My Dream Breaker [1/2]

jjj

Nama               : Palupi Clr

Judul Cerita     : My Dream Breaker part 1

Cast                 : Kim Young Woon, Kangin Super Junior, Cheryl (OC)

Rating              : PG-13

Length             : Two-shot

My very first fanfiction dedicated for Kangin yang makin lama makin meluluhkan hati wkwk. Kalo banyak kata-kata yang tidak sesuai dan aneh harap dimaklumi yaa. Enjoy!

***

@Icheon Airport Juni 2018

Pesawat yang membawaku dari Vietnam baru saja landing 10 menit yang lalu, untuk pertama kalinya setelah dua tahun lamanya aku dapat menghirup udara Seoul kembali. Sayang liburan ini sepertinya tidak akan seru, karna Angel alias Kim Seuna sahabatku sejak 12 tahun yang lalu itu tiba-tiba membatalkan keberangkatannya dari LA karna ia mendapat panggilan inteview untuk menjadi patrieser di salah satu hotel terbesar di LA. Ya, dia baru saja lulus dari sekolah partisier terkemuka di NYC dan sedang gencar gencarnya mencari pekerjaan. Aku yang benar-benar butuh liburan dengan berat hati tetap datang sendiri ke Seoul.

Aku segera menaiki taksi untuk segera sampai di hotel, karena badanku terasa sungguh lelah, sehari sebelum berangkat ke Seoul aku hanya tidur 2 jam setelah menyelesaikan data hasil penelitianku. Aku baru saja menyelesaikan penelitianku mengenai kelembagaan ekonomi masyarakat pertanian selama sebulan penuh di pedalaman Vietnam sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar master ekonomi pembangunan.

Setelah sampai hotel, aku mandi dan tertidur hingga handponeku berbunyi. Tanpa melihat siapa yang menelpon aku pun langsung menjawab

Hallo,

Hi, my lovely sister Cheryl,

Aaah Peter oppa

Why didn’t call me while you arrive ?

Im sorry oppa, Im too tired I just reach the hotel and sleep

Oh I see, are you feelin ok now?

I fell better,

How about having dinner?

Absolutly yess oppa, im hungry and I hate eat alone

But, Its okay if we join my friends ?

Hhhm its okay.

Aku menutup telpon dan berganti pakaian, untung Angel punya seorang sepupu sekeren dan sebaik Peter oppa. Peter oppa adalah seorang aktor korea, dia sering berperan di berbagai drama dan beberapa film meski tdak seterkenal lee minho atau kim wobin. Aku dan Peter oppa sangat akrab sejak aku pertama mengenalnya saat Angel mengajakku mengisi liburan sekolah di rumahnya di Incheon tahun 2007 yang lalu, ia bilang bahwa dia telah menyamakan statusku dengan Angel sebagai adiknya juga hehe. Peter oppa juga menyukai negara asalku Indonesia beberapa kali ia datang untuk berlibur dan mengunjungi aku dan daddy.

Ah bukankah tadi Peter oppa bilang kami akan makan bersama temannya, mungkinkan aku akan ketemu dengannya lagi? Ahh tak perduli, harus bisa,! jika tidak mungkin aku malah mengingatnya terus.

.

@ korean restaurant

Aku dan Peter oppa sampai,

Kami mendatangi tiga orang pemuda korea, yang sedang asik makan. Salah satu diantaranya menyadari kedatangan kami.

Ahh hyung, mari makan ujarnya dalam bahasa korea.

Kami makan dengan nikmat, beberapa saat kemudian, seseorang dengan masker datang.

Seperti dugaanku ini adalah Kangin, ya dia Kangin Super junior boyband yang punya fans diseluruh dunia itu.

Kangin terlihat kacau ketika ia membuka maskernya. Dengan tidak semangat ia menyapa kami.

Kau kenapa Kangin-ah? Tanya Peter oppa

Hyung nanti ku ceritakan, aku ingin makan dulu ujarnya. Kemudian dia melirikku.

Ah anneyong Cheryl-si,

Oh ternyata dia tidak melupakanku ujarku dalam hati, anneyong jawabku.

Aku pikir dia akan basa basi sedikit menanyai kabarku, tapi tidak setelah menyapaku dia tidak bertanya apa apa lagi dan melanjutkan makannya.

[Flashback]

Indonesia , Agustus 2016

Daddy, can I take a shorth holiday in Seoul for 5 days before entering UCLA?

Why always Seoul baby? Why not another country, Angel in Seoul ?

No, she is still in NYC dad, I just want to meet Peter oppa dad, Indonesian call it kunjungan balik daddy hehe. Ya, peter oppa mengunjungi aku dan daddy natal tahun lalu

Didn’t he busy shooting something ?

He didn’t dad, his shooting start on the late of this month

Its okay, your also have been staying with your mom almost 2 month

Yeaah, thanks daddy, I love you. Aku menutup telpon

Ma pa, aku dibolehin daddy nih ma, besok aku jadi berangkat ya hehe ujarku kegirangan.

Pasti kalian sedikit bingung, mengapa aku punya tiga orang tua yaitu, daddy dan mama papa.

Aku merupakan gadis blasteran, daddyku American dan mamaku berdarah Indonesia asli. Daddy dan mama bercerai ketika aku masih bayi karena banyaknya perbedaan diantara mereka, kemudian mama menikah dengan papaku.

Aku tidak merasakan yang namanya punya orang tua tiri, karena dari kecil papa menganggapku sebagai anaknya sendiri. Setelah aku lulus SD daddy meminta aku untuk tinggal bersamanya namun karena Amerika dianggap terlalu jauh oleh mama dan papaku jadi daddyku sengaja pindah ke Singapore supaya aku diizinkan tinggal bersamanya. Aku menyelesaikan JHS di Singapura, di sekolah aku bertemu Angel gadis Korea yang pindah ke SG karna ayahnya merupakan kedubes Korea untuk Singapore saat itu. Meski kami berpisah setelah lulus JHS karna aku kembali tinggal bersama mama dan papa kami tetap bersahabat hingga kini. Saat aku lulus SHS timbul lagi perdebatan aku harus kuliah dimana dan tinggal bersama daddy atau mamaku. Untuk itu aku memutuskan untuk memilih universitas yang tidak berada di Jakarta maupun Singapura, yaitu di kota lain. Namun, daddy yang tidak bisa menahan keinginannya untuk tinggal bersamaku kembali sehingga aku tetap tinggal bersama daddy.

Setelah aku lulus 2 bulan yang lalu, daddy kembali ke LA , dan aku mengisi waktu kosongku dirumah mamaku sambil menunggu tanggal ke berangkatanku ke LA, ya aku baru saja diterima di UCLA.

Kembali ke ceritaku yang hendak liburan ke Seoul

Sebenarnya mengunjungi Peter oppa hanyalah alasan sampingan, alasan utamanya adalah aku ingin datang ke konser 8th anniversary-nya Bigbang, boyband korea selatan yang menurutku paling keren diatara banyak boyband lain dari negeri itu. Sebenarnya daddy juga tidak melarangku jika aku jujur Cuma ingin nonton koser saja, tapi daddy orang yang kadang terlalu berlebihan dia akan mengomel panjang jika tahu aku pergi sendirian ke konser yang dihadiri ratusan ribu orang.

@Seoul , 20th Agust 2016

Aku sengaja datang dua hari sebelum konser, sehingga aku punya waktu main bersama peter oppa terlebih dahulu.

Malam ini aku setelah makan bersama Peter oppa di sebuah restauran jepang . Oppa mengajakku berkunjung ke apartemen temannya yang sedang berulang tahun. Meskipun aku merasa sedikit asing tapi aku bersyukur tenyata ada beberapa eonni2 juga.

Aku diperkenalkan oppa sebagai adiknya, kemudian aku memperkenalkan diri, saat aku melihat teman oppa satu persatu, ternyata ada satu orang yang sepertinya artis. Tapi aku tidak tahu namanya.

Peter oppa bilang, didn’t you know him? Teman oppa itu menyela dengan mengunakan bahasa inggris , Do you know me? Im famous ujarnya kemudian tertawa I know you are an idol , but im sorry I don’t know your name ujarku jujur. Peter oppa dan teman-temannya tertawa kencang.

Really? Ujarnya tersenyum kecut.

Ah jinja aku harus bekerja lebih keras lagi (dalam bahasa korea)

Im super junior Kangin.

Oh I see,sorry icant recognize you, yeah I remember now, Peter oppa once posting a foto in IG with you.

Alright no problem ujarnya tersenyum manis.

Menurutku dia pria dewasa dengan senyum yang menawan, berbeda dari kebanyakan korean idol yang terihat feminim iya terlihat begitu manly.

Kami menikmati kebersamaan dengan bercerita dan bermain kartu. Peter oppa mengangkat telepon yang sepertinya dari menagernya.

Di hadapan teman-temannya dia meminta maaf padaku bahwa dia terpaksa membatalkan janjinya padaku untuk menemaniku ke beberapa tempat wisata di Yongin besok karena ternyata jadwal shootingnya dimajukan tiba tiba.

Aniii gwencana oppa, aku bisa pergi sendirian ujarku . Ah meskipun dalam hati aku kecewa dan berpikir mungkin ini balasan dari Tuhan karna tidak jujur pada daddy.

Aah bagaimana jika kau ikut bersamaku, kebetulan besok aku berencana untuk kerumah nenekku yang tidak jauh dari Yongin? Ujar Kangin, aku sedikit terheran, ternyata seorang Idol terkenal berani mengajak orang asing untuk pergi bersamanya.

Kau yakin tidak merepotkan? Ujar Peter oppa, anniya hyung aku tidak memiliki jadwal dan ingin ke rumah nenekku, aku kasihan padanya dia telah jauh-jauh dari luar negeri dan sampai disini hanya jalan-jalan sendiri karna kau harus shooting. Bagaimana baby? hmm aku Cuma berhmmm, tidak apa-apa dia salah satu dongsaeng kepercayaanku. Oke baiklah oppa, terimakasih ujarku pada Kangin dan dibalas oleh senyum manlynya.

Esoknya, pukul 9 aku sudah siap untuk berangkat. Tak lama Kangin menelpon jika dia sudah didepan hotelku.

Kangin menggunkan kaos oblong berwarna putih dan celana jeans pendek, ia terlihat lebih tampan dari pada semalam. Terimakasih kau telah mau menemaniku, apa tidak apa-apa bagimu ke tempat wisata ? Ujarku membuka pembicaraan, dalam bahasa korea ya, berteman dengan Angel bertahun tahun lamanya ditambah dengan aku yang pernah mengambil kursus bahasa korea saat sekolah dasar sementara anak-anak lain mengambil bahasa Jepang, aku memang lumayan bisa meski tidak fasih. Santai saja, disaat turun aku menggunakan beberapa barang yang bisa lumayan menutupi identitasku ujarnya sambil melirik jok belakang dimana ada topi kaca mata dan masker penyamaran khas idol korea.

Aku menikmati jalan-jalan kami, seperti yang Peter oppa bilang saat menelponku tadi pagi, Kangin adalah orang yang ceria, lembut dan sangat care terhadap orang lain. Aku saja bahkan lupa jika kami baru saja kenal, kami sangat cepat akrab satu sama lain, aku menceritakan hampir semua ceritaku mulai dari keluarga, study dan juga hobiku, dia pun begitu. Dia sedikit kecewa ketika aku cerita bahwa sebenarnya aku dulu pernah menonton konser Super Junior bersama Angel di Singapore tetapi saat dia tidak aktif karena sedang wajib militer. Dan juga ceritaku bahwa tujuanku datang ke korea kali ini adalah untuk datang ke konser Bigbang yang notabenenya adalah boyband yang disebut sebut sebagai boyband tandingan Super Junior.

Tak terasa hari sudah sore, Kangin mengajakku ke rumah neneknya yang ternyata ditinggali oleh keluarga tantenya sejak sang nenek meninggal. Dan berencana untuk kembali ke Seoul setelah makan malam.

Saat sampai kami di sambut oleh sang Imo dan juga adik sepupunya. Aiiigooo nuguya? Ini pacarmu? Bukannya pacarmu model itu kenapa sekarang menjadi orang asing? Tapi tidak papa dia cantik? Ujar sang Imo yang sepertinya mengira aku tidak mengerti bahasa Korea.

Aniyaa imo, jangan berkata macam macam dia mengerti apa yang imo bicarakan dia bisa bahasa Korea ujar Kangin. Aku tersenyum dan memperkenalkan diri aku juga menjelaskan bahwa aku adalah adik angkat dari sahabat Kangin.

Setelah makan malam dan berbincang bincang, jam sudah menunjukkan pukul 9. Sesuai rencana Kangin hendak pamit pada sang Imo, tapi Imonya melarang karna menurutnya Kangin terlihat lelah untuk menyetir sendiri ke Seoul. Akupun juga melihatnya begitu kami pergi dari pagi tanpa istirahat akupun mengiyakan saran sang Imo.

Gwencanayo? Ujarnya

Ne, kau terlihat lelah, tidak apa apa aku juga tertarik untuk mengujungi pasar tradisional disini dan tempat yang kau bilang untuk sangat menangkan pikiran itu.

Iya pun tersenyum, baiklah sebaiknya kau telpon oppamu dulu.

Ne, ujarku.

Setelah berganti pakaian tidur pinjaman dari Imo, aku mengobrol bersama Imo sambil menonton tv, seperti Kangin Imonya juga sangat cepat akrab denganku, meski Imonya sedikit terlihat cerewet.

Kangin yang tadinya juga ikut mengobrol ternyata sudah tertidur di matras. Aku meliriknya sungguh pria ini tampan sekali. Meskipun aku berdarah campuran tetapi seleraku tetap pria Asia asli . rahangnya yang tegas membuatnya terlihat begitu manly.

Aku bangun pukul 6 dan melihat Kangin masih tertidur ditempat yang sama. Aku mencari Imo ternyata ia sedang menyiram tanaman. Tak lama kemudian aku dan Imo pergi kepasar tradisional, aku mengandeng tangan Imo dan berasa seperti bergandengan dengan Mama dan sedang belanja di pasar tradisional di Indonesia.

Saat kembali, aku melihat Kangin sudah bangun dan bermain dengan beberapa puppy dihalaman. Aku membantu Imo memasak meski tidak banyak membantu karna aku tidak tahu banyak mengenai masakan korea, meskipun sering memakannya.

Setelah sarapan dan mandi, aku dan Kangin berpamitan untuk pergi ketempat indah yang Kangin bilang sebagai tempat rahasianya untuk menenangkan pikiran kemudian langsung pulang ke Seoul.

Ternyata tempat rahasia itu adalah puncak sebuah bukit dengan taman kecil ditengah tengahnya, meskipun ini musim panas tempat itu terasa sejuk. Kangin dan aku duduk di kursi panjang.

Apa kau setuju tempat ini bisa menenangkan pikiran?

Aku setuju sekali, di Indonesia, di Singapore atau di LA aku belum bisa menemukan tempat yang menjadi tempat khusus untuk menenangkan diri, seperti tempat ini bagimu.

Bukankah kau bilang kau sering pergi kepantai yang sepi atau mendaki gunung? Iya, tadinya aku pikir itu bisa menenangkanku ketika aku punya masalah tapi itu hanya untuk menyalurkan hobi travelingku, sepulangnya dari sana aku tetap merasa bebanku tak hilang.

Tempat ini rahasiaku sejak kecil, aku juga tidak mengerti aku bisa memberitahumu ujarnya tertawa. Apa kau rela jika suatu saat nanti aku datang ke sini untuk menenangkan pikiranku? tanyaku

Boleh saja tapi tolong beritahu aku dulu, aku tidak suka ketika aku datang kesini ada orang lain juga ujarnya sambil tertawa. Baiklah ujarku

Kami sampai di Seoul pukul 2. Aku mengucapkan terimakasih, aku mandi dan bersiap-siap untuk yey konser bigbang!

Back to

@Korean restaurant, June 2018

Semenjak kejadian dua tahun lalu itu, tidak tahu mengapa aku jadi mulai ingin tahu semua tentang Kangin.Aku selalu mengingat ingat setiap detail kenangan saat kami bersama. Setelah berpisah siang itu, malamnya sebelum tidur aku mengirimkan text mengucapkan terimakasih sekali lagi dan iya membalas dengan ramah. Kemudian tidak ada kontak lagi setelahnya hanya beberapa kali ketika aku menelpon Peter Oppa dan ia sedang bersama Kangin dia punya menyapaku sekedar say hello biasa.

Bisa dibilang semenjak itu aku beralih menjadi fansnya ya fansnya karna jika aku bilang aku menyukainya sebagai wanita melihat pria akan membuatku terlihat begitu konyol. Yang aku tahu dia memang tengah berpacaran dengan seorang model seksi. Beberapa waktu yang lalu saat Super Junior comeback dengan album ke 8 mereka sempat muncul fotonya dan wanita itu, didalam foto itu mereka terlihat begitu mesra dan seperti sehabis tidur bersama. Ah sama seperti fansnya yang lain aku pun sangat sedih. Tapi kesedihanku tak begituku pedulikan karena aku sibuk dengan studyku. Hanya terkadang seketika aku mengingatnya lagi timbul keinginan untuk mengirimkan dia text atau menelponnya.Yaa yang membuat aku lebih beruntung dari fansnya yang lain adalah karena aku masih memiliki kontak pribadinya. Meskipun itu tidak berguna juga.

Dua tahun aku tidak melihatnya, tapi rasa sukaku padanya tidak juga hilang, bahkan aku sengaja tidak datang saat Super Junior konser di LA atau NYC agar aku cepat bisa melupakannya tapi gagal. Aku yang tadinya sangat suka berlibur ke Seoul menjadi tidak pernah mengunjungi Seoul. Ya, kali ini aku berada di Seoul karena Angel memaksaku untuk menemaninya pulang kampung. Tapi seperti jebakan, dia tidak jadi berangkat dan saat ini aku berada di satu meja makan dengan orang yang selama dua tahun ingin aku lupakan.

Di tengah tengah makan aku mencuri curi kesempatan untuk mengamatinya, dia sedikit terlihat lebih tua dari dua tahun yang lalu dengan bulu bulu halus disekitar dagu yang tidak tahu memang sengaja dibiarkan atau karena tidak sempat dicukur. Matanya merah mungkin karena habis menangis atau tidak tidur.

Setelah selesai makan, beberapa teman Peter oppa pulang terlebih dahulu, tinggal Oppa, aku, Kangin dan sahabat dekat oppa yang lain yaitu Jiwoo oppa. Tanpa memperdulikan aku masih ada diantara mereka Kangin menceritakan masalahnya bahwa dia ditinggalkan kekasihnya,kangin yang berharap hubungan berjalan ke arah serius, ia menginginkan menikah di tahun depan tetapi si model sexy itu ternyata berselingkuh dengan seorang fotografer. Sambil bercerita dan menangis ia minum bergelas-gelas soju tanpa berhenti, aku yang menyukainya ikut merasakan pedih melihatnya seperti itu.

Kangin mabuk parah. Aku yang dari tadi cuma mendengarkan Peter dan Jiwo oppa memerikan nasihat pada Kangin menyadari bahwa ini sudah pukul 3 pagi, Jiwoo oppa juga ikut mabuk karena terbawa suasana ia ikut menceritakan pengalamannya diselingkuhi juga oleh mantan kekasihnya sedangkan Peter oppa tidak minum sama sekali karna pagi ini ia ada syuting iklan di Jeju dan berangkat dengan penerbangan paling pagi.

Baby, can you help me? Peter oppa berkata sambil melihat kedua temannya yang sudah mabuk parah dan setengah mabuk itu.

Bisakah kau antarkan mereka berdua? Aku harus antar mereka kemana oppa? Kau kan punya sim internasional, Jiwoo sudah tidak mungkin menyetir sendiri apalagi Kangin. Kau bawa mobil Kangin dan antar mereka ke apartement Kangin saja kemudian pulang dengan menelpon taksi. Aku sudah menghubungi menager Kangin tapi ia tidak mengangkat telpon. Maafkan aku merepotkanmu baby aku takut tidak bisa mengejar pesawatku ujarnya sambil mensetting alamat apartemen Kangin pada Maps hpku. Ne, gwencana oppa. Telpon aku juga kau sudah sampai di Hotel, arra? Ne oppa.

Aku sedikit gugup karna untuk pertama kalinya aku menyetir di Korea dan yang lebih bikin gugup adalah aku belum pernah mengendarai mobil sejenis mobil Kangin.Yap mobil pun jalan.

Cheryl-sii, Jiwoo oppa memanggilku, ne oppa..

Bisakah kau mengantarku ke apartemenku saja? Kemudian mengantar Kangin? Aku ada pekerjaan nanti siang. Baiklah oppa bisakah kau menunjukkan arahnya ujarku? Yaa.

Setelah mengantar Jiwoo oppa, aku semakin gugup karena hanya ada aku dan Kangin saja meskipun dia dari tadi tidak bergeming hanya kadang memejamkan mata kemudian membukanya lagi dengan tatapan kosong.

Kami sampai dia basement apartement Kangin. Aku membangunkannya. Kangin, hey …

Hmmm ujarnya, ah tidak ada jalan lain pikirku selain memapahnya turun dia tidak bisa jalan dengan benar, lagi lagi aku terpaksa memapahnya hingga apartementnya. Berapa nomer apartementmu ujarku? 12, ini apa passwordnya ? 171785 ujarnya.

Pintu apartemen terbuka aku memapahnya hingga sofa. Ketika aku hendak bangun dan menelpon taksi. Kangin menarik tanganku. Dan berkata ,bisakah kau disini saja? dengan tatapan dalam yang sedikit mengerikan. Belum aku membuka mulut dan menjawab. Ia menutup mulutku dengan bibirnya. Padanganku kabur,aku tidak bisa mendeskripsikan apa yang terjadi setelah itu.

_____________________________ CONTINUE _______________________________

 

 

 

1 Comment (+add yours?)

  1. Farha T
    Jul 14, 2016 @ 01:27:22

    Lebih diperjelas lagi ya author yang mana dialognya hehe soalnya aku agak kebingungan nih dialog tapi ko engga pakai tanda kutip

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: