Crush [1/2]

Crush poster

Author            : nhaadeth || IG @naila1207

Tittle               : Crush

Genre             : Romance

Rating                        : PG-13

Cast                : Cho Kyuhyun, Kim Nana (OC)

Length            : Two-Shot

Catatan Author :

Visit us my individual blog at https://naila1106.wordpress.com/

*Sorry for typo

 

Part 1

Aku sudah berjanji padamu, aku akan melindungimu sampai kapanpun. Jadi jangan pernah menjauh lagi dariku”

.

.

.

“ Aku mau tidur sekarang, aku sudah mengantuk.” Nana sudah tidak bisa lagi melawan rasa kantuknya. Dia sudah banyak beraktivitas seharian di sekolah tadi. Yah, wajar saja Kim Nana termasuk siswa aktif yang mengikuti lebih dari satu kegiatan sekolah. Jadi hari-harinya selalu disibukkan dengan berbagai kegiatan. Salah satunya seni lukis, dia begitu mencintai kegiatan itu.

“ Hey Kim Nana tunggu sebentar.” Han Hye Jo, dia adalah teman sekamar Nana. Dia adalah sahabat yang paling dekat dengan Nana. Kebetulan mereka juga masih punya ikatan darah. Ibu Nana adalah kakak dari Ibu Hye Jo, jadi tak heran mereka menjadi begitu dekat. Apalagi usia mereka yang tak terpaut jauh, hanya berbeda 4 bulan lebih tua Hye Jo. Saat ini mereka tengah menempuh senior high school bersama. Berbeda jauh dari orang tua, membuat mereka harus tinggal di asrama dan mereka memutuskan untuk berbagi kamar berdua.

NaNa menjawab malas, dia sungguh tidak ingin berdebat lagi di tengah malam kali ini. “ Ada apa?”

“Yak, yak kau lihat ini.” menyodorkan ponselnya ke arah Nana, “ Kau lihat mereka mengunggah foto yang sama di twitter, dengan kata-kata yang sama pula.”

Nana memperhatikan ponsel itu dengan seksama. Dari sana, Nana bisa melihat seseorang yang bernama Cho Kyuhyun dan juga Lee Yoona, mereka mengunggah sebuah foto yang hanya memperlihatan tangan yang saling berpautan. Jika pada unggahan Kyuhyun dia lebih memperlihatkan tangan laki-laki, lain halnya dengan foto yang diunggah Yoona. Di foto itu Yoona lebih mengekspos tangan seorang gadis. Sekilas foto itu memang tampak sama, hanya saja ada bagian yang terpotong di sisi kanan dan kirinya sehingga gambar itu terlihat sedikit berbeda.

‘ Finally, we chose ♥’

Itulah tulisan yang mereka sisipkan pada unggahan mereka. Jelas saja hal itu menimbulkan sebuah pertanyaan besar di benak Nana. Apalagi tanda hati di tulisan terakhir mereka, hal itu yang sangat memicu rasa penasaran Nana. Rasa kantuknya seakan lenyap begitu saja. Bagaimana tidak, Kyuhyun adalah sahabat terbaiknya. Nana sudah mengenal Kyuhyun sejak semester awal masuk senior high school, mereka juga bisa dibilang cukup dekat. Bahkan tak jarang teman-teman mereka mengatakan kalau mereka berpacaran, karena saking dekatnya hubungan mereka. Dan Yoona, mereka memang satu kelas, namun Nana tak begitu dekat dengannya.

Kali ini entah apa yang dirasakan oleh Nana, entah kekecewaan atau apapun itu. Kyuhyun tak pernah bercerita soal ini sebelumnya. Yah, meskipun ini hanya spekulasi Nana saja, tapi bisa jadi memang benar mereka berdua sedang menjalin hubungan dekat sekarang. Nana memang sempat mendengar soal kedekatan mereka beberapa hari belakangan dari teman-temannya di sekolah.

Hye Jo yang melihat temannya diam saja sedari tadi sejak melihat foto itu, berusaha mencairkan suasana. Hye jo segera membuka mulutnya untuk memecah keheningan yang terjadi. “Hey.. kita patut curiga soal ini. Apa mungkin mereka—“

“Aissh, aku tidak tahu. Mungkin besok aku akan menyelidikinya.” Nana mulai merasa gelisah sekarang. dia masih kepikiran tentang foto itu. Nana sudah berusaha memejamkan matanya, namun tetap saja tak bisa.

Hye Jo masih ingin melanjutkan analisisnya, namun dia tak tega melihat saudaranya itu. Dia begitu pahan dengan perasaan Nana saat ini. Karena dialah satu-satunya orang yang mengetahui rahasia Nana. Hye Jo adalah satu-satunya tempat curhat yang bisa di percaya oleh Nana. Hye Jo paham betul bagaimana saudara sekaligus sahabatnya itu. Nana pasti merasakan kegelisahan saat ini. Bagaimana tidak, sebenarnya sejak setahun yang lalu Nana memang sudah menyukai Cho Kyuhyun, meskipun dia tidak pernah mau megatkannya secara langsung.

“ Bukan mungkin, tapi harus.” Hye Jo menarik nafasnya perlahan, “good night Nana-ah”

***

Nana bangun pagi ini dengan mata sembap. Dia kurang tidur semalam, sehingga lingkaran hitam di area sekitar mata Nana semakin tampak jelas sekarang. Dia masih teringat soal semalam, foto itu. Jika orang lain, mungkin mereka akan menganggap itu hal sepele atau hanya kebetulan saja mereka mengunggah foto yang sama. Tapi tidak dengan Nana, dia harus segera mencari tahu soal ini.

Sesampainya di sekolah, seorang teman langsung saja menghujaninya pertanyaan yang diapun tak tahu harus menjawab apa. “ Nana-ah, apa Cho Kyuhyun sedang berkencan saat ini?”

Nana terperangah mendengar kata2 itu keluar dri mulut temannya. Bagaimana NaNa bisa tahu, dia baru saja ingin mengkonfirmasi pada Kyuhyun soal ini. “Aku tidak tahu.“ Nana menunjukkan ekspresi datarnya

“Hey, kau kan teman dekatnya, kau pasti tahu soal ini. Aku dengar gadisnya itu juga satu kelas dengan kalian. Apakah itu benar?”

Nana benar-benar tak tahu harus menjawab apa lagi kali ini. Temannya itu benar-benar menggangu konsentrasi Nana di pagi yang cerah ini. “ Maaf Ryeowook, tapi aku benar-benar tidak tahu soal itu, Kyuhyun tak menceritakannya padaku.”

Seperti tak mau kalah lelaki itu, terus saja mendesak Nana untuk memberitahunya. “ Yak Nana kau ini bagaimana, bukankah—“

Sebelum Ryeowook melanjutkan kata-katanya semakin jauh lagi, hye Jo segera menyela. Dia tidak ingin sahabatnya ini semakin terluka nantinya .” Hey, Ryeowook bukankah Nana sudah mengatakan padamu kalau dia tidak tahu menahu soal ini. Jadikan hentikan semua pertanyaan yang muncul di kepalamu itu.” Hye Jo segera membawa Nana memasuki kelasnya.

Nana duduk terdiam di salah satu bangku kedua dari depan. Masih belum banyak sisa datang, karena memang hari ini adalah hari tenang. Para siswa bisa bersantai sejenak setelah beberapa hari yang lalu mereka dihadapkan dengan ujian tengah semester yang cukup memeras otak mereka.

Hye Jo mengambil duduk di sebelah Nana. Membenarkan posisinya agar lebih mudah untuk berbicara dengan Nana “Kau baik-baik saja?”

Nana menoleh dan menatap heran ke arah Hye Jo. Kenapa sahabatnya itu bertanya seperti itu padanya? Haruskah? Apa itu penting? Memang ada apa dengan Nana, apa ada hal yang membuat Nana tak baik-baik saja sekarang.

“ Hey, kenapa kau bertanya seperti itu. Tak ada masalah, aku baik-baik saja.” NaNa menjawab dengan nada santai seperti biasa. Seakan memang benar-benar tak terjadi sesuatu padanya.

Hye Jo mendadak merasa bersalah karena sudah menanyai NaNa seperti itu. Hye Jo pikir Nana akan merasa terpuruk setelah mengetahui kebenaran itu. Tapi dia melupakan kenyataan bahwa Nana adalah gadis yang kuat. Dia tidak mungkin ambruk begitu saja hanya karena masalah seperti ini. “ Maaf, aku tidak bermaksud—“ Hye Jo mencari alasan agar Nana tak menganggapnya seperti gadis bodoh, sebagai gantinya Hye Jo segera membelokkan topik pembicaraan mereka. “ Aku ke kelasku dulu, bye..” yah, seperti yang di ketahui, Nana dan Hye Jo memang tidak satu kelas.

Tak lama setelah kepergian Hye Jo, Yoona datang bersama salah satu temannya sebelum akhirnya temannya memutuskan untuk tetap tinggal di luar ruangan saja. Dengan wajah sumringahnya dia berjalan masuk ke dalam kelas. Dia tersenyum ramah saat mendapati Nana yang sudah ada di dalam kelas sendirian. “ Hey, Nana. apa kau baik-baik saja di dalam kelas seperti ini sendirian?” tanya Yoona polos.

Nana sempat terkejut karena yang menyapanya adalah Yoona. Di kepalanya Nana seakan sudah meyiapkan berbagai peetanyaan pada gadis di depannya itu. tapi dia menahanya, sebagia gantinya Nana segera membalas sapaan Yoona “Ya, aku baik-baik saja. Aku lebih suka keheningan seperti ini, terasa lebih tenang.”

Sepertinya Yoona bisa menerima alasan itu. Yoona mengambil duduk di depan Nana dan memposisikan duduknya menghadap belakang agar dia lebih leluasa untuk mengobrol dengan Nana. Mereka mengobrol banyak mulai dari makanan kesukaan, musim yang di sukai sampai kebiasaan mereka yang hampr sama. Memang tak sedikit juga yang mengatakan kalau wajah Nana dan Yoona memiliki sedikit kemiripan. Bahkan jika mereka yang belum mengenal baik Nana dan Yoona mereka biasanya akan tertukar memanggil nama mereka.

Dari obrolan itu sepertinya mereka menemukan sebuah kecocokan satu sama lain. Awalnya Nana memang sempat terheran-heran, kenapa Yoona tiba-tiba mengajaknya bicara banyak seperti ini. Padahal sebelumnya mereka hanya akan bicara seperlunya saja.

Setelah agak lama mengobrol, Nana mengambil inisiatif untuk meminjam ponsel Yoona. Nana tidak mungkin mengorek informasi langsung dari Yoona, dia tidak ingin Yoona berpikiran yang tidak-tidak padanya. Mungkin dari ponsel itu, Nana bisa menemukan sesuatu yang meyakinkan dirinya bahwa Kyuhyun dan Yoona memang memiliki hubungan yang lebih dari seorang teman.

Tanpa ragu, Yoona meminjamkan ponselnya pada Nana. Nana beralasan ingin melihat koleksi lagu artis idolanya yang kebetulan Yoona menyimpan di ponselnya.

***

Kyuhyun tak memasuki kelasnya sejak kedatangannya setengah jam yang lalu. Sebagai gantinya, dia lebih memilih mengobrol di kantin bersama sahabatnya Shim Changmin. Sahabat karibnya selain Nana. Shim Changmin lah yang lebih mengetahui seluk beluk seorang Cho Kyuhyun, karena dia selalu berbagi cerita dengannya.

Changmin membuka mulutnya setelah meneguk soda kaleng di tangannya. “ Hey, apa kau yakin degan keputusanmu kali ini. Kau tidak menggunakan Yoona sebagai pelarianmu saja kan, agar kau bisa melupakan Kim Nana?” pertanyaan yang sungguh cantik keluar dari mulut Changmin

Kyuhyun terdiam beberapa saat. Butuh waktu untuk menjawab pertanyaan itu. Kyuhyun ikut meneguk soda kalengnya seelum menjaab pertanyaan sahabatnya itu. “ Aku tidak tahu.” jawabnya singkat.

Changmin memutar matanya bosan. Bukan jawaban itu yang ingin didengarnya sekarang. setidaknya Kyuhyun harus meyakini keputusannya sekarang, itu yang diharapkan oleh Changmin. “ Ya.. kau tidak berniat memainkan perasaan seseorang kan sekarang?” Changmin menghembuskan nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya.” Bukankah sudah ku ingatkan sebelumnya. Jika kau menyukai seseorang, seharusnya kau katakan pada orang itu, bukan malah mengatakannya pada orang lain seperti ini.”

“Aku juga tidak tahu kenapa aku berbuat seperti itu, tapi ini sudah terlanjur, aku tidak mungkin menarik ucapanku kembali.” Kyuhyun berbicara frustasi. Tidak seharusnya dia mengutarakan perasaanya pada Yoona, mengingat gadis yang sebenarnya di inginkan sebagai kekasihnya adalah Nana. Mungkin Kyuhyun memang laki-laki paling bodoh yang ada di dunia ini. Dia berharap bisa melupakan Nana jika dia bersama Yoona. Kyuhyun menemukan banyak kemiripan pada dua gadis itu, jadi dia berharap jika dia berkencan dengan Yoona, sedikit demi sedikit memorinya tentang Nana akan teralihkan.

Changmin masih tak habis pikir dengan sahabatnya itu. Apa kalimat yang lebih tepat untuk menggambarkan perasaan Kyuhyun sekarang. Mungkin salah sasaran’. Kyuhyun berniat melesatkan panahnya pada burung Merak, akhirnya malah meleset dan mengenai seekor burung Nuri. Mungkin perumpaan burung sangat tidak sopan untuk menggambarkan dua gadis itu, tapi hanya itulah satu-satunya yang terpikir oleh Changmin saat ini.

“ Seharusnya kau mengatakannya dari dulu, bukan malah membuat keadaan semakin rumit seperti ini.” Changmin mencoba menengahi.

Kyuhyun berpikir sejenak, dia jadi ingat kata-kata Nana dulu. Nana pernah mengatakan kalau dirinya dan juga Kyuhyun sudah seperti saudara yang tak bisa dipisahkan. Dari situ juga Kyuhyun berjanji akan selalu berasa di samping Nana dan akan melindunginya sampai kapanpun. Perjanjian konyol itulah yang membuatnya tak bisa mengatakan perasaannya yang sebenarnya pada Nana.

“ Yak, tapi coba kau pikirkan. Nana yang mengatakan kalau kita sudah seperti saudara. Itu berarti sama halnya kesempatanku untuk mendekatinya lenyap saat itu juga.” Kyuhyun membuang nafas kasar. “ Aku tidak mungkin berkhianat pada sahabatku sendiri, bukan?” Pertanyaan bodoh macam apa itu. Bukankah itu hanya sebuah kata yang bermakna kiasan saja. Kenapa Kyuhyun menganggapnya terlalu serius sampai seperti ini.

Changmin tersenyum getir mendengar ocehan dari sahabatnya itu. Alasan itu lagi. Changmin sudah mendengarnya bahkan lebih dari puluhan kali. “ Hey, aku pikir kau cukup cerdas, tapi kenyataannya? Apa kau tidak bisa membedakan apa itu makna kiasan atau makna sesungguhnya?” Changmin sudah benar-benar hilang kesabarannya sekarang. Changmin hampir saja berteriak jika saja dia tak mengingar bahwa mereka sedang ada di kantin sekolah sekarang. “ Aku ingatkan sekali lagi, jika kau masih menyangkut pautkan perjanjian bodoh itu lagi, berarti kau memang benar-benar bodoh Kyuhyun.” katanya dingin

Kyuhyun mengacak rambutnya kasar. Dia juga tidak sadar sudah membuat keputusan gila seperti itu. “ Aku sudah memulainya, dan aku akan menanggung semua konsekuensinya.” katanya penuh percaya diri. Yah, meskipun jauh di lubuk hatinya terselip sebuah kekhawatiran yang mungkin bisa saja menelan tubuhnya kapanpun itu.

***

Nana terlihat berjalan sendirian tak tahu arah. Dia masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya tadi. Sudah sangat jelas, Nana bisa membaca semua pesan yang dirimkan oleh Kyuhyun pada Yoona saat dia meminjam ponsel Yoona tadi pagi.

.

.

Yoona bisakah aku meminjam ponselmu. Aku ingin melihat koleksi lagu terbaru Super junior yang ada di ponselmu” kata Nana

Mendengar permintaan tulus dari temannya itu, Yoona segera meminjamkan ponselnya.

Tak lama setelahnya, teman Yoona masuk dan mereka mengobrol asik tanpa mempedulikan Nana yang tengah sibuk dengan ponsel Yoona. Jelas saja ini adalah kesempatan baik bagi Nana untuk mengotak-atik ponsel itu. Nana segera menggunakan kesempatan ini untuk memulai aksinya. Hal pertama yang dibukanya adalah kotak pesan.

NaNa mencari sebuah nama disana. Dan yah, dia berhasil menemukan sebuah nama Cho Kyuhyun disana. Nana segera membuka isi pesan itu. dia tersenyum pada Yoona saat Yoona tak sengaja melirik ke arahnya. Nana tak ingin menimbulkan kecurigaan apapun pada Yoona.

“ Yoona, apa kau makan dengan baik hari ini”

“ hmm,,”

“ saranghae Yoona-ah”

“ Nado saranghae Cho Kyuhyun”

NaNa tak ingin mebaca lebih jauh lagi. Percuma, karenaitu hanya akan menambah luka di hatinya setelah mengetahui kenyataan pahit ini. Dia segera mengembalikan ponsel Yoona dan berpamitan keluar setelahnya.

.

.

Heol. Kata-kata itu terus saja terngiang di kepala Nana. Tak tahu apa yang di rasakannya sekarang. Tubuhnya melemas saat itu juga. Belum pernah Nana merasakan yang seperti ini sebelumnya, sangat menyakitkan. Sampai-sampai dia tidak bisa menggambarkan betapa sakitnya itu. Nana berpikir selama ini kedekatannya dengan Kyuhyun adalah suatu hal yang spesial. Tapi apa, Nana bahkan dibuang begitu saja dna tak di anggap oleh Kyuhyun.

Nana tak sanggup berkata apa-apa lagi sekarang. Kyuhyun sudah memutuskan gadis pilihannya, Nana tak mungkin bisa marah padanya. Walaupun sebenarnya di hatinya dia ingin berteriak mengatakan pada Kyuhyun ‘Kenapa kau berbuat ini padaku, kau anggap apa aku selama ini’. Tapi Nana tak bisa melakukan semua itu,punya hak atas apa diaberani bertanya seperti itu. Kyuhyun hanya sahabatnya, itu saja, tidak lebih.

Hye Jo melihat sahabantnya itu dari kejauhan. Hye Jo segera menyusul sahabatnya itu sebelum pergi lebih jauh lagi. “ Nana, Kim Nana.” teriaknya

Nana menoleh mendapati panggilan itu. Hye Jo segera berlari menjajarkan langkahnya dengan Nana. Nana memutuskan untuk duduk di depan sebuah kelas yang terlihat tak begitu ramai. Mungkin penghuninya sedang berpesta di kantin, mengingat sekarang sudah jam makan siang.

Nana membuka mulutnya setelah menyandarkan tubuhnya pada tembok. “Yang semalam, semuanya benar.” Nana berbicara dengan nada datar tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali

Hye Jo memicingkan matanya, mengangkat sebelah alisnya. “ Maksudmu?” Hye Jo sudah paham betul maksud Nana yang sebenarnya, namun tak ada salahnya kan memastikan. Jadi Hye Jo memutuskan untuk bertanya lagi pada Nana

Masih dengan tampang datarnya, Nana menanggapi pertanyaan Hye Jo. “ Kyuhyun dan Yoona, mereka benar — ” Nana menarik nafas dalam sebelum akhirnya melanjutkan kalimatnya. “ Sudahlah,..”

Hye Jo tak bisa mencegah mulutnya untuk menganga selebar-lebarnya sekarang. “ Aku tahu perasaanmu sekarang. tapi aku salut padamu, karena kau masih bisa sekuat ini” Hye Jo tersenyum getir. “ Jika itu aku, mungkin aku sudah meneteskan air mata dan berteriak sejadinya sekarang.” Hye Jo menepuk-nepuk bahu Nana untuk sekedar memberikan semangat pada sahabatnya itu.

Dari kejauhan tampak Cho Kyuhyun yang sedang berjalan ke arah Nana sekarang. Hye Jo melihat itu, dia segera berpamitan pada Nana. sudah seharusnya Hye Jo membiarkan sahabatnya itu menerima keadilan yang sepenuhnya sekarang. “ Kyuhyun sedang berjalan kemari, aku pergi dulu.” Hye Jo melangkahkan kakinya menjauh dari tempatnya.

Nana menoleh ke arah Hye Jo saat mendnegar ucapan gadis itu. Namun belum sempat Nana bertanya, Hye Jo sudah melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Nana sendirian di tempatnya. Nana mennengok ke arah belakangnya, ternyata benar Kyuhyun sedang berjalan ke arahnya sekarang. Dengan senyuman khasnya, yang membuat hati Nana semakin sakit. Nana membalas senyuman itu meskipun terlihat di paksakan.

Kyuhyun semakin berjalan mendekati Nana. Setelah sampai, Kyuhyun segera mengambil duduk di sebelah Nana. “ Hey, ada gadis manis disini. Akan sangat mubadzir jika dibiarkan begitu saja, haruskah aku menggodanya?” kata Kyuhyun sebagai pengganti ucapan salam. Kyuhyun memang selalu seperti itu, dia selalu bisa menggoda Nana. Sayangnya Nana sudah terbiasa dengan hal itu, jadi dia bisa menerimanya tanpa perlu protes.

Mendengar ocehan Kyuhyun, Nana balik menggodai Kyuhyun. “ Ouh, haruskah. Sayangna gadis manis ini sedang tidak ingin digoda oleh lelaki genit sepertimu, takut ada yang marah.” kata Nana sambil menaikkan sebelah alisnya

Kyuhyun segera menimpali sebelum Nana membuka mulutnya kembali “ Tidak akan ada yang marah sayangku, kau tenang saja.” timpal Kyuhyun. Nana hanya menanggapinya dengan senyuman, Kyuhyun memang tak pernah berubah. Pantas saja jika teman-temannya mengatai mereka berpacaran.

Nana terasa berat membuka mulutnya kali ini. Tapi dia harus tetap melakukannya. Jika memang benar adanya rumor yang beredar tentang Kyuhyun dan Yoona, Nana akan menjaga jarak dengan Kyuhyun mulai saat ini. Nana tak ingin jadi orang ketiga dalam hubungan mereka. Mereka mungkin masih bisa bersahabat, tapi mereka tak mungkin bisasedekat dulu lagi. Mengingat salah satu dari mereka sudah memiliki pasangan. “ Kyuhyun, ada yang ingin aku bicarakan padamu.”

Kyuhyun masih bisa bersikap tenang sekarang. Dia menjawab pertanyaan Nana sekenanya “ Katakan saja.”

“ Kyuhyun-ah”

“Hmm..”

“Aku ingin bilang—“

Mwo?” Kyuhyun sudah tak sabar. Dia mulai geregetan pada Nana

“ Kyuhyun, kau—“

“ Kau terlalu berbelit-belit, aku akan pergi jika kau tidak segera mengatakannya.” kata Kyuhyun, meskipun sebenarnya dia tidak sungguh-sungguh dengan ancamannya itu. Kyuhyun masih ingin berlama-lama dengan Nana

Sepertinya ancaman Kyuhyun memang benar-benar berhasil. Nana segera membuka mulutnya sebelum Kyuhyun beranjak dari duduknya. “ Selamat.” ucap Nana

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya tak mengerti. “ Untuk?”

Nana menghela nafas panjang sebelum mengucapkan sebuah kalimat. “ Bukankah kau sedang berkencan dengan Yoona sekarang. Selamat untuk itu.”

Kyuhyun tak bisa menolak refleks tubuhnya sekarang. Nana sudah mengetahuinya, bahkan sebelum Kyuhun memberitahunya secara langsung. Tubuhnya menegang, matanya membulat sempurna.

Kyuhyun tersenyum getir “ Darimana kau tahu—“

“ Jadi benar. Semua orang sedang membicarakannya sekarang.” jawab Nana dingin. “ Hey, jangan salah paham. Aku bertanya padamu karena sedari tadi banyak yang menanyaiku soal ini. Mereka bertanya padaku, tapi aku tidak bisa menjawabnya karena aku belum mendengar sendiri dari mulutmu.” Sebuah alasan yang bisa dibilang sangat tepat. Tidak mungkin Nana megatakan kalau dia cemburu sekaligus marah karena Kyuhyun tak memberitahunya secara langsung. “ Jika kau mengiyakan ataupun menolaknya, setidaknya aku bisa mengatakan kepada mereka nanti.” Nana mencoba tersenyum meskipun dipaksakan. Jelas, senyuman itu terlihat begitu canggung.

“Apa yang akan kau lakukan jika semua yang kau ucapkan itu memang benar?” Kyuhyun kembali bertanya pada Nana

NaNa tak membutuhkan waktu lama untuk menjawab pertanyaan itu. “Jelas saja aku akan memberitahukan kepada semuanya yang bertanya padaku bahwa hal itu benar adanya. Mudah kan?”

Kyuhyun benar-benar tak percaya dengan apa yang di ucapkannya oleh Nana. Semudah itukah? Nana bahkan masih bisa tersenyum saat mendnegar ucapan Kyuhyun. Berarti selama ini, hanya dia saja yang merasakan hal itu. Jika saja Kyuhyun bisa berkata, dia akan mengatakan yang sebenarnya pada Nana sekarang dan memeluknya erat. Tapi mulutnya menolak untuk itu.

Nana bahkan terlihat baik-baik saja sekarang. Baiklah, sepertinya akan snagat mudah bagi Kyuhyun untuk melupakan gadis ini. Kyuhyun tersenyum pahit. “ Maaf.” ucapnya lirih. Kyuhyun juga tak menyadari kenapa mulutnya refleks berkata seperti itu.

Nana bisa mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Nana semakin bingung kenapa lelaki ini mengucapkan kata maaf seperti itu. “Ehm, kau bilang apa barusan?”

Kyuhyun segera tersadar dari lamunannya. “ Ah, tidak. Lupakan saja” Kyuhyun mengacak lembut rambut panjang Nana

***

Beberapa hari terakhir Nana jarang terlihat bersama Kyuhyun lagi. Nana juga terlihat menghindari Kyuhyun beberapa hari belakangan. Dia tidak menjawab panggilan dari Kyuhyun, atau bahkan membalas pesannya. Setiap Kyuhyun menghampirinya, Nana pasti punya alasan untuk menghindarinya. Seperti yang dibilang sebelumnya, Nana tidak ingin jadi ornag ketiga dalam hubungan Kyuhyun-Yoona. Nana bersikap sebaik mungkin agar tak di cap sebagai pengganggu.

Bahkan teman-teman mereka masih banyak yang belum percaya kalau Kyuhyun berkencan dengan Yoona. Mereka pikir Kyuhyun akan memilih Nana karena mereka memang terlihat begitu dekat dan juga terlihat serasi.

Hyemin, salah satu teman sekelas Nana salah satunya. Dia masih belum bisa mempercayai hal itu. dia begitu mendukung hubungan Nana dan Kyuhyun, namun apa yang di dapati sekarang, Kyuhyun malah memilih gadis lain speerti ini. “ Nana aku tidak habis pikir dengan Kyuhyun. Bagaimana bisa dia berpacaran dengan Yoona, padahal sebelumnya aku melihat kalian seperti pasangan serasi.”

Nana hanya bisa tersenyum getir mendengar ucapan dari temannya itu. dengan sikap dinginnya Nana mencoba menjelaskan keadaan yang sebenarnya. “ Hey, kami hanya sahabat, sama halnya dengan aku dan kalian. Jadi terserah Kyuhyun mau berkencan dengan siapapun.”

Satu lagi temannya Sora, ikut menimpali juga. “ Tapi kami menginginkan kau yang menjadi pasangan Kyuhyun bukannya Yoona.” sahutnya tanpa pikir panjang

Nana benar-benar tak bisa menahan ketawanya kali ini. Teman-temanya itu mereka selalu bersikap seenaknya sendiri. Itu keputusan Kyuhyun, sedangkan Nana tak bisa berbuat apapun selain menerima kenyataaan sekarang. kalau saja bisa Nana juga akan memilih untuk bersama Kyuhyun sekarang, namun sayangnya dia tak bisa melakukan itu. “ Jangan keras-keras ada yang mendengarnya nanti. Aku tidak ingin di cap sebagai orang ketiga nanti.”

“ Bukan kau yang menjadi orang ketiga dalam posisi ini, tapi gadis itu.” Hye Jo yang kelasnya bersebelahan dengan kelas Nana tiba-tiba saja masuk dan menyanggah begitu saja.

Hyemin dan Sora menyetujui hal itu. Satu lagi, Sena dia juga sangat menyetujui perkataan Hye Jo. “ Kalaupun kau jadi orang ketiga nantinya, kami akan tetap membelamu.” Kalimat itu berhasil membuat segerombolan gadis itu tertawa lebar. Setidaknya sedikit mengurangi beban Nana

Membayangkannya saja ngeri, dicap sebagai orang ketiga. Tidak, Nana tidak sekeji itu. Biarkan dia saja yang merasakan sakit ini tanpa ada orang lain mengetahuinya. Nana adalah gadis yang kuat, dia yakin akan bisa melewati semua ini.

Di balik percakapan itu, ternyata ada seseorang yang mendengarnya sedari tadi. Yoona dia mendengar semua percakapan itu dari luar kelas, karena mereka berbicara begitu keras. Mereka bahkan tak menyadari keberadaan Yoona disana.

Hal yang lebih menarik lagi, Kyuhyun memasuki kelas dari pintu samping. Pintu yang menghubungkan antara kelas XI 1 dan XI 2. Dia datang dari pintu itu lalu meminta izin untuk meminjam Nana sebentar. Ada sesuatu yang ingin dia katakan pada Nana. “Aku pinjam Nana kalian sebentar saja, aku akan mengembalikannya nanti jika urusanku sudah selesai. Okey.”

Kyuhyun langsung menarik tangan Nana tanpa mendengar jawaban dari Nana dulu. Nana hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan Kyuhyun. Lagipula tak ada gunanya juga menolaknya. Sekuat apapun Nana dia adalah seorang perempuan, Kyuhyun akan tetap dengan mudahnya memaksa Nana untuk menuruti keinginannya meskipun Nana memberontak.

Kyuhyun berhenti di depan kelas yang sama seperti seminggu yang lalu saat ia terakhir kali berbicara dengan Nana. Masih terlihat begitu sepi, tak ada yang berlalu lalag disana. Kyuhyun mendudukkan Nana di salah satu bangku disana, dan Kyuhyun mengambil posisi tepat di sebelah NaNa. “Kenapa kau menghindariku?”

NaNa memicingkan matanya mencerna perkataan Kyuhyun barusan. Masih belum bisa menjawab. Butuh beberapa detik sampai dia mengeluarkan kata-kata. “ Bukankah sikapku sudah benar. Aku hanya tidak ingin di cap sebagai pengganggu hubungan kalian, itu saja.”

Ya, memang itu yang sebenarnya diinginkan Kyuhyun. dia ingin NaNa menjauh darinya agar dia bisa segera melupakan NaNa. Tapi, apa yang di rasakannya sekarang. Kyuhyun benar-benar merasa kehilangan saat NaNa memutuskan semua koneksinya. Rasanya semakin sulit melepaskan NaNa begitu saja. “ Kau salah, jika kau berbuat seperti itu, aku akan menyimpulkan kalau kau benar-benar membenciku sekarang.”

Nana membelalakkan matanya tak percaya. Bukan seperti itu maksudnya, mungkin Kyuhyun sudah salah paham. “ bukan itu, aku hanya—“

Kyuhyun segera meyela sebelum NaNa melanjutkan ucapannya. “ Setidaknya jawab telfonku atau jika kau memang benar-benar sibuk, kirimi aku balasan pesan agar aku tak khawatir karena memikirkanmu.”

“Kau curang. Aku bahkan bisa sibuk berkencan denagn gadismu, sementara aku harus membalasmu setiap saat kau menelfon ataupun mengirim pesan. Aku juga punya kesibukan Cho Kyuhyun, tak bisakah aku juga berkencan dengan orang lain?.” Balas Nana tak terima. Kenapa hanya Kyuhyun saja yang tega berbuat seperti itu, Nana juga bisa melakukannya.

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak. Berpikir kata apa lagi yang harus ia keluarkan sekarang. Gadis ini sama keras kepalanya dengan dirinya. “ Okey, aku tidak akan melarangmu dengan seseorang siapapun itu, terserah. Hanya aku minta, bisakah kita tetap berhubungan baik meski kita sudah memiliki jalan sendiri-sendiri?” Kyuhyun menyatukan kedua telapak tangannya bermaksud memohon pada NaNa

NaNa tak tega melihat sahabatnya memohon seperti itu. Butuh waktu untuk memikirkannya. “ baiklah, lain kali aku pasti membalas pesanmu tak peduli seberapa sibuknya aku. Kau puas?”

Kyuhyun tak menjawab, dia malah sibuk membenarkan kerah bajunya atau apalah itu. Ouh, bukan membenarkan kerah, di baru saja melepaskan kalung pemberian kakaknya yang sangat ia sukai. Dia tidak akan pernah melepaskan kalung itu sebelumnya, tapi kenapa dia melepasnya hari ini. “Ini.” Kyuhyun mengarahkan pandangannya ke kalung itu. “ Kau tahu, betapa berartinya kalung ini bukan?” Kyuhyun mendapat kalung itu saat ulang tahunnya dua tahun yang lalu. Saat itu dia tengah berbaring di rumah sakit karena kecelakaan yang di alaminya. Kakaknya memberikan kalung itu agar dia lebih bersemangat menjalani hidupnya, karena kakaknya tak bisa menungguinya lebih lama lagi. Kakaknya menempuh pendidikan di luar negeri, jadi dia tidak bisa menemani Kyuhyun setiap hari. Itulah alasan kenapa kalung itu begitu berharga bagi Kyuhyun.

Tanpa menunggu persetujuan NaNa, Kyuhyun memakaikan kalung itu ke leher jenjang NaNa. Setelah memastikan kalung itu terpasang dengan sempurnna di pemiliknya yang baru, kyuhyun bisa tersenyum lega sekarang. “Bisakah kau berjanji padaku dengan kalung ini? Jangan menjauh lagi dariku. Ingatkan aku jika aku sudah terlewat batas. Jangan pernah bosan untuk mengomeliku jika aku mengabaikanmu.”

“ tapi Kyuhyun, aku masih tak mengerti maksudmu—“

“Kyuhyun, apa yang aku lakukan disitu, kau tahu Yoona menangis saat melihatmu keluar dari kelas dengan menggandeng tangan Nana begitu mesra.” Kata seorang yang bernama Hye Jin mengingatkannya. Dia adalah sahabat Yoona.

Kyuhyun sebenarnya masih tak ingin meninggalkan Nana sendiri disana. Kyuhyun masih ingin berbicara panjang lebar dengannya. Tapi dia harus tetap menemui Yoona untuk menjelaskan semuanya. Dia harus menanggung resiko dari keputusan yang di ambilnya.

“ Aku pergi sekarang. Ingat, jangan pernah melepaskan kalung itu apapun alasannya, sampai aku sendiri yang melepasnya untukmu.” Itulah kata terakhir Kyuhyun sebelum pergi meninggalkan Nana.

–To Be Continued—

3 Comments (+add yours?)

  1. Zulfa Miftahziah
    Jun 17, 2016 @ 09:47:04

    pdhal saling cinta tp saling egois, ga mau mengungkapkan stu sma lain. jd bgni deh bnyk yg tersakiti… kyuhyun knp ngambil jln tu siii, kan da 2 wanita yg jg gegana

    Reply

  2. Jung MinHee
    Jun 17, 2016 @ 10:20:27

    Heum… ini sulit…

    Reply

  3. lieyabunda
    Jun 18, 2016 @ 05:12:00

    saling mencintai, tapi gak jujur masing2…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: