Around of Love [6/?]

Around of Love Part 6

Title : Around of love

Genre: Romance,

Rating : 15+

Cast: – Lee Donghae as himself

  • Sonia Wulandari as himself

Lenght : chapter

Support Cast : – Park Jung Soo as Leeteuk Super Junior

  • All member SJ
  • Sajangnim SMEnt
  • Family Sonia
  • Family donghae
  • Etc ….

 

 

Happy Reading J!!!!

 

Sonia POV

aiisshh!! Aku masih kesal padamu! kenapa kau tak menghindarinya saja?!”ucapku berdecak kesal.

Aku dan Donghae berada di dalam mobil menuju Hotel tempat ayahku menginap mala mini. Dia berpakaian resmi seperti ingin melamar saja. aiissh!! bagaimana aku tak kesal padanya. tiba-tiba datang keapartementku dan menyuruhku bersiap-siap serta menceritakan semua yang dikatakan ayahku. mala mini dia ingin menemui ayahku?! Bukannya menghindar dengan ajakan itu dia justru mengiyakan dan menganggapnya serius.

Bukannya aku tak suka bila kekasihku bertemu dengan ayahku. Hanya saja aku mengetahui tabiat ayahku! Terlebih lagi dia sedang marah mengenai masalah ini. bertemu donghae ?? apa yang akan terjadi nanti kalau tidak bentakan yang udengar darinya.

c’mon changi-ah! aku tak mungkin menolak ajakan itu?! apa tanggapannya nanti?! Aku sudah mengosongkan jadwalku mala mini! Jadi mari kita lakukan bersama!”ucapnya menoleh sekilas padaku dengan tersenyum kaku.

Aissh! Dari wajahnya saja sudah jelas dia terlihat sangat gugup.

“tak perlu malam ini! aku akan berbicara sendiri dengannya!”ucapku masih berusaha meyakinkan dia mengubah rencananya.

“aku gugup sekali?! bagaimana jika dia tak menyukaiku? Kau tidak akan memutuskanku bukan?!”

mwo??? hahaha donghae babo namja!! Molla!! Terserah kemauanmu saja!”ucapku menyerah.

Sepertinya dia takkan mengubah rencananya ini!

“seperti itu baru yeoppo yeoja!! uri Sonia!!”ucapnya dengan mengelus kepalaku lalu mendorongnya hingga mendekati kepalanya dan mencium pelipisku sekilas sambil menyetir.

“apa yang harus kubawa? Buah? Ahh tidak! Bunga?”

“kau akan diusir keluar bila membawa bunga! Kau pikir akan menemui seorang gadis?! , , , berhentilah di persimpanan supermarket itu! aku akan membeli parcel kecil!”ucapku sambil menunjuk persimpangan jalan yang akan kami lewati.

Tak lama donghae memarkirkan mobilnya didepan supermarket yang lumayan besar ini.

eoh?! Mwohaneun geoya??!”ucapku bingung saat dia ingin membuka pintu mobilnya. “jangan bilang kau akan ikut keluar juga?! Oppa, apa kau ingin menjadi tontonan pelanggan disini?!”

ahh! aku lupa!!! Chankanman!”ucapnya lalu mengambil sesuatu di kusi belakang mobilnya.

Ahh aku hampir lupa bila donghae selalu membawa alat penyamarannya kemanapun dia pergi agar lebih mudah untuk keluar kapanpun dia mau.

kajja!!”ucapnya tersenyum lebar dan tampak bersemangat dengan memakai penyamaran topi serta syalnya.

Aku hanya terkekeh dan menurutinya dengan keluar dari mobil bersama dengannya memasuki supermarket ini.

“bila aku sendiri ini takkan memakan waktu lama! tapi kau bersemangat untuk ikut masuk!”

Donghae POV

Demi apapun saat ini aku sungguh gugup. Kami sudah sampai di gedung hotel ini dan memasuki lift menuju lantai kamar ayah Sonia. Yang kukhawatirkan hanyalah tanggapannya untukku. bagaimana bila dia tak menyukaiku?

Sonia setia menggandeng tanganku dengan memberi beberapa kata penyemangat padahal sebelumnya dia menolak dengan keras pertemuan kami mala mini.

Setelah kami sampai didepan pintu pengawal lelakinya memberi hormat dan membukakan pintu kami. seberapa penting ayahnya Sonia hingga didepan pintu kamarnya saja dikawal 2 orang.

Kami memasuki karma super mewah ini. terdapat berbagai ruangan dalam satu ‘Kamar’. Runag tidur, makan, kerja. Semuanya terpisah. Walaupun tak besar terlihat sangat berkelas. Aku tak tahu bila keluarga kekasih yang kukencani sangat kaya. Setahuku dia hanalah orang Indonesia biasa. Terlihat dari sifat dan kemandirian yang selama ini tampak pada Sonia. Kedua orang tuanya memang telah berhasil mendidik Sonia untuk tak berlaku sombong dan angkuh. Hanya satu yang tak dapat dipungkuri. Keras kepala Sonia tampak sama dengan ayahnya hingga mereka terlihat renggang tetapi saling menyayangi. Heran! Kenapa hubungan ayah dan anak ini begitu renggang bila mereka mencintainya. mendiang ayahku selalu berkata betapa kerasnya ayah mendidik anaknya. Betapa keras ayah dan anak saling membenci sebenarnya mereka saling menyayangi tanpa mereka sadari. Dan itu tmpak saat ayah Sonia melindungi anaknya agar gossip miring tak terjadi akibat ulah sajangnim.

annyeonghaseyo abheonim!”salamku sopan dengan menunduk.

Diikuti dengan Sonia sambil membeli parcel kecil berisi buah yang kami beli tadi.

dipersilahkan untuk duduk. Kami duduk di depannya. Ahh walaupun aku menunduk. Aku tak bodoh! Aku tahu ayahnya menatap tajam kearahku.

“jadi dengan keberanian apa yang membawa mu menemuiku mala mini. Di jam Istirahatku!”kata ayahnya.

appa, kau yang menuruhnya menemuimu! Jangan berlagak tak tahu apapun!”kesal Sonia.

Dngan cepat aku menahan tangannya untuk tak melanjutkan perkataannya. Ini hanya memperkeruh permasalahannya.

“Kapan kalian kenal dan menjalin hubungan?!”tanya ayah Sonia menatapku.

“awal perkenalan kami melalui dunia maya dan sejak itu kami sering berkomunikasi hingga akhirnya Sonia berada di Korea. Pertama kali untukku bertemu dengannya dan jujur saja, bahkan sebelum bertemu dengan obrolan kami yang semu aku menyukainya. Sebulan kemudian. Aku menyatakan perasaanku padanya. hingga sekarang kami masih berpegang teguh pada hubungan kami abheonim!”ucapku yakin.

Sonia-ah. apa kau yakin dengan perasaanmu?! Apakah itu bukan hanya rasa kagum pada tokoh idolamu!”tanya ayah Sonia yang membuatku membulatkan matanya lalu menatap Sonia.

Benar! Aku belum pernah memikirkan hal ini dan menyatukan semuanya. bagaimana yang dikatkannya benar?! Sungguh aku takut dengan perkataan Sonia selanjutnya terlebih lagi dia tampak berpikir dan menghembuskan nafasnya kasar.

“rasa kagum itu pasti! Dia adalah tokoh yang selama ini ingin kutemui. Ahh bukan. Bahkan aku selalu bermimpi untuk berbicara dan dekat dengannya. aku menyukai segala hal tentangnya. Tapi apakah wajar bila itu hanya sebatas rasa kagum? Disaat aku melihat videonya berdekatan dengan wanita lain? disaat melihat video dia menangis membuatku ikut menangis. Disaat dia tersenyum aku ikut tersenyum dengan sendirinya. Apakah itu wajar? Tidak! Aku tahu kau bukan orang bodoh appa! Kau tahu itu bukan hanya rasa kagum. Aku mencintainya bahkan sebelum dia mengenalku. rasa cinta yang semu ini akhirnya bisa terwujud dengan rasa yang sama darinya!”

Perkataan yang membuatku tersentuh. Perasaannya yang sama teramat dalam bahkan sebelum aku meraakannya. Benarkah aku mendengar ini langsung darinya?! bukan waktu biasa dia mengutarakan perasaanya langsung. Dia selalu menyembunyikan perasaan yang amat dalamnya padaku dengan segala tindakannya. Perasaan cintanya yang takkan kusia-siakan. Aku sangat menyayangi dan mencintainya. peganganku semakin erta meremas jemarinya dengan senyuman yang mengambang di wajahku.

Sonia-ah. kehidupanmu tidak akan bisa seperti gadis yang biasa. Aku masih ingat dengan impian menikah yang kaukatakan waktu kecil. Kau ingin berjalan di taman setiap pagi, berbelanja memnuhi kebutuhan kalian bersama. Berlibur keliling Negara dan menetap di Negara impian kalian. Ingatlah! Itu semua takkan bisa terjadi!”ucap ayah Sonia.

appa!! Itu hanyalah impian masa kecilku. Aku sudah dewasa. Aku bukan gadis kecilmu lagi. aku memiliki pemikiran sendiri. aku bisa menentukan kehidupanku. Aku bukan gadis kecil yang kau atur dengan kemauanmu! Aku mohon biarkan aku menentukan pilihanku sendiri.!”lirih Sonia.

“aku ayahmu. Kehidupanmu adalah prioritasmu. Bila kau gagal dalam menentukan arah tujuanmu. Aku akan menjadi ayah yang tak berguna dalam kehidupan putrinya sehingga mendapat kegagalan. Bila kau menderita. keluargamu lebih menderita terlebih lagi orang tuamu!”

“kita takkan tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Bila aku gagal maka itu adalah kesalahnku bukan kesalahanmu! Kau sudah berarti dala hidupku. Membuatku hidup hingga sekarang. bekerja siang dan malam demi kebutuhan kami. mendidikku untuk menjadi seorang wanita yang tegar. Kau adalah pahlawanku!”ucap Sonia terisak.

Oh tuhan! Aku tak bisa melihatnya menangis. Hatinya sedih membuatku ikut bersedih.

miannatta abheonim! Aku akan berusaha membuat impianmu terwujud! Kehidupan anaku yang bahagia akan menjadi prioritas utamaku. Dengan segala kekuranganku dia menerimanya. Aku bersyukur bertemu dengan putrimu yang sempurna dan kesempurnaannya membuatku terlihat sempurna. Kita mencintai wanita yang sama. kebahagiannya adalah prioritas kita. maka izinkan aku untuk ikut berpartisipasi dalam kebahagian putrimu!”ucapku menengahi pembicaraan mereka. aku tak kuat melihat Sonia yang berusaha meyakinkan ayahnya dengan isakan tangisnya sementara aku hanya bisa menonton.

“aku tak mempermasalahkan itu dirimu atau siapapun. Selama kau mebuat putriku nyaman aku menerimanya. Hanya saja aku berpikir ulang saat melihat profesimu. Itu terlalu terbuka. Ditambah dengan scandal ini sudah membuat kekacauan yang besar. Kau bukan hanya milik Sonia. Kau dimiliki oleh penggemaru. Hidup seorang entertain itu berbeda. Hidupnya diatur oleh penggemarnya. Kau tak bisa hidup sesuai keinginanmu bila ingin terus Berjaya di duniamu. Bagaimana bila kau membahagaian putriku bila hidupmu saja diatur oleh penggemarmu!” ucapayahnya membuatku tercengat.

Denagn menghebuskan nafas dalam. Aku mulai menatap Sonia yang menunggu jawaban dariku.

“menjadi seorang public figure adalah impian ayahku. aku hidup dengan cinta penggemarku. Aku berusaha membuat mereka senang dengan diriku walaupun aku tersakiti. Dan mereka mendukungku memberi penyemangat dalam keadaan apapun diriku. bohong bila aku tak perduli dengan mereka yang memberi penyemangatku. Tapi Sonia adalah bagian dari diriku. aku yakin pilihanku akan membuat mereka bahagia. Penggemar sejati adalah mereka yang selalu mendukungku dalam keadaan apapun!”

“itu tak menjamin! Sonia akan menjadi bahan amukan mereka. banyak cacian yang akan ditujukan untuknya! Itu bukan memberi kebahagaian, tapi penderitaan.!”

“tidak!! Tidak! Sudah kukatakan aku akan melindunginya. Nae appa! Pernah mengatakan caramu memperlakukan wanita sama dengan dirimu memperlakukan ibumu. Aku takkan membiarkan ibu dan wanitaku terluka!”

“itu tak menjamin! Kariermu dan wanitamu! Mana yang kau pilih?!!”

appa!!”

Deg!! Pilhan yang sulit.

“aku tak bisa memilihnya.!”lirihku.

oppa!! kau tahu itu bukan jawaban yang diinginkannya. Kau tak harus menjawabnya!!”kesalnya.

Aku tahu itu membuatnya marah! Tapi aku memang tak bisa memilih.

sonia-ah, kau tahu aku tak bisa memilihnya.!!”ucapku meyakinkannya “abheonim! Karierku adalah keinginan ayahku. Sonia adalah kehidupanku. Secara mungkin aku akan menjalankan keduanya. Tapi aku tak memungkiri bila nantinya aku harus memilih. aku bukanlah remaja. Umurku 30 tahun dan aku dituntut untuk kehidupan pribadiku. Aku tak mungkin terus bertahan dan Berjaya di dunia ini. aku sewaktu-waktu bisa kehilangannya. Tapi untuk sekarang. aku tak bisa memilihnya. Sonia!! Dia adalah pilihankiu dulu, sekarang dan nanti!”

Hening! Suasana mendadak hening. Aku, Sonia ataupun ayahnya taka da yang niat akan berbicara. Aku sudah menyampaikan semuanya. aku hanya menunggu harapan.

“apa kau benar2 mencintainya?!”ucap ayah Sonia pada Sonia.

“kau tahu jawabanku!”ucapnya.

Lalu ayahnya berdiri memanggil pengawal atau asistennya. Entahlah! tapi yang pasti pria itu langsung datang kedepan kami semua.

“aku akan pulang ke Indonesia besok! Siapkan kepulanganku!”ucapnya pada peria itu yang langsung menunduk.

“aku ingin besok! siapkan press confrense untuk mengumumkan hubungan kalian. Bila kalian saling mencintai dan yakin dengan perasaan kalian. Jangan hanha mengumumkan tentang sepasang kekasih. Tetapi pernikahan! Aku tak ingin kalian main2! Itu syarat dariku bila kalian ingin mendapat restu dari diriku!”ucapnya pada kami berdua.

Sontak kami menatapnya dengan mata yang lebar. Terkejut?! Itu pasti! Pernikahan!oh tuhan! Aku sama sekali tak pernah bermimpi akan menjadi seperti ini. tentu aku menginginkannya. Aku berhubungan dengannya tidak main2. Aku ingin menikah dengannya.

“kau donghae-ah. tidak perlu menghawatirkan perusahaan! Itu biar aku yang urus. Tapi sekali kau mempermainkan putriku kau akan mati! Buktikan keseriusanmu dengan pernikahan!”ucapnya menatapku dengan keyakinan dan ketegasannya

“kau Sonia-ah. lepaskan pekerjaanmu! Itu hukuman dari masalah yang kau buat! Aku ingin kau belajar memajukan perusahaanku dengan kemampuanmu!”kata ayahnya lagi pada Sonia.

Sonia hanya diam. Entahlah! aku tak begitu yakin. Tapi ulihat ada ekspresi kesal di wajahnya. Melepaskan pekerjaannya? Yang benar saja! itu adalah pekerjaan yang disuakainya. Tapi tak lama aku melihat Sonia menunduk dan menyetujuinya embuat senyuman di waja lelaki separuh baya ini tersenyum.

“setalah confrens aku ingin kalian meminta restu keluarga besar masing2. Untuk sementara rehat dari kehidupan entertainmu dan urus pernikahan kalian!”

gamsahamnida abheonim!! Jeongmal gamsahamnida! Gamsahamnida!!”ucapku berdiri beberapa kali menunduk senang.

 

Sonia POV

Semua berjalan dengan baik sejauh ini. sepulang dari tempat ayahku. kami berdua tak henti2nya tertawa dan tersenyum.

Menikah?! Siapa yang tak ingin terlebih lagi aku bersma donghae! hal yang selama ini kuimpikan. Ahh tidak hal yang selama ini kai impikan. Bagaimana pernikahku kelak bersamanya? Kapan pernikahannya? Bagaimana mulai pernikahan? Dimana kami akan berbulan madu? Berapa anak yang kami inginkan? Ohh tuhan! Itu akhirnya akan terjadi. benar2 terjadi.

Pekerjaanku yang akan kulepaskan! Aku tak lagi masalah dengan itu! jujur, aku berpikir tak selamanya aku akan bekerja sebagai sekretaris di KBRI setelah statusku yang telah menikah nantinya. Aku ingin kerja yang bisa membagi waktu dengan suamiku kelak. Itu adalah pilihan terbaik untuk melepaskannya. Lagi pula selama ini aku sudah merasakan bagaimana hidup bebas. Keputusan ayah bukan seperti hukuman. Melainkan hadiah darinya. dia bertindak seperti ayahku. ayah kandungku.

Donghae POV

Pagi ini. ahh tidak sing ini aku kembali ke dorm untuk bersiap-siap confrensi pers yang sudah disiapkan SMEnt dan ayah Sonia, ayahnya? yaa dia sudah kembali Ke Indonesia pagi2 sekali. kami mengantarkannya sebelum aku kembali ke dorm. Tadi malam?! Aku menginap di rumah Sonia. Kami menghabiskan malam bersama dengan bercerita tentang angan2 kami nantinya.

Aku tak memikirkan bagaimana tanggapan sajangnim setelah mendnegar tentang press confrese ini. aku tahu dia tak suka. Tapi dia tak bisa berbuat apapun! aku tahu dia menentang semua ini. tapi inilah keputusanku.

chukka donghae-ah!!”ucap semua member dengan menyemprotkan semburan busa padaku saat baru memasuki dorm membuatku terkejut.

ige mwoya??!”ucapku bingung sambil dengan senyuman cerahku dengan kebahagiaan mereka.

“kami sudah mendengar kabar itu! pernikahanmu!! Chukkae!! Kau menjadi anggota pertama kita yang menikah dahulu!”ucap kangin.

“jadi kapan itu?!”ucap eunhyuk sambil menggandengku duduk di salah satu dari mereka.

“apa kalian merestui kami??! , , , ahh setelah ini aku akan beristirahat untuk kegiatanku. Untuk meredamkan pro dan kontra ELF juga untuk meminta restu dari keluarga besar semuanya. setalh ibu dan kakakku. Aku akan ke Indonesia menemui keluarga Sonia. Setalh berdiskusi dengan masing2 keluarga kami akan menentukan hari bahagia itu. sementara aku hanya memberikan kabar tentang pernikahan kami.!”ucapku semangat.

donghae-ah. kami setulus hati mendukung dan meretstuimu! Kau akan menjadi anggota pertama yang akan menikah! Kami harap kau hidup bahagia bersama Sonia-ah! dan , , jangan lupa! Berikan yang terbaik untuk semua. kami akan membantumu meredakan semuanya agar kau bisa cepat kembali ke dunia hiburan! Aku mendukungmu!”ucap leeteuk memelukku diikuti dengan yang lain.

hyeong! pengumuman ini akan membuat banyak orang salah faham. Terutama penggemar akan bingung mengingat statement yang dikeluarkan sebelumnya!”ucapku pada leeteuk

arra!! Aku akan ikut menjelaskan semuanya! kau tenang saja. aku juga tak ingin membuat ELF bingung.!”ucap leeteuk tersenyum manis.

“kami semua juga akan ikut hadir di fress conference itu. tanda kami akan mendukung dirimu! Penggemar juga akan melihatnya dan tak terlalu lama pr kontra itu datang! Yang penting setelah ini kau dan Sonia tak melihat media dan segera memberi kata maaf di SNS!”ucap heechul.

“aku sudah memberi kata maaf pada ELF beberapa menit lalu!”ucap kyuhyun sambil menunjukkan ponsel berisi akun twitter nya.

Kami semua sontak melihat ponsel itu dan benar saja! foto dirinya sambil yang berpose sendiri dengan capture ‘apapun yang akan terjadi kedepan. kami mencintai kalian. #ELF saranghae’.

Gila! Benar2 gila. Kenapa aku tak melihat dia berfoto?! Tapi aku tak bisa menyembunyikan rasa bangga ku padanya dengan cepat bertindak. Aku juga yakin banyak ELF yang bertanya-tanya.

eihhss! Hyeong!! hentikan tatapanmu itu. aku tahu aku tampan! Aku melakukan ini bukan karnamu! Tapi untuk calon kakak iparku!”ucapnya.

“hahaha!!”semburat tawa yang menghiasi dorm kini. kurasa semuanya akan baik2 saja. aku hanya menunggu reaksi dari ELF.

——-

Aku melihat banyak kilatan kamera yang mengarah padaku Sonia dan leeteuk. Yaa Sonia mengikuti acara ini. awalnya aku bersikeras untuk tak mengajaknya. Aku tak ingin dia sedih dan terkejut dengan pertanyaan2 bertubi-tubi dari para wartawan yang kita tak tahu apapun itu. tap dia memaksa ikut beralasan dia ingin membantu dan tak ingin hanya mononton dibalik layar. memang keras kepala dan aku tak bisa menolak keinginannya.

Aku melihat kesamping. Berdiri menager Suju dan bahkan CEO SMEnt yang memandang pasrah. Aku yakin dia menolak tapi dia tak bisa berbuat apapun. dia juga ikut andil dalam kesalahpahaman ini.

Didepan. Aku melihat para member SUJU yang duduk memandang kami dengan senyum tulus dan tatapan semangat. Dibelakang mereka sudah banyak wartawan dengan laptop dan kamera masing2. Menyimpulkan apapun yang kai katakana nanti.

Aku menarik nafas panjang. Lalu kami bertiga membungkuk memberi salam dan duduk. Aku memegang tangan sonia erat lalu aku menatapnya dan menunduk memberinya kekuatan untuk bersyabar dan tenang dengan apapun yang akan terjadi. aku ikut menunduk menatapnya lalu tangan kiri Sonia yang bebas memegang tangan leeteuk untuk ikut memberinya kekuatan. Ohh tuhan! Siapapun tahu dia juga akan ikut memikirkan ini. terlebih lagi dia harus menjelaskan scandal terakhir. dia tersenyum simpul lalu kembali menatap orang2 yang menunggu jawaban dan akan memberi pertanyaan.

leeteuk-ssi, apakah wanita ini adalah kekasihmu?! Apa maksud press confrense ini?? lalu, mengapa donghae-ssi duduk diantara kalian?! Apakah ada hal yang tersembunyi disini?!”pertanyaan pertama datang dari seorang wanita.

lalu seorang lelaki dengan setelan jas berkelas ikut berdiri dan memberi pertanyaan. “pagi ini SMEnt menghapus statement nya tentang hubunganmu leeteuk-ssi di official link online mereka padahal berita itu belum 24 jam dirilis. Banyak dukungan dari para penggemar atas hubungan kalian walaupun diketahui saat itu sudah ketahuan. Kyuhyun-ssi baru2 ini juga memposting permintaan maaf yang membuat para penggemar bertanya-tanya. Apakah ini semua ada hubungannya??!”ucapnya saat memperkenalkan dirinya sebagai wakil OSEN

lalu salah seorang pria dengan card ID perwakilan majalah SOMPI ikut berdiri. Ohh tuhan apa yang akan dikatakannya? Semua orang tahu SOMPI adalah majalah berbahaya. Dia mengetahu scandal artis lain diluar batas pengetahuan wartawan yang lainnya. Mereka juga mengungkapkannya pada masyarakat dengan cara yang sangat mengejutkan dan menggemparkan.

“kami mendengar kabar tentang alasan agency SMEnt menghapus berita itu adalah kesalahan mereka dalam mengklarifikasi berita. Awalnya kami sempat bingung dengan adanya berita yang dikeluarkan SMEnr berbeda dengan hasil penyelidikan kami selama ini?! wanita yang berada disamping leeteuk-ssi dan donghae-ssi siapa sebenarnya dia?? kekasih leeteuk-ssi ataukah donghae-ssi?! apakah itu alasan mengapa donghae-ssi juga ikut duduk disitu tidak bersama meber lainnya?! Bahwa donghae-ssi lah kekasih sebenarnya wanita ini.tanyanya telak.

Deg! Benar2. Bahkan sebelum kami menjawab. Dia sudah mengetahuinya? darimana? Apakah dia membuntutiku?!

donghae-ssi?? jeongmalyo??”

            “donghae-ssi waeyo??

Desis desis para wartawan ini. keadaan bertambah ribut.

“ini hasil penyelidikan kami!”sambung pria itu lagi dengan bangganya.

mendadak layar infocus yang berada dibelakang kami menyala dan berisi tentang foto2 tentangku dan Sonia. Menyamar! Yaa aku melakukannya dengan penyamaran. Bagaimana mereka bisa mengetahui hal itu juga. Foto2 mesra kami dan yang mengejutkan disitu sering kali tampak diriku memasuki gedung apartement Sonia.

Kami bertiga saling memandang terkejut. Tapi tak lama kemudian leeteuk menghembuskan nafasnya lalu menunduk kepada kami berdua.

“sebelumnya saya meminta maaf dengan semua kekacauan yang terjadi. terutama ELF super Junior atas kejadian ini. gadis yang berada disamping kami adalah sahabatku. Bukan kekasihku. Agency mengalami kesalahan saat merilis berita tersebut karna desakan dari banyak pihak pada SMEnt. sekali lagi saya minta maaf! donghae-ssi akan menjelaskan bebarapa hal serta menjawab pertanyaan mengapa dia berada disini.”ucap leeteuk semakin membuat para wartawan itu terkejut tak percaya.

jwisinghamnida . aku minta maaf pada ELF dan semuanya. scandal yang belakan ini terjadi sungguh membuat kami tertekan. Wanita yang berada di tengah2 kami adalah kekasihku!!”ucapku yakin.

Kilatan kamera itu semakin banyak berada didepan kami. bahkan Susana bertambah riuh.

“kekasih? Bukankah leeteuk yang dikabarkan dekat dengannya??!”

“apa yang sebenarnya terjadi? tolong jelaskan pada kami semua?!”

Itulah pertanyaan yang mereka katakana dengan tidak sabarnya.

“bukankah sudah dikatakan oleh leeteuk-ssi bahwa mereka adalah sepasang sahabat. Dan wanita ini adalah kekasihku. Kami memulai hubungan ini telah lama. mengenai berita sebelumnya adalah kesalah pahaman diantara kami dan wartawan serta para ELF. saya benar2 minta maaf atas apa yang terjadi. semua yang ada di foto tersebut adalah benar!”ucapku.

“kami harap kalian tidak salah mengartikan lagi dan menerima hubungan mereka semua. kami menunggu restu dari kalian semua terutama para penggemar. Restu dan dukungan penggemar adalah prioritas utama pada hubungan donghae-ssi dan Sonia-ssi!”ucap leeteuk.

annyeonghaseyo, naneun Sonia imnida. Aku banyak mendengar pertanyaan tentang asal usulku. Maka dari ini saya akan menjawabnya. Tetapi sebelumnya saya benar2 minta maaf pada semuanya dan ELF. saya juga seorang ELF jadi saya mengerti apa yang dirasakan mereka semua. untuk itu saya minta maaf!”ucap Sonia mengambil alih dan menunduk tajam.

Aku sudah memegang tangannya semakin erat untuknya berhenti berbicara tapi dia tak mendengarkannya. Tetap pada omongannya. Ahh tuhan! Kini dia menunduk. Aku tak bisa melihatnya seperti ini. ini bukan salahnya kenapa dia harus ikut meminta maaf?!

“saya berasal dari Indonesia. sebelumnya saya bekerja di KBRI. Meminta maaf atas semuanya. yang dikatakan mereka benar! Saya adalah kekasih lee donghae dan leeteuk-ssi adalah sahabat saya. Awal pertemuan saya dan donghae-ssi saat saya pertama kali menginjakkan kaki di Korea. Sebelumnya kami mengenal melalui dunia online! Saya benar2 minta maaf karna menimbulkan banyak kekhawatiran pada semuanya!”sambungnya lagi.

“kami sudah memutuskan untuk serius dengan hubungan ini dan penuh kehatihatian untuk tak menyakiti perasaan ELF. jadi, saya akan mengatakan ini dengan mulut saya sendiri agar penggemar tidak merasa dikhianati atau tersakiti dengan kebohongan yang mungkin akan datang nantinya. Jadi, saya mengantisipasi spekulasi yang akan datang nanti. , , , , saya lee donghae dan Sonia-ssi telah memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami menuju pernikahan! Kapan pastinya saya akan mengabarkannya langsung pada kalian dan terutama ELF! jadi, saya benar2 minta maaf pada penggemar dan memohon untuk mendukung kami terutama Super Junior!”ucapku yakin walaupun terasa berat.

Leeteuk POV

Semua masalah tidak akan dengan mudahnya begitu cepat selesai bukan?! Tuhan memberi kita cobaan yang berat membuat hidup kita semakin berwarna dan berarti.

Setelah penjelasan yang kami lakukan bulan lalu, reaksi ELF yang kami khawatirkan datang bermacam-macam. Banyak yang mendukung hubungan Sonia dan donghae. bahkan mereka memuji keberanian kami untuk tampil dan menjelaskannya langsung tanpa banyak basa-basi. Tapi tak sedikit pula yang masih tak terima, terutama ELF korea!

Bagiku itu wajar. ELF korea berbeda dengan ELF Negara lainnya. Bentuk dukungan, cinta juga reaksi mereka berbeda dengan Negara lainnya. Mereka akan lebih posesive pada tokoh idola. Menganggap idola mereka adalah milik penggemar dan untuk memulai suatau kehidupan pribadi bagi Idol tidaklah mudah. Terlebih lagi didepan umum. tapi jangan salah! dukungan dan cinta yang mereka berikan lebih unggul dan luar biasa. Mereka yang selalu menemani kami dimanapun kami berada. diacara manapun itu mereka selalu mesupport kami. untuk itulah ini bukanlah masalah sepele.

Keesokan harinya setelah press confrense itu Super Junior menghadiri Music Show di MBC. Bersama dengan Donghae sekalian untuk permintaan maaf secara formal pada ELF yang akan hadir nantinya sebelum Donghae vakum dari kegiatan ini untuk mengurusi pernikahannya kelak.

Tapi, semuanya berjalan tak semestinya. Sudah kubilang reaksi ELF tak bisa di tebak. Yang datang saat itu memang banyak seperti biasanya. Tapi reaksi mereka berbeda terutama pada Donghae. saat kami menyanyikan lagi baru kami. sebelum DOnghae bernyanyi part nya aka nada jeda untuk ELF memanggil namanya. Tapi untuk saat itu! ELF tidak memanggil namanya melainkan hanya Super Junior. Terkejut?! Itu pasti. Kami semua terkejut bukan main. Terutama Donghae yang tampak sangat terpukul dan kecewa.

Niatan untuk berbicara pada ELF pun diurung agar tak menimbulkan lebih banyak masalah. kami semua berusaha menghibur Donghae untuk tak terlalu memikirkan hal ini. yang penting kita semua sudah meminta maaf. terlebih lagi Donghae yang memposting lebih dari 3 kali di SNS nya hanya untuk mengucapkan kata maaf pada ELF. responnya?! Sudah kubilang banyak yang setuju bagi ELF luar. Tapi tidak dengan ELF korea. Ini hanya masalah waktu. Cepat atau lambat semuanya akan kembali seperti semula.

Untuk saat ini? kami melakukan kegiatan individu. Donghae resmi vakum sementara tak begiu lama. hanya menunggu reaksi ELF mereda. juga 3 minggu lalu di berada di Indonesia. tempat kelahiran Sonia. Menemui keluarga Sonia dan juga beberapa liburan.

Minggu lalu, donghae memberitahuku bahwa Sonia akan ikut bersamanya kembali ke korea. Mereka sudah bersiap-siap akan kembali tetapi aku melarangnya. Masalahnya? Bukan waktu yang tepat untuk kembali sekarang. jadi, aku menyuruhya berlibur untuk sementara waktu. Mereka memilih Singapura tempat yang nyaman untuk berlibur dan mereka masih berada disana sebelum kembali ke Korea.

Padahal aku sudah sangat merindukan Donghaejuga Sonia. Ingin mendengar cerita mereka langsung tentang persiapan pernikahan mereka. bukan hanya melalui telpon dan video call. Tapi, kami semua harus menahannaya. Menunggu waktu yang tepat.

ahh, aku merindukan donghae hyeong!!”helaan nafas berat ryeowook saat kami bersama duduk santai di ruang TV.

Hari ini entah mengapa kami memiliki jadwal free yang sama. setelah sebelumnya tak punya sedikitpun waktu istirahat. Ahh bukan hanya aku dan ryeowook tetapi juga heechul dan kangin yang duduk bersama mengumpul menonton TV.

“benar! Kyuhyunnie, siwonnie, sungminnie, eunhyuk mereka sungguh beruntung memiliki free seminggu ini sehingga bisa berada di Singapura berlibur sambil bertemu donghae disana!”ucapku lagi.

Yaa aku sungguh iri ada 3 dongsaeng ku itu. mereka memiliki jadwal libur seminggu dalam waktu yang sama. sehingga mereka pergi mengunjungi donghae 2 hari lalu. entah kapan pulangnya. itu tak pasti. yang pasti mereka bersenang-senang disana.

“aku yakin kyuhunnie kesana bukan untuk melihat donghae. tapi melihat adiknya Sonia-ah!”seletuk kangin.

`           “emang dia sudah berakhir dengan rival gamenya itu? bukankah bebrapa waktu lalu eunhyuk bilang Sonia-ah tak menyukai kyuhyun mendekati adiknya?!”heran heechul.

Kangin hanya mengangkat bahunya tanda tak ingin tahu lagi masalah kyuhyun. aku terkekeh melihat ekspresi mereka.

Terkadang. Dunia itu tak seluas samudra. 2 orang yang berbeda wilayah bisa disatukan hanya dengan satu kata CINTA.

 

Sonia POV

Awal niatan kami disini hanya lah untuk berlibur. kami menginap di Rumah peristirahatan keluargaku di Singapura. Awalnya kami hanya berempat. Aku, donghae. donghwa oppa dan hera,adikku. Untuk menemani kami. tapi beberapa hari lalu tamu tak diundang datang mengunjungi kami membuat suasana rumah bertambah ramai. Siapa lagi kalau bukan kyuhun, sungmin. Eunhyuk, siwon.

Entah dari mana mereka mengetahui alamat rumah ini dengan mudahnya. Tapi kuyakin leeteuk lah yang memberitahu. Siapa lagi kalau bukan dia?! hanya dia yang kami beritahu.

Saat aku melihat Donghae bersama dengan member lainnya. Senyumnya trlihat sangat berbeda. Tampak dia merindukan sahabatnya. Juga terkadang donghae pernah mengatakan dia erasa aneh dengan banyaknya waktu untuknya beristirahat. Dulu dia sangat sulit untuk menemukan waktu beristirahat. Sekali lagi dia merindukan masa2 nya dulu. Aku hanya bisa menanggapinya dengan senyum.

Ahh aku sungguh berharap badai ini cepat berlalu.

“apa yang ingin kau buat?!”ucap seseorang dengan suara khas nya tiba2 memelukku dari belakang disaat aku berkencan dengan bahan masakan ini.

eoh!! Kau sudah bangun?! , , , aku tadinya akan buat makanan saat kau bangun. Sarapan pagi sudah lewat jauh. Makanan yang tadinya ku buat bersama hera sudah dingin!”ucapku masih sibuk dengan beberapa makakan yang sebentar lagi telah matang ini.

Dia melepaskan pelukannya lalu berpindah posisi kni sejajar denganku sambil terus melihat sesuatu yang kulakukan.

morning kiss …” ucapnya manja sambil memajukan kepalanya ingin menciumku

Tapi aku segera memukul peran kepalanya dengan sumpit yang sedari tadi kupegang. Dan beralih menatapnya.

“kau mengganggu masakanku lee donghae-ssi!! duduklah dengan manis di meja makan itu serta tunggu aku. Sebentar lagi ini akan siap!”ucapku sembari memberi perintah dngan menunjuk meja makan berbentuk oval itu.

Dengan mempautkan bibirnya akhirnya dia mematuhiku. Terkekeh!! Yaa itulah yang kurasakan saat melihat ekspresinya kini.

Aku kembali sibuk dengan masakanku dan menaruhnya di piring yang sesuai lalu dengan segera menyajikannya di meja makan tepat didepannya. Tak lama setelah semuanya telah siap dan ikut duduk disampingnya melihatnya makan.

“apa tidurmu nyenyak?!”ucapku disela-sela makannya.

“hmm , , ,”jawabnya.

Reaksi apa itu? apa dia kesal padaku ? karna apa? Apa karna pukulanku tadi? Ahh ayolah! Seharusnya dia tahu itu hanya bercanda.

Uhuk ,, uhuk ,, uhuk ,, sedaknya saat aku tiba-tiba mencium pipinya saat dia sedang makan. Aku mengambil air yang berada disampingnya dan memberikan padanya. apa dia terkejut? Hahaha!

changi-ah!! kau tahu morning kiss tidak berlaku di pipi bukan?!”ucap nya menatapku seduktif.

eoh??! Membujukmu sangat mudah sekali lee donghae-ssi.!”ucapku tersenyum simpul lalu memalingkan wajahku darinya mengambil teh yang kubuat untuk diriku sendiri.

Chuuupp.. sentuhan bibirnya langsung menyambar bibirku cepat tanpa bisa kucegah. Melumatnya dan mengabsen satu persatu yang ada didalam bibirku.

yaa!! apa kalian bermesraan di dapur? Pergilah kekamar kalian bila ingin bercumbu!”ucap donghwa yang mengagetkan.

Dengan cepat aku mendorong donghae untuk meepaskan ciumannya. Lalu menatap asal suara? eoh! Bukan hanya donghwa tapi semua nya ada disini menatap kami dengan cekikikan. Kapan mereka pulang? Bukankah tadi mereka mengatakan ingin pergi ke café dekat rumah? Kenapa aku tak mendengar langkah mereka masuk? Aisshh memalukan.

hyeong!! bisakah kalian menunda kepulangan kalian?!”decak donghae kesal.

yaa!! kau yang seharusnya menunda nafsu mu itu sampai hubungan kalian benar2 resmi. Kalau uri Sonia sampai kenapa-napa. Kau akan mati lee donghae!”sindir donghwa.

Hahaha! aneh!

Setelah donghae selesai makan. Kami bergabung bersama yang lain duduk santai menonton TV.

yaa!! kyuhyun-ah. minggir! Jangan mendekati adikku!”ucapku sambil memisahkan jarah antara kyuhyun dan sera lalu duduk diantara mereka berdua. Sedangkan donghae duduk diantara eunhyuk dan donghwa.

“kak, dia sangat manis!”kata hera menggunakan bahasa Indonesia padaku yang mengarah pada kyuhyun.

Aku menatap kyuhyun yang tampak kesal dengan tindakanku tadi lalu kembali menatap hera dengan tatapan tajam tanda marah dengan ucapannya. Tatapanku sepertinya dipahaminya dengan baik sehingga dia kembali tertunduk dan memainkan ponselnya.

“hahahah!! Kyuhyun-ah, hera-ah baru saja mengatakan kau manis!”ucap donghae yang tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan yang dikatakan hera.

Eoh?? dia tahu?

oppa, kau tahu apa yang kukatakan tadi?!”tanya hera menggunakan bahasa korea kembali saat berbicara kecuali denganku.

“tidak sepenauhnya tapi aku tahu kata ‘manis’ itu. Sonia-ah sering mengatakannya padaku.”ucap donghae.

mwo?? kapan aku mengatakannya?!”ucapku mencoba mengelak.

Aku memang sering mengatakannya. Tapi setahuku dia tak mengetahui artinya itu. tapi setelah melihat ekspresinya kini. kurasa dia tahu apa arti manis dalam bahasa Indonesia itu.

yaa!! Sonia-ah. katakana saja yang sejujurnya. Apa kau sering menggodanya saat malam?! Hahaha!”ucap eunhyk kini dengan tawaan mengejeknya.

yaa hyeong!! jangan seperti itu. lihatlah wajah Sonia noona jadi memerah!”ucap kyuhyun.

“eoh!! ada apa denganmu kyuhyunnie??”ucap sungmin.

Tumben sekali anak ini membelaku? Apa makna dibalik semuanya?

“tenang noona! Aku akan membelamu. Sebagai calon ‘adik ipar’ yang baik!”sambungnya sambil menepuk pundakku.

mwo?? berhenti memanggilku noona! Dan berhenti mengatakan adik ipar. Kau bukan siapa-siapa adikku cho kyuhyun-ssi!” ucapku dengan penuh penekanan.

“berikanlah ketenangan pada orang2 dirumah ini tuhan!”celetuk siwon memulai khutbahnya.

Kami seua sontak menatapnya tajam. Tanda tak menyukai kata2 nya yang sama sekali tak nyambung.

“aku akan kembali ke Korea besok!”tiba2 saja donghae ikut menengangkan suasana.

Mata kami beralih menatapnya heran. Terlebih lagi diriku? kenapa dia tak memberitahuku justru memberitahunya sekarang. Besok? Apa dia tak tahu situasinya? Bagaimana mungkin keputusan itu keluar dari mulutnya?

donghae-ah!!”

            “donghae hyeong!!”

Lirih mereka satu persatu.

lee DongHae, neo babo-ah?! apa yang kau katakana? Apa kau sadar situasinya sekarang?!”ucap donghwa yang mulai emosi dengan tindakan gegabag adik kandungnya itu.

“tunggu beberapa saat lagi. semuanya akan kembali seperti semula!”ucap eunhyuk yang diikuti anggukan siwon, kyuhyun, sungmin dan hera.

“apa kau tahu dengan keputusan donghae ini Sonia-ah??!”tanya donghwa kini padaku.

Aku menggeleng pelan masih tetap menatap donghae dengan nanar. Bagaimana bisa dia menyembunyikan hal ini padaku? mengatakannya disaat yang seperti ini.

“aku baru mengatakannya sekarang! aku sudah memesan tiket untuk kami berangkat besok!”ucap donghae.

sirheo!”lirihku menatapnya nanar.

Sonia-ah!”lirih donghae kembali menatapku.

Bukan maksud tak ingin mengikutinya. Hanya saja aku kecewa dengan keputusannya yang tiba-tiba. Dia sendiri tahu bagaimana kondisi penggemarnya di Korea bukan? Bagaimana sesuatu yang buruk terjadi? insiden terakhir kali saat dia ampir di acara music setelah pengumuman itu saja. aku yang hanya menonton menangis. Perlakuan tyang bereda di berikan padanya. itu sungguh menyakitkan. Kini aku harus melihatnya lagi seperti itu? ohh tidak. Aku tak ingin melihat dia bersedih. Paling tidak dia menunda kepulangannya seperti yang dikatakan oleh leeteuk yang sudah susah payah mempertahankan amukan public dengan mengalihkan pada member yang lain.

babo! Terserah apa yang akan kau lakukan. Kami sudah berusaha memberitahumu!”ucap donghwa beranjak dan meninggalkan kami.

“kami akan menghormati keputusanmu. Apapun itu! kau tahu apa yang terbaik untukmu!”ucap sungmin.

“tuhan akan mengiringi langkahmu!”ucap siwon.

Aissh aku tak tahan lagi ingin menangis. Aku tak ingin semua orang melihatnya. Aku beranjak dan pergi meninggalkan mereka dan mengacuhkan donghae yang berulang kali memanggilku.

Sonia-ah, jangan seperti ini! kau tahu lebih dari siapapun kenapa aku bersikeras ingin kembali!”ucap donghae memasuki kamar kami.

arrasseo !! jadi, pergilah jika kau ingin pergi! Tak ada yang bisa melarangmu!”ucapku dingin sambil menghapus air mataku dan berlalu meninggalkannya beridiri di depan kasur kingsize itu dan memasuki kamar mandi yang terletak didalam kamar ini.

Kurasa berendam mandi akan seikit mengurangi kemarahanku padanya. serta menghindari wajahnya untuk tak memarahinya langsung. Yaa aku tahu alasannya kenapa ingin kembali secepatnya. dia hanya tak ingin lari dari masalah! ohh tuhan. Siapapn tahu dia tak lari. Hanya memberi waktu. Itu perumpamaan yang berbeda. Ini membuatku semakin merasa bersalah hingga dia terkena amukan public. Apa dia tak menyadari hal itu?

——–

hyeong?! apa kau sudah membereskan barangmu? Apa kau yakin akan berangkat besok?!”ucap kyuhyun di sela makan malam kami.

“hhhmm ,,,”ucap donghae singat.

Aku merasakan dia menatapku yang berada di sampingnya. Tapi aku tak membalas tatapan itu dan sibuk pada piring yang berisi makanan malam ku.

“bila kalian masih ingin liburan disini. Tinggallah! Aku akan disini hingga akhir bulan ini!”ucap hera pada semua namja yang berada disini kecuali donghae.

arrasseo! kami akan disini hingga 2 hari kedepan! ada beberapa tepat yang ingin kami kunjungi!”ucap eunhyuk.

“aku juga akan kembali besok. Keberangkatanku malam! Aku ingin melihat akibat keputusan yang diambil anak bodoh ini!”sindir donghwa menatap donghae sinis.

“aku akan mengatakan pada eomma! Bukankah rumahmu yang dulu rumah dinas?! Sekarang taka da lagi! sebaiknya tinggal dirumah eomma! Dia pasti menyukainya!”kini donghwa berbicara padaku.

“aku akan tetap disini!”lirihku tanpa menatapnya.

tsk ,, tsk ,, tsk !! kau masih marah padanya?! ahh tapi bila kau ikut tinggal saja disana arrasseo?!”perintah donghwa.

Aku hanya diam tak menyetujui juga tak menolak.

Aku merasakan sentuhan hangat pada tanganku yang terletak bebas diatas meja. Yaa! tangan itu milik donghae. tanpa melihat kearahnya aku melepaskan sentuhan tangannya dengan berpura-pura mengambil air.

“aku selesai!”ucapku meletakkan sumpit dan berdiri meninggalkan meja makan dengan tatapan semua orang.

Aisshh! Suasana hatiku memang tak sebagus malam yang disinari sang bulan. Aku terus saja melihat malam dari balkon jendela kamarku. Aku tahu saat ini nungkin semua orang dirumah ini sedang berkumpul bercerita bersama. Tapi rasanya tak mngkin aku ikut bergabung. Suasana hatiku sedang tak memungkinkan. Ditambah aku harus melihat donghae. pikiranku terus saja merasa bersalah dan membayangkan bagaimana dia diperlakukan disanan kelak dan itu karna AKU.

“kau akan masuk angin bila terus berada disana!”ucap seseorang dengan langkah kaki nya sepertinya mendekat kearahku.

Tanpa bergeming untuk melihat siapa itu. bau khas tubuhnya dan suaranya sudah jelas menggambarkan itu Donghae.

Aku merasakan lagi kehangatan itu. dia memelukku dari belakang. meletakkan kepalanya di pundak kiriku dengan mencium aroma leherku. Tempat favoritenya. Tidak! Aku melepaskan pelukannya dan berbalik tanpa melihatnya lalu pergi berlalu dari hadapannya.

Sonia-ah. geumanhe!! ini takkan berhasil! Aku akan tetap pergi besok!”ucap Donghae.

Aku menghentikan langkahku. Berbalik menatapnya yang tengah berdiri menatapku lalu mendekatkan jaraknya denganku.

“Sudah kubilang pergi jika kau ingin pergi! Bukankah taka da yang bisa melarangmu!” sindirku dengan penuh penekanan.

changi-ah!!”rengeknya meraih tanganku tapi kutepis.

MWO????? , , , , apa lagi yang kau inginkan?? Kau ingin aku dengan senyum menanyakan arang apa saja yang ingin kau bawa?? Arrasseo!! aku akan melakukannya! Katakana padaku apa saja yang belum kau siapkan??! AKU AKAN MENYIAPKANNYA!”teriakku didpannya.

Ahh aku sudah kira, mataku kembali memansa mengeluarkan cairan bening.

“aku hanya tak ingin lari dari masalah ini dan membebankannya pada yang lain! bukankah kau sudah tahu itu?!”ucapnya.

ne !! arrasseo! karna itu aku merasa kesal pada diriku sendiri! padamu! dan pada semua yang terjadi!”

changi-ah , , ,” lirih donghae.

“aku ingin tidur!”ucapku sambil berjalan ke tempat tidur dan menghapus air mataku.

Sonia-ah, jangan seperti ini!! kita tak pernah membiarkan masalah terus berlanjut! Kita selesaikan sekarang! katakana apa yang ingin kau katakan? Agar besok kita bisa memulai hari yang baru. Kau juga akan ikut bersamaku! Tak ada yang berubah!”ucapnya

“sudah kubilang aku tak ingin pergi!”

aniya, kau akan tetap pergi bersamaku. Aku tak akan meninggalkanmu disini!”

Aissh! Aku tak tahu lagi hars bagaimana menjelaskan padanya. aku tak bisa. Akhirnya aku tak jadi tidur dan berbalik menatapnya, berjalan mendekat padanya yang menatapku.

“aku tahu kau merindukan korea! Tempatmu dilahirkan, dibesarkan, dan meraih kesuksesanmu! Tapi ini bukan saatnya. Leeteuk oppa sudah mengatakan kalau ini bukanlah saatnya. Penggemarmu masih marah padamu. aku tak melarangmu untuk kembali. Aku hanya mengatakan tunggu! paling tidak 2 minggu lagi. aku tak ingin melihatmu bersedih saat sampai disana. Melihat perlakuan ELF yang akan berbeda denganmu. kau yang dulunya diicintai mereka, kini mereka mengacuhkanmu. bukan hanya kau yang bersedih. Tapi aku jauh lebih sedih. Aku merasa ini semua karna aku! Andai saja kau tak bertem denganku, andai saja kita tak menjalin hubungan. Andai saja semuanya tak terungkap. Andai saja kita tak memaksakan pernikahan ini. semua ini takkan terjadi. sekarang kau sudah tahu apa yang kurasakan bukan?! Kau masih ingin aku ikut bersamamu ke korea dengan senyuman?!”

Yaa! semua sudah kukatakan padanya. semua pikiran yang menggangguku sudah kukeluarkan. Bagaimana cara dia menanggapi. Itu terserah padanya.

babo!!”ucapnya lalu membawaku kepelukannya dengan erat.

Disitulah air mataku kembali menetes dengan keras. aku tak perduli T-Shirt putihnya yang akan basah karna air mataku. Ini karna dia.

“kenapa berpikiran ini karnamu?! Bahkan terlintas saja dibenakku untuk menyalahkanmu tidak! Dengar!”ucapnya melepaskan pelukannya dan memegang kedua peundakku mendejajarkan kepalanya dengan diriku.

“aku akan menyelesaikan masalahku dengan senjata terakhirku. Aku akan membiarkan mereka untuk merestui kita. itulah carakuagar bisa bahagia denganmu! Aku tak ingin pernikahan kita ditandakan dengan banyaknya orang yang akan mengumpat pernikahan kita. aku ingin kita bahagia dan orang2 juga bahagia! Bukankah pemikiran calon suamimu ini begitu suci?!”

“apa maksudmu dengan senjata terakhir?!”

“kamu akan tahu nanti! Makanya itu kau harus ikut kemanapun calon suamimu ini pergi? Arrachi??

Ucapannya dipenuhi dengan senyum tersembunyi. Dia tahu aku tak puas dengan jawabannya. Tapi dia tetap menyembunyikan yang katanya ‘senjata rahasia’ itu. apapun itu, aku ahanya bisa mengangguk dengan pelan. Mencoba mempercayainya dengan pasti.

Perlahan dia kembali memelukku dan tak lama dia membawaku ke tempat tidur. Mencoba menidurkanku dengan pikiran yang lebih tenang dan terus berada disisiku. Kepalaku mencari posisi nyaman yang berada di dada bidangnya. Sedangkan di berkali-kali mengendus pelipisku.

tbc –

.

.

Woooaaahhh! Cerita ini murni milik saya dan cast yang ada di dalamnya murni milik diri mereka masing2 dan Tuhan YME…

Ceritanya panjang dan sudah lama saya buat Cuma belum nemu titik terang tentang ending. Jadi, yaaaa beginilah jadinya…. FF pertama saya yang saya upload,,, mohon kritik dan saran yang membangunnya yaa para reader.

Saya akan sangat berterima kasih bila kalian meninggalkan jejak di postingan saya maupun di akun social saya lainnya seperti FB, Twiiter, IG. Gmail. Dan lainnya.

Yang mau bertanya ataupun menyapa author akan langsung author jawab kok di sosmed.

FB: Sonia Wulandari

IG: @sonia_js1004

Twitter: @soniawulandar16

Email: soniawulandari13081998@Gmail.com

1 Comment (+add yours?)

  1. ammy5217
    Jul 28, 2016 @ 05:40:19

    Perjuangan hea begitu berat buat dapat restu elf…kasihan juga 😢😢 semoga senjata rahasia yg dimaksud bisa berhasil.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: