Day Dream

Siwon-super-junior

Title: DayDream

Author: FebriKim2247

Rate: PG

Genre: Sad, Flashback

Length: Oneshoot

Cast: -Kim Yeo Su

-Choi Si Won

-Jang Ri Rin

-Siwon’s eomma

 

 

 

Covering my ears to listen you…

Shutting my eyes to imagine you…

I Stay….

In the Unstoppable memories…

 

Sinar mentari pagi berhasil menembus dinding kaca dan memasuki kamarku. Membuat tidurku terbangun karena silau cahaya. Perlahan kulirikkan mataku ke arah jam disamping nakas. Sudah menunjukkan pukul setengah 8 pagi. ‘’Untunglah ini hari libur dan tidak ada kelas.’’ Pikirku. Memang, aku tidak bisa tidur kemarin malam karena harus mengerjakan tugas skripsi semalaman. Hal itu yang membuatku bangun sedikit siang.

Silau matahari tak aku pedulikan pagi ini. Rasa malas masih menguasaiku untuk tidak beranjak dari tempat tidur. Entah mengapa hari ini terasa begitu kacau. Aku merasa ada perasaan yang sedang menganggu hatiku. Tapi kenapa? Setiap hari perasaanku selalu seperti ini. Gelisah, galau, dan merana. Tak banyak yang dapat aku pikirkan. Aku menghembuskan nafas panjangku, tetap terbaring dengan keresahan dalam hatiku.

‘’Yeosu-yah… kau sudah bangun?’’

Terdengar suara teriakan seorang wanita di depan pintu kamarku. Suara wanita yang tidak asing bagiku, dia adalah uri eomma. Wanita yang paling aku sayangi.

‘’Ne, eomma, aku sudah bangun..’’

‘’Tidak ingin sarapan dengan appa dan eomma?’’

‘’Nanti saja, aku masih betah disini sendirian.’’ Jawabku lesu

‘’Chagi,, eomma tahu kamu sedang sedih dan kau selalu seperti ini. Eomma tahu kau sangat mencintainya. Tapi dia sudah pergi, chagi.. sudah 2 tahun dia pergi. Belum bisakah kau melupakannya?’’

‘’Aku.. mencintainya eomma.’’

‘’Eomma tahu. Tapi itu sudah berlalu 2 tahun lalu. Keluarlah dan jalani harimu seperti biasa. Appa dan Eomma menunggumu di ruang makan.’’

Aku hanya diam, masih terduduk diatas ranjang empukku. Entah mengapa aku tidak lagi ingin berbicara untuk menjawab eomma. Aku mendengar suara langkah kaki yang semakin menjauh. Eomma sudah tidak berada di depan kamarku lagi. Kini aku bisa tenang di kamarku sendirian.

Perlahan kulangkahkan kakiku menuju Jendela. Ku buka Jendela kamarku dan menghirup udara segar di pagi hari. Aku melihat pemandangan sekitar, tidak terasa asing bagiku karena setiap pagi memang inilah aktivitasku setiap pagi namun entah mengapa hari ini terasa ada yang berbeda. Ku arahkan mataku untuk melihat pemandangan dibawah. Aku memfokuskan pandanganku kesebuah taman bunga mawar yang indah. Taman bunga yang membuatku menangis setiap melihatnya. Taman bunga yang menyimpan banyak menyimpan kenangan antara aku dan dia, cinta pertamaku.

Ku tutup telingaku agar bisa mendengar suaramu. Kututup mataku agar bisa membayangkan wajahmu. Perlahan-lahan bayanganmu menjadi kabur, dan meninggalkanku. Dalam kenangan yang tak terbendung. Aku bertahan………. kenangan ini telah mempermainkanku. Kenangan terindah yang hingga saat ini sangat sulit untuk aku lupakan. Kenangan terindah, yang benar-benar menyiksaku….

 

FLASHBACK ON!

@Jesung High School

 

Namaku Kim Yeosu. Saat itu aku masih kelas 2 di SMA Jesung. Aku memiliki seorang namjachingu yang sangat aku cintai. Choi Siwon imnida. Dia adalah nae sunbae, seorang kapten tim basket di sekolah ini. Ia begitu populer karena ketampanan dan kepandaiannya, banyak hoobae dan sunbae yang mengidolakannya dan itu membuatku merasa beruntung bisa memenangkan hatinya sekaligus merasa heran. Dari sekian banyak orang yang menyukainya, kenapa dia bisa memilihku? Hal itu sangat membuatku bahagia sekaligus bangga.

Aku terpesona melihat permainan Siwon oppa. Coba lihat dia, sangat keren saat meliuk-liukkan tubuhnya saat menggiring bola. Banyak orang meneriakkan namanya, sementara aku hanya berdiri dan tersenyum memandangnya. Sepertinya dia tahu jika aku memperhatikannya jadi dia melirik ke arahku dan tersenyum. Tak terasa permainan itu sudah berakhir. Siwon oppa duduk bersama teman-temannya dipinggir lapangan basket. Aku menghampirinya dan memberiikan sebotol minuman dingin padanya sambil menyeka keringatnya menggunakan sapu tangan milikku.

‘’Ciyeeeee……’’ semua teman Siwon oppa menyoraki kami. Kami hanya tersenyum dan aku menunduk malu.

Siwon oppa tersenyum manis padaku dan senyumnya itu errrrr sukses membuat pipiku memerah seperti tomat. Siwon oppa memegang tanganku erat dan aku kembali menyeka keringatnya.

‘’Bagaimana permainanku tadi, Kimi?’’ tanyanya. Kimi adalah panggilan kesayangan darinya untukku karena margaku adalah Kim. Aku juga senang mendengarnya, panggilan kimmi terdengar mesra.

‘’Daebbak! Menakjubkan! Keren dan Luar biasa!’’ pujiku.

‘’Aku senang kau datang. Aku begitu bersemangat saat melihatmu.’’

‘’Jeongmal? Apa oppa bermaksud gombal?’’ ledekku.

‘’Aku serius, honey. Aku bermain basket demi kau karena aku tahu, tipe namja idolamu adalah seorang namja yang jago bermain basket.’’

‘’Jadi karena itu oppa ikut ekstrakurikuler basket?’’

‘’Ne. Agar aku bisa membuatmu bangga.’’ Katanya.

Aku hanya tersenyum malu mendengar kalimat-kalimat yang dia lontarkan. Walaupun aku sudah bersamanya selama 6 bulan, namun tetap saja aku masih merasa malu-malu setiap aku berada di dekatnya karena bagaimanapun juga dia adalah seniorku. Aku mendonggakkan kepalu saat ia meringis pelan dan aku merasakan aneh saat ia mengaduh kesakitan sambil memegang kepalanya.

‘’Oppa, waeyo? Gwenchanayo?’’ tanyaku khawatir.

‘’Gwenchana. Aku hanya merasakan sedikit pusing. Mungkin efek lelah karena bermain tadi.’’

Apa benar itu hanya pusing saja? Aku begitu khawatir dengan keadaannya tapi dia terus mengatakan jika ia baik-baik saja.

‘’Kimi, nanti malam kau sibuk tidak?’’

‘’Aniya, saya Free. Waeyo oppa?’’

‘’Nanti malam minggu bagaimana kalau kita berkencan?’’

‘’Kencan?’’

‘’Iya. Dinner di restoran favorit kita. Eottae?’’

‘’Ok, baiklah.’’ Jawabku senang.

‘’Oppa jemput jam 7 malam. Arraseo?’’

‘’Ne. Aku tunggu!’’

*********

Benar-benar sebuah kebahagiaan dalam hidupku. Aku tidak sabar menunggu jam 7 malam. Aku sungguh tidak sabar hingga aku mulai mempersiapkan diri dari jam 5 sore tadi. Aku harus mempersiapkan diriku lebih banyak, aku harus berdandan secantik mungkin agar Siwon oppa tidak kecewa. Aku merasa sangat lelah untuk memilih pakaian yang cocok untuk aku pakai hari ini dan berapa kali aku harus membongkar pasang rambutku karena aku bingung gaya rambutku harus bagaimana.

Demi berkencan dengan Siwon oppa, aku menghabiskan waktu dua jam untuk berdandan. Aku membayangkan bagaimana Siwon oppa akan terpesona melihatku dan akan memuji penampilanku. Aku langsung stay didepan rumah menunggu Siwon oppa. Masih kurang sepuluh menit lagi, dia akan segera datang. Berkali-kali aku merapikan rambut agar dia tidak merasa kecewa padaku. Siwon oppa,, cepatlah datang…….

Lama aku menunggu di depan rumah hingga waktu menunjukkan jam tujuh lewat lima belas menit. Tapi Siwon oppa belum muncul juga. ‘’Ah, mungkin terjadi macet dijalan.’’ Gumamku pelan. Aku berusaha untuk positif thinking, aku harus yakin bahwa sebentar lagi dia akan datang, Siwon oppa pasti datang karena dia sudah berjanji padaku. Tidak mungkin Siwon oppa tega membohongiku apalagi mempermainkanku. Aku mencoba untuk bersabar menunggunya. Mungkin dia punya urusan sedikit sehingga terlambat dan tidak sempat memberi kabar.

Hari sudah semakin gelap. Aku melihat arloji tanganku sudah jam 8 lebih tapi dia belum muncul juga. Kenapa? Kenapa dia tidak datang? Ada apa ini? Aku bosan jika harus menunggunya lagi. Ini sudah lewat lebih dari satu jam dan tidak ada kabar darinya. Aku sedih, apakah dia mencoba untuk mempermainkanku? Percuma aku menunggu disini, dia tak akan pernah datang.

Aku memasuki kamarku dengan perasaan sedih bercampur marah. Aku langsung membanting tasku ke arah meja dan merebahkan diriku ke atas kasur. Disana aku curahkan semua kekesalanku, aku keluarkan semua air mataku. Dasar jahat! Tega sekali dia mempermainkan perasaanku seperti ini! Inikah yang dia bilang cinta? Begitu tega melupakan janjinya sendiri atau dia memang sengaja? Jahat! Egois! Tak punya perasaan! Perasaanku benar-benar sakit. Waktu itu dia yang berjanji kenapa jadi dia yang mengingkarinya? Apa salahku padanya? Aku kecewa dan aku lampiaskan kemarahanku dalam tangisan.

 

****

Pagi harinya tak seperti biasa. Seharusnya saat ini aku pergi keruang olahraga untuk menemui Siwon oppa tapi sekarang aku merasa malas dan benci untuk melihatnya. Kami berpapasa di koridor sekolah, dia tersenyum padaku seperti tidak punya rasa bersalah tapi dengan segera aku memalingkan mukaku. Dia menatapku heran, dan aku berlalu meninggalkannya.

Pertandingan basket antara dua sekolah itu telah dimulai. Tim Jesung high school melawan Seoul High School. Aku malas untuk menyaksikan pertandingan itu, seharusnya aku mendukung Siwon oppa untuk bertanding tapi aku lebih memilih untuk membaca novel di dalam kelas. Aku mendengar semua sorakan dan teriakan juga tepuk tangan. Aku cuek saja dengan hal itu.

Hingga ketika pertandingan telah usai, aku tetap diam di dalam kelas. Saat itu seongsaenim tidak mengajar, kami hanya diberi tugas. Kulihat Siwon oppa berdiri di depan pintu kelasku. Aku tidak memperdulikan kehadirannya. Aku tetap berkonsentrasi mengerjakan tugas.

‘’Yeosu-ah, Siwon sunbae mencarimu.’’ Kata Jang Ri Rin, teman dudukku.

‘’Whatever, aku sudah tidak peduli lagi.’’ Jawabku cuek.

‘’Wae? Kalian bertengkar?’’

‘’Ani, aku hanya muak dengannya.’’

Dia masih berdiri di depan kelas, apa dia tidak belajar? Dispensasi karena pertandingan basketkah?

Jam istirahat telah berbunyi. Aku hendak pergi ke ruang guru untuk mengumpulkan tugas tadi. Aku bertemu dengan Siwon oppa. Aku hanya cuek tapi dengan segera ia mencekal tanganku.

‘’Mianhae, kimi….’’

‘’Mwo?’’ tanyaku berpura-pura tidak mendengar.

‘’Aku tahu, aku memang salah. Kemarin……’’

‘’Wae? Oppa lupa dengan janji oppa?’’

‘’Aniya, aku ingat hanya saja……..’’

‘’Hajiman mwo? Sengaja melakukan itu?’’

‘’Ani, dengarkan aku dulu. Kemarin terjadi sesuatu hanya saja sulit untuk aku katakan padamu. Jebal, maafkan oppa. Oppa sangat mencintaimu, Kimi.’’

Dia terus memohon padaku. Aku melihat dia menangis, tangisan yang begitu tulus. Seorang pria sejati sepertinya menangis karena aku? Tapi aku masih belum bisa melupakan kekesalanku.

 

 

Aku sebenarnya ingin menghapus air matanya tapi aku masih teringat dengan peristiwa malam itu.

‘’Kimi, kenapa tidak menonton pertandingan oppa tadi?’’

‘’Sibuk. Ada tugas dari Guru Park.’’

‘’Ne, arraseo.’’ Dia kembali meraih tanganku dan itu benar-benar membuatku resah.

‘’Saranghae.. neomu saranghae, Kimi. Jebal percayalah..’’

Dia menangis dan aku sudah tidak tahan lagi. Aku memang kesal, kecewa padanya tapi aku tidak bisa memungkiri perasaanku, aku masih mencintainya dan ingin menghapus air matanya.

‘’Ne, aku memaafkan oppa. Jujur, aku tidak bisa membenci oppa. Saranghaeyo oppa..’’

Jawabanku membuat dia tersenyum. Dia memelukku erat dan aku tersenyum dalam dekapannya.

‘’Gomawo, neomu saranghae.’’ Ucapnya senang dan mencium keningku. Untunglah disini sepi. Jika tidak, ini akan menjadi tontonan gratis.

Aku berusaha untuk tidak perduli dengan peristiwa itu. Aku tidak bisa jauh dari Siwon oppa, dia cinta pertamaku yang sulit untuk aku benci. Aku percaya padanya, dia pasti tidak sengaja. Aku ingin melupakan peristiwa itu dan mempercayai Siwon oppa bahwa ia tidak mungkin berbohong.

‘’Kimi, nanti pulang sekolah kita pulang bersama ,ne? Ada kejutan di Rumahmu.’’

‘’Kejutan? Kejutan apa?’’

‘’Suprise, chagiya… jika aku katakan maka bukan kejutan namanya.’’ Jawab Siwon oppa tersenyum.

Aku menjadi penasaran dengan kejutan apa yang ada di Rumahku? Tapi ketika membayangkan Siwon oppa akan pulang bersamaku membuatku bahagia dan menjadi tidak sabar.

****

Sepulang sekolah, aku mencari Siwon oppa untuk pulang bersama. Dia melambaikan tangan ke arahku dan menghampiriku. ‘’Kajja, kita pulang.’’ Ajaknya.

Kami berpegangan tangan dan melangkah bersama menuju rumahku yang hanya berjarak beberapa meter. Saat tiba di Rumah, aku benar-benar kaget melihat di Taman dekat kamarku ada banyak sekali bibit tanaman bunga.

‘’Ini apa, oppa?’’

‘’Aku tahu kau sekali dengan bunga terutama mawar merah. Aku ingin membuat Taman bunga cinta kita disini. Mari kita tanam bersama-sama.’’

Aku mengangguk senang dan segera mencari peralatan untuk menanam bunga-bunga indah ini. Kami menanam bunga sambil bercanda, menyiram bungapun kami bercanda hingga tak terasa hari sudah menjelang malam.

Aku melihat Siwon oppa duduk sambil menatap ke arah bunga yang baru saja bersemi. Aku membawa segelas minuman dan duduk di sebelahnya. Ikut tersenyum memandang ke arah bunga-bunga itu. Siwon oppa memberii nama taman ini dengan nama taman cinta karena taman ini dibuat dengan penuh cinta bersama orang yang dicinta. Aku menyandarkan kepalaku di bahunya dan dia melingkarkan tangannya di pinggangku.

‘’Neomu areumdawo…’’ ucapku takjub.

‘’Iya, oppa tahu. Kimi suka melihat bunga. Apa kau suka kejutan ini?’’

‘’Ya, sangat suka. Terimakasih kak..’’

‘’Kimi… bolehkah oppa meminta suatu hal?’’

‘’Apa?’’

‘’Tolong jaga taman cinta kita ini dan siramilah bunga ini setiap hari. Jangan biarkan mereka layu dan mati.’’

‘’Tentu saja, oppa. Aku akan menjaganya.’’

Aku semakin merasa nyaman untuk berada di dekatnya malam ini. Kurasa ini bisa menggantikan kencan kemarin yang

tertunda. Aku bahagia, oppa bila aku bersamamu. Hanya Siwon oppa yang aku cintai.

‘’Kimi, apakah kau sangat mencintaiku?’’

‘’Jangan ragukan lagi hal itu. Aku sangat mencintai oppa.’’

‘’Walaupun jika nanti oppa pergi, kau masih mencintaiku?’’

‘’Tidak. Karena aku tidak akan pernah membiarkan oppa pergi.’’ Kataku sambil erat memegang lengannya.

Aku menatap wajah Siwon oppa. Dia terlihat pucat dan bibirnya memutih. Dia menggigil kedinginan walau aku sudah memberiinya jaket yang hangat.

‘’Oppa, .. oppa sakit?’’

‘’Aniya, nan gwenchana.’’ Suaranya semakin melemah.

‘’Tidak, kakak sedang sakit! Ayo masuk ke dalam dan istirahatlah!’’

‘’Kimi, jika nanti aku pergi, jangan menangis. Hiduplah dengan lebih baik tanpa aku.’’

‘’Apa yang oppa bicarakan? Aku tidak mengerti.’’

Aku menjadi gelisah saat melihat kondisi Siwon oppa yang semakin parah. Tubuhnya panas tapi badannya menggigil. Wajahnya sangat pucat. Aku takut, aku sangat khawatir dengan keadaannya.

‘’Oppa mau kemana? Oppa tak akan pernah aku biarkan pergi.’’

‘’Oppa akan pergi jauh.’’

Kalimat terakhirnya membuat dadaku sesak. Apa maksudnya pergi jauh? Apakah dia akan pergi ke luar negeri? Tidak! Dia tidak boleh meninggalkan aku sendirian disini! Aku merasakan Siwon oppa menidurkan kepalanya di bahuku.

‘’Jika nanti oppa pergi jauh dan harus pergi, aku janji akan selalu setia menunggu oppa kembali kapanpun itu.’’

Aku mengusap-usap kepala Siwon oppa. Tidurnya nyenyak, aku meraba-raba wajah pucatnya. Matanya yang indah, bibirnya yang sexy, dan hidungnya yang mancung, itulah yang sangat membuatku tergila-gila padanya. Tapi aku merasakan adanya keanehan saat aku menyentuh hidungnya. Ba-ba-bagaimana mungkin? Mustahil sekali jika Siwon opa tidur tanpa nafas. Aku sangat terkejut melihat tubuh Siwon oppa yang menjadi kaku. Air mataku jatuh berderai bak hujan deras. Aku mencubit pipiku berkali-kali, berharap ini hanyalah mimpi buruk.

‘’Oppa,, irreona…’’ teriakku berusaha menggoyangkan tubuhnya tapi percuma saja. Dia tak akan pernah terbangun lagi. Pahit kuterima kenyataan ini bahwa Siwon Oppa sudah meninggalkanku. Meninggalkan aku untuk selamanya…

Aku merasakan hidupku telah hancur melihat kenyataan ini hingga Nyonya Choi, Siwon oppa’s eomma datang dan ikut menangis ketika melihat aku menangis dan Siwon oppa yang memejamkan mata.

‘’Eommunim… apa yang sebenarnya terjadi?’’ isakku.

‘’Yeosu-ah,, sebenarnya.. sebenarnya… Siwonie punya penyakit kanker tapi demi kau, dia rela bermain basket dan menahan penyakitnya.’’ Kata Nyonya Choi terisak.

‘’Mwo? Jadi….’’

‘’Setiap dia bermain basket, maka penyakit itu akan menyerangnya. Kemarin dia ingin menemuimu tapi dia tidak bisa karena penyakitnya kambuh lagi setelah bermain basket pagi itu. Hiks hiks’’

‘’Tapi tadi….’’

‘’Ne, tante sudah tahu akan seperti ini. Umurnya sudah tidak lama lagi. Dia ingin mempersembahkan kemenangannya dalam basket untuk yang terakhir kalinya padamu. Aku sudah melarangnya tapi dia keras kepala. Dia tidak ingin kau kecewa jadi dia memaksa untuk bertanding… Siwon sangat mencintaimu, Yeosu-ah.’’

Aku merasakan jantungku benar-benar remuk. Jadi selama ini dia punya penyakit kanker? Oh tuhan.. betapa aku menyesal sudah pernah berburuk sangka karena peristiwa malam itu. Jadi pertandingan itu adalah pertandingan terakhirnya untuk bisa aku saksikan? Tuhan… aku menyesal tidak bisa menyaksikan pertandingan terakhir Siwon oppa.

Seharusnya aku memberii dukungan tapi rasa ego itu telah menghancurkan semuanya. Siwon oppa… kenapa oppa tidak pernah bercerita padaku tentang penyakitmu? Kenapa oppa begitu bodoh? Kenapa begitu bodoh dan harus bermain basket demi aku?? Kenapa oppa sangat jahat tidak memberiitahuku tentang penyakitmu? Kenapa kau tega padaku oppa? KENAPA !!!!!!!!!!!!!!!!

 

‘’Eommonim, ke-kena-pa harus sekarang aku mengetahuinya?’’

‘’Mianhae, Yeosu-ah. Siwon melarangku untuk mengatakan padamu tentang penyakitnya. Dia tidak ingin kau khawatir, dan akan menjauhi pria berpenyakitan. Dia tidak ingin kau meninggalkannya jika kau tahu semuanya. Dia tahu bahwa pria idamanmu adalah pemain basket, jadi dia menahan penyakitnya setiap dia bermain basket. Agar bisa menunjukkan betapa besar cintanya padamu.’’

Tuhan.. ini semua salahku. SALAHKU!! Aku benar-benar bodoh dan menyesal. Dulu saat Siwon oppa datang dan menyatakan cinta, aku malah memberiinya syarat bahwa aku ingin memiliki namjachingu seorang pemain basket. Waktu itu aku memang mencintainya namun aku takut karena biasanya para sunbae itu suka mempermainkan perasaan yeoja hobae. Jadi, aku ingin dia membuktikan cintanya melalui basket namun aku sungguh tidak tahu jika akan begini jadinya..

Sekali lagi, sekali lagi. Aku tak percaya kisah kita akan berakhir seperti ini. Begitu banyak janji yang telah dibuat, apa yang harus aku lakukan….

 

FLAHBACK OFF!

 

Perlahan aku buka mataku dan mendapati bahwa kakiku sudah ada disini, ditaman cinta yang menyimpan kenangan indah. Sudah berapa lama aku merenung disini? Melamunkan peristiwa yang sudah lama berlalu namun masih terekam jelas dalam memoriku.

Aku berhenti bernafas agar bisa merasakan kehadiranmu. Menggengam kedua tanganku agar bisa menyentuhmu. Perlahan-lahan, bayanganmu menjadi kabur, dan meninggalkanku. Dalam kenangan yang tak terbendung.

Siwon oppa… akhirnya aku benar-benar kehilanganmu untuk selamanya. Kini, sudah tepat dua tahun kematianmu. Walaupun waktu sudah berlalu dua tahun, aku masih belum bisa melupakanmu. Oppa, kau sudah terlanjur melekat dalam hati dan jiwaku. Selama dua tahun ini, aku selalu merasakan kehadiranmu disisiku. Bayanganmu, selalu kurasakan ada bersamaku. Kenangan itu, masih bisa aku ingat sampai detik ini. Kenangan indah antara aku, Siwon oppa dan taman cinta ini. Bisakah kau lihat dari atas sana, oppa? Taman cinta kita sudah mulai berkembang, bunga-bunganya sudah mekar dan indah sekali. Aku harap, oppa melihatnya.

Jangan pernah menyuruh aku untuk melupakanmu, oppa karena kenangan terakhir yang kau berikan akan selalu terkenang. Saat dimana kita menanam bunga ini bersama dengan penuh cinta, bersama orang yang dicinta. Taman cinta ini akan selalu kujaga sebab bayangmu selalu kurasakan disini. Akan kusimpan selalu dirimu dalam hatiku. Aku yakin, walaupun oppa tidak berada disisiku lagi tapi oppa pasti selalu menyertaiku. Nan yaksokhae, oppa. Cinta ini hanya milik oppa seorang karena oppa adalah cinta pertama dan terakhirku. Aku harap semoga suatu saat nanti aku bisa menemukan namja yang seperti oppa, aku akan hidup bersama pria yang akan kau pilihkan untukku oppa.

Meskipun harus merasa sakit, meskipun harus terluka, kehadiranmu membuatku tetap hidup. Tanpamu, aku seperti mati. Tak mampu bergerak maju ataupun mundur, apa yang harus ku lakukan…

Semuanya menjadi redup dan gelap semenjak kau meninggalkanku. Aku tak bisa melanjutkan hidupku semenjak kau jauh dariku. Semenjak kepergianmu, aku mulai merasa tak hidup lagi. Namun, mengingat senyummu dan janjiku padamu untuk menjaga taman ini, telah menguatkan hatiku

Setiap hari, Taman cinta ini selalu aku rawat sambil mengenang kenangan terindah tentang kita. Cinta kita memang tidak bisa hidup di dunia, tapi cinta kita juga tidak akan pernah mati walau pemiliknya sudah mati karena cinta kita abadi. Kau akan selalu tersimpan dalam hatiku, meski ragamu tak bisa kumiliki. Jiwamu kan selalu bersamaku, antara Kim Yeosu, Choi Siwon dan kenangan terindah…..

 

~*~END~*~

1 Comment (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Jun 27, 2016 @ 20:29:00

    Kasihan yeosu, masih gak bisa melupakan siwon.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: