[Adventure Awaits] Jeju in Love

150604-official-lotte-dutty-free-with-leeteuk-eunhyuk-donghae-3

[Adventure Awaits] Jeju in Love

Title                : Jeju in Love

Author            : KimDESha

Main Cast       :

  • Lee Donghae a.k.a Donghae
  • Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
  • Park Jungsoo a.k.a Leeteuk

Genre              : Friendship, Bromance(not Yaoi), Brothership, a little bit humor (i think)

Rated               : G

Length             : Oneshot

Summary         : The story takes location in Jeju, Donghae who wants to protect his member and to go on Vacation with them.

 

_

“Aku Pulang!” seru Donghae dengan senyum lebarnya. Kaki yang tampak tak terlalu panjang itu melangkah menuju ruang tengah. Seperti biasa, ia akan dengan segera merusuh pada siapapun yang akan ia temui. Kali ini si empunya kucing abu-abu yang menjadi sasaran Donghae.

Heechul tampak santai malam ini. Dengan baju rumahan bermotif bunga-bunga khas miliknya, ia menikmati satu cup ramen yang ada di hadapannya dengan kucing abu-abu di samping kanannya.

“Hyung!” Donghae menghambur ke sisi Heechul dan mengambil paksa kucing pemalas itu dan ia taruh di atas pangkuannya sendiri.

“Dari mana kau?” Heechul tampak tak mengalihkan perhatiannya dari acara komedi yang ia tonton. Ia mengabaikan suara mengeong Heebum yang sejak tadi protes dengan tangan usil Donghae yang mengganggu kenyamanannya.

“Setelah latihan tadi, aku mampir makan malam dengan Siwon lalu mengantarnya pulang”

“Oh. Aku ke sini ingin menghabiskan malam minggu dengan kalian tapi dorm malah sunyi seperti ini. Sial sekali” gerutu Heechul.

“Kenapa tidak pindah ke lantai bawah? Mungkin di sana lebih ramai”

“Sama saja. Hanya ada Eunhyuk tidur, yang lain entah kemana”

Donghae mengangguk dan menghela nafas sebelum berucap lirih, “Heuh… Payah”

Pasalnya ia juga berniat untuk menghabiskan waktu dan berkumpul bersama mengingat ia hanya disibukkan dengan beberapa latihan menjelang konser dan comeback mereka. Ia ingin refreshing.Tapi sepertinya malam ini ia tidak bisa mewujudkannya.

“Hyung, kita pergi berlibur bagaimana?” celetuk Donghae setelah beberapa saat diam.

“Ke?”

“Jeju”

“Malas” tolak Heechul singkat. “Kau ajaklah Jungsoo, dia ada di dalam kamar”

Donghae mencebikkan bibir. Ia salah sasaran jika harus mengajak pria ini, ia susah dirayu dan Donghae juga bukan perayu ulung. Dirogohnya ponsel dari saku lalu disentuhnya layar itu beberapa kali. Nada sambung terdengar dari ujung.

“Halo..” Donghae berucap pelan, menanti suara dari sebrang.

“Heum? Wae?” terdengar suara malas dari seorang pria.

“Ayo pergi ke Jeju” ucapnya seperti perintah.

“Jika aku menolak apakah kau akan menerimanya?” Eunhyuk melemparkan pertanyaan yang bisa disebut juga pernyataan.

Donghae tersenyum simpul mendengar ajakannya disetujui oleh Eunhyuk.

Yoksi. Kau terbaik dari yang terbaik, Hyuk-ah. Geure, aku akan mengajak Leeteuk hyung ikut juga”

 

****

 

Eunhyuk mondar-mandir di tempatnya. Ia penasaran mengapa tiba-tiba Donghae mengajaknya pergi ke Jeju.

“Hai!” seseorang berseru menyadarkannya.

Dan di ujung sana, sosok yang sejak tadi memenuhi pikirannya melambai dengan senyum lebar. Eunhyuk terkejut saat di belakangnya juga ada Leeteuk yang menggendong tas ransel sama seperti yang Donghae lakukan.

“Kau belum siap?”

“Eung… Kenapa harus Jeju? Jika kau ingin jalan-jalan, yang dekat sajalah” Eunhyuk bertanya pada Donghae.

Donghae tersenyum dan menjawab, “Hanya ingin pergi liburan jauh dengan orang-orang yang kucintai” Jawab Donghae asal. “Cepatlah pergi berkemas. Aku sudah tak sabar”

Eunhyuk melemparkan pandangan malas pada Leeteuk yang hanya mengangkat kedua bahunya tak acuh. Donghae tersenyum mebayangkan bagaimana nantinya ia akan menghabiskan waktu dengan rencana yang sudah ia siapkan.

“Ayo” ucap Eunhyuk malas.

Tanpa menghiraukan ekspresi kesal Eunhyuk, Donghae dengan tak tahu dirinya menyodorkan kunci mobil pada kawannya itu.

Eunhyuk mengamati kunci mobil yang ada di atas tangannya. Ia menghela nafas menahan kekesalannya untuk tidak membunuh Donghae saat itu juga. Ia hampir menyerahkan kunci itu pada Leeteuk sebelum ia tahu bahwa pria tua menyebalkan itu dengan angkuhnya sudah terlebih dahulu duduk di kursi belakang dan tampak sok sibuk dengan ponselnya.

“Tunggu apalagi, Eunhyuk. Cepat masuk.” Donghae menahan diri saat akan masuk ke dalam mobil.

Eunhyuk melangkah dengan kesal menuju kursi pengemudi. Donghae berdeham menahan tawanya. Salah satu hal yang paling menyenangkan keluar bersama Eunhyuk adalah seperti saat ini. Ia tak perlu repot-repot berbaik hati mengajukan diri untuk menjadi driver. Eunhyuk pernah bilang ia tak ingin mati muda jika harus membiarkan Donghae mengemudi untuknya.

“Menyebalkan.” meski menggerutu, pada akhirnya Eunhyuk menjalankan mobilnya.

 

****

 

Semilir angin sore memainkan perannya. Pria melankolis yang duduk di kursi penumpang di belakang mobil itu memejamkan matanya menikmati suasana syahdu yang kini ia rasakan. Setelah sampai di Jeju siang tadi dan tidur sebentar di hotel untuk menghilangkan rasa penat, Eunhyuk berhasil membuat kejutan padanya. Ia bahkan sampai melompat ke tubuh Eunhyuk dan memeluknya sambil berputar-putar seperti anak kecil yang berhasil mendapatkan mainan yang ia inginkan.

“Eunhyuk-ah, bagaimana bisa kau memiliki ide untuk menyewa mobil sport seperti ini?” Donghae membuka matanya kembali berdecak kagum dengan mobil merah mewah berkap terbuka yang ia tumpangi.

“Heuh… Jika hanya mengandalkan rencana darimu pasti akhirnya hanya akan menjadi acara yang membosankan” Leeteuk mengeluarkan suara yang disambut cebikan Donghae.

“Kenapa kau perlu mengabadikan pepohonan itu? Bukankah setiap hari kau juga dapat melihatnya di Seoul” Eunhyuk menilik Donghae dari kaca di depannya yang terlihat sibuk dengan kamera yang dikalungkan di lehernya.

Leeteuk memutar kepalanya menyaksikan Donghae yang tengah membidikkan kamera pada ruas-ruas dahan pohon di tepi jalan yang terpapar sinar matahari sore.

“Sekarang feeling yang kudapatkan dari gambar ini berbeda. Lihatlah bukankah mereka sangat cantik?” Donghae memamerkan hasil bidikannya.

Leeteuk meraih kamera Donghae dan melihat beberapa hasil bidikan yang telah didapatkan pria itu sesore ini.

“Kau… tidak tertarik mengabadikan obyek yang berupa manusia?” Leeteuk mencoba mengambil gambar Eunhyuk yang sedang mengemudi.

“Ahhh… Benar, ini hal yang langka untukku. Hyung, cepat kau ambil gambar untukku. Pakai ini” Donghae berseru dan segera mengeluarkan ponsel dari balik sakunya.

“Pada akhirnya kau tetep saja narsis, sok sekali berbicara mengenai feeling. Lalu feeling apa yang kau dapatkan dengan fotomu itu?” Eunhyuk mengejek Donghae dan membuat pria itu mengerucutkan bibir malas.

Donghae mengambil kamera dan ponselnya dari tangan Leeteuk. Ia terlihat tengah mencari foto yang tadi Leeteuk abadikan dan ia tersenyum ketika berhasil mendapatkannya.

“Eunhyuk-ah, Lihat ini. Leeteuk hyung berhasil mengabadikan hal yang luar biasa. Bukankah foto ini memberikan kesan horor pada orang yang melihatnya?” Donghae memamerkan gambar Eunhyuk yang sedang mengemudi dengan sebagian wajah yang tertutupi rambutnya.

Eunhyuk hanya menjawab datar, “Mukamu saat ini lebih horor Hae”

“Eunhyuk-ah, cepat kau tepikan mobilmu di sana. Kita turun dan main sepeda saja”

Eunhyuk menepikan mobilnya di tempat yang ditunjuk Leeteuk. Donghae membereskan kamera dan ponselnya dan segera keluar menyusul Leeteuk.

Berikutnya seperti anak usia lima tahun, Donghae dengan girang berlari memilih sepeda yang akan ia sewa. Donghae segera mengayuh sepedanya menikmati jalanan di pesisir pantai. Angin sore yang berembus juga membuat kincir angin yang ada di sana ikut berputar. Donghae memimpin Eunhyuk dan Leeteuk menikmati suasana sore hari di pesisir pantai Jeju.

“Leeteuk hyung, Eunhyuk-ah! Gomawo” Donghae berteriak menikmati semilir angin yang menyapu tubuhnya.

“Yeee….” Leeteuk mengayuh sepedanya dan melepaskan tangan dari kemudina menikmati semilir angin.

Tiga laki-laki itu terlihat seperti manusia goa yang berhasil keluar menghirup udara luar. Eunhyuk melambaikan sebelah tangannya seolah sedang berusaha merasakan angin yang bertubrukan dengannya.

Puas bersepeda, Leeteuk menghentikan kayuhannya, “Oke stop! Aku lelah” Leeteuk mengangkat tangan pasrah. Napasnya terengah-engah. Mungkin karena faktor usia. Ia masih ingat dulu waktu kecil ia bahkan selalu bersepeda mengelilingi komplek perkampungannya beberapa kali tanpa berhenti.

“Ayo hyung, satu putaran lagi” Donghae hendak mengayuh sepedanya lagi.

“Aku lelah juga. Kita duduk saja”

Melihat raut wajah Leeteuk dan Eunhyuk yang berubah kusut berhasil meluluhkan hatinya. Donghae melihat jam tangannya, padahal mereka baru berkeliling sebanyak tujuh putaran dan baru setengah jam. Payah sekali mereka.

“Kenapa kau memilih Jeju? Kenapa tidak ke Namsan Tower?” kata Leeteuk setelah beberapa saat keheningan menyelimuti mereka.

“Sudah biasa. Tapi di sini, lihat. Bukankah ini luar biasa?”

“Iya, ide siapa ini?” sela Eunhyuk.

“Hehe… Iya maaf, ternyata rencanaku tidak berjalan sesuai keinginan” Donghae berucap lemas. “Aku hanya agak kecewa pada diriku sendiri karena telah melalaikan janjiku padamu Hyung” ia berucap lagi setelah beberapa saat terdiam.

Leeteuk mengerutkan kening, “Janji yang mana?”

“Janji untuk tetap bersama dengan member lain dan menjaga mereka. Hari ini seharusnya kita pergi bersama-sama. Tapi entah mereka pergi kemana. Aku gagal mengajak mereka”

Suara tawa kecil Eunhyuk terdengar. Membuat Donghae yang tadi menunduk lemas, mendongak heran.

“Harusnya aku yang merasa bersalah. Karena aku disini sebagai leader dan Hyung kalian” ucap Leeteuk sambil melihat kincir angin besar yang ada di seberang mereka.

“Mungkin sebagian orang berpikir jika aku hanya berperan untuk memimpin kalian di setiap perkenalan dan wawancara. Tapi sebenarnya tugasku jauh lebih dari itu. Aku seperti benar-benar harus membimbing dan melindungi kalian, apapun yang terjadi tetap bersama dengan kalian” Leeteuk mendesahkan nafas.

“Dia mulai lagi” Eunhyuk berdecak menyadari ucapan Leeteuk yang terdengar berlebihan.

Mendengar Leeteuk mengungkapkan isi hatinya membuat Donghae tersentuh. Pria itu tersenyum lembut dan menepuk bahu Hyungnya itu, “Tenang Hyung, aku sebagai dongsaeng tidak akan mengecewakanmu. Aku berjanji. Dan biarkan aku membantumu untuk melindungi dan tetap bersama dengan member lain” ucap Donghae tegas.

Berbeda dengan Leeteuk yang tersenyum lembut membalas ucapan Donghae, Eunhyuk justru mendengus diantara rasa gelinya. Donghae yang seperti ini justru terlihat sangat menggelikan di matanya. Melankolis dan sok meyakinkan. Ia hanya berharap pria cengeng itu tidak akan membuatnya mati kutu jika harus meladeni tangisan Donghae yang sulit keluar itu. Semua orang tahu bagaimana gaya menangis Donghae. Seperti tenggorokannya tersedak kelereng.

“Seiring berjalannya waktu, aku semakin merasa jika tugasku tidaklah terlalu berat. Melihat mereka sudah semakin dewasa sekarang”

Donghae mengangguk setuju dengan ucapan Leeteuk.

“ELF kita juga. Mereka tidak lagi mengganggu privasi kita. Tidak ada lagi yang namanya sasaeng fans” Eunhyuk menambahkan.

Donghae tersenyum menerawang. Meski harus merasa kehilangan dan perpisahan dari member lain, masih ada kebahagiaan yang dapat mengobati luka itu. Memiliki fans yang tidak hanya selalu mendukung mereka, tetapi fans mereka juga bahkan sudah menjadi bagian terpenting yang menemani perjalanan mereka. Ia ingat jika ia selalu berterimakasih kepada mereka yang selalu mendukungnya.

Bahkan ia selalu merasa jika rasa terimakasih saja tidaklah cukup untuk membalasnya. Meskipun mereka terpaksa kehilangan beberapa idolanya, tetapi ELF mereka tetap mendukung mereka. Donghae mendesah. Tersenyum kecut ketika menyadari ia merindukan saat dimana mereka dulu masih berformasi lengkap.

Merasakan suasana yang sedikit melankolis dan melihat gelagat Donghae yang mulai menyedot ingusnya dan mata yang sudah berair dengan segera Eunhyuk bersuara, “Lalu apa yang kau inginkan untuk saat ini?”

“Hhhmmm…” Donghae menatap Leeteuk dan Eunhyuk bergantian. “Makan bersama dengan Teuki Hyung dan Eunhyuk, jalan-jalan bersama Teuki hyung dan Eunhyuk, menonton film bersama dengan—“

“Tunggu, tunggu, tunggu. Kau menginginkanku dan Teuki Hyung? Apa di otakmu hanya ada kami berdua?” tanya Eunhyuk dengan nada terkejut yang dibuat-buat.

Dengan wajah tanpa dosanya, Donghae mengangguk mengamininya. “Leeteuk hyung selalu sibuk dengan jadwalnya sendiri dan kau juga selalu susah jika kuajak pergi bersama” ucap Donghae kesal.

“Mengapa kau tak mencari wanita yang bisa menemanimu? Usiamu sudah tidak muda lagi Donghae-ya” Leeteuk memberi nasihat.

“Hyung tidak berkaca pada diri sendiri? Jika kau anggap Donghae tua lalu bagaimana denganmu, heuh?” sela Eunhyuk.

“Maaf, sebenarnya aku sedang dalam tahap masa penjajakan, Eunhyuk-ah. Lalu kau sendiri bagaimana?” Donghae mendengus mendengar jawaban Leeteuk begitupun dengan Eunhyuk yang ikut mencibir.

“Aku? Aku sedang dalam tahap pencarian jodoh yang sesuai” Eunhyuk terkikik dengan jawabannya sendiri.

“Baguslah. Kalau begitu aku akan mencari pacar setelah Teuki hyung dan Eunhyuk bertemu dengan jodohnya. Kemudian kita akan menikah bersama”

“Apa maksudmu?” Eunhyuk tergelak dengan ucapan Donghae.

“Maksudku kau menikah dengan wanitamu, Leeteuk dengan wanita pujaannya, aku dengan wanita yang kucintai! Bukankah sudah kubilang jika aku ingin bersama dengan kalian SELALU?”

“Sebegitu sukanyakah kau padaku?” Eunhyuk berucap sambil bergidik membayangkan jika Donghae benar-benar melakukannya nanti. Bahkan sampai ia berumah tanggapun, Donghae akan tetap ada menghantuinya? Eunhyuk menggelengkan kepalanya.

“Bukankah kedengarannya bagus? Bagaimana nanti kalau kita menjodohkan anak kita?” Leeteuk berseru membuyarkan lamunan Eunhyuk.

“Aku setuju Hyung!” seru Donghae.

“Aku tidak!” Eunhyuk berseru keras. “Aku ingin memperbaiki keturunanku. Aku tidak ingin cucuku nanti semakin pendek sepertimu” imbuhnya.

“Siapa yang kau bilang pendek? Kau pikir kau tinggi?” ucap Donghae tak terima.

“Sudahlah, cepat kita pulang saja. Langit sudah mulai mendung” Leeteuk bergegas dan segera menaiki sepedanya.

“Hyung, tunggu!” Donghae segera menyusul Leeteuk seperti bebek yang takut kehilangan induknya. Ia hampir saja jatuh jika saja Eunhyuk tidak menahan sepedanya. Donghae menolehkan kepalanya ke belakang dan melihat Eunhyuk memegangi sisi belakang sepedanya.

“Apa yang bisa kau lakukan dengan benar tanpa adanya aku, Lee Donghae?” Donghae tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya.

Donghae memang belum bisa mengumpulkan member lainnya. Tapi ia bersyukur dengan adanya Leeteuk dan juga Eunhyuk yang masih mau menemaninya. Hyung dan kawan terbaik sepanjang masa yang sangat ia sayangi. Ada benarnya juga, ia tak akan bisa apa-apa tanpa Eunhyuk. Tapi Eunhyuk tanpa Donghae juga pasti tidak akan bisa, pikirnya bangga.

“Ini adalah salah satu hari terbaik dalam hidupku. Teuki Hyung, Eunhyuk-ah, Gomawo” ucap Donghae dibalik kursi penumpangnya dengan mata yang dibesar-besarkan dan senyum lebarnya.

Leeteuk terkikik. Eunhyuk hanya memutar alas kedua bola matanya dan segera memasang sabuk pengamannya.

“Oh? Apa ini?” Donghae berucap ketika merasakan wajahnya tertetesi air. Donghae menengadahkan kepalanya dan lagi, ia merasakan air jatuh dari langit.

“EUNHYUK-AH, HUJAN!” Donghae berseru heboh.

Leeteuk dengan refleksnya menolehkan kepala ke belakang, “Mobil ini benar-benar tak memiliki tutup? Kau memesan mobil sport kap terbuka?”

Dan dengan polosnya Eunhyuk mengangguk sambil memamerkan deretan gigi rapinya.

“Eunhyuk-ah, bagaimana bisa kau menyewa mobil seperti ini, cepat kembali ke hotel sebelum badai benar-benar menyerang kita” Donghae berseru dengan berlebihan.

“Yak! Siapa tadi yang bersorak senang saat tahu aku menyewa mobil ini, heuh?” Eunhyuk protes tak terima disalahkan oleh Donghae.

“Tapi, lihat sekarang. Kita harus kehujanan. Bagaimana bisa, naik mobil tapi harus basah kuyup” Donghae protes lagi.

“Sudah. Nikmatilah saja, bukankah kau suka hujan? Lagipula kau bersama kami” Leeteuk mencoba melerai keduanya.

“Betul itu Donghae, bukankah kau ingin menghabiskan waktu suka dan duka bersama kami?” Eunhyuk tersenyum.

Eunhyuk mengabaikan ekspresi wajah dongkol Donghae. Ia bahkan menarik nafas panjang mencoba menikmati guyuran hujan dan angin kencang yang menyapa tubuhnya. Biarlah, anggap saja ia sedang syuting video klip keluaran mereka yang terbaru.

Bukankah sangat bagus?

 

 

 

 

****END****

 

 

Bagaimana? Sudah termasuk ke dalam liburan nggak?

Hehe, sebenarnya ini terinspirasi dari cerita Donghae di AS4U dan juga iklan EunHaeTeuk di Lotte Dutty Free. Untuk mbak Shinhye maaf nggak diikutin😀 dan maaf untuk judulnya😀

Oke, semoga menghibur dan terimakasih untuk semuanya :*

P.S: silahkan mampir ke blog saya http://specialelfsilversea.wordpress.com/ jika berkenan membaca cerita absurd saya yang lain😀 **Maaf numpang promo**

Do you DISLIKE the CAST? I’ll give you a simple way: DONT READ this story. And one more, NO BASHING ! Once again, I HATE SILENT RIDERS. So, could you comment this story? The Last, Happy reading ^^

1 Comment (+add yours?)

  1. Hana
    Sep 02, 2016 @ 09:32:43

    no silent reader right? so, Im being here 4 you sist :v
    lupa mau koment apa jd itu aje lah ye

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: