Out Of Cheetos

 

out

.

IJaggys

.

In Related Stories With: 1 | 4 | 5

.

Stop screaming. It’s just me. Are we out of Cheetos?

.

.

Lee Donghae melempar majalah otomotifnya ke lantai, dia sudah tidak bisa berpura-pura tenang dan menahan dirinya untuk menanyakan hal yang benar-benar penting ke istrinya.

Jun, disisi lain terlihat tengah asik menggambar sesuatu yang disebut Donghae sebagai sebuah karya seni, dan Cheonsa yang lebih suka menyebutnya sebagai tumpukan sampah. Cheonsa benar-benar seorang ibu yang tidak kompeten.

“Jun, apa kau sungguh tidak tahu tentang hal ini?” Mendengar pertanyaan serius dari Ayahnya, lantas membuat bocah kecil itu menatap Ayahnya dengan bingung. Pertanyaan pertama yang sejak satu jam lalu terus berkumandang di rumah itu, sepertinya menjadi masalah yang besar untuk Ayahnya.

“Mungkin Mom tahu jawabannya.” Jun berhasil membungkam bibir Donghae. Siapa yang berani bertanya ke sang Bipolar tentang pertanyaan yang memenuhi kepalanya. Donghae melemparkan tatapannya kearah jendela, dan menemukan beruang kutub milik Cheonsa tengah asik menggigit makan siangnya berupa ikan-ikan kecil tak berdosa melalui taring-taring tajamnya dari dalam aquarium kacanya.

Dia membayangkan dirinya sendiri berada di posisi yang sama dengan ikan-ikan malang itu, jika dia berani menganggu aktivitas istrinya.

Donghae bisa saja sebenarnya bertanya kepada Cheonsa. Tapi buruknya Cheonsa tengah asik menikmati waktu luangnya di dalam bathub dengan irisan bunga-bunga negara tropis yang memenuhi permukaan air, dan dia tidak berminat menggantikan irisan bunga itu menjadi irisan tubuhnya.

“Baiklah Jun, untuk keselamatan bersama aku akan menunggu Ibumu keluar dari tempat pemujaannya.” Donghae menunjuk ke arah pintu kamar mandi yang masih terutup, samar-samar dia bisa mendengar suara Cheonsa mengalun lembut dari dalam sana. Lembut tapi penuh bahaya.

“Ayah tahu bahwa Mom bisa menghabiskan waktu sehari penuh didalam sana, bukan? Apa Ayah akan tetap menunggunya?”

Sekarang dia mengutuk sifat sarkastik dari Cheonsa yang menurun dengan alami ke putra mereka. Sekian dari banyaknya sifat baiknya, mengapa justru sifat buruk Cheonsa yang berada di dalam diri Jun.

Donghae mengerutkan keningnya, setengah berpikir dan setengah menimbang-nimbang haruskah dia mengikuti ucapan Jun dan menerobos ke dalam tempat pemujaan Bipolar, ataukah dia tetap berada disini menunggu tanpa sebuah kepastian.

Jun tersenyum senang saat melihat Ayahnya bangkit dari sofa, dan melangkahkan kakinya dengan mantap menuju pintu kamar mandi. Satu lagi hiburan yang disajikan oleh kedua orangtuanya.

Dengan cepat dia membuka pintu kamar mandi, melihat tirai shower berwarna putih yang masih tertutup. Memberanikan dirinya bahwa sekarang atau tidak untuk selamanya.

Dan dalam satu gerakan dia membuka tirai itu dan menemukan istrinya tengah asik menatap foto-foto dirinya bersama Bipolar dengan senyuman di wajahnya. Dia mengalihkan wajahnya dari layar ponsel yang masih di genggamnya, menatap suaminya berdiri disana dengan wajah terpesona dan setengah takut.

“ARRRRRRGHHHHHHH!” Cheonsa berjerit dengan panik saat melihat suaminya menatap tubuh polosnya dengan senyuman nakalnya.

“Are we—stop screaming. It’s just me. Are we out of Cheetos?” tanya Donghae setelah berhasil mengalihkan pikirannya dari tubuh istrinya. Cheonsa mengerutkan keningnya, memandang suaminya dengan tatapan membunuhnya.

“Kau melakukan semua ini hanya untuk bertanya apakah kita masih memiliki Cheetos?”

Mendengar pertanyaan retoris dari istrinya, Donghae menganggukan kepalanya dengan semangat tanpa menyadari kejadian buruk yang akan menimpanya sebentar lagi.

“AWWWWWWWW!” Donghae berjerit dengan keras setelah Cheonsa menendang perutnya dengan kaki jenjangnya, sebelum akhirnya dia menutup kembali tirai shower tersebut—tanpa memperdulikan Donghae yang masih memakinya dalam bahasa binatang.

“Aku tak percaya kau mengagumi beruang kutub itu, lebih dari kau mengagumi suamimu sendiri! Kau memang wanita iluminati bermata tiga!”

“Shut up, you’re the one who bought it!” 

Melalui berakhirnya suara teriakan Cheonsa, maka berakhir juga riwayat hidup Donghae hari itu dengan satu tendangan lagi tepat di wajahnya. Meninggalkan suara tawa dari Jun, dan satu kilatan blitz kamera untuk mengabadikan momen romansa penuh cinta dari kedua orangtuanya tersebut.

.

.

.

-FIN-

.

.

Lee Jun or Jun Hammersmith 

(Apparently the parents still can’t remember his last name)

JUn

x

 

.

.

Because daily dose of them is never enough! Comments are appreciated! You can send me a request or prompt about what ficlet/fiction/story you want to read through comment box and I’ll see what I can do about it🙂

Personal Blog: https://beckhamlovesbadda.wordpress.com

xo
IJaggys

.

Summer Sale Ebooks: Shop Now!

 

 

1 Comment (+add yours?)

  1. ayumeilina
    Jun 29, 2016 @ 21:37:48

    Ciun Jun 😘😘
    Menganggu mandi pun ternyata bisa jadi bencana di keluarga ini 😲😐😠

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: