Lovers

PicsArt_04-03-11.47.38

Title : Lovers

Author : petriCHOr

Cast : Super Junior

Genre : Angst

Rating : PG-15

Length : One Shot

Notes from author : Enjoy the fiction!

 

Cho Kyuhyun

Dedaunan kering mulai berguguran ketika angin meniupkan kuasanya pada dahan-dahan kokoh namun rapuh. Aku menggenggam sehelai daun yang terbang dan kemudian mendarat tepat dipangkuanku. Aku tersenyum. Aku masih ingat kejadian yang sama kualami tepat satu tahun yang lalu. Dedaunan kering berguguran hingga aku dan dirinya yang tengah duduk di bawah pohon pada taman kota ini tertawa karena pangkuan kami penuh dengan dedaunan itu. Aku dan Ahn Miyoung, temanku sejak Taman Kanak-kanak, melakukan taruhan. Siapapun yang dijatuhi daun kering terbanyak dalam pangkuannya akan mengabulkan satu permintaan. Aku memiliki daun kering terbanyak dalam pangkuanku dan aku mengabulkan satu permintaan dari Ahn Miyoung. Ia memintaku menjadi namja chingu pertama untuknya. Walaupun masa yang singkat namun sangat berkesan untuk kami berdua.

 

Choi Siwon

Angin di musim ini berembus kencang setiap sore. Aku merapatkan mantel kulit saat menuju kedai kopi dekat taman kota untuk menghalau udara dingin yang terasa mulai menusuk kulit. Aku duduk di salah satu sudut dalam kedai sederhana namun penuh kenangan ini. Aku mengedarkan pandangan mencari sosok yang pernah ku kenal tanpa sengaja di tempat ini setahun yang lalu. Seorang perempuan ceria dengan balutan seragam kuning gading dan hitam menabrak tubuhku yang baru saja akan pergi dari tempat ini. Dengan wajah pucat pasi ia meminta maaf padaku berulang kali hingga kepalanya terus-terusan membentur dadaku karena terus membungkuk. Tanpa sadar, bibirku sudah menyunggingkan senyum hanya dengan mengingat wajahnya. Ahn Miyoung-ssi, aku merindukanmu.

 

Kim Young Woon (Kang In)

Aku mengusap peluh ketika selesai merapikan tempat tidurku. Ya, ini untuk kesekian kalinya aku mengerjapkan mataku karena terlalu terkejut. Seorang Kim Young Woon bisa merapikan kamarnya dengan kedua tangannya sendiri. Ahn Miyoung, kamu harus melihat ini dengan mata kepalamu. Aku bukan rakun pemalas seperti yang sering kau teriakan padaku saat datang ke rumahku. Oppa orang yang rajin sekarang. Kamu tidak harus melakukan perawatan wajah untuk menghilangkan kerutan karena marah-marah padaku. Aish, aku ingin sekali melihat wajah terkejutmu saat melihat keadaan kamarku sekarang ini. Kamu bisa mengandalkanku, tetanggaku, Miyoung-ah!

 

Kim Jong Woon (Yesung)

Aku sedang memilih kacamata yang mana yang akan menemaniku menemuimu. Apakah kacamata tanpa bingkai atau yang tanpa lensa? Ah, aku masih ingat dirimu yang menertawakanku saat aku memakai kacamata tanpa bingkai. Aku tidak pantas memakai kacamata keren itu, katamu? Keterlaluan. Hanya seorang Ahn Miyoung yang bisa mengatakan hal yang pantas dan tidak pantas padaku seperti itu. Arraseo, aku tidak akan memakai kacamata tanpa lensa itu, sebagai gantinya aku akan memakai kacamata hitam berlensa besar untuk menghalau debu masuk ke dalam mataku. Aku menghargaimu sebagai teman dalam klub membaca saat masa kuliah dulu. Jadi, kamu harus bertahan untuk bisa terus membaca bersamaku, Miyoung!

 

Kim Heechul

Aku mematut diri dalam cermin besar di kamarku. Aku sedang memperhatikan penampilanku sebelum pergi keluar rumah hari ini. Rambut indah dan halus, checked! Kemeja putih dengan celana hitam bermotif garis merah asimetris, checked! Wajah dengan ketampanan mencapai hampir dua ratus persen, checked! Ahn Miyoung. Perempuan itu pasti akan menertawakanku seperti biasanya karena selera fashionku yang ajaib. Ya, dia mengatakan ajaib bukan aneh. Bukan Kim Heechul namanya kalau terusik dengan apa yanng orang katakan mengenaiku. Aku menyunggingkan senyum saat mengingat wajah manis teman kencan butaku itu. Walaupun kami tidak berlanjut dalam hubungan cinta, kami tetap berteman hingga sekarang. Miyoung-ah, aku merindukanmu!

 

Lee Hyuk Jae (Eun Hyuk)

Aku menatap kedua sepatuku sambil terus berjalan menuju bangunan berwarna hijau dan putih yang ada di ujung jalan. Udara terasa sangat dingin hingga membuat kedua tanganku terasa kaku dalam saku mantelku. Aku menghembuskan napas beberapa kali agar dapat mengurangi perasaan dingin dan kacau yang merasukiku. Wajah itu muncul lagi dalam benakku. Ahn Miyoung, partner dansaku saat acara perpisahan Senior High School-nya. Aku salah satu alumni yang beruntung dapat berdansa dengan salah satu perempuan cantik malam itu. Beberapa tahun yang lalu. Sekarang kami tetap berhubungan karena memiliki passion yang sama. Miyoung-ah, bertahanlah. Oppa akan segera tiba.

 

Park Jung Soo (Lee Teuk)

Aku melonggarkan dasi yang menggantung di leherku saat baru duduk di dalam mobil. Aku menghela napas saat melihat wajah perempuan itu diponselku. Ahn Miyoung terlihat bahagia saat kami melakukan perjalanan dinas yang merupakan tugas dari kantor tempat kami bekerja. Perempuan yang selalu tersenyum dan terlihat ceria itu sedang berusaha bertahan untuk kehidupannya. Aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri. Aku tidak tahu waktu sudah berjalan berapa lama sejak hari itu. Perasaan rindu yang mulai menjalar dalam tubuhku seolah mulai mengacaukan syaraf-syaraf otakku untuk terus memikirkannya. Ahn Miyoung-ssi, oppa akan selalu menunggumu.

 

Kim Ryeowook

Aku menghentikan langkahku di sebuah pintu berwarna putih pucat. Dengan sebuket bunga lily kesukaannya berada ditanganku, aku menunggu giliranku. Ahn Miyoung. Teman penyiar paruh waktuku yang sangat manis. Kami baru saja saling mengenal beberapa bulan belakangan ini. Perempuan yang selalu tersenyum itu menyembunyikan sesuatu yang sangat besar dari keluarga dan teman-temannya. Perempuan kuat yang belum pernah kutemui sebelumnya. Miyoung-ah, berjuanglah.

 

Lee Donghae

Aku menggenggam tangan mungil yang begitu kurus dan pucat seolah darah enggan mengalir dengan baik di balik kulitnya. Aku mendaratkan kecupan-kecupan singkat di tangannya. Aku menatap wajah cantik yang terlihat semakin tirus dalam tidurnya. Tidur yang berlangsung terlalu lama untuk perempuan ceria penuh energi seperti seorang Ahn Miyoung. Aku mengusap kedua pipinya lembut dan membisikkan kata-kata sayang dan penuh semangat untuk membuatnya tergerak membuka kedua matanya. Miyoung-ah, oppa merindukanmu. Bangunlah dari tidurmu yang panjang.

 

Ahn Miyoung

Systemic Lupus Erythematosus. Penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Penyakit itu mendatangiku sejak setahun belakangan. Aku mengabaikan segala hal yang kualami seperti kelelahan dan sebagainya, yang ternyata merupakan gejala dari penyakit ini. Aku menyembunyikan fakta ini karena tidak ingin membuat semua orang yang kusayangi menjadi sedih. Aku bahkan belum sempat melakukan banyak hal untuk orang-orang yang menyayangiku.

 

Keadaanku semakin melemah hingga aku tak sanggup bertahan lagi dalam keadaan sadar. Aku bisa mendengar semua orang yang datang menjengukku. Kekasihku, Donghae oppa, baru saja pergi meninggalkanku. Kali ini aku mendengar suara lembut dari Ryeowook oppa. Kemudian suara Eun Hyuk oppa, Leeteuk oppa, Heechul oppa, Yesung oppa bahkan suara rakun pemalas itu juga ada hari ini. Jarang sekali aku menemukan semua orang yang kusayang berada di sini pada waktu yang sama.

 

Aku ingin memeluk mereka, sangat. Sebenarnya, masih ada yang aku tunggu. Aku menunggu kedatangan dua orang itu. Aku tidak yakin mereka akan datang. Sudah lewat dua bulan aku berbaring di sini, aku hanya mendengar suara mereka satu kali. Saat minggu pertama aku ada di rumah sakit ini. Mereka orang sibuk atau menyibukkan diri untuk tidak menemuiku.

 

Kyuhyun, aku bertaruh untukmu, jika kamu datang hari ini menemuiku, aku akan mengabulkan permintaanmu.

Siwon oppa, entah mengapa aku merindukan suaramu yang selalu bisa menenangkanku diantara suara berisik Eun Hyuk oppa, Heechul oppa, Leeteuk oppa dan rakun pemalas itu.

Datanglah, jebal

 

***

Suasana di depan ruang rawat Ahn Miyoung terlihat dipenuhi lelaki tampan dengan raut wajah sendu. Dua orang terlihat baru datang bergabung bersama mereka. Sembilan lelaki tampan itu saling menyapa dan berjabat tangan hingga seorang suster mengingatkan mereka tentang jam besuk pasien yang akan habis dalam waktu lima menit lagi. Kedua orang yang baru saja datang itu segera memasuki ruang rawat Ahn Miyoung untuk mempersingkat waktu.

 

“Ahn Miyoung-ssi, ini aku, Choi Siwon. Bagaimana kabarmu? Aku merindukanmu.”

Suara Choi Siwon terdengar lembut. Ia menggenggam erat tangan perempuan yang tengah berbaring didepannya seolah memberikan kekuatan. Kemudian matanya menatap lelaki disebelahnya dan mengangguk sebagai pertanda gilirannya selesai.

 

Kyuhyun menatap punggung Choi Siwon yang keluar dari ruangan steril ini. Kyuhyun meletakkan sebuah kotak kecil di meja dan ia tersenyum pada perempuan pucat yang masih memejamkan matanya. Kyuhyun menggenggam lembut jemari rapuh Ahn Miyoung.

“Miyoungie, aku Kyuhyun. Mianhae karena ini yang kedua kalinya untukku datang. Pekerjaan dosen membuatku terperangkap dua puluh empat jam. Semoga kamu bisa mengerti betapa tersiksanya aku di sana dengan pikiran hanya tertuju padamu. Aku membawakan cokelat untukmu. Seharusnya kau tahu, aku membawakan cokelat karena menginginkan sesuatu…”

 

Kyuhyun mengambil jeda untuk menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Ia kembali tersenyum sambil terus menggenggam tangan Ahn Miyoung lembut.

“Aku punya permintaan. Aku memintamu untuk membebaskan dirimu dari penderitaan ini. Aku dan semua orang yang menyayangimu tidak sanggup melihat keadaanmu seperti ini, Miyoungie… Bebaskanlah dirimu, ne?! Kabulkan permintaanku. Namja chingu pertamamu,”

 

***

Suasana malam di musim semi membuat udara dingin tetap terasa menusuk. Ahn Miyoung berada dalam ruangannya seorang diri. Jam besuk telah habis beberapa jam yang lalu. Semua lelaki dalam kehidupannya telah pergi meninggalkan rumah sakit. Perempuan itu tahu kalau mereka akan kembali lagi esok. Tetapi Ahn Miyoung juga yakin dirinya sudah tidak berada lagi dalam raganya. Ahn Miyoung tersenyum dihiasi dengan titik air mata yang mengalir dari sudut matanya yang terpejam. Ia berterima kasih pada Tuhan atas kebaikannya untuk memperkenalkan dirinya dengan orang-orang yag disayang.

 

 

“Aku akan mengabulkan permintaanmu, Kyuhyun… Aku menyayangi kalian,”

 

 

The End

2 Comments (+add yours?)

  1. ayumeilina
    Jun 01, 2016 @ 15:51:00

    sesuai sama judulnya Lovers 😆😆😆
    nice words. sukaaa..😍

    Reply

  2. sophie
    Jun 04, 2016 @ 06:12:21

    Cakepp,,,

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: