[Adventure Awaits] Hotel Doors

sa

.

Husband  Wifey

In Related Stories With: 1 | 4 | 5 | 6 | 7

.

Donghae said he wants broccoli for dinner. He’s Sleeping outside.

.

.

“Hmm, Hyukjae is like– someone who wants the best for you is what’s best for you.” Sena tersenyum bahagia ketika mengakhiri ucapannya, membuat yang lain berseru iri karena mesranya hubungan Sena dengan suaminya.

“For me Siwon is like the smell of rain, a memory of our innocence, and how we believed fate would keep us together forever.” Heena akan selalu menjadi wanita kalangan atas yang mencintai suaminya dengan tulus dan penuh kasih sayang.

“When someone is in your heart, they’re never truly gone. They can comeback to you, even at unlikely times, that’s what Henry for me.” Solji adalah yang termuda dari mereka berempat, dia dan Henry baru saja menikah satu bulan yang lalu.

Kini semua mata tertuju kepada Han Cheonsa yang sejak tadi terus sibuk menyesap wine dari gelasnya. Dia bahkan tidak terlihat perduli dengan semua ucapan dari teman-temannya yang memamerkan suaminya masing-masing. Tujuannya ke Interlaken adalah untuk berlibur dari suami dan anaknya, bukan untuk membahas jalinan kasih rumah tangganya.

“Uhm me? Do I really need to?” tanyanya dengan tidak yakin, yang dibalas oleh anggukan serentak dari mereka semua. Cheonsa menarik nafasnya dengan jengkel, lalu menaruh gelas wine nya diatas meja—dan menatap mereka semua selama beberapa detik.

“Just yesterday, Donghae said he wants broccoli for dinner. Just broccoli. Plain broccoli. He’s sleeping outside.” Ucap Cheonsa dengan senyuman iluminati bermata tiganya.

Hening.

Mereka semua menatap Cheonsa dengan tidak percaya, mungkin terlalu takjub karena Cheonsa dan Donghae memiliki masa pernikahan terlama dari mereka semua—dan satu-satunya yang telah memiliki seorang anak, namun mereka berdua yang tidak pernah menunjukan keromantisannya.

“Apa sebenarnya kau mencintai Donghae? Aku selalu melihat kau menindasnya.” Sena kembali teringat dimana ketika mereka akan pergi, dan Cheonsa menyiksa Donghae karena suaminya itu ingin ikut bersamanya.

“Aku selalu melihat hanya Lee Donghae yang mencintaimu. Jika kau selalu berlaku kasar kepadanya, apa kau tidak takut dia akan mencari wanita lain yang memberi semua kasih sayang yang tidak pernah kau berikan kepadanya selama ini?” Heena kembali memulai kuliah panjangnya tentang membahagiakan suami.

“Benar, dia bisa saja berselingkuh darimu—dan kau adalah orang yang akan menyesal.” Solji berkata dengan wajah malaikatnya. Cheonsa merasa terpojok, dia kemudian memikirkan cara untuk melarikan diri dari situasi ini.

“Hmm, aku harus ke minimarketwell, aku harus membeli pasta gigi dan itu jauh lebih penting dari pembicaraan ini.” Cheonsa tersenyum manis sebelum berlari dari sana dan menutup pintu itu dengan cepat, sebelum salah satu dari mereka berhasil menghentikannya dan kembali membuatnya harus mendengarkan ceramah panjang tentang kebahagiaan suami.

Cheonsa sekali lagi menghela nafasnya dengan jengkel, lalu memutuskan untuk mengetuk pintu kamar hotel disebelahnya. Butuh sekiranya dua menit sepersekian detik agar pintu itu terbuka, dan seorang pria berusaha tersenyum semanis mungkin dengan puppy eyes andalannya.

“Bagaimana kau bisa tahu aku ada disini, Honey?”

Cheonsa tidak menjawab, seakan semua omong kosong Donghae telah dia hafal di luar kepala. Dia hanya mendorong tubuh suaminya dan menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur. Cheonsa melihat beberapa gelas yang tertempel di dinding, suaminya berusaha mendengar apa yang mereka bicarakan di kamar sebelah—sesuai tebakannya.

“Honey, jangan bunuh aku. Jika kau ingin aku pergi, aku akan pergi. Aku kemari hanya memastikan apakah kau tiba dengan selamat.” Donghae berlutut di ujung kaki Cheonsa, sementara Cheonsa tengah menatapnya dengan satu tangan menopang dagunya.

“Ugh, I hate you.” Cheonsa menarik tubuh Donghae ke atas ranjang, sebelum akhirnya dia duduk di atas perut sixpack suaminya. Dia menatap wajah Donghae untuk beberapa saat, sebelum akhirnya menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Donghae. Mereka tidak berbicara maupun bergerak untuk waktu yang cukup lama, hanya Donghae yang sesekali mengecup kening Cheonsa dan membelai rambutnya dengan lembut.

“Apa kau pernah berpikir untuk mencari wanita lain dibelakangku?” pertanyaan itu terdengar retoris, cukup membuat Donghae terkejut tapi dengan cepat dia menangkisnya.

“Jika di dunia ini ada wanita yang memiliki wajah seratus persen sepertimu, mungkin saja.” Guraunya, dia mengeratkan pelukannya—membiarkan Cheonsa mendengar detak jantung mereka yang beriringan.

“Apa aku terlalu jahat kepadamu?”

“Tentu saja,” Jawab Donghae tanpa ragu.

“tapi itu bukan berarti aku akan meninggalkanmu atau bermain dengan wanita lain.” Lanjutnya. Donghae memang tidak pernah berpikir mencari pengganti Cheonsa. Seberapapun buruknya Cheonsa, dia tahu bahwa wanita itu sangat mencintainya dengan caranya sendiri.

“Han, aku tidak ingin kau mendengar pandangan orang lain tentang pernikahan kita. Mereka tidak tahu apa yang kita alami. Aku sangat bahagia denganmu, memiliki Jun dan dirimu adalah impian terbesarku.” Donghae menatap Cheonsa tepat di manik matanya.

“Mereka mungkin terlihat bahagia di luar, tapi tidak ada yang tahu di belakangnya.”

Kali ini Cheonsa mengangguk setuju.

“Mereka tidak tahu bahwa suami-suami mereka pergi ke klub stripper, dan menghabiskan ratusan dollar untuk seorang stripper.” Cheonsa kembali menjadi dirinya. Donghae mengangguk setuju, ketika kejadian klub stripper itu hanya Donghae yang tertangkap basah oleh Cheonsa—dan membuatnya harus mendekam di dalam kolam renang selama satu hari satu malam.

“Jadi kau tidak akan meninggalkanku atau berselingkuh dariku, bukan?” tanya Cheonsa sekali lagi, dia melepaskan pelukan Donghae dari tubuhnya dan duduk di ujung tempat tidur.

“Tentu saja tidak! Apalagi jika kau mau memberikan Jun seorang adik!” Donghae dengan tidak sabar membuka kancing di kemeja putihnya, dan melemparnya secara asal.

“Hanya bercanda, aku mencintaimu apa adanya.” Jawab Donghae dengan senyuman takutnya setelah melihat Cheonsa memegang pisau buah di tangan kanannya.

“Well, it doesn’t matter if you’re giving me another Donghae’s Junior or not. The right love will be the calm, the chaos, and every goddamn beautiful emotion in between. And I love you for that.” Bisik Donghae sambil mengecup kening Cheonsa dengan lembut, dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, membiarkan istrinya sendiri disana.

Donghae memejamkan matanya dan menikmati air hangat yang memenuhi batthubnya, besok dia akan pulang dengan penerbangan pertama dan membiarkan Cheonsa menikmati sisa liburannya tanpa merasa terganggu.

Bunyi derit pintu terbuka, dan derap langkah seseorang terdengar dari sana. Dia akhirnya membuka matanya, hanya untuk menemukan Cheonsa berdiri di hadapannya hanya dengan menggunakan bathrobe tipis yang di dapatnya dari lemari kamar hotel—lalu melepasnya.

“It goes without saying that I really did love with you, but I’ll say it anyhow because I’m crazy in love with you.” 

Ucap Cheonsa, lalu melalui satu gerakan kini Cheonsa telah berada di pangkuannya, di dalam batthub dengan air hangat, mengecup bibirnya dengan lembut—dan membuat Lee Donghae menjadi suami terbahagia yang pernah ada, karena apa yang terjadi tidak selamanya seperti yang mereka bayangkan.

Dan untuk Lee Donghae, Han Cheonsa selalu berhasil memberikannya kejutan termanis yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Karena dia tahu, bahwa Han Cheonsa sangat mencintainya dengan caranya sendiri.

Jun akan segera mendapatkan Adik baru setelah ini.

.

.

-FIN-

.

.

.

Because some judge that HCS doesn’t in love to LDH. The point is don’t judge a book by it’s cover. I’m fairly certain that most people don’t like most people — which, when you think about it — is amusing and interesting in itself. Stop judging, start embracing!

xo

IJaggys

Summer Sale Ebooks: Shop Now!

2 Comments (+add yours?)

  1. missrumii
    Jul 29, 2016 @ 18:37:14

    I think because we just read this story and didn’t live with Cheonsa, so judge her like that. Like everybody did.
    Kalo ada manis manisnya gini kan jadi kerasa suami isterinya. Kemarin ceritanya penindasan melulu hehe
    Maaf ya..

    Reply

  2. ayumeilina
    Aug 05, 2016 @ 19:20:12

    Waaaahhhh…
    Ya ampun langka banget nih liat Hae sama Cheonsa akur mesra. hehehehehe

    Ada pesan yg tersirat di FF ini. Dan itu keren! 😀😍😚

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: