The Internship

internship

.

In related stories with: Candy Crush & Chocolate Temptation

.

You can always count on yourself—or Playboy Magazines.

.

.

“Masih ingat dengan revolusi industri? Dimana para pekerja berubah menjadi masyarakat konsumtif, yang terjadi di abad 19—di Eropa. Kau tidak bisa mengenalkan sebuah produk tanpa parsial yang jelas.”

Cho Kyuhyun bersandar di depan meja kacanya, menatap Lee Hyukjae ketua promotion sales yang lebih tertarik dengan kesenjenjangan tingkat kependekan rok yang di pakai karyawan wanita di kantor ini, dibandingkan mendengarkan kuliah panjang tentang revolusi industri tempat dimana munculnya agensi iklan untuk pertama kali.

“Bos bukan bermaksud untuk memotong pembicaraan brilian ini. Tapi sudahkah Bos memikirkan pose panas apa yang akan Bos gunakan untuk pemotretan coklat kelamin nanti?” tanya Hyukjae dengan wajah pura-pura polosnya, yang mendapatkan lemparan coklat berbentuk kelamin tepat di wajahnya.

Belum sempat Kyuhyun melanjutkan aksi kekerasan kepada Hyukjae, ponselnya berdering dan dia harus meninggalkan ruangan kerjanya.

“Tunggu disini, pembicaraan kita belum selesai.” Ancamnya yang hanya dibalas oleh senyuman mengejek dari Hyukjae. Kini ruangan utama pemilik perusahaan advertising itu kosong. Hyukjae selalu membayangkan bagaimana rasanya duduk di kursi mahal milik Kyuhyun, memiliki kekasih sempurna seperti Cheonsa—partner Candy Crushnya.

Tapi itu semua tidak penting. Dia bisa menjadi Bos dalam dunianya sendiri. Hyukjae melompat dari sofa menuju kursi utama milik Kyuhyun, dia menutup plat nama Cho Kyuhyun sebagai direktur utama dengan batangan coklat berbentuk kelamin, yang baru saja dikirimkan oleh Choi Siwon, melalui jasa kurir cepat, dilindungi asuransi pengiriman yang setara dengan asuransi satu mobil mewah. Benar-benar tidak masuk di akal.

“Selamat siang.” Suara seseorang menghentikan khayalannya sebagai Bos besar di perusahaan ini. Lee Hyukjae membuka matanya, dan menemukan seorang pria—bukan, tapi seorang remaja menuju dewasa, berusia sekitar 22 tahun, menggunakan kacamata tanpa frame dan menatapnya dengan canggung.

“Namaku Sehun, aku adalah mahasiswa tingkat akhir—dan—aku—“

“Oh, kau sedang magang disini? Begini sebelumnya, aku adalah pemilik perusahaan ini. Kau bisa memanggilku Hyukjae.” Hyukjae dengan penuh percaya diri menjabat tangan Sehun, remaja polos yang tidak mengetahui apa-apa. Sudah terlanjur, lagipula si mulut api bertanduk macan—atau Kyuhyun, tengah sibuk mengurus sesuatu yang berhubungan dengan sesi pemotretan panasnya.

Hmm, selama menjalani masa kerjamu disini. Aku adalah orang yang harus kau layani.”

Sehun menatap Hyukjae dengan kening berkerut. Konotasinya terdengar negative, Hyukjae terdengar seperti om-om senang dari meja bar.

“Maksudku, kau dibawah perintahku. Apa yang aku katakan, kau harus mengikutinya. Seperti jika aku menyuruhmu untuk membeli majalah dewasa edisi terbaru, atau meminta nomor telfon dari wanita-wanita cantik yang datang ke kantor ini—lalu membawa bantal kecil kemana-mana untuk aku tidur siang.”

Hyukjae tersenyum puas, sementara Sehun masih menatapnya dengan bingung. Tapi beberapa detik kemudian Sehun akhirnya mengangguk setuju, memikirkan bahwa makalah laporannya tidak akan ditandatangi oleh atasan gila seperti Hyukjae—dan membuat masa studinya bertambah sungguh menyeramkan.

“Hyukjae, apa yang kau lakukan di sini?” suara Cheonsa membuatnya melonjak kaget dan dengan panik dia bangkit dari kursi Kyuhyun.

“Bos, apa yang dilakukan si busuk Hyukjae disini?” ingin rasanya dia memotong-motong Ryeweook dan mengumpaninya ke kandang Jerapah.

“Hey, Cupcakes!” Hyukjae mengedipkan matanya ke Cheonsa, membuat wanita itu menatapnya dengan muak karena Hyukjae memanggilnya dengan nama Candy Crush-nya.

“Ini adalah karyawan magang. Dia polos, dia bisa kita peralat. Dia bisa membelikan kita voucher koin untuk Candy Crush, juga dia tahu rahasia resep ayam goreng Colonel Sanders.” Hyukjae berbisik dengan semangat, dan setelah mendengar kata Candy Crush—Cheonsa setuju untuk membiarkan Hyukjae memperbudak Sehun.

“Wanita cantik ini adalah wakil direktur, dan si kutikula plantae ini adalah general manager di perusahaan ini.” Mendengar penjelasan palsu dari Hyukjae, lantas membuat Sehun membungkukkan tubuhnya berkali-kali di hadapan semuanya, yang dibalas oleh senyuman jahat dari mereka bertiga.

“Kami bertiga adalah orang yang sangat penting di perusahaan ini. Tanpa kami perusahaan ini hanya menjadi duri dalam daging.” Ryeweook berimprovisasi dengan asal, dia duduk di atas meja kaca dengan wajah sombongnya.

“Perusahaan ini meraup keuntungan yang sangat banyak karena klien-klien terpesona dengan kecantikanku, pernah dengar Lady Diana? Aku selalu disandingkan dengannya.” Sekarang Cheonsa berjalan ke arah Sehun dengan satu kaca berbentuk kelamin, yang diberikan oleh Siwon sebagai hadiah untuknya.

“You can’t always count on other people, but you can always count on yourself—or Playboy Magazines.” Seru Hyukjae dengan wajahnya yang serius, seakan dia tengah memberikan kata-kata mutiara untuk Sehun.

“Terlebih dari semua itu, aku adalah pemimpin perusahaan ini. Jika kau berpikir bahwa Cho Kyuhyun adalah pemilik perusahaan ini, kau salah. Cho Kyuhyun hanya cleaning service dan penyedia kopi di kantor ini—kami juga—“

“Bos, maaf tapi—“

“Sehun, kau sungguh tidak sopan menyela pembicaraan Bos Hyukjae yang agung.” Seru Ryeweook yang masih duduk di atas meja milik Kyuhyun, dan meminum kopi dari cangkir milik Bosnya. Sementara Cheonsa sudah tersenyum takut, dan memilih menutup matanya dengan kaca kelamin di tangannya.

“Ah, sampai dimana kita tadi? Oh, tentang Cho Kyuhyun—si petugas sampah, maksudku Cleaning Service. Cupcakes, kenapa wajahmu pucat seperti itu?” Hyukjae masih tertawa sombong, tanpa menyadari siapa yang berdiri di belakangnya.

Hmm, aku rasa—aku harus mencari bakteri amuba dalam mikroskop menggunakan sedotan. Bye!” Baru ketika Cheonsa akan melarikan diri dari ruangan itu, Cho Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu dan menatap kekasihnya dengan tatapan kejam.

“Oh, tidak.” Umpat Ryeweook dan Hyukjae secara bersamaan, tanpa memperdulikan Sehun yang sudah menahan tawanya sejak tadi.

“Jadi siapa diantara kalian bertiga yang ingin menjadi voluntir pertama untuk merasakan keramahan hati si petugas sampah cleaning service ini?” tanya Kyuhyun dengan wajah tenangnya. Hyukjae, Ryeweook, dan Cheonsa saling bertatapan satu sama lain sebelum mereka mengumpat secara bersamaan.

“OH, SIAL!” jerit mereka sebelum mereka bertiga berlari dengan panik, disertai tawa lepas dari Sehun yang mengabadikan pemandangan itu melalui kamera ponselnya sebagai arsip untuk laporan kerja prakteknya nantinya.

“BOS! JANGAN MASUKAN AKU KE TEMPAT SAMPAH!! RYEWEOOK YANG MEMINUM KOPIMU!! BOS!! CHEONSA TENGAH MERAYAP DIBAWAH KAKIMU, DIA MENCOBA MELARIKAN DIRI! ARRRRGHHHH! BOS BERHENTI MENJAMBAK RAMBUTKU!!”

Ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan untuh Oh Sehun selama beberapa bulan kedepan.

.

.

-FIN-

.

.

Because the office is too funny, and I have a cute obsession to their company. Comments are greatly appreciated! 

xo

IJaggys

Personal Blog: What’s The Story Morning

3 Comments (+add yours?)

  1. Widiaul
    Jul 11, 2016 @ 00:02:47

    Ku ngakak 😄
    Hyukjae lucu sekali haha

    Reply

  2. ayumeilina
    Jul 13, 2016 @ 14:11:11

    Ada Sehunieeee 😆😆
    Cleaning Service 😂😂😂😂😂😂😂😂
    ngakak parah ngebayangin mukanya Hyuk yang di siksa berat. Padahal Wookie kan juga ya. Emang dasar si Kyu dendam kesumat. Jadi ya hajar blehhh si Hyuk 😁😁

    Reply

  3. Dark Blue
    Jul 15, 2016 @ 05:03:07

    Oh thehun… Malang nian nasibmu nak~
    poor kyuhyun, Cleaning service? Bhahahaha😀

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: