The Story of Young CEOs [3/?]

lauren

Author:

Ilana Hawa

Title:

The Story of Young CEOs part 3

Cast:

Lauren Hanna Lunde| Cho Kyuhyun

Choi Siwon| Lee Donghae

Lee Hyukjae

Genre:

Romance, comedy

Lenght:

Chapter

Desclaimer:

Halo…aku balik dengan lanjutan ffku. Ini murni hasil tulisanku dan pemikiranku. Semoga kalian tetap suka dan bisa memberiku saran untuk tulisanku ke depan. okeh, Selamat membaca, Sorry for typo dan…enjoy ^^

# #

 

Hanna masih asyik berdiri di balik jendela kaca besar yang menghubungkannya pada pemandangan luar tempat itu. Wajah cantiknya terlihat serius dengan alis yang sesekali mengernyit. Ya. Hanna memang tengah memikirkan sesuatu yang sudah mengganggu pikirannya.

“Hello. Who are you?”

   “Why did you get here?”

   “Why did you come to be in this room?”

Pertanyaan yang di lontarkan salah satu pria di kamar tadi benar-benar membuatnya bingung. Semua pertanyaan tersebut mengarah pada satu kesimpulan. Mereka tidak mengetahui tentang keberadaannya di tempat itu.

“Lalu bagaimana aku bisa ada disini?”

Lagi. Hanna kembali menghela nafas. Walau apa yang di alaminya ini terasa aneh dan membingungkan, namun jauh di lubuk hatinya, Hanna bersyukur mengetahui jika pria-pria itu tak mengetahui keberadaannya. Satu hal juga yang membuatnya bernafas lega yaitu kenyataan jika dirinya bukan di culik. Hanna pun merasa mereka bukanlah pria jahat dan dia yakin berada di tempat yang aman. Tiba-tiba bibir mungil nan merah itu menyunggingkan sebuah senyuman tipis, seraya dirinya kembali teringat dengan kejadian lain di kamar tadi.

“Aku Choi Siwon.”

Hanna kembali ketakutan saat Siwon menghampirinya dan duduk didepannya. Hanya ada pria itu di dalam kamar. Dia mencoba menjauh namun kepala ranjang sudah tepat berada di belakangnya.

   “Aku tidak akan menyakitimu.”

Saat kalimat itu terlontar, saat itu pun tanpa sadar dirinya menghembuskan nafas lega. Hanna mulai mengangkat kepalanya dan pandangannya langsung tertuju pada wajah tampan yang dihiasi segaris senyuman. Wajah tampan yang terlihat sedikit lebih dewasa darinya. Jauh di lubuk hatinya, Hanna merasa jika pria di depannya ini dan mungkin tiga pria lainnya juga bukanlah sekumpulan pria jahat dan mesum.

   “Bisakah kau ikut denganku?”

Kedua mata berhazel coklat itu mengerjap beberapa kali, mencoba mencerna kalimat yang di lontarkan Choi Siwon barusan. Masih dalam kebingungannya, tanpa sadar Hanna menganggukan kepala.

Dan disinilah dia sekarang. Sendirian di sebuah ruang tamu minimalis namun mewah. Pria bernama Choi Siwon itu pergi entah kemana dan hanya menyuruhnya untuk menunggu disini. Hanna bisa melihat dua sofa panjang berwarna putih yang saling bersebrangan, lukisan besar yang tergantung dan jendela kaca besar di sebagian dindingnya. Hanna tak pernah menyangka jika tempat entah berantah yang tak di ketahuinya juga sempat membuatnya takut itu mempunyai pemandangan yang begitu indah. Tempat tersebut berada di atas bukit dengan hamparan rumput yang luas dan objek pegunungan di kejauhan. Tak lupa juga terlihat pemandangan kota yang tampak kecil. Namun bagi Hanna sebagus dan seindah apapun tempat itu, tetap saja membuatnya jauh dari sang ibu. Keningnya berkerut, saat samar-samar terdengar suara gelak tawa dari arah pintu kaca yang terbuka. Dengan rasa penasaran, Hanna melangkah menuju sumber suara tersebut. Langkahnya terhenti, mana kala di depan sana terlihat tiga pria dengan pakaian casual tengah tertawa, saling mengejek bahkan sesekali mereka saling memukul kepala.

“Apa mereka itu anak-anak?” Hanna menelusuri wajah mereka satu persatu. Mereka juga ada di dalam kamar yang di tempatinya tadi. Salah satu pria dengan Tshit putih itu tengah meragakan dance ketika pria tampan sekaligus seperti anak kecil, menghampiri dan mengikuti gerakan dancenya. Tak dapat di pungkiri, dua pria disana terlihat sangat tampan ketika sedang menari. Untuk beberapa saat Hanna tak dapat mengalihkan perhatianya, hingga pupil mata itu teralih kearah seorang pria yang berdiri tak jauh dari dua pria yang masih menari.

“Cho Kyu.” Hanna kembali teringat dengan foto bertuliskan huruf hangul yang berada di kamar. Tanpa di alihkan pun, ingatan gadis itu juga tertuju pada deretan kalimat yang di ucapkan pria bernama Cho Kyu tersebut, sesaat sebelum pria itu keluar dari dalam kamar.

“Sudahlah. Kita tidak perlu mengurusinya. Kalian hubungi kantor polisi terdekat dan katakan ada wanita gila di villaku.”

Wanita gila. Ya. Hanna sama sekali tak mengalami kerusakan pendengaran saat pria itu menyebutnya ‘wanita gila’.

Hanna mendengus, “Wanita gila? Huh? Apa dia tidak pernah mengerti bagaimana perasaan seorang gadis yang terbangun di dalam kamar seorang pria yang tak di kenalinya?!”

Gadis itu menghembuskan nafas kasar. Dadanya naik turun, mencoba menahan segala rasa kesalnya yang ingin meledak. Bagaimana tidak, di saat dirinya ketakutan berada di tempat asing dengan empat orang pria, tapi Cho Kyu itu justru menyebutnya wanita gila.

“Tidak berprikemanusiaan!”

“Berhati dingin!”

“Bermulut tajam!”

Hanna terus saja menggerutu panjang lebar. Matanya menatap tajam pada pria yang tengah berkacak pinggang dengan senyum miring dan kedua matanya yang terus memperhatikan dua pria yang masih menari. Tak lama dia melangkah menghampiri dan ikut menari bersama mereka. Namun bukan tarian yang memukau seperti tadi, melainkan pria dengan Tshirt panjang berwarna biru itu justru membuat tarian aneh dengan mengacungkan jari telunjuk dan menggoyangkannya ke kanan dan kiri. Tak lupa buttnya yang juga ikut bergerak. Dua pria yang sejak tadi memperhatikannya itu sontak memiting leher orang yang membuat tarian mereka berubah aneh. Sementara pria dengan Tshirt putih itu semakin kuat memiting leher Cho Kyu, pria yang tampan dan seperti anak kecil itu justru mengacak-acak rambut berwarna dark brown dan terlihat agak ikal tersebut. Dan Cho Kyu yang menjadi korban, hanya bisa berteriak di selingi gelak tawanya yang keras.

“Like a Child.” Gumam Hanna dengan senyum yang terukir di bibirnya. Walau masih ada rasa kesal tapi kejadian di depan sana tak mampu menghentikan senyumnya yang justru kini berubah menjadi tawa. Di sana, Cho Kyu mencoba menghindar sebisa mungkin saat dua pria itu menggoda ingin menciumnya. Bahkan pria itu sukses mendaratkan satu pukulan keras di atas kepala mereka.

Di sisi lain, Siwon terlihat menuruni tangga dan bergegas berbelok ke arah ruang tamu. CEO Hyundai itu baru saja selesai mandi. Sebelah tangannya ia masukkan kedalam saku celana dan sebelahnya lagi sibuk membalas pesan dari sang ibu. Pria tampan itu berdecak kesal saat sang ibu kembali membahas soal perjodohan yang sudah beberapa kali di tolaknya. Langkahnya terhenti, manakala di ujung sana, Siwon bisa melihat punggung gadis itu. Ya. Seorang gadis entah darimana yang tiba-tiba berada di kamar sahabatnya, Kyuhyun. Siwon juga ingat jika dirinya yang meminta gadis itu untuk bertemu ketiga sahabatnya di ruang tamu ini. Dirinya berfikir, sudah saatnya mereka membicarakan prihal siapa gadis itu dan bagaimana dia bisa berada di kamar Kyuhyun. Siwon bergegas mendekat namun ditengah jalan dirinya mendengar samar-samar suara tawa gadis itu.

“Apa yang membuatnya tertawa?” Siwon bergegas menghampiri dan berdiri tepat di sampingnya.

“Kau tertawa?”

Gadis dengan bola mata berwarna coklat terang itu menoleh dan sekejap tawa yang tadi menghias di wajahnya itu pun hilang. Tanpa menjawab, ia kembali mengarahkan pandangannya keluar serta memainkan jari jemarinya. Dan Siwon hanya tersenyum melihat itu. Dirinya tahu, itu salah satu cara untuk menghilangkan rasa gugup. Siwon ikut mengarahkan pandangannya ke luar jendela dan sontak tawanya pecah melihat apa yang di lihatnya saat ini. Donghae dan Eunhyuk tengah mengusap kasar puncak kepala mereka saat Kyuhyun memberikan satu pukulan keras di atasnya. Kedua mata mereka melebar dan tak lupa mulutnya yang terlihat menggerutu. Tanpa rasa bersalah Kyuhyun justru menertawakan mereka. Dari ekor matanya, Siwon juga bisa melihat jika gadis di sampingnya ini ikut tertawa walau tak sekeras dirinya. Mungkin Siwon akan berterima kasih pada mereka bertiga yang sudah membuatnya melihat seorang gadis tengah tertawa dan terlihat begitu cantik.

“Jadi itu yang membuatmu tertawa?”

“Ne?” Siwon mengendikan dagunya kearah luar saat gadis itu menoleh ke arahnya. Gadis bersurai coklat tersebut kembali melihat keluar dan tersenyum.

“Mereka terlihat aneh.”

Siwon tersenyum, “Kami akan seperti itu jika sudah bersama. Mungkin karena kami jarang mempunyai waktu walau hanya untuk berlibur seperti ini.”

“Waeyo?”

Siwon tersenyum dalam hati ketika gadis yang tak di ketahui namanya itu merespon ucapannya. Siwon juga mengubah posisinya dengan wajah serius.

“Kau lihat pria dengan Tshirt putih itu?”

Gadis itu mengangguk.

“Namanya Lee Hyukjae. Dia itu seorang CEO perusahaan otomotif terbesar di Korea. Lalu pria tampan dengan Tshirt hitam. Namanya Lee Donghae. Dia juga seorang CEO perusahaan baja terbesar ke empat di dunia.” Siwon menghentikan sejenak ucapannya. Melirik gadis di sampingnya yang kini terlihat mengerjapkan mata polos dengan bibirnya yang terbuka. Terlihat sekali jika gadis itu terkejut dengan ucapannya barusan. Bagi Siwon, bagaimana terkejutnya gadis itu membuatnya jauh lebih menggemaskan.

“Lalu pria dengan Tshirt panjang berwarna biru. Dia pemilik tempat ini sekaligus pemilik kamar yang kau tempati tadi. Namanya Cho Kyuhyun. Dia seorang CEO perusahaan teknologi terbesar di dunia. Itulah mengapa kami jarang mempunyai waktu untuk berkumpul bersama seperti ini.” Siwon mengakhiri kalimatnya. Bibirnya tersenyum melihat bagaimana reaksi gadis di sampingnya. Gadis tersebut hanya diam dengan kedua mata indahnya yang menatap Siwon lalu mengerjap beberapa kali.

“Chogi…Kau juga…seorang CEO?”

Siwon mengangguk, “Perusahaan mobil terbesar kelima di dunia, Hyundai Motor. Jika kau pernah mendengarnya.” Siwon meninggalkan senyumannya pada gadis itu sebelum beranjak menghampiri Kyuhyun, Donghae dan juga Eunhyuk yang kini tengah menatap mereka berdua dari kejauhan.

* * *

Hanna terus saja memainkan jari-jarinya. Matanya berkedip berkali-kali dan kepalanya terus saja tertunduk. Cemas, gelisah dan hilang semua rasa percaya dirinya. Itulah yang sejak tadi di rasakan Hanna. Bagaimana tidak, ia kini tengah duduk di sofa putih ruang tamu dengan empat pasang mata yang tak henti memperhatikannya. Menelisiknya dari atas hingga ujung kakinya dan itu sungguh membuatnya tak nyaman. Akhirnya Hanna tahu maksud Choi Siwon menyuruhnya untuk menunggu di ruang tamu. Pria itu mempertemukannya dengan semua penghuni villa. Lee Hyukjae. Lee Donghae. Choi Siwon dan Cho Kyuhyun. Selain mengingat namanya, Hanna juga sudah bisa menghapal wajah-wajah mereka. Gadis itu menggigit bibir bawahnya, saat dia tersadar jika mereka itu adalah CEO-CEO perusahaan besar.

“Bagaimana aku bisa bersama para CEO itu? Aku tidak mengenalnya dan aku juga tidak pernah bertemu mereka.” Gumam Hanna pelan, sepelan mungkin dan hanya dirinya yang bisa mendengar. Dia mencoba mengingat apa yang membuatnya berada di tempat itu. Mulai dari pertemuannya dengan Kevin di dekat danau Ontario, lalu pria itu memutuskannya dan pergi. Tak ada yang aneh sesaat setelah Kevin pergi. Dia hanya menangis sendirian di dekat danau kemudian beranjak pulang. Setelah itu dirinya tak mengingat apapun lagi hingga dia terbangun di kamar pria itu. Hanna menghela nafas ketika semua yang di pikirkannya terasa buntu.

“Jadi kenapa kau bisa ada di dalam kamarku?”

Hanna mengangkat wajahnya setelah satu suara bass mengintrupsinya. Wajah dingin dan tatapan tajam. Ya. Siapa lagi pemilik itu semua. Cho Kyu atau kini Hanna tahu namanya Cho Kyuhyun. Gadis itu mendengus dalam hati ketika wajah dingin itu langsung membuatnya teringat dengan sebutan ‘wanita gila’. Kata itu juga terus saja terngiang dan kembali membuatnya kesal. Hilang semua rasa cemas dan gelisahnya. Hanna ikut memandang Kyuhyun dengan tajam. Dia juga menggelutukan giginya menahan rasa kesal yang tak bisa di luapkannya.

“Siwon bilang kau bisa bahasa Korea. Kenapa kau diam saja? Kau tidak mengerti ucapanku?”

Lagi. Hanna tak langsung menjawab pertanyaan itu. Dirinya mengamati Kyuhyun dalam-dalam. Wajah tampan maksimal dengan mata berhazel hitam pekat. Hidung lancip, rahang yang tegas dan bibirnya yang penuh. Hanna yakin, wajah itu mampu meluluhkan hati gadis manapun. Namun tidak baginya. Bagi Hanna, wajah tampan tersebut tak mampu membuatnya melupakan kalimat laknat itu.

“Aku_”

“Kyuhyun~ah! Kau itu to the point sekali! Bukan seperti itu caranya berbicara dengan seorang gadis yang baru saja kau temui. Kau harus menanyakan siapa namanya lebih dulu, dengan suara lembut dan wajah ramah. Kau tidak tahu ya?” Sahut Eunhyuk sambil menggelengkan kepalnya. Dia selalu gemas dengan kelakuan sahabatnya itu. Memang, Kyuhyun akan berubah dingin dan bodoh jika berhubungan dengan wanita.

Kyuhyun memutar bola matanya jengah. “Kau lupa satu hal Lee Hyukjae? Aku tidak suka berbasa-basi. Lagipula, aku tidak ingin tahu siapa namanya. Aku hanya ingin tahu kenapa dia bisa ada di dalam kamarku.” Kyuhyun mengeluarkan pspnya dan mulai larut bermain game favoritnya.

“Eunhyuk~ah! Berbasa-basi itu memang bukan gayanya Kyuhyun. Jika bocah itu berubah bersuara lembut dan berwajah ramah, itu berarti otaknya sudah bergeser.” Donghae memutarkan jarinya di pelipis. Sontak Eunhyuk dan Donghae tertawa begitu keras. Mereka bersorak memandang Kyuhyun yang terlihat berdesis dengan wajah kesal. Pria itu tak membalas, dia kembali melanjutkan gamenya yang sempat tertunda. Sementara itu, Siwon hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka. Siwon pun tak berniat masuk dalam obrolan aneh itu. Dia mengarahkan matanya pada gadis yang duduk di sebrangnya. Gadis itu menatap Donghae lalu Eunhyuk kemudian Kyuhyun secara bergantian. Wajahnya tampak polos, membuat Siwon tak mampu menahan senyum.

“Siapa namamu?” Pertanyaan Siwon membuat Hanna menoleh. Begitu pun Donghae, Eunhyuk juga Kyuhyun.

Gadis itu menundukan sedikit kepalanya. “Lauren Hanna Lunde imnida.”

“Kau benar-benar bisa bahasa Korea? Kenapa? Kau tidak terlihat seperti gadis Korea pada umumnya.” Eunhyuk menimpali.

“Aku berdarah campuran. Ibuku Korea dan ayahku berdarah Kanada. Ibuku juga selalu menyuruhku menggunakan bahasa Korea.” Hanna kembali menatap Kyuhyun “Karena itu, saat seseorang menyebutku wanita gila pun aku tahu.”

Siwon, Donghae dan Eunhyuk memandang Kyuhyun bersamaan. Mereka ingat itu memang ucapan Kyuhyun. Sedangkan pria yang menjadi pusat perhatian, hanya berdehem pelan, menggaruk pelipisnya dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Dia mencoba menyembunyikan ‘sedikit’ rasa malunya.

“Aku akan memanggilmu Hanna kalau begitu.” Donghae beranjak duduk di samping Hanna kemudian mengulurkan tangannya “Namaku Lee Donghae.”

Hanna mengangguk dan membalas uluran tangan Donghae. Dia ingat, Siwon sudah memberitahukan nama-nama mereka secara tidak langsung tadi.

“Aku akan memperkenalkanmu pada mereka. Pria dengan ketampanan di bawah rata-rata itu, namanya Lee Hyukjae. Kau bisa memanggilnya Eunhyuk kalau kau mau.” Donghae memandang Eunhyuk sambil tersenyum.

“Haruskah kau mennyebutkan kalimat itu?!” Eunhyuk menggerutu, melotot ke arah Donghae kemudian sibuk dengan ponselnya.

“Lalu pangeran tampan Choi Siwon.”

Hanna tersenyum melihat Siwon tersenyum padanya.

“Dan pemilik tempat ini. Pria berwajah dingin, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun berdesis mendengar Donghae memperkenalkannya begitu. Hanna memalingkan wajahnya. Rasanya terlalu malas melihat wajah itu lagi.

“Cham! Jika kau berdarah Kanada, kenapa saat Eunhyuk bertanya padamu dengan bahasa inggris, kau diam saja?” Donghae mengubah posisi duduknya menghadap Hanna. Sedangkan gadis itu menunduk malu saat semua mata mengarah padanya.

“Aku mengerti ucapannya. Tapi…wajahnya terlalu dekat. Aku takut dia menciumku.” Hanna berguman semakin pelan di akhir kalimatnya. Wajah gadis itu pun memerah seraya kalimatnya barusan begitu memalukan. Hanna memejamkan matanya erat. Dia juga merasa bodoh sudah mengatakan hal itu. Namun sampai lebih dari 10 detik tak terdengar suara apapun. Bahkan Hanna sempat berpikir jika mereka meninggalkannya sendirian di ruang tamu. Sampai akhirnya, suara tawa keras membahana di ruang tersebut. Bahkan Kim Ahjussi-Chef Kyuhyun- menyembulkan kepalanya dari arah dapur. Pria paruh baya itu juga terkejut dengan suara tawa pria-pria itu. Hanna mengangkat wajahnya, melihat mereka tertawa keras sekali. Donghae dan Siwon bahkan sampai membungkukan tubuhnya. Kyuhyun hanya tersenyum miring, sedangkan Eunhyuk sendiri memandang tajam pada mereka yang menertawakannya.

“Teruslah tertawa! Puaskan hati kalian!”

“Ya ampun Lee Hyukjae, ternyata aura kemesumanmu sudah tidak bisa di sembunyikan lagi. Gadis itu saja tahu kau mencari kesempatan dalam kesempitan.” Kyuhyun tersenyum Evil dengan mata yang menyiratkan penuh kemenangan karena berhasil membalas pria gummy smile itu.

Eunhyuk mendengus memandang Kyuhyun, “Aku tidak mencari kesempatan dalam kesempitan Cho Kyuhyun! Dan kau!…” Eunhyuk menatap Hanna yang wajahnya yang terlihat bingung memperhatikan mereka “Apa aku terlihat seperti ingin menciummu? Huh?”

“No!” Hanna menggeleng keras “I’m So Sorry. I just_” Hanna menghentikan ucapannya saat tangan Donghae jatuh di bahunya.

“It’s Okay. Good Job.” Donghae tersenyum polos, sesekali melirik ke arah Eunhyuk yang masih saja berwajah masam. Dan itu kembali membuat tawa mereka pecah. Hanna yang sedikit tak mengerti hanya bisa tersenyum kikuk.

* * *

Gadis itu tak henti-hentinya berdecak kagum pada pemandangan cahaya lampu kota di kejauhan. Tak lupa beberapa lampu taman yang terdapat di sekitaran halaman, membuat tempat itu terlihat temaram dan juga romantis. Hanna yang sejak tadi berada di luar sekejap menggosokkan kedua tangannya saat angin malam terasa menusuk tulang. Kedua matanya jatuh pada Tshirt panjang berwarna putih milik Donghae. Ya. Hanna terpaksa memakai baju Donghae karena memang sejak pagi dia tidak mengganti bajunya. Lagipula hanya baju pria itu yang pas untuknya. Hanna tersenyum melihat langit malam yang cerah dan cahaya bintang yang berkedip ke arahnya. Dan itu semua mampu membuat hatinya tenang dan nyaman.

“Sepertinya kau suka tempat ini.”

Hanna menoleh kemudian tersenyum, melihat Eunhyuk berdiri di sampingnya. Namun gadis itu tertawa dalam hati mengingat kejadian tadi siang.

“Ne. Aku suka tempat ini. Terlihat indah dan juga romantis. Tempat ini juga membuat hatiku tenang.”

Eunhyuk terkekeh. “Ya. Pemandangan tempat ini memang akan jauh lebih indah jika malam hari. Tapi kau bisa menikmatinya lagi nanti. Sekarang kau ikut aku, ada yang ingin kami bicarakan denganmu.” Pria itu melenggang pergi setelah mengakhiri ucapannya. Meninggalkan Hanna yang bingung mengerutkan alis.

Kembali, Hanna berada di ruang tamu villa mewah tersebut, bersama tiga orang pria yang sama, namun kali ini tidak dengan pandangan tajam menelisik. Gadis itu pun mulai merasa nyaman dengan mereka. Hanna menarik nafas melihat tiga pria itu sejak tadi sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Donghae tengah mengganti-ganti channel Televisi, Euhyuk memainkan ponselnya, begitupun dengan Siwon yang duduk disampingnya. Ya. Mereka memang akan membicarakan hal serius, tapi nanti setelah si tuan rumah, Cho Kyuhyun datang. Pria itu masih berada di dalam kamarnya, entah melakukan apa. Dari dinding kaca yang menghubungkannya dengan ruang makan, Hanna dapat melihat Kyuhyun menuruni tangga dengan Tshirt vneck berwarna coklat gelap. Namun ada yang lain dari pria itu. Hal lain yang membuat Hanna terpaku. Pria yang kadang bermulut tajam tersebut, malam ini mengenakan kaca mata bening berbingkai hitam yang membuatnya tampak…begitu tampan? Gadis itu pun seketika berdehem pelan seraya Kyuhyun duduk di depannya.

Eunhyuk meletakan ponselnya dia atas meja. “Baiklah. Tadinya ini tidak begitu penting, tapi sepertinya kami memang harus membicarakannya. Hanna, bisakah kau ceritakan, bagaimana kau bisa ada di tempat ini dan juga di kamar Kyuhyun?”

Hanna melirik ke arah Kyuhyun yang tengah menatapnya.

Gadis itu menggeleng. “Aku tidak tahu.”

“Tidak tahu?” Seru Donghae dan Siwon bersamaan. Eunhyuk mengerutkan alisnya, sementara Kyuhyun, menyipitkan kedua matanya memandang Hanna. Dia mencoba mencari kebohongan dari seorang gadis yang masih saja di anggapnya aneh.

“Kau yakin kau tidak tahu? Mungkin seseorang pernah membawamu kesini?”

“Rasanya sangat aneh jika kau tidak tahu, bagaimana kau bisa ada disini dan di kamar Kyuhyun.”

Hanna menghela nafas ketika mereka mulai mempertanyakan hal yang dia sendiri tak tahu jawabnnya.

“Aku benar-benar tidak tahu. Saat aku bangun, aku sudah ada di dalam kamarnya. Aku sempat berfikir jika kalian yang membawaku. Ternyata tidak.”

Tak ada suara apapun yang terdengar. Donghae, Eunhyuk dan Siwon saling pandang satu sama lain. Mereka tak mengerti dengan yang di katakan Hanna. Terlalu di luar logika. Saat Ketiga sahabatnya memandangnya, Kyuhyun tetap tak bersuara. Matanya terfokus pada Hanna yang tengah mengalihkan pandangannya.

“Kau menyelinap.”

Hanna tertegun dengan kalimat Kyuhyun barusan. Gadis itu mendengus, menatap wajah dingin dengan pandangan mata tajam. Dan kembali, rasa kesal itu muncul lagi. Belum hilang rasa kesalnya karena sebutan ‘wanita gila’ dan kini pria itu menyebutnya menyelinap.

“Saat di kamar kau menyebutku wanita gila. Dan sekarang…menyelinap? Kenapa kau selalu berpikiran buruk tentangku?!”

“Lalu dengan cara apa kau bisa ada di dalam kamarku? Menghilang? Teleportasi? Jika kau tidak memilikinya, lebih baik kau berkata jujur.” Kyuhyun mengubah posisi duduknya menjadi lebih nyaman. Tak memperdulikan Hanna yang mengepalkan tangannya di atas paha.

“Memang agak kasar ucapan Kyuhyun, tapi kurasa hanya dengan cara itu kau bisa ada di dalam kamarnya.” Donghae menyahut.

Hanna tersenyum miris. Senyum yang menggambarkan dirinya terluka dengan ucapan Kyuhyun.

“Apa aku mencuri di tempat ini? Atau aku memgambil barang berharga di kamarmu? Hanya itukah yang kau pikirkan? Kau tak memikirkan bagaimana perasaanku? Perasaan seorang gadis yang terbangun di dalam kamar seorang pria yang tak di kenalinya dan berada di tempat yang jauh dari ibunya! Tidakkah kau memikirkan itu?” Hanna mengusap kasar airmatanya dengan punggung tangan “Kau pikir aku sukarela berada disini? Jika aku tahu jalan pulang, aku akan pergi sekarang juga!” Gadis itu tertunduk, menggigit bibir bawahnya bersamaan dengan air matanya yang jatuh. Demi apaupun, baginya ini jauh lebih menyakitkan di bandingkan saat Kevin memutuskannya. Semua gerakan itu pun tak luput dari pandangan Siwon, Eunhyuk juga Donghae. Mereka sedikit menyesali mulut tajam sahabatnya itu. Sementara Kyuhyun mengerjapkan matanya polos. Pria itu sedikit terkejut karena ini pertama kalinya ada seorang gadis yang marah dan juga menangis di depannya.

“Biar aku yang bicara denganmu.” Siwon mengubah posisi duduknya menghadap Hanna di sampingnya yang masih saja tertunduk.

“Shireo!”

“Aku tidak akan menyudutkanmu.”

Perlahan kepala itu terangkat. Siwon tersenyum melihat tatapan gadis itu. Tatapan sama yang Hanna berikan, saat pertama kali pria itu menyapanya di dalam kamar.

“Mungkin kau bisa mengingat, apa yang kau lakukan terakhir kali sebelum kau terbangun di kamar Kyuhyun.”

Hanna mengerutkan kedua alisnya. Bukan mencoba mengingat, karena memang dirinya masih ingat apa yang di lakukannya terakhir kali. Dirinya hanya masih tak mengerti dengan pertanyaan Siwon. Empat pria itu memusatkan seluruh perhatiannya untuk mendengarkan cerita Hanna.

“Sore itu, aku bertemu dengan…Kevin, pacarku. Kami bertemu di dekat danau Ontario. Pria itu memutuskan hubungan kami kemudian pergi meninggalkanku. Tak ada yang aneh sesaat setelah Kevin pergi. Memang saat itu sekitaran danau Ontario tidak terlalu ramai. Lalu aku beranjak pulang dan aku tidak ingat apapun lagi. Kemudian_”

“Tunggu! Tadi kau bilang, danau Ontario?” Eunhyuk tiba-tiba menegakkan tubuhnya memandang Hanna serius.

“Ne.”

“Ada apa Eunhyuk?” Donghae menatap Eunhyuk bingung. Bukan hanya Donghae yang tak mengeti, begitu pun Siwon dan Kyuhyun.

“Bukankah danau Ontario itu terdapat di kanada, dekat dengan desa Niagara On the Lake?”

Hanna tersenyum sumringah. “Ne! Itu desa tempat tinggalku. Akhirnya…” Gadis itu mengatupkan kedua tangannya. Pancaran matanya pun terlihat begitu bahagia.

“Kau tinggal disana?” Lanjut Eunhyuk.

Gadis itu mengangguk semangat. “Tentu saja. Aku tumbuh dengan baik disana. Bersekolah, berkumpul dengan teman-temanku dan yang terpenting…menghabiskan waktu dengan ibuku.”

“Kau yakin kau tinggal disana?”

Senyum bahagianya menghilang saat Kyuhyun bertanya. Pancaran matanya berubah tajam. Hanna yakin pria itu pasti akan berkata ketus lagi.

“Wae? Kau mau menyebutku apa lagi? Huh? Pembohong?!”

Kyuhyun melengos tak menjawab. Bukan tak ingin menjawab, dia hanya tidak ingin gadis itu kembali menangis karena mulut tajamnya.

“Hanna, Kau tahu dimana kau berada sekarang?” Pertanyaan Siwon mengalihkan tatapan tajamnya pada kyuhyun. Gadis itu menoleh ke arah luar, memperhatikan semua yang terdapat di sekitaran Villa.

“Entahlah. Tapi ku yakin, ini jauh dari rumahku.”

Empat pria itu hanya saling melirik satu sama lain. Ini benar-benar mengejutkan. Gadis aneh yang tiba-tiba berada di tengah-tengah mereka berasal dari Kanada?

“Kau berada di Swiss sekarang.”

Tubuh Hanna menegang. Senyum bahagia yang tadi terpancar di wajahnya hilang perlahan-lahan. Telapak tangannya gemetar dan berubah dingin. Perkataan Siwon seperti mampu membuatnya berhenti bernafas sejenak. Sejauh itukah aku berada?

“S…Swiss?!”

-TBC-

 

5 Comments (+add yours?)

  1. sophie
    Jun 23, 2016 @ 12:20:10

    Semakin penasaran sma ceritanya

    Reply

  2. lina
    Jun 23, 2016 @ 15:35:49

    Next kak..penasaran bgt nih ma next partnya
    Jangan lama2 ya 🙂

    Reply

  3. lieyabunda
    Jun 24, 2016 @ 03:40:52

    kok bisa,,, dari kanada langsung bangun tidurnya di swiss,,,
    makin seru…
    lanjut

    Reply

  4. Monika sbr
    Jun 27, 2016 @ 19:30:44

    Wow…. Kok hanna bisa langsung di swiss sih??

    Reply

  5. Song Jiyoon
    Jun 27, 2016 @ 22:43:35

    hai…gomawo buat smua yg udah menyempatkan waktu buat bca ff gajeku 😊 jika kalian masih bingung dgn hanna yg bisa ada di Swiss, kalian bisa bca part 1. Disana ada perbedaan tahun dan alasan hanna bisa ada di swiss. kamsha🙇

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: