[Adventure Awaits] You Are The One

 bb

Title : You Are The One [Oneshoot]

Author : Shinessy

Main Cast : Cho Kyuhyun & Shin Hyewook

Support Cast : Lee Donghae, Victoria, Lee Hyuk Jae, Tiffany Hwang

Genre : Romance, sad, humour

Rating : PG +13

Disclaimer : Cerita ini murni dari otak ku, walaupun ada temanku yang sedikit menyumbangkan ide agar FF Oneshoot ini semakin menarik, jika ada kesamaan mention ke acc ku aja langsung (@Shinessy). Don’t bashing or plagiat, and hope you read and like it!!!!!

 


***

Hari ini jalanan di sepanjang propinsi Gangwon penuh dengan gugurnya dedaunan, karena sekarang adalah musim gugur. Di propinsi Gangwon sendiri terdapat objek wisata yang ramai dikunjungi sepanjang tahun, yakni gunung seorak, tapi puncak kunjungan terjadi di musim gugur, ketika dedaunan berwarna-warni (merah dan kuning). Setiap tahun, selama musim gugur pengunjung hampir dari seluruh penjuru korea dan bahkan dunia sempat pula menikmati pemandangan yang indah tersebut, seperti seorang namja yang memiliki pawakan tinggi yang sedang menikmati gugurnya daunan berwarna-warni disalah satu sudut, dimana masih bisa terlihat gunung seorak tersebut.

“Musim gugur tahun ini pun sama seperti tahun-tahun sebelumnya.” gumam namja tersebut.

Namja yang memiliki postur tinggi, terbalut syal di lehernya, mengenakan dalaman kaos yang ditutupi jaket tebalnya, mengenakan sepatu cat, namun masih terlihat rapi dan tampan. Namja tersebut adalah Cho Kyuhyun. Tiap tahun di musim gugur Kyuhyun selalu mengunjungi tempat tersebut, entah mengapa dia begitu percaya akan sesuatu yang terjadi di masa lalunya, dimana waktu itu dia masih berumur 10 tahun dan dia bertemu dengan seorang anak perempuan, saat itu Kyuhyun tengah berdoa di salah satu kuil yang letaknya di dekat pintu masuk objek wisata ini.

-Flashback-

Cerita ini berawal dari kejadian 14 tahun yang lalu. Tepatnya musim gugur tahun 1998.

‘’ Apa kamu selalu berdoa ditempat ini? ” Tanya seorang gadis kecil pada anak laki-laki yang tengah khusyu berdoa

Namun anak laki-laki tersebut masih khusyu berdoa dan tidak menghiraukan pertanyaan gadis kecil tersebut, sampai akhirnya dia selesai berdoa dan baru menatap gadis kecil tersebut.

‘’ Apa kau orang baru yang mengunjungi tempat ini ? sepertinya aku belum pernah melihatmu disini ‘’ Tanya anak laki-laki yang bernama Kyuhyun dengan memperhatikan secara detail gadis kecil itu.

‘’Ne, aku baru pertama kali kesini ‘’ jawab gadis kecil itu sambil menyunggingkan senyum tipisnya.

Kyuhuun si anak kecil tersebut, sempat memperhatikan penampilan gadis kecil itu, dari ujung kaki sampai ujung kepala, gadis kecil yang rambutnya dikuncir dua dan menampakkan leher cantiknya, sehingga membuat Kyuhyun terkesima. ‘ Cantik ‘ batin Kyu dalam hati.

“Pasti kamu dari Seoul?” Tanya anak laki-laki itu lagi.

Kyuhyun langsung bisa menebak asal gadis kecil itu, karena penampilannya yang begitu mewah. Dan hanya orang dari Ibukota lah yang mungkin penampilannya terlihat sangat mencolok dan menampakkan kemewahannya.

“Ne, kenapa bisa tau?” Tanya gadis kecil tersebut heran

“Dari penampilanmu sudah bisa ku tebak, hehe. Perkenalkan coneun Cho Kyuhyun imnida!” Jawab Kyu sambil menyulurkan tangannya ke gadis kecil itu untuk berjabat tangan

“Shin Hyewook imnida” balas gadis kecil itu dan menerima jabat tangan dari Kyuhyun.

Mereka berdua saling bertukar pendapat mengenai tempat wisata ini dan saling bertukar pengalaman waktu pertemuan singkat tersebut, meskipun masih anak-anak tetapi mereka berdua terlihat seperti orang dewasa. Dan keakraban pun terjadi diantara dua anak kecil tersebut.

“Orang tua mu dimana, kenapa kamu sendirian di kuil ini ?” Tanya Kyuhyun kecil

“Mereka lagi naik menuju puncak Gunung Seorak” jawab Hyewook kecil

“Lalu mengapa kau tidak ikut naik juga? Padahal pemandangan disana sangat bagus.” Lanjut Kyu sambil tersenyum

“Aku tidak boleh ikut, makanya aku disuruh menunggu di kuil ini” jawab Hyewook sambil menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Kyuhyun. Kyuhyun kecil hanya ber-oh oh ria.

Gadis kecil ini sangat pemalu, dan lagi pertemuan dengan Kyuhyun kecil ini juga merupakan pertama kalinya dia berbicara dengan seorang anak yang mungkin sepantaran dengannya, karena Hyewook kecil ini menderita sebuah penyakit, sampai sekarang penyakitnya belum bisa di diagnosis oleh dokter, sehingga selama masa kanak-kanak nya dia hanya berada di rumah saja, sesekali dia ingin pergi ke sekolah namun itupun tidak berlangsung lama, karena tubuh Hyewook yang sangat lemah, sehingga membuat Hyewook kecil sangat sulit untuk mempunyai seorang teman dan berkomunikasi dengan orang lain.

Hyewook kecil dan keluarganya lagi menikmati masa weekend di Gangwon, orang tuanya mengajak anak kecilnya itu ke tempat ini, karena untuk menikmati sejuknya udara di pegunungan. Udara pegunungan sangat cocok untuk melepas penat dan juga udaranya yang bersih, sehat bagi organ-organ tubuh, beda dengan di perkotaan yang udaranya sudah banyak tercemar oleh polusi kendaraan. Di Gangwon juga ada saudara Hyewook, sehingga mereka menginap untuk beberapa hari.

“Ayok ikut aku kesana” ajak Kyuhyun kecil, sambil menarik tangan Hyewook kecil.

Kyuhyun kecil mengajak Hyewook kecil ke salah satu tempat yang berada di belakang kuil Buddha. Tempatnya yang begitu indah, terdapat pohon-pohon yang lagi menggugurkan daunnya berwarna-warni (Merah dan kuning), ada sungai kecil juga, yang arus alirannya berasal dari air terjun di Gunung Seorok itu, dipinggir-pinggir sungai terdapat bebatuan serta ditumbuhi bunga-bunga kecil yang makin mempercantik tempat tersebut. Kyuhyun kecil melihatkan pemandangan indah itu pada Hyewook kecil. Entah kenapa Kyuhyun kecil ingin memperlihatkan tempat itu pada Hyewook.

“Lihatlah, sungai itu sangat cantik Hyewook” Kata Kyuhyun sambil menunjuk ke arah sungai yang ada di depannya.

Sontak seketika, Hyewook kecil membulatkan matanya, dan terlihat jelas sungging senyuman di bibirnya.

”OMO.. Aku tidak pernah melihat tempat seindah ini” Jawab Hye sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

Terlihat jelas raut muka Hyewook yang sangat bahagia dan takjub melihat pemandangan yang baru pertama kali ia lihat. Disaat Hyewook kecil lagi bermain-main di sungai kecil itu, Kyuhyun kecil sedang membuat kejutan untuk Hyewook. Kyuhyun sedang membuat kalung sederhana dari bunga-bunga ditempat itu dan merangkainya, sehingga terlihat bagus dan cantik. Kalung ini untuk Hyewook, Kyuhyun membuatkan kalung ini, karena dari awal pertama bertemu Kyuhyun kecil sudah tertarik dengan Hyewook kecil.

Setelah hampir 2 jam Kyuhyun dan Hyewook bermain-main dan bercanda tawa disitu, mereka pun kembali ke kuil Buddha, takut jika Hyewook kecil dicari oleh eomma dan appanya.

“Kyuhyun, ayo kembali ke kuil itu tadi!” ajak Hyewook pada Kyuhyun

Kyuhyun hanya mengangguk dan menarik tangan Hyewook untuk kembali ke kuil tersebut.

“Ah, Hyewook, umur mu berapa?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba, dan menghentikan langkah keduanya

“Wae? Aku baru 8 tahun.” Jawab Hyewook

“Mwo? Ternyata aku lebih tua 2 tahun dari mu, jadi kau panggil aku dengan sebutan ‘oppa’ yah?” Kata Kyu sambil tersenyum lebar

“Ne, oppa” jawab Hyewook kecil dengan polos dan juga tertawa lebar.

Keduanya pun kembali berjalan menuju ke kuil Buddha itu, takut jika eomma dan appa Hyewook sudah datang dan mencari anaknya yang tidak ada di tempat itu. Dan dugaan pun terjadi, ternyata orang tua Hyewook sudah berada di kuil itu dan mencari-cari putrinya itu. Kyuhyun kecil dan Hyewook kecil pun berlari menuju orang tua Hyewook. Dan..

“Sayang, putriku darimana saja, eomma mencari-cari mu di sepanjang kuil ini?” Tanya eomma Hyewook yang terlihat cemas dengan putrinya itu.

“Eomma, appa, perkenalkan ini teman pertama dan teman baru Hye” Kata Hyewook tersenyum dan sambil menunjuk Kyuhyun yang ada di sebelahnya.

“Cho Kyuh-” Kata Kyu mau memperkenalkan dirinya dan sudah menunduk 450 , namun ucapannya terpotong oleh seseorang yang tak lain adalah eomma Hyewook.

“Jadi, bocah kotor ini yang membawa putriku!” cela eomma Hye dan segera menjauhkan Hye dari dekat Kyuhyun

Eomma Hyewook terlihat tidak suka dengan Kyuhyun, dan lagi penampilan Kyuhyun yang saat itu hanya mengenakan kaos oblong, dan celananya yang robek sedikit dibagian lutut (penampilannya mirip preman kecil), hal ini membuat jengah eomma Hyewook. Dia tidak menyukai penampilan kumuh Kyuhyun, maklum Hyewook keturunan dari golongan darah biru.

“Eomma, kenapa berkata seperti itu, dia temanku, dia anaknya baik, dan dia juga yang tadi mengajak Hye ke tempat yang indah eomma.” Jelas Hye kecil pada eomma nya. Namun eomma nya tidak menghiraukan perkataan putri kecil nya itu, dan sibuk merapikan baju putrinya, takut kalau Kyuhyun menaruk sesuatu yang berbahaya di baju Hyewook.

“Ayok kita pulang, Nak!” ajak appa Hyewook, setelah eomma nya membersihkan baju Hye yang terlihat kotor, karena tadi habis bermain di sungai bersama Kyuhyun. Eomma Hye terlihat mendahului appa dan Hye, sementara itu Appa Hyewook meminta maaf kepada Kyuhyun kecil.

“Nak, maaf kan perkataan eomma Hye tadi, jangan dimasukkan ke dalam hati” Kata appa Hye sambil tersenyum tulus pada Kyuhyun kecil. Appa hye beda dengan eomma nya, beliau yang tidak pernah memandang status seseorang dan tetap ramah pada siapa saja, termasuk pada teman putrinya itu.

“Namanya Kyuhyun oppa, appa” lanjut Hye sambil tersenyum, sontak mereka bertiga pun tertawa bersama.

Sebelum Hye balik dan meninggalkan Kyuhyun kecil, Kyuhyun memberinya sesuatu untuk tanda pertemanan mereka dan mungkin kenang-kenangan juga. Ya kalung sederhana yang dibuat oleh Kyuhyun waktu Hye lagi bermain-main di sungai tadi. Kyuhyun memakaikan kalung tersebut ke leher Hyewook dan dia berkata sesuatu, “ Hye-ah jangan kau lepas kalung pemberianku ini, walaupun terlihat tidak bagus, tetapi aku khusus membuatkan ini untuk mu, jika kita bertemu suatu hari nanti entah dimana, agar aku bisa langsung mengenalimu.” Pinta Kyuhyun kecil pada Hyewook dan dengan senyuman kecil. Hye pun hanya mengangguk mengIyakan permintaan Kyu tadi, dan dia juga berjanji pada Kyuhyun untuk memenuhi permintaan Kyuhyun kecil. Karena Kyuhyun adalah teman pertamanya, dari Kyuhyun lah Hyewook mengenal semuanya, mulai dari pertemanan, persahabatan, kehidupan yang mungkin belum sempat Hyewook alami seperti yang dialami oleh Kyuhyun, suka duka nya Kyuhyun, karena mereka berdua berbeda sangat jauh. Tetapi dari perbedaan tersebut timbullah beragam cerita yang sangat mengharukan dan membahagiakan. Hyewook juga bisa mengetahui sedikit tentang Kota kecil Gangwon ini, sepertinya dia mulai bercita-cita ingin membangun perusahaan di Gangwon jika besar nanti. Dan dihati kecil nya dia ingin bertemu lagi suatu saat nanti dengan teman pertamanya itu.

“Aku berjanji akan datang kembali kesini untuk berlibur dan terutama untuk menemuimu oppa” Ucap Hye sambil memandang dalam Kyuhyun kecil.

“Arraseo, akan aku tunggu dongsaeng ku yang cantik ini “ jawab Kyu sambil mencubit kedua pipi Hyewook yang chubby dan merah seperti dalam kartun Chibi maruko chan.

Perpisahan mereka pun terjadi pada waktu itu juga, dan hanya sekali itu juga mereka bertemu, di musim gugur tahun itu, dan pada tahun-tahun selanjutnya mereka tidak pernah bertemu lagi. Kenangan di musim gugur itu sangat berkesan di hati Kyuhyun, yang notabene nya hanya dia rasakan semenjak bertemu dengan gadis kecil itu. Semenjak saat itu, Kyuhyun lebih sering sekali mengunjungi tempat wisata itu, dia ingin memastikan bahwa setiap musim gugur tiba, dia berharap seseorang yang ditunggu nya datang untuk menemuinya, namun hal itu nihil.

Flashback End-

‘Bagaimana dengan dia sekarang, mungkinkah dia bertambah lebih cantik dari waktu itu’ gumam pelan Kyu, sambil matanya memandang ke arah sekeliling tempat itu, dimana ada sungai dan bebatuan yang ditumbuhi bunga-bunga cantik. Tepat matanya tertuju pada sesuatu dan membuat senyuman terukir dari bibir Kyuhyun, seketika dia berlari sekencang-kencangnya menuju tujuan yang dia hendaki, dan dia sekarang sudah tiba di depan seorang yeoja yang tinggi, rambutnya tergerai, yeoja tersebut lalu tersenyum pada Kyuhyun.

“Kyu-ah, apa kau sudah menunggu lama, mian.” Ucap yeoja cantik tersebut sambil membungkukkan badannya, karena merasa bersalah pada Namja yang ada didepannya

“Gwaenchanayo Victoria” jawab Kyu sambil tersenyum

 

Kyuhyun POV :

“Kyu-ah, apa kau sudah menunggu lama, mian.” Ucap yeoja yang ada di depanku. Ya dia adalah Victoria Song, tetangga sekaligus teman dekat ku.

“Gwaenchanayo Victoria” jawabku sambil tersenyum

Aku dan Victoria sering melepaskan masa weekend bersama-sama, dia hanya ku anggap sebagai seorang teman dan tak lebih. Cintaku masih tetap pada gadis yang pernah kutemui 14 tahun silam. Victoria sangat baik pada ku, keluarganya juga baik pada keluargaku, dan sejak 1 tahun yang lalu kami menjadi semakin dekat, dia yang terus mendekati ku, namun aku tidak pernah mempermasalahkan itu, dia juga sudah tau akan cerita ku di masa lalu dengan gadis yang bernama Hyewook itu. Dia sempat berulang-ulang membujuk ku untuk melupakan gadis masa laluku itu, karena dia beranggap bahwa cinta di waktu kecil adalah cinta monyet.

Saat ini aku dan Victoria sedang duduk-duduk di dekat sungai yang dulu sempat sebagai tempatku bermain dan mengobrol bersama Hyewook. Dan sekarang aku lagi memikirkannya lagi, tiba-tiba ada seseorang yang membuyarkan lamunanku mengenai gadis cantik itu.

“Apa kau masih tetap menunggu dia Kyuhyun-ah?’’ Ucap Vic yang membuyarkan lamunanku seketika

Aku hanya tersenyum tipis pada yeoja di samping ku itu, dan aku tak tahu juga apa yang sedang dia pikirkan karena pertanyaannya yang hanya kubalas dengan senyuman manis dariku. Seketika kurasakan ada dua bola mata yang tengah memperhatikanku. Ya dua bola mata dari Victoria, temanku itu. Tetapi aku tetap dalam posisi ku yang menghadap ke depan.

“YAK! Cho Kyuhyun apa kau selalu memberikan senyuman mu itu setiap aku bertanya?” protes Victoria yang sedari tadi aku acuhkan dan pertanyaanya yang tidak aku jawab.

“Hahaha… Salah sendiri kau bertanya selalu dengan pertanyaan yang sama” jawabku sembari memberi senyum evil kebanggaanku.

“Huh!! Dasar kau !!” jawab dia lagi yang kini bisa kulihat dia menunduk dan pasrah. Yak!! Cho Kyuhyun kau berhasil membuat yeoja ini selalu pasrah dihadapanmu. Hahahah…!!!!

Tak terasa hari sudah semakin gelap, daerah di sekitar sungai pun sudah mulai semakin cantik dengan adanya lampu-lampu yang menerangi di kegelapan. Aku dan Victoria pun segera pergi dari tempat itu dan kami menuju rumah kami masing-masing. Sebelum aku memasuki pekarangan rumahku, tiba-tiba ada tangan yang memeluk ku dari belakang.

“YAK! Victoria, apa yang kau lakukan, lepaskan tanganmu dari tubuhku” ucapku pada Victoria yang tengah memeluk ku

“Begini dulu untuk beberapa menit Kyuhyun-ah” jawabnya pelan. Dan membuatku sangat merinding mendengarnya.

Aku pun hanya diam, dan membiarkan dia memelukku, sehingga keheningan itu terjadi untuk beberapa menit. Aku merasakan detakan jantung Victoria yang sangat cepat, aku rasa dia sangat gugup untuk saat ini. ‘maaf Vic, aku hanya menunggu gadis itu’ batinku dalam hati. Tiap kali Victoria memelukku dari belakang, entah kenapa ini adalah pelukan yang membuatku bisa merasakan detakan jantungnya yang sangat cepat. Apa yang terjadi sebenarnya pada Victoria?

“Kyuhyun-ah, tidak bisakah kau menerimaku lebih dari seorang teman?” ucap dia pelan. kudengar dia mulai berbicara yang ditujukan padaku, dan masih terdengar jelas di telingaku.

“Sampai kapan kau harus menunggu orang tidak jelas itu, sampai kapan kau harus berada dalam kesendirian seperti ini, apa kau akan begini sampai tua, Kyuhyun-ah?” ucap dia lagi, dan kini sangat jelas di telingaku. Namun aku hanya diam saja tidak menanggapinya.

“Apa dia begitu berartinya Kyuhyun-ah? Apakah hanya dia yang bisa membuatmu seperti ini, menunggu begitu lama, sudah 14 tahun kejadian itu, kenapa kau masih percaya bahwa dia akan menghampirimu, Kyuhyun? Apa kau bodoh? Apa kau tidak berfikir dengan akal mu itu, apa dia juga menantikan dan mengingat janjinya itu, kalaupun dia ingat setidaknya dia berkunjung ke Gangwon, menemuimu, tetapi sampai saat ini dia tidak kunjung menemuimu.” Ucapnya lagi semakin keras dan kini dia mulai merenggangkan pelukannya dan menghadapkan dirinya tepat dihadapanku. Kini kami saling bertatapan. Namun aku masih diam. Kulihat matanya sudah berkaca-kaca dan sepertinya dia akan berkata lagi.

“Apa dia juga menunggumu Kyuhyun-ah?” dia bertanya lagi dan kali ini mulai terisak. Aku melihatnya pun tak tega, langsung ku bawa dia dalam pelukanku. Aku pun ikut menangis. Aku tak tahu bagaimana jalan pikiranku, yang kuyakini aku percaya bahwa keajaiban akan terjadi padaku, untuk bertemu kembali dengan Hyewook.

“Kyuhyun-ah” panggil Victoria dan kini dia sudah melepaskan pelukanku

Aku hanya menatapnya datar, aku sangat bersalah dengannya, dia sangat baik padaku selama ini, namun aku tidak pernah menghiraukan kehadirannya terlebih lagi perasaannya yang dia berikan padaku. Aku memang manusia bodoh, aku egois terhadap diriku dan juga dirinya.

“Kenapa kau tidak pergi saja ke Seoul, Kyu-ah?” tanyanya yang membuatku kaget. Dan sontak membuatku akhirnya angkat bicara dan menjawab pertanyaanya tadi, semenjak tadi aku hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan yang dia tanyakan bertubi-tubi.

“Seoul!” Jawabku singkat

“Iya, bukankah kau ingin bertemu dengan gadis yang bernama Hyewook itu, dan lagi di Seoul sana kamu juga bisa mencari kerja disana, untuk menghidupi kehidupanmu, disana semuanya sangat lengkap, dan mapan, banyak orang dari kota kecil seperti Gangwon ini juga bermigrasi kesana untuk mendapatkan kehidupan yang layak, tenang aku sudah mengikhlaskanmu pergi Kyu” Jelas Victoria panjang lebar, dan kini kudapati dia sudah tersenyum lagi

Aku sempat berfikir sejenak dan memahami setiap perkataan yang dilontarkan oleh Victoria. Kalau aku ke seoul? Hidupku akan berubah, dan lagi mungkin aku bisa bertemu dengan Hyewook. Tetapi ? apakah mungkin aku bisa kesana. Tak kurasa ada sebuah tangan yang menepuk pipiku

“YAK! Cho Kyuhyun, bagaimana? Kenapa kamu malah melamun, cishh!!” Ucap Victoria yang sontak membuatku bangun dari lamunanku.

“Apa aku bisa kesana? Naik apa aku kesana?” tanyaku polos, dan mungkin Victoria akan tertawa mendengar pertanyaan bodohku itu

“Kyuhyun Pabo! Naik bis jurusan ke seoul lah, dasar orang udik” cela Victoria dan sambil tertawa

Hahaha Kyuhyun Pabo! Malam itu pun adalah malam terakhir ku ada di Gangwon, sudah kuputuskan untuk ku pergi ke Seoul esok pagi. Berkat ide dari Victoria itu, aku jadi memiliki semangat lagi untuk mengejar gadisku itu lagi, sempat aku patah semangat gara-gara perkataan Victoria malam hari itu. Betapa bodohnya seorang namja sepertiku harus menunggu seseorang yang tidak tahu sampai kapan akan berakhir, dan melihat Victoria yang tulus memberikan cintanya padaku sempat membuatku menjadi orang yang paling jahat dan egois di Dunia. Namun keikhlasannya, memberikan semangat buatku. ‘Terima kasih Victoria’

Kyuhyun POV End

Author POV :

Suasana kota Seoul yang begitu ramai, tak membuat seorang Yeoja yang tengah berjalan merasa terusik, justru yeoja itu terlihat gembira, dia juga ramah terhadap orang disekelilingnya, hampir tiap orang yang dia lewati dia berikan senyum manisnya. Yeoja tinggi yang tengah berjalan itu tiba-tiba terhenti langkahnya, dia melihat ada seorang nenek-nenek tua yang tengah menyeberang, dan lagi bertepatan dengan lampu hijau yang menyala. Yeoja tak lain yang bernama Hyewook ini langsung berlari secepat yang dia sanggup, untuk menolong nenek tua itu, dan “Hap” dia berhasil menangkap tangan nenek tua itu, segera dia tahan tubuh nenek tua itu agar tidak jatuh.

“Fiuhh…. Untunglah” ucap Hye lega dan melihat nenek tersebut yang tidak kenapa-kenapa.

“Nenek, lain kali kalau lagi menyeberang hati-hati yah.” Ucap hye dengan memberikan senyum manisnya

Setelah kejadian itu, hye jadi terlambat menuju kampusnya, padahal ini hari terakhirnya ke kampus untuk mengambil ijazah nya, yah dia sudah di sarjana dan lulus dengan predikat mahasiswa yang terbaik, namun waktu wisuda dia lupa untuk mengambil ijazah nya, jadi sekarang dia mengambilnya.

“Hye-ah” panggil seorang yeoja cantik

Dia adalah Tiffany, biasanya Hyewook memanggilnya dengan sebutan Fany, dia adalah sahabat Hye sejak masuk bangku kuliah. Hyewook menjadi siswa dan mahasiswa yang berprestasi semenjak dia diperbolehkan untuk sekolah, dan semenjak pulang dari Gangwon waktu itu, dia jadi rajin belajar, karena memang cita-citanya ingin menjadi seorang pengusahawan sukses.

“Hye-ah, apa kamu sudah mengambil ijazah mu?” Tanya fany pada sahabatnya

“Nde, Fany-ah, sekarang aku sudah lulus. Hahah”

“Pabo! Aku juga sudah lulus, hahaha”

“Ayok kita rayakan dengan makan-makan”

Hye dan Fany akhirnya meninggalkan kampus, dan pergi ke tempat makan favorit Hye. Sesampai di tempat makan itu, Fany mencari tempat kosong buat mereka makan, dan dia ingin tempatnya yang nyaman, sementara itu Hye menuju ke toilet dulu.

Author POV End

Hyewook POV :

Ku langkahkan kaki ku menuju toilet, sebelum memulai makan aku sudah biasa untuk mencuci tanganku. Tiba-tiba kurasakan getar dari saku baju ku. Ddddddrrrttt, ternyata hp ku, ku tengok ternyata ada pesan dari Donghae oppa

Donghae Oppa

‘kau lagi dimana Hye-ah? apa sudah makan? Jaga dirimu baik-baik yah’

Cisshh.. muak sekali aku menerima pesan dari nya, dan apa katanya? Selalu sama, mengingatkanku untuk makan. Aku bukan Hyewook yang berumur 10 tahun lagi, tetapi Hyewook berumur 22 Tahun. Sama seprti eomma ku saja, selalu menghawatirkanku. Sejak kejadian itu aku jadi mempunyai orang yang melindungiku, meskipun aku muak sekali terhadapnya. Dia adalah Donghae Oppa, anak dari teman baik eomma ku, sepertinya aku akan dijodohkan dengan Donghae itu. Kejadian yang membuatku hampir saja mati, karena ulahku sendiri, dan dari pertolongan Donghae lah aku jadi selamat dari kecelakaan beruntun itu. Dia orang nya baik, tetapi aku tidak suka cara dia mendekatiku. Menjijikkan sekali!!

“Kau lama sekali Hye-ah ke toilet?” Tanya Fany-ah

“Hehe, mian, apa kau sudah pesan makanannya?

“Sudah”

Tiba-tiba Fany menyentuh sesuatu yang tergantung di leherku, dia menyentuk sebuah benda yang melingkar di leherku selama bertahun-tahun itu, entah kenapa aku tidak mau untuk melepasnya, karena itu adalah pemberian dari seseorang teman di masa lalu.

“Aku jadi ingin bertemu dengan orang yang memberimu ini, Hye-ah” Ucap Fany tiba-tiba, dan membuatku menganga

“Kenapa kamu menganga begitu, mulutmu bau tauk!” lanjut Fany dan dengan menutup mulutku dengan kedua tangannya

“Kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu, aku saja yang mengenakan kalung ini, ingin sekali berjumpa dengannya lagi” jawabku, entah kenapa mata ku mulai memanas, dan tak kurasa cairan bening dimataku mulai mengalir. Ini adalah kesekian kalinya aku menangis, jika mengingat masa kecilku dulu, aku selalu menangis ketika mengingat seseorang yang aku sekarang lupa siapa namanya, dia adalah orang pertama dalam hidupku yang membuatku sangat bahagia pada hari itu, dan aku juga merasakan cinta pada orang itu, walaupun saat itu umurku masih sangat muda, dan pasti hanya cinta monyet saja jika orang-orang bilang, seperti sahabatku itu yang bilang kalau itu hanya cinta monyet, karena cinta sesama anak kecil. Namun bagiku suatu sangat berharga, aku juga ingat waktu itu aku pernah berjanji padanya.

‘Aku berjanji akan datang kembali kesini untuk berlibur dan terutama untuk menemuimu oppa’

‘Yya, aku berjanji seperti itu, namun sampai sekarang aku belum bisa menepati janjiku itu, karena aku masih terhalang pendidikan disini, dan eomma ku yang melarangku keras untuk ketempat itu. Apakah dia juga menungguku?’ batinku dalam hati

“Hye-ah, sudah jangan menangis lagi, jika dia jodohmu pasti Tuhan akan mempertemukan kalian lagi” hibur Fany padaku

Aku hanya mengangguk saja, namun dalam hati sangat sakit, sangat rindu ingin bertemu, meskipun itu hanya sebuah pertemuan singkat di waktu kecilku. Aku bersabar akan hal itu, semoga benar apa kata Fany, jika dia jodohku Tuhan akan mempertemukan ku dengannya lagi.

Hyewook POV End

Author POV:

Di salah satu kedai kecil, yang tepat menghadap kearah jalanan myeongdong yang begitu ramai, tampak seorang namja lagi tengah menikmati ramen, sesekali menyeruput minuman yang terparkir didepannya. “Apa ramen itu terlihat lezat, kyuhyun-ah, kau bahkan uda habis 3 mangkok?” Tanya namja yang ada didepan Kyuhyun itu. “Nde, kenapa kau tidak makan juga hyung” jawab kyu, tanpa sedikitpun melirik namja didepannya itu. “Anniyo, aku sudah kenyang dengan melihatmu makan seperti orang yang tidak makan selama seminggu” ledek namja di depan Kyuhyun itu, namja itu adalah teman Kyuhyun semenjak Kyuhyun berada di Seoul, dan Kyu memanggilnya hyung karena dia lebih tua 2 tahun dari Kyu. Namja itu adalah Lee Hyuk Jae.

“Habis ini kau mau kemana lagi?” Tanya hyuk pada Kyu

“Anniyo, hyung” jawab singkat Kyu

Kyu yang selesai makan ramen nya, dan mengelus perutnya yang kekenyangan setelah makan ramen itu. “Dimana aku bisa menemukan gadis itu, hyung, aku sudah 2minggu berada di seoul?” kata kyu sambil menopang dagu dan menatap Hyung yang ada di depannya. Kyuhyun memang sempat menceritakan apa tujuan dia ke Seoul pada temannya itu, selain ingin bertemu dengan seseorang, dia juga berencana akan mencari kerja di Seoul.

“Sangat mudah, jika dia memang jodohmu, maka kau akan dipertemukan dengannya lagi hahaha” Ucap Eunhyuk (panggilan akrab Hyuk jae) dan membuat jengah Kyu, karena perkataan Eunhyuk yang terlihat konyol seperti itu. Akhirnya Kyu meninggalkan Eunhyuk sendiri di kedai itu, entah dia mau kemana, dia mengikuti apa kata hatinya, dan tak terasa langkahnya yang begitu jauh sampai akhirnya dia tengah berada di Namsan Tower. ‘Indah sekali tempat ini’ gumam kyu tanpa suara.

“Yak! Fany-ah tunggu aku, awas jika sampai kau tertangkap olehku, matilah kau!!” teriak seoarang yeoja sambil berlari, terlihat mengejar temannya yang juga sedang lari. Namun yeoja tersebut tiba-tiba tak sengaja menubruk seseorang, karena malam itu namsan tower begitu ramai, sehingga banyak orang-orang yang ada disitu, menyaksikan menara namsan pada malam hari.

Bruakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk……….. “Appooo…” rintih yeoja yang sedang terduduk dan memegangi pantatnya yang sakit. “Yak! Apa yang kau lakukan, apa kau buta? apa kau tak melihat ada orang berdiri didepanmu, dan kau menabraknya”bentak Kyuhyun yang juga lagi memegangi pantatnya yang sakit. “Mi.mi..mian, aku tak sengaja” jawab yeoja yang menabrak Kyu tadi sambil menunduk dan terlihat ketakutan karena bentakkan Kyuhyun tadi.

Author POV End

Kyuhyun POV :

Bruakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk……….. “Appooo…” rintih yeoja yang menabrak ku tadi dan kini sedang terduduk memegangi pantatnya yang sakit. “Yak! Apa yang kau lakukan, apa kau buta? apa kau tak melihat ada orang berdiri didepanmu, dan kau menabraknya”bentakku pada yeoja itu. “Mi.mi..mian, aku tak sengaja” jawab yeoja itu terlihat gugup dan ketakutan karena bentakkanku tadi.

Saat aku berdiri, yeoja itu ikut berdiri, dan yeoja itu menegadahkan kepalanya untuk menatapku. Dan kulihat sebuah benda yang sangat kukenali tengah membalut di leher yeoja itu. ‘Akhirnya, aku menemukanmu Hyewook’ batinku dalam hati dan aku tersenyum senang pada yeoja di depanku itu.

“Waeyo?” Tanya yeoja tak lain adalah Hyewook itu terlihat bingung denganku yang senyum-senyum tak jelas padanya. Akupun langsung memeluknya, aku merasa senang sekali ‘Terima Kasih Tuhan, ini adalah takdirmu kau akhirnya mempertemukanku dengan Hyewook lagi’ batinku dalam hati. Malam itu sangat indah sekali, terdengar bunyi kembang api yang meluncur secara bergantian di belakang namsan tower. Its beautiful night for me!

“Hey hey, lepaskan sahabatku, siapa kau berani2 nya memeluknya” jawab seorang yeoja lagi yang kini tengah berusaha melepaskan pelukanku pada hyewook. “Siapa kau?” Tanya Hyewook lagi, dan menjauhkan tubuhnya dariku. Aku hanya tersenyum manis dan menampakkan ketampananku pada kedua yeoja di depanku. “Sepertinya, namja ini gila Hye-ah!” bisik yeoja itu pada Hye, namun masih terdengar olehku. Hyewook hanya diam dan memperhatikanku dengan seksama. ‘apa kau melupakanku Hye? Ani, dia wajar tak mengenaliku, kami bertemu 14 tahun yang lalu, itupun kami waktu masih kecil’ gumamku untuk menenangkan hatiku

“Coneun Cho Kyuhyun imnida” aku terpaksa membungkukkan badanku dan memperkenalkan diriku pada kedua yeoja itu. Namun yang ada malah kedua yeoja itu saling bertatap-tatapan. ‘Cish, benar-benar dia telah melupakanku! Sabar Kyu, sabar’ batinku sambil mengelus dadaku. Kulirik Hye yang tengah berfikir, sampai akhirnya sahabatnya buka suara, “ Cho Kyuhyun? Apa kita punya teman namja namanya Kyuhyun, Hye-ah?” kulirik Hye lagi, dia tengah serius memikirkan sesuatu. Aku yang tak sabaran akhirnya menjelaskan semuanya pada ke dua yeoja itu. “ternyata kau melupakan ku Shin Hyewook?” tanyaku padanya, setelah panjang lebar aku menjelaskan ‘siapa aku’ pada mereka berdua.

Seketika kulihat raut wajah Hyewook berubah menjadi memerah wajahnya, matanya yang indah itu terlihat akan mengeluarkan bulir-bulir air mata dan kini gadis itu langsung memeluk ku sambil terisak tetapi masih tetap bisa berkata “Oppa…” katanya lirih, akupun membalas pelukkannya, aku benar-benar merindukannya, dulu hanya 2 jam bertemu tetapi sudah membuatku mengenal sesuatu yang indah. Dan kini gadis itu telah ada dipelukanku, ‘Terima Kasih Tuhan’

Kyuhyun POV End

Hyewook POV :

Aku sedang duduk dengan seseorang yang tak lain adalah Kyuhyun oppa, kami duduk di depan sungai han, ku lilitkan tanganku ke lengan oppa ku itu, dan kusandarkan kepalaku di pundaknya, aku begitu merindukannya, seseorang yang kutemui di masa lalu itu. Fany meninggalkanku berdua saja dengan oppa ku ini, katanya biar aku bisa bernostalgia lagi dengannya.

“eheem..hemm” ku dengar oppa ku yang berdehem, “Ne, oppa”jawabku langsung menegadahkan kepalaku ke atas,dan kini kami saling bertatapan. “Kau berbeda Hye-ah, sepertinya kau semakin jelek “ ucapnya sambil tersenyum evil, sontak membuatku shock,tiba-tiba saja bilang aku jelek, padahal aku pernah menjadi predikat yeoja tercantik dan fashionable sekampus ku. “YAK!Cho Kyuhyun apa yang kau katakana?” bentak ku sambil mengercutkan bibirku, kulihat dia tertawa terbahak-bahak ‘dasar oppa tak berubah sedikitpun’ gumamku dalam hati.

“Lihatlah muka mu, sangat lucu Hye-ah, hahaha” ucapnya lagi dan kini tertawanya semakin menjadi-jadi. Aku hanya mendengus kesal, tiba-tiba kurasakan ada sentuhan hangat yang mendarat di pipi kananku, *Chuu*.. Keheningan pun terjadi diantara kami, setelah oppa menciumku tadi, kulirik dia hanya tersenyum tipis dan hanya menatap ke depan.“Oppa, sejak kapan di Seoul?”tanyaku yang langsung memecah keheningan diantara kami, jujur saja aku benci jika diam-diaman terus. “Sejak 2 minggu yang lalu”jawabnya, tetapi tetap sama dia hanya memandang kedepan. “Apa oppa ingin menemuiku ke Seoul ini?”tanyaku lagi. “Anni” jawabya singkat, membuatku sangat kesal. “Baiklah aku pergi dulu!” tiba-tiba saja aku berkata seperti itu, aku sangat kesal, dia menyebalkan sekali, sebelum kulangkahkan kakiku meninggalkannya, tiba-tiba ada yang menarik pergelangan tanganku, dan aku kembali terduduk ke tempatku semula.

“Kau ini begitu saja marah” tanyanya sambil mengacak acak rambutku

“Salah sendiri, oppa ditanya tapi jawabanya singkat dan tidak memandangku sama sekali” kataku sambil mengercutkan bibir

“Aku tengah memandang sungai han itu, lihatlah sangat indah pemandangan disertai lampu-lampu yang cahayanya terpantul ke sungai itu” jawabnya dengan menunjuk kearah sungai

“Ah, begitu saja, apanya yang bagus!” jawabku ketus

Malam itu meskipun kami sering bertengkar kecil, namun aku sangat bahagia sekali bisa berada di dekatnya lagi, tak kusangka oppa yang kecil dulu, sekarang jadi pria yang sangat tampan, dia sama seperti yang dulu tak berubah. Menit berganti menit, jam berganti jam, tak terasa sudah hampir larut malam, aku mengobrol banyak dengan oppa ku, sesekali aku mencubit lengannya karena dia menjailiku, dia juga sesekali mencubit kedua pipiku,mungkin itu sudah kebiasaan dia, waktu kami pertama dulu bertemu saat berpisah dia mencubit kedua pipiku. Semoga kebahagiaan ini akan terus bersamaku.

Saat ini oppa tengah mengantaku kembali ke rumah, karena sangat malam dia takut terjadi sesuatu padaku, sehingga aku diantar pulang olehnya. Sesampai di depan rumahku, aku ingin mengajaknya masuk dulu kedalam, namun dia tidak mau. Tetapi sebelum aku masuk tiba-tiba ada tangan yang melingkar keleherku kuduga pasti Kyuhyun oppa, akupun berbalik, lalu kupejamkan mataku, dan ciuman hangat itu mendarat di keningku ‘hangat’ batinku dalam hati. “Selamat tidur dongsaeng-ku” katanya sambil mengusap rambutku, dan berlari begitu saja. Aku pun masuk kedalam rumah ‘Huwahhhhhh malam ini begitu indah’ gumamku pelan.

Hyewook POV End

Author POV :

Di rumah yang sangat mewah itu, tepatnya di ruang tamu, terjadi 2 pertemuan keluarga sepertinya akan membicarakan suatu perjodohan untuk kedua anak dari dua keluarga itu. Terlihat eomma, appa, dan hyewook yang tengah duduk di sofa panjang dan di hadapannya sudah ada eomma, appa serta putra bungsu dari keluarga itu yaitu Lee Donghae.

“Baiklah, Tn. Lee, secepatnya kita laksanakan rencana kita ini” Kata eomma Hye,dan dibalas anggukkan dari Tn, Ny. Lee, serta Donghae. Namun Hye tiba-tiba menyela omongan mereka, dia tidak setuju dengan pertemuan kedua keluarga ini yang tak lain hanya untuk menjodohkannya dengan Lee Donghae itu. “Anniyo, aku tak setuju eomma, appa!” jawab Hye tegas. Eomma Hye tak menghiraukan ucapan putrinya itu tadi, dan perjodohan itu akan dilaksanakan 2 minggu lagi, Appa Hye hanya diam saja, dia tak berani membantah keinginan istri nya itu, tetapi dia juga tak tega dengan putrinya yang sedari tadi hanya menunduk, dia tahu bahwa putrinya tidak setuju dengan perjodohan itu. Pertemuan singkat itu akhirnya selesei

Author POV End

Hyewook POV:

“Fany-ah, aku tak mau perjodohan itu” ucapku pada Fany sambil menangis

“Aku juga tak tahu harus bagaimana Hye” jawab Fany lirih dan pasrah sambil mengelus kepalaku. “ Kurasa, Donghae juga tidak terlalu jelek, dan lagi dia juga terlihat begitu memperhatikanmu dan sangat sayang kepadamu.” Perkataan fany seperti itu, membuatku semakin kesal, kenapa harus Donghae, Donghae saja! Mendengar namanya saja begitu muak sekali.

“Yak! Fany jangan kau sebut namja itu, kau kan tahu sapa yang aku cintai, Cho Kyuhyun, bukan Lee Donghae !” kataku mantap dan tegas, dan membuat Fany yang ada disampingku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya

“Ne, ne aku tahu itu, tapi kamu sendiri tak bisa mencegah perjodohan itu, ingat eomma mu begitu menginginkan perjodohan itu, jika kamu menggagalkannya, pasti kamu akan dicincang habis sama eomma mu” kata Fany panjang lebar, dan aku hanya mendengus pasrah

‘Oppa kau dimana, kenapa tak menemuiku atau menghubungiku, aku ingin bertemu denganmu’ gumamku dalam hati. Kurasakan ada getaran dalam tas ku. Dddrrrttttttt……. Ternyata dari namja itu ‘ Hye-ah bisakah kita bertemu’ itu bunyi pesan dari Donghae. Mau tak mau aku harus menjawab pesannya dan pergi menemuinya, ingin aku katakana padanya, bahwa aku tak mencintainya dan hanya ada satu orang dihatiku, akan kubatalkan perjodohan itu

@Cafe

Kami saling bertatapan satu sama lain, tak ada yang memulai berbicara. Sampai akhirnya kuputuskan untuk berbicara “ kita batalkan perjodohan itu”kataku sesinis mungkin, kulihat ada sedikit kekecewaan di wajahnya, “Aku mencintai orang lain” kataku lagi, “Mwo?ige mwoya?” tanyanya tak percaya. “Sejak awal aku menganggapmu hanya sebagai oppa ku saja, tak lebih, aku tak mau perjodohan itu, eomma egois memaksaku seperti itu” kataku menegaskan, tak terasa bulir-bulir lembut jatuh begitu saja, tak bisa kubendung. “Aku mencintainya oppa, sejak pertama bertemu aku sudah jatuh cinta padanya, hanya dia yang bisa membuat detak jantungku terasa cepat jika didekatnya” kataku dengan sesenggukkan

Hyewook POV End

 

 

Donghae POV :

“Sejak awal aku menganggapmu hanya sebagai oppa ku saja, tak lebih, aku tak mau perjodohan itu, eomma egois memaksaku seperti itu” Kata orang yang selama ini kucintai seperti itu. Yah! Hyewook, aku sangat mencintainya dan menyayanginya sejak setahun yang lalu. Namun dia sama sekali tak mencintaiku, seperti apa yang dia katakana padaku barusan. Kulihat sepertinya dia mau menangis. ‘Ya Tuhan, begitu tidak adil nya Kau terhadapku’ batiku dalam hati.

“Aku mencintainya oppa, sejak pertama bertemu aku sudah jatuh cinta padanya, hanya dia yang bisa membuat detak jantungku terasa cepat jika didekatnya” katanya lagi dan tangisnya kini semakin keras kulihat kini dia menangis dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya. Aku tak tega melihatnya seperti itu, kugeret kursiku untuk mendekat sejajar dengannya, untuk bisa memeluknya. “Tenanglah Hye-ah, tenang” kataku dengan mengusap kepalanya berusaha untuk menenangkannya.

‘Apakah aku harus melepasmu Hye-ah? Kau wanita yang membuatku merasakan cinta,sejak setahun yang lalu hidupku berubah, tetapi sampai saat ini kau pun tak melihatku, kau menganggapku hanya sebagai kakak, tak lebih, padahal aku menganggapmu lebih’batinku dalam hati, kurasa hatiku sangat hancur sekarang, tapi inilah takdir yang tidak mengijinkanku untuk bersama denganmu. Tak terasa aku jadi ikut menangis.

“Hye-ah, aku akan pergi dari hidupmu” kataku tiba-tiba, dan membuat pelukanku mengendor, kulihat dia menengadahkan kepalanya dan menatapku tak percaya

“Jangan menangis lagi, akan membuatmu sangat jelek” ejek ku sambil tersenyum paksa

“Jinjjayo oppa??” tanyanya bahagia, “Ne, akan kubilang pada eomma dan eommanim untuk membatalkan perjodohan itu” jawabku mantab, sepertinya ada sedikit kelegaan pada diriku setelah mengatakan ini. Sepertinya aku mencintainya hanya sekedar terobsesi. Kulihat dia semakin senang dan tiba-tiba memelukku

Donghae POV End

 

Kyuhyun POV :

Sewaktu ku lewat sebuah cafe bersama Enhyuk hyung, rencana aku mau makan di café itu, namun kumelihat ada sepasang kekasih yang ada di café itu dan aku sangat familiar dengan wajah si yeoja itu ‘Hyewook’ gumamku tak percaya, semakin kufokuskan pandanganku pada yeoja itu, dan DEG memang benar itu Hyewook. Seketika tubuhku terasa beku, kakiku kaku buat ku langkahkan, sampai akhirnya ku sadar ada yang menepuk bahuku.

“Heh bodoh, kau kenapa? seperti melihat hantu saja?” kata Eunhyuk hyung menyadarkanku

Aku hanya diam dan memberikan isyarat pada Eunhyuk hyung dengan telunjuk tanganku, dan mata Eunhyuk hyung mengikut telunjuk tanganku itu. “Kenapa dengan mereka” Tanya hyung padaku dan menatapku bingung. “Anniyo Hyung, sepertinya ada yang salah dengan penglihatanku, kajja kita masuk kedalam, aku sudah lapar” jawabku tak sesuai dengan kenyataan dan menarik Eunhyuk hyung untuk masuk ke café itu. Sebenarnya aku takut masuk ke dalam, takut jika Hye melihatku ada disana dan takut lagi kalau mereka benar2 sepasang kekasih. Hatiku tak karuan melihat pemandangan itu, ‘tak kusangka kau berpelukan dengan orang lain’ gumamku pelan

“Kau mau pesan apa” Tanya Eunhyuk hyung padaku. “Terserah hyung saja” jawabku malas. Benar-benar merasa tak berselera diriku. Aku sangat kepikiran soal itu, ingin ku datangi Hye dan meminta penjelasan, namun itu terlihat bodoh, namja sepertiku harus mempermalukan diri sendiri dihadapan semua orang. “Aishh” frustasiku sambil mengacak rambutku sendiri, kulirik eunhyuk hyung pasti melihatku dengan heran. Aku tak sabaran, biar aku dikatain gila atau apalah, ‘aku harus kesana, ketempat Hye’ gumamku pelan dan kuyakini Eunhyuk hyung pasti dengar “Mwo?kau berbicara apa?” tanyanya. Aku tak memperdulikannya, langsung saja aku pergi ketempat Hye dan cowok itu berada

“hey hey, kau mau kemana”Teriak hyung yang aku abaikan

Setelah tiba di meja mereka, kudapati Hye tak percaya dengan kehadiranku yang tiba-tiba

“O..o.oppa” Tanya dia gugup

“Sedang apa kamu disini, cishh.. kulihat tadi kalian juga berpelukan”tanyaku sinis

“Oppa kau salah paham, dia ad-‘’ jawab hye, namun ku putus

“Tak usah kau beritahu, dia namjachingumu kan?haha.. bodohnya aku yang jauh-jauh datang ke Seoul untuk menemuimu, namun kau sudah punya namjachingu” kataku panjang lebar dan mengacak acak rambutku frustasi, kulihat kini dia berdiri dan memelukku sambil menangis. Namun ku lepas pelukannya dengan kasar, dan pergi dari hadapannya, lalu kutarik Eunhyuk hyung yang tengah menikmati makanannya, pasti dia sangat kesal padaku

“Oppa..opaa.. jangan pergi” terdengar teriakkan Hyewook yang sambil menangis, namun tak kuhiraukannya. Dan sepertinya dia pun juga mengejarku. Akupun menghentikan langkahku begitu saja “Bodoh!! Apa yang kau lakukan, berhenti begitu saja, dan lihat kau juga mengacaukan makan siang ku” protes enhyuk hyung yang posisinya ada dibelakangku. Entah kenapa aku menghentikan langkahku.

“Oppa biar kujelaskan semuanya, tadi kau salah paham dengan apa yang kau lihat” ucap Hye, yang tiba-tiba sudah ada di depanku. “Siapa dia Kyu-ah?” Tanya Eunhyuk padaku. “Coneun Shin Hyewook” Jawab Hye yang sepertinya mengenalkan diri pada eunhyuk hyung. “Ternyata, kau sudah menemukan gadis mu itu, baiklah selesaikan urusan kalian berdua, aku akan melanjutkan makan siangku dulu” ucap Eunhyuk hyung dan langsung pergi begitu saja ‘dasar monyetttt kenapa harus pergi’ batinku kesal

“Oppa, tadi itu Donghae oppa, dia seeorang yang akan dijodohkan dengan ku, tapi aku sudah menolaknya, tadi aku sempat senang karena dia mau membantu untuk bicara pada eomma tentang soal itu, makanya aku memeluknya, aku harap rencana dia berhasil untuk membujuk eommaku. Kau jangan marah oppa” jelas Hye padaku

Aku hanya diam, dan langsung kupeluk dia dalam dekapanku. “Aku tidak marah, Hye-ah, tenanglah” kataku lembut . “Aku akan jadi milikmu oppa, dan kau akan jadi milikku, saranghae oppa” ucapnya “Nado saranghae Hye-ah” Jawabku dan kucium bibirnya singkat

Kyuhyun POV End

Author POV:

Perjodohan diantara Hyewook dan Donghae pun akhirnya di batalkan, meskipun awal –awal eomma Hye tak setuju, tetapi Donghae lah yang membujuk terus eomma Hye, karena Donghae juga akan keluar negeri untuk melanjutkan study S2 nya, dan mungkin akan menetap di USA selamanya. Dia harus melupakan kenangannya di Seoul ini dengan Yeoja yang sangat ia cintai, dan akan mencari Cinta baru di Negeri Paman Sam tersebut.

Sementara itu terlihat beda dengan dua orang yang tengah berjalan di sekitar Myeongdong, mereka terlihat sangat bahagia. ‘Semoga cerita indah ini akan terus berlanjut hingga dunia tak lagi berputar’ batin namja yang tak lain adalah Cho Kyuhyun itu. Bersamaan dengan berakhirnya musim gugur tahun ini, berakhirlah penantian dari seorang Kyuhyun, dan musim salju tahun ini merupakan awal kehidupan baru Kyuhyun dan Hyewook.

 

—-THE END—-

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: