Bug

www.pinterest.com

Author                    : Mrs. C

Title                          : Bug

Cast                          : Cho Kyuhyun, Seo Eun Gi (OC), Park Yeon Ae (OC)

Genre                      : Romance, AU

Rating                     : PG-15

Length                    : Oneshot (2.446 Words)

Note                         :

 

Before : https://superjuniorff2010.wordpress.com/2016/04/01/ficlet-moon/

 

Happy reading!!!

 

***

Seo Eun Gi POV

 

Aku mengelilingi ruang kerja Kyuhyun sambil bersenandung pelan. Hari ini adalah hari Minggu dan Kyuhyun mengajakku untuk berkunjung ke rumah sakit tempatnya bekerja, lalu setelah ini kami akan pergi ke restoran yang sudah sejak lama aku idam-idamkan.

 

Karier Kyuhyun di korea masih sangat baru. Rumah sakit ayahnya masih dalam proses pembangunan, dan dia harus mengontrolnya dua kali setiap minggu.

 

Kyuhyun tidak mungkin menetap di Korea tanpa penghasilan. Maksudku, dia bisa saja meminta ayahnya mengirimi uang setiap hari dari Kanada. Tapi Kyuhyun bukan laki-laki seperti itu. Dia memang masih mengandalkan ayahnya untuk mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang cukup tinggi di rumah sakit ini. Tapi setidaknya gaji yang dia dapatkan adalah hasil kerja kerasnya sendiri.

 

Tanpa sangaja, aku melihat jurnal pribadi Kyuhyun yang terbuka diatas meja. Dia menuliskan seluruh jadwalnya disana. Kebanyakan adalah jadwal konsultasi pasien, operasi, jadwal kunjungan ke berbagai tempat, dan janji temu dengan orang-orang penting. Sejak dulu Kyuhyun memang laki-laki yang cinta kerapihan dan keteraturan. Bertolak belakang dengan aku.

 

Disaat aku membolak-balik halaman demi halaman, tulisan tangan dengan tinta merah yang terlihat mencolok menarik perhatianku.

 

Kyuhyun menuliskan ‘Seoul City Hall, 9 Oktober 2015 03.00 p.m.’ dilengkapi dengan rentetan tanda seru besar di awal dan di akhir kalimatnya.

 

Tak jauh dari agenda itu, aku melihat komputer Kyuhyun yang menyala karena mousenya tersenggol tanganku menampilkan sebuah materi presentasi dalam format power point. Sepertinya dia akan memberikan seminar hari Jumat nanti.

 

Aku duduk di meja Kyuhyun sambil memainkan ponsel di tangan kananku. Tiba-tiba seorang wanita mengetuk pintu, dan sebelum aku sempat menjawab, dia sudah berada di dalam ruangan Kyuhyun.

 

Menurut analisis singkatku, dia adalah seorang dokter, sama seperti Kyuhyun, terbukti dari stetoskop yang tergantung di lehernya. Dia cukup cantik dan sepertinya lebih tua beberapa tahun dariku.

 

Kemeja merah yang dipakainya sangat ketat, seakan-akan dia ingin memamerkan buah dadanya yang besar. Di tangan kanannya ada sebuah paper bag yang aku sendiri tidak tahu apa isinya, dan dia sangat tidak sopan karena sudah masuk ke ruangan Kyuhyun bahkan sebelum aku memperbolehkanya.

 

Setelah melihatku dengan heran, dia lalu berkata, “Kau pasti sepupunya Kyuhyun-ssi. Bisakah aku menemui Kyuhyun sekarang?”

 

Tunggu. Apakah aku terlihat semirip itu dengan Kyuhyun sampai dia mengatakan kalau aku adalah sepupunya? Dasar wanita gila. Baiklah. Aku akan meladeninya setidaknya sampai aku lelah berbicara dengannya. “Kyuhyun sedang melakukan operasi. Sepertinya dia akan selesai tiga puluh menit lagi.”

 

“Oh, sayang sekali. Padahal aku ingin memberikan makanan ini untuknya. Hanya tiga puluh menit, ya? Kalau begitu aku akan menunggunya.”

 

“Maaf, kalau aku boleh tau, anda siapa ya?” Aku turun dari meja Kyuhyun, lalu duduk di samping kanan wanita itu. Dia tersenyum.

 

“Aku teman dekat Kyuhyun-ssi.”

 

“Oh, teman dekatnya.” Aku menjawab seadanya.

 

“Tadinya aku ingin mengajaknya sarapan bersama tadi pagi. Tapi ternyata ada urusan penting yang harus dia lakukan.” Ya. Urusan pentingnya adalah berjalan ke apartemenku, sarapan, lalu mengajakku pergi ke sini.

 

Aku menatap dia yang sedang tersenyum malu-malu dengan cara yang paling menjijikkan. “Sepertinya kau telah melewati banyak hal dengan Kyuhyun, ya?”

 

“Ya… begitulah. Kyuhyun adalah laki-laki yang baik dan tentunya dia tampan. Dia seorang dokter yang hebat, dan sangat terkenal. Kudengar, ayahnya sedang membuka rumah sakit disini.” Katanya dengan wajah gembira.

 

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku, lalu air mukanya berubah menjadi sedih, dan dia berkata, “Aku yakin dia memiliki banyak tanggungan di bahunya. Aku selalu bersedia untuk menjadi tempat sandarannya setiap kali dia merasa lelah dan sedang banyak masalah. Tapi Kyuhyun selalu menutup diri padaku.”

 

Ya. Tentu saja. Dia hanya membuka dirinya padaku. Membuka dirinya bahkan sampai telanjang. “Ya. Kyuhyun memang tidak mudah membuka diri pada orang lain. Ngomong-ngomong, sepertinya kau menyukai Kyuhyun.”

 

“Ya. Aku memang menyukainya sejak dia datang ke rumah sakit ini beberapa bulan yang lalu. Aku yakin, walaupun kau sepupunya, kau pasti tidak bisa menolak kharisma seorang Cho Kyuhyun”

 

Ijinkan aku untuk ke kamar mandi sejenak, lalu memuntahkan isi perutku. Semua ini sangat menggelikan, dan aku tidak tahu kenapa Kyuhyun rela didekati perempuan seperti ini.

 

“Dia memang berkharisma. Walaupun pendiam, sejak SMA semua orang menganggapnya begitu. Apa kau sudah menyatakan perasaanmu padanya?”

 

Wanita itu berfikir, lalu menjawabku beberapa saat kemudian. “Aku belum menyatakan perasaanku. Tapi kurasa Kyuhyun menyukaiku lebih dari aku menyukainya. Dia sangat baik padaku. Yah… walaupun kadang di sedikit cuek juga.”

 

“Oh, Kurasa dia menyukaimu. Kurasa Kyuhyun menyukai wanita sepertimu.”

 

Wanita itu menggenggam kedua tanganku secara tiba-tiba dengan antusiasme yang berlebihan. Katanya, “Kyuhyun menyukai wanita sepertiku? Benarkah? Seperti apa kriteria wanita idealnya?”

 

Aku membenarkan kemeja kotak-kotakku yang kebesaran sambil berpura-pura menunjukkan ketertarikan berlebihan atas topik yang akan dibahasnya. “Kyuhyun suka wanita yang bertubuh lebih kecil darinya. Memakai kaca mata, terlihat intelek, dan membawakannya bunga saat dia berhasil melakukan sesuatu.”

 

Aku tertawa dalam hati. Sebenarnya Kyuhyun punya Hay Fever, atau alergi serbuk bunga, debu, dan bulu binatang. Hidungnya akan memerah dan dia akan bersin-bersin tanpa henti jika dia terkena hay fever.

 

Tapi wanita itu justru mengangguk senang. Yeah. Dia memakai kaca mata, dan dia membawa sebuah buku kedokteran saat ini. Pasti dia mengira Kyuhyun akan langsung tertarik padanya. Aku sedang menipumu, Nona Dokter.

 

“Kyuhyun juga menyukai wanita yang berambut bergelombang dan memakai lipstick merah. Dia juga senang saat seseorang membawakannya makan siang dalam kotak bekal. Apalagi jika itu buatan sendiri.”

 

Senyum wanita pengganggu itu pudar. Dia lalu mengerutkan keningnya. “Kau tidak sedang membohongiku ‘kan? Kau tidak sedang menyebutkan ciri-ciriku sekarang ‘kan?” Ternyata dia tidak sebodoh yang aku kira.

 

“Bukankah sudah kubilang kalau kau adalah tipe ideal Kyuhyun? Aku sangat terkejut ketika seseorang yang benar-benar sesuai dengan tipe idealnya bekerja di tempat yang sama dengan Kyuhyun.”

 

“Ah… benar juga. Jadi menurutmu, Kyuhyun akan menyukaiku?”

 

Aku diam saja. Memandanginya dari kepala sampai kaki. Kalau aku jujur, pasti aku akan mengatakan tidak. Tapi sekarang aku sedang berbohong. Jadi, aku berkata, “Tentu saja Kyuhyun akan menyukaimu.”

 

Aku berdiri, mengambil gelas diatas meja, lalu mengisinya di dispenser.

 

“Menurutmu, kapan aku harus menyatakan perasaanku padanya?” Sebelum aku sempat menjawab pertanyaan wanita itu, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan menjulurkan kepalanya ke dalam.

 

“Park Yeon Ae-ssi, kau ditunggu di ruang kardiologi. Sialan. Aku mencarimu kemana-mana.”

 

Aku menoleh sedikit karena mendengar suara yang tidak asing itu. Astaga itu Min Ji, teman SMA ku. Kyuhyun tidak pernah memberitahuku kalau dia bekerja disini. Belakangan dunia ini menjadi begitu sempit. Uh.

 

Aku hanya bisa berharap dia tidak menyadari kalau aku adalah Seo Eun Gi. Aku memutar tubuhku menghadap tembok. Berpura-pura sibuk dengan ikat rambut dan kemejaku. Aku mendengar wanita pengganggu yang ternyata bernama Yeon Ae tadi berdiri.

 

“Sepupunya Kyuhyun-ssi, aku akan menitipkan makan siang ini padamu. Sampaikan pada Kyuhyun aku akan menghadiri seminarnya, dan akan berkunjung ke rumahnya setelah itu. Terima kasih banyak untuk informasinya.”

 

“Eo. Sama-sama,” Aku menjawab tanpa menghadap ke arahnya. Bahkan aku merubah suaraku menjadi lebih berat.

 

Setelah wanita pengganggu tadi menutup pintu, sayup-sayup aku mendengar suara Min Ji dari luar. “Kyuhyun punya sepupu wanita? Aku baru tahu. Setahuku semua sepupunya laki-laki. Aku berteman dengannya dari sekolah dasar.”

 

Oh, nyaris saja aku ketahuan.

 

Yang jelas, aku hanya bisa berdoa agar tidak masuk neraka karena hari ini aku terlalu banyak berbohong.

 

***

 

Seoul City Hall

7.45 p.m

 

Seminar Kyuhyun ada di large meeting room F3. Aku datang 30 menit setelah acaranya selesai. Aku bukannya sengaja tidak menghadiri seminar itu. Tapi jadwal meetingku memang bertabrakan dengan jadwal seminar itu. Lagipula, jika aku datang pun aku tidak akan mengerti apa-apa. Bahasaku bukan bahasa kedokteran.

 

Beberapa hari lalu, Kyuhyun mengakuinya padaku kalau dia merasa sangat gugup memberikan seminarnya kali ini. Ini memang bukan seminar pertamanya di dunia. Tapi ini seminar pertamanya di Korea. Negara kelahirannya sendiri. Kesalahan sedikit saja yang dia buat, mungkin akan membuat namanya menjadi buruk.

 

Tapi Kyuhyun tidak pernah akan menjadi buruk. Dunia kedokteran adalah dunianya. Dia sudah bercita-cita menjadi dokter sejak SMA. Kurasa Kyuhyun akan memberikan seminarnya dengan baik-baik saja, tanpa kesalahan fatal.

 

Hari ini aku memakai v-neck dress lengan panjang sepaha berwarna ungu yang kubeli di E-bay hanya 8$ saja. Hari ini, penampilanku sangat berbeda dengan hari Minggu kemarin di rumah sakit.

 

Waktu itu aku memakai kemeja kotak-kotak, jeans, dan sepatu kets. Samasekali tidak menunjukkan kalau aku adalah wanita yang telah berubah menjadi lebih feminim. Lagipula itu juga salah Kyuhyun. Dia menyuruhku cepat-cepat mandi dan sarapan untuk ikut dengannya. Dengan penampilanku hari ini, aku jadi penasaran bagaimana reaksi wanita pengganggu itu ketika melihatku.

 

“Permisi, bisa tolong antarkan aku ke backstagenya?” Aku bertanya pada salah seorang laki-laki yang memakai baju bertuliskan ‘crew’. Dan laki-laki itu kemudian mengangguk.

 

Tidak sampai satu menit, aku sudah berada di depan pinta backstage ruangan luas itu. Aku menebalkan lipstick merah tuaku dan menata rambutku. Mungkin, wanita pengganggu itu ada di dalam. Aku harus tampil secantik yang aku bisa. Setidaknya untuk membuatnya berhenti berharap pada Kyuhyun karena dia sudah memiliki aku yang lebih sempurna darinya.

 

Aku mendorong pintu backstage dengan paper bag, tas kerja, dan coat di tangan. Dan ternyata benar. Wanita itu ada di dalam. Aku diam untuk mendengarkan pembicaraan mereka.

 

“Hari Minggu kemarin, apakah kau menerima makan siang yang aku siapkan?” Aku mendengar suara wanita itu ketika masuk ke dalam backstage. Oh, kenapa topiknya pas sekali?

 

Kyuhyun duduk di sofa berhadapan dengan wanita itu. Kyuhyun menghadap ke arah pintu dan dia melihat aku, tapi dia tidak mengatakan apapun. Hanya tersenyum. Mungkin dia mengerti apa yang aku inginkan, mengingat kekuatan telepati kami meningkat drastis jika sedang berdekatan seperti ini.

 

“Oh, ya… Aku menerimanya.” Kyuhyun berkata sambil memeriksa pesan yang baru saja masuk ke ponselnya.

 

“Apakah kau menyukainya? Berkunjunglah ke rumahku hari ini. Aku akan membuatkan makan malam untuk merayakan kesusesanmu hari ini. Mungkin… kau bisa menginap setelahnya.”

 

Kyuhyun menatapku sambil tersenyum nakal. Dia mengejekku karena aku yakin rautku saat ini tidak berbeda jauh dengan bocah yang merengut setelah dijahili saudaranya. Merengut kesal.

 

“Tidak. Aku punya acara dengan seseorang setelah ini. Tapi maaf, Yeon Ae-ssi. Aku tidak merasakan masakanmu kemarin.”

 

“Nde?” Wanita bernama Yeon Ae itu terkejut. Dia membetulkan posisi duduknya agar lebih dekat dengan Kyuhyun, lalu membuka mulutnya lagi. “Aku menitipkannya pada sepupu perempuanmu kemarin. Kau menerimanya tapi tidak memakannya? Bagaimana bisa?”

 

“Ya. Aku tidak bisa langsung makan setelah melakukan operasi. Ngomong-ngomong, siapa yang kau temui di ruanganku, Yeon Ae-ssi? Aku tidak memiliki sepupu perempuan.”

 

“Wanita itu. Yang memakai kemeja kotak-kotak, ripped jeans, dan sepatu kets. Dia sepupumu ‘kan?”

 

Kyuhyun tertawa sambil menepuk-nepukkan tangannya. Matanya menatap mataku. Kurasa Kyuhyun sedang menertawai wanita itu karena dia terlalu bodoh. Setelah tawanya reda, Kyuhyun berkata lagi, “Apa yang kau maksud sebagai sepupu perempuanku itu adalah dia?” Kyuhyun menunjuk aku.

 

Sayang sekali. Kupikir pembicaraan mereka akan berjalan lebih lama. Tapi sepertinya sebentar lagi tiba saatnya pembicaraanku dengan wanita itu.

 

“Hai?” Kataku tidak yakin. Tanganku melambai dengan canggung. Aku tidak tahu pasti apa ekspresi yang sedang ditunjukkan mukaku. Kemungkinan besar ekspresi kemenangan yang meremehkan si Nona Dokter itu.

 

“Dia? Bagaimana bisa? Dia sangat berbeda.” Katanya terperangah. “Dia sepupumu ‘kan?” Wanita bodoh itu bertanya lagi pada Kyuhyun.

 

“Tentu saja bukan. Tadi aku sudah mengatakan kalau aku tidak memiliki sepupu perempuan. Dia kekasihku.” Lalu kejadian selanjutnya berjalan dengan sangat cepat. Kyuhyun berdiri, berjalan ke arahku, merangkul pinggangku dengan posesif seperti biasanya, lalu mengecup bibirku. Astaga Kyuhyun, aku mencintaimu, dan mencintai otak pintarmu yang mau bekerja sama denganku untuk menendang wanita ini jauh-jauh.

 

Wanita itu menatapku dengan marah. “Kau bilang padaku kalau kau sepupu Kyuhyun!”

 

“Maaf, nona. Aku tidak pernah berkata begitu. Kau sendiri yang berasumsi kalau aku sepupu Kyuhyun. Bukankah Min Ji sudah meyakinkanmu kalau Kyuhyun tidak punya sepupu perempuan? Lalu kenapa kau masih beranggapan kalau aku sepupunya?”

 

Wanita itu memberengut kesal. “Lalu kalau kau kekasihnya kenapa kau tidak bilang saja dari awal?”

 

Astaga, sungguh wanita yang tidak punya rasa malu. Kalau aku jadi dia, aku akan segera keluar dari ruangan ini tanpa mengucapkan apa-apa lagi. Yang benar saja! Dia sudah menggoda Kyuhyunku! Bahkan menyuruh Kyuhyun menginap di rumahnya malam ini!

 

“Aku hanya ingin mengetahui wanita seperti apa yang menggoda kekasihku. Ternyata yang kutemukan adalah, wanita itu tidak lebih baik dari diriku. Baguslah.” Aku mencengkram kemeja Kyuhyun. Walaupun aku sedang kesal sekalipun, aku tidak terbiasa mengucapkan hal-hal jahat semacam itu.

 

“Sialan! (&(*%*&&@#%^$! ” Wanita itu mengumpat, lalu membanting bunga yang ada di pangkuannya ke sofa. Dia lalu beranjak pergi. Tapi sebelum dia melewati aku dan Kyuhyun, aku menghentikan langkahnya.

 

Aku memasang wajah ramahku sebisa mungkin. “Park Yeon Ae-ssi. Tunggu sebentar.”

 

“Apa? Mau mempermalukanku lagi?” Oh, jadi dia malu. Kukira dia tidak punya rasa malu.

 

“Ya. Kyuhyun punya hay fever. Dokter lebih tau istilah itu kurasa. Jadi bawalah bunga ini pulang ke rumahmu. Warnanya bagus. Masukan ke dalam vas kaca berisi air, lalu letakkan di jendela.” Kataku sambil memberikan bunga yang aku tidak tahu apa jenisnya pada wanita pengganggu itu. Aku tersenyum dengan penuh penyesalan, meskipun kau tahulah itu semua hanya dibuat-buat.

 

Dia menerima bunganya dengan kasar, lalu membuka pintu backstage. Namun sepertinya aku wanita yang kejam malam ini. Karena sebelum dia sempat melangkahkan kaki yang kesepuluh kalinya, aku berteriak, “Dan jangan pernah menggoda laki-laki dengan sembarangan. Kyuhyun mungkin hanya punya kekasih, tapi siapa tahu di kemudian hari kau menggoda laki-laki yang sudah beristri. Berhati-hatilah, nona!”

 

Setelah aku berkata begitu, orang-orang yang ada di dekat backstage, yang kebanyakan adalah teman kerjanya di rumah sakit memandangi wanita pengganggu itu dengan tatapan aneh. Ah. Akhir yang sempurna.

 

Aku masuk ke dalam ruangan kecil itu lagi dan menemukan Kyuhyun yang sedang menahan tawanya.

 

“Apa? Kenapa tertawa?”

 

“Aku tidak percaya kau bisa sejahat itu.”

 

“Aku bisa lebih jahat dari itu kalau ada yang berusaha merebutmu dariku. Jadi jangan main-main atau kau yang akan kena batunya.”

 

“Astaga. Tidak mungkin aku mau melakukan itu jika kau sudah mengancamku seburuk itu.”

 

Aku tersenyum lalu meletakkan mantelku diatas meja. “Ngomong-ngomong seminarnya berjalan dengan lancar ‘kan? Aku tahu jawabannya pasti ya.”

 

“Ya. Tentu saja. Aku Cho Kyuhyun. Mana mungkin aku bisa gagal?”

 

“Astaga. Tuan narsis. Ngomong-ngomong aku membawakan sesuatu untukmu.” Aku lalu megambil sebuah kotak dari dalam paper bag yang kubawa, lalu menyuruh Kyuhyun untuk membukanya. Aku membelikannya dasi karena Kyuhyun tidak pernah suka memakai dasi. Bahkan pada seminarnya kali ini dia tidak memakai dasi. Padahal dia terlihat semakin tampan jika sedang memakai dasi.

 

“Ini bagus. Aku suka.”

 

“Baguslah kalau kau suka.”

 

“Terima kasih.” Kata Kyuhyun sambil memegangi wajahku.

 

“Tentu. Lagipula aku senang melihatmu memakai dasi.”

 

“Bukan cuma dasinya. Terima kasih karena kau sudah menjauhkan wanita itu dariku.”

 

Aku tertawa keras-keras. Sudah aku duga Kyuhyun tidak pernah suka berada dekat-dekat dengannya. “Tentu saja Kyuhyun. Tanpa kau minta, aku memang akan melakukannya. Siapa ‘sih yang ingin kehilangan belahan jiwanya dua kali?”

 

“Kau serius? Maksudku… Kau benar-benar mengira dia bisa merebutku darimu? Kau serius?” Tanya Kyuhyun sambil tertawa. Dia memandangiku dengan tatapan tidak percaya seakan-akan aku baru saja mengatakan bahwa aku sudah menikah dengan laki-laki lain.

 

“Tidak menutup kemungkinan. Semuanya bisa terjadi diluar kendalimu ‘kan.”

 

“Untuk apa ‘sih kau repot-repot memikirkan dia?” Kata Kyuhyun mengikuti gaya bicaraku. “Dia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan denganmu.”

 

Tuhan, kalau aku mati sekarang juga, tolong kirim jiwaku ke surga.

 

Kyuhyun terlalu manis.

 

-THE END-

Inspired by : Ibu2 yang setiap hari Minggu selalu aku liat duduk bareng bapak2 yang sudah beristri.

 

Thanks for reading…

13 Comments (+add yours?)

  1. Jung MinHee
    Jun 22, 2016 @ 12:19:18

    what a couple… wish I can do that to my bf…

    Reply

  2. Deesungie
    Jun 22, 2016 @ 19:59:34

    Hahaha.. Eun gi kocak..
    Klo gw pasti udah tendang jauh2 tuh cewe genit.. 😂😂
    Dasar kyu ny juga..
    Suka suka suka.. 😁😁😁

    Reply

  3. sophie
    Jun 22, 2016 @ 21:21:06

    Inspirasinya boleh jga,,,hehehe

    Reply

  4. qalitaaa
    Jun 22, 2016 @ 22:21:05

    Insprirasi nya dri emak” yg suka nongkrong bareng bapak” yg udh punya istri yaa,, wah daebak. Inspirasi kya gitu bisa dibuat ff sebagus ini 😁

    Reply

  5. esakodok
    Jun 23, 2016 @ 16:03:22

    hahaha
    cemburu…tp joss banget…menpertahankN bang kyu dgn cara mengibarkan bendera oerang…inj yg namanya oerjuangan

    Reply

  6. imnaharan
    Jun 23, 2016 @ 21:06:56

    wah ternyata eun gi bisa sadis juga :v
    good thor, semangat!!

    Reply

  7. inggarkichulsung
    Jun 24, 2016 @ 09:20:49

    Eun gi keren dia sgt menyayangi Kyu oppa, sebisa mgk ia akan mengusir wanita seperti apapun yg mencoba menggoda kekasihnya, dokter yg sgt keren Cho Kyuhyun

    Reply

  8. missrumii
    Jun 24, 2016 @ 11:41:13

    Oh jadi maksudnya ‘bug’ itu gitu ya haha kreatif.

    Reply

  9. ayumeilina
    Jun 24, 2016 @ 21:03:30

    hehehehe…
    FF.nya lucu. Menghibur juga.
    Memang kejam siih. Tapi cewek ya gitu kalo ada yang menggoda dengan sebegitunya, ya memang harus segera di basmi 😆😆😆

    Reply

  10. Monika sbr
    Jun 27, 2016 @ 20:13:16

    Ahahahaa…. Ternyata Eun gi bisa juga mengerjai seseorang yg menurutnya bisa merebut kyuhyun darinya, tapi untunglah kyuhyun juga gak terpengaruh sama wanita tersebut.

    Reply

  11. xxxharu13
    Jul 04, 2016 @ 11:04:48

    Inspirasinya….. ngakak 😂😂 bagus ff nya tapi ga nyangka aja inspirasinya dari ibu ibu 😂😂

    Reply

  12. dhitaacjm78
    Jul 18, 2016 @ 22:44:09

    Wtf thor, nih ff bikin aku senyam senyum sendiri kek orang gila. Mau cowok yang kek Kyuhyun 1 dong thor, kalo bisa sekalian dibungkus hehehe^^

    Reply

  13. kylajenny
    Aug 08, 2017 @ 17:13:20

    Lucu bgt waktu eun gi menindas yoon ae. Kkkk
    Jahat bgt
    Tp lucuuu

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: