At Pain – Epilogue

AUERt

Author: Jung MinHee

Title: At Pain

Cast: Lee HyukJae

Han Sonhye

Cho KyuHyun

Lee DongHae

Genre: Angst, Romance

Rating: PG 13

Length: One Shot

A/N: Last part of At Pain, Enjoy! Buat yg belom tau WP author, bias kunjungi WWW.preciousjung.wordpress.com Thanks ^^

Sorry for typos, Happy reading!

At Pain
Lee Hyukjae

Aku menaruh pulpen di tanganku dengan kasar. Menatap kosong tembok di depanku, dan menghela nafas berat untuk kesekian kalinya. Perasaanku tidak enak. Aku terus merasa khawatir entah untuk apa. Aku kembali mengusahakan diriku untuk fokus pada pekerjaan yang menumpuk di mejaku. Namun aku mengulanginya lagi. Aku kembali menaruh pulpenku dengan kasar, kemudian menatap tembok dihadapanku, dan menghela nafas berat. Han Sonhye. Gadis itu tiba-tiba saja masuk ke otakku. Aku dengannya bagai sendok dengan garpu, bagai bulan dan bintang, bagai meja dan kursi, dimana ia ada, maka pasti aku ada di sekitarnya begitu pula sebaliknya. Kami selalu bersama, bahkan sebelum kami masuk sekolah.

Rasa? Ya, terkadang aku merasakan ada yang aneh dengan diriku. Terkadang ada reaksi aneh pada diriku saat melihatnya tersenyum. Walau hubungan kami hanya sekedar teman yang sudah berjalan 23 tahun, terkadang aku merasa gugup saat ia memintaku menemaninya berbelanja. Seolah, aku adalah pacarnya. Ah.. aku pasti sudah gila. Jelas-jelas ia mencintai Donghae, namja yang baru ia kenal saat kami SMA. Well, kami tidak dalam satu sekolah yang sama, sehingga aku tidak terlalu mengenal tabiat Lee Donghae itu.

Aku kembali memfokuskan diriku pada pekerjaan. Namun memoriku dengannya, mulai dari saat kami kecil, hingga dua malam kemarin saat ia datang ke rumah keluargaku untuk terakhir kalinya kembali terputar di otakku. Aku sudah berlari di lobby tanpa aku sadari. Memanggil taksi dan menuju bandara, secepat taksi ini bisa. Aku menyesal saat aku bilang aku tidak akan mengantarnya dengan alasan sibuk. Sebenarnya bukan itu alasannya, hanya saja aku takut aku tidak dapat melepasnya. Aku segera membayar taksi itu dan berlari masuk ke airport begitu aku sampai. Namun aku menemukannya telah hendak berjalan masuk ke dalam boarding passnya. Aku berlari sekencang yang aku bisa, namun ia juga berjalan dengan cepat, seakan ingin cepat meninggalkan ini semua. Aku, terlambat.

“Mengapa kau tidak menahannya?!” amukku pada Donghae yang berdiri mematung.

“Naega wae? Itu yang diinginkan Sonhye, itu yang harus Sonhye lakukan.” Ucapnya dingin tanpa ekspresi.

“Sialan.” Aku meninjunya keras, “kau akan menyesalinya! Aku sudah bilang padamu seminggu lalu bahwa Sonhye masih mencintaimu!”

“Ani! Ia masih mencintaiku hanya sampai 3 tahun lalu, hingga Cho Kyuhyun itu datang!” teriaknya tidak terima.

“Mwo?”

“Geurae, apa gunanya kau menjadi temannya sejak kecil kalau hal sekecil ini saja kau tidak tahu?”

“Tapi… Cho Kyuhyun?” siapapun saja asal bukan Cho Kyuhyun, bagaimana bisa itu Cho Kyuhyun?

“Dengar, sekarang kita hanya menjadi bagian dari masa lalu Sonhye saja, jadi tolong, biarkan ia bahagia di sana. Biarkan ia membuat masa sekarang yang lebih baik baginya. Arraseo?” aku membalas ucapan Donghae dengan anggukan singkat. Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Aku masih tidak dapat mempercayainya.

3 TAHUN SEBELUMNYA

“Cho Kyuhyun, oraemane..” sapaku seraya duduk dihadapannya. Kami sudah membuat janji dari 2 hari sebelum di Y Cafe ini.

“Geurae, oraenmane Lee Hyukjae.” Balasnya dingin kemudian menyesap kopinya.

“Mwoya.. kau tidak berubah sama sekali.” Aku terkekeh.

“Tentu saja, aku tipe orang yang konsisten HyukJae-ah…”

“Jadi? Apa kabarmu?” aku memulai percakapan ini dengan hal yang biasa semua orang lakukan.

“Aku baik, kau baik. Jadi apa intinya?” ia melipat tangannya di depan dadanya.

“Arraseo. Kau memang tidak pernah suka membuang waktu.” Aku memberi jeda sejenak, “Kau mau bekerja di kantorku? Ku dengar kau baru menyelesaikan kuliah S3-mu itu. Kau benar-benar genius, bisa menyelesaikan kuliahmu dengan begitu cepat. Aku saja tidak kuat.” Tawarku panjang lebar.

“Aku memang genius. Tapi untuk apa kau memilihku?”

“Kau tahu sendiri Kyuhyun-ah, kita tidak dapat mempercayai sembarang orang sekarang atau hal buruk akan menghantuimu.” Aku mulai memberinya alasan ringan.

“Arraseo. Aku memang sedang mencari pekerjaan, kau sangat pandai dalam memilih orang Hyukjae-ah. Jadi, aku harus bekerja di bagian apa?” timpalnya bersemangat.

“Pemasaran, pemesanan dan pengiriman. Aku masih belum bisa memberikan nama yang tepat untuk divisi itu.” Ia menganggukan kepalanya beberapa kali.

“Posisi?”

“Well, untuk sementara kau bisa menjadi karyawan biasa,” aku merendahkan nada bicaraku, “tidak apa kan?” tanyaku sesudah melihat perubahan ekspresi yang signifikan darinya.

“Ya.. aku bisa menerimanya, masuk akal. Asal gajiku tetap baik.” Ucapnya setelah beberapa menit dalam keheningan.

“Joha, kau tidak perlu mengkhawatirkan tentang gaji Kyuhyun-ah.” Aku mengusap kedua tanganku.

“Kalau boleh tahu, siapa kepala divisinya?” aku tidak jadi meminum kopiku yang telah datang sejak 10 menit lalu. Haruskah aku memberitahunya.

“Itu…” aku menaruh kembali cangkir kopiku, “Han Sonhye.” Ucapku cepat.

“HAN SONHYE?!” ia tersedak kopinya sendiri, “Lee Hyukjae, apa kau gila?”

“Kyuhyun-ah kau tahu..”

“Tidak. Kalau aku harus bekerja dengannya aku tidak mau.” Tolaknya cepat.

“Cho Kyuhyun, tolong dengarkan aku dulu.” Ucapku pasrah.

“Apa lagi yang harus aku dengar?” teriaknya, “Apa kau lupa apa yang telah dilakukannya padaku?!”

“Arra Kyuhyun-ah, tapi kau tahu Sonhye, ingatannya tidak terlalu baik. Aku yakin ia tidak mengingatmu. Kejadian itu sudah terjadi sangat lama, hampir sepuluh tahun lalu.”

“Ah, begitu, ia melakukan hal semengerikan itu padaku, kemudian melupakanku begitu saja, dan kau memintaku untuk bekerja bersamanya. APA KAU GILA LEE HYUKJAE?!” teriaknya sekali lagi.

“Cho Kyuhyun, jebal. Aku membutuhkan bantuanmu.” Mohonku padanya.

“Kau minta saja bantuan pada temanmu Han Sonhye itu. Ia bahkan lebih pintar dariku.” Desisnya.

“Cho Kyuhyun, apa kau tidak mau menunjukannya seperti apa kau sekarang?” ia menghentikan langkahnya di sebelahku, “Apa kau tidak mau menunjukan padanya bahwa sekarang kau bisa menjadi lebih baik darinya?”

“Apa maksudmu?” ia menatapku tajam.

“Ayolah, kau tahu apa maksudku. Jangan menjadi pengecut yang lari hanya karena masa lalunya, hadapilah masa lalumu itu dan tunjukan padanya bahwa kau menjadi lebih baik karenanya. Terlebih, pertahankanlah harga dirimu itu.” Aku memberinya saran.

“Sekarang aku tahu kenapa perusahaanmu bisa begitu sukses.” Gumamnya.

“Tentu saja, apa kau lupa siapa aku ini?” aku bersidekap dan menyenderkan tubuhku ke punggung kursi, berusaha menahan rasa gugupku dengan menunjukan padanya seolah aku telah menang.

“Arraseo, aku akan bekerja di kantormu.”

“Geurae, kau telah memilih keputusan yang tepat Kyuhyun-ah. Senin nanti kau datanglah ke kantorku, beberapa petinggi perusahaan lainnya harus menginterviewmu. Tapi tenang saja, aku yakin kau dapat melewatinya dengan mudah.” Aku memberinya kartu namaku yang segera ia ambil.

“Geurae, sampai jumpa.” Ia berjalan meninggalkan cafe.

1 MINGGU SEBELUM KEBERANGKATAN SONHYE

Aku mendengar ruanganku di ketuk dengan perlahan.

“Masuk.” Ucapku tanpa mengalihkan perhatianku dari layar laptopku.

“Anda memanggi saya sajangnim?”

“Eoh, Lee Donghae. Duduk saja dulu.” Aku berjalan ke sofa depan mejaku.

“Kudengar sekali lagi kau membantu Sonhye?”

“Iya, itu benar. Apa anda keberatan sajangnim?” tanyanya sedikit menyindirku.

“Tidak, tentu saja tidak.” Aku melipat tanganku, “Aku hanya ingin memastikan sesuatu.”

“Mwondeyo?” ia membenarkan posisi duduknya.

“Apa kau tahu alasan kenapa kau bisa sampai bekerja di sini?” tanyaku sakartis.

“Ne, temanku yang memberi tahuku bahwa ada lowongan pekerjaan di sini.”

“Anieyo. Bukan itu alasannya.” Kerutan mulai terlihat di dahinya, “Temanmu, Park Jungsoo, dia juga bekerja di sini. Apa kau sama sekali tidak bertemu dengannya barang 1 kali saja setelah 3 tahun bekerja di sini?” kerutan di dahinya terlihat semakin kentara.

“Aku yang menyuruhnya memberikan lowongan itu padamu.”

“Sonhye yang memintanya,” lanjutku saat ia hendak membuka mulutnya, “walau tidak secara langsung. Ia, masih menganggapmu spesial. Atau bahkan mungkin ia masih mencintaimu.” Aku dapat melihatnya tersenyum pahit.

“Aku tidak berbohong. Maka dari itu, tolong, jangan kau sakiti dia lagi. Sekarang kau boleh keluar.” Aku bangkit berdiri dan kembali menyibukkan diri dengan pekerjaanku.

***

11 TAHUN LALU

“Mwoya? Apa-apaan ini?”

“Bagaimana bisa ini terjadi?”

“Tidak akan ada harapan bagiku untuk mendapat peringkat 2.”

“Keterlaluan! Siapa yang mengatur kelas ini?”

Keluhan demi keluhan itu masuk ke telingaku. Kenapa? Karena Han Sonhye dan Cho Kyuhyun, pemegang kuat posisi 1 dan 2 umum, berada di satu kelas yang sama, 9A. Sudah bukan rahasia lagi bahwa nilai mereka selalu bersaing ketat tiap akhir tahun ajaran. Sedangkan diriku? Ah… jangan berharap terlalu banyak, kalau aku bisa menginjakan kaki di peringkat 10 saja, itu sudah merupakan keajaiban Tuhan.

“Lee Hyukjae!” Sonhye menepuk punggungku, “Mengapa kau melamun sendiri di tengah taman seperti ini? Kau meratapi nasibmu eh? Karena kau akan berada dalam satu kelas yang sama lagi denganku?”

“Anijji!” sangkalku cepat, “Aku hanya lelah mendengar keluhan anak-anak di sana.” Aku menunjuk kumpulan murid yang masih menatapi daftar kelas.

“Ah… Cho Kyuhyun?” ucapnya dengan nada mengejek, “Tahun lalu saja aku menang melawannya, 1 poin lebih unggul.” Bangganya.

“Hanya 1 poin, apa hebatnya?” timpalku malas.

“Eoh,” ia meninggikan nada bicaranya, “kau sekarang berpihak pada murid bermarga Cho itu eh?”

“T-Tidak, bukan seperti itu.” Jawabku tergagap.

“Kau lebih memilih teman yang baru kau kenal selama 1 tahun dibandding aku yang telah bersamamu sejak kau masih bocah eh?” tantangnya. Wajahnya memerah, ia benar-benar marah. Namun begitu, senyum kecil dapat terukir di bibirku.

“Useo?!”

“Geurae, aku bahkan bisa tertawa Han Sonhye!” tawaku lepas, “Kau cemburu? Pada Cho Kyuhyun?”

“A-anijji, bukan itu intinya.” Ia mulai mengerucutkan bibirnya.

“Arraseo. Ingat, kau harus belajar ekstra keras.” Aku mengingatkannya.

“Tenang saja, kau tidak perlu khawatir.”

BULAN SEPTEMBER

“Mwoya? Nilai Cho Kyuhyun lebih besar dari nilai Han Sonhye.”

“Geuraejji, Kyuhyun lebih pantas mendapat gelar juara umum dibanding Sonhye.”

“Tentu saja, setidaknya Kyuhyun tidak sombong seperti Han Sonhye itu.”

“Wae? Ada apa dengan Han Sonhye?” tiba-tiba saja Sonhye masuk diantara murid-murid itu.

“Neo, kau selalu bertingkah sombong seolah kau yang terhebat. Sekarang lihat akibatnya, Cho Kyuhyun ada di peringkat 1.” Ucap salah seorang murid di sana.

“Well, Park Chanmi, ini baru tengah semester ganjil, tidak berarti begitu banyak. Lihat saja, aku akan mengalahkannya saat ujian nasional nanti.” Gertak Sonhye dan segera meninggalkan murid-murid itu. Aku yakin, ia akan melakukan hal aneh.

***

Han Sonhye, kurasa ia mulai kehilangan akalnya. Ia mengirimkan surat cinta pada Cho Kyuhyun. Ah tidak, lebih parahnya lagi sekarang ia berpacaran dengan Cho Kyuhyun. Apa bahkan ia sadar apa yang ia lakukan?

“Han Sonhye! Han Sonhye buka pintunya!” aku mengetuk pintu rumah Sonhye dengan cepat. Oh, orang tuanya sedang sibuk bekerja, tidak ada yang perlu kukhawatirkan.

“Wae?! Kau sangat berisik Lee Hyukjae!” Sonhye membuka pintu rumahnya dengan kasar.

“Apa maksud dari kau berpacaran dengan Cho Kyuhyun?!” Bentakku.

“Kenapa kau membentakku?! Apa hubungannya dengan mu jika aku memiliki pacar?!”

“Bukan kenapa kau memilki pacar masalahnya, kenapa harus Cho Kyuhyun?!”

“Karna aku harus mendapatkan peringkat pertama!” jeritnya, “Karna aku harus dapat peringkat pertama Hyukjae-ah.” Ulangnya dengan nada pasrah.

“Apa peringkat itu begitu penting bagimu?” tanyaku.

“Kau tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi padaku bila aku tidak dapat meraih peringkat pertama itu.” Dumalnya seraya air mata mulai menggenang di matanya. Orang tua Sonhye, merupakan orang tua paling perfeksionis yang pernah aku kenal. Selalu mengharapkan hal sempurna dari putri semata wayangnya ini.

“Arra, geurigo mianhae.” Aku memeluknya, “Tapi tidak dengan cara seperti ini Sonhye-ah, pasti ada cara yang lebih baik.”

“Jika aku tidak mendapat peringkat pertama itu, aku juga tidak dapat menjadi peringkat pertama di kelas Hyukjae-ah.” Tangisnya mulai pecah.

“Arraseo, mianhae.” Aku mengusap punggungnya teratur, berusaha menenangkannya. Kami tetap pada posisi ini, di ambang pintu rumah Sonhye, hingga aku tersentak karna satu hal.

“Lalu untuk apa kau berpacaran dengan Kyuhyun? Kau harus focus belajar.”

“Justru itu kuncinya. Aku akan mengalihkan focus Cho Kyuhyun.” Jelasnya. Aku tetap merasa hal buruk akan terjadi.

BULAN JUNI-NYA

“Han Sonhye, apa kau gila?” aku mendengar Kyuhyun meneriaki Sonhye, kurasa.

“Ani, apa kau benar sepandai yang mereka katakan?” aku dapat mendengar nada mengejek itu. Benar itu suara Sonhye.

“Mwo?”

“Kau pikir aku akan benar-benar suka padamu? Sadarlah Cho Kyuhyun, kau anak orang miskin di sini, mengapa aku harus menyukaimu?”

“Apa maksudmu?”

“Lihat, kau sangat bodoh. Aku hanya menggunakanmu, berkata bahwa aku mau jadi pacarmu hanya supaya kau tidak focus pada ujian nasional kemarin. Dan aku menang. Sekarang kita tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. Jadi, lebih baik kau jangan muncul di hadapan wajahku lagi.” Ucap Sonhye panjang kemudian berjalan meninggalkan Kyuhyun. Satu hal yang kutahu pasti, Sonhye tidak mau bertemu dengan Kyuhyun bukan karna ia membencinya, sebaliknya karna ia akan merasa bersalah jika ia melihat wajah Kyuhyun lagi.

“Cho Kyuhyun…” panggilku.

“Apa?! Untuk apa kau ke sini?! Kau sama saja dengannya, kau sama liciknya dengannya!” teriak Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, tolong percaya padaku, aku tidak ada hubungan apapun dengan rencana Sonhye itu. Aku sudah beberapa kali mencoba untuk menghentikannya. Namun ia tidak pernah berhenti.”

“Kenapa kau tidak memberi tahuku.” Kyuhyun menatapku tajam, “Kau bilang kau temanku, mengapa kau tidak memberitahuku?!”

“Aku ada di antara kalian Kyuhyun-ah, aku juga merupakan teman dari Sonhye, terlepas aku adalah temanmu. Mengapa peringkat pertama begitu penting bagi kalian?” ucapku frustasi.

“Kalau aku tidak mendapatkan peringkat pertama, aku tidak akan pernah bisa melanjutkan sekolahku.” Aku menemukan ke kosongan dalam suara Kyuhyun. Aku berpikir, mencari jalan keluar.

“Aku akan meminta ayahku untuk membantumu, setidaknya kau masih ada di peringkat 2. Pasti banyak keringanan yang akan kau dapatkan. Jika tidak, aku bisa bekerja paruh waktu untuk memban…”

“Tidak perlu.”

“Aku harus bertanggung jawab atas apa yang Sonhye lakukan.” Ucapku tegas.

“Memang apa urusanmu denganya?” tanyanya dingin.

“Well, ia telah banyak membantuku, sekarang giliranku yang merapikan kesalahan demi kesalahan yang telah ia buat.” Jelasku seraya terus berpikir, kenapa aku harus melakukan ini?

“Gomawo Hyukjae-ah.” Kyuhyun menepuk pungguku pelan.

“Eoh.” Balasku singkat, “Geundae… apa kau benar-benar menyukai Sonhye?” aku masih penasaran dengan hal itu.

“Lupakan. Aku tidak mau berusan dengan nama itu lagi.” Kyuhyun tersenyum pahit. Benar, ia menyukai Sonhye. Han Sonhye babo, Han Sonhye deungsin. Aku terus merutuki kebodohan Sonhye.

4 HARI SETELAH KEBERANGKATAN SONHYE

Aku melangkah perlahan memasuki rumah duka ini. Dengan helaan nafas berat di tiap langkahnya.

‘Han Sonhye, apa kubilang, hal aneh akan terus terjadi saat kau mulai bertanding melawan Cho Kyuhyun itu. Sekarang, bahkan sekarang…’ aku tidak dapat melanjutkan kalimatku yang ku katakan pada figura Sonhye di depanku sekarang walau hanya dalam hati.

“Mianhae Han Sonhye, geurigo, jalga. Saranghae.” Aku mengusap pipinya di figura itu dengan ibu jariku. Semua telah berakhir sekarang.

Fin~

Kali ini beneran ‘Fin’ udh cukup. Hahahaha, capek. Lanjutin Bittersweet dulu aja dah.

And~ thank you for reading! Thank you yg udh baca dari awal sampe akhir dan terus ngasih comment… sorry klo ceritanya gk sesuai sama ekspektasi kalian, karna author memang agak gila.

Jangan mikir yg aneh2 soal author, ini di schedule-in kok..jadi author masih belajar buat lanjut UN bsk. Tdinya mau biat bsk, tpi karna hari ini Hyukjae ulang taon jadi hari ini aja dah. Hahahaha, Saengil Chukhahae Lee HyukJae!!!

Sorry for typos, last but not least, mohon tinggalkan pesan-kesan kalian di bawah ya… Gomawo ^^

2 Comments (+add yours?)

  1. esakodok
    Jun 13, 2016 @ 22:34:44

    oalahhh…sonhye…bener bener lupa cjo kyujyun siapa…kenapa dia jd oelupa seperti ini…kasihannn

    Reply

  2. choleehae
    Sep 30, 2016 @ 20:11:09

    maafkan otak saya yg kurang konek…. ^^
    #butuh_perpanjangan_ cerita

    knpa dg sonhye???
    kyuhyun??

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: