Protect Our Baby [1/2]

Protect Our Baby

Author : DoongDoongNemo ^^

Tittle : Protect Our Baby Part 1  [series of Protect My Baby]

Category : PG-16,Sad,hurt,angst,kekerasan,family,marriage life,oneshoot

Cast : Cho Kyuhyun

Oh Nara

Cho Sungjin

Jang Hyori

Hwang Jiho

Story Begin ^^

Bayi itu terus menangis menjerit-jerit di dalam gendongan pria tampan yang dengan penuh amarah menuruni anak tangga. Pria itu seolah tuli, tidak mengindahkan tangisan putranya itu. Setelah mencapai anak tangga terakhir pria itu dengan langkah angkuh segera berjalan kearah mobil mewahnya. Pengawal pribadinya yang dengan setia menunggu segera membukakan pintu penumpang untuk tuan besarnya itu.

‘’Segera tinggalkan tempat ini.’’ Perintah Kyuhyun dingin setelah ia mendaratkan bokongnya pada kursi penumpang yang sangat mewah dan nyaman itu. Supir pribadinya mengangguk patuh lalu segera menancapkan pedal gas dan pergi meninggalkan kawasan pemukiman warga tersebut.

Di atas pangkuan Kyuhyun, Sungjin masih terus menangis sambil meronta-ronta bahkan bayi itu sudah tersedu-sedu dalam tangisnya. Bukannya menenangkan Sungjin, Kyuhyun justru mengangkat tubuh Sungjin ke udara, mensejajarkan dengan wajahnya. Kyuhyun menatap Sungjin dengan tatapan meneliti. Dan anehnya tangisan Sungjin berhenti saat Kyuhyun menatapnya. Sungjin mengkulum jari-jari mungilnya dengan masih tersedu-sedu sambil menatap Kyuhyun.

‘’Kau bayi tampan, tentu saja karna aku tampan.’’ Kyuhyun berbicara pada Sungjin.

‘’Kau padat berisi, kau akan tumbuh dengan tubuh professional dan mempesona seperti aku.’’

‘’Dan aku akan mendidikmu untuk menjadi pemimpin yang hebat dan di segani oleh para pecundang di luaran sana.’’

‘’Ahh.. satu lagi, kau akan tumbuh dengan sempurna dan kekayaan berlimpah di tangan ku. Tidak dengan gadis berengsek itu.’’ Kyuhyun terus saja berceloteh di hadapan Sungjin yang hanya bisa mengerjapkan matanya dengan polos dengan celotehan-celotehan khas seorang bayi.

‘’Kau pasti lelah karna terlalu lama menangis.’’ Entah angin dari mana Kyuhyun berbicara dengan lembut seketika sambil mengusap air mata Sungjin dan membawa Sungjin dalam pelukannya lalu mengusap-usap punggung mungil Sungjin dengan sayang. Supir pribadi dan pengwal setia Kyuhyun hanya bisa mengulum senyum tipis saat melihat sikap tuan besarnya itu dari kaca sepion dalam mobil.

***

CKITTTTTT

‘’BERENGSEK!!!!.’’ Kyuhyun berdesis marah sambil mengusap-usap dahinya yang terbentur bangku penumpang yang berada di depan.

‘’Kau bodoh?? Mengapa berhenti dengan tiba-tiba.’’ Sembur Kyuhyun marah pada supir pribadinya.

‘’T__tuuan.’’

‘’Apa?.’’ Kyuhyun terus masih saja mengerutu pada supir pribadinya.

‘’Tuan, apa yang harus kami lakukan??.’’ Tanya pengawal pribadi Kyuhyun dengan suara yang sedikit gemetar. Kyuhyun mengerutkan dahinya lalu mengarahkan pandanganya ke arah depan. Ia membelalakan matanya seketika saat melihat siapa yang dengan berani menghalangi mobil mewahnya melintas. Lalu ia memandang kearah Sungjin yang tertidur lelap di pangkuannya.

‘’Berengsek. Matilah aku.’’ Rutuk Kyuhyun frustasi sambil mengacak rambutnya.

***

TOK TOK TOK

‘’Tuan.’’

“…’’

‘’Tuan, apa yang harus kita lakukan? Mereka sangat banyak.’’ Supir pribadi Kyuhyun gemetar di balik kemudi stirnya. Sedangkan pengawal Kyuhyun hanya bisa meringkuk ketakutan sambil menutup-nutupi wajahnya dengan jas hitamnya.

‘’Lewati saja mereka.’’ Kyuhyun berbicara dengan angkuh.

‘’Tapi tuan, Tuan besar akan….’’ Sambung pengawal pribadi Kyuhyun.

‘’Ki Joon, ada apa dengan mu? Kau takut pada mereka?. Mengelikan.’’ Kyuhyun berdesis kesal pada Ki Joon, pengawal pribadinya.

‘’Gong ahjjusi, lakukan tugas mu.’’ Perintah Kyuhyun tegas pada supir pribadinya.

‘’Maaf tuan, tapi saya tak berani.’’

‘’Kau ingin aku pecat??.’’ Kyuhyun mulai kesal akhirnya membentak pria yang jauh lebih tua darinya itu.

‘’Tuan sebaiknya kau menemui tuan besar.’’ Ki Joon masih menatap dengan horror pria-pria berpakaian hitam dan bertubuh kekar yang melingkari mobil yang mereka tumpangi. Bahkan beberapa dari mereka ada yang tak henti-hentinya mengetuk kaca mobil.

‘’Tidak akan pernah.’’ Ucap Kyuhyun angkuh. Dia sangat tau betul siapa yang mengirim orang-orang itu, tentu saja ayahnya yang sangat berkuasa itu.

‘’Gong Ahjjusi sekali lagi aku perintahkan padamu. Kau Jalankan mobilnya sekarang atau kau yang akan melihatku menegmudi dan menghabisi mereka semua.’’

‘’Tuan maafkan saya.’’

CKLEK

Kyuhyun membelalakan matanya saat supir Gong menekan tombol kunci otomatis mobil.

‘’G-gong ahjjusi.’’ Kyuhyun tergagap di tempatnya. Dan tatapanya langsung terarah pada para pria berpakaian hitam di luar sana. Ia menelan ludahnya gugup. Ia terlihat seperti sekor tikus bodoh yang siap di mangsa oleh kucing liar.

***

‘’ARGGHHH.’’

‘’ABOJIE!! JANGAN LAKUKAN INI!!!.’’

“OHHH ASTAGA INI SANGAT MEMALUKAN!!!!!.’’

‘’EOMMA!! EOMMA!!.’’

Kyuhyun terus saja berteriak-teriak di sepanjang jalanan sempit di sebuah pemukiman warga. Kyuhyun terus saja meronta saat lehernya di kaitkan lalu di seret olah Tuan Cho menggunakan pegangan tongkat miliknya. Dan hal itu tentu saja menjadikanya tontonan para pejalan kaki yang kebetulan melintas.

Tuan Cho terus saja berjalan tak memperdulikan teriakan Kyuhyun. Sedangkan Hanna hanya bisa meringis dan kembali tidak bisa melakukan apa-apa saat melihat putranya di seret dengan tak berperasaan oleh suaminya sendiri. Sesekali Hanna mengelus punggung mungil Sungjin yang sedang tertidur pulas di gendonganya.

Abojie apa yang kita akan lakukan di tempat gadis berengsek ini?.’’ Tanya kyuhyun masih terengah karna tuan Cho sama sekali tak melepaskan jeratnya pada leher Kyuhyun.

‘’KAU YANG BERENGSEK!!.’’

‘’ARGGHHH ABOJIEEEE!!!!.’’ Teriakan Kyuhyun kembali menggelegar saat tuan Cho semakin menguatkan jeratanya dan menyeret tubuhnya menaiki anak tangga. Hanna, Ki Joon dan pria yang akrab di panggil dengan Gong ahjjusi hanya bisa meringis sambil mengekori tuan Cho dan Kyuhyun dari belakang.

***

Suara tangisan pilu yang mampu mengiris hati siapa saja yang mendengarnya, sedang menyelimuti suasana hening di teras rumah atap tersebut. Nara dengan kondisi yang kacau memprihatinkan menangis tersedu-sedu sambil memeluk penuh kasih putra tercinta yang sudah kembali dalam pelukannya. Rambutnya kusut berantakan, luka lebam membiru menghiasi hampir di sekujur tubuh putih pucatnya, mata yang merah dan sembab karna tak henti-hentinya mengeluarkan air mata.

Semua orang terdiam terpaku, hanyut dengan pikiran masing-masing. Sesekali suara isakan Hanna ikut menghiasi keheningan. Bagaimana pun ia seorang wanita, ia sangat mengerti perasaan Nara. Terlebih putra tersayang’lah yang telah membuat ibu muda bertubuh mungil nan ringkih itu menderita seperti ini.

‘’Sungjin.’’ Lirh Nara sendu dengan suara yang parau. Sedangkan Sungjin hanya berceloteh sambil menjabak-jambak dan mengulum helaian-helaian rambut lembut Nara.

‘’Aku bisa saja melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib, atas pasal kekerasan dan penculikan.’’ Nyonya Shim akhirnya membuka suara sambil menatap geram Kyuhyun yang sedang bersimpuh di di teras rumah atap dengan kepala yang di tundukan secara paksa oleh tuan Cho menggunakan tongkat miliknya.

Nyonya Shim kaget bukan main, saat ia kembali dari pasar melihat mobil super mewah yang berlaju dengan kecepatan tinggi dari depan rumah atap sewaan miliknya. Awalnya ia mencoba tak peduli. Tapi setelah melihat bagaimana kondisi Nara yang sangat mengerikan untuk di ingat kembali, menyeret tubuhnya menuruni anak tangga sambil menangis tersedu-sedu meneriaki putranya.

‘’Aku juga ingin mempernjarakan pria berengsek ini.’’

‘’ARGGHHHH!!!’’ Kyuhyun kembali mengerang menahan sakit saat Tuan Cho menekan dengan penuh amarah ujung tongkat pada tenguknya.

‘’Kalau begitu tunggu apa lagi? Cepat penjarakan pria itu. Dan aku akan menyuruh Nara untuk mengajukan tuntutan pada putra anda tuan. Jangan pikir Nara tidak bisa melawan putra mu. Cucu menantuku seorang pengacara, ia pasti akan membantu Nara.’’ Nyonya Shim terus saja bersuara, sebenarnya ia ingin sekali memukuli mencakar dan menguliti wajah tampan pria yang ternyata ayah dari bayi mungil kesayangannya itu.

‘’Nyonya kau tak perlu melakukan itu.’’ Nara akhirnya membuka suara, dengan suara yang sangat parau ia mencoba untuk berbicara dengan tegas.

‘’Yang aku inginkan, Pria itu jangan pernah menemui kami lagi. Aku ingin dia berjanji di hadapan kalian semua.’’ Nara memandang Kyuhyun dengan tatapan kosong, rasanya Nara ingin menjerit sejadi-jadinya. Mengapa rasa ‘itu’ masih ada dan berbunga di dalam hatinya saat menatap kedua bola mata Kyuhyun. Tak ingatkah dia bahwa Kyuhyun hanya mempermainkannya, melukainya dan menghinanya sedemikian rupa. Tapi dengan bodohnya Nara masih memahat ukiran-ukiran cinta di dalam relung hatinya untuk seorang Cho Kyuhyun.

“Berengsek! beraninya kau memerintahku.’’ Kyuhyun menatap Nara dengan penuh kebencian. Nara membalas tatapan Kyuhyun itu dengan tatapan penuh kehancuran.

‘’TUTUP MULUT MU CHO KYUHYUN!.’’ Tuan Cho kembali melancarkan aksinya untuk menekan putranya tersebut.

‘’Abojie aku tidak akan pernah sudi untuk di perintah oleh gadis sialan ini. Kurang ajar sekali gadis ini memerintah ku untuk tidak menemui hartaku.’’ Kyuhyun berontak sambil berdiri dengan di selimuti api emosi.

‘’Dan sampai seujung kuku pun aku tidak akan pernah sudi membiarkan darah dagingku jatuh di tangan pria kejam nan tamak seperti dirimu, Cho Kyuhyun.’’

‘’TUTUP MULUTMU KEPARAT! Kau pikir dirimu pantas membesarkan putra ku, calon pewaris perusahaan besar? Gadis miskin seperti mu hanya bisa mengemis dan meminta.’’

‘’Tak peduli serendah apapun aku di matamu, tapi bagiku Kau jauh lebih HINA dan Menyedihkan dibandingkan aku. Di butakan oleh harta dan cinta palsu. HINGGA KAU RELA DENGAN BEGITU KEJAMNYA MEMPERTARUHKAN AKU DAN PUTRAKU.’’ Nara menjerit-jerit sambil memukuli dadanya yang terasa sesak hingga membuat Sungjin kaget dan akhirnya ikut menangis histeris.

‘’Mungkin bagimu nyawa ku dan putraku tak lebih berharga di bandingkan seluruh harta warisanmu itu.’’ Kyuhyun mengeretakan giginya menahan amarah. Wajahnya memerah seperti ingin meluapkan semua emosi mendengar serentetan kata-kata yang meluncur dengan lancar dari mulut mungil Nara. Ia melangkah ingin kembali menghajar Nara dan merobek mulutnya yang sudah berani menghinanya.

‘’Seharusnya kau ku habisi saja sejak dulu! Akan sangat memalukan jika putraku harus tumbuh dari tangan seorang IBU MISKIN DAN HINA SEPERTIMU!!!.’’

‘’HENTIKAN!!!!’’ Hanna menjerit histeris untuk menghentikan Kyuhyun dan Nara yang masih bersihtegang. Dengan nafas terengah-engah Hanna menghampiri Kyuhyun dan Nara.

PLAKKK

Semua orang terkesiap melihat Hanna yang dengan penuh emosi menampar Kyuhyun, putra tersayang. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa mematung sambil memegangi pipinya yang baru saja di tampar oleh ibunya.

’E-eomma.’’ Lirih kyuhyun tak percaya dengan apa yang baru di alaminya. Seumur hidup Kyuhyun tidak pernah di perlakukan seperti ini oleh ibunya, wanita lembut penuh kasih dan sayang.

‘’Jangan pernah menghina seorang ibu. Jangan pernah..jangan kau ulangi lagi.. kau tidak tau perjuangan seperti apa yang mereka lakukan saat mengandung buah hatinya… berjuang diantara hidup dan mati saat melahirkan buah hatinya… dan saat ia bermandikan keringat saat membesarkan buah hatinya.” Air mata Hanna berderai membasahi pipi.

‘’Seingatku, aku tidak pernah mendidik dan membesarkan seorang yang keji dan tak berperasaan seperti ini, tidak pernah.’’ Hanna berucap lirih sambil memukuli dadanya yang terasa sesak. Kyuhyun hanya diam membeku, entah mengapa seketika hatinya di selimuti keresahan. Kalimat-kalimat yang di ucapkan oleh wanita hebat yang telah melahirkannya seolah menyadarkan dirinya.

Semua orang terdiam, terhanyut akan suasana yang menyesakan ini. Hanya Tangisan Nara, isakan Hanna yang terdengar saat ini. Cho Seunghwan menghela nafas dengan berat. Ia melirik kearah Nara, kondisi menantunya sangat memprihatinkan. Putra nya benar-benar manusia keji karna tega menyiksa wanita terlebih istri dan ibu dari anaknya sendiri.

Kemudian tatapan mata senjanya menghangat saat melihat bayi tampan yang sedang menagis di dalam gendongan Nara. Itu cucunya, darah dagingnya. Ia berjalan dengan perlahan menghampiri Nara. Nara mendongkakan wajahnya lalu seketika bersikap waspada saat ayah mertuanya berada di hadapanya. Tapi sikap waspadanya memudar seketika saat ayah mertuanya tersenyum dengan hangat.

‘’Aku ingin mengendong Cucuku.’’ Ucapnya dengan lembut. Semua orang seketika memandang ke arahnya. Nara hanya bisa mengerjapkan matanya lalu ia memberikan Sungjin pada ayah mertuanya.

‘’Ouhh cucuku sangat padat berisi. Astaga kau tampan sekali, gen menakjubkan Cho mengalir dengan benar dalam dirimu sayang.’’ Seunghwan tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat mengendong cucu pertamanya. Rasanya sangat luar bisa saat mengetahui ia sudah menjadi seorang Kakek saat ini.

Semua orang tersenyum dan masih tidak percaya melihat pria yang di kenal dengan sikapnya yang otoriter melembut seketika karna seorang bayi. Hanna pun langsung mengusap air matanya lalu berjalan dengan tak sabaran mengahampiri suaminya.

‘’Kau juga merasakanya, suamiku. Cucu kita sangat mengemaskan.’’ Hanna berucap dengan mata yang berbinar-binar sambil menciumi rambut tipis milik Sungjin. Dan entah mengapa Sungjin merasa nyaman berada diantara kakek dan neneknya.

Nara menundukan kepalanya, merasa bersalah karna telah memisahakan Sungjin dengan kakek dan neneknya. Tapi Nara melakukan itu karna tak ingin Sungjin tersakiti oleh pria itu. Nara melirik kearah Kyuhyun dan betapa kagetnya ia saat Kyuhyun tengah menatapnya dengan aura yang gelap dan menyeramkan. Nara seketika mengigil ketakutan. Bagimana pun penyiksaan yang pria itu lakukan tadi cukup menimbulkan trauma yang membekas pada dirinya.

‘’Sekarang kalian harus membicarakan masalah ini dengan kepala dingin.’’ Seunghwan berjalan mengahampiri Kyuhyun di ikuti dengan Hanna yang berjalan di belakanya sambil mengendong Sungjin dengan sayang.

”Dan Nara, bolehkan kami mengajak cucu kami untuk berkeliling?.’’ Nara seketika tersentak dan sebenarnya enggan memberikan izin. Tapi saat melihat wajah mertuanya seketika persaan nyaman itu menyelimuti hatinya. Dan kemudian ia menganggukan kepalanya. Ia yakin, Sungjin pasti aman bersama mereka.

‘’Dan kau, obati luka Nara.’’

‘’APA? AKU TIDAK SUDI.’’ Kyuhyun tercengang atas peritah yang ayahnya berikan. Sampai kapan pun Kyuhyun tidak sudi untuk menyembuhkan Nara, susah payah ia menyiksa Nara mengapa harus repot menyembuhkanya, itu pikirnya.

Tidak ada yang mendengarkannya. Semua orang berjalan beriringan pergi meninggalkan ia dan Nara di teras rumah atap itu.

***

Kyuhyun POV

Aku menatap gadis sialan di hadapanku ini dengan tatapan yang mulai menggelap. Ingin sekali rasanya aku membanting tubuhnya ke bawah dari rumah atap ini. Aku menyeringai saat gadis itu memundurkan langkahnya ketakutan.

Dengan langkah yang terkesan menyudutkannya aku terus menghampirinya. Ia terus menundukan kepalanya. Lihat saja penampilanya luka di sudut bibirnya dengan sedikit darah yang mengering, rambutnya yang berantakan, pakaian yang lusuh dan kotor ohhh dan kuku jarinya yang berdarah karna mengelupas. Dan semua itu adalah ulahku? Ya aku mengakuinya. Tapi itu semua aku lakukan karna gadis ini telah berani bermain-main dengan diriku.

‘’Kita buat perjanjian.’’ Ucap ku seketika, sebenranya aku juga tak mengerti dengan apa yang aku bicarakan. Tapi hanya itu yang terbesit dalam pikirannku saat melihat keadaannya.

‘’Apa maumu kali ini?.’’ Tanyanya waspada. Saat ini aku sudah berada di hadapanya. Jarak di antara kami sangat dekat. Aku menyudutkan tubuh mungil nan ringkihnya ke dinding. Aku dapat mendengar dengan jelas nafsanya yang berat dan merasakan tubuhnya yang bergetar hebat.

Aku terdiam seketika, saat melihat gadis itu dari jarak sedekat ini. Setelah kebenaran itu terbongkar hal seperti ini sudah jarang kami lakukan. Lebih tepatnya lagi aku tak sudi berada di dekat gadis ini. Mata sayu yang menghangatkannya mampu membuat bibirku kelu, wajahnya yang cantik dengan kulit putih pucat membuat dadaku sesak seketika.

‘’ARGGH.’’

BRAKKK

Seketika aku memukul dinding untuk mengalihkan perasaan aneh yang mulai menyelimuti hatiku. tidak aku tidak boleh menggasihani gadis ini. Tidak.

‘’Cepat kita buat perjanjian ini.’’ Desis ku lalu menyingkirkan tubuh mungilnya dan memasuki kedalam rumah kumuh itu tanpa repot-repot membuka sepatu mahalku.

***

Ku amati seluruh ruangan di dalam rumah atap ini. Tak lebih besar dari ruang pakaian ku. Aku jadi berpikir apa gadis itu dan anakku bisa bernafas di ruangan kecil seperti ini. Aku melangkahakan kaki ku untuk lebih masuk ke dalam. Aku mencari sesuatu yang setidaknya layak untuk menjadi tempat dudukku.

‘’Duduklah di atas sini.’’ Gadis itu berjalan ke arah sebuah meja kecil di atas karpet berbahan bulu. Tak ada kursi di sana itu berarti aku harus duduk beralaskan karpet bulu yang aku jamin kekotorannya.

‘’Tenang saja ini bersih, jika itu yang kau pikirkan.’’ Gadis itu menyapukan telapak tanganya pada permukaan karpet.

‘’Cepatlah tuan, jika kau ingin semuanya cepat selesai.’’

‘’Jangan memerintahku.’’ Sentakku tak terima sedangkan gadis itu hanya mengehembuskan nafasnya jengah.

‘’Perjanjian apa yang ingin kau buat?.’’ Tanya gadis itu saat aku sudah duduk di hadapanya. Aku menatapnya tajam karna sudah berani menantangku.

‘’Baiklah, aku tak ingin berlama-lama di tempat ini terlebih ada kau di dalamnya.’’

‘’Aku tidak akan mengambil bayi itu darimu.’’ Aku melihat ia menghela nafas lega saat mendengarnya dan kilatan penuh bahagia terpancar dari mata indah miliknya. Tunggu, indah?

“ Tapi aku akan turut serta dalam membesarkannya.”

‘’ APA?.’’

‘’Kau sungguh kurang ajar bertanya seperti itu sialan! Aku ini ayah dari bayi itu. Kau pikir hanya kau saja yang mempunyai hak atas bayi itu.”

‘’Tapi aku ibunya aku yang melahirkanya.’’ Suaranya mulai parau dan matanya mulai berkaca-kaca. Astaga gadis ini benar-benar terlalu mendramatisir keadaan.

‘’Dan jika tidak ada aku apa kau bisa memilikinya?.’’ Seketika ia menunduk saat mendegar ucapanku. Aku benar, dia tidak mungkin mengandung jika tidak ada aku bukan? Memangnya ia bisa membuat bayi itu sendiri?.

‘’Jadi perlu ku pertegaskan kembali. Aku tidak akan mengambil bayi itu darimu tapi aku akan turut serta dalam membesarkanya. Kau tidak bisa menolak keputusanku. Dan jika kau berani melalirkan diri dan membawa bayi itu…’’

‘’Ku habisi nyawamu.’’ Aku menyeringai melihat tubuhnya yang bergetar. Dia pikir dia bisa menguasai permainan ini.

‘’Baiklah..aku terima perjanjian ini.’’ Ucap gadis itu dengan suara rendah yang terdengar sangat lembut di telingaku.

***

Aku bersenandung ria saat memasuki rumah megah miliku. Ku edarkan pandanganku mencari sosok wanita cantik pengisi hatiku.

‘’Sayang aku pulang?.’’

‘’Sayang kau di mana?.’’

Aku terus berteriak dan berjalan untuk mencari keberadaan Hyori. Langkahku terhenti saat melihat siulet tubuh sexy wanitaku yang sedang berdiri di balkon kamar kami dengan ponsel di telinganya.

‘’Berhati-hatilah.’’ Ucapnya pada sesorang yang menjadi lawan bicaranya. Aku berjalan mengendap dan siap untuk mengagetkanya.

‘’Sayang aku mencarimu.’’ Saat jarak kami mulai dekat aku langsung memeluk tubuh rampingnya dari belakang. Tubuhnya menegang dalam pelukanku.

‘’Kau mengejutkanku.’’

‘’Sayang kau masih marah padaku?.’’ Tanyaku sambil memhirup aroma khas di perpotongan lehernya. Ia masih bergeming.

‘’Sayang berhentilah merajuk.’’ Aku semakin mengeratkan pelukanku.

‘’Dengarkan aku.’’ Aku mulai tak sabar dan akhirnya membalikan tubuh rampingnya untuk mengahadapku.

‘’Aku berhasil sayang…’’

‘’Aku berhasil menemukan mereka..’’ dengan seketika ia membulatkan matanya lalu menatpku dengan tatapan untuk meminta penjelasan. Aku hanya menganguk lalu merengkuh pipi mulusnya.

‘’Aku berhasil sayang. Aku telah menemukan mereka..’’

‘’Benarkah?’’ akhirnya ia membuka suara.

‘’Hmm.. setelah ini rencana kita akan berjalan lancar sayang. Dan tidak lama lagi kita akan menikah. Kau masih bersedia untuk menjadi istriku bukan?.’’

‘’Tentu saja. Maafkan aku karna sudah marah padamu.’’ Jawabnya cepat dengan raut wajah sedih.

‘’Aku yang seharusnya meminta maaf padamu. Maafkan aku sayang karna kebodohanku rencana pernikahan kita terus di undur.’’ Aku langsung menarik tubuh langsing Hyori dalam pelukan hangatku.

***

Dengan hati-hati wanita berparas cantik itu melepaskan lengan kokoh yang melingkari pinggangnya. Hyori melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Kyuhyun, memastikan bahwa pria itu sudah benar-benar terpengaruh obat tidur yang seperti biasa ia berikan pada pria bodoh –menurutnya- itu.

Yaa Hyori rutin memberikan obat tidur pada Kyuhyun, alasnya karna jika pria itu sadar maka pria itu akan menyerangnya hingga pagi tentu saja Hyori tak sudi melayani nafsu primitive Kyuhyun. Sama seperti Kyuhyun yang muak berpura-pura mencintai, menyayangi bahkan meniduri Nara dulu, Hyori pun muak melakukannya pada pria itu.

Tentu saja selama ini Hyori hanya berpura-pura mencintai Kyuhyun, bahkan ia berperan dengan sangat baik saat ia seolah-olah menderita oleh situasi yang ada. Hyori punya niatan busuk hingga melakukan itu semua. Tentu saja Harta tak terhingga milik keluarga Cho, harta yang berbentuk nyata saja membuat Hyori kebingungan saat membayakan menikmati harta itu kelak, belum lagi harta-harta yang tak kasat mata seperti saham-saham di perusahan-perusahaan besar di Korea dan masih banyak lagi tentunya harta yang membuat Hyori semakin gencar melakukan aksinya.

Hyori menuruni ranjang sambil meraih ponsel pemberian Kyuhyun minggu lalu di atas nakas. Di liriknya Kyuhyun yang tertidur dengan nafas teratur. Hyori mendengus sebal melihatnya. Sebelumnya Hyori sudah melucuti pakaian Kyuhyun itu lalu menyelimutinya, jadi besok Kyuhyun akan mengira jika mereka bercinta dengan panas malam ini.

’Yeobseo oppa.’’ Hyori berbicara sambil berbisik, sesekali ia melirik kearah Kyuhyun kembali lalu dengan mengendap-endap ia berjalan keluar kamar menutup pintu dengan perlahan agar Kyuhyun tak terbangun.

‘’….’’

‘’Pecundang itu sudah menemukan gadis berengsek itu oppa.’’

‘’….’’

‘’Ya. Dia mengatakannya padaku tadi sore.’’

‘’…’’

‘’Dia sedang tertidur, seperti biasa aku memberinya obat tidur sebelum ia hendak menyerangku.’’

‘’…’’

‘’Teruslah tertawa oppa. Aku melakukanya untukmu, apa kau ingin calon istrimu ini di sentuh pria lain??.’’

‘’…’’

‘’Sudahlah aku tak ingin berdebat denganmu. Oppa jaga kesehatanmu, kita harus berusaha lebih keras lagi untuk menghancurkan mereka. Hanya tinggal selangkah lagi oppa. Kita pasti akan berhasil.’’

‘’…’’ pipi Hyori bersemu saat mendengar balasan dari si penelepon.

‘’Aku pun sangat merindukanmu. Bagimana Heaven hotel besok lusa? Pecundang itu ada perjalan bisnis ke Dubai, jadi kita memiliki banyak waktu bersama.’’

‘’..’’

SREEKKK

Tubuh Hyori seketika menengang, senyuman merona di wajahnya berubah menjadi pucat saat mendengar suara dari arah belakang. Sedangkan pria di ujung telepon terus saja berbicara padanya.

‘’Oppa ada seseorang disini. Aku matikan teleponnya.’’ Hyori berbisik dengan sangat pelan lalu mematikan ponselnya dan memasukanya ke dalam saku jubah tidurnya dengan gemetar.

Ia meneguk ludahnya sambil berjalan dan melihat ke kanan dan kiri. hantinya berdetak tak karuan, taku jika ada esorang yang mendengar pembicaraanya. Dan yang ia paling takutkan jika Kyuhyun yang mendengarnya.

‘’Nona.’’

Hyori terlonjak di tempat saat seseorang menepuk bahunya dari belakang. Dengan kesal ia membalikan tubuhnya dan melihat wanita paru baya yang Kyuhyun bilang padanya telah berkerja di keluarga Cho lebih dari tigapuluh tahun.

‘’YA!! WANITA TUA! Kau menagetkan ku saja.’’

‘’Maafkan saya nona, saya hendak ke dapur untuk mengambil minum.’’

‘’Ck. Sudah sana kau lanjutkan urusanmu.’’

‘’Baik nona.’’

‘’Tunggu.’’ Hyori menghentikan langkah wanita paru baya itu saat melewatinya.

‘’Kau.. apa menguping pembicaraanku di telepon?.’’ Hyori menatap tajam pelayan itu.

‘’Tidak nona.’’

‘’Bagus. Sudah sana kau pergi!.’’ Wanita parubaya itu membungkukan badan sopan lalu pergi kea rah dapur. Tapi kemudian ia membalikan badannya sambil melirik kearah Hyori yang sedang berkacak pingang sambil menggerutu.

Aku tak akan membuat rencana busukmu pada keluarga ini berjalan lancar, Jang Hyori.’ Suara hati wanita parubaya itu lalu kembali melangkah kearah dapur.

*

*

*

Nara terusik dalam tidurnya saat mendengar celotehan-celotehan bayinya. Terlebih saat ia merasakan bayinya merangkak ke atas perutnya. Dengan lemah ia membuka mata, lalu tersenyum samar saat Sungjin tersenyum girang saat melihatnya membuka mata. Nara mengusap kepala jagoan kecilnya. Sebenarnya tubuhnya merasa remuk dan tak bertulang, bahkan ia merasakan nyeri di bagian-bagian tubuh tertentu.

Kemarin ia tak merasa sesakit ini, tapi wajar saja Nara di dera rasa sakit Kyuhyun menyiksanya dengan tak berperasaan. Tubuhnya di tendang, bahkan pria itu mencekik Nara dan mengangkatnya ke udara. Beruntung Tuhan masih membiarkan hidup dan tak meregang nyawa di tangan pria itu.

‘’Apa kau lapar, nak?’’ Nara membaringkan tubuh Sungjin kembali di atas futon lalu menumpukan bantal setinggi mungkin untuk dirinya. Dengan meringis Nara mencari posisi yang nyaman untuk menyusui Sungjin agar anaknya tak tersedak.

‘’Sabar sayang. Kau pasti sangat lapar heumm?.’’ Tanya Nara lembut sambil menurunkan bagian leher piyama dress lalu membuka bra yang ia kenakan. Dengan semangat Sungjin meraup ASI yang tersaji untuknya denga tidak sabaran. Nara tersenyum lembut sambil menepuk-nepuk bokong berisi milik Sungjin.

‘’Maafkan eomma karna bangun terlambat hingga kau kelaparan seperti ini.’’

*

*

*

Nara POV

Sedari tadi aku diam memandangi cucian menumpuk milik para pelanggan. Aku menghela nafs lelah lalu mengangkat dan memandangi jemari ku di udara.

‘’Ini masih terasa sangat sakit.’’ Luka di Kuku-kukuku masih basah, sehingga aku tak yakin bisa mencuci pakaian sebanyak itu. tengorokanku tercekat, air mataku menumpuk dan seketika membanjiri pipi. Aku terisak sambil menutup hidungku.

Sungjin sedang tertidur pulas di gendongan punggungku. Aku berjalan dengan lemah kearah kalender di dinding.

‘’Musim dingin segera tiba. jika aku tak mengambil cucian sebanyak-banyaknya saat ini,maka kami tak memiliki persediaan untuk musim dingin nanti.’’

Aku bisa saja mengatasi rasa lapar di perutku, tapi tidak dengan bayiku. Sungjin masih terlalu kecil, dan di usianya saat ini ia sedang membutuhkan banyak asupan nutrisi untuk pertumbuhanya. Aku tak mau menjadi ibu yang kejam. Aku menghirup udara sebanyak yang aku bisa.

‘’Baik! Ayo sayang. Kita harus berkerja keras. Bantu eomma untuk menyelesaikan semuanya agar eomma bisa mendapatkan uang yang banyak untuk kita.’’ Ku melirik Sungjin yang masih terlelap dalam tidurnya, aku tersenyum lalu menepuk-nepuk bokong Sungjin.

‘’Tidur yang nyenyak sayang.’’

***

Aku terus meringis saat menyikat pakaian-pakaian milik para pelanggan. Tapi aku tak boleh menyerah, aku terus melanjutkan perkerjaanku. Aku bersyukur karna Sungjin tak terbangun karna tergangu olehku. Aku melirik kearah ember besar, ternyata tinggal beberapa pakaian lagi. Kembali aku melanjutkan perkerjaanku. Mencuci semua pakaian dengan bersih tanpa noda sedikit pun. Agar pelanggan ku puas dan akan memakai jasa ku lagi nanti.

Aku merengangkan pinggangku, semua pakaian sudah di sikat dengan bersih saatnya untuk membilas. Aku terdiam sejenak.

‘’Pasti akan terasa perih?.’’

Tapi pada akhirnya aku kembali memberanikan diri. Aku menyalakan keran lalu mulai memblias cucianku.

‘’Argghhh.’’ Sungguh ini sangat perih, tapi aku tetap melanjutkan perkerjaanku. Aku mengigit bibirku agar tidak menjerit dan mengangu Sungjin. Keringkat dingin akhirnya muncul di permukaan kulitku. Hingga pada akhirnya aku menangis sambil meniup jemariku yang terasa perih dan luar biasa panas.

‘’Nara..’’ tangisku berhenti lalu dengan kasar aku menghapus air mataku. Aku membalikan tubuhku saat melihat seseorang yang memanggilku.

*

*

*

‘’Mengapa sampai seperti ini?.’’ Aku tak menjawab pertanyaan pria yang sedang mengobati luka-luka di jemariku. Aku hanya bisa mengigit bibirku menahan rasa perih saat luka itu di obati.

‘’Kau tak ingin bercerita padaku?.’’

‘’Baiklah..’’

’Oppa..’’

‘’Hmm.’’ Ia menatapku lembut sambil menungguku melanjutkan kalimatku.

‘’Aku hanya terjatuh saat mengangkat jemuran.’’ Cicitku, aku tau aku payah dalam hal membohongi orang. Tapi aku tak ingin membuat Jiho oppa menghawatirkan aku. Pria ini sudah terlalu banyak membantuku dan Sungjin.

‘’Aku tau kau berbohong.’’

‘’Oppa..’’

‘’Aku akan mencari tau sendiri nanti.’’ Aku hanya menunduk takut dan malu.

‘’Cha~ sudah selesai.’’

‘’Gomawo Jiho oppa.’’

‘’Tak perlu sungkan.’’ Jiho oppa mengacak rambutku dengan sayang lalu menghampiri Sungjin yang duduk di atas roda kesayangannya sambil menikmati biscuit. Sungjin merengek saat Jiho oppa mengodanya dengan mengambil biscuit yang sedang ia nikmati. Aku hanya tersenyum geli melihatnya.

Aku kembali melirik kearah cucianku yang belum selesai. Aku menghela nafas lalu berjalan kearah sumur. Aku harus segera menyelesaikannya.

‘’Apa yang kau lakukan?.’’

“ Aku..tentu saja melanjutkan pekerjaanku.’’ Aku menatap Jiho oppa dengan alis berkerut.

‘’Bodoh.’’ Ia menyentil dahiku lalu.

‘’Keluar, biar aku yang melakukannya.’’ ia mulai menggulungkan lengan kemejanya.

‘’Aku masih bisa melakukannya oppa.’’ Aku masih bertahan di tempat. Tidak aku tak mau menyusahkan Jiho oppa terlalu banyak.

‘’Sudahlah.. cepat keluar.’’

‘’Oppa..YAKKK’’ aku kaget saat Jiho oppa mengangkat tubuhku lalu mendudukanku di atas bangku. Ia tersenyum jenaka.

 

‘’Duduk di sini Sungjin eomma. Jagalah Sungjin untuku. Bairkan aku yang menyelesaikanya.’’

*

*

*

Aku terus memperhatikan Jiho oppa dari bangku tempatku duduk, sesekali aku memberitahunya saat ia kelihatan kesulitan. Seorang karyawan perusahaan asuransi beralih profesi menjadi buruh cuci, aku tak hentinya tertawa geli saat melihatnya, Jiho oppa mengerutu tak suka saat aku mentertawakannya tapi itu semakin membuat aku terbahak. Terlebih Sungjin pun sepertinya ikut larut bersamaku untuk mentertawakan Jiho oppa.

‘’Daripada terus mentertawakanku seperti itu, lebih baik kau membuatkan aku makan siang.’’

‘’Mana bisa begitu, selesaikan dulu semua tugasmu. Baru kau mendapatkan jatah makan siangmu, oppa.’’

‘’Oh astaga! Kau benar-benar majikan yang pelit dan cerewet.’’

‘’Aku anggap itu sebuah pujiam.’’

‘’Baiklah Ahjumma aku akan menyelesaikan tugasku.’’

‘’Ya.. selsesaikan dengan cepat. Dan pastikan semua pakaian itu bersih tanpa noda tersisa.’’ Aku semakin terbahak saat melihat raut wajah Jiho oppa yang semakin mengerutu tak suka di tambah ia memangutkan bibirnya. Sambil terus terkekeh geli aku beranjak dari duduku berjalan kearah Sungjin lalu mengendongnya.

aku berjalan kearah dapur, kemudian aku membuka kulkas berukuran kecil mencari-cari bahan makanan yang bisa aku masak untuk sarapan pagi kami, sebenarnya aku tak yakin menyebutnya sarapan pagi karna jam sudah menunjukan pukul sebelas siang.

Aku mengambil empat lobak dan sebungkus tofu. Setidaknya ini cukup untuk makan siangku dan Jiho oppa. Sebelumnya aku sudah membuatkan bubur untuk Sungjin. Setelah semua bahan dirasa sudah cukup aku mulai bergelut membuat masakan untuk sarapan kami.

*

*

*

Aku terus menagaduk sup lobak dan tofu di dalam panci, sesekali aku mencicipi rasa masakanku. Setelah dirasa cukup aku mematikan kompor. Berjalan kearah ricecoockers lalu mulai mengambilkan nasi untukku dan Jiho oppa kedalam mangkuk. Aku berjalan kearah rak piring dan mengambil mangkuk berukuran besar untuk menuangkan sup. Sungjin kegirangan dalam gendonganku.

‘’Kau harus menunggu sampai kau tumbuh sedikit besar untuk mencicipi masakan eomma sayang.’’ Aku terkekeh saat melihat Sungjin terus mengangkat tangannya untuk meraih mangkuk berisi sup.

‘’Itu panas sayang.’’ Aku menjauhkan posisi Sungjin, lalu mulai menata masakanku diatas nampan dan segera membawanya keluar untuk aku hidangkan pada Jiho oppa. Pria itu pasti sudah sangat kelaparan.

***

‘’Oppa ayo kita makan.’’ Aku berteriak girang sambil membawa nampan di tanganku. Tapi senyum ceriaku seketika memudar saat melihat seseorang yang sedang berhadapan dengan Jiho oppa. Tubuhku seketika mengigil hanya melihatnya saja. Pria itu berdiri dengan gagah dan angkuh dihadapan Jiho oppa, penampilannya sangat mencolok, seolah mencerminkan siapa dirinya. Kacamata hitam super mahal yang ia kenakan membuat penampilan dan keangkuhannya semakin sempurna.

*

*

*

Kyuhyun terus berdiri sambil mengamati pria di hadapanya di balik kacamata hitam yang ia kenakan. Siapa pria ini? Batin Kyuhyun. Tapi bukan itu tujuannya datang kemari, ia ingin menemui putranya. Kyuhyun melepas kacamatanya.

’Oppa.’’ Kyuhyun menoleh saat suara yang tak asing lagi memanggilnya. Nara sedang berdiri tak jauh darinya sambil membawa nampan berisikan makanan dengan Sungjin di gendongan punggungnya.

‘’Oppa makanananya sudah siap.’’ Dengan secepat kilat Kyuhyun menoleh kearah pria yang masih berdiri dengan wajah bingung di hadapannya. Tidak, Nara bukan memanggilnya tapi memanggil pria yang berdiri tak jauh darinya. Dan entah mengapa ia merasa kesal dan tak terima.

‘’Ah nde. Aku pun sudah selesai.’’ Pria itu mengekori Nara yang berjalan kearah bangku. Kyuhyun mengeram menahan kesal karna dirinya tak di anggap di sana.

‘’Tuan Cho, apa kau ingin bergabung bersama kami?.’’ Nara bertanya sambil menata makanan di atas meja kecil berusaha tak menoleh pada Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun berdiri sambil berkacak pingangnya dan mengeraskan rahangnya.

‘’Kau pikir aku sudi?.’’ Ucap Kyuhyun tajam. Jiho yang hendak menyuapkan sup kedalam mulutnya seketika berhenti. Jiho menatap Nara yang sedang tertunduk sambil menghela nafas lelah. Lalu pandangan mereka bertemu. Lewat tatapanya Jiho seolah bertanya siapa gerangan pria berprirangi buruk itu?

‘’Baiklah, aku tak memaksa.’’

‘’Berikan putraku. Aku ingin menggendongnya.’’ Jiho secepat kilat menoleh kearah Kyuhyun saat ia terusik oleh kalimat Kyuhyun. Putraku? Jadi ia ayah dari Sungjin dan suami dari Nara? Itulah yang ada di benak Jiho saat ini.

Nara beranjak dari duduknya sambil membawa Sungjin dan menghampiri Kyuhyun. Sungjin sudah berteriak kegirangan sambil mengangkat tangannya ke udara. Bayi itu seolah tak sabar ingin berada di pelukan ayahnya. Dan hal itu membuat Kyuhyun meluluh seketika, pria kejam itu tersenyum tipis menanti dengan tak sabar bayi mungilnya. Ia terlalu gengsi jika harus menunujukan rasa bahagia di depan Nara.

‘’Sungie sayang, kau bermain bersama appa eoh?.’’ Sungjin tak menjawab ia langsung mengerak-gerakan tubuhnya tak sabaran di dalam gendongan Nara. Kyuhyun dengan cekatan mengambil Sungjin, tanpa disadarinya Nara tersenyum lembut melihat kebersamaan ayah dan anak tersebut. Hatinya menghangat saat melihat tawa ceria bayinya saat bersama Kyuhyun.

‘’Cih, mengapa kau tersenyum seperti itu. menjijikan.’’ Kyuhyun menatap Nara tak suka, Nara terkesiap lalu tertunduk menahan malu dan juga..sedih.

‘’Kau tak akan membawanya kemana-mana bukan?.’’ Kyuhyun mengeram menghentikan kegiatan membelai pipi Sungjin lalu menatap Nara tajam.

‘’Tak usah mengaturku. Pergi sana.’’

*

*

*

‘’Sepertinya aku sudah harus pergi.’’ Jiho sedang memakai sepatunya diikuti Nara di belakangnya.

‘’Hmm.. sepertinya perkerjaanmu sedang menumpuk.’’

‘’Yaa dan itu sangat melelahkan, kau tau.’’

‘’Hahaha kau harus tetap semangat dan jaga kesehatanmu.’’

‘’Laksanakan.’’ Jiho mengerakan tangannya memberi hormat pada Nara. Nara terkekeh sambil meninju lengan Jiho dan Jiho mengaduh kesakitan di buat-buat.

‘’Sudahlah kau terlihat sangat jelek saat meringis seperti itu oppa. Ini untukmu, aku sudah menghangatkanya tadi, anggap saja ini bekal makan siangmu.’’ Nara memberikan termos berisi sup lobak dan tofu yang tadi ia buat pada Jiho.

‘’Aku akan memakannya. Aku pergi.’’ Jiho berjalan diikuti Nara di belakangnya.

‘’Ah Sungjin-ah. Daddy pergi berkerja dulu ne.’’ Jiho menghampiri Sungjin yang sedang duduk di atas pangkuan Kyuhyun sambil memegang sebuah Tab keluaran terbaru. Kyuhyun menatap Jiho tak suka saat pria itu memanggil dirinya daddy untuk bayinya. Sungjin tertawa girang sambil menunjukan Tab itu pada Jiho.

‘’Wah kau punya mainan baru sayang.’’ Jiho hendak mengelus rambut Sungjin tapi gerakan tanganya terhenti saat Kyuhyun mencekalnya. Kyuhyun menatap Jiho tak suka.

‘’Baiklah sepertinya aku harus pergi.’’ Jiho tertawa cangung sambil mengaruk tengkuknya.

‘’Oppa, jangan kau ambil hati perlakuanya.’’ Nara berbisik pada Jiho saat mereka berjalan beriringan menuju tangga.

’Nde. Dan kau masih berhutang penjelasan padaku.’’ Nara hanya menganggukan kepalanya dengan tersenyum tipis untuk menanggapinya.

*

*

*

Nara terus mengangkat jemuran yang sudah kering dan memasukanya kedalam keranjang. Sesekali ia menoleh saat tawa Sungjin mengelegar. Bayi itu sangat menikmati kebersamaannya dengan Kyuhyun, mereka sedang asik mengamati sesuatu di dalam Tab dengan begitu serius lalu di selingi tawa riang Sungjin dan Kyuhyun.

Nara berjalan kearah bangku di mana Sungjin dan Kyuhyun berada. Nara menyimpan keranjang jemurannya di atas bangku, Kyuhyun yang melihat itu hanya melirik Nara sekilas lalu kembali bermain bersama Sungjin. Sambil melipat pakaian Nara sesekali mencondongkan badannya ingin melihat sebenarnya apa yang sedang di lihat oleh Sungjin dan Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh karna merasa terusik, Nara dibuat gelagaapan dan gugup saat Kyuhyun menatapnya tajam. Saat Kyuhyun kembali bermain dengan Sungjin Nara kembali mencondongkan tubuhnya dan kali ini Nara terlonjak kaget karna secepat kilat Kyuhyun telah kembali menoleh kearahnya.

‘’Sedang apa kau disini?.’’

‘’Aku..tentu saja aku sedang melipat pakaian.’’ Ucap Nara gugup lalu mulai melipat pakaian dengan tangan bergetar.

‘’Cari tempat lain. Kau mengganggu kami.’’

‘’Aku biasa melakukan ini disini.’’

‘’Kau..berani melawanku rupanya.’’ Kyuhyun mulai meninggikan suaranya.

‘’Tidak.. Ak_.’’

‘’Menjauh dariku.’’ Kyuhyun menendang pakaian yang sudah Nara lipat hingga pakaian-pakaian itu kembali berantakan. Nara tercengang dengan bola mata yang semakin membulat. Ingin rasanya gadis itu melawan tapi ia tak punya keberanian sebanyak itu untuk melawan Kyuhyun yang sangat mngerikan jika sedang di selimuti amarah, terlebih luka yang di buat Kyuhyun kemarin saja masih belum sembuh dan terasa luar biasa sakitnya. Dengan melemaskan bahunya Nara mengalah dan berjalan sambil membawa keranjang pakaian kedalam rumah. Biar ia menyelesaikan pekerjaanya di dalam.

*

*

*

Setelah perjanjian itu di buat, Nara mencoba melapangkan hatinya untuk membiarkan Kyuhyun turut serta dalam membersarkan Sungjin. Sejauh yang Nara lihat Kyuhyun berperan sebagai ayah yang sangat baik untuk Sungjin. Pria itu menyayangi Sungjin setulus hati Nara bisa melihatnya. Kyuhyun selalu memberikan Sungjin dengan berbagai mainan yang harganya pasti sangat mahal. Nara sadar ia tak akan mampu memberikan mainan-mainan mahal dan modern pada putranya jika hanya bergantung pada hasil mencucinya.

Tapi yang membuat Nara sedikit tidak nyaman adalah Kyuhyun selalu datang berkunjung ke rumah atapnya hampir setiap hari. Harusnya Nara bisa bersikap dengan tegas akan hal ini, tapi apa daya mulut berbisa Kyuhyun selalu membuatnya bungkam saat ia ingin mengutarakan pendapatnya.

‘’kau hampir setiap hari datang kemari. Jika tetangga melih_’’

‘’Apa masalahmu? Aku ingin menemui putraku. Jangan bilang kau ingin memisahkan aku dengan putraku lagi? Sialan kau jika benar itu niat mu. Dan apa kau melarangku datang kemari! Lihat saja aku akan membeli tempat ini dan akan mengusirmu dari sini!!.’’

Dan sikap tak bersahabat Kyuhyun pada Jiho yang membuat Nara semakin merasa tak enak hati pada Jiho. Kyuhyun bertingkah seolah ia dan Jiho sedang berkompetensi untuk merebut perhatian Sungjin.

‘’Sungjin-ah daddy membawakanmu mainan.’’ Jiho memberikan sebuah mobil mainan beremote control pada Sungjin. Sungjin memang bayi pintar dan pandai memikat hati orang, ia langsung bersorak riang membuat Jiho dan Nara tersenyum ceria melihatnya. Tapi tidak dengan aura gelap yang di pancarkan oleh Kyuhyun. Dengan serampangan Kyuhyun mengambil ponsel pintarnya lalu meghubungi seseorang.

‘’Bawakan aku miniatur helicopter. Sekarang!.’’ Bentak Kyuhyun pada seseorang diujung telepon yang membuat Nara dan Jiho terheran lalu saling menatap dan terkekeh melihat sikap kekankan Kyuhyun.

Bukan pada Jiho saja Kyuhyun merasa berkompetensi. Pada Nara saja Kyuhyun mengangap bahwa gadis itu adalah saingan terberatnya. Tentu saja walaupun Sungjin selalu bermain dan menyukainya tetap saja bayi itu masih sangat tergantung pada Nara. Kyuhyun sebal jika saat dirinya bermain bersama Sungjin, bayi itu merengek pada ibunya.

Nara bersyukur Kyuhyun tak pernah lagi bertrindak kasar padanya. Ya walaupun mulut berbisa pria itu selalu meracuni dirinya tapi itu tak terlalu masalah baginya. Tapi dalam hatinya Nara masih menyimpan kegelisahan luar biasa, ia masih di hantui rasa takut jika sewaktu-waktu Kyuhyun mengambil Sungjin dari pelukannya. Sungguh ia sangat takut dan gelisah jika mengingat hal itu.

*

*

*

Kyuhyun POV

‘’Kau pikir putraku hewan, kau beri makanan hijau seperti itu.’’ aku menatap dengan tajam berbagai sayuran hijau laknat yang sedang gadis itu belender. Ia berniat meracuni putraku. Aku yakin putraku yang padat berisi itu tak akan menyukai sayuran hijau itu seperti aku.

‘’Tentu saja Sungjin-ku akan menyukai masakan ini. Ini sehat untuk pertumbuhannya. Dan lihat apa yang akan kau berikan pada Sungjin-ku, tuan?. Kau menyebutnya apa makanan berprotein kualitas luar negri. Oh tidak tuan, Sungjin-ku tak perlu makanan seperti itu. ia hanya perlu makanan sehat dan bergizi yang di buat dengan penuh kasih sayang oleh ibunya.’’

Jinjja!! Lihat senyum manis di akhir kalimat yang gadis sialan ini lontarkan. Dia seolah mengolokku. Kurang ajar sekali, setelah Sungjin bertambah besar kompetensi diantara kami semakin memanas. Seperti saat ini, gigi Sungjin mulai tumbuh itu tandanya bayi itu mulai bisa memakan makanan yang lebih padat, dan kami berkompetensi mencari makanan bernutrisi yang terbaik untuk putra kami. Tunggu, Kami?

Aku berkonsultasi pada alhi gizi terpercaya di Amerika, aku bertanya mengenai banyak hal tentang nutrisi yang baik untuk bayi seusia Sungjin di sana. Tentu saja apa yang aku lakukan ini semua hanya untuk putraku tercinta. Dan apa yang gadis itu lakukan? Cih dia meracik berbagai ramuan hijau itu, ia bilang itu adalah resep yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Kita lihat saja Sungjin pasti lebih menyukai makanan pilihanku.

‘’Sungjin sayang.. Lihat eomma nak.’’ Gadis itu mengangkat sendok ke udara dan membuat suara pesawat untuk menarik perhatian Sungjin tapi lihat putraku tak menghiraukannya dan tetap asik memainkan mainan karet berbentuk bebek di atas kursi roda. Aku menyeringai puas. Dan sekarang giliranku.

‘’Boy.. lihat appa membawakan makanan mahal, lezat dan bernutrisi untukmu. Kau pasti suka.. aaaaa..’’

‘’Ptthh..’’ aku menoleh dengan tatapan tajam pada gadis saat ia mencoba menahan tawanya.

‘’Sungjiku tak perlu makanan mahal Tuan.’’ Ia mencemoohku lalu kembali menyodorkan sendok berisi ramuan mengerikan itu pada Sungjin. Tentu saja aku tak mau kalah, akupun melakukan hal yang sama.

‘’Ayo sayang.. aaa.’’

‘’Boy..ini makanan terbaik untukmu.’’

‘’Sungie ini makanan sehat dan kaya akan vitamin. Bagus untuk tumbuh kembangmu..’’

‘’Boy ini makanan lezat.. kau harus makan ini. Ini tak seperti makanan hewan kau pasti akan suka.’’

‘’Aaaaa..’’

‘’Aaaaaa.’’ Kami terus bersaing menarik perhatian Sungjin untuk memilih makanan yang kami berikan padanya. Tapi sepertinya putraku sama sekali tak tertarik pada makanan yang kami suguhkan padanya.

‘’SAYANG!!.’’

‘’BOY!!.’’

Mata kami berdua terbelalak kaget saat Sungjin lebih memilih mengambil buah pisang yang ada di hadapannya dibandingkan dengan makanan yang kami suguhkan. Lalu bayi itu terkekeh seolah sedang mengolok kami.

‘’Sayang kau membuat eomma sedih.’’ Lirih gadis itu, aku menatap nanar bubur bergizi dari Amerika di tanganku.

‘’Tentu saja dia tidak mau memakan makananmu, lihat saja bentuknya. Mengerikan.’’ Gadis itu mengikuti arah pandanganku pada mangkuk berisi ramuan mengerikan yang ia buat tadi.

‘’Benarkah?.’’ Lirih gadis itu sambil menyendok ramuan mengerikan itu lalu mencicipinya. Aku memicingkan mataku mengamati perubahan wajah gadis itu. ia mengedipkan matanya seolah sedang meresapi rasa ramuan itu. dan..

‘’Uhukk..uhukk.. astaga ini sangat pahit!!.’’ Gadis itu kelabakan mencari air untuk mengurangi rasa pahit yang ia rasa. Aku hanya tertawa meremehkan. Sudah kuduga bahwa ramuan itu bak racun yang hanya akan membahayakan putraku. Lihat dia sekarang seperti senjata makan tuan.

‘’Oh astaga! Harusnya aku menambahkan sedikit madu.’’

‘’Sudahlah itu tak akan pernah berhasil. Jangan meracik makanan hewan lagi untuk putraku.’’ Perintahku pada gadis itu. ia menatap ku tak terima. Ia membanting gelas yang tadi ia gunakan untuk minum.

‘’Kau pikir Sungjin akan suka makanan yang katamu bergizi itu?.’’

‘’Tentu saja!!.’’

‘’Buktinya Sungjin sama tak mau memakan makanan itu?!!.’’

‘’Aku yakin rasanya tak jauh berbeda dengan masakanku.’’

‘’Jangan samakan ini dengan masakan sampahmu.’’ Aku tak terima ia membandingkan bubur kualitas luar negri ini dengan makanan hewan miliknya itu. dengan emosi yang tersulut aku menyendok bubur di dalam mangkuk yang masih aku pegang. Satu suapan besar aku masukan ke dalam mulutku.

Aku terdiam, mencoba meresapi rasa makanan ini. Rasanya hambar dan membuatku ingin…..

‘’HOEEKKK~ astaga apa yang ahli gizi itu masukan kedalam bubur ini?!!’’

‘’Huh! Kau lihat bukan. Bubur itu pun sama mengerikannya!!.’’

‘’Diam kau!.’’

Lalu hanya tawa Sungjin yang terdengar di akhir perdebatan kami.

*

*

*

‘’Sungjin kemari sayang!!!.’’ Gadis itu melambai-lambaikan boneka karekter nemo pada Sungjin yang sedang duduk di ujung sana. Sedangkan aku duduk di samping gadis itu sambil memainkan mobil-mobilan mahal berkarakter Roy untuk menarik perhatian Sungjin.

‘’Boy! Kemari.. lihat ada mainan mahal untukmu.’’

Kami kembali bertarung. Kali ini kami berlomba untuk menarik perhatian Sungjin di ujung sana untuk mencoba belajar berjalan dan kami memancing anak itu dengan mainan-mainan kesukaanya. Ya di usianya yang menginjak Sebelas bulan putraku belum menunjukan tanda-tanda bisa berjalan yang ia lakukan hanya merangkak kesana kemari.

Kami terus berteriak dan mencoba menarik perhatiannya dengan benda-benda yang kami yakini bisa menarik perhatian Sungjin.

‘’Kali ini aku pasti akan menang, tuan.’’

‘’Cih.. kau pikir Purtaku pria macam apa menyukai boneka seperti itu.’’

‘’Sungie.. Sayang.. Kemari..’’

‘’Hey boy!! Jagoan appa.. lihat Roy disini..’’

Sungjin tak berkutik di ujung sana. Ia tetap asik memainkan selimut yang sedari tadi ada di dekatnya. Lalu putraku merangkak kearah dinding. Dengan perlahan ia mencoba berdiri dengan kedua tangannya. Aku membulatkan mataku takjub melihat tingkah cerdas putraku. Ia mulai berjalan dengan perlahan menyusuri dinding.

‘’Astaga!! Sungjinku sangat pintar.’’ Reaksi gadis itu tak jauh berbeda denganku yang sama-sama takjub, bangga dan luar biasa terharu melihat tumbuh kembang putra kami. Tunggu, kami?

BUGGHH

‘’SAYANG!!!’’

‘’BOY!!.’’

Secepat kilat kami melempar barang-barang yang kami pegang dan berlari menghampiri putra kami yang terjatuh ke atas lantai. dengan sigap gadis itu mengendong Sungjin yang menangis histeris. Gadis itu mengelus-elus kepala putraku yang tadi terbentur lantai, tak keras memang tapi tetap saja ia seorang bayi.

Aku ikut mengelus pungung mungil putraku untuk menenangkan. Aku sedikit menekuk lututku untuk menyamakan tinggi gadis itu yang sedang mengendong putraku. Aku mulai beraksi untuk membuat putraku tenang. Tapi itu sama sekali tak berpengaruh, bahkan tangisanya semakin kencang. Astaga tangisanya begitu kencang telingaku sampai berdenging mendengarnya.

’Boy!! Jangan menangis eoh?..’’

‘’Jagoan eomma kuat..’’

‘’Biar aku yang mengendongnya.’’ saat aku hendak mengambil tubuh mungil Putraku, putraku menengelamkan kepalanya di dada gadis itu.

‘’Sepertinya Sungjin ingin menyusu?.’’

‘’Kalau begitu cepat kau beri dia susu.’’

‘’Hmm.’’ Ia berjalan kedalam lalu aku mengikutinya dari belakang. Saat ia hendak duduk di atas futon ia tersentak saat melihatku berada di belakangnya.

‘’Apa yang kau lakukan di sini?.’’

‘’Tentu saja menemani putraku.’’

‘’Tunggu di luar.’’

‘’Apa? Tidak mau. Kau tak dengar aku ingin menemani putraku.’’

‘’Tapi kau harus tunggu di luar.’’

‘’Aku tidak mau.’’ Aku menenkan setiap kata yang aku ucapkan.

‘’Tapi kau harus tunggu di luar, tuan!.’’

‘’Kau ini berlebihan sekali, apa masalahnya memberikan susu untuk putraku dengan aku berada di dalamnya?.’’

‘’Tentu saja! Karna aku ingin memberikanya ASI.’’ Gadis itu menundukan wajahnya yang seketika merona. Dan akupun seketika diam dan mencerna kalimatnya barusan. Oh astaga bodohnya aku..aku lupa bahwa putraku masih memengkonsumsi ASI. Dan suasana berubah menjadi canggung. Gadis itu masih menunuduk dan tak berani melirik kearahku.

‘’Kalau begitu.. kau menghadap kebelakang memungungiku. Apa susahnya!.’’ Ucapku terbata.

‘’Tap__.’’

‘’Kau ini banyak bicara! Cepat putraku sudah sangat lapar!.’’ Gadis itu mengurungkan niatnya saat hendak membuka suara ketika melihatku menatap garang padanya.

Dengan gerakan kaku ia memutar badannya memunggungiku. Aku melihat kesekitarku mencari tempat untuk duduk. Lalu aku berjalan kearah lemari kayu dan kemudian duduk bersandar di sana. Gadis itu menoleh kebelakang melirik ku takut-takut.

‘’Tak usah pedulikan aku.’’ Ucapku datar. Gadis itu mengangguk samar, lalu tanganya bergerak seperti sedang membuka kancing teratas dress yang ia gunakan. Bagian lengan dress itu terjatuh sampai batas lengan atasnya. gadis itu membuat gerakan yang semakin membuat bagian itu terjatuh dan membuat kulit putih mulus pungung mungilnya terlihat jelas olehku. Aku seketika sulit menelan ludahku, nafasku seolah tertahan di perut. Ada apa dengan diriku?.

Selang beberapa lama tangis dan cegukan Sungjin tak terdengar lagi. Sepertinya putraku sedang menikmati ASI yang di berikan gadis itu. aku tersenyum hangat. Kembali aku pandangi gadis yang sedang memunggungiku di depan sana. Tubuhnya bergerak pelan kenana dan kekiri seperti sedang mengayun tubuh mungil putraku di pangkuannya. Sesekali tangan kanannya yang menggangur mengusap kelapa dan menepuk-nepuk bokong putraku dengan sayang.

Sinar matahari senja yang terpantul dari jendela membuat pemandangan di hadapanku semakin indah dan membuat hatiku hangat.

*

*

*

Nara mengecup dahi Sungjin dengan sayang lalu mengelusnya dengan lembut. Bayi itu tertidur pulas setelah merasa kenyang. Nara mengancingkan kembali pakaiannya. Ia sedikit merasa kesemutan di kakinya saat hendak bangkit. Ia mengeserkan tubuhnya lalu tangan kananya meraih bantal dan menyimpan di atas futon. Lalu dengan perlahan ia membaringkan tubuh mungil Sungjin di atasnya lalu menyelimutinya.

Saat Nara berbalik ia sedikit terkejut melihat tubuh besar yang terduduk sambil sesekali menjaga keseimbangan. Kyuhyun tertidur sambil bersandar pada lemari, sesekali tubuh pria itu hampir terjatuh. Nara tersenyum geli lalu berjalan dengan perlahan kea rah Kyuhyun.

‘’Tuan..’’ Nara mencoba memanggil Kyuhyun, tapi sepertinya tidur Kyuhyun terlalu lelap. Nara mengumpulkan keberanianya untuk menepuk bahu tegap Kyuhyun.

‘’Tuan..’’

‘’Tu_.’’ Tubuh Nara terlonjak kebelakang saat dengan tiba-tiba Kyuhyun membuka matanya. Kyuhyun mengerjapkan matanya lalu saat matanya menangkap sosok mungil di hadapnya ia kembali bersikap seperti biasa. Memasang wajah angkuh dan dingin.

‘’Putraku?.’’

‘’Sungjin sedang tertidur.’’ Nara bangkit lalu mulai berjalan kearah luar, hari menjelang malam ia lupa untuk mengangkat jemurannya. Saat Nara sudah keluar Kyuhyun merangkak kearah putranya yang sedang tertidur pulas di atas futon. Kyuhyun memandangi Sungjin dengan tersenyum cerah. Hatinya menghangat hanya dengan melihatnya. Beban pikiran yang ia pikul seolah hilang saat melihat putranya tertidur dengan damai dan mengemaskan. Kyuhyun memainkan jari telunjuknya pada bibir mungil Sungjin.

***

Nara sedang sibuk dengan segunung pakaian yang sedang ia setrika. Saat Sungjin tertidur itu berarti kesempatan bagi Nara untuk menyetrika. Karna juka bayi itu terjaga pasti akan sangat sulit baginya menangani Sungjin sambil menyelesaikan pekerjaanya itu. terlebih Nara harus sangat berhati-hati saat menyetrika pakaian para pelanggannya.

Kakinya sudah pegal karna terlalu lama berdiri, bahunya terasa semakin tegang karna terlalu lama menyetrika. Diliriknya keranjang berisi pakaian hanya tinggal beberapa pakaian lagi pekerjaanya akan selesai. Dengan semangat Nara kembali melanjutkan pekerjaanya yang hampir selesai. Saat Nara sedang menyetrika pakaian terakhir pendengaranya terusik lalu ia menoleh kearah belakang.

‘’Kau sudah bangun?’’ Kyuhyun duduk diatas futon dengan kemeja yang kusut di tambah mata yang sembab khas orang bangun tidur. Pria itu melirik kearah jam di tanganya. Pukul delapan malam.

‘’Berapa lama aku tidur?.’’

‘’Aku rasa tiga jam.’’ Nara berjalan kearah stopcontac lalu mencabut kabel strika dan mulai membereskan peralatan kerjanya dan menyimpan di sudut ruangan.

KRUKK KRUKK

Gerakan tangan Nara terhenti saat mendengar suara yang sepertinya berasal dari dalam perut. Ia memang lapar.. tapi ia yakin bukan isi perutnya yang meronta. Saat Nara teringat sesorang yang berada di belakangnya Nara tersenyum geli.

‘’Kau lapar?.’’

‘’Tidak.’’

‘’Begitu. Tadinya jika kau lapar aku akan membuatkan makanan.’’

‘’Aku tak sudi.’’

‘’Baiklah.’’

*

*

*

Nara mengigit ujung sumpit besi miliknya dengan pasrah. Sesekali ia meneguk ludahnya dan mengelus-elus perutnya. Di hadapanya Kyuhyun sedang melahap ramen buatanya dengan lahap tanpa sedikitpun memberikan jeda pada Nara untuk mengambil ramen di dalam panci itu. Kyuhyun yang berkuasa di sana.

Nara menyuapkan kimci lobak kemulutnya lalu saat tangannya hendak mengambil ramen di dalam panci sumpit di tangan Kyuhyun menghadang sumpit miliknya. Saat Nara menatap Kyuhyun pria itu sedang menatapnya dengan tatapan mengancam. Dengan perlahan Nara menyimpan sumpitnya lalu menghembuskan nafas kesal, ia juga lapar tapi ayah dari putranya itu sepertinya jauh lebih kelaparan. Kyuhyun menyimpan sumpit di atas meja dengan tak sabar lalu meraih panci dan meneguk kuah Ramen yang tersisa.

‘’AKHH~.’’

Setelah habis tak tersisa Kyuhyun meletakan kembali panci berwarna emas itu keatas meja. Nara mengigit bibirnya dengan tatapan sendu saat melihat isi panci itu benar-benar bersih dan tak ada sisa. Kyuhyun benar-benar tak menyisakan sedikitpun untuknya.

‘’Apa kau masih ada makanan seperti ini lagi?.’’ Nara mengeleng lemah.

‘’Itu yang terakhir.’’ Lirihnya

*

*

*

Nara POV

Aku dan putraku sedang memandangi salju yang turun dari balik jendela. Sungjin Nampak antusias saat melihat salju untuk pertama kali dalam hidupnya. Ya musim dingin telah tiba, tak seperti yang aku takutkan ternyata aku memiliki tabungan yang cukup untuk mencukupi kebutuhan kami selama beberapa minggu kedepan. Setelah itu aku akan mencari pekerjaan yang layak dan bisa membawa Sungjin saat berkerja.

Sebenarnya Kyuhyun oppa sudah memberikan uang yang cukup terlampau banyak aku rasa untuk Sungjin. Ya aku akan menggunakan uang itu untuk membeli kebutuhan Sungjin. Hanya Sungjin. Aku tak mau memakan uang pria itu sepeser pun, bukan aku tak sudi tapi pria itu yang tak sudi aku memakai uangnya. Aku cukup tau diri untuk hal itu.

TOK TOK TOK

Aku menoleh kearah pintu, siapa yang bertamu? Bukankah Kyuhyun oppa sedang berada diluar kota? Dengan membawa Sungjin dalam gendonganku aku berjalan kearah pintu membukanya dengan perlahan.

‘’Astaga ini sangat dingin. Mengapa lama sekali membuka pintunya?!!.’’

‘’Oppa!! Oh astaga maafkan aku. Ayo cepat masuk.’’ Ternyata itu Jiho oppa.

‘’Aku membawa banyak bahan makanan. Kau masakan untukku ya..’’

‘’Baik.. tapi jaga pangeranku selama aku menjalankan tugas ini. Bagaimana?.’’

‘’Dengan senang hati.’’

*

*

*

Aku sibuk memasak di dapur, sesekali aku menoleh kearah ruang tengah saat tawa riang Sungjin menggelegar. Aku tersenyum geli saat melihat tingkah konyol Jiho oppa yang sedang bercanda dengan Sungjin. Jiho oppa pria baik dan mapan akan sangat beruntung wanita yang akan menjadi istrinya kelak.

‘’Ah.. rumput laut?.’’ Aku mengerutkan dahiku saat melihat empat bungkus rumput laut di dalam kantung pelastik yang di bawa Jiho oppa tadi. Sebenarnya dalam rangka apa ia membawa berbagai macam bahan makanan sebanyak ini. Terlebih kami berdua tak mungkin bisa menghabisi makanan sebanyak ini. Jangan hitung Sungjinku ia masih terlalu kecil.

Aku kembali melanjutkan pekerjaan. Aku memotong daging dan sayuran untuk membuat Japchae kemudian aku meracik bumbu dan memasak semua bahan yang sudah aku siapkan. Sambil menunggu aku kembali memotong tahu putih dan rumput laut, untuk membuat Miyeok Guk.

‘’Astaga! Ia membeli banyak sekali daging sapi Korea. Apa ia tidak tau harga daging sapi Korea sangat mahal saat ini.’’ Aku semakin mengerutu saat ternyata di dalam kantung pelastik masih ada dua bungkus daging sapi Korea.

’Yakk oppa! Berhematlah!!.’’aku berteriak sambil mengangkat dua bungkus daging sapi Korea itu kearah Jiho oppa. Sedangkan ia hanya terkekeh, aku mendengus sebal melihatnya.

‘’Simpan saja untuk persedian kalian.’’

‘’Kau selalu begitu.’’ Aku menghentakan kakiku kesal lalu berjalan kearah dapur. Baiklah aku akan membuat bola-bola daging untukmya. Jadi ia bisa menyimpanya untuk persedian makanan. Aku mulai mengambil pisau berukuran besar, sebelum memulai memotong daging aku mencuci daging itu terlebih dahulu, setelah di rasa bersih aku memulai memotong daging menjadi ukuran yang lebih kecil setelah itu aku mencincang daging hingga bertekstur lembut.

TOK TOK TOK

‘’Biar aku yang buka!!.’’

‘’Hmmm.’’ Aku bergumam pelan sambil meniup sup rumput laut yang hendak aku cicipi.

*

*

*

Kedua pria dewasa itu berdiri berhadapan sambil melayangkan tatapan tajam satu sama lain. Kyuhyun menatap Jiho yang berdiri diambang pintu dengan tatapan membunuhnya. Pria itu sangat tak suka Jiho sering berkunjung ke rumah atap milik Nara. Sedangkan Jiho mentap Kyuhyun dengan geram, Ya, Jiho sudah mendengar semuanya dari Nara tentang siapa pria ini? Dan semua perlakukan kejam Pria ini pada Nara. Rasanya Jiho ingin melayangkan tinjunya pada Kyuhyun jika mengingkat cerita perlakuan kejam Kyuhyun pada Nara.

Kemudian Kyuhyun mengamati Jiho dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia memicingkan matanya saat merasa tak asing dengan jam tangan yang Jiho kenakan, itu seperti jam tangan dengan Brand Omega seperti yang ia punya. Lalu tatapan matanya kembali beralih pada jas berwarna biru Navy itu seperti jas keluaran Oscar De La Renta musim panas lalu dan lagi percis seperti miliknya. Lalu kembali ia terheran saat melihat sepatu yang di simpan di rak sepatu dekat pintu, ia yakin itu sepatu Jiho, tapi mengapa sangat mirip denga sepatu New & Lingwood Russian Calf Shoes salah satu koleksi sepatu mahal kesayangannya.

Terlaru larut dengan pikiran masing-masing sehingga mereka tak menyadari adanya bayi mungil yang ternyata sedang merangkak berjalan kearah mereka. Sungjin berteriak girang sambil meraangkak tak sabaran kearah Kyuhyun. Radar bayi mengemaskan itu sangat kuat pada ayahnya.

Kyuhyun memutuskan kontak mata dengan Jiho lalu menundukan kepalanya melihat tingkah mengemaskan Sungjin. Ia berjongkok dan meraih Sungjin dalam gendongannya.

‘’Boy!! Appa sangat merindukanmu!!.’’ Kyuhyun menciumi pipi gempal Sungjin hingga Sungjin tertawa girang karna kegelian. Jiho menatap adegan manis di depanya dengan aura yang berbeda. Amarah, dendam dan cemburu menjadi satu di balik tatapan tajamnya.

‘’Oppa siapa yang bertamu? Eoh~ Sungjin appa..’’ Nara berdiri di ambang pintu dapur dengan celemek dan spatula yang ia pegang.

‘’Masuklah di luar dingin..’’ tanpa kata Kyuhyun masuk kedalam melewati Jiho yang terdiam di ambang pintu dengan tangannya yang masih memegang handel pintu.

*

*

*

‘’Cha~ makanan sudah siap.’’ Seru Nara riang dengan nampan besar di tangannya. Dengan cekatan gadis itu menata berbagai macam makanan di atas meja kecil. Kyuhyun dan Jiho duduk berhadapan dengan aura gelap yang masih menyelimuti. Seketika rengekan Sungjin mengusik pendengaran tiga orang dewasa di sana. Sungjin meronta dalam pangkuan Kyuhyun, bayi itu mengaruk wajahnya dengan kesal sambil mengangkat kedua tangannya kearah Nara.

‘’Sepertinya Sungjin mengantuk.’’ Dengan secepat kilat Nara berlari kearah dapur memlepaskan celemek yang ia gunakan dan mencuci tanganya. Sesekali ia berteriak menenangkan Sungjin yang semakin menangis.

’Aigooo… eomma datang sayang.’’ Nara berjalan dengan tergesa kearah Kyuhyun. Lalu meraih tubuh mungil Sungjin. Tubuhnya sedikit condong kedepan hingga membuat rambut hitam lebatnya terjuntai kebawah dan mengenai wajah Kyuhyun. Seketika Kyuhyun memejamkan matanya saat menghirup aroma wangi yang menguar dari rambut Nara. Darahnya seketika berdesir saat rambut sangat lembut Nara seolah membelai punggung tangan dan ujung hidungnya.

‘’Aku akan menidurkan Sungjin.. kalian lanjutkan saja, tak perlu menungguku.’’ Kyuhyun seolah kembali dari alam bawah sadarnya.

‘’Mau kemana kau?.’’Nara dan Jiho seketika tersentak oleh suara tinggi Kyuhyun.

‘’Aku akan menidurkan Sungjin.’’

‘’Dan memberinya ASI?.’’

‘’Hmm.’’ Nara menganguk dengan pelan tapi dengan raut wajah yang bingung. Mata tajam Kyuhyun langsung membidik kearah sudut ruangan dimana futon dan bantal tersimpan di sana. Matanya langsung membulat saat menyadari bahwa tidak ada sekat yang memisahkan antara ruangan itu dengan tempat dimana mereka sedang berkumpul saat ini.

‘’Lakukan di kamar mandi.’’ Perintah Kyuhyun tegas.

‘’Nde??.’’

‘’Aku bilang lakukan di kamar mandi!.’’

‘’Kau ini kenapa? Sudahlah Sungjin sudah sangat mengantuk.’’

’Ya..Ya.. Ya.. hei kau!.’’ Nara tak mengubris Kyuhyun ia melangkah kearah tempat mereka tidur. Kyuhyun hendak bangkit untuk menghentikan Nara. Nara menoleh kebelakang dengan tatapan sebal dan secepat kilat Nara menarik sebuah tirai panjang berwarna merah maroon. Kyuhyun berdiri dengan tatapan bodohnya saat melihat tirai yang Nara Tarik tadi.

‘’Apa yang kau takutkan, Tuan?.’’ Pertanyaan mengejek yang Jiho lontarkan padanya seolah membuatnya secepat kilat merubah raut wajah bodohnya. Ia menoleh kearah Jiho yang sedang menyeringai kearahnya sambil meneguk segelas soju. Kyuhyun mengepalkan tanganya menahan amarah hingga urat-urat tanganya mengetat.

***

‘’Apa supir dan ajudan mu ada disini?.’’

‘’Hmm. Mereka menunggu di bawah seperti biasa.’’

‘’Benarkah?. Kalau begitu Jiho oppa apa kita ajak saja mereka untuk bergabung?.’’

‘’Wah sepertinya menyenangkan!.’’

‘’Tunggu sebentar aku akan panggilkan mereka.’’

‘’Hei bodoh kau belum meminta izin padaku!.’’ Teriak Kyuhyun tapi kembali tak di gubris oleh Nara.

***

Alunan musik kalsik terdengar di dalam mobil mewah itu. pria yang sedang duduk dibalik kemudi sedang memejamkan matanya sambil menikmati alunan music. Sedangkan pria yang sedang duduk di kursi penumpang bagian depan sedang sibuk dengan Tab di tanganya sesekali ia menyeruput kopi.

TOK TOK TOK

Kedua pria itu terlonjak kaget saat kaca mobil di ketuk seseorang dari luar. Ki Joon segara mematikan layar Tab sedangkan Gong Ahjjussi menormalkan posisi duduknya dan mematikan music yang masih menyala. Ki Joon mengusap uap yang menutupi kaca mobil.

‘’Eoh~ Kau..’’ mereka membuka pintu masing-masing dan keluar menghampiri Nara yang sedang berdiri sambil tersenyum hangat.

‘’Ada apa Nyonya Cho?.’’ Tanya Gong ahjjushi ramah pada Nara. Senyum hangat di wajah Nara seketika berubah dengan senyuman getir.

‘’Itu.. Kami memiliki banyak makanan. Ikutlah bergabung bersama kami.’’

‘’Tak perlu repot. Nyonya’’ Ucap Ki Joon kaku tapi tetap dengan nada hormat pada Nara.

‘’Aku sedih mendegar kalimat penolakan.’’ Nara membuat wajahnya sesendu mungkin. Ki Joon dan Gong ahjjushi kelabakan melihatnya.

‘’Baiklah..baiklah Nyonya Cho kami akan ikut bergabung.’’ Ki Joon menoleh kearah Gong ahjjussi dengan tatapan horornya, dari tatapannya ia seolah mengingkatkan Gong ahjjussi tentang batasan dan tugas mereka.

‘’Benarkah!!.. kalau begitu ayo ikut aku.’’ Karna tak kuasa membantah akhirnya Ki Joon dan Gong ahjjusshi mengekori Nara dari belakang. Dan langkah mereka seketika berhenti saat Nara tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berbalik.

‘’Jangan panggil aku dengan itu..’’

’Nde??.’’

‘’Itu….’’

’Nde?.’’

‘’Nyonya Cho.’’ Cicit Nara dan dibalas dengan anggukan tak mengerti oleh Ki Joon dan Gong ahjjusshi.

‘’Karna jika Tuan Cho mendengarnya, kalian pasti dapat masalah. Jadi panggil aku dengan Oh Nara.. Nara.’’

*

*

*

‘’Wahh ini sangat lezat.. seperti di restoran-restoran Japchae..’’ seru Gong ahjjusshi memuji Nara. Nara tersipu sambil menyumpit daging berukuran besar dan menyimpanya keatas mangkuk nasi Gong ahjjusshi.

‘’Ah Gamsahamida.’’

‘’Saat musim dingin kita harus memiliki banyak energy. Jadi makan yang banyak Ahjjusshi.’’

‘’Nde.’’

‘’Ahh Ki Joon oppa kau juga harus banyak makan.’’ Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya saat hendak menyuap nasi saat indra pendegaranya mendengar Nara memanggil Ki Joon dengan embel-embel Oppa. Kyuhyun membidik Ki Joon yang sedang berada di depannya dengan tatapan tajam. Ki Joon yang menyadari tatapan itu seolah terbakar dan tersenyum dengan cangung saat Nara sedang menyumpitkan daging dan menyimpanya keatas mangkuk nasi miliknya.

‘’Rumput laut?.’’

’Nde..’’

‘’Apa ada pesta?.’’

‘’Sebenarnya bahan masakan ini Jiho oppa yang membelinya. Aku hanya memasaknya saja.’’ Kyuhyun seketika tersedak saat mendengar penjelasan Nara. Sontak hal itu membuat semua orang menoleh padanya dengan tatapan bingung. Nara dengan sigap memberikan segelas air padanya.

‘’Sebenarnya hari ini adalah hari ulangtahun ku.’’

‘’Wah benarkah??.’’ Semua yang berada disana terkecuali Kyuhyun kaget dengan penuturan Jiho. Jiho hanya bisa tersenyum geli.

‘’Selamat untukmu.’’ Ucap Gong ahjjusshi sambil menjabat tangan Jiho.

‘’Gamsahamida tuan.’’

‘’Selamat untukmu.’’ Susul Ki Joon.

‘’Oppa mengapa kau tak mengatakanya padaku?.’’

‘’Aku sudah mengatakannya tadi, bukan?.’’

‘’Tidak..maksudku jika kau memberitahu sebelumnya aku dan Sungjin akan menyiapkan hadiah untukmu.’’

‘’Anggap saja ini hadiah darimu.’’ Jiho menunjuk seluruh hidangan yang tersaji diatas meja.

‘’Oppa..’’

‘’Sudahlah.. yang terpenting bagiku, aku merayakan hari jadiku dengan keluargaku. Kau dan Sungjin.’’

‘’Ah dan teman-teman baruku.’’ Tatapan mata Jiho mengarah pada Ki Joon dan Gong ahjjusshi. Mereka hanya tersenyum dengan kikuk. Karna mereka menyadari tatapan dan aura mencekam yang terpancar dari tuan besar mereka.

*

*

*

‘’Ahjjusshi ini untuk mu. Dan Ki Joon oppa ini juga untukmu.’’ Nara memberikan ransel makanan pada Ki Joon dan Gong Ahjjusshi.

‘’Wah gamsahamida aku pasti akan memakanya dengan lahap. Masakanmu sungguh luar biasa lezat!!

‘’Dan Tuan Cho ini untukmu juga.’’ Nara menyodorkan satu lagi ransel makanan pada Kyuhyun.

‘’Simpan saja aku tak membutuhkanya.’’ Kyuhyun tak meliriknya sama sekali, pria itu langsung melangkah dan memasuki mobil.

‘’Kalau begitu ini untuk kalian saja. Aku mengisinya sedikit lebih banyak jadi kalian bisa saling membagi.’’

‘’Ah kau sungguh baik Nara-ya.’’ Nara tersenyum menangapinya.

TIN TIN TIN TIN TIN TIN

Mereka bertiga terlonjak kaget saat bunyi klakson mobil yang menyala.

‘’Sepertinya kalian harus cepat pergi.’’

’Nde.. kami pergi dulu.’’ Ki Joon dan Gong ahjjusshi membungkuk memberi hormat pada Nara. Nara membulatkan matanya dan membalas membukukan badanya dengan kaku.

‘’Hati-hati di jalan…’’ Nara melambaikan tanganya ke udara saat mobil mewah berwarna hitam mulai melaju. Nara mengelus tengkuknya yang pegal lalu melangkah dan menaiki undakan tangga. Sesekali asap keluar dari helaan nafasnya. Udara begitu dingin Nara mengeratkan mantel tebal yang ia kenakan.

Dan tanpa Nara sadari seseorang sedang mengamatinya dari balik tembok tepat beberapa meter dari posisinya. Seseorang itu menyeringai sambil terus membidik Nara menggunakan kamera canggih ditanganya.

*

*

*

Suasana hening menyelimuti suasana di dalam mobil yang sedang melaju dengan kecepatan sedang membelah kota Seoul. Gong Ahjjusshi focus menyetir dan Ki Joon kembali focus pada Tab yang berada di tangannya, ia sedang mengcek jadwal pada milik Kyuhyun.

Sedangkan Kyuhyun menatap dengan pandangan kosong kearah kaca yang tertutupi uap dingin. Dengan perlahan Kyuhyun mengusap uap itu hingga dirinya terpantul dari kaca jendela.

‘’Berikan padaku…’’

’Nde??.’’ Ucap Gong ahjjusshi dan Ki Joon kompak.

‘’Berikan padaku.. makanan itu.’’

‘’Oh baiklah..’’ Ki Joon menganguk patuh.

‘’Milik kalian juga… berikan padaku. Semuanya!.’’

’NDE!!!!!!!.’’ Ki Joon dan Gong ahjjusshi kembali kompak bahkan kali ini mereka berteriak kencang sambil menatap horror tiga ransel makanan yang ada di pangkuan Ki Joon. Tatapan mereka seolah ingin melindungi ransel makanan milik mereka dari Kyuhyun.

***

Kyuhyun memasuki rumah megahnya sambil membuka simpul dasi dengan lelah. Di tangannya ia membawa satu ransel makanan. Ia mengurungkan niatnya membawa jatah Ki Joon dan Gong ahjjusshi saat mereka merengek pada Kyuhyun sambil berucap bahwa mereka sangat kelaparan.

‘’Ahjjumma.. tolong panaskan makanan ini.’’ Kyuhyun memberikan ransel itu pada pada Kim Ahjjumma pelayang di rumahnya. Pelayan itu membungkuk hormat lalu berjalan kearah daput untuk memanaskan makanan yang Kyuhyun berikan tadi.

‘’Dari mana saja kau?.’’ Kyuhyun terlonjak kaget saat Hyori sudah menghadangnya di undakan tangga.

‘’Sayang.. kau belum tidur?.’’

‘’Berhenti berpura-pura. Kau sudah mengahbiskan waktumu dengan gadis berengsek itu dan putramu bukan??.’’

‘’Sayang ak..”

‘’Kau bilang setelah ini kita akan semakin mudah mencapai tujuan kita. Tapi lihat kau terlihat terhanyut dengan kebersamaan kalian bukan? Kau mencintai gadis itu bukan? Jawab aku?!!’’

‘’Sayang dengarkan penjelasanku..’’

‘’Aku muak mendegar penjelasanmu…’’ Hyori berjalan meninggalkan Kyuhyun kearah kamar mereka.Kyuhyun masih terdiam sambil melepaskan dua kancing teratas kemejanya. Kyuhyun menghembuskan nafas kasar sambil mengelus pelipisnya yang menegang.

BRAKKKKK

Kyuhyun sudah tau, Hyori pasti membanting pintu kamar mereka jika sudah begini. Kyuhyun berjalan kearah dapur tak berniat menyusul Hyori. Di dapur Kim Ahjumma sedang menuangkan sup rumput laut kedalam mangkuk dan menatanya bersama makanan lain di atas meja.

‘’Makanan sudah siap Tuan.’’ Kyuhyun menganguk lalu menarik kursi dan duduk di sana. Ia mengambil sumpit besi dan mulai memakan makanan yang tersedia dengan sangat lahap. Kim ahjjumma yang masih berada di dapur hanya bisa tersenyum ceria saat melihat tuannya yang sudah ia urus semenjak kecil makan dengan begitu lahapnya. Apalagi saat Kyuhyun memakan bola-bola daging yang terbungkus di almunium foil Kyuhyun memakanya hanya dengan satu suapan.

‘’Tuan saya akan menyiapkan air hangat untuk anda.’’ Kyuhyun hanya mengangguk sambil terus mengunyah bola-bola daging dengan lahap.

*

*

*

Kyuhyun melangkahkan kakinya kearah kamar mandi, setelah perutnya kenyang ia sangat mengantuk tapi ia tak mungkin tidur dengan tubuh yang lengket seperti ini. Langkahnya terhenti lalu ia menatap pintu ruangan pakaian miliknya. Sekelebat ingatanya tentang kejadian di rumah Nara membuat hatinya semakin penasaran. Ia membuka pintu dengan perlahan lalu ia melangkah memasuki ruangan gelap itu. tangannya mencari sacral lampu.

CKLEK

Ruangan sangat besar itu penuh dengan pakaian-pakaian mewah. Jas dengan harga selangit mengantung dengan gagah di satu sudut. Selain itu sepatu pria dan wanita dengan merk ternama terpajang dengan elegant di lemari kaca dengan pingiran perak. Tas-tas wanita denga brand ternama seperti Gucci, Prada, Hermes, Louis Vuitton, Armani, DKNY, Chanel, D&G, Mulberry hingga Jimmy Choo terpajang rapih dan mengagumkan di sudut lainya.

Dulu saat Nara masih tinggal di sana ruangan ini tak sepenuh ini, bahkan dulu di ruangan ini hanya ada pakaian dan barang-barang mewah Kyuhyun. Nara bukan gadis yang menyukai hal-hal penuh kemewahan seperti ini, terlebih Kyuhyun dulu tak ada niatan sedikitpun bahkan pria itu tak sudi mengeluarkan uangnya sepeserpun untuk membelikan barang-barang mewah dan mahal yang di gemari kebanyakan wanita pada Nara. Berbeda dengan Hyori, Kyuhyun bahkan rela merogoh saku dalam hanya untuk memberi pakaian dalam kelas dunia untuk wanitanya itu.

Kyuhyun berjalan kearah satu lemari kaca yang dari kejauhan sudah terlihat kemilauan kemewahanya. Lemari kaca yang menyimpan jam tangan mahal kelas dunia miliknya. Kyuhyun membidik satu persatu jajaran jam tangan miliknya dari mulai Rolex,Bulova,Casio, Hublot, Breguet, Patek Philippe, IWC, Tag Heuer, Oakley dan tatapanya seketika berhenti saat menyadari salah satu koleksinya tak tertangkap oleh matanya. Ya jam tangan brand Omega miliknya tak ada di sana. Tubuhnya berbalik arah kearah jas-jas mahal yang mengantung lalu ia kembali menelusuri jas-jas itu dan kembali ia tak menemukan salah satu jas miliknya. Dengan sedikit berlari Kyuhyun menghampiri lemari kaca di mana jajaran sepatu mahal miliknya terpampang.

‘’Sial!!!.’’ Desisnya dengan rahang yang mengeras. Tatapan matanya seolah siap membakar siapapun dan apapun yang ada di hadapannya. Ia memejamkan matanya dengan muak giginya saling mengeletuk.

DRRTT DRRTT

Getaran ponsel miliknya sedikit membuatnya meredakan emosi yang tadi hampir meledak. Dengan serampangan ia menekan tombol.

‘’Ada apa?.’’

‘’…’’

‘’Lakukan seperti rencana awal kita.’’

‘’….’’

‘’Pastikan kali ini tidak ada yang mengetahuinya. Bahkan orang tuaku. Kau mengerti?!.’’

‘’….’’ Kyuhyun kembali memejamkan matanya wajahnya memerah. Tangan kananya mengepal ponsel dengan geram terbukti dengan urat-urat tangannya yang semakin mencuat ke permukaan.

BRAKKKKKKK

‘’BERENGSEK!!KEPARAT!!!!.’’ Kyuhyun melempar ponsel berlogo apel dengan setengah gigitan keluaran terbaru dengan tak segan ke dinding.

*

*

*

‘’Sepertinya eomma melupakan sesuatu? Astaga Dompetku. Eoh Sungjin-ah tunggu sebenar ne.. eomma akan masuk kedalam.’’ Nara meninggalkan Sungjin dan kereta bayinya di teras rumah atap. Dengan berlari Nara memasuki rumah. Hari ini ia dan Sungjin berencana berbelanja ke pasar tradisional terdekat.

Karna cuaca sangat dingin Nara menggunakan cardigan rajut tebal berwarna biru tua yang membungkus baju turtle neck berwarna hitam dan rok span di bawah lutut dengan warna senada tak lupa ia memakai stocking berwarna hitam untuk membungkus kaki rampingnya. Ia juga membawa selimut cadangan untuk Sungjin.

‘’Aahh mengapa aku ceroboh sekali. Untung aku mengingatnya.’’ Nara terus mengerutu sambil memakai flat shoes berwarna merah maroon miliknya tak lupa Nara mengunci pintu dan memeriksanya kembali.

‘’Sudah.. aku yakin tak ada yang tertinggal kali ini.’’ Ujarnya terkekeh geli sambil memasukan dompet kedalam sling bag berwarna coklat miliknya. Gerakan Nara terhenti saat mendengar tangisan kencang Sungjin. Nara hendak menlangkah tapi gerakan kakinya seolah lumpuh saat melihat pemandangan mengerikan di hadapanya.

*

*

*

‘’Lepaskan putraku..’’ jerit Nara dengan bergetar. Nafasnya tercekat tubuhnya seolah lumpuh seketika. Didepan sana Sungjin sedang menangis histeris sambil menjerit dan meronta di gendongan pria bertubuh kekar.

‘’Kau menginginkanya?.’’ Orang itu melepaskan kacamata yang bertenger menghias wajah cantik dengan aura iblis miliknya. Wanita itu menyeringai kearah Nara, mantel berbulu tebal berwarna hitam membungkus tubuh profesionalnya yang bak model dunia. Di tangannya mengantunng tas Prada berukuran besar. Tangan wanita itu di bungkus dengan sarung tangan berwarna hitam. Dari ujung kaki hingga ke ujung kepala wanita itu di dominasi benda berwarna hitam. Hanya bibir sexy wanita itu yang di hiasi oleh warna merah darah yang membuatnya sangat mencolok dan mengerikan.

‘’Jang Hyori…’’ desis Nara.

‘’Kembalikan putraku!!!!!.’’ Nara berteriak sambil maju kedepan hendak menerjang Hyori, tapi sebelum tubuh mungilnya sampai langkahnya di hadang oleh pria-pria berukuran besar yang membentengi Hyori. Tubuh mungil Nara di banting oleh salah satu pria bertubuh besar itu. Hyori semakin menyungingkan senyuman kemenangannya. Dengan langkah angkuh Hyori berjalan kearah tubuh mungil Nara yang tergeletak tak berdaya.

Hyori membalikan tubuh mungil Nara hanya dengan satu tendangan kecil dari kakinya. Nara menatap Hyori tajam dengan nafas yang semakin memburu.

‘’Menyedihkan.’’

‘’Apa maumu?.’’ Tanya Nara terengah. Hyori menyeringai lalu kembali memasang wajah angkuh dan mengerikan pada Nara.

BUKK BUGG BUKK BUGG

’ARGHHHHHHHHH!!!!!.’’ Nara menjerit dan berusaha menghindar saat Hyori dengan kejam menghantam kepalanya dengan tas mahal berukuran besar dan keras padanya. Dengan membabi buta Hyori terus memukulinya.

‘’Berengsek!! Kau terus menghalangi jalan kami.. kesabaranku sudah habis!!.’’ Tak cukup memukulinya dengan tas Hyori menendang tubuh Nara yang semakin meringsut tak berdaya dengan heels miliknya. Setelah puas Hyori meraih tubuh mungil Nara dengan menjambak rambut Nara yang terikat.

PLAK

PLAK

PLAK

PLAK

Hyori menapar Nara berkali-kali. Hyori terlihat sangat mengerikan di mata semuanya yang sedang melihat adegan kekerasan itu. Nara hanya diam dengan tatapan kosong, darah segar mengalir dari hidungnya. Tangisan Sungjin mengelegar menyapa telinganya.

‘’Sungjin..’’ lirih Nara lemah sambil menatap bayinya yang meronta di gendongan pria betubuh kekar di ujung sana. Tatapanya tak pernah lepas dari putranya, bahkan ia tak merasakan rasa sakit saat Hyori terus menyiksanya. Ia seperti tak asing dengan situasi seperti ini. Ini seperti saat Kyuhyun meyiksanya beberapa waktu lalu. Dengan nanar dan berkabut air mata Nara menatap Hyori dan entah mengapa wajah Hyori dan Kyuhyun silih berganti di penglihatanya.

Nara memejamkan matanya saat telinganya berdenging keras, rasanya sakit luar biasa. Bahkan suara tangis Sungjin tak lagi terdengar. Tubuh Nara jatuh terhempas saat Hyori sudah menghentikan aksinya. Hyori bangkit lalu membenarkan tampilanya. Sebelum ia melangkah ia menendang tubuh mungil Nara yang benar-benar sudah tak berdaya.

Dengan tatapan yang mulai mengabur Nara melihat Hyori berjalan meninggalkanya diikuti dengan para pria bertubuh kekar mengekori di belakangnnya. Nara hanya bisa melihat Sungjin semakin meronta dan menangis. Tapi sunguh ia tak bisa mendengar tangisan putranya. Telinganya berdenging sangat keras.

*

*

*

Nara mengumpulkan seluruh sisa tenaganya. Dengan terseok ia melangkah mengejar Sungjin. Ia menuruni anak tangga dengan sangat lemah bahkan sesekali ia hampir terjatuh. Kondisinya sangat memprihatinkan. Saat sudah sampai di jalanan ia menengok kesekitarnya lalu tangisanya pecah saat meihat tiga mobil mewah tak jauh darinya hendak melaju.

‘’SUNGJIN!!!!!.’’ Teriaknya kencang sambil berlari mengejar mobil tersebut ia seolah lupa dengan rasa sakit yang di deranya. Mobil itu memelankan lajunya hingga Nara dapat menyusul mobil itu. Nara mengetuk kaca mobil dengan tak sabaran. Lalu kaca itu terbuka memperlihatkan Hyori yang menatapnya meremehkan di balik kacamata.

‘’Kembalikan putraku..’’ Nara menjerit menangis sambil memasukan tanganya kedalam jendela mobil hendak meraih Sungji yang sedang duduk di pangkuan seorang pria dengan stelan jas berwarna Abu.

‘’SUNGJIN..’’

‘’SUNGJIN..’’

‘’SUNGJIN.’’ Nara terus mempercepat langkahnya mengikuti laju mobil yang semakin lama semakin cepat. Tangannya terus meraih Sungjin dari jendela. Hyori menyeringai lalu menekan tombol di samping kursinya hingga kaca jendela tertutup dan menjepit tangan Nara yang masih berusaha meraih Sungjin.

‘’AARGHHHHHHHH.’’ Nara menjerit sejadinya saat ia semakin kewalahan berlari menyeimbangi laju mobil di tambah jemarinya di jepit oleh jendela mobil. Tak lama kemudian kaca mobil terbuka tapi mobil terus melaju dengan cepat. Saat itu juga tubuh Nara tumbang di jalanan aspal.

‘’SUNGJIN!!!!!!!!!!.’’

‘’PUTRAKU!!!!!!!’’

‘’SUNGJIN!!!!!!!.’’

Nara terus menjerit sambil menatap mobil yang melaju itu dengan penuh kehancuran. Nara mencoba bangkit dan kembali melangkah, seketika mobil itu kembali berhenti dengan sekuat tenaga Nara menghampiri mobil itu lagi. Saat ia semakin mendekat mobil itu kembali melaju tapi seseorang dari kursi penumpang bagian depan di mobil itu melemparkan sebuah benda keluar.

‘’SUNGJIN..SUNGJIN..SUNGJIN…..’’ mobil itu semakin menjauh Nara kembali tumbang ke atas jalana aspal. Tatapan Nara tak pernah terputus dari mobil yang membawa anaknya itu.dan saat mobil itu berbelok seluruh sistem kerja tubuhnya lumpuh seketika. Ia bisa melihat seseorang di dalam mobil itu dengan jelas. Seorang pria yang tadi memangku anaknya dalam mobil itu.

‘’Kyuhyun Oppa.’’ Lirihnya dengan tatapan kosong. Tubuhnya seolah terpaku ia bahkan kesulitan hanya untuk sekedar menghirup udara dingin di sekitarnya. Jadi ketakutanya selama ini benar.. Kyuhyun tak mungkin dengan mudahnya menyerah dan mencoba berdamai dengannya. Pria itu tak berubah. Pria kejam tak punya hati.

KRINGGG KRINGGG KRINGG

Sebuah ponsel berbunyi dengan nyaring mengusik indra pendengaranya. Ia melihat sebuah ponsel yang terus berdering yang tak jauh dari dirinya. Ia ingat seseorang dari dalam mobil itu melemparkan benda itu tadi. Dengan tergesa dan nafas yang memburu Nara berjalan kearah dimana ponsel itu berada. Dengan bergetar ia meraih ponsel itu dan menekan tombol dengan bergetar hebat.

’Ikuti permainanku, jika kau menginginkannya kembali dengan selamat.’’ Tubuh Nara kembali membeku saat mendegar suara di sebarang sana, suara pria yang sangat di kenalinya. Belum sempat Nara berbicara telepon sudah tertutup. Tapi sebelumnya ia masih mendengar tangisan putranya tadi.

‘’SUNGJIN…’’

‘’SUNGJIN!!!!!!.’’

‘’AKU MOHON KEMBALIKAN PUTRAKU!!!.’’

‘’AKU MOHON JANGAN SAKITI DIA!!!!!.’’

‘’SUNGJIN!!!.’’

‘’SUNGJIN!!!!!!.’’

Nara terus menangis sambil terduduk tak berdaya di atas aspal. Keadaanya sungguh memprihatinkan, darah mengering di sudut bibir dan hidungnya, rambut hitam lebatnya sangat berantakan, luka lebam membiru terlihat jelas di pelipis wajah dan rahangnya, stocking yang ia kenakan sobek di bagian lutut, lutut Nara tak luput dari luka darah segar mengalir dari sana, sepatu flat shoes yang ia gunakan untuk berlari tadi rusak di bagian bawahnya hingga kaki Nara kembali terluka dan berdarah.

*

*

*

Tuhan apa suratan takdirku memang di ciptkan untuk selalu terluka?

Apa di dalam suratan takdirku tertulis bahwa aku akan selalu menderita?

Dan apakah di sana aku memang sudah di takdirkan untuk tak memiliki keluarga?

Setidaknya jika aku di takdirkan untuk terluka dan menderita aku masih memiliki keluarga tempat untukku berkeluh kesah, berbagi cerita dan bermanja….

Tuhan…..

Kapan aku akan bahagia?

-TOBECONTINUED-

Hwaduhhhhh maaf ya kalau kepanjangangan!!!!! Insyaallah part 2 nya segera nyusul. Makasih ya buat yang udah menunggu kelanjutan ffku ini ^^ *bow makasih juga buat readers yang udah sudi untuk membaca ^^ dan terakhir makasih buat admin yang udah bersedia mempublish ff aku ^^

 

30 Comments (+add yours?)

  1. cristiijoo
    Jun 29, 2016 @ 14:29:45

    tegang,kesel,kecewa cz tbc 😂
    next capt di tunggu bgt

    Reply

  2. cutmasrurah
    Jun 29, 2016 @ 18:04:03

    Penyebab kyuhyun pisah dg Nara apa ya? Masih bingung.

    Reply

  3. Hwang Risma
    Jun 29, 2016 @ 18:46:56

    Ya ampun ini sedih banget beneran deh, kyuhyun & hyori jahat bgt, kayaknya ga ada yg berpihak ama dia coba, soal si jiho itu aku masih curiga sama kejanggalan yg kyuhyun nyari barang2 branded dirumahnya yg mereknya pas bgt ama yg dipake si jiho, jadi aku blm bisa percaya kalo dia itu org yg baik. Bingung juga sih sama kyuhyun, aku kira pas dia nerima makanan nara , dia udh mulai lunak ama nara, eh ternyata malah…
    Ditunggu kelanjutannya kaaa! Semangat!!!^^

    Reply

    • Devi
      Jul 03, 2016 @ 12:16:32

      Wahh
      Kita pemikirannya sama
      Wkwkwkw
      Tp kenapa jiho menatap sungjin dan kyuhyun dengan cemburu juga?
      Jadi penasaran kalau jiho bukan org baik

      Reply

  4. hanhye.rin
    Jun 29, 2016 @ 21:02:52

    jahat amat si kyu

    Reply

  5. selvypurnamasari
    Jun 29, 2016 @ 22:32:42

    kasihan banget nara … semoga kyuhyun sadar sama perbuatannya

    Reply

  6. JuliaShin
    Jun 29, 2016 @ 22:56:20

    Seru gewlaaaa! 😍 Please dong cepet dilanjut.Alurnya gak pasaran,keren banet sumpah! ♡

    Reply

  7. rereazhari
    Jun 30, 2016 @ 02:36:01

    Aku ga ngerti deh sama ceritanya serius, membingungkan… kenapa kyuhyun jahat banget? Kenapa jihoo bisa ngambil barang” kyuhyun? Kenapa nara harus sampe se parah ini nasibnya? Kasian amat si nara

    Reply

  8. rereazhari
    Jun 30, 2016 @ 02:41:12

    Cepet update yaaa aku tunggu kelanjutannya mungkin aku bisa lebih ngerti kalai udah baca part akhirnya wkwkwk 😊

    Reply

  9. sophie
    Jun 30, 2016 @ 05:12:47

    Sedih bgt bacanya,,kasian

    Reply

  10. arni07
    Jun 30, 2016 @ 06:01:34

    kesel bgt sama hyori,semoga kyuhyun cepat mengetahui rencana busuk hyori trus kyuhyun meninggalkan hyori,wah hyori gak punya perasaan

    Reply

  11. missrumii
    Jun 30, 2016 @ 11:24:23

    Semoga ga ada cerita asli seperti ini di dunia ya, amiin.
    Jangan ada Kyuhyun realita kayak gitu.

    Reply

  12. anggunrania
    Jun 30, 2016 @ 11:36:56

    panjang banget, sampe aku terhanyut sama ceritanya. ini sebelumnya ada ceritanya ga yg nyritain gmn kok kyuhyun sama nara bisa jd suami istri penasaran aku

    Reply

  13. anissaholly
    Jul 01, 2016 @ 11:56:57

    Ya ampuun ini sedih bangwt deh..
    Aku tunggu lanjutannya yaa..

    Semoga kyu kena batunya nanti. Buat kyuhyun cinta mati sm nara. Biar dia tau rasa. Iih kyuhyuunnn tegaa beneerrr

    Reply

  14. muchbetter89
    Jul 01, 2016 @ 12:25:17

    Hallo author, for the first time i read your fanfiction. Can i suggest or comment? Menurut aku tema cerita diawalnya udh bagus tapi ada yg kurang aku suka yaitu saat kamu menceritakan ttg perdebatan kyuhyun dana nara untuk menarik perhatian sungjin it’s not important and not intrested i think, terus cara kyuhyun menghina nara, menurut aku org sudah tau kalo nara itu miskin sebaiknya gausah diulang” lg sumpah serapah kyuhyun untuk nara and anymore. I hope you’ll be better and i’ll wait your next story

    Reply

  15. Widyaa
    Jul 02, 2016 @ 06:10:30

    Ahhh kyuu jahattt bgt sumpahh…
    smoga nara akhirnya sma jiho,biar kyuhyun nyesel… apalagi sama hyori,dia jga penipu kan…
    Authornim cpt post part 2nyaaaaa

    Reply

  16. hye rim
    Jul 02, 2016 @ 23:25:33

    Akhirnya ff ada squel seris nya .. gk sia2 aku nunggu ff ini selama setahun kurang lebihh .. Kelajutan nya bagus kyuhyun nya sadis bangett sumpahh sampe kebawa emosi baca nih ff ,, smoga kelanjutannya nara bisa bahagia .. dan tolong kasih nara kebahagiaan thorr dan part 2 nya jangn lama2 yah thor .. Aku tunggu 🙂

    Reply

  17. MinMi
    Jul 03, 2016 @ 01:28:42

    Ya Ampun udah nunggu ff ini dari kapan taun 😂

    Tapi semuanya terbayarkan sudah
    Keren bgt
    Kapan atuh ih nara bahagia

    Jiho pacarnya hyori iyaaaa ??
    Semoga kyuhyun cepat disadarkan dan jangan buat nara begitu mudahnya maafin kyuhyun haha

    Buat kyuhyun menderita 😆
    Ditunggu part 2 nya

    Reply

  18. Widyaa
    Jul 05, 2016 @ 16:53:58

    Authornim ditunggu part 2nyaaa… aduhh,smoga nara bahagiaa trs si kyu jga insyaf daahh..smoga jga kyu sama nara bahagia 😀

    Reply

  19. keunin
    Jul 06, 2016 @ 00:36:19

    jangan bilang jiho itu calon suaminya si hyori… astaga oni cerita bikin geregetan aja.. gak sabar nunggunyaaa

    Reply

  20. wiwiex lee
    Jul 08, 2016 @ 16:49:18

    jangan2 jiho itu laki2 yg ditelpon hyori, pura2 deketin Nara …. kyuhyun pasti mengira Nara yg mengambil barang2nya danmemberikan pd jiho…aduh Nara…nasibmu

    Reply

  21. lieyabunda
    Jul 13, 2016 @ 03:39:25

    jangan2 jiho itu,,,,,
    nara kok selalu diberi cobaan yg berat sih….
    lanjut

    Reply

  22. rereazhari
    Jul 13, 2016 @ 14:57:51

    Kapan ini dilanjutnyaaaa????

    Reply

  23. sarivanny
    Jul 22, 2016 @ 21:20:21

    omaigottt knpa sikyuhyun jhat bnget ke nara? salah apaaan sih kok sampe kayak gitu,ngeri tau ngebayangin gmna nara pas lari ngejar mobilnya

    kira* masalah apa ya yg bikin mereka ber2 jadi kek gini ..

    Reply

  24. ama@0224
    Jul 26, 2016 @ 12:06:21

    knp blm happy2 yaa si nara….kasian hidupnya menderita terus T_T

    Reply

  25. ammy5217
    Jul 26, 2016 @ 17:32:09

    Lah ko kyu kembali berbuat kejam???kenapa sifatnya gak berubah???next ya penasaran bgt…kasian nara blm bahagia dr part awal

    Reply

  26. inggarkichulsung
    Jul 29, 2016 @ 20:52:04

    Jahat bgt Hyorin sepertinya Kyu oppa benar2 dikendalikan oleh hyorin pdhl jelas2 Nara sgt baik tp knp Kyu oppa justru memilih terjebak dgn Hyorin yg jahat, smg Sungjin tdk kenapa2

    Reply

  27. josephine azalia
    Feb 13, 2017 @ 21:48:20

    JIHO PASTI PACARNYA HYORI

    Reply

  28. femkim
    Jul 19, 2017 @ 00:12:54

    jangan2 jiho itu kekasih hyuri,
    apa kyu tau kalau hyuri menculik anaknya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: