sana, namun sebelum ia pergi ia mendengar pintu UGD yang terbuka dan dokter yang mengatakan jika kondisi Soo Eun sudah stabil, membuatnya benar benar merasa lega.

 

“Soo Hee”Kyuhyun menghampirinya, saat di lobi rumah sakit.

 

“Bagaimana keadaan Soo Eun ?”Soo Hee tersenyum miris, bahkan sahabatnya tidak mengkhawtirkannya kini, semuanya telah berubah, benar benar berubah.

 

“Dia..baik baik saja”

 

“Aku tau kau iri dengan Soo Eun, namun bukan begini caranya, bukan dengan cara kau mencelakainya, bagaimanapun dia saudaramu, dan aku baru sadar mengapa orang tuamu lebih menyayangi Soo Eun, itu semua karena dirimu sendiri, kelakuanmu yang membuat mereka lebih menyayangi Soo Eun, dan aku benar benar kecewa padamu, kau….kau telah mencelakai gadis yang kusukai”Kyuhyun pergi setelah mengatakan itu, tubuh Soo Hee bergetar hebat mendengar setiap perkataan yang keluar dari bibir Kyuhyun, ia tidak menyangka sahabatnya menyakitinya dengan kata kata tajam yang menusuk hati, sahabat ? masihkah ia pantas disebut sahabat, bahkan tidak pernah terpikirkan olehnya untuk mencelakai Soo Eun, bagaimana mungkin ia mencelakai saudara yang sangat disayangi itu, walau ia tidak pernah menunjukkan rasa sayangnya namun ia sangat menyayangi Soo Eun. Luka itu kembali menyeruak saat perkataan tajam dan pernyataan perasaan Kyuhyun terhadap Soo Eun terdengar oleh indra pendengarnya, bahkan rasa sakit itu semakin sakit, saat ia tau jika Kyuhyun mencintai Soo Eun.

 

“Nona kau baik baik saja ? wajahmu sangat pucat”tanya seorang suster yang melihat Soo Hee berjalan dengan sempoyongan dan memegangi kepalanya, Soo Hee hanya mengangguk karena ia merasa bahkan untuk mengeluarkan suara pun tidak sanggup. Ia berniat menuju ruang rawat Soo Eun. Hembusan nafas itu terdengar sebelum ia masuk ruang rawat saudaranya.

 

“Soo Eun”panggil Soo Hee lirih, begitu berada diambang pintu ruang rawat Soo Eun, Soo Eun yang melihat kedatangan Soo Hee tersenyum.

 

“Soo Hee…kau baik baik saja…aku sangat mengkhawatirkanmu tadi”

 

“Aku baik baik saja, kau harusnya mengkhawatirkan dirimu sendiri”Soo Hee tersenyum lemah, ia melihat kearah Kyuhyun yang berdiri bersebrangan dengannya, dan ia kembali tersenyum miris saat Kyuhyun mengabaikannya, bahkan pria itu tak menatap kearahnya. Sepertinya Kyuhyun benar benar tidak peduli dengan kehadiran Soo Hee.

 

“Kyuhyun, kau tumben sekali diam, Soo Hee di sini”sahut Soo Eun.

 

“Ohk,”Kyuhyun menatapnya sekilas, dan sakit itu semakin terasa didadanya, mengetahui jika Kyuhyun mengacuhkannya.

 

“Kalian kenapa ?”tanya Soo Eun heran.

 

“Tak apa, Soo Eun aku akan pulang untuk mengambil bajumu, nanti aku kembali lagi”kata Soo Hee dengan senyum yang dipaksakan. Ia berbalik dan saat itu ia merasakan kepalanya sakit tak tertahankan seperti dijatuhi sesuatu yang sangat berat, benar benar sakit.

 

“Uhuk… Uhuk”Soo Hee memegangi kepalanya yang terasa dijatuhi ribuan batu, ia jatuh terduduk dan terbatuk, satu tangannya ia gunakan untuk menutup mulutnya dan satu tangannya lagi ia gunakan untuk memegangi kepalanya yang mendengung sakit.

 

“Soo Hee”teriak Soo Eun melihat Soo Hee yang memuntahkan darah dari mulutnya, membuat Kyuhyun langsung mendongakkan wajahnya.

 

“Astaga cucuku, apa yang terjadi”Nenek Soo Hee yang baru saja sampai di rumah sakit berteriak histeris melihat cucunya yang berlumuran darah.

 

“Nenek…ba…wa…aku…ke Jepang”bisik Soo Hee sebelum kesadarannya menghilang sepenuhnya

 

“Soo Hee”teriak Soo Eun melihat Soo Hee yang terkapar dipangkuan neneknya, begitu juga Kyuhyun, ia langsung menghampiri Soo Hee, ada rasa sakit dan penyesalan yang mendominasi hatinya melihat sahabatnya seperti itu, tidak seharusnya ia memarahi Soo Hee, seharusnya ia menanyakan keadaan Soo Hee, seharusnya ia memaksa Soo Hee untuk memeriksakan kondisinya….seharusnya….seharusnya…

 

 

“Terjadi pendaharan di dalam otaknya, dan ia juga terlambat ditangani, kemungkinan untuk hidupnya sangat kecil”Eomma Soo Hee membelalakan mata mendengar penjelasan dokter, sedangkan ayahnya sama sama terkejut, rasa sesak dan penyesalan itu menyeruak, seandainya mereka juga memperhatikan kondisi Soo Hee, karena Soo Hee juga mengalami kecelakaan itu, seandainya mereka sebagai orang tua lebih peka dengan kondisi anaknya, dan didetik itu, mereka benar benar mendapat pukulan telak, mereka benar benar merasa gagal menjadi orang tua.

 

“Tolong lakukan yang terbaik untuk cucu saya dok, setelah operasi saya akan membawanya ke Jepang untuk mendapat perawatan disana”Eomma Soo Hee menoleh mendengar penuturan orang tuanya.

 

“Kalian gagal menjaga salah satu dari mereka”kata Ny. Kei, nenek Soo Hee. Dan apa yang telah dikatakan oleh wanita tua itu, merupakan sesuatu yang tidak bisa diganggu gugat. kedua paruh baya itu hanya bisa menyesal dengan keadaan putrinya, dan mereka hanya bisa menuruti perkataan Ny. Kei, sebagai hukuman karena lalai menjaga salah satu dari anak kembarnya.

***

 

Tak terasa ia sudah sampai di Bandara Incheon, sepanjang perjalanan Tokyo-Seoul ia habiskan untuk melamun mengenang kenangan yang tidak akan pernah ia lupakan, dalam hati kecilnya ia begitu merindukan keluarganya. Walau bagaimanapun mereka keluarganya. Orang yang paling ia sayangi didunia ini.

 

“Soo Hee….”tiba tiba ada yang memeluknya begitu kencang membuatnya sedikit terhuyung ke belakang, membuatnya membuka mata, dan melihat gadis yang memiliki wajah yang sama dengannya tengah memeluknya begitu erat, dan dibelakangnya ia melihat Eomma dan Appanya tersenyum bahagia. Soo Eun melepaskan pelukannya. “Nenek yang memberitahu kami jika kau akan pulang hari ini”Soo Eun menjawab kebingungan Soo Hee dengan kedatangannya, pasalnya ia tidak memberitahukan kepulangannya pada siapapun.

 

“Anak nakal, kenapa baru kembali, Eomma sangat merindukanmu, maafkan mama sayang” Akira memeluk anaknya dengan erat, air mata itu langsung mendesak keluar dari tempatnya, perasaan rindu itu membuncah, melihat anaknya kembali dalam keadaan baik baik saja.

 

“Gadis bengal, Appa tidak akan membiarkan mu pergi lagi, kau menyiksa kami semua karena begitu merindukanmu, maafkan Appa sayang” Jong Ill memeluk anak dan istrinya itu, sungguh ini adalah hal yang paling membahagiakan untuknya, melihat anak gadisnya telah kembali, dan ia berjanji akan menebus semua kesalahan dan waktu mereka yang terbuang.

 

“Aah aku begitu bahagia”Soo Eun ikut menubruk Eomma dan Appanya juga Soo Hee yang sedang berpelukan.

 

Semuanya telah kembali, keluarganya telah kembali.

***

 

Soo Hee menikmati waktu bersantainya sebelum ia memulai hari pertamanya bekerja, ia bersenandung kecil mengikuti alunan musik yang ada dicafe itu, ia benar benar menikmati waktunya bersantai, sampai tubuhnya menegang saat melihat orang yang baru saja memasuki cafe itu, kini ia terlihat semakin tampan dan dewasa dengan setelah jas kantornya, tubuh atletisnya terlihat sempurna dan ia sudah berubah menjadi sosok pria dewasa yang dikagumi para wanita dengan ketampanannya.

 

“Soo Hee”satu kata yang berhasil lolos dari bibir pria itu, ia segera menghampiri gadis yang begitu dirindukannya selama ini.

 

“Maaf”hanya itu yang mampu terucap dari bibir Soo Hee, ia mengambil tasnya dan segera pergi, ia belum siap dengan kenyataan, kenyataan jika perasaannya pada Kyuhyun masih sama seperti 4 tahun yang lalu, kenyataan jika Kyuhyun mencintai saudaranya, ia belum siap dengan itu semua, ia perlu menata hatinya dan mempersiapkan diri menerima kenyataan itu, dan saat ia sudah bisa menerimanya, ia akan menemui Kyuhyun dengan senyuman.

 

“Maafkan aku. Kebodohanku adalah terlambat menyadari perasaanku padamu, karena kebodohanku yang selalu menekan perasaanku demi menjaga persahabatan kita. Aku mencintaimu Soo Hee”Kyuhyun menatap nanar gadis yang perlahan menghilang dari jarak pandangnya, gadis yang begitu ia rindukan sejak 4 tahun lalu, yang tiba tiba menghilang setelah kata kata tajam itu terucap dari mulutnya, yang menimbulkan goresan luka untuk Soo Hee.

 

END

 

 

11 Comments (+add yours?)

  1. Yz
    May 30, 2016 @ 14:39:57

    Kerenn thorr! Sequel boleh donggg:D

    Reply

  2. sucinurulfitroh
    May 30, 2016 @ 17:01:39

    sequel ka…

    Reply

  3. Nikyu
    May 30, 2016 @ 21:24:29

    Sayang cuma flasbeck2 aja,padahal jika di ceritain dari awal bakal bagus😀

    Reply

  4. olaf0311
    May 30, 2016 @ 22:50:39

    Thoorr. Need sequel.
    Keren banget ceritanya, pas ngena banget sibling rivalry banget.

    Reply

  5. leekhom
    May 31, 2016 @ 12:03:27

    Hualahh iki piye terusane toh ? Enten nopo mboten ><
    itu harus'a ada squel'a cerita terusan'a gituh kyk gmn kehidupan mereka dimasa sekarang😀

    Reply

  6. meivhw88
    May 31, 2016 @ 16:53:17

    Sequel dong thoorr

    Reply

  7. Jung Haerin
    May 31, 2016 @ 23:43:04

    Udah gitu eon???, ga tiba2 kyu nikah sama sooeun gitu biar makin miris, ehehehe….
    Keren eon 👍👍

    Reply

  8. ayumeilina
    Jun 01, 2016 @ 16:09:36

    gantung 😢😢
    sequel bisa kaliii…

    Reply

  9. sssaturnusss
    Jun 01, 2016 @ 21:33:02

    Ya ampuunnn kenapa FF disini pada bikin mewek semua huhuhu😦 sakiiitttt ..
    Ini mah masih gantung😦 gak ada sequel thor ??

    Reply

  10. sophie
    Jun 04, 2016 @ 00:18:41

    Ff ini bikin mewekk,,,tp aq seneng sma sad endingnya pas part kyuhyun,,

    Reply

  11. Bo ah
    Jun 09, 2016 @ 10:59:09

    Daebak!!! Aku butuh sequel nya dong kaaak😀

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: