My Everything

gg

My Everything

By: Stephanie Chang

 

 

— Prolog —

 

Seoul, 3 Januari 2018 …

Menunggu bukanlah hal yang ia gemari,gumamnya sambil menyesap secangkir Americano yang sudah mulai dingin. Ia lalu mengambil handphone- nya. Tangannya yang lincah mengetik beberapa digit lalu dipasangkannya di telinganya.

 

“Hyung,kau dimana? Apa aku harus menunggumu lebih dari 1 jam?” Nada jengkel mulai terdengar.

 

“Ah,mian aku sedang dalam perjalanan. Jalan disini sangatlah macet,jadi bersabarlah”

 

“Apa?! Hyung,aku hampir mati bosan disini . Apa aku … , halo? halo? ”

“Aiish betapa sopannya ia menutup telepon .. ”

 

— Yesung —

 

Setelah 15 terjebak macet, aku akhirnya sampai di cafe tempat janjian dengan Donghae. Begitu memasuki cafe,orang-orang sepertinya memperhatikanku,aku berjalan cepat dan menemukan sosok Hae yang menghadap ke jendela.

“Ah Hae,maaf membuatmu menunggu lama.”

Tanpa panjang lebar aku menarik kursi di depan Donghae yang sedang jengkel. Pasti suasana hati Hae jadi buruk,makanya sudah kusiapkan senjata ampuh supaya Hae memaafkan keterlambatanku, sementara itu Donghae tetap memasang raut cemberut.

 

“Hae-ah, jangan kau pasang tampang suram-mu. Jika orang-orang disini melihatmu begitu karenaku,habislah aku. Nih,hyung bawa cake untukmu,damai okee?”

 

Donghae yang jengkel melirik strawberry cake yang dibawa olehku. Tanpa pikir panjang,ia mengambil garpu lalu memakannya tanpa mengingat kejengkelannya.

“Untuk kali ini kumaafkan yah hyung,tapi tidak ada lain kali!”

Aku tersenyum puas, sudah kuduga akan seperti ini.

“Tidak sia-sia aku lama mengenalmu,haha” godaku

 

” Ohya hyung,kenapa kau memintaku kemari? Ada urusan apa? ” Pandangannya tidak beralih dari cake tersebut.

 

“Hmm,bagaimana yah,apa aku harus menjelaskan kenapa aku bertemu denganmu? Aku kangen pada dongsaengku yang manis ini ” jelasku sambil melihat antusiasnya Donghae pada cake tersebut.

Ternyata popularitasku kalah hanya dengan sepotong cake,betapa menyedihkannya.

” Jadi bagaimana hidupmu sekarang? bagaimana istrimu dan anakmu? Apa kau akan kembali ke Amerika setelah liburan?” Setumpuk pertanyaan menerjang Hae

 

“… Bagaimana aku harus menjawab setumpuk pertanyaan itu? Apa kau ayahku atau kau detektif hyung? Untuk singkatnya,hidupku baik ,keluargaku baik,hmm mungkin aku berencana tetap di Korea”

 

“Baguslah kalau begitu. Bisakah kau menginap kapan-kapan dirumahku? Pintaku sambil menatap melas pada Donghae.

 

” Supaya aku bisa jadi objek sentuhmu lagi hyung?! Tidak tidak ,aku lebih baik menginap dirumah Chul atau Teuk hyung nanti.. ” Jawaban otomatis keluar dari mulutnya. Tapi memang tidak bisa dibantah kalau aku sangat senang Donghae masih seperti biasa,walaupun Super Junior sudah tidak ada lagi,tetapi kebersamaan diantara kami tidak terpisahkan. Aku dan Donghae pun melanjutkan pembicaraan sampai larut malam.

 

“Ah hyung,aku harus pulang sekarang,kalau tidak istriku akan ngambek dan repot urusannya,maaf ya hyung,dan trimakasih cake nya,lezat skali ” Hae meninggalkanku dan terburu-buru pulang. Selintas rasa sepi kurasakan.

 

— Author pov —

Waktu tidak terasa, sudah 5 tahun sejak pengunguman resmi bubarnya Super Junior,bukan karena adanya skandal atau masalah,tetapi karena sudah banyak dari mereka yang berkeluarga,atau tuntutan profesi kerja yang lain, tetapi mereka tetap mengontak satu dengan yang lainnya,walaupun hanya sekedar basa-basi.

 

Waktu terus berjalan, hampir semua member Suju masing-masing sudah mempunyai karier yang membanggakan,atau setidaknya ‘keluarga’ baru mereka yang membahagiakan,tetapi Yesung tetaplah sama. Ia masih ‘takut’ terhadap wanita. Menurutnya,wanita seperti gelas yang rentan . Ia takut untuk ‘terlalu dekat’. Entah apa yang membuatnya sebegitu alerginya dengan wanita.

 

— Yesung —

Aku meraih jam di samping tempat tidurku,pukul 10 pagi.

“Ashh aku kesiangan lagi” gerutuku sambil terburu-buru meraih handuk untuk mandi.

“Aku bisa kena serangan jantung kalau terus-menerus bangun kesiangan bgini,” ocehnya sambil menuju kamar mandi.

Setelah mandi aku mengelap rambutku yang masih basah,mengenakan kaus hitam dan menyambar jasku. Aku berlari sepanjang lorong apartmen dan menekan tombol turun. Setelah beberapa menit lift terbuka dan aku pun masuk,saat pintu lift hendak menutup,seorang gadis berambut pendek berteriak “ah ahjussi tunggu!” Ia menahan pintu lift dengan sepatu heelsnya. Gadis itu tampak tergesa-gesa dan rambutnya pun masih agak berantakan. Sesaat aku tak bisa berkata apa-apa. Aku hanya heran melihat gadis itu “gadis yang aneh”,gumamku dalam hati. Lift pun akhinya sampai di lobby,gadis itu segera keluar dari lift dengan langkah buru-buru. Tanpa sadar,ia menjatuhkan secarik kertas dan aku melihatnya.

“Kertas apa ini? Aneh-aneh saja gadis jaman skarang.” Aku tetap berkomentar sementara mata nya berusaha membaca tulisan di kertas tersebut. Ternyata itu adalah resep dokter ,entah penyakit apa yang diderita gadis itu,tapi tampaknya ia sangat sehat. Saat hendak ingin kukembalikan pada pemiliknya , gadis itu sudah menghilang. Jadi aku memutuskan untuk menyimpannya sampai bertemu lagi dengan gadis aneh itu.

 

— Song Hee-ra —

Pagi ini kepalaku terasa berat,entah karena belum sarapan,atau karena sedang kurang enak badan. Aku tak mau peduli,karena yang aku perdulikan adalah managerku yang sedang menunggu. Pasti setelah sampai di kantor manager aku akan habis memarahiku karena telat. Tak biasanya aku seperti ini,” betapa sialnya aku hari ini” gerutuku. Aku berlari saat melihat lift hendak tertutup,tanpa pikir panjang aku berteriak berusaha masuk ke lift.

 

Sesampainya di kantor agensinya,aku berusaha menyelinap ke tempat syutting dan berharap adanya keajaiban. Tak lama seorang wanita menghampiriku .

“Kau Song Hee-ra kan? Managermu tidak datang,ia bilang ia sedang ada urusan.”

“Ohya? Terimakasih informasinya” jawabku sambil menghela nafas lega. Setidaknya aku tidak akan diceramahi hingga subuh oleh managernya hari ini. Aku pun bersiap-siap syutting ketika seorang lelaki tinggi,bermata coklat menghampiriku.

“Kau sudah siap?” Tanyanya

. Keramahan tampak jelas di warna wajahnya. Ia adalah Kyuhyun ,aktor yang akan bermain bersamanya dalam syuting mv 3 hari ini.

“Ah kau Kyuhyun-ssi? Salam kenal,dan mohon bantuannya” salamku sambil membungkuk kearah Kyu.

“Haha,kau tidak perlu bicara formal padaku,apa boleh aku memanggilmu Song saja?” Tanyanya sambil tersenyum .

“Eum,tentu boleh. Terima kasih,Kyu-ssi” jawabku masih dengan nada formal.

“Ah,panggil saja aku oppa,akan lebih baik begitu” pintanya sambil tersenyum lagi.

“Semoga syutting hari ini berjalan lancar yah” lanjutnya.

 

—Author pov —

Syutting pun dimulai dari jam 11 siang-8 malam. Hari yang sangat melelahkan bagi Hee-ra. Kondisi tubuhnya semakin awut-awutan,ia berencana menebus resep dokter tersebut. Ia tahu ia tidak akan bertahan tanpa obat itu karena kondisinya semakin parah. Ia mengobrak-abrik isi tasnya dan HILANG. Resep itu tidak ada. Bagaimana bila seseorang mengetahui penyakitnya dan membeberkannya ke publik, bagaimana bila seseorang memanfaatkan kelemahannya itu,bagaimana …. . Pikirannya kacau,akhirnya ia memutuskan untuk mencarinya di apartemennya baru ia boleh panik.

Sesampainya di depan ruang apartemennya,kepalanya sangat berat. Ia tidak sanggup memencet pin, dan .. bruukk ..

 

— Hee-ra —

Harum kopi tercium sangat nikmat,suasana yang hangat. Entah kapan aku merasakan perasaan itu,sudah sangat lama ,dan rasanya rindu. Aku membuka mata, ” Ada dimana aku? Ini bukan ruang apartemenku, ” masih dalam keadaan setengah sadar.

“Ah kau bangun?” Suara Yesung menyambar menghilangkan pikiranku yang masih bingung. Yesung menawarkan secangkir susu hangat tetapi aku menolaknya.

“Aku dimana? Dan siapa kau,ahjussi? Apa kau bertindak macam-macam padaku?” Tanyaku agak was-was.

“Hei,kau seharusnya berterima kasih padaku tahu,bukan mencurigaiku begitu. Semalam kau pingsan didepan apartemenmu.Kau memang cewek aneh !” Kata-kata Yesung yang menusuk ditujukan padaku.

Aku saja masih bingung siapa gerangan ahjussi ini ,tetapi wajahnya tampak familiar. Apa mungkin ia pernah melihatnya disuatu tempat? Tapi dimana? …

“Apa kau tidak mengenalku? ” Tanya Yesung membuyarkan pikiranku.

“Kau ? Aku.. Aku tidak kenal ” jawabku terbata-bata.

“Chee, hanya 5 tahun berlalu dan semua orang melupakanku. Yasudah kembalilah sana ke tempatmu. Aku mau kerja… Oiyah,resep obatmu jatuh kemarin,nih. ” Yesung-pun mengganti pakaiannya dan bergegas pergi kerja.

“Umm,trimakasih ahjussi,aku akan kembali ke apartemenku” aku membungkuk,mengambil tasku lalu pergi.

 

— Author pov —

Gadis itu telah pergi. Hal itu entah kenapa membuat Yesung sedikit lega. Ternyata phobia nya sama wanita masih belum hilang,tapi ia tetap berpura-pura bersikap normal didepan gadis itu. Sebenarnya ia ingin menanyakan apakah gadis itu baik-baik saja,tapi tidak ada kesempatan untuk itu. Akhirnya ia hanya membiarkan gadis itu pergi.

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Hari ini Yesung mengambil pekerjaan sebagai manager menggantikan temannya yang memohon-mohon karena ia sedang ada urusan.

“Hah,teman yang menyusahkan. Tapi ini lebih baik daripada gaada kerjaan.” Gumamnya sepanjang perjalanan.

“Song Hee-ra .. ” Bacanya di sepucuk kertas yang diberikan temannya. “Wanita?! Tu.. Tunggu dulu. Aku tidak diberitahu bahwa orang yang harus kuurusi adalah wanita”

Yesung meraih handphonenya dan menghubungi temannya itu. 1x.. 2x.. 3x.. Tidak ada jawaban. “Aiish ,” Yesung membanting handphonenya ke jok mobil disebelahnya. Ia tidak menyangka temannya akan membohonginya atau lebih tepatnya tidak memberikan detail yang jelas. Tapi mau tidak mau,karena ia sudah menyetujuinya. Yesung-pun pasrah dan berharap gadis itu tidak bertingkah aneh.

 

— Yesung —

Sesampainya di tempat syutting,aku bertanya pada salah satu staff disana,

“Permisi,adakah wanita bernama Song Hee-ra ?”

“Ah,dia sedang syutting sekarang. Itu,ada disana” sambil menunjuk pada gadis berambut pendek,mengenakan dress pink.

Wajahnya membelakangiku sehingga tidak kelihatan. Aku mencoba melirik namun tak ada hasil. Lalu aku memutuskan untuk membeli sesuatu untuk diminum. Aku berjalan ke sebuah kedai, membeli secangkir green matcha dan mengambil tempat duduk disamping jendela besar menghadap keluar. Pemandangan kota Seoul yang memasuki musim gugur terlihat jelas,pemandangan yang sangat aku sukai. Saat hendak keluar dari toko itu,seorang gadis menabrakku dengan keras ,membuat aku dan dia terjatuh.

Emosiku meledak dan aku membentak gadis itu ” Ya! Apa kau gila? ”

“Ah mian mian,aku mencari managerku dan tidak melihatmu,” Hee-ra menjelaskan.

“K.. Kau ?! Cewek aneh itu kan ? ” Aku kaget ,tidak menduga akan melihat cewek aneh itu lagi.

“Ohh,kau ahjussi itu ! Apa kau mengenal orang yang bernama Yesung disini ? ” Tanyanya tanpa mengetahui emosiku yang sudah meledak.

“Aku bukan ahjussi ! Dan aku tidak peduli dengan orang bernama Ye.. Bwoo?! Jangan bilang kau Song Hee-ra ?”

Ternyata wanita paling aneh ini adalah Song Hee-ra ! Entah kutukan apa yang diterima olehku akhir-akhir ini.,membuatku terlibat dengan dia.

Hee-ra tercengang,menunjukkan ekspresi anehnya.

“Betapa sialnya aku,” ujarku

“Heii ahjussi, kau pikir kau saja yang merasa begitu,aku juga tau” gerutu Hee-ra .

“Jadi sampai kapan kau mau berbaring disini ? Kau berat! ” Ocehku supaya gadis aneh itu cepat-cepat pergi dan tidak mendekat.

 

—Author pov —

Mendadak situasi jadi aneh,Yesung tidak tau apa yang harus ia lakukan terhadap ‘si aneh’ ini. Pikirannya melayang entah kemana. Sementara Hee-ra sudah melanjutkan syuttingnya lagi. Yesung memperhatikan Hee-ra,ternyata wanita itu tidak sejelek waktu pertama mereka bertemu. Sekarang ia sudah di ‘make-up’, berpakaian rapi dan rambutnya pun rapih. Tubuhnya ramping seperti layaknya aktris lainnya di Korea,namun ada keunikan tersendiri dari gadis itu.

Apa yang iapikirkan tadi? Yaampun,otakku pasti tidak beres setelah terbentur tadi. Ia memaki dirinya sendiri atas apa yang ia pikirkan.

 

 

— Hee-ra —

Seminggu telah berlalu semenjak Yesung ahjussi menjadi managerku. Tapi situasi diantara kami masih aneh. Aku tak tahu harus bagaimana lagi, tapi aku merasa Yesung sangatlah aneh,seperti sangat alergi ketika mendekati ‘wanita’. Aku berjalan sambil memikirkan hal itu hingga tidak memperhatikan lampu sudah berubah jadi merah,aku tetap berjalan dan ..

“Ouchh,” teriakku kaget ,ternyata Yesung yang berada disampingku menarikku dengan mudahnya.

“Kau gila?! ,” Yesung mulai memarahiku.

Serentak aku kaget dan tidak bisa berkata apa-apa.Raut wajah Yesung berubah ,tidak seperti Yesung yang selama ini aku lihat,dan sangat menyeramkan. Akhirnya aku memutuskan untuk meminta maaf dan diam. Bodohnya aku! Kebiasanku yang suka memikirkan sesuatu tanpa lihat tempat memang sangat membahayakan, dan ceroboh,tapi sulit rasanya untuk menghilangkannya.

 

— Yesung —

Hari-hari dilewatinya menjadi ‘manager’ Hee-ra ternyata sangat sulit. Aku merasa gadis itu harus diikat dan ditarik kemana-mana karena pikirannya sering melayang entah kemana. Otomatis aku harus menambah perhatianku bukan hanya pada jadwal Hee-ra tapi juga gadis itu sendiri! Saat dalam perjalanan pulang,gadis itu tampak sedang berkhayal lagi dan aku sudah menduga akan ada suatu hal fatal bila gadis itu tidak diawasi,dan ternyata hal itu terbukti! Gadis itu menyebrang tanpa melihat bahwa lampu sudah berubah jadi merah. Tanganku menarik gadis itu secara spontan . Emosiku tak tertahankan lagi dan akhirnya aku memarahi gadis itu. Gadis itu tampaknya takut dan matanya sudah berkaca-kaca .. -__-

“Ah,mian . Aku tidak sadar sedang memarahimu. Jangan menangis ! ” Ujarku sambil memberi sapu tangan.

“Lebih baik kuantar saja hari ini” lanjutku sambil berjalan menuju parkiran.

Wajahnya masih terlihat shock karena aku tiba-tiba menarik dan memarahinya.Menurutku itu adalah hal yang wajar, selama di Super Junior,aku akan memarahi semua anggota yang memang melakukan kesalahan. Tetapi mungkin harus sedikit kupertimbangkan untuk memarahi seorang perempuan lain kali.

 

Suasana di dalam mobil SANGAT HENING .. Tidak ada percakapan sama sekali dan tidak ada yang berusaha memulainya. Situasi tampak kacau dan aku tidak tahu harus bagaimana.

“Ehhem, ” aku ingin mencoba mulai bicara,namun suaraku tidak mau keluar.

“Maafkan aku.. Selalu merepotkanmu.” Akhirnya terdengar suara Hee-ra memecah keheningan..

“Kau memang merepotkan. ” Jawabku ketus.

“Makanya jangan melamun gak jelas terus ! Membuatku khawatir tahu!.” Lanjutku secara spontan. EH? Apa yang barusan kukatakan? Sepertinya memang akal sehatku telah pergi entah kemana. “Apa yang kumaksud adalah …. “ aku berusaha menjelaskan,tetapi Hee-ra memotongku.

“Bwoo? ” Teriak Hee-ra spontan. Pipinya mulai memerah dan ia membalikan wajahnya kearah jendela.

“Aku..pernah melihat wanita yang kusayangi tertabrak mobil,jadi aku takut ” aku menjelaskan. Suaraku bergetar menahan rasa sedih itu.

Sementara Hee-ra antara percaya dan tidak percaya.,pikirannya melayang lagi entah kemana. Mungkin ia merasa kasihan padaku sekarang? Ah, bodo amat,aku tidak mau peduli lagi.

“Kita sudah sampai ,kau tidak mau turun?”

“Umm,ah terimakasih,daaah! ” Hee-ra keluar dari mobil tanpa melihatku sama sekali.

 

 

— Author pov —

Pagi di musim gugur memang sangat indah,gumam Hee-ra sambil berjalan menuju tempat kerjanya. Ia ada jadwal pemotretan hari ini, tapi entah kenapa akhir-akhir ini ia merasa mudah sekali lelah,entah jadwal kerjanya yang semakin padat,atau tubuhnya semakin melemah.

Setibanya di tempat pemotretan,Hee-ra beristirahat sejenak sambil menunggu stylelist nya datang.

“Apa kau sudah sarapan? Kau tampaknya kurang baik” Yesung tiba-tiba muncul tanpa disadari Hee-ra.

“Gwenchana,tapi memang aku sedikit capek,sepertinya aku mau minta jadwalku sedikit dikurangi.” Balasnya.

“Oh,baiklah” Yesung menjawab singkat.

Setelah pemotretan selesai,Yesung mengantarnya pulang karena sepertinya gadis itu tidak sehat.

“Sebenarnya kau sakit apa sih?” Tanya Yesung blak-blakan..

“… ” Hee-ra hanya diam saja.,”aku hanya lelah” Ia mencoba mencari alasan.

“Benarkah? Tapi ini aneh,lebih baik kau check-up ,aku akan mengantarmu bila…

“Tidak usah !” Potong Hee-ra.

Sepertinya ada yang ia sembunyikan dari Yesung,tetapi gadis itu tetap berencana untuk diam. Akhirnya Yesung memilih untuk mengalah.

 

— Yesung —

Sesampainya di apartemen,aku menjatuhkan diriku diatas sofa. Hari yang melelahkan! Dan hanya satu hal yang bisa membuat rasa lelahku sedikit berkurang. Sudah lama aku tidak melakukannya,aku membuka handphone dan menghubungi seseorang…

“Eomma ! Aku rindu padamu. ” Sapaku lewat telepon.

“Belakangan ini aku jarang menelponmu,maaf. Aku harus mendengar suaramu atau aku akan gila,eomma .. ” Aku bercerita panjang lebar dengan ibu.

“Ibu juga merindukanmu Yesung-ah ,baik-baiklah disana. Kau harus makan yang bergizi,dan kalau bias carilah istri .. “ ibuku mulai menasehatiku lagi tentang istri,tetapi aku merasa lega setelah mendengan suara ibuku di telepon.🙂

Sekarang pikiranku jadi jauh lebih jernih,aku ingin mengambil segelas kopi,tetapi sepertinya ada yang terinjak? -__-

“Apa ini?” Ujarku kaget.

Aku memungut sebotol kecil obat,entah obat apa itu. Aku tidak mengingat pernah membelinya. Punya siapaa … pikirku sejenak lalu teringat Hee-ra yang sempat tidur di sofanya waktu itu.. Mungkinkah??

Tapi obat apa ini?!

 

— Hee-ra —

Lelah sekali.. Itulah satu-satunya yang ada di pikiranku. Aku hendak menuju kamarku ,tapi badanku tiba-tiba rasanya sangat pusing dan mual. Aku ingat dokter pernah memberiku suatu obat bersamaan dengan resep yang belum ditebus itu. Tapi dimana obat itu? Tubuhku terasa sangat lemah dan hanya satu hal yang terlintas ,yaitu menelpon Yesung.

Dengan sisa tenaga yang ada aku mencoba menghubungi manager sementaranya yang tidak lain adalah Yesung.

” Yeoboseyo? Bi.. Bisakah kau mengantarku ke rumah sakit? ” Aku berusaha membuka pintu,suaraku sudah sangat kecil,rasanya aku sudah tidak sanggup lagi.

 

— Yesung —

Baru saja aku akan berangkat ke rumah sakit untuk menanyakan obat apa itu,kemudian telepon berdering. Itu adalah suara Hee-ra,dan ia sangatlah tidak sehat. Segera aku berlari menuju apartemen Hee-ra . Pintunya sudah terbuka setengah dan gadis itu telah pingsan di koridor. Spontan aku menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit. Aku panik! Entah sejak kapan keberadaan gadis itu menjadi prioritas bagiku,tapi aku sangat berharap ia tidak apa-apa.

 

—Author pov —

Sudah jam 3 pagi,tetapi Hee-ra masih belum sadarkan diri. Dokter mengatakan bahwa Hee-ra mengidap penyakit leukimia,yang menyebabkan ia sangat mudah lelah. Penyakitnya sudah cukup parah dan harus mendapat perawatan medis yang intensif.

Pikiran Yesung kosong,ia tidak menduga Hee-ra menyembunyikan penyakit ini. Ia hanya berharap gadis itu terbangun dan ….hanya berpura-pura tidak tahu adalah solusi terbaik. Supaya ia bisa memanfaatkan sisa waktu yang ada.

Keesokan harinya,Yesung terbangun. Ia menemukan Hee-ra masih tertidur disana,andai ia tau lebih awal..mungkin ia ga akan memperlakukan gadis itu dengan dingin. Ia mengelus kepala Hee-ra, menggenggam erat tangannya, ia tidak mau gadis ini pergi untuk selamanya. Ia mendekati Hee-ra dan berbisik “Aku mencintaimu,andai aku menyadarinya lebih awal, maafkan aku. Aku akan berusaha supaya kau bisa mencintaiku diwaktu singkat ini.”

 

— Hee-ra —

Aku terbangun, menyadari diriku di rumah sakit dan Yesung tidur disampingku. Ternyata Yesung menunggunya sejak aku tak sadarkan diri di rumah sakit. Air mata pun mulai mengalir,aku tidak menyadari bahwa Yesung orang yang sebaik ini. Aku baru menyadari bahwa aku jatuh cinta pada Yesung. Namun semua telah terlambat,hidupnya sudah mendekati akhir. Andai saja aku bisa bertemu Yesung lebih awal,mungkin rasanya tak sekecewa ini. Yesung tiba-tiba terbangun. Aku spontan memejamkan mataku dan berpura-pura tidur. Aku dapat merasakan Yesung yang mengelus kepalanya lembut dan menggenggam tanganku. Debar jantungku tidak karuan,dan memang sudah dipastikan bahwa aku benar-benar mencintai Yesung. Lalu aku merasakan Yesung semakin dekat,ia membisikkan sesuatu di telingaku dan hal itu membuatku semakin ingin menangis.

 

— Author pov —

Akhirnya Hee-ra sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit tetapi wajahnya masih agak pucat. Yesung mencoba untuk tetap bersikap biasa,tapi sepertinya sikapnya malah semakin aneh. Hee-ra menyadarinya dan hanya tersenyum. “Aku memang sakit,tapi tidak perlu kau gandeng begini, memangnya aku anak kecil ?,” protesnya sambil tertawa, ia sudah seperti Hee-ra yang biasa. Hal itu membuat Yesung sedikit lega.

“Y..ya,kau memang masih ceroboh,dan kau sakit! Ikuti saja dan jangan protes” Yesung mengatakannya terbata-bata,membuat tawa Hee-ra meledak. Setidaknya hal ini menghiburnya,jadi tak apa walau itu memang memalukan.

Sesampainya di mobil,Yesung menanyakan apakah gadis itu ingin pergi ke suatu tempat.

“Aku tidak tahu ..,mungkin ke makam ayahku untuk mengatakan sesuatu.. ” Jawabnya

“Mengatakan apa? Kau jangan pikir yang aneh-aneh,karena kau pasti semnbuh! “Ahh,Yesung baru menyadari ia kelepasan bicara.Ternyata benar Yesung sudah mengetahui penyakitnya itu.

Hee-ra diam, tak ada reaksi darinya. Setelah beberapa menit berlalu,ia baru berbicara lagi ” Mungkin aku tidak akan … “Hee-ra ingin mengatakan sesuatu,tetapi Yesung memotongnya .

“Ah kau terlalu banyak nonton drama. Jangan pikirkan yang macem-macem, sekarang kita sudah sampai.” Sahut Yesung agak marah.

Ia membuka pintu mobil dan menarik Hee-ra keluar. Ia membawanya ke taman bermain.

“Ayo pergi” nada Yesung berubah jadi girang. Seharian mereka bermain,dan Hee-ra melupakan apapun tentang stress dan kepenatannya. Memang hari yang menyenangkan,ujar Yesung. Lelaki itu tampaknya tahu cara menghibur seseorang .

 

Sejak saat itu,Hee-ra mengambil cuti untuk istirahat beberapa bulan, sejak saat itu pula setiap hari Yesung menyempatkan diri mampir di apartemen Hee-ra,entah untuk nonton ,atau makan. Sepertinya Yesung sangat mengkhawatirkannya ,dan itu membuat Hee-ra merasa aman. Hee-ra sudah terbiasa dengan hal itu dan ia merasa makin tidak rela akan berpisah dengan Yesung.

 

 

 

 

 

—Hee-ra——

Sebulan sejak aku mengambil cuti,rasanya penyakitku makin parah. Aku tau waktunya sudah tidak banyak lagi,tetapi aku mau memanfaatkannya sebaik mungkin ,selagi masih bisa. Aku memang sudah tidak punya ayah ataupun ibu lagi, tetapi semenjak mengenal Yesung, rasanya aku jadi tidak siap untuk mati. Aku masih ingin hidup, aku masih ingin menikmati waktu bersamanya, walau hanya sebentar.Aku teringat akan foto yang diambil bersama Yesung waktu ke taman bermain,aku mengambil kotak di dalam laci kamarku,lalu mengeluarkan foto di dalamnya.”Fotonya bersama Yesung waktu di taman bermain” begitulah tulisan yang tertera di belakang foto itu. Aku memeluk erat foto itu dan menangis sejadi-jadinya.

 

— Yesung —

Bangun pagi bukanlah kebiasaan yang kugemari,tetapi sejak Hee-ra mengambil cutinya, dengan senang hati aku bangun pagi-pagi,mandi,lalu mampir ke apartemen Hee-ra. Kegiatan ini rutin kulakukan demi Hee-ra. Rasanya sudah menjadi kebiasaan untuk bertemu Hee-ra dipagi dan malam setelah aku bekeerja. Melihat wajahnya yang entah-kenapa menarik membuat stressku hilang,setidaknya itulah alasan lainku selain karena aku tahu bahwa aku mencintainya.

 

Pagi itu aku bangun seperti biasa dan menerima telepon. Tumben sekali,pagi-pagi begini siapa yang menelepon ,tanyaku heran. Kulihat nama yang tertera di layar handphone, “Leeteuk-hyung” . Ah pasti ada sesuatu,tebakku.

“Yeoboseyo? Ada apa hyung?” Yesung masih setengah tersadar.

“Yesung-ah,, bagaimana kabarmu? Aku baik-baik saja, … ” Leeteuk ngoceh tanpa berhenti,seperti biasa.

Aku hanya mendengarnya,terkadang bergumam tanda masih mendengarkan ocehan Leeteuk yang rasanya tak akan habis,dan ternyata alasan Leeteuk menelpon adalah untuk memberitahukan akan ada reunian Super Junior 2 minggu lagi.

“Akan kuusahakan datang,hyung. Aku tutup dulu yah” jawabku singkat.

Akan kuajak Hee-ra kesana,pikirku sambil tersenyum.

 

— Author pov —

Yesung pun buru-buru mandi dan pergi ke apartemen sebelahnya. Ia berencana akan mengajak Hee-ra ke reunian tadi,tapi ia tidak mengatakan bahwa itu adalah reuni mantan anggota Super Junior. Hee-ra dengan senang hati menerimanya. Pagi itu berlangsung dengan kebahagiaan,dan mereka berdua berharap waktu tidak akan berjalan.

 

— Hee-ra —

Hari reunian pun tiba. Sekarang saatnya bersiap-siap. Sambil menarik gaun berwarna beige-ku, aku menyocokan accecories dan juga dandananku. Yap,aku sudah siap,ujarnya dalam hati. Diluar Yesung telah menunggu dan Yesung terbelalak kaget.

“Kau cantik sekali.. ” Ujarnya sambil menutup wajahnya yang tiba-tiba memerah.

Aku tersenyum puas. Bakat mix n’match ku soal pakaian dan accecories memang patut dibanggakan.

Setibanya disana, ternyata banyak laki-laki yang berusia sekitar 30-an,dan sepertinya tidak asing. Ya! Mereka adalah Super Junior yang sangat terkenal,berarti,Yesung juga … Anggotanya ?! Ah betapa parahnya ingatanku,tetapi kenapa juga Yesung tidak memberitahuku saja. Waktu itu dia hanya marah karena aku tidak mengenalinya,chee,dia juga aneh.

“Ah Song? Kau disini? “ ternyata Kyuhyun juga datang ke acara reunian. Ia melihatku bersama Yesung dan ia tersenyum dan menggoda Yesung. Yesung yang malu-malu membantah kalau ia datang bersamaku sebagai pacar, tetapi memang benar sih kami masih belum pacaran. Menyenangkan bisa ngobrol bareng mereka.Mereka sangatlah ramah dan menyenangkan,Yesung juga terlihat sangat senang,tapi,sesuatu terasa salah denganku,sepertinya penyakitku akan kambuh lagi. Oh yaampun, jangan disaat seperti ini! Aku tidak boleh membuat yang lain khawatir.

“Aku keluar sebentar,” aku pamit dengan yang lain,mencari udara segar karena tubuhku sangatlah tidak nyaman. Ada sebuah bangku,tanpa pikir panjang,aku segera duduk dan menahan rasa sakit yang tiba-tiba muncul,sangat sakit rasanya!

 

 

— Yesung —

Dimana gadis itu? Gumamku. Aku khawatir terjadi sesuatu pada gadis itu.

“Kau mencari Song? ” Tanya Kyuhyun . “Ahha sudah kuduga,kau pacaran dengannya kan? ” Lanjutnya dengan nada jail.

“Emm ya,kau tau dimana dia sekarang?” Tanyaku tanpa memikirkan pertanyaan Kyu tadi.

“Ia keluar hyung,cepat kejar dia..”

Sebelum Kyu selesai berbicara,aku segera berlari mencari Hee-ra. Sepertinya ada perasaan mengganjal di hatiku,dan semoga perasaan itu bukan pertanda buruk.

 

Hee-ra duduk di bangku taman,ia terlihat sangat kesakitan. Yaampun,bodohnya aku! Kenapa aku membiarkan dia tanpa pengawasanku? Yesung dengan cepat menggendong Hee-ra .

“Gwenchana? “Ujarku panik

“Bertahanlaah! ”

Segera mobil melaju ke rumah sakit terdekat. Hee-ra langsung dibawa ke ruang gawat darurat, semoga ia bisa diselamatkan! Aku berdoa memohon Tuhan memberikan waktu lagi untuknya,dan untukku.

 

Tak lama dokter keluar dan mengatakan padaku “tak ada harapan” . Kakiku lemas, otakku tak dapat berpikir jernih. Mengapa semua ini harus terjadi? Hee-ra dalam kondisi sekarat,dan aku tak tau harus berbuat apa. Begitu masuk ke ruangan itu,nafasku sesak. Kulihat Hee-ra yang sudah sedikit membaik. Ia memanggilku dan berkata,” ya! Kenapa wajahmu begituu? Jelek tahu! Aku tidak mau melihatmu begitu” omelnya sambil terengah-engah.

“Aku mencintaimu” kata-kata itu otomatis keluar dari mulutku,membuatnya tercengang dan tunduk. Lalu ia mengangkat kepala lagi

“Arayo, na do saranghaeyo ,makanya kau tak boleh murung,aku akan sedih nanti” ucapnya.

Lalu ia bilang “aku capek, temani aku hingga aku tertidur. ”

Aku menggenggam erat tangannya dan duduk disampingnya. Itu adalah saat terakhirku bisa melihatnya tersenyum dan keesokan harinya ia sudah meninggal. Air mataku terus mengalir,sangat perih rasanya bila kehilangan orang yang kucintai,tetapi aku akan kuat. Aku tidak akan lari dari kenyataan dan tidak akan melupakan perasaan ini, perasaan bahwa aku sangat mencintaimu, setulus hatiku.

 

 

 

—Epilog —

Sudah setahun semenjak kepergian Hee-ra. Hari ini Yesung mengambil cuti dan pergi ke makamnya. Ia membawakan bunga lily dan menaruhnya diatas makam Hee-ra . Kau lihat,Hee-ra? Aku telah berubah.. Aku bukanlah namja yang alergi terhadap wanita,dan aku sudah tidak menangis mengingat kepergianmu. Aku juga tidak mengerti kenapa waktu itu aku bias mencintaimu,walaupun waktu kita sangat singkat. Aku juga tidak mengerti darimana datangnya kata “cinta” yang keluar dari mulutku. Akan tetapi,kenyataan itu tidak akan berubah. Meski pun kau sudah tidak di dunia ini, perasaanku,kenangaku terhadapmu tetap sama. You’re my everything, Saranghaeyo J

 

———————————————— The End ——————————————————–

2 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Jul 25, 2016 @ 20:10:59

    Berharap sih heera bisa sembuh, tapi ternyata nggak. Jadi kasihan sama yesung yg baru membuka hatinya untuk heera, tapi malah ditiggal utk selamanya.

    Reply

  2. Bimilchingu
    Nov 24, 2016 @ 19:18:00

    Yah kok mati,

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: