15 ‘X’ Agent: Murder Case of Business Rivalry [1/7]

15 'X' AGENT; MURDER CASE OF BUSINESS RIVALRY

Nama: gyuyomi88

Judul Cerita: 15 ‘X’ Agent: Murder Case of Business Rivalry (Chapter 1)

Tag: Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun, Henry.

Genre: Brothership, Sci-fi, Action

Rating: PG-13

Length: Chaptered

Catatan Author: DISARANKAN UNTUK MENGINGAT SETIAP TANGGAL, WAKTU DAN TEMPAT KEJADIAN YANG TERCATAT DI AWAL SCENE, Typos, EYD mungkin kurang tepat, sedikit OOC. THIS IS NOT YAOI! JUST BROTHERSHIP. If You Like It, Go Read It😉

.

.

.

August 7th 2002, At Dorm 17:38 p.m. KST.

 

“Yak hyung! Kapan kita akan ‘bermain – main’ lagi? Aku tak sabar.” Tanya namja muda bertubuh gempal sambil memakan snack di tangannya kepada sang leader.

 

“Sebentar lagi juga ada panggilan, Shindong hyung, percayalah.” Sang leader yang ditanya tak menyahut, justru namja yang sedang memainkan laptop-lah yang menjawab Shindong—Namja bertubuh gempal tadi—. ‘YOU WIN’ “Wuhuuuu!! Lihat aku menang hyung lihat!! Ahhh sedikit lagi aku akan menguasai alien – alien ini.”

 

“Aish, anak ini berisik!” Geram namja tertua disitu—Leeteuk—.

 

“Yak! Teuk hyung! Aku bicara padamu.” Omel Shindong lagi.

 

“Baiklah, kalian lihat? Malam ini kita akan kembali ‘bermain’.” Jawab Leeteuk sembari tersenyum.

 

Seketika, ruangan yang dipenuhi 15 orang namja tadi menjadi ribut. Mereka semua bergegas mendekati Leeteuk yang sedang berkutat dengan komputernya—tepatnya mencari informasi—.

 

“Aigoo.. aku tak bisa nafas kalau kalian mengepungku begini! Aku bisa-”

 

“Hyung jangan sewot begitu” Potong Eunhyuk cepat.

 

“Jadi malam ini kita ‘main’ dimana, hyung?” Tanya namja bertubuh pendek—Donghae—.

 

“Biar kutebak, gedung bekas bengkel di dekat Museum Seajarah Seoul. Benar?” Tebak Kibum datar.

 

“Tepat” Leeteuk tersenyum bangga, dibalas senyum juga oleh Kibum.

 

“Eh? Kok? Tahu darimana kau?” Tanya Kangin sambil memajukan bibirnya beberapa senti. Yang lainnya pun menautkan alis.

 

“Tentu saja tahu, aku dan Kibum yang paling jenius disini.” Jawab Kyuhyun santai sambil merangkul pundak Kibum. Bersmirk ria tentunya.

 

“Bohong, dia tadi juga mencari informasi.” Ucap Ryeowook yang tidak terlihat batang hidungnya—karena namja ini yang paling pendek—.

 

“Dasar maknae setan peminta pujian. Mau – maunya disebut jenius.” Cibir Heechul pada Kyuhyun sambil memasang raut masam.

 

Akhirnya satu ruangan menjitak kepala Kyuhyun, yang dijitak hanya mengusap – usap kepalanya kasar sambil merengut.

 

“Jadi hyung, kita bersiap sekarang?” Tanya namja yang punya aura paling menyeramkan—Yesung—.

 

“Tentu saja. Zhoumi, Siwon, Henry, bantu aku mengambil peralatan di atas lemari di dalam kamarku.” Seru Leeteuk.

 

“Ne hyung.” Sahut ketiganya kompak.

 

“Hankyung, Sungmin, Ryeowook. Siapkan makan malam, ahhh makan sore tepatnya aku tak menjamin nanti malam kita akan makan.” Kekeh Leeteuk.

 

“Aku tahu itu hyung.” Jawab Hankyung.

 

“Sudah kuduga.” Sambung Sungmin tersenyum ringan.

 

~~~

 

August 7th 2002, Ex. Auto Repair Shop near Seoul History Museum 23:49 p.m. KST.

 

Kelima belas orang bermasker itu tengah asyik memandang ‘pemandangan indah’ bagi mereka di dalam bengkel ini—banyak orang yang sudah pingsan dengan beberapa luka lebam di dalamnya dan satu orang pria berjas yang tengah diikat di kursi dengan plester di mulutnya—

 

“Mmmmpp!!”

 

“Ahhh berisik, sebentar lagi polisi akan menyelamatkanmu, ahjussi.” Goda Kyuhyun pada pria berjas tersebut.

 

“Hei maknae setan jangan bermain – main ini bukan game, pabo!” Sudah tertebak siapa pemilik suara dibalik masker ini—Heechul—.

 

“Hyung, semua senjata api dan barang bukti sudah kuletakkan.”

 

“Oke, Yesung. Sekarang ambil-“

 

“Mmmmpp!!” Ahjussi tadi meronta sambil menggeliat, berharap tali yang mengikatnya terlepas. Ataupun salah satu dari namja ‘baik’ itu mau membukakannya.

 

“Yak! Ahjussi! Jangan potong ucapanku! Yesung, sekarang ambil dan bawa semua senjata apinya. Kutunggu di mobil.”

 

“Mmmmpp!! Mmmmmpp!!”

 

“Semua! Ke mobil! Biarkan lelaki ini, sebentar lagi polisi yang dihubungi Hankyung datang.” Seru Leeteuk. Semuanya hanya membalas dengan satu kali anggukan.

 

“Nah ahjussi, selamat menunggu kedatangan polisi ya. Sampai bertemu lagi!” Teriak Kyuhyun sambil melambaikan tangannya.

 

~~~

 

August 7th 2002, On The Road 23:57 p.m. KST.

 

Di dalam mobil menuju dorm. Setelah puas tadi, seperti biasa selalu saja ada topik yang asyik dibicarakan—bukan topik berita, melainkan topik untuk membully salah satu dari mereka semua—. Seperti saat ini.

 

“Kurasa maknae setan ini gila, hyung!”

 

“Hei! Aku ini jenius!”

 

“Hyung! Panggil aku hyung!! Bukan ‘hei’!” Geram Heechul ‘PLETAK’

 

“Aishh, hari ini kepalaku selalu jadi tumbal, kalau aku gegar otak dan jadi gila bagaimana?”

 

“Kau memang gila Kyu. Hahaha” Ledek Sungmin.

 

“Hahaha” Satu mobil ikut tertawa.

 

“Hyung, If you’re really crazy, I feel so sad hyung.” Kali ini Henry yang menggoda Kyuhyun.

 

“Sudahlah Kyu, mungkin takdirmu memang untuk menjadi tumbal kami.” Kini si penyetir mobil yang menyahut—Siwon—.

 

Akhirnya si ‘tumbal’ sibuk ngedumel dalam mobil.

 

~~~

 

August 8th 2002, At Dorm 07:05 a.m. KST.

 

Keesokan harinya, Donghae masuk ke dalam kamarnya yang memang berdua dengan Eunhyuk, ia mendekat ingin melihat apa yang Eunhyuk lakukan di sana sambil membelakanginya. Donghae mendekat ke samping Eunhyuk. Dilihatnya Eunhyuk sedang senyam – senyum sendiri. Saat Donghae melirik ke arah laptop Eunhyuk. Dia tercengang bukan main.

 

“Hyukjae, apa yang kau lih- omo! Mmmpp!”

 

“Sssst, kau diam dan ikut tonton saja bagaimana?”

 

Donghae mengangguk. Tak lama kemudian Donghae kembali membuka mulut, sebelum dia berteriak dan dibekap Eunhyuk lagi, akhirnya dia sendiri yang membekap mulutnya.

 

“Hyuk, kenapa kau menonton ini?” Kini Donghae sudah bisa menguasai diri.

 

“Tidak apa – apa Hae, hanya penasaran.” Jawab Eunhyuk nyengir.

 

“Hanya penasaran katamu?” Sebuah suara bass yang sudah pasti bukan milik Donghae tentunya, yang menyahut.

 

Donghae dan Eunhyuk saling bertatapan ketika mendengar suara itu. Keduanya melirik ke belakang sesaat, dan..

 

“A, Aww! Sakit hyung lepas!” Teriak Eunhyuk.

 

“Kangin hyung, jangan tarik kupingku. Aku tadi disuruh Eunhyuk menonton! Aigoo!! Hyung sakit!” Donghae ikutan berteriak sambil mencoba melepaskan tangan Kangin yang bertengger manis di telinganya.

 

“Akan kuseret kalian ke Leeteuk hyung. Bangun!”

 

“Oke hyung, oke tapi jangan sambil dijewer begini. Awww!!”

 

“Bangun kataku!”

 

Dasar sial, Eunhyuk dan Donghae pun diseret ke depan Leeteuk. Ternyata yang lain telah berkumpul di ruang tengah. Hanya mereka berdua yang asyik di kamar tadi, mangkanya Kangin memanggil mereka berdua.

 

“Loh, kenapa Eunhyuk dan Donghae dijewer begitu Kangin hyung?” Tanya Ryeowook sambil menggaruk pelipisnya.

 

“Aishh, seperti tidak tahu Eunhyuk hyung saja. Pasti film biru.” Ujar Kyuhyun sarkastik dengan smirk andalannya.

 

“Dasar monyet mesum-” Cibir Heechul “-si ikan bau juga ikutan? Penyakit menular ternyata.” Cibir Heechul lagi sambil melotot ke arah Donghae.

 

“Adikku memang jenius-” Puji Kibum sambil mengacak rambut Kyuhyun, Kyuhyun tersenyum “-seperti hyungnya tentu.” Lanjut Kibum yang seketika membuat senyum Kyuhyun menghilang.

 

“Licik.” Gumam Kyuhyun.

 

“Hyuk, Kau harus mengingat Tuhan. Walaupun tak ada yang melihatmu tapi Tuhan selalu mengawasimu-” Siwon memulai ceramah gratisnya pada Eunhyuk.

 

“Aku melihatnya.” Potong Kangin sewot.

 

“So, hyung What happened? Kenapa hyung meminta kami berkumpul disini?” Tanya Henry dengan aksen khasnya.

 

“Perasaanku mengatakan kita akan ‘bermain’ lagi.” Ucap Sungmin.

 

“Sepertinya begitu.” Balas Shindong sambil mengunyah Potato Stick di tangannya.

 

“’Bermainnya’ nanti dulu, kita akan membahas senjata api.” Hankyung bersuara.

 

“Ya, kemarin Leeteuk hyung menyuruhku untuk membawa ini semua.” Ucap Yesung sambil membawa kantong berisi senjata api.

 

“Untuk apa?” Tanya Zhoumi.

 

“Entahlah.” Jawab Yesung sambil mengangkat bahunya.

 

Semua memandang Leeteuk penuh selidik karena Leeteuk tidak membuka suaranya sejak tadi.

 

“Hey, kenapa memandangku begitu. Aku hanya ingin mengecek senjata ini bersama kalian. Kurasa cukup untuk kubagikan pada kalian satu persatu.”

 

“Untuk apa hyung?” Heechul mengernyit.

 

“Kita akan bekerja sama dengan Kepolisian Seoul. Mengerti?”

 

Semua melongo, melotot, kaget. Shock. Hanya satu yang tersenyum, smirk—Kyuhyun—.

 

“Akan kujelaskan nanti, sebaiknya periksa semua ini dulu. Oke?”

 

Tak ada yang menyahut, hening. Masih larut dalam pikiran masing – masing. Akhirnya terbersit ide dalam satu ‘otak paling gila’ di antara mereka semua.

Tik

Tok

Tik

“KEBAKARAN!!” Teriak Kyuhyun histeris.

 

“Apa? Dimana?”

 

“Sebaiknya kuselamatkan makananku!”

 

“Baju tidur pink-ku!”

 

“Kasetku!”

 

“Buku resepku!”

 

Bible!! Ya Tuhan!!”

 

“Hahahaha.” Kyuhyun dan Leeteuk tertawa.

 

“Ada apa ini?” Tanya Kangin.

 

“Tertipu.” Ucap Leeteuk dan Kyuhyun bersamaan. Kini keduanya tersenyum—ralat, Kyuhyun smirk ‘lagi’—. Merasa ditipu, akhirnya mereka semua ngedumel walaupun hanya di dalam hati. Karena leader mereka juga ikut – ikutan jahil, jadi mereka tidak berani memarahi Kyuhyun.

 

 

“Baiklah ayo cek ini bersama.” Ucap Leeteuk sambil menumpahkan semua benda yang ada di dalam kantong yang dibawa Yesung tadi.

 

Akhirnya suasana rumah yang selalu berantakan ini terkendali, berkat ‘ide’ Kyuhyun tadi tentunya.

 

“Hyung, ini senjata Revolver Wingun.” Ucap Kibum memulai pengecekan senjata.

 

“Ini S&W Tanaka Rev.“ Sambung Hankyung.

 

“Sepertinya semua yang ada di sini Revolver dan Pistol saja ya?” Tanya Ryeowook bingung.

 

“Aku lebih suka ‘bermain’ dengan stik baseball.” Ujar Eunhyuk malas.

 

“Tidak! Tongkat lebih seru.” Sahut Donghae.

 

Double Stick lebih menantang.” Ucap Sungmin halus.

 

‘Jujujujujujujujus Jujujujujujujujus’ “Woah! Woah! Sialan! Tembak ayo! Tembak terus!”

 

‘Jujujujujujujujus Jujujujujujujujus’ ‘YOU LOSE’

 

“Aish! Heechul hyung jangan menggangguku! Pergi sana!”

 

“Dasar maknae setan pelit! Aku tadi mendukungmu, bukannya berterimakasih.”

 

“Yak! Duo setan! Cepat bantu kami, malah asik main berdua.” Omel Kangin.

 

“Baiklah-“ Kyuhyun beranjak, mematikan PSPnya dan duduk di antara hyungdeul-nya lalu merebut pistol yang dipegang Yesung. “-coba kulihat-“ Kyuhyun melongo “-Pistol FN P90, senjata sidearm untuk Personal Defense Weapon? Pukul aku pukul aku!”

 

‘PLETAK’

 

Kyuhyun mendengus memandang Kangin yang barusan menjitak kepalanya.

 

“Kau yang menyuruh bukan?” Tanya Kangin santai.

 

“Yaishh, lupakan. Apa benar yang di tanganku ini? Woahh! Aku jadi PDW! Aku jadi PDW!” Kyuhyun lompat – lompat, kegirangan sendiri.

 

“Sekarang biar kujelaskan semuanya-“

 

Semua duduk diam mendengarkan Leeteuk seksama.

 

~~~

 

August 8th 2002, At Dorm 09:23 a.m. KST.

 

“Kwan Jung Il, lahir tanggal 1 Juni 1954, umur 48 tahun, petinggi perusahaan KJ Corp. yang bergerak dalam bidang otomotif khususnya mobil sport. Perusahaannya berdiri tanggal 3 Februari 1994-“

 

“Itu ulang tahunku yang ke 14 tahun ‘kan?” gumam Kyuhyun yang langsung dihadiahi jitakan cinta dari Heechul. ‘PLETAK’

 

“-dan bangkrut setelah 8 tahun berdiri, tepatnya tanggal 2 Agustus 2002 karena kalah bersaing dengan perusahaan JYG Company pada saat itu yang meluncurkan otomotif semacam Sedan serta Limousine sekaligus. Dia tidak punya anak maupun istri. Sekarang sedang tour keluar negeri, tepatnya di LA.” Terang Leeteuk panjang lebar sambil menyerahkan pass foto ukuran 5R—12,7 x 17,8 cm— bergambar pria berjas dengan sedikit uban di rambutnya.

 

“Baiklah, persaingan bisnis.” Angguk Kibum.

 

“Jang Young Guk, lahir tanggal 29 September 1957, umur 45 tahun, petinggi perusahaan JYG Company. Mati terbunuh dalam keadaan tertembak di bagian dada sebelah kiri tanggal 3 Agustus 2002. Jasadnya dibuang di daerah ujung Jeolla Selatan. Mempunyai istri serta 1 anak perempuan.” Terang Leeteuk lagi sambil memperlihatkan pass foto yang lain, kali ini pria berjas dengan rambut belah pinggir serta kacamata minus yang bertengger di matanya.

 

“Berapa banyak istrinya, Teuk hyung?” tanya Eunhyuk polos. Ya, ia tidak salah bertanya begitu karena Leeteuk memang tadi tidak menyebut jumlah istrinya.

 

“Sudah jelek, mirip monyet, bodoh, lagi. Dasar-“ ‘PLETAK’ “-itu hadiah untukmu.” Sindir Heechul.

 

“Rasakan.” Ledek Kyuhyun sambil menjulurkan lidah. Eunhyuk manyun, tidak terima.

 

“Tapi bisa saja kan dia punya lebih dari satu istri?” Kini Donghae yang berpikir dan tanpa sadar membela Eunhyuk.

 

“Terserah kalian sajalah. Ini Ahn Geum Ra, istri dari Jang Young Guk, lahir tanggal 7 Juli 1964, umur 38 tahun. Dan ini Jang You Ra, anak dari pasangan Ahn Geum Ra dan Jang Young Guk, lahir tanggal 4 September 1987, umur 15 tahun. Keberadaan mereka berdua saat ini belum diketahui.”

 

“Jadi apa yang harus kita lakukan?”

 

“Siwon-ah, pikiranmu ini sempit sekali ckckck. Tentu saja menyelidiki keberadaan anak serta istri Jang Young Guk. Ya ‘kan hyung?” Jawab Kyuhyun enteng sambil tersenyum meremehkan.

 

“Sok pintar.”

 

“Heechul hyung sepertinya sangat senang memuji Kyuhyun.” Ucap Kibum sedikit menyindir, kemudian merangkulkan tangannya ke pundak Heechul.

 

“Okay, Let’s see what do we do.” Kata Henry, menutup pertemuan itu.

 

~~~

 

August 8th 2002, At Dorm 10:14 a.m. KST.

 

Setelah rapat tadi, semuanya kembali menjalani tugas masing – masing meskipun tugas paling banyak ada di tangan si ‘setan’ tapi dia senang – senang saja dengan keputusan yang diberikan hyung – nya padanya. Karena itu berarti dia dipercaya oleh hyung – nya. Sekarang saja dia masih berada di depan laptop – nya, tak pernah bosan ataupun mengeluh. Sudah keahliannya dalam bidang seperti ini. Sehingga tugas yang ia kerjakan dibawakannya dengan santai.

 

“Kyu! Kau sudah menemukan keberadaan wanita itu?!” Teriak Leeteuk dari dalam kamar mandi.

 

“Belum hyung! Sedikit lagi!” Sahut Kyuhyun.

 

“Biar kubantu-” Ucap Kibum sambil duduk di sebelah Kyuhyun yang sedang berkutat dengan laptopnya. Kibum menggeleng. “-sudah kutebak pasti main game-“ Dengan gerak cepat Kibum menekan tombol Close dan langsung menekan icon Browser. “-kau kira aku bodoh? Kau pasti memutekan game gilamu itu. Sekarang cepat lacak, akan kupanggilkan Sungmin hyung untuk menemanimu.” Kibum beranjak meninggalkan Kyuhyun.

 

“Ck. Tidak usah.” Jawab Kyuhyun memajukan bibirnya sambil berdecak, sinis.

 

“Kalau begitu Heechul hyung.”

 

“Oke, aku menyerah. Sungmin hyung sajalah.” Ucap Kyuhyun memulai aksi pelacakannya.

 

Kyuhyun mulai membuka situs Naver, melacak GPS dengan digit nomor yang sudah diberikan oleh hyungnya. Mencari satu persatu digit sebelum akhirnya menemukannya. Dia melotot lantas menyeringai.

 

“Bagaimana Kyu?” Terdengar suara Sungmin, mulai duduk di sebelahnya.

 

“Seperti yang hyung lihat?” Ucap Kyuhyun sambil menunjuk ke arah laptop menggunakan dagunya.

 

Sungmin mendekat ke arah laptop kemudian mengangguk puas sambil tersenyum.

 

“Cepat sekali, tidak salah kau selalu menjebol password gadget kami.” Puji Sungmin sambil mengacak rambut Kyuhyun.

 

“Kuterima pujiannya-“ Kyuhyun tersenyum. “-Yak! Hyungdeul! Aku sudah menemukannya!” Teriak Kyuhyun. Hyungdeulnya pun keluar dari persembunyiannya masing – masing. Memulai aksi pengepungan—semacam yang Leeteuk alami kemarin—.

 

“Aishh, jangan berdempetan begini! Aku sesak!” Celoteh Kyuhyun kesal.

 

Leeteuk keluar dari kamar mandi dengan baju kamar mandinya serta handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut.

 

“Minggir sedikit, aku mau lihat.” Perintah Leeteuk, semua menurut lantas menepi.

 

“Jadi dia sekarang ada di Cafe dekat Lotte World?”

 

“Tepat.” Ucap Kangin, Shindong mengangguk kemudian melirik ke arah Leeteuk.

 

“Jadi, kapan hyung membuat strategi?” Tanya Eunhyuk malas.

 

“Sekarang.” Jawab Leeteuk tenang.

 

~~~

 

August 8th 2002, Yard of Lotte World 12:02 p.m. KST.

 

Terlihat 2 orang agent yeoja cantik yang sedang menjalankan tugas mereka. Yang satu manis, yang satunya lagi agak seram. Partner yang cocok.

 

“Maknae setan itu brengsek! Berani – beraninya menyuruhku untuk menggunakan kostum sialan ini!” Decak Heechul sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan menghentak – hentakkan kakinya kesal.

 

“Sudahlah hyung, ini kan bagian dari strategi kita.” Ucap Sungmin menenangkan.

 

“Tapi, kenapa harus aku? Aishh, maksudku kenapa harus kita?”

 

“Mungkin, kita yang paling cocok memerankan bagian ini.” Sungmin tersenyum geli mengingat – ingat kejadian tadi, pada saat semua memegangi tangan Heechul takut – takut dia mengamuk saat dipakaikan kostum—baju wanita, tepatnya—.

 

“Tidak perlu make up juga kan? Ahhh sialan!-” Heechul masih saja mengumpat, tapi saat ia mengeluarkan kaca berniat untuk menghapus make up-nya..

 

“-kupikir ini tidak terlalu buruk-“ dia malah tersenyum sambil mengelus – elus pipinya. “-baru kali ini aku sadar dia jenius.” Heechul menyeringai, lalu memasukkan kembali kacanya ke tas jinjing Gucci yang bertengger manis di lengannya.

 

“Hyung, kurasa orangnya sudah sampai. Pin-ku sudah berkedip beberapa kali.” Kata Sungmin cepat.

 

“Hey setan! Tunjukkan padaku di mana wanita itu!” Ucap Heechul pada Handie Talkie (HT) yang sudah disamarkan sebagai Bross berbentuk bunga di kerah bajunya.

 

“Dia sudah masuk ke dalam Cafe di dekat situ, ahhh.. Cafe yang menjual Roti serta Coffee Espresso. Hyung masih ingat fotonya ‘kan?-” Kata suara Kyuhyun di seberang sana. Heechul tidak menjawabnya, ia malah memikirkan foto targetnya. “-aku tahu hyung bodoh. Sudah kukirimkan fotonya ke Sungmin hyung.” Lanjut Kyuhyun.

 

“Dia bilang aku bodoh?-“ ‘BIP’ “-kurang ajar! Sudah diputus.” Geram Heechul kemudian melepas Earphone yang ia kenakan.

 

“Hyung ingat ini fotonya.” Ucap Sungmin sambil memperlihatkan jam tangannya—jam tangan khusus—.

 

Heechul mengangguk kemudian menggandeng Sungmin masuk ke dalam Cafe, memulai penyamarannya sebagai wanita sembari berjalan melenggang dengan langkah yang dibuat secantik dan semanis mungkin.

 

~~~

 

August 8th 2002, B & C Cafe Express 12:05 p.m. KST.

 

Sungmin dan Heechul telah membawa pesanannya, mereka tinggal mencari tempat duduk yang strategis untuk memerhatikan gerak – gerik ‘target’ mereka.

 

“Hyung, tempat duduknya penuh. Bagaimana ini?” Tanya Sungmin ragu.

 

Heechul menyerigai, “Sepertinya aku tahu dimana.” Bisiknya.

 

Keduanya saling melirik kemudian tersenyum.

Mereka berdua pun berjalan mendekati meja dengan 4 kursi yang hanya diduduki oleh seorang wanita berumur hampir 40 tahunan. Berharap diperbolehkan duduk di sana.

 

“Anyeonghaseyo.” Sapa keduanya.

 

“Ne?”

 

“Ahjumma, bolehkah kami duduk di sini?” Tanya Heechul dengan suara yang dilembutkan.

 

“Ne, bolehkah kami duduk bersama ahjumma? Tempat duduk yang lain sudah penuh. Kami tidak akan mengganggu anda.” Sambung Sungmin dengan aegyonya.

 

‘Ahjumma’ itu hanya memandang keduanya heran.

 

“Baiklah kalau tidak boleh, kami akan berdiri menunggu pengunjung yang akan pulang.” Lanjut Heechul dengan raut sedih.

 

“Siapa bilang? Mari, mari duduk bersama.” Akhirnya si ‘ahjumma’ memperbolehkan sambil tersenyum.

 

~~~

 

“Aku tidak salah memilih Heechul hyung!” Teriak Kyuhyun bangga.

 

“Sungmin hyung juga hebat, magnae!” Protes Eunhyuk.

 

“Apa sih yang kalian debatkan?” Lerai Yesung.

 

“Kalian lihat? GPS Heechul hyung serta Sungmin hyung berada dekat dengan GPS target kita!” Terang Kyuhyun pada kedua hyungnya sembari melihat monitor laptopnya. Saking kencangnya bicara, hyungdeul yang lain mendengar dan mulai mendekat untuk melihat.

 

“Nah, itu berarti mereka berjalan sesuai rencana Leeteuk hyung!” Sambung Kyuhyun riang.

 

~~~

 

Setelah diperbolehkan duduk, Heechul dan Sungmin akhirnya memutuskan untuk mengajak ngobrol ‘Ahjumma’ ini. Siapa sangka kalau ‘Ahjumma’ yang berada di depan mereka ini adalah ‘target’ mereka berdua. Memang benar, bagian ini cocok untuk mereka berdua.

 

“Sepertinya ahjumma murung sekali?” Tanya Heechul sambil menyesap Moccacino Cream nya.

 

“Apa ahjumma ada masalah?” Tambah Sungmin.

 

‘Ahjumma’ itu mengangguk kemudian menyeruput Caramelatte nya.

 

“Yah, seperti yang kalian lihat.” Jawabnya kemudian.

 

“Kalau tidak keberatan ahjumma bisa kok menceritakannya pada kami.” Pancing Heechul.

 

“Ahjumma, sekarang jam berapa ya?” Tanya Sungmin.

 

“12 lebih 15 menit.” Balas ‘ahjumma’ itu.

 

“Ahh ternyata benar, jamku kecepatan. Gamsahamnida.” Ucap Sungmin sambil memutar pengatur jamnya kemudian meletakkan kedua siku tangannya tegak di atas meja. Sedikit bocoran. Itu hanya trik Sungmin. Sebenarnya ia menyalakan Recordernya untuk merekam sang Ahjumma target. Sungmin bersiap mendengarkan, sehingga ia meletakkan dagunya di atas punggung tangannya yang saling bertaut.

 

“Masalah ahjumma sepertinya rumit sekali, sehingga tidak ingin menceritakannya pada kami.” Heechul kembali memancing.

 

“Sangat rumit-” Ucap sang ‘ahjumma’ lesu. “-perusahaan suamiku bangkrut, suamiku meninggal.” Lanjutnya.

 

“Meninggal karena apa ahjumma?” Sungmin pura – pura kaget, mulai tertarik.

 

“Serangan jantung.” Jawab ‘ahjumma’ itu, matanya melirik kesana – kemari, tidak tenang. Oh, ternyata ahjumma ini berusah membohongi agent kita.

 

“Saya turut berduka cita.” Ucap Sungmin sambil mengelus tangan milik ‘ahjumma’ itu.

 

“Terima kasih.”

 

Heechul tersenyum samar. “Lalu, anda punya anak?” Tanyanya.

 

‘Ahjumma’ itu mengangguk. “Ya.” Jawabnya singkat.

 

“Pasti anak anda sedih sekali.” Sungmin kembali memasang raut sedihnya sambil meletakkan kembali tangannya setelah tadi mengelus sang ‘ahjumma’.

 

“Anakku tidak ada di rumah.”

 

Kali ini Sungmin yang tersenyum samar. “Kenapa? Apa dia kabur?” Tanyanya hati – hati.

 

‘Ahjumma’ itu menggeleng. “Tidak.”

 

“Lalu?” Pancing Heechul. Sungmin mulai menyedot Iced Fudge Ripple nya sedikit.

 

“Dia diculik.”

 

Sungmin hampir tersedak. Untung dia segera menghentikan aktifitasnya.

 

“Diculik?” Tanya Sungmin.

 

“Ya.”

 

“Kapan?” Heechul kembali mendesak.

 

“Entahlah. Tapi, 2 hari setelah kematian suamiku ada yang menerorku dan dia bilang bahwa anakku ada padanya.” ‘ahjumma’ itu menunduk. Tiba – tiba terdengar suara isakan walaupun hanya sekali tapi Sungmin dan Heechul tahu, ‘ahjumma’ inilah yang menangis.

 

“Ahjumma, jangan menangis. Pasti Tuhan akan membantumu.” Ucap Heechul, walau agak aneh saat ia mengucap ‘Tuhan’.

 

“Ya, terima kasih banyak. Hmm.. apakah kalian juga punya masalah?” Tanya ‘ahjumma’ itu sambil mengusap air matanya, cepat sekali mengubah emosi.

 

“Ya, aku sebenarnya kabur dari rumah karena kedua orang tuaku yang bercerai sibuk memperebutkanku-“ Ucap Heechul berbohong. Sungmin melirik bingung ke arahnya. “-akhirnya aku menginap di rumah temanku ini.” Lanjut Heechul sambil melirik ke arah Sungmin. Sungmin pun mengerti dan mengangguk.

 

“Aku punya solusi untuk kalian-” Ucap ‘ahjumma’ itu sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tas Hermes-nya.

 

“-ini.” Sambung ‘ahjumma’ itu sambil menyerahkan bungkusan kecil.

 

“Apa ini?” Tanya Sungmin heran. Heechul membuka bungkusan itu lalu menyeringai dalam hati.

 

“500.000 won untuk kalian.” Kata ‘ahjumma’ itu sambil tersenyum.

 

Sungmin mengernyit lalu menatap ‘ahjumma’ juga Heechul bergantian.

 

“Hmmm.. bagaimana kalau kucoba dulu, kalau berguna baru aku hubungi anda lagi.” Ucap Heechul menawar.

 

“Baiklah, ini kartu namaku. Gratis untuk kalian.” Jawab ‘ahjumma’ itu sambil tersenyum kemudian berlalu meninggalkan Heechul dan Sungmin di Cafe.

 

“Dapat.” Gumam Heechul lantas tersenyum.

 

~~~

 

August 8th 2002, At Dorm 14:33 p.m. KST.

 

“Hyung!” Kyuhyun berteriak, panik.

 

“Ada apa?” Sahut Yesung menghampiri.

 

“Tolong panggilkan Leeteuk hyung.” Suruh Kyuhyun gelisah.

 

“Baiklah.”

 

Dengan cepat Yesung telah membawa Leeteuk ke tempat Kyuhyun berada.

 

“Ada apa Kyu?” Tanya Leeteuk.

 

“Entahlah. Coba hyung perhatikan.”

 

Leeteuk memperhatikan laptop Kyuhyun, dahinya mengkerut. Bingung.

 

“Aish, aku sudah tahu pasti hyung tidak mengerti kan?-“ Tebak Kyuhyun cepat. “-ya, sinyal GPS nya hilang. Terakhir aku menemukannya di Gwangju, setelah itu hilang.”

 

Leeteuk mengangguk, mencoba memahami setiap kata yang Kyuhyun ucapkan padanya.

 

“3 Kemungkinan. 1, dia menonaktifkan HP-nya. 2, dia mematikan sinyal GPS-nya. 3-“ ucapan Kyuhyun terpotong, ia mengacak rambutnya frustasi.

 

Yang melihat ikut frustasi.

 

“-dia mengganti nomor HP-nya.” Sambung Heechul melanjutkan kalimat Kyuhyun yang sempat terpotong, ia tiba – tiba muncul di situ dengan kostum yang sedari tadi dipakainya.

 

“Arghhh! Lalu sekarang kita kehilangan jejaknya hyung! Bagaimana ini?” Kyuhyun menendang – nendang kaki meja, kesal.

 

Sungmin hanya menahan tawa melihatnya. “Kalian semua tenanglah, Heechul hyung dan aku sudah mendapatkan informasi yang akurat.” Terang Sungmin.

 

“Apa? Informasi apa?” Ryeowook muncul sambil membawa minuman untuk Sungmin dan Heechul.

 

“Sebaiknya kau cari dulu dengan nomor barunya.” Ucap Heechul. Ia segera memberikan kartu nama pada Kyuhyun, kemudian meneguk air yang dibawa Ryeowook hingga tandas.

 

Mata Kyuhyun berbinar. “Gomawo, hyung.” Ucapnya sambil tersenyum tulus. Kemudian ia kembali melakukan tugasnya.

 

 

Semuanya telah berkumpul—kecuali Kyuhyun yang masih berkutat dengan laptopnya walaupun dia juga ada di ruangan yang sama—.

Sungmin membuka jam tangannya kemudian membongkarnya perlahan. “Tolong ambilkan Tape Recorder-ku di laci nomor dua di dalam kamar samping lemari.” Pinta Sungmin pada Eunhyuk.

 

Eunhyuk bergegas mengambil, kemudian memberikannya pada Sungmin.

 

“Terima kasih-” Ucap Sungmin. “-nah tadi, aku sempat menyalakan Recorder-ku untuk merekam ucapan ‘target’ untungnya aku membawa jam tanganku. Sekarang dengarkan baik – baik.” Sungmin mulai memutar Tape-nya lalu meneguk air yang dibawa oleh Ryeowook hingga setengah gelas.

 

/ “Masalah ahjumma sepertinya rumit sekali, sehingga tidak ingin menceritakannya pada kami.” / “Sangat rumit-” “-perusahaan suamiku bangkrut, suamiku meninggal.” / “Meninggal karena apa ahjumma?” / “Serangan jantung.” /

 

Semua yang mendengar mengernyit bingung, lantas kembali menyimak percakapan itu.

 

/ “Saya turut berduka cita.” / “Terima kasih.” / “Lalu, anda punya anak?” / “Ya.” / “Pasti anak anda sedih sekali.” / “Anakku tidak ada di rumah.” / “Kenapa? Apa dia kabur?” / “Tidak.” / “Lalu?” / “Dia diculik.” /

 

Leeteuk berpikir, Kibum mengangguk kemudian Kyuhyun menautkan alis. Yang lainnya masih mencoba memahami percakapan tersebut.

 

/ “Diculik?” / “Ya.” / “Kapan?” / “Entahlah. Tapi, 2 hari setelah kematian suamiku ada yang menerorku dan dia bilang bahwa anakku ada padanya.” /

 

Kini Hankyung dan Henry yang mulai mengerti dengan percakapan itu.

 

/ “Ahjumma, jangan menangis. Pasti Tuhan akan membantumu.” /

 

Semua menoleh ke arah Heechul, Siwon tersenyum paling lebar. Yang diperhatikan malah melotot sambil menyuruh yang lain kembali mendengarkan Recorder itu.

 

/ “Ya, terima kasih banyak. Hmm.. apakah kalian juga punya masalah?” / “Ya, aku sebenarnya kabur dari rumah karena kedua orang tuaku yang bercerai sibuk memperebutkanku-“ “-akhirnya aku menginap di rumah temanku ini.” /

 

Eunhyuk dan Donghae hampir saja tertawa, beruntung Kyuhyun sudah mencubit pinggang mereka berdua sebelum Heechul ngamuk.

 

/ “Aku punya solusi untuk kalian-” “-ini.” / “Apa ini?” / “500.000 won untuk kalian.” / “Hmmm.. bagaimana kalau kucoba dulu, kalau berguna baru aku hubungi anda lagi.” / “Baiklah, ini kartu namaku. Gratis untuk kalian.” /

 

Recorder pun selesai diputar. Leeteuk menepuk bahu Sungmin bangga kemudian bertanya. “Apa yang wanita itu berikan padamu Ming?”

 

Sungmin bingung lalu menoleh ke Heechul. “Heechul hyung yang ditunjuki olehnya, aku tidak tahu.”

 

Semua menoleh ke arah Heechul, meminta jawaban.

 

“Ini, dia memberikan ini padaku.” Ucap Heechul malas seakan tau situasi sembari melempar bungkusan kecil yang sempat diberikan ‘ahjumma’ tadi.

.

.

.

.

.

TBC

 

Suka jalan ceritanya? Kira – kira apa ya isinya? Fic ini akan sedikit membingungkan apalagi kalau readers ga mengingat tanggal, waktu, dan tempat kejadian. Beberapa kata yang aku kasih tanda kutip itu bisa menjadi clue untuk kelanjutan fic ini. Aku masih dalam tahap belajar jadi mohon maaf kalo EYD masih amburadul^-^)/\ selamat membaca ya^^

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: