[Adventure Awaits] Play me, I’m Yours.

kjkj

Play me, I’m Yours

Genre: Friendzone, Science Fiction, Comedy

Rating: PG-13

CAST: Cho Kyuhyun, Jung Hyeri, Lee Donghae (as Hae), supporting cast: Jessica Jung (di sini dia dipanggil jung sooyeon), Changmin

Author: Miranti Eka (http://macanman.wordpress.com)

 

Sudah minggu pertama liburan musim panas. Aku sudah bosan bermain sepakbola dengan teman-teman dan juga berkemah. Hari ini aku berencana akan mengajak hyeri bermain ke pantai. Meskipun ia adalah seorang yeoja, dengan siapa lagi aku bisa bermain pasir sepuasnya seperti anak kecil kalau bukan dengan sahabatku selama sepuluh tahun, jung hyeri? Aku langsung mengemudikan motorku menuju rumahnya di daerah yongsan-gu. Lagipula aku merindukannya, sudah seminggu ini juga ia tidak menghubungiku sama sekali

“hyeri? Sudah enam hari ia tidak keluar dari kamarnya. Sampai-sampai ia buang air di pispot. Appa dan eomma saja tidak bisa menghentikannya. Coba kau masuk ke kamarnya, sepertinya ia sedang membuat program komputer baru”, ujar kakaknya, Jung Sooyeon khawatir

Aku memandang penampilannya yang sangat feminin dengan ruffle top dan celana pendek yang memperlihatkan kakinya yang putih. Ia adalah murid yang paling cantik di sekolah kami. Berbeda dengan hyeri yang berantakan dan tangannya bau aki baterai. Bajunya juga hanya kaos dan jelana jeans dan tangannya selalu memegang obeng atau kepingan CD

Aku segera tersadar dan terbelalak kaget, dari awal liburan musim panas ia tidak keluar kamar?! Pasti ada proyek besar, batinku. Aku memang tidak pernah ikut campur kalau ia sedang mengotak-atik komputer. Kau hanya mengerti cara bermain GTA dan Starcraft, katanya sambil terus mengutak-atik komputer yang terus menumpuk di kamarnya

“begitu ya, aku ke kamarnya dulu noona!”, ujarku sambil berlari ke lantai dua. Begitu berdiri di depan pintu kamarnya, langsung terdengar suara mesin komputer yang dinyalakan dan juga tuts-tuts keyboard yang dipencet-pencet oleh gadis freak itu. di depan pintu kamarnya juga dituliskan “keep out!” tanda ia tidak bisa diganggu. Aku memberanikan diri membuka pintu kamarnya, disitu terlihat beberapa monitor komputer yang menumpuk, berbagai kotak kardus bertuliskan merk CPU, dan ratusan keping CD. Belum lagi berbagai mi instan cup dan juga bungkus makanan ringan yang menumpuk tanda ia telah ‘bersemedi’ di kamarnya selama enam hari. Aku berjinjit melangkahi barang-barang yang berantakan itu untuk mencari gadis itu

Mataku langsung tertuju pada gadis yang sedang membelakangiku. Astaga, penampilannya mengerikan sekali. Rambutnya acak-acakan dan kerah kausnya sampai menghitam karena ia tidak sempat berganti baju. Kulitnya juga pucat sekali karena sudah enam hari tidak terkena sinar matahari. Dengan ragu-ragu, aku menyentuh lengannya dengan ujung jariku

“hyeri-ah”

Astaga, lengannya dingin sekali karena sudah 6 hari berada di ruangan ber-AC. Ia tidak bergeming. Tangannya tetap mengetik keyboard dan memencet mouse sekaligus, dan layar monitornya yang sebesar layar televisi di rumahku penuh dengan bahasa-bahasa pemograman yang rumit

“hyeri-ah! Sudah seminggu kau tidak-“

Ia menoleh ke arahku. Astaga, wajahnya jauh lebih mengerikan dari tampak belakangnya. Matanya kosong dan terbentuk kantung mata yang tebal, wajahnya pucat dan banyak komedo, dan juga senyum menyeringai dari giginya yang berkawat dan tidak digosok-gosok selama enam hari itu membuatku berteriak ketakutan

“aku berhasil, kyu”

Keningku berkerut, berhasil apa? Bermain diablo selama tujuh hari enam malam? Kan game itu sudah ia tamatkan hanya dalam waktu tiga jam saja saat aku meminta tolong kepadanya untuk mengetesnya apakah ada virus atau tidak

“coba lihat ini”

Ia kembali mengetik keyboardnya dan seketika layar monitor raksasa-nya itu menjadi gelap. Aku duduk di sebelahnya setelah ia bergeser ke kanan. Tiba-tiba aku mencium bau daging basah bercampur aki baterai. Astaga, sepertinya ia juga belum mandi selama enam hari!

Monitor itu kembali menyala. Kemudian tiba-tiba muncul seorang namja tampan di layar. Namja berwajah imut dan tersenyum senang menatap kami berdua. Namun matanya segera tertuju pada hyeri

“annyeong, jagiya!”

Mataku melotot sebesar telur, yeoja kurus kering dan bau aki seperti ini dipanggil jagiya olehnya?! Program gila macam apa yang diciptakan oleh ratu komputer yang gilanya melebihiku ini??

Aku melirik yeoja di sebelahku yang sudah tersenyum-senyum seperti orang gila, “hehehee, annyeong”

“astaga, jadi begini rupamu. Kau benar-benar cantik seperti putri! Tapi sepertinya kau kurang sehat jagiya.. kau harus beristirahat sekarang”, ujar namja yang ada di monitor itu khawatir. Hyeri mengangguk. Ia segera beringsut menuju kasurnya yang sudah enam hari tidak ditidurinya itu. tidak lupa namja itu melayangkan flying kiss ke hyeri, yang sudah tidur nyenyak seperti bangkai

“shireo!! Program macam apa yang kau buat, hyeri-ah??!”, teriakku panik. Namja yang di monitor itu segera menyilangkan jarinya ke ujung bibir, menyuruhku supaya diam

“gadisku sedang tidur, jangan diganggu”, ujarnya tenang. Ia juga menatap hyeri yang tergeletak di kasur itu dengan wajah penuh cinta. Aku begidik ngeri bercampur jijik melihatnya. Untuk apa ia menciptakan program aneh seperti ini??!

“s-siapa kau?!”, tanyaku ketus

“aku?? Namaku HAE. Kepanjangan dari handsome android evolution. Sebuah evolusi luar biasa yaitu aku, si android tampan yang diciptakan oleh gadisku, jung hyeri!”, ujarnya senang. Pikiran hyeri sekarang sudah serumit sirkuit CPU, yang membuatku sedikit geli dan juga penasaran mengapa ia menciptakan namja virtual yang tiba-tiba memujanya setengah mati begini. Aku tersentak, jangan-jangan.. namjachingu virtual??

“awalnya aku hanya sekumpulan huruf-huruf digital buatannya yang dengan otomatis bisa membalas curhatan hyeri yang sedih karena tidak ada namja yang menyukainya. Ia juga cerita kepadaku betapa ia sangat ingin punya namjachingu yang bisa mengerti hobinya merakit komputer dan tidak menganggapnya freak. Tiba-tiba terbesit sebuah ide dari processor-ku untuk membuatku yang tadinya CUI atau berbasis huruf-huruf menjadi GUI atau berbasis grafis. Kemudian ia merakitku ulang selama tujuh hari enam malam, maka jadilah aku yang tampan ini!”, serunya dengan mata berbinar-binar

Aku mengerenyit bingung. Secinta-cintanya aku pada game, obsesiku kepada starcraft dan diablo tidak bisa mengalahkan kecintaan hyeri kepada keseluruhan isi komputer yang sangat tidak masuk akal, mulai dari program-program basic sampai meng-hack ratusan website dan internet banking. Puncak kegilaannya yaitu ia sampai menciptakan namjachingu virtual seperti ini. Padahal kalau ia meluangkan waktu sedikit saja untuk meninggalkan alat elektronik itu dan berangkat ke salon, ia pasti tidak kalah cantik dari kakak perempuannya

“halah, kau pasti bingung. Ia bercerita kepadaku kalau ada teman kecilnya yang suka bermain game tapi tidak terlalu mengerti isi komputer secara keseluruhan, orang itu pasti kau kan? Komputer juga punya hati tau!”, tuduhnya langsung. Wajahku memerah, apa-apaan ini? tega-teganya ia bercerita seperti itu kepada bocah virtual macam dia! kalau saja yeoja itu masih terjaga, aku pasti akan mencekiknya sampai sesak nafas

“sialan! Aku bukan orang yang seperti itu!!”, seruku kesal. Sebaik dan setampan apapun namja virtual ini, ternyata ia menyebalkan sekali

***

Keesokan harinya, aku kembali mampir ke rumahnya karena penasaran dengan bocah virtual gila yang diciptakan oleh sahabatku yang sudah keterlaluan itu. aku segera memasuki kamarnya yang sudah rapi dan wangi, dan mendapati hyeri yang sedang asyik bercakap-cakap dengan hae, si bocah virtual itu

“wah, ada si pemarah datang”, ujar hae melihat kedatanganku. Hyeri segera menoleh dari monitor dan menatapku bingung. Aku juga menatapnya bingung karena baru kali ini aku melihat rambut riap-riapannya tidak diikat ekor kuda, melainkan digerai dan memakai jepit rambut

“annyeong, kyu!”, serunya senang. Ia mengajakku untuk bergabung bersama mereka, “kau sudah berkenalan dengan hae kemarin siang? Bagaimana, Ia tampan kan?”

Aku mendengus, “cih, tampan darimananya? Kau pasti menciptakan wajahnya dari penggabungan berbagai wajah artis-artis pria kan?”, tebakku

“tapi karena begitu terciptalah sebuah mahakarya yaitu wajah tampan nan imut dari hae!”, kilahnya sambil memandang hae dengan mesra

“betul! Aku ini gabungan dari cha seungwon, rain, dan tom cruise! Lalu suaraku juga gabungan dari suara sung sekyung, jason mraz, dan juga john legend”, tambahnya bangga yang membuatku semakin muak

“yah, terserah kau sajalah. Aku ingin meminjam game diablo IV yang kau beli tempo hari itu”, ujarku mengacuhkan hae. Jari hyeri menunjuk ke arah rak CD dan matanya terus tertuju pada hae. Aku mengangguk maklum dan mencarinya sendiri. Ia sedang asyik dengan mainan barunya dan tidak bisa diganggu. Itu memang sudah kebiasaannya sejak kecil

Aku juga menyalakan PSP miliknya sendiri, mengacuhkan percakapan-percakapan mesra yang dilakukan oleh hyeri dan juga bocah virtual itu. dasar yeoja bodoh, kalau ia memang menginginkan pacar aku pasti akan bersedia merubah status kami yang tadinya sahabat baik menjadi sepasang kekasih. Aku tidak keberatan melakukannya karena hyeri orang yang baik dan mengerti kepribadianku luar dalam. Selain itu, wajahnya juga tidak terlalu buruk. Ia masih cantik seperti sooyeon noona meskipun versi ‘kumuh’-nya

“kyu, kemari! Kami ingin beradu tebak-tebakan dan sudah kehabisan ide. Kau kan raja tebak-tebakan di kelas!”, serunya memanggilku. Aku mendengus kesal, kalau bukan keinginan menyedihkannya yang ingin punya pacar, aku pasti tidak akan terjebak dalam situasi seperti ini

Rencana kami untuk pergi ke pantai pun gagal total. Karena hae, si bocah virtual itu tidak bisa kemana-mana selain di layar monitor hyeri yang sebesar televisi itu

***

“nanti kau harus belajar yang rajin yaah”

Gadis itu mengangguk dengan manis, “neee”

“kau juga harus meraih rangking 1 agar bisa masuk universitas seoul jurusan teknologi nuklir, aku mau jagiya-ku menjadi orang hebat..”

Aish, suara lembut yang dibuat-buat dari namja virtual itu benar-benar menggangguku. Aku menoleh melihat hae yang sedang memeluk boneka beruang sambil tersenyum (sok) imut

“ne, jagiyaaa~h”, jawab hyeri patuh seperti anak anjing. Kemudian ia beranjak dari monitor menuju kasurnya lalu tidur tanpa mematikan komputer bermonitor raksasa itu. aku kembali memainkan bloody roar-ku dengan penuh nafsu. Aku memencet-mencet tombol PSP-ku dengan kasar, kesal karena kelakuan hyeri yang semakin lama semakin memuakkan namun aku tidak tahu solusi-nya. Kulirik hae yang kini sedang memerhatikanku sambil terus memeluk boneka beruang-nya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan ekspresi menyebalkan

“hoi, bocah pemarah”, Aku mengacuhkan panggilannya dan sibuk mematikan monster-monster yang muncul di layar PSP-ku

“aish, kau pasti cemburu padaku kan?”, ujarnya. Aku melotot kaget kemudian meliriknya kesal. Lalu melirik hyeri di kasur. Syukurlah, hyeri sudah tertidur pulas sehingga tidak mendengar perkataan bocah virtual sialan itu

“bukan urusanmu, bocah virtual”, desisku tajam kemudian kembali beralih pada layar PSP

“hahahaha, tentu saja kau cemburu. Awalnya kan hanya kau satu-satunya namja yang dekat dengan pujaanku”, katanya santai. Kalau saja ia bukan ciptaan sahabatku yang sudah susah payah merakit sana-sini selama enam hari, aku pasti sudah meninju layar monitor itu sampai pecah

“shut up”

“sudahlah.. harusnya kita berdamai demi kebahagiaan hyeri, ya kan?”, ia melipat tangannya dan menatapku

“apa maksudmu?”

“well, yeoja itu kan sama-sama kita sayangi dan juga menyayangi kita. harusnya kita berteman”, jelasnya singkat. Astaga, sepertinya ia dijejali bermacam-macam program oleh hyeri sehingga sifatnya benar-benar hampir sama seperti manusia

“cih, kau sudah seperti guruku di sekolah saja. Manusia saja bukan”, ejekku. Bukannya marah, ia malah tersenyum lebar

“aku kan dilengkapi program peniru yang sangat handal dan ia memasukkan sifat-sifat manusia yang baik untukku dan langsung aku tiru. Sehingga aku juga punya perasaan seperti manusia pada umumnya”, jelasnya sabar

“kalau begitu”, aku menarik nafas dalam-dalam menahan emosiku pada hae, “apakah kau mencintainya?”

“tentu saja!”, jawabnya cepat, “ia gadisku, pujaanku, penciptaku! Sudah seharusnya aku memberi semua yang ia inginkan karena ia sudah susah payah membuatku benar-benar ‘hidup’ seperti ini”

Aku menghela nafas panjang. Cih, itu bukan cinta namanya. itu adalah perasaan tunduk sebuah robot pada penciptanya. Tidak bisa dibiarkan, aku tidak mau hyeri semakin terpuruk dan mencintai sosok imajiner tersebut. Aku harus segera mencari cara agar hyeri kembali pada dunia nyata

***

“hah?! Pacar virtual??”, seru changmin kaget saat aku menceritakan semua kelakuan gila hyeri selama musim panas di sekolah. Namja itu tertawa terbahak-bahak begitu ia mendengar gadis itu sampai begadang enam hari karena menciptakan pacar virtual itu. aku mendengus kesal, hanya changmin yang bisa memberi solusi kalau kelakuan gila hyeri sedang kumat karena ia teman kecil kami juga dan ia yang satu-satunya tahu kalau aku mulai ada perasaan pada hyeri. Changmin mulai menghentikan tawa-nya saat aku menatapnya dengan putus asa

“wah, kalau yang ini aku tidak bisa membantumu, kyu. Tingkat kewarasan-nya benar-benar sudah dibawah nol kalau sudah seperti ini!”, ia menggeleng-gelengkan kepalanya

“tapi aku harus menyadarkannya! Masa ia tidak bisa melihat kalau ada namja, tampan, dan nyata yang benar-benar mengenalnya luar dalam dan menyukainya??!”, rengekku kepadanya

“benarkah? Lalu mengapa kau tidak mengajukan diri menjadi namjachingu-nya kalau kau benar-benar peduli padanya saat ia ingin punya pacar?”, tembak changmin langsung. Masalahnya tidak semudah itu aku mengajukan diri untuk menjadi namjachingu-nya, aku tidak mengerti pikirannya yang serumit sirkuit processor di laptop-ku. Aku juga tidak yakin ia juga menyukaiku yang kaku, menyebalkan, dan juga hanya bisa bermain game saja tidak sepertinya. Lagipula kami pasti akan diledek satu sekolahan kalau kami berpacaran

Aku menendang kaleng softdrink yang sudah kuminum jauh-jauh, dan tanpa sengaja mengenai kepala seorang yeoja berambut riap-riapan dan ber kaus kaki panjang sebelah. Ia sedang sibuk mengutak-atik tabletnya dengan serius. Astaga, hyeri!

“ya, apa masalahmu, kyu?!”, serunya marah karena kepalanya terkena ‘strike kick’ dari-ku. Changmin tertawa semakin keras kemudian pergi meninggalkan kami berdua

“sedang apa kau sampai-sampai tidak melihat jalan, hah?”, balasku ketus saat ia duduk di sampingku. Senyum mengerikannya kembali terpancar saat ia menunjukkan layar tablet-nya. Astaga, ia sedang chatting dengan bocah virtual itu ternyata

“sayang sekali butuh waktu tiga hari penuh untuk bisa membuat synchronization program pada hae, sehingga aku baru bisa chatting-an saja dengannya. Sementara liburan musim panas sudah berakhir..”, keluhnya manja. Aku melengos jengkel melihatnya yang sangat asyik memainkan tab-nya dan berbalas pesan mesra dengan hae. Selain itu sangat konyol, tidak bisa dipungkiri aku juga cemburu pada hae yang jelas-jelas tidak nyata dan hanya omong kosong belaka

“hyeri-ah”, aku menyenggol lengannya

“ne?”, matanya masih tertuju pada tab sambil sesekali tertawa kecil

“sampai kapan kau terus seperti ini?”

Ia menggeleng kepalanya ringan, “entahlah.. aku sangat bahagia ada hae dalam hidupku. Ia benar-benar mengerti diriku dan selalu menanggapi curhatanku dengan sabar. Selain itu, ia juga menyenangkan sekali kalau diajak bicara”

“tapi ini benar-benar konyol, hyeri-ah. Sudah berapa orang yang menertawakanmu karena asyik berpacaran dengan bocah virtual? Aku tahu kau menyukai teknologi, namun jangan seperti ini!”, sergahku tidak sabar. Aku benar-benar harus menyadarkannya sekarang juga. pikiran hyeri sudah semakin kacau saja. Ia terus-terusan tidak memerhatikan pelajaran karena asyik chatting dengan hae di kelas. Kalau ada pr, dengan mudahnya hae memberikan jawaban karena ia dilengkapi oleh mesin pencari dan juga penghitung. Hyeri butuh kembali ke ‘dunia’ sesegera mungkin

Ia tidak menjawab. Tangannya asyik menyentuh layar tab-nya sambil terus tertawa-tawa kecil

“aish, aku muak denganmu”, ujarku kesal sambil meninggalkannya menuju kelas

***

Sudah seminggu aku menghindari hyeri yang sibuk bermesraan dengan hae dengan tab-nya. Sudah seminggu pula aku tidak ke rumahnya untuk mengerjakan pr bersama atau sekedar bermain game koleksinya yang jumlahnya hampir ratusan itu. kulihat hyeri juga tidak terlalu peduli karena aku hindari. Malah ia tampak semakin senang karena tidak ada yang mengganggunya bermesraan dan juga memarahinya terus-terusan

namun hari ini aku dikagetkan oleh hyeri yang datang ke sekolah dengan penampilan normal dan tidak berantakan, juga tangannya yang memegang buku pelajaran-bukan tab. Ia melangkah gontai menuju mejanya yang berada di pojok dekat jendela, lalu duduk di kursi kemudian menelungkupkan wajahnya. Saat ia menoleh ke arahku, aku memutuskan untuk pura-pura menatap ke luar pintu mencari changmin yang belum datang. Saat sekolah berlangsung pun yeoja itu diam saja dan tidak terlalu bersemangat. Ingin aku menghampirinya, namun aku terlalu gengsi karena aku masih marah padanya

sampai pada saat bel pulang sekolah, ia menghampiri mejaku dengan wajah lesu

“ke rumahku yuk”

Entah kenapa aku malah mengangguk bukannya berlari dan pulang seperti yang aku rencanakan sebelumnya

***

“mengapa kau mengajakku ke sini?”, tanyaku dengan nada yang masih marah. Ia tidak menjawab. Kakinya terus melangkah menuju lantai dua tempat kamarnya yang kini kembali berantakan dan penuh dengan beraneka keping CD dan kabel-kabel yang menjalar seperti akar. Aku menatap layar monitor raksasa tempat hae biasanya menyapa hyeri dan menghinaku kalau aku mampir ke kamar ini. namun layar itu kosong, dan tidak ada tanda-tanda kemunculan bocah virtual itu sama sekali

“hae menghilang”, ujarnya lirih, “aku sudah memeriksa sana-sini, mulai dari virus dan semacamnya. Namun tetap saja ia tidak muncul”, airmatanya menetes satu-persatu. Aku bingung harus bagaimana. Kemampuanku dalam bidang IT kan jauh dibawahnya, mengapa ia mengadu kepadaku seperti ini? mungkin ia butuh teman bercerita

Aku menatap wajahnya yang kembali memucat dan kantung mata yang melingkari matanya seperti panda. Aku sadar karena terciptanya hae gadis ini agak mengurus kesehatannya karena ia menuruti nasihat bocah virtual itu agar tidak tidur terlalu malam. Ia mengucek matanya, menahan airmatanya yang jatuh

“tidurlah, kau pasti belum beristirahat dari kemarin kan?”

Ia mengangguk. Kemudian ia beringsut ke kasurnya. Tangisannya tetap terdengar sampai lima belas menit agak mengganggu kegiatanku yang sedang bermain starcraft dan juga pikiranku. Akhrinya aku membuatkan susu cokelat hangat kesukaannya sebagai senjata penenang

“g-gomawoyo”, ujarnya susah payah karena masih menangis sesegukan. Aku menatapnya iba. Apa sih yang ia cari dari hae? Bukankah kebahagiaan nyata yang kuberikan padanya sudah cukup? Apakah aku terlalu pemarah dan kaku baginya sehingga ia tidak menyadari kasih sayangku yang selama ini kuberikan?

“tidurlah hyeri-ah, nanti kita pikirkan solusinya bersama-sama. Oke?”, ujarku memaksakan diri untuk melembutkan nada bicaraku

Tiba-tiba ia memelukku erat. Wajahku memerah seketika dan berusaha melepaskan diri dari pelukannya, namun tidak bisa. Tubuhku kaku tiba-tiba ketika lengan kecilnya itu merengkuhku

“mianhae, kyu”, ucapnya singkat lalu kembali tidur dengan posisi membelakangiku. Aku terus memandangnya sampai ia benar-benar tertidur nyenyak. akhirnya, batinku lega. Masa kegelapan bersama bocah virtual itu berakhir juga. ia akan kembali menjadi hyeri yang dulu, yang bisa bermain bloody roar dan tekken bersamaku dan juga kembali menjadi dewi elektronik yang keren sekali pada saat mengutak-atik laptopku. Bukan sosok setengah hidup yang terus menatap layar monitor tempat pacar semu-nya itu berada

Tiba-tiba layar monitor hyeri berpendar-pendar, dan munculah sosok namja tampan yang tidak aku inginkan itu dan menatapku dengan ekspresi serius

***

Sudah seminggu sejak ‘kerusakan’ hae, kyuhyun memang selalu menemani hyeri kemanapun ia pergi. mulai dari pemeriksaan rutin ke dokter gigi sampai ke toko peralatan komputer untuk meng-upgrade komputernya yang dulu hanya diisi untuk hae. Gadis itu senang sekali karena sahabatnya mau diajak pergi kapanpun ia mau meskipun agak risih karena namja itu terus mengikutinya kemana-mana

“kyu!”, hyeri menghampirinya sepulang sekolah dengan wajah senang, “hari ini akan melakukan perubahan terbesar dalam hidupku!”

Namja itu menguap, “memangnya kau mau melakukan apa?”

Hyeri mendekatkan wajahnya ke kuping namja itu lalu berbisik pelan, “hari ini.. aku.. akan melepas.. kawat gigiku”

Kyuhyun terlonjak mendengar hal yang tadi diucapkannya, “jinjjayeo??”, serunya kaget

“ne! hari ini kau akan kutraktir di restoran kimchi! Kita makan sepuasnya, muahahaha!”, seru hyeri sambil tertawa sepuasnya. Kyuhyun tersenyum sumringah kemudian segera berdiri dan memasukkan barang-barangnya ke dalam tas. Kemudian ia langsung menyeret hyeri menuju sepeda motornya untuk melesat ke dokter gigi langganan hyeri

***

Aku menunggu di kursi ruangan tunggu dengan wajah harap-harap cemas. Menanti hasil dari perawatan gigi hyeri yang cukup lama dan menyakitkan itu. semoga hal ini bisa menambah kebahagiaannya dan juga menutupi rasa sedihnya karena kehilangan hae..

Suara pintu ruangan dokter terbuka, hyeri muncul dengan senyum bahagianya lalu segera menghampiriku tanpa menghilangkan senyumnya

“kau sudah selesai? Coba, aku lihat gigimu”, ujarku penasaran karena hyeri menahan senyumnya. Kemudian ia memperlihatkan barisan giginya yang rapi. Senyumnya menawan sekali, tidak kalah cantik dari kakaknya. Malah menurutku ia lebih cantik dari kakaknya setelah melepas kawat gigi

“bagaimana?”, tanyanya tidak sabar

Aku menghentikan lamunanku dan mengangguk cepat, “bagus, bagus”, ujarku menunduk malu karena terlalu lama menatapnya. Tak lama kemudian, datang salah seorang teman kami yang menjadi anggota geng populer sekolah dengan senyum mengejek

“wah wah, ada yeoja tidak tahu diri di sini”, ujarnya masih dengan senyum mengejek, “ada apa mengajak kyu ke sini? Mengajaknya memasang kawat gigi?”

Aku segera menariknya untuk keluar dari klinik, namun ditahannya. Ia maju menghampiri yeoja berparas cantik tersebut lalu tersenyum sinis memperlihatkan giginya

“kau tidak bisa memanggilku mulut besi lagi, karena aku sudah melepaskan kawat gigi itu”, ujarnya cepat. Lalu meninggalkan yeoja itu yang terbengong-bengong kaget melihat perubahan dari diri hyeri

***

Aku berjalan memasuki halaman SMU gwangnam yang sudah terdengar suara ribut-ribut di koridor sekolah. Semua orang menyebut-nyebut nama jung hyeri, sahabatku dan juga berbisik-bisik setiap aku berjalan mendekati mereka. Ada apa ya dengan hyeri? Tanyaku dalam hati. Tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahuku dengan keras

“astaga, sakit bodoh!”, seruku sambil menoleh ke arah belakang. Ternyata changmin yang melakukannya. Ia tersenyum sumringah sambil menyeretku menjauhi kerumunan orang-orang di koridor sekolah itu menuju kantin

“kau harus mengetahui kabar ini, kyu!”, serunya bersemangat

Aku menatapnya tidak mengerti, “ada apa sih?”

“si hyeri”, ujarnya setengah berbisik, “penampilan barunya itu benar-benar mengagetkan seluruh isi sekolah!”

Aku mengerutkan kening, “mengagetkan apanya? Ia kan hanya melepas kawat gigi”, ujarku

“bukan hanya itu!”, seru changmin gemas, “ia benar-benar mengalahkan sooyeon noona kali ini. benar-benar cantik sekali seperti malaikat!”

Aku kembali mengerutkan kening, lalu tertawa terbahak-bahak. Menertawakan penuturan changmin yang menurutku terlalu berlebihan

“hahahaha, astaga.. ia kan hanya melepas kawat giginya, changmin. tidak terlalu berpengaruh pada penampilannya! toh ia masih menjadi yeoja sinting maniak komputer yang mempunyai senyum menyeringai seperti penjahat!”, ujarku di sela-sela tawaku

Tiba-tiba sebuah tangan menjambak rambutku dengan kasar. pipiku juga dicubit olehnya sampai memerah. Aku meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari tangan misterius itu

“ya, sialan kau kyu! Apa maksudmu mengataiku yeoja sinting maniak komputer, hah??!”

Aku menoleh, seorang yeoja berambut hitam ikal sebahu melotot marah kepadaku. Aku terbelalak kaget, nada bicaranya yang kasar memang seperti sahabatku, jung hyeri. Namun penampilannya yang benar-benar berbeda membuatku begidik ngeri! Rambutnya yang digerai indah kali ini tersisir rapi dan ditata sedemikian rupa menjadi lebih halus dan lembut. Penampilannya juga jauh lebih rapi dengan kemeja dan rok selutut-nya yang disetrika licin itu. tapi yang lebih mengagetkan.. tidak tercium bau aki atau mesin-mesin lainnya dari tubuh yeoja ini. bahkan tercium aroma parfum mahal yang kuyakin milik kakak perempuannya. Astaga! Tidak mungkin gadis cantik bak boneka porselen ini jung hyeri!

“nah, sekarang kau percaya kan, kyu?!”, ledek changmin tersenyum puas. Aku mengangguk sambil terbengong menatap penampilan baru hyeri yang benar-benar berbalik 180 derajat dengan kesehariannya yang urakan dan hanya mementingkan komputernya saja. Ia merengut sebal kemudian mengambil tempat duduk di sebelah changmin lalu memiting leher namja itu kesal

“shireo! Jangan terus-terusan meledekku!”, serunya marah, “ini semua ulahnya sooyeon eonnie yang mempermakku habis-habisan. Masa aku tidak boleh mengikat rambutku dan juga mengeluarkan kemeja-ku!”, ujarnya menjelaskan. Wajahnya memerah karena tidak percaya diri dengan penampilan barunya itu. meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa ia amat cantik

“tapi kau benar-benar harus berterimakasih pada kakakmu, lihat kerumunan namja di belakangmu!”, tunjukku pada beberapa orang namja yang melihatnya dari kejauhan sambil bersiul-siul genit. Wajah hyeri merah padam lalu segera menarikku menuju kelas

***

Pulang sekolah, hyeri langsung menempel padaku karena beberapa namja membuatnya menjerit ketakutan. Sudah ada berapa undangan kencan untuknya dan langsung ia tolak mentah-mentah. Aku mengerutkan kening keheranan, bukannya ini yang ia inginkan? Para namja di sekolah kali ini tidak lagi takut terhadapnya, sekarang malah balik menyukainya. Meskipun para yeoja masih membicarakannya penuh dengan rasa iri

“astaga, hyeri-ah! Pelan-pelan dong!”, sungutku kesal saat yeoja itu menarik lenganku paksa menghindari para kerumunan namja yang ingin meminta nomor ponsel-nya dan berkilah kalau komputer milik mereka rusak. Hyeri berlari terburu-buru keluar dari sekolah dan terus memegang tanganku erat. Hingga akhirnya kami sampai di parkiran motor sekolah

“aduh, kyu! Cepat sedikit dong!”, ujarnya resah. Aku berdecak sebal sambil memasukkan kunci motorku dan juga menyalakan mesinnya. Ia langsung melompat ke kursi penumpang dan menyuruhku untuk cepat-cepat menggas motorku dan segera pergi dari para namja yang menggilai-nya itu

“kita makan pat bing soo, yuk!”, ajaknya tiba-tiba

Aku menoleh sebentar, “tumben kau mengajakku makan pat bing soo”, kemudian kembali berkonsentrasi pada motorku

“aish, itu kan desert kesukaanku!”, serunya kesal, “ayo, kita berhenti di kedai itu!”

Aku menghentikan motorku di depan kedai kecil yang menjual pat bing soo. Melihat dari interiornya yang sangat jadul, aku baru tersadar ini adalah kedai kecil yang dulu sering aku kunjungi bersama hyeri sewaktu kami masih sekolah dasar

“ah.. annyeong!”, sambut seorang bapak-bapak tua yang memakai ikat kepala putih. Astaga, bahkan penjaga-nya saja masih sama seperti dulu. Kami duduk di sebuah meja dekat jendela dan memesan masing-masing satu pat bing soo. Tak lama kemudian dua mangkuk besar berisi es serut kacang merah dan juga beraneka buah-buahan. Kami menyambutnya dengan gembira

“astaga.. sudah lama sekali ya tidak makan pat bing soo!”, serunya gembira. Aku mengangguk senang. Sekarang ia bisa mengunyah makanan apapun sepuasnya tanpa mengeluh kesakitan lagi. Ia mengunyah apel dan pear yang renyah itu dengan wajah gembira

“oh iya, kali ini kau lagi yang traktir?”, godaku. Ia mengangguk mantap. Hahaha, semenjak ia melepas kawat giginya ia berubah menjadi shikshin atu dewi makanan. Saking senangnya bisa mengunyah berbagai makanan keras yang sangat menyakitkan kalau dikunyah pada saat ia memakai kawat gigi dulu

“hahaha, awas nanti kau gemuk. Dari tadi mengunyah terus”, ujarku jahil. Ia merengut sebal namun tetap mengunyah beraneka buah-buahan itu cuek

Setelah selesai makan pat bing soo, hyeri kembali mengajakku ke tempat kenangan kami lagi sewaktu masih kecil. Aku tersenyum sungkan, bersiap menolak ajakan makan karena ia mengarahkanku ke jalan menuju restoran ayam goreng

Ternyata tidak, ia malah menarikku menuju sebuah pantai di sebelah restoran ayam itu. pantai yang belum kami kunjungi waktu liburan musim panas kemarin gara-gara hae

“kita main pasir yuk!”, ajaknya dengan senyum sumringah. Sebelum aku menjawab, ia sudah berlari riang menuju gundukan pasir. entah dari kapan ia sudah bertelanjang kaki. aku menyusulnya, ikut berlari sambil melepaskan kedua sepatu dan kaus kaki-ku

“kyu, lihat ini! aku membuat istana pasir yang keren!”, serunya sambil menunjukkan gundukkan besar yang ia sebut istana pasir itu. aku tertawa kecil dan meledeknya. Akhirnya, ia tidak sesedih beberapa hari yang lalu. Ia sudah cukup melupakan hae. Kami bercanda-canda sambil bermain pasir hingga langit berwarna jingga, tanda sudah memasuki sore hari

“kyuhyun-ssi”,suara hyeri membuyarkan lamunanku menikmati angin pantai

“ne?”, aku menoleh menatap wajahnya yang cantik. Rambutnya yang panjang tertiup semilir angin yang membuatnya tampak anggun

“apakah kau senang dengan perubahanku?”, tanyanya. Dari wajahnya, sepertinya ia ingin mendapatkan jawaban yang jujur dariku

“eeh.. itu.. ya, aku senang”, jawabku malu-malu. Siapa yang senang jika orang yang kau sayangi berubah menjadi jauh lebih baik?

“jinjja?”, ia mengerutkan keningnya, “mengapa aku merasa sangat tidak nyaman ya dengan diriku yang sekarang? Aku lebih suka menjadi jung hyeri yang kumal dan bau”

“hahaha, mungkin kau merasa tidak nyaman karena menjadi pusat perhatian”, ujarku menghiburnya

“huuh, ini semua gara-gara sooyeon eonnie! Memangnya aku ini sepertinya, suka menjadi pusat perhatian”, serunya jengkel. Pipinya menggembung seperti ikan mas koki membuatku tertawa geli

“tapi kyuhyun-ssi”, suaranya melemah saat memanggilku, “kau tidak menjauhiku karena aku populer kan? Kau tetap akan menjadi sahabatku kan?”

Aku tersenyum lembut, “ne, tentu saja hyeri-ah. Tidak usah khawatir”

“tapi..”

“sudahlah, aku tidak akan menjauhimu lagi seperti dulu. Aku berjanji pada hae seperti itu”

Ekspresinya menegang saat aku menyebutkan nama bocah virtual itu, “maksudmu, kyu??!”

Wajahku memucat. Astaga.. aku salah berbicara sepertinya! Aku lupa kalau pembicaraanku dengan hae tidak diketahui oleh siapapun terutama hyeri!

“apa ada yang menyentuh tombol reset pada saat hae rusak?”, tanyanya pelan

“n-ne”

“apa itu kau?!”, ia menatapku tajam. Matanya mulai berkaca-kaca karena tidak menyangka kalau aku yang membuat hae semakin rusak dan tidak bisa diperbaiki. Aku tergagap dan mulai menceritakan semuanya

***

*flashback*

Kyuhyun membelalakkan matanya pada saat layar monitor raksasa itu berpendar-pendar. Tiba-tiba, munculah hae dengan wajah agak sedih, menatap kyuhyun yang berdecak tidak suka. Namja itu berharap agar sahabatnya tidak terbangun dan kembali bermesraan dengan bocah virtual yang merebut waktunya bersama yeoja itu selama musim panas sampai saat ini

“kyuhyun-ssi”, panggilnya ketika namja itu hendak beranjak dari sisi tempat tidur hyeri dan pergi dari kamarnya

Kyuhyun terpaksa menoleh dan menatap monitor raksasa itu dengan sinis

“kemarilah, aku ingin berbicara denganmu sebentar”

Namja berseragam itu menyeret langkahnya, mendekati monitor itu kemudian duduk di depannya, “ada apa lagi?”, tanya nya ketus

“sebenarnya.. aku tidak rusak. Aku tidak terserang virus sama sekali. Program yang dibuatnya juga sungguh baik tanpa cela. Aku menghilang untuk kebaikannya. Aku perhatikan ia terlalu bergantung padaku, padahal aku ini semu. Walau bagaimanapun juga aku tidak bisa membiarkannya terus seperti ini”

Kyuhyun terperangah mendengar kata-kata dari namja virtual itu, “oh.. kau peduli”

“tentu saja kyu.. walau bagaimanapun dia itu penciptaku dan juga sahabatmu. Orang yang sama-sama kita sayangi kan?”

Kyuhyun memejamkan matanya lalu mengangguk. Hyeri adalah sahabatnya sejak kecil. Harusnya ia tahu betapa sedihnya hyeri saat kyuhyun dipuja-puja oleh para gadis di sekolahnya sementara gadis itu dicibir karena bisa bersahabat dengan kyuhyun. sampai-sampai ia membuat pacar virtual agar ia bisa merasakan punya namjachingu. Tapi ia malah membencinya dan menganggap hyeri benar-benar aneh

“betul juga. aku yang egois, bukannya dia. seharusnya aku mengerti perasaannya yang kesepian dan selalu dianggap aneh..”, ujar kyuhyun lirih. Hae mengangguk maklum. Cerita-cerita hyeri memang cukup jelas bahwa kyuhyun memang agak menjauhinya semenjak masuk SMU. Persahabatan antara kyuhyun yang populer dengan hyeri si maniak komputer yang penyendiri memang sering dicemooh oleh orang-orang, sehingga kyuhyun agak menjaga jarak pada gadis itu

“lalu apa yang harus aku lakukan?”, ujarnya putus asa. Hae berpikir keras. Ia tidak mungkin berbicara lagi pada hyeri yang keras kepala dan bergantung padanya. Ia harus melakukan tindakan lain. Kemudian ia mendapat sebuah ide cemerlang dan segera memberitahunya pada kyuhyun

“kau lihat tombol merah besar di kanan keyboard?”, tanya bocah virtual itu dengan mata berbinar-binar. Kyuhyun mengangguk. Ia melihatnya meskipun ia tidak tau untuk apa tombol tersebut

“kau pencet tombol itu. tapi ingat, sebelum kau memencetnya, kau harus mengikuti perkataanku..”, perintah hae. Kyuhyun bergeser ke kanan, lalu telunjuknya menyentuh tombol besar itu

“apa?”

“berjanjilah agar kau menjaga hyeri dan tidak meninggalkannya, apapun alasanmu itu”

Kyuhyun mengangguk mantap, “aku berjanji akan selalu menjaga jung hyeri dan tidak akan meninggalkanya, apapun alasanku!”

Ia langsung memencet tombol merah bertuliskan ‘reset all settings’ yang membuat layar besar itu berkedip-kedip cepat, lalu padam

*end of flashback*

***

Hyeri menatapku lurus, kemudian memalingkan wajahnya. Aku mengepalkan tangan, terserah kalau ia akan membenciku dan meninggalkanku. Toh, aku melakukannya atas perintah hae. Aku juga melakukannya untuk kebaikan hyeri, agar ia tidak mengisolasi diri dan semakn aneh. Buktinya setelah ‘kerusakan’ hae, ia tidak terlalu mengunci diri di kamar dan mengutak-atik komputernya. Malah ia melakukan perubahan besar pada penampilannya yang urakan meskipun itu atas suruhan kakaknya

“aku mengerti kyu, kamsahamnida”

Ia tersenyum getir, menahan airmatanya yang hampir berjatuhan

“maksudmu?”, aku mengerutkan keningku

“aku tahu kebiasaanku yang amat tergila-gila pada komputer ini sungguh tidak sehat. Aku jadi malas bersosialisasi dengan sekitar dan itu membuatmu tidak suka. Untungnya kau memencet tombol itu pada saat aku tidur”, ujarnya

“jadi.. kau tidak marah?”, tanyaku hati-hati

“tentu saja aku marah!”, serunya, “tapi, karena ulahmu itu aku jadi membuka mataku dan berubah. Ternyata, bukan mereka yang tidak mau menerimaku. Aku menjadi penyendiri karena aku menutup diri dan berkutat pada komputer terus”, ujarnya diplomatis

Aku menunduk dalam-dalam, “mianhae, hyeri. Aku tahu kau bersusah payah membuat program itu”

“gwenchana”, ia tersenyum lembut, “karena kau aku jadi bisa bergaul di dunia nyata. Tapi, aku masih cinta pada komputer kok. Hanya saja tidak segila dulu”

“hahaha, mungkin sudah saatnya kau punya namjachingu di dunia nyata”, ujarku iseng, “kali ini kau tinggal memilih salah satu di antara para namja di sekolah. Mau yang mana? Si atlit basket atau ketua osis? Semuanya tergila-gila padamu”

“kalau aku bisa memilih..”, ia menarik nafas panjang, “aku mau si pemarah maniak game yang ada di sampingku”

Wajahku skeetika merah padam. Apakah ia benar-benar serius mengatakannya?!

“mengapa diam saja? Menurutmu bagaimana?”

Aku mengubah ekspresiku yang tadi seperti orang bodoh menjadi lebih serius, “ya, aku bukan si pemarah! Aku ini namja tampan yang menjadi top scorer di starcraft!”

Ia tertawa terbahak-bahak, “ya sudah kalau begitu. Aku mau kau, cho kyuhyun”

Kali ini wajahnya benar-benar serius. Aku tidak tahu harus bagaimana. Padahal, ia adalah sahabatku dari kecil. Harusnya aku bisa mengungkapkan juga sepertinya

“ne, aku juga menginginkanmu”, ujarku gugup, “saranghae. Jeongmal saranghae jung hyeri, siapaun dirimu. Yang dulu dan juga yang sekarang”

Suaraku benar-benar pelan saat mengucapkannya. Tapi aku yakin ia bisa mendengarnya. Ia tersenyum lebar. Digenggamnya tanganku erat, lalu ia bersandar di bahuku sambil menatap matahari terbenam

“nado saranghae, cho kyuhyun”

FIN

Sekian dari saya, mian ya kalau ceritanya kacangan dan juga typo yang tidak bisa ditolerir.  Cerita ini terinspirasi dari kebiasaan buruk aku yang selalu berjam-jam kalau ketemu komputer. Juga dari kartun spongebob yang nyeritain kalau plankton punya istri komputer, kekeke. Khayalannya jadi kemana-mana deh. bagaimana kalo kita juga punya pacar virtual yang benar-benar mengerti kita? gimana ceritanya yah? Baca dulu aja deh. enjoy 😀 Jeongmal kamsahamnida 😀

2 Comments (+add yours?)

  1. Mrs. C
    Aug 02, 2016 @ 21:12:19

    OMG FF ini bikin aku keinget sama PC room setnya pewdiepie, dan mabelnya gravity falls… sama spongebob juga.. absurd banget –” tapi keren ffnya.. gapernah kepikiran kalo pacar virtual bisa dijadiin ff XD XD

    Reply

  2. kylajenny
    Aug 08, 2017 @ 08:07:50

    Hahaha lucu banget bikin pacat virtual
    Sweet bgt endingnyaaa
    Kyaaa

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: