[Sequel Of Me] You

160526-celebration-pc-5

Author: Hara (@MagnaeFarah)

Title: You

Casts: Cho Kyuhyun and OCs

Genre: Romance, Fluffy, Comedy(?!)

Tags: Oneshoot, Sequel

NB: OK, I bring you the sequel of ‘Me’ series/twoshoot! This is a really big problem for me to imagine the happy ending… I hope this happens to me too, yeah in my dream /it seems like SJ’s title song? /Forget it. I wanna know your reaction(s), so don’t forget to comment!^^ Enjoy!

Oh these are the download links of the songs for the last scene. I hope you enjoy the songs!

-o-

🎵 Uso ni natte shimae ba ii

Kimi ga koboshita namida to SAYONARA ga 🎵

“Hnggg… yeoboseyo?” tidak ada jawaban dari seberang sana. Saat dilihat, ternyata itu adalah sebuah SMS, bukan telepon masuk. “Baka! Baka! Baka!!” seruku berkali-kali, masih setengah mengantuk. Aku juga lupa kalau aku sudah mengganti nada deringku. Saat kubuka, ya ampun hanya SMS Operator! Ahh sial, mengganggu tidurku saja! Wait! Jam berapa sekarang? Aku terbangun 3 kali ditidur pagiku ini, Ya Tuhan! Jam 08.32? Tunggu dulu! Aku seperti tidak asing dengan jam segini. Ah ya, di mimpiku jam segini Abe mendatangi apartement-ku, ya ya itu benar!

Wait! /once again. Aku rasa mimpiku itu akan membawaku merasakan de javu kalau aku memang tak bertekad untuk mengubah alur ceritanya, secara aku memang tokoh utama! Seumur hidupku, sekalinya aku ber-feeling, maka tanpa diduga feeling-ku akan jadi kebenaran—bukannya aku mau melangkahi Tuhan, aku hanya merasa aneh saja…

Baiklah, mau tak mau aku harus berangkat kuliah sekarang! Masih ada setengah jam lagi! Aku tak mau kisahku berlalu seperti yang ada di mimpiku. Meskipun ending-nya begitu manis, tapi aku tetap tak siap untuk mengalami hal yang sama ke-‘dua kali’-nya.

Setelah mandi dan berpakaian, aku bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Apapun yang akan terjadi hari ini dan seterusnya, aku akan bersiap jika memang harus menghadapi resiko karena menentang(?) skenario yang berjalan di mimpiku. Ketika aku sudah keluar dan akan mengunci pintu apartement-ku dengan password, terlihat seseorang menghampiriku.

Loh? Abe-ya?! Nah, aku tidak salah kan? “Hara-ya!” sapanya. “Ne?” tanyaku. “Padahal aku ingin mengunjungimu untuk memastikan kau akan masuk kuliah atau tidak, tadi Kyuhyun-ssi menghubungiku dan menanyakannya. Biasanya kan kau tak pernah telat, begitu katanya,” jelas Abe. “Ini aku sudah siap-siap, aku bangun kesiangan dan baru ingat ada jadwal kuliah hari ini, hehe,” cengirku berbohong.

“Mian ne, malah mau pergi disaat tamu baru datang,” ujarku benar-benar menyesal. “Gwenchana, kuliahmu lebih penting. Fighting, ne? Oh ya, kalau kalian ada perkembangan, ceritakan padaku ne? Setidaknya aku merasa tidak gagal-gagal amat sebagai ‘mak comblang’ diantara kalian!” goda Abe.

Aku yang memang sudah paham dari kata-kata pertamanya pun langsung bereaksi, “APA-APAAN KAU?! KAU BENAR-BENAR SETAN! KALIAN BERDUA MEMANG PANTAS DISEBUT SEBAGAI SETAN YANG SAAANGAT KOMPAK! PERGI KAU, SETAN TIDAK PANTAS BERADA DI SINI, PERGII!” ujarku ngamuk hebat sambil melempari Abe dengan flat shoes hitamku, satu mengenai tengkuk Abe ketika dia sudah mencoba berlari sejauh-jauhnya dariku.

Ketika bayangannya menghilang, kupungut flat shoes sebelah kanan yang berhasil mengenai tengkuk Abe itu, memakainya dengan baik, lalu berjalan dengan senyum kemenangan. Seseorang yang 3/4-nya terdiri dari angel soul ini boleh kan untuk bersikap layaknya devil sesekali? LOL!

Aku sampai di Seoul National University jam 08.55. OK fixed, that killer seonsaengnim will drop me down to the base of the world if I’m late in his class! There’s only one solution, RUN! Aku pun berlari dengan semangat menggebu-gebu. Run, Hara-ya, Run! Semangat!, seruku dalam hati.

Karena memang jarak kelasku dari gerbang tidak terlalu jauh -aku saja yang terlalu berlebihan- disertai kecepatan lariku, aku sampai di kelas jam 08.56! Sayang sekali, aku termasuk orang yang susah mengerem lari, sehingga sebelum aku benar-benar menapakkan kaki di ambang pintu kelas, Kyuhyun tiba-tiba keluar dari sana dan…

Aku menutup mata sebelum kecelakaan(?) benar-benar terjadi. BRUUK!!

Ah jinjja! Aku bertabrakan dengan siapa sekarang? Bukan dengan siapa mungkin, karena rasanya aku seperti menabrak tiang! Punggungku juga sakit sekali setelah berciuman(?) dengan lantai, sungguh! OK, aku rasa badanku perlu pijatan ekstra habis ini. Ya Tuhan rasanya sakit campur pedih!

Ketika aku hendak bangun, mataku baru bisa terbuka meskipun agak kunang-kunang. Kyuhyun? Jadi aku benar-benar bertabrakan dengannya? Ya ampun, aku baru saja menyadari posisi kami yang tidak wajar untuk lingkungan universitas! Kyuhyun terlihat berusaha keras menahan berat badannya agar tidak menimpaku, mungkin dia juga merasakan sakit yang sama? OK sip, tolong panggilkan kami sebuah ambulance!

Aku berusaha bangun meski masih merasa ngilu yang sangat di bagian punggung, “Kyuhyun-ssi, gwenchanayo? Ppalli ireona, aku bantu,” aku mengulurkan tangan padanya tanpa memedulikan pandangan orang-orang sekitar. Kyuhyun meraih tanganku, aku pun memegangi tangannya agar dia bisa berdiri.

“Permisi! Jogiyo! Beri jalan, beri jalan!” teriak seseorang dari suatu arah di kerumunan. Lalu orang itu keluar dan ternyata… Donghae-ssi? “Kalian berdua kenapa? Apa ada cedera? Ahh ini bisa berbahaya sekali kalau tidak segera diperiksakan! Kita tidak mungkin pergi ke UKS, aku akan membawa kalian ke rumah sakit!” serunya panik sambil menggiring kami berjalan keluar dari kerumunan. Tiba-tiba kami disambut oleh seonsangnim killer yang akan mengajar di kelasku dan Kyuhyun dengan tatapan khawatir, juga beberapa seonsangnim menghampiri dan bahkan ada yang berniat untuk mengantarkan kami ke rumah sakit. Sungguh saja, resiko menentang mimpiku pada hari pertama ini benar-benar daebak!

-o-

Author POV

Kyuhyun dan Hara diperiksa di ruangan yang sama. Terlihat Donghae, seonsaengnim killer, dan beberapa seonsaengnim lain tengah menunggu di ruang tunggu. Tak lama kemudian, dua orang yang ditunggu keluar secara bersamaan diikuti seorang dokter di belakang mereka.

“Bagaimana, uisanim? Apa mereka mengalami cedera parah? Tidak? Lalu bagaimana bisa mereka tidak dirawat terlebih dahulu?” cerocos Donghae seperti panjang gerbong kereta yang hampir tanpa ujung. “Apakah Anda anggota keluarga dari pasien saya ini?” tanya dokter sopan. “Ah ya… saya teman dari si pasien laki-laki, sementara pasien perempuan ini adalah kekasihnya,” jawaban Donghae menggemparkan sekumpulan orang yang berada di koridor itu. “Namun, saya bisa menanggung biaya pengobatan mereka. Apa ada yang harus saya urus untuk ini?” sambungnya untuk memecah keheningan.

“Baiklah, pertama-tama mengenai kedua pasien ini, mereka tidak mengalami cedera parah. Saya juga tidak membuat resep obat apapun, kecuali istirahat yang cukup dan jangan melakukan kegiatan berat dahulu untuk beberapa hari ke depan. Kalian bisa datang kemari untuk mengonsultasikan keadaan kalian. Saya juga menyarankan untuk berobat ke pengobatan tradisional dan meminta layanan pijat dengan herbal, itu akan mempercepat kesembuhan kalian,” jelas dokter.

“Oh ya, Anda bisa lewat jalan ini, Tuan,” ujar dokter itu pada Donghae. Sementara Kyuhyun dan Hara duduk di bangku, seonsaengnim killer mereka pun menghampiri. “Sesuatu yang dinamakan takdir itu memang tidak bisa dielakkan, tapi apakah aku boleh tahu mengapa kalian bisa seperti ini?” tanyanya lembut, wah ternyata seonsaengnim killer itu tidak seperti kelihatannya yang biasanya sangar ya?

Kyuhyun dan Hara berbicara hampir bersamaan. Kyuhyun pun memberi kode tanda ia mempersilakan Hara yang bicara. “Ya ini salahku. 5 menit sebelum kelas dimulai, aku sudah sampai di gerbang universitas. Karena takut telat di kelas seonsaengnim, aku berlari sekencang-kencangnya. Aku lupa kalau aku susah mengerem lariku, sehingga sebelum aku sampai di pintu kelas, tiba-tiba Kyuhyun muncul dari sana dan kecelakaan itu tak terhindarkan,” jelas Hara menyesal.

“Apakah aku begitu menakutkan sehingga kau takut telat masuk ke kelasku dan akhirnya semua berakhir seperti ini?” tanya seonsaengnim. Kyuhyun dan Hara sama-sama menunduk, tak berani menjawab. “Tidak apa-apa, jujur saja. Kebetulan sekarang aku sedang berada dalam mood yang baik sehingga aku akan senang mendengar masukan dari kalian,”

Meski agak ragu, tapi akhirnya kedua pasien tadi mengangkat kepala mereka, menatap satu sama lain, lalu Kyuhyun angkat bicara. Dia dengan lepasnya membicarakan segala reaksi teman-temannya di kelas, juga dari mereka sendiri. Seonsaengnim pun terlihat menanggapinya dengan ramah dan diskusi itu berjalan lumayan panjang hingga Donghae kembali dengan dokter tadi. “Kalian boleh pulang. Ingat, istirahatlah yang cukup, dan cepat sembuh!” hibur dokter itu dengan senyumnya.

Terlepas dari itu, mari kita sedikit flashback saat Donghae dan dokter tadi berdiskusi. “Baiklah, Anda sudah memenuhi persyaratannya dan, senang bisa bekerja sama dengan Anda!” kata dokter itu sambil berjabat dengan Donghae. “Ah ya, Donghae-ssi, tadi Anda bilang si pasien laki-laki adalah teman Anda dan pasien perempuan itu adalah kekasihnya. Kalau saya boleh tahu, apakah yang Anda katakan itu benar? Sepertinya semua orang di sekeliling Anda tadi terkejut mendengarnya,”

“Ah,” Donghae tersenyum ambigu, “tidak juga sih, uisanim. Aku hanya mencari alasan di depan Anda. Lagipula kurasa yang kubilang juga bukan sebuah kesalahan. Untuk informasi Anda saja, mereka ini dalam masa PDKT dan aku bisa juga disebut sebagai ‘mak comblang’ untuk mereka, makanya aku berkata demikian,” Dokter juga tertawa mendengarnya, “Anda lucu sekali. Ah baiklah, kalau mereka sudah jadian, bilang pada mereka kalau aku merestui mereka ya? Mereka cocok kok, aku serius!” ujarnya jujur.

-o-

Hara POV

Sepulang kuliah, aku menelepon Abe dan Vee eonni untuk mengunjungiku di apartement. Akhirnya aku mengikuti saran dokter untuk memilih layanan pijat. “Hara-ya!” panggil sebuah suara yang kuyakini adalah suara Onee-chan. Aku segera membuka pintu untuk mereka. Dengan sedikit basa-basi, aku menyampaikan maksudku meminta mereka datang. “Ah begitu rupanya, itu menyeramkan sekali! Begini saja, I have a recommended place for you. Sesampainya di sana, kau akan langsung dirawat sesuai keluhan yang kau rasakan. Aku sudah langganan di sana, ya sebenarnya yang punya pengobatan tradisional itu halmeoni-ku sendiri, hehe,” saran Abe.

Kami pun segera pergi ke pengobatan tradisional tersebut. Ketika kami membuka pintunya, kami disambut seorang pegawai wanita ramah dan cantik yang memakai hanbok. “Selamat datang di rumah pengobatan tradisional kami! Ada yang bisa kami bantu?” Aku pun menanyakan layanan pijat herbal dan setelahnya kami langsung dibawa ke sebuah ruangan. Di sana kami bertemu halmeoni. Setelah kami memberi salam, halmeoni itu membalas dan berkata, “Wah, cucuku akhirnya punya waktu luang untuk mengunjungiku, belum lagi kedua gadis cantik dan manis yang dibawanya ini. Ada perlu apakah kalian kemari?”

Halmeoni pun mendengarkan keluhanku dengan baik, lalu dia mempersilakanku mengganti pakaian. Setelah itu aku memposisikan badanku menelungkup di atas sebuah matras. Tangan ahli halmeoni itu mulai memijat dan mengurut punggungku. Aah rasanya sudah berapa lama aku tak mengalami refleksi semacam ini? Nyamannya… Terlihat Abe dan Vee eonni juga tergiur ingin dipijit. Kalau mau dipijit, ya tunggu saja giliran kalian mengalami hal sepertiku, hahaha! Aku mendadak evil begini, ya? LOL!

Perjalanan sore setelah kami keluar dari rumah pengobatan tradisional tidak berlangsung lama karena hujan turun, jadi kami memilih pulang ke rumah masing-masing. Malam ini, aku ingin menghangatkan diri dengan ramyeon ahjumma di sebelah apartement. Kenapa lagi-lagi mimpi itu menghantui hah? Aku lelah juga kalau rasanya seperti dikejar-kejar begini! Tapi, persetanlah dengan semua itu! Aku lapar dan ingin makan. Titik!

Bukannya aku sengaja, tapi aku akan pergi dengan hoodie putih kebesaran favoritku -juga- dengan payung biru. Jangan kaitkan mimpiku dengan kenyataan, itu jelas-jelas dua hal yang berbeda jauh! Ini kehendakku jadi aku akan tetap pada pendirianku.

Aku pun berjalan kaki menuju toko ramyeon, tapi feeling-ku bilang aku harus mengecek dulu ke dalam. Aku pun sedikit menyundulkan kepala dari ambang pintu, aku harap tidak ada orang yang notice, apalagi si ahjumma! Dia dengan suara lantangnya akan menanyakanku untuk mampir ke tokonya dan itu akan membuatku malu ketika orang-orang menoleh ke arahku, padahal belum tentu aku akan makan di sini!

Ah jinjja! Mimpi itu benar-benar menyebalkan! Aku melihat figur Kyuhyun duduk di bangku yang persis seperti di mimpiku! Eh, tapi kenapa dia bisa di sini? Apa dia sudah lumayan membaik sepertiku? Oh, jangan harap aku akan memilih bangku di sebelahnya dan mencoba berbincang dengannya! Tidak akan! Matilah aku! Matilah aku!!, batinku histeris. Kalau tidak makan di sini, aku tak tahu lagi akan makan di toko ramyeon mana yang mungkin menyediakan ramyeon seenak di sini. Ah gengsi ini benar-benar menyengsarakan!

Gawat! Aku ternyata habis melamun dan baru sadar kalau Kyuhyun menoleh ke arahku. Apa benar dia melihat ke arahku? Kutengok kiri dan kananku, tidak ada orang yang mungkin jadi pusat perhatiannya. Jadi dia benar melihat ke arahku?! AAAHH!! Escape now, babo! batinku. Dalam sekejap, aku menghilang(?) dari TKP, tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

-o-

Kyuhyun POV

Malam ini terasa dingin sekali, hujan turun yang kesekian kalinya dimusim semi. Nah untuk sekedar menghangatkan diri, aku mampir ke toko ramyeon dekat apartement, karena aku juga pecinta ramyeon sih. Setelah memesan semangkuk ramyeon, aku hanya butuh sedikit waktu untuk menunggu dan semangkuk ramyeon pun hadir di hadapanku. Aku pun segera melahap porsiku.

Ketika ramyeon-ku hampir habis, hatiku tergerak untuk melihat sekeliling. Beberapa orang ada yang sedang berbincang sambil menunggu pesanan, ada yang sedang memakan porsi mereka, ada juga yang tengah mengoceh tak jelas karena sudah mabuk sehabis minum beberapa botol soju. Mataku sedikit melirik ke arah pintu, lalu beralih ke ramyeon. Tapi menyadari ada yang aneh, mataku berputar lagi ke arah pintu. Ada seseorang di sana.

Eh, itu Hara kan?! Kenapa dia melamun di sana? Nampaknya ia hendak masuk namun ada yang menghalangi keinginannya itu. Aku pun menunggu dia tersadar dari lamunannya dengan penasaran. Kepalanya pun sedikit terangkat, lalu terjadilah eye contact diantara kami. Hara terlihat agak bingung, dia menoleh ke kiri dan kanannya. Ah aku tahu! Dia pasti bingung apa aku benar-benar melihat ke arahnya atau ke orang lain di sekitarnya. Jelas-jelas tidak orang di sana! Hhh~ diam-diam Hara itu sedikit babo ya?

Menyadari itu, Hara langsung menghilang seperti orang yang memiliki kemampuan teleportasi! Cepat sekali perginya! Aku pun menghabiskan sesumpit(?) ramyeon terakhirku, membayarnya, lalu buru-buru mengejar Hara. Kalau tidak salah dia tadi pergi ke arah kiri kan? Baiklah, aku harus bisa mengejarnya!

Aku pun berhenti di depan sebuah mini market, cepat sekali larinya! Di luar mini market, aku melihat payung yang persis sama seperti yang dibawa Hara tadi. Nampaknya payung itu tidak terlalu populer untuk dimiliki banyak orang jadi aku meyakini benar itu milik Hara. Akhirnya aku memilih masuk ke dalam. Aku pun mencoba mencari dimana kira-kira Hara berada. Benar saja, yeoja dengan hoodie putih kebesaran itu sedang ada di barisan makanan instan. Aku pun diam-diam mendekatinya dengan cool-nya /weleh-weleh!/

“Selamat malam, yeoja manis,” sapaku. Hara berbalik badan dan langsung mematung melihat ada aku di hadapannya. Tangannya bergerak menunjukku, ketakutan. Seperti jika kau melihat hantu, kau akan menunjuknya, berbicara terbata-bata, lalu berlari dari hadapannya. Tapi ngomong-ngomong, apakah aku sama menakutkannya dengan sekumpulan hantu itu? Masa iya, aku setampan ini bisa menakuti orang sih? /narsis gileee/ /plaak/

Hara akan berhasil menggunakan jurus teleportasi(?)-nya jika aku tidak menahan tangannya dan bilang, “Apa kau akan membawa kabur bungkus ramyeon itu bersama kekuatan teleportasimu hah? Kau belum ingin hidupmu berakhir di jeruji besi kan?” tanyaku. Oh ayolah aku tahu aku bukan bertanya padanya, lebih tepatnya mengancam mungkin?

“Ke-kekuatan teleportasi? Ma-maksudnya?” tanya Hara gagap. Jujur saja wajahnya lucu sekali berekspresi seperti itu! Aku tertawa tapi Hara hanya menatapku seakan-akan aku benar-benar aneh, tapi bukannya dia yang malah terlihat aneh di sini? “Ni soneul…” kode Hara, oh spontan kuangkat tanganku dari tangannya. Tapi, mengapa rasanya mendadak aneh? “Mian, maksudku kecepatan larimu itu. Cukup saja kau membuat dirimu sendiri dan aku yang jadi korban. Ah ya masalah tadi, kenapa kau malah lari setelah menyadari kalau aku melihat ke arahmu di toko ramyeon tadi?” tanyaku sambil mengikuti langkah Hara.

Hara tampak takkan menjawab pertanyaanku. Malukah dia? Atau, coba positive thinking, mungkinkah dia tidak mendengarkan aku bicara? “Hara-ya?” panggilku. “Ne,” dia menoleh ke arahku, lalu beralih lagi ke berbagai macam makanan instant yang tersaji di depannya. “Aku dengar kok, tapi aku takkan jawab,” jawabnya, -kataku ini sama sekali bukan jawaban-

Hara mulai membawa barang belajaannya ke kasir, membayarnya, lalu melangkah keluar mini market dan mengambil payung biru yang tadi ia parkirkan(?) di sana. Tiba-tiba suasana jadi hening ketika kami untuk pertama kalinya berjalan seperti ini. Rintik-rintik hujan sudah tidak terasa lagi di atas kepalaku, lalu aku menyadari kalau Hara terus mendongak sambil memegangi payungnya, mungkin pikirnya semoga ini cukup untuk kami.

“Apakah tidak kebalik? Bukankah seharusnya aku yang memegang payungnya secara aku juga lebih tinggi darimu?” tanyaku sambil mengambil alih payungnya. Hara terlihat menunduk sambil tersenyum malu. “Kasihan kan lehermu nantinya pegal karena terus-terusan mendongak, oh ya apakah kau sudah mengikuti saran dokter?” tanyaku lagi, sambil spontan tanganku yang bebas bergerak memijit tengkuk Hara.

“Sudah, hari ini aku pergi dengan Abe dan Vee eonni ke rumah pengobatan tradisional milik halmeoni-nya Abe. Nyaman sekali rasanya, aku juga sudah lumayan membaik. Mmmh! Bagaimana denganmu?” tanya Hara selesai dia meregangkan tangannya dengan ekspresi senang. “Aku juga pergi ke sana tadi, kok kita tidak bertemu? Kau berangkat jam berapa?”

“Ah, pijitannya cukup, terima kasih banyak!” kata Hara, lalu aku mengangkat tanganku dari tengkuknya, beralih dengan memakaikan tudung hoodie Hara di kepalanya. “Kami berangkat agak sore sih, lalu setelah itu kami jalan-jalan ke taman untuk melihat bunga-bunga, tapi hujan turun jadinya kami harus pulang,” lanjutnya.

“Kalau aku datang siang hari, pantas saja kita tidak bertemu!” kataku, aku hendak melanjutkan pembicaraan tapi aku baru sadar kalau kami sudah sampai di jalan menuju apartement-ku. “Hara-ya, kau tinggal di sekitar sini ya? Kalau aku tinggal di apartement itu,” tunjukku pada apartement yang posisinya agak di belakang. “Jinjja? Wah aku tinggal di apartement ini, berarti apartement kita hadap-hadapan! Baiklah, berarti kita harus berpisah di sini. Apa kau tidak apa-apa berjalan tanpa payung, Kyuhyun-ssi? Bukannya kesehatanmu tidak terlalu baik? Ini, pakai saja payungku!” tawar Hara.

“Ah tidak usah! Kalau aku memakainya, bagaimana denganmu?” aku menolak halus, tapi aku tersadar sesuatu, kok Hara bisa tahu kalau aku termasuk orang yang mudah sakit? “Yang harusnya dikhawatirkan sekarang ini adalah kau, Kyuhyun-ssi. Pakailah! Aku sih tidak apa-apa,” Hara mengambil alih tanganku lalu menyerahkan payungnya. Dia juga berjalan ke hadapanku, sedikit berjinjit lalu memakaikan tudung hoodie-ku seperti yang kulakukan padanya tadi.

“Kalau begini, kita seperti cross-colored hoodie couple ya? Hoodie-ku putih dan hoodie-mu hitam, kkkk,” Hara terkekeh malu setelah mengucapkan kalimat tadi. “Ya sudah, sampai jumpa besok! Annyeong! Oyasumi!” kata Hara sambil melambai-lambai lalu berlari menuju apartement-nya. Bodohnya, aku hanya terpaku di posisiku, dengan payung Hara plus tudung hoodie-ku yang dipakaikan olehnya tadi untuk menghalangi air hujan menetes di kepalaku.

Hana-nim, oneurui gieokdeul neomu haengbokhaeyo. Jeongmal gamsahamnida, Hana-nim!

-o-

Author POV

Malam indah itu cepat tergantikan dengan hari Sabtu, tapi tak ada satu pun dari tokoh pada cerita ini yang mengalami hal penting hari itu. Maka hari yang agak membosankan itu juga cepat tergantikan dengan hari Minggu. Nah hari ini, nampaknya akan ada bahasan lain yang bisa kuceritakan. Mari kita beralih dulu pada tokoh utama pria yang terlihat sudah bangun dari tidurnya…

Sekalinya seorang namja sudah menyadang gelar ‘Ouji-san’ atau ‘pangeran’ yang berarti namja sempurna dari segi apapun yang dimilikinya, maka segala kekurangannya akan terpinggirkan begitu saja, betul kan? OK, Kyuhyun terlihat belum benar-benar sadar. Seseorang tolong ambilkan aku seember air! Aku gemas sekali melihat namja tampan sepertinya malah suka tidur!

Tidak tahu apa yang tiba-tiba masuk(?) ke pikirannya, tapi akhirnya ia langsung bergegas ke kamar mandi. Ckckck, rajinnya! Selesai mandi, Kyuhyun mencari iPhone-nya lalu setelah ketemu ia segera mencari nama seseorang di kontaknya untuk dihubungi. “Yeoboseyo?”

“Ne, kau dimana?”

“Aku, hm… sedang berada di kompleks dekat apartement kalian,” Kyuhyun spontan melompat dari kasur, “YA! Apa yang kau lakukan di sana?”

“Aku akan bertamu ke apartement Hara, wae?”

“Mwo?! Ah jinjja, andwae, andwae! Berhenti di tempatmu sekarang juga, hyung! Aku memintamu berhenti dan mendengarkan kata-kataku baik-baik! Aku hanya akan menyampaikannya sekali, dengar?”

“Dasar anak ini! Ya ya, aku dengarkan! Kau mau bicara apa?” tanya orang itu yang ternyata adalah Donghae. Diam-diam dia menunggu telepon dari anak menyebalkan itu sejak tadi. “Ng… aku berterima kasih banyak karena kau sudah mau membantuku, hyung, tapi aku memintamu untuk berhenti sekarang. Aku merasa bahwa ini saatnya aku berjalan sendiri, aku takkan berlama-lama bergantung pada bantuanmu, kan hyung? Aku mohon, beri aku kesempatan itu, lalu kau bisa beristirahat mulai sekarang,”

“Ah? Baiklah aku akan berhenti, tapi neoneun wae ireohke neomu kkamjagi?”

“Apakah aku bertindak terlalu cepat? Aku hanya merasa kalau urusan dan keinginanku, hanya aku sendirilah yang bisa menyelesaikannya. Lagipula aku merasa mungkin pertemanan kita bisa saja rusak kalau aku tak meminta hyung berhenti segera. Aku juga tak bisa berpikir apa yang akan terjadi jika Hara tahu yang sebenarnya. Aku tak mau menyakitinya, hyung…”

Terlihat Donghae tengah menyunggingkan senyum tulus, “baguslah, uri makdongi sudah tumbuh dewasa, ne? Nah kalau begitu kau dimana sekarang? Aku menunggumu datang ke posisiku sekarang. Setelah kau datang dan menggantikanku, aku akan pergi,” Kyuhyun juga terlihat tengah tersenyum mendengarnya.

-o-

Hara POV

Aku baru selesai mandi dan tengah mengeringkan rambut hitamku dengan handuk. Lalu aku berjalan ke depan cermin dan mulai memoleskan sedikit bedak, tapi gerak tanganku berhenti mendengar dering telepon dari iPhone-ku.

Lee Donghae calling…

“?” Tumben namja ini menelpon, tapi biarlah. Kuangkat teleponnya segera. “Yeoboseyo?”

“Hm, suaramu ternyata memang mendamaikan seperti biasanya. Annyeong, sedang apa?” Aku menyadari ini bukan suara Donghae, lebih terdengar seperti suara Kyuhyun. “Ne, joesonghamnida. Ige… nuguseyo?” tanyaku pelan, takut menyinggung si penelepon.

“Nugu? Apakah kau bercanda? Kau baru saja menemuiku, Ouji-san yang dengan kebetulannya berada di bawah lindungan payung dari hujan tadi malam bersamamu!” katanya. OMG! Ini benar-benar Kyuhyun! Ya Tuhan! Mukaku memerah sekarang, kalau diingat-ingat, dia romantis sekali… >.< Wait! Tadi apa katanya? Ouji-san?! Astaga!!

“Ah Kyuhyun-ssi? Bagaimana handphone Donghae-ssi ada padamu?—”

“Aku akan menjelaskannya padamu jika kau tidak sibuk untuk kuajak bertemu, aku menunggumu di bawah,” entah apa yang kupikirkan, tapi aku langsung bergerak melihat ke bawah dari jendela, aku bisa melihat Kyuhyun dengan tangan kirinya yang masih menenggerkan handphone-nya di telinga sementara tangan kanannya yang bebas melambai-lambai ke arahku.

Ya ampun! Aku sadar penampilanku masih berantakan! Malu sekali aku saat melihat Kyuhyun masih bisa-bisanya tersenyum padaku. Telepon pun terputus, lalu aku bersiap-siap untuk menemuinya hari ini. Akan ada apa lagi ya? Aku benar-benar penasaran, apakah de javu akan hadir juga padaku hari ini?

-o-

Author POV

Hara pun muncul dari dalam apartement-nya. Kyuhyun yang baru mengangkat kepala dan belum sempat mengambil napas tiba-tiba harus merasa sesak saat melihat penampilan yeoja itu. “Annyeong! Sudah lama menunggu?” tanya Hara sambil tersenyum manis. Namja di depannya baru bisa menghembuskan nafasnya lega, lalu menjawab, “Ani, ayo pergi! Aku punya rencana untuk pergi ke taman, mumpung musim semi, apa kau mau?” Hara mengangguk senang, “Ne!”

Sebenarnya niat Kyuhyun membawa yeoja itu ke taman bermula ketika ia terus teringat akan kata-kata Hara malam itu, “…setelah itu kami jalan-jalan ke taman untuk melihat bunga-bunga, tapi hujan turun jadinya kami harus pulang,” tampaknya yeoja yang dia akui akan kemanisannya(?) itu suka hal-hal yang indah. Sebelum itu, mereka pergi ke apartement Kyuhyun. Di sana mereka menjemput motor ninja milik Kyuhyun. Untung saja namja itu punya dua helm, jadi mereka bisa pergi dengan aman.

Apa yang pernah dibayangkan Hara akhirnya terjadi juga, hanya saja… yah seorang yeoja pemalu sepertinya tentu saja takkan mau berkomentar apapun soal apa yang dirasakannya. Karena dia lumayan sensitive, dia hanya terdiam di bangku belakang. Kau tahu apa rasanya crush-mu jadi orang pertama yang kau back hug? Jangan jawab, aku sudah tahu jawabannya!

“Hara-ya!” panggil Kyuhyun dari balik helm-nya. “Ne?” jawab yeoja itu. “Kenapa diam saja? Aku pikir kalau kau ketiduran tadi!” kata Kyuhyun. “Ah, a-ani! Aku sedang melamun tadi, maaf ya?” jawab Hara jujur, yah dia mau jawab apa juga kalau dia berencana berbohong? Sudah kubilang kalau yeoja itu tak bisa berbohong! Di balik helm-nya, Kyuhyun tengah tersenyum… jenis senyum apalagi yang dikeluarkan namja ini, eh? Terlihat aneh, tapi aku rasa itu perpaduan antara dia merasa senang karena Hara dan karena ia berhasil akan sesuatu, mungkin? As.ta.ga! Aku paham sekarang! Dasar devil boy!

Tak perlu waktu lama, mereka sampai di taman kota. Baru saja Hara turun dan melepas helm-nya, dia langsung ngacir ke sana. Kentara sekali dia sangat bahagia sekarang. Kyuhyun yang baru selesai dengan motornya berjalan ke tempat dimana Hara berada. Tidak salah aku membawanya kemari, dan aku harap aku akan terus melihat senyum manisnya itu seharian ini, batin Kyuhyun senang.

Hara berjalan ke deretan bunga rose. Ada beragam warna bunga rose, seperti red, white, purple, bahkan ada yang blue. Dia mengeluarkan benda persegi empat dari tasnya, lalu dengan benda itu ia mengabadikan bunga-bunga itu. Tak lupa, Hara mencari background yang indah untuknya mengambil selfie. “Hana, dul, set!” bisiknya menghitung mundur jepretan kamera. KLIK! Yeoja itu melihat hasilnya dan ia terlihat senang. Sekali lagi ia mengambil selfie untuk dirinya.

KLIK! Hasilnya, ada yang aneh dari foto kedua. Hara melihat seseorang menumpang selfie di belakangnya. Saat dia berbalik badan, benar saja ada Kyuhyun di sana. “Kau di sini? Sejak kapan? Kalau mau menumpang selfie itu bilang-bilang! Kau malah akan jadi photo bomb saja kalau kau muncul seperti hantu dengan pose anehmu itu!” kata Hara sedikit kesal. “Aku baru saja ada di sini, eh mengapa wajahmu cemberut begitu? Apakah kau sangat kesal, hm?” pertanyaan Kyuhyun itu malah membuat Hara serba salah, dia tidak benar-benar kesal kok!

Kyuhyun mendekati Hara yang masih asyik foto-foto, “Maaf ya? Jangan cemberut lagi, nanti kau tidak manis lagi loh! Aku mengajakmu kemari kan, untuk itu,” EH! OMG! Namja itu keceplosan! Hayoloh! “‘Untuk itu’? Maksudnya apa, Kyuhyun-ssi?” tanya Hara polos. Ternyata yeoja itu mendengarnya, dibalik pertanyaannya padahal Hara tengah membatin; Dia mengajakku kemari untuk sebuah alasan? Ya Tuhan, bodoh saja aku menanyakan apa maksud namja ini, kan jadi malu!!><

“Ya tersenyumlah, karena aku menyukainya. Kalau tidak, ya, bakpao ini jadi gantinya untuk memuaskan jari-jari gatalku!” canda Kyuhyun menutupi kegugupannya, cie yang stay cool! Tapi apa yang dimaksudnya itu benar-benar bakpao? Tentu saja tidak! Sementara itu tangan Kyuhyun mulai mendekati pipi chubby Hara dan muncubitnya. Hara menatap namja itu malas, tapi sedetik kemudian tangan-tangannya bergerak cepat menggelitiki Kyuhyun.

Namja itu kegelian, jadi tangannya refleks terlepas dari pipi Hara, bahkan Kyuhyun tertawa terpingkal-pingkal saking kegeliannya. Merasa misinya sudah berhasil, Hara langsung berlari menghindari namja itu. Akhirnya sepasang cucu Adam dan Hawa itu berakhir pada sebuah misi kejar-kejaran.

Hara sebagai orang yang dikejar tiba-tiba terjatuh di barisan bunga sakura/cherry blossom. Kyuhyun yang sudah melihatnya masih melanjutkan misinya sebagai pengejar. Dengan wajah creepy dan juga tangannya yang bergerak bagai tentakel gurita, ia berjalan perlahan ke arah Hara. “Jinjja! Aku menyerah! Serius! Aku baru saja terjatuh di sini dan kau tiba-tiba datang! Sudah, sudah, aku lelah!” ujar Hara memelas sambil melambaikan tangan ke kamera(?)

Kyuhyun masih saja berpose seperti itu sehingga ketika ia berada di samping Hara, tiba-tiba ia ikut berbaring. “Aku juga, tahu! Untuk apa juga aku membalasmu? Nanti juga kau akan cari cara untuk membalasku dan itu takkan berhenti sampai kapan pun!” timpal Kyuhyun. Untung saja tidak ada orang yang notice kalau sepasang manusia tadi ada di barisan itu dengan posisi aneh. Mereka pun menikmati udara musim semi jam 11 hari itu dengan damai.

-o-

Kyuhyun POV

“Ah ya, tadi kau bilang kau akan menjelaskanku tentangmu, Donghae-ssi, dan iPhone itu. Ceritakanlah padaku cepat!” pinta Hara tidak sabaran. Oh ya, aku lupa! Akan kumulai dari mana ya? Ah! “Begini, sebenarnya itu iPhone milikku. Kau masih ingat, saat Donghae hyung datang padamu dan menanyakan nomormu? Itu sebenarnya aku yang meminta tolong padanya, maaf ya karena aku tidak langsung datang padamu hanya untuk itu pun…”

Agak hening sebentar lalu tiba-tiba, “Ne, aku tahu itu. Aku memaafkanmu,” aku langsung menoleh ke sisi kananku. “Jinjja? Kau tidak marah? Bahkan kau tidak bertanya mengapa aku melakukan itu?” tanyaku cepat. “Ngg… ya begitulah. Aku rasa aku sudah mengetahui semuanya bahkan tanpa perlu dijelaskan oleh siapapun, termasuk dirimu,” tolehan Hara menjadi akhir dari kata-katanya.

Aku takut akan menyinggung perasaan Hara, jadi aku hanya bertanya, “Me-mengapa bisa? Apa kau punya orang kepercayaan untuk memata-mataiku atau… apa?” Hara masih menatapku lekat-lekat sebelum akhirnya dia beranjak bangun dari posisinya. “Haruskah aku menjelaskannya? Aku hanya takut kau tidak mempercayaiku,” kata Hara. “Mengapa? Apa ada yang salah? Ceritakan saja, aku akan maklum dan mendengarnya dengan baik,” ujarku meyakinkannya. Hara masih berdiri, membelakangiku. Terdengar dia menghembuskan napas, apakah sangat sulit untuknya menceritakan semua padaku? “Jum’at pagi, sebelum kecelakaan di kampus terjadi, aku terbangun jam 06.05 pagi. Aku tadinya tak berniat untuk masuk kuliah karenamu—”

“Karenaku?” tanyaku memotong penjelasan Hara. Dia berbalik badan, lalu menatapku tajam. “Apakah sopan seorang pendengar malah berada di belakang pencerita? Kalau kau tidak beranjak, aku akan pergi. Lain kali, dengarkan pencerita dengan baik,” pesan Hara lalu berjalan—yang entah kenapa efeknya seperti di film-film. Aku pun segera melompat dari posisi berbaringku dan mengejar Hara.

Aku berhasil meraih tangannya. Sementara yeoja dengan sweater putih dan legging hitam itu terdiam dari jalannya. “Aku minta maaf. Aku hanya tidak tahu apa yang kau rasakan sekarang, jadi aku minta maaf jika aku membuatmu sedih. Aku mohon, ceritakan kembali ceritamu itu, aku takkan memotong perkataanmu lagi,”

Aku pun memegang kedua bahu yeoja itu dari belakang, lalu membalikkan badannya. Aku terkejut melihat setetes air bening jatuh dari mata Hara. “Ahh, gomen, aku menangis,” Hara menyeka air matanya lalu melanjutkan perkataannya, “terima kasih karena kau sudah mencoba mengerti, aku akan cerita setelah kita keluar dari sini, kaja!” Hara akhirnya mulai melakukan hal seperti yang sering kulakukan padanya—menggenggam tangan(ku). Aku merasa sangat senang, terima kasih untuk semuanya, Hara-ya…

Setelah Hara membeli se-cup capuccino choco, kami duduk di bangku taman. “Aku takkan berbasa-basi jadi kulanjutkan saja. Aku memilih untuk membolos kuliah dan tidur lagi setelah itu. Aku terbangun lagi jam 06.59 dan menyadari selama itu aku memimpikan berbagai hal yang panjangnya berhari-hari. Aku bermimpi Abe mengunjungi apartement-ku saat aku bolos, malamnya aku pergi ke toko ramyeon dan mengenaskannya aku duduk di samping kanan bangkumu kemarin itu, persis! Pokoknya beberapa hal di mimpi itu benar-benar terjadi layaknya de javu. Sejak aku tahu itu, aku mencoba melawannya. Di mimpiku, bahkan Abe dan Vee eonni bilang bahwa Donghae-ssi sudah punya yeochin. Terdengar mengenaskan ya? Karena tanpa disadari aku ternyata merasa sakit pada seorang namja yang tak kucintai tapi mengkhianatiku, aku memilih bermain hujan. Aku pergi ke universitas dan bertemu denganmu di sana. Aku hampir terjatuh pingsan di tanah jika kau tidak menolongku. Lalu kau membawaku ke apartement-mu. Entah apa yang terjadi saat aku pingsan tapi saat aku tersadar, aku… aku melihatmu…, melihatmu…”

Hara agak terbata saat ingin mengucapkan kelanjutan ceritanya. Aku sendiri penasaran, tapi aku tak mencoba mendesaknya. “Kau melihatku…?” lanjutku mencoba membantu Hara. Muka yeoja itu tiba-tiba memerah, manis sekali! Ah aku jadi tidak tahan berada didekatnya terus kalau begini! “Ma-maaf! A-aku lu-lupa bagian itu,” jawab Hara benar-benar gagap. Sepertinya bagian itu Hara sensor untukku, tapi biarlah, “Lu-lupakan yang tadi! Malam saat kau membawaku ke apartement, terjadi banyak momen indah di sana. Tapi aku tak berharap banyak untuk itu terjadi lagi pada kita. Malah aku merasa agak trauma, hehe. Oh, setelah itu, kau mengantarku pulang karena apartement kita berdekatan. Besoknya, aku mengunjungi apartement-mu. Setelah kubel 7 kali, kau baru keluar dengan kondisi mengenaskan. Ada memar di sudut bibirmu dan di perutmu, mungkin karena kau terlalu lemah, kau langsung pingsan di bahuku. Aku pun membawamu ke dalam, mengobatimu yang malah tersadar lagi dari pingsanmu. Setelah itu, sesuatu mengalir begitu saja yang akhirnya membawamu pada kondisi dimana kau harus menjelaskan semuanya padaku.

Ketika kau memilih pindah ke kelasku, kau meminta pertolongan pada Donghae-ssi, penerima pesan-pesanku di iPhone itu, semuanya! Aku merasa frustasi berat mendengar penjelasanmu. Aku merasa benar-benar naif hingga bisa-bisanya dibodohi seperti itu. Aku bahkan meneriaki permintaan bodohku padamu sebelum akhirnya aku menghilang dari hadapanmu dan kau mengejarku—”

Suicide?” terkaku. Hara langsung menoleh ke arahku. “Ne, kok kau bisa tahu?!” desaknya. Kini giliranku yang bercerita. “Aku juga memimpikan hal yang persis seperti halnya mimpimu, bedanya semua disajikan seperti akulah tokoh utama di sana. Aku pikir itu hanya mimpi belaka, ternyata itu memang firasat untuk kita. Aku pun mengingat semua yang kukatakan dan kulakukan di mimpi itu. Lalu kenapa kau mencoba menyensor bagian ‘itu’? Mungkin kau merasa bisa membodohiku jika aku tak mengalaminya juga, begitu kan?”

Hara terlihat salah tingkah tingkat dewa. “E-e-eto, sore wa… ngg… itu, itu tidak salah lagi…” Dia terlihat panik, mencoba memperbaiki kata-katanya, “bukan maksudku membodohimu! Aku tak berniat melakukan itu, sama sekali! Aku, aku hanya malu… maaf! Aku sungguh tidak… huhuhu~,” Hara langsung cemberut sambil menghentakkan kakinya, tidak nyaman.

“Jangan menangis! Ya Tuhan!” aku langsung menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Bagaimana ya cara mendiamkan yeoja pemalu ini? “Gomen, gomennasai! A-aku harus pulang sekarang! Abe dan Vee eonni su-sudah sampai di apartement-ku u-untuk berkunjung. Gomen ne, annyeong!” ujar Hara terbata sekaligus buru-buru, bisa kalian bayangkan seperti apa? Kalau Hara itu seperti In Ha di drama Pinocchio, mungkin dia sudah cegukan tadi. Aku tak memanggilnya atau pun mengejarnya, aku hanya tersenyum karena akhirnya aku tahu, perasaan kami sama-sama tidak bertepuk sebelah tangan. Menyenangkan sekali, kan?

-o-

Author POV

Hari Minggu itu berakhir dengan ending yang ambigu. Untuk menghindari protes dari readers, maka aku akan membuat sebuah sweet ending tentang mereka untuk kalian! Hara terlihat cemberut sambil tidur-tiduran di atas kasur. Dia terus teringat dengan hari itu dan dia hanya akan geleng-geleng, karena ia menyesal setelah mencoba kabur dari Kyuhyun. Ia ingin bisa menghabiskan waktu bersama namja itu sepanjang hari, nyatanya sudah 3 hari ini mereka belum bertemu. Kyuhyun mengunjungi keluarganya di Nohwon selama itu.

Ia terus mengecek iPhone-nya, kalau-kalau Kyuhyun menelepon atau mengiriminya SMS. Nyatanya, tidak juga! “Kyuhyun-ssi! Nan niga jeongmal bogoshipeoyo~!” rengek Hara sedih. Kyuhyun bilang padanya kalau malam ini dia sudah pulang (rencananya begitu). Tapi Hara benar-benar dibuat berharap pada sesuatu yang belum pasti, poor you Hara-ya…

TING TONG. Insting Hara bekerja lagi, yang pasti ia ber-feeling kalau tamunya adalah Kyuhyun. Ia pun segera melompat dari kasurnya dan membuka pintunya. KREEEK. Hara mengintip sedikit, mencoba menahan diri jika yang datang memang namja itu. Ia melihat rambut coklat yang ditata acak-acakan, lalu semakin pintu itu terbuka semakin… revealed about who the guest is. Mata cantik yeoja itu disuguhi sebuah senyum menawan khas namjanya(?!). Baiklah, jangan demo, aku hanya bercanda!

Good evening, girl! Long time no see, it seems kkk~” sapa Kyuhyun. His characteristic; stay cool. Mata Hara terlihat berkaca-kaca, mungkin dia terlihat mirip seperti Hatsune Miku di ending Fakery Tale MV, kkk! Nyatanya Hara tak mau berperang lagi dengan keinginan hatinya dan secara spontan memeluk Kyuhyun. “Whoaa, what happen girl?” tanyanya sedikit heran, tapi dia senang juga. Dasar namja ini, masih saja suhu termometer gengsinya tinggi!

Hara tidak mau menjawab, dia butuh ketenangan sekarang. “OK, that’s okay to hug me spontantly, but will we keep on this position? It looks so weird!” Hara mendengar permintaan Kyuhyun, jadi dia bergerak menutup pintu tanpa melepas pelukannya pada Kyuhyun. Ckckck, aku paham apa yang kau rasakan Hara-ya! Kyuhyun masih terdiam namun dia tersenyum diam-diam, dan akhirnya dia membalas pelukan Hara dan mengelus rambutnya.

Kalau dia ikut terhanyut dalam situasi ini, maka hancur sudah rencananya untuk membawa yeoja itu pada atmosfer yang lebih romantis dari ini—pikirnya. “Hara-ya, aku datang kemari untuk mengajakmu pergi ke suatu tempat,” ujar Kyuhyun to the point. Hara mendongak, tatapannya seperti gadis kecil yang merindukan ayahnya dan menunggu kelanjutan dari perkataan ayahnya. “Benarkah? Kemana?”

“Kalau kau penasaran, berkemaslah cepat! Aku takkan menunggu lama, atau kutinggal kau!” ujar Kyuhyun sedikit mengancam, dia tahu sekali titik lemah Hara. “Ah andwae~! Baiklah, aku akan bersiap-siap dengan cepat, jadi jangan tinggalkan aku! Ya?” Hara berlari ke kamarnya. Setelah 10 menit berlalu, Hara keluar dengan penampilan yang… Kyuhyun sendiri tak bisa mendeskripsikan betapa dia akan selalu menyukai Hara dengan tampilan apa pun, apalagi seperti yang sekarang!

Beruntung sekali malam itu tidak hujan dan pemandangan kota sangat indah untuk dipandang. Kyuhyun yang baru pulang juga sangat merindukan Hara, itu sebabnya dia merencanakan sesuatu yang setidaknya akan mengurangi beban hati yang belum keluar. “Kaja!” ujarnya bersemangat. Mereka benar-benar terlihat seperti romantic teen couple apalagi dengan hoodie yang mereka kenakan seperti Jum’at lalu.

Mereka akan mengunjungi suatu tempat yang Kyuhyun rencanakan. Baiklah, mari kita lihat apa yang namja romantis ini rencanakan untuk mereka… Mereka pun sampai di tempat tujuan. Taman kota? Ah aku mengerti! Malam tanpa hujan itu dihiasi banyak bintang. Hara berlari riang ke arah taman bunga dengan pandangan menghadap bintang-bintang. Dia berputar-putar sambil merentangkan tangan, saking senangnya. Kyuhyun melihat ada banyak pasangan yang juga berkunjung ke taman itu. Dia tidak merencanakan apa pun, tapi tiba-tiba otak jeniusnya mendapatkan sebuah ide melihat ekspresi riang yeoja itu.

Hara terlihat tengah merogoh saku hoodie-nya, lalu di tangannya tergenggam iPhone dan headset. Setelah melihat-lihat playlist, ia memilih sebuah lagu, mem-plug-kan headset itu di iPhone lalu memasangkan cabangnya dikedua telinganya. “Jadi sekarang sudah move on? Bukan lagu Interviewer lagi yang kau dengarkan?” belum selesai keterkejutan Hara dengan suara itu, ditambah pula dengan kedua tangan yang tiba-tiba melingkari pinggangnya.

Apa? Kalian terkejut? Tidak kan? Ya, memang benar kalau Kyuhyun mem-back hug Hara. Kyuhyun semakin mempererat pelukannya, ia juga menyandarkan dagunya di bahu kanan Hara. Sementara yeoja itu shocked setengah mati! Bayangkan saja kalau kalian berada di posisi Hara saat itu. Kyuhyun dengan seenak hati melepas headset milik Hara sebelah dan memakaikannya di telinga. “Wae? Kenapa kau diam saja? Apa aku mengejutkanmu?” tanya Kyuhyun tanpa rasa bersalah.

Dalam hati, Hara tengah berdoa sekaligus menyumpahi Kyuhyun. Mukanya sudah memerah sekarang, apalagi pipi kanannya bisa merasakan hembusan napas Kyuhyun. Ya Tuhan, angkat saja aku ke langit kalau begini, tapi bawa juga namja devil yang kucintai ini, kkk~, batin Hara. “Niga jeongmal… nan molla wae, hajiman, i pume neomu ttatteuthaesseo,” aku Hara. “Ne? Ah terima kasih atas pujianmu, aku memang selalu bisa membuat seorang yeoja luluh. Kau tahu bagaimana tenarnya aku di universitas, kan?” tanya Kyuhyun percaya diri. Ekspresi Hara langsung berubah dan ia mencubit tangan Kyuhyun yang melingkari di pinggangnya.

“YA! Wae? Sssh~ apayo…” rengek Kyuhyun sambil mengelus-elus tangannya. Rencana Hara untuk kabur saat itu ternyata gagal karena Kyuhyun langsung menariknya lagi ke dalam pelukannya. Ya Tuhan, namja ini benar-benar! “Minggu kemarin, aku yang mengajakmu pergi ke taman ini, tapi kau malah pulang duluan tanpa kuantar. Lalu apa kau juga akan pulang sendiri tanpa kuantar sekarang?” tanya Kyuhyun lurus. Hara meronta-ronta sambil memukul dada Kyuhyun, tapi namja itu tak bergeming.

“Ya! Aku sesak, babo!!” ronta Hara hampir tak kedengaran. Untung Kyuhyun mendengar, ya iyalah jarak se-close itu masa gak denger sih? /ngode/. “Mi-mian, aku hanya tak mau kau pergi begitu saja padahal kita belum melakukan apa-apa di sini. Nah, kaja!” ajak Kyuhyun sambil membawa Hara ke tengah taman. Dari sana mereka melihat bintang-bintang di langit. Suasana tadi langsung menghilang ketika mereka mencoba melihat keindahan langit malam. Headset Hara tadi masih betah terpasang di telinga kedua orang itu.

🎵 Nemurenu yoru ni koi wo shite

Ima sugu kimi ni ai ni ikou 🎵

Hara menyanyikan reff lagu Futariboshi yang ia putar, dinyanyikan oleh Hatsune Miku dan GUMI. Dia terlihat senang sekali mendengar lagu romantis itu sehingga ia menggelayut di tangan Kyuhyun lalu menyenderkan kepalanya di bahu namja itu. Kyuhyun juga menatap yeoja itu senang. Sama sajalah mereka itu tengah berbunga-bunga, pemirsa! Mari kita tinggalkan mereka berdua! /nggaaak!/

🎵 Katachi no nai hikari demo

Kimi wo omou hodo ni tsuyoku 🎵

“Lihat bintang itu!” seru Hara setelah menyelesaikan bait lagu tadi. Ada dua bintang yang bersinar terang dan terletak hampir berdampingan. Rasanya Hara sudah tahu kalau apa yang terjadi malam ini akan persis seperti apa yang ada di lagu yang diputarnya untuk mereka. Jadi setidaknya, Hara meminta Kyuhyun mendengarkan lagu ini, secara tidak langsung sama dengan mendengarkan isi hatinya. “Aku akan menempatkan namamu di sana, jika aku bisa pergi ke luar angkasa. Tak lupa juga namaku di sebelahnya, sehingga ketika bintang itu bersinar lagi di malam yang lain, aku akan terus teringat denganmu,” kata Kyuhyun lalu menoleh ke arah Hara. Saat mereka bertatapan satu sama lain, muncul senyum tulus yang bisa mereka artikan sendiri tanpa kata-kata.

🎵 “Mou sukoshi, mou sukoshi dake

soba ni isasete” 🎵

“Hara-ya, kalau aku memintamu bersamaku lebih lama di sini, tidak apa kan?” tanya Kyuhyun. Hara hanya tersenyum, “Ne, gwenchanayo,” padahal dalam hati ia berkata, tentu saja! Justru aku ingin meminta hal yang sama padamu, tapi terima kasih karena kau sudah mengucapkannya terlebih dahulu^^. Kyuhyun terlihat kikuk, ia ingin mengatakan sesuatu, tapi kata-kata itu tercekat di tenggorokannya. Menyakitkan sekali memendam semuanya!

Sambil berpikir dalam keheningan, tangan Kyuhyun bergerak merangkul bahu Hara. Ia berharap dengan gesture-nya kali ini, ia akan memudahkan kata-kata tadi untuk keluar. “Hara-ya,” panggilnya. Yeoja itu meng-hmm(?). “Rasanya pertemuan kita baru berjalan singkat, ya kecuali perkenalan kita yang dimediasi oleh Abe-ssi, hehe. Tapi kok rasanya kita langsung akrab ya? Namun kuakui, aku belum pernah susah berkata-kata di depan seorang yeoja seperti ini…”

“Ne, kok bisa?” tanya Hara polos. OK, lidah Kyuhyun langsung terkunci mendengar pertanyaan itu. Dia pun berusaha menjawab Hara. “Tidak tahu juga, tapi ada satu hal pasti yang ingin kukatakan padamu,” ujarnya jujur. Kyuhyun memutar posisinya hingga ia tepat berada di depan Hara. “Ne, apa itu?” tanya Hara lagi. “Apa kau tidak merasa aneh ketika aku, welcoming you easily after Abe told stories about you? Pertama kali ia menyebut namamu, aku punya perasaan aneh. Tidak tahu apa tapi aku merasa bahwa akan ada kabar baik untukku, dan ternyata benar. Aku bersyukur karena akhirnya bisa bertemu denganmu,”

“Aku tak perlu menjelaskan kan apa alasanku untuk pindah ke kelasmu? Kalau begitu malam ini, jam ini, menit ini, detik ini, aku akan menyampaikan sesuatu padamu, jadi aku memintamu untuk mendengarkanku baik-baik.” kata Kyuhyun sambil meraih kedua tangan Hara. “Park Hara, naneun jeongmal saranghaeyo. Kimi ga daisuki da yo, ahh iie iie! Aishiteru so,” ungkap Kyuhyun -akhirnya-, ia pun mencium tangan Hara.

“Cieee…” seru sekumpulan orang serempak. Pasangan ini mencoba mencari asal suara. Wah! Ternyata beberapa orang yang mengunjungi taman itu menyaksikan pengakuan cinta barusan. So sweet! Terlihat mereka sangat berseri-seri, sepertinya Kyuhyun dan Hara sudah dapat banyak pendukung, bahkan sebelum hubungan ini diresmikan. “Ternyata kau belajar bahasa Jepang juga, Kyuhyun-ssi! Jarhaetda! Kkk~” kata Hara. “Ya! Kau tidak membalasku? Jawablah sesuatu, jangan membuatku menunggu!” rengek Kyuhyun manja, lucu sekali namja ini! “Nado saranghae, Cho Kyuhyun! Daisuki desu! Aishiteru desu!” balas Hara dengan suara keras, membuat sekelompok orang yang menunggu tadi langsung bersorak.

Ah readers, aku sebagai author merasa terharu dengan pasangan yang tengah berpelukan ini! Hiks, hiks, someone please gimme a pack of tissue! /abaikan/. Saat Kyuhyun melepas pelukannya, ia menyatukan keningnya dengan kening Hara lalu tersenyum senang. “Gomapta, Hara-ya! Aku akan terus mengatakan padamu bahwa aku mencintaimu setiap hari! Terus dan terus! Andai kau tahu betapa senangnya aku sekarang!” kata Kyuhyun.

“Tak perlu, aku juga merasakan hal yang sama. Aku juga sangat senang sekarang kkkk, aku juga akan bilang padamu bahwa perasaan cintaku akan bertumbuh terus setiap hari! Tapi satu hal yang aku pahami adalah, kita takkan mampu mengungkapkan semua hanya dengan kata-kata, takkan cukup! Jadi aku akan bersamamu terus setiap hari!” sambung Hara.

Lagu di headset mereka berganti ke drop pop candy yang dinyanyikan Kagamine Rin dan Megurine Luka. “Pasti kau vocaloid mania!” tebak Kyuhyun ketika melihat nama penyanyinya di iPhone Hara. “Ya, dan kau game maniac! Jangan saling menyalahkan, kita ini sama-sama punya sisi maniac masing-masing, jadi tak ada gunanya untuk saling menyalahkan!” Mereka tertawa bersamaan, bahagia sekali nampaknya.

Tiba-tiba, Donghae, Vee dan Abe datang ke tempat Kyuhyun dan Hara berada. Tunggu dulu! Kok mereka bisa tahu pasangan ini ada di sini? Apa karena pemandangan yang menarik perhatian kalau dilihat dari jalan? Atau mereka memang berencana datang kemari?

“Wah, benar-benar! Jadian tidak ajak-ajak! Teman macam apa kau ini?” canda Donghae. “Apaan? Kalau kau kuajak, yang ada kau jadi pengacau saja!” balas Kyuhyun. “Whoaa, chukhahae uri maknae Hara-ya! Semoga langgeng ya, tidak gagal kan aku jadi mak comblang untuk kalian!” kata Abe. “Eh, mana bisa begitu? Jelas-jelas aku yang membantu mereka untuk bertemu!” protes Donghae. “Lho? Kan aku yang mengenalkan Hara pada Kyuhyun! Tentu saja aku yang berjasa di sini!” tentang Abe. Sementara mereka bertengkar, Vee langsung bilang, “Ya sudah kalian berdua jadian saja, nyusul Kyuhyun dan Hara! Tapi, yuk kita tinggalkan saja mereka! Nanti dari jauh, kita lihat apa lagi yang akan mereka lakukan!”

“Onee~~chan!” nada suara Hara mendadak jadi seram, dan yah bersiap-siaplah untuk serangan flat shoes hitam favorit Hara! Mungkin ini balasan karena ia sudah berkali-kali kena low kick dari Abe dan juga sabetan(?) dua jari dari Vee, jadi harap maklum. Sementara belum juga flat shoes itu melayang, ketiga manusia jadi-jadian(?) itu sudah lari. “Wa-wah, kau… menyeramkan!” kata Kyuhyun terbata-bata, takut saat membayangkan kalau dia yang jadi korban flat shoes itu. “Begitukah? Sekarang tidak lagi kan?” Hara memberikan magic sweet smile-nya pada Kyuhyun yang tentu saja langsung membuatnya bertukar pikiran! Mereka berdua tersenyum sebelum akhirnya berkeliling lagi di taman itu.

🎵 Kakedashi tai no ashita made hitottobi

Kinou no kare mo yuuyake mo inai kedo sore de sore de ii no 🎵

Suasana tiba-tiba jadi hening setelahnya. Mereka merasa canggung, author-nya pun ikut canggung! /eh?/. Lalu, mungkin dengan bantuan kontak batin, mereka serempak memakai tudung hoodie masing-masing. Apa yang akan mereka lakukan? Tiba-tiba, dengan tidak elite-nya, hujan turun lagi. Orang-orang yang penasaran dengan aksi Kyuhyun dan Hara akhirnya memilih bertuduh di bawah pohon sambil tetap berjaga-jaga.

Kyuhyun memangkas jarak yang ada antaranya dan Hara, lalu ia menutup matanya sambil mendekati wajah Hara. Yeoja itu pun ikut menutup mata, mengerti dengan apa yang ingin namja itu lakukan. Lalu tanpa mempedulikan hujan yang turun sama sekali, cucu Adam dan Hawa itu memulai romantic scene mereka di bawah hujan.

Kyuhyun mencium bibir Hara, lalu melumatnya lembut. Ah ah ah! Yang belum cukup umur silakan tinggalkan arena ini(?!). Hara juga mengimbanginya dengan lumatan-lumatan kecil. Karena atmosfer yang mulai goes up, mereka mulai memeluk lawan jenis mereka tanpa melepas tautan bibir mereka. Orang-orang tadi langsung bersorak, menambah positif(?) atmosfer di sana. Lalu Kyuhyun dan Hara melanjutkan ciuman mereka di bawah kedua bintang temuan mereka yang anehnya tidak lenyap ditelan awan hujan.

🎵 Zutto tsudzuite ku kitto susunderu

Motto aishiteru! Hibi mo kimi mo

Isso nana koronde nankai okiagatte

Sou yatte mata kyou mo meguri aeteru

 Omoi atte iku kore kara zutto 🎵

THE END

 

NB: OK, readers. It’s the end!! /finally/. I wrote this for several days, cause I was fluttering when I made the last scene, seriously! I hope all of you like the ending so I can leave this for my newest FF!^^ Thank you for reading, and don’t forget to comment! Ahaha sorry for the warning ‘leave this FF for the child under 17’. Truly, me as a author, still in 15 of writing this 17+ scene. I’m sorry~ very very sorry /bow, then run/

5 Comments (+add yours?)

  1. sophie
    Jun 06, 2016 @ 13:20:45

    Akhirnya hara bisa hepi ending sma kyu,,,ditunggu karya kak author selanjutnya,,,hwaitingggg

    Reply

  2. lieyabunda
    Jun 08, 2016 @ 03:38:57

    hehehe,, mimpi jadi kenyataan juga….

    Reply

  3. uchie vitria
    Jun 12, 2016 @ 12:00:58

    heummm mereka bisa bersama juga akhirnya
    kirain mimpi yang gk jadi kenyataan
    happy ending lah buat kyuhyun-hara

    Reply

  4. Futry
    Jun 20, 2016 @ 08:01:58

    Penantian yang tak sia2 ya hara wkwk

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: