15 ‘X’ Agent: Murder Case of Business Rivalry [2/7]

15 'X' AGENT; MURDER CASE OF BUSINESS RIVALRY

Nama: gyuyomi88

Judul Cerita: 15 ‘X’ Agent: Murder Case of Business Rivalry (Chapter 2)

Tag: Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun, Henry.

Genre: Brothership, Sci-fi, Action

Rating: PG-13

Length: Chaptered

Catatan Author: DISARANKAN UNTUK MENGINGAT SETIAP TANGGAL, WAKTU DAN TEMPAT KEJADIAN YANG TERCATAT DI AWAL SCENE, Typos, EYD mungkin kurang tepat, sedikit OOC. THIS IS NOT YAOI! JUST BROTHERSHIP. If You Like It, Go Read It ;).

.

.

 

Recorder pun selesai diputar. Leeteuk menepuk bahu Sungmin bangga kemudian bertanya. “Apa yang wanita itu berikan padamu Ming?”

 

Sungmin bingung lalu menoleh ke Heechul. “Heechul hyung yang ditunjuki olehnya, aku tidak tahu.”

 

Semua menoleh ke arah Heechul, meminta jawaban.

 

“Ini, dia memberikan ini padaku.” Ucap Heechul malas seakan tau situasi sembari melempar bungkusan kecil yang sempat diberikan ‘ahjumma’ tadi.

 

Next Chapter

.

.

.

“Hyung, sebenarnya itu apa?” Bisik Kyuhyun saat Heechul ingin masuk ke dalam kamarnya.

 

“Kau lihat sendiri sajalah, aku ingin mengirit suaraku. Sana pergi!” Usir Heechul kemudian menutup pintu kamarnya cepat sebelum keduluan Kyuhyun.

 

“Dasar kakek tua pelit!” Umpat Kyuhyun sambil menendang dinding kamar Heechul.

~~~

 

August 8th 2002, At Dorm 14:40 p.m. KST.

 

Semua mengerubungi bungkusan itu. Masih berpikir, apakah harus dibuka atau tidak. Tapi mereka sepertinya penasaran. Sebelum itu, Yesung sempat – sempatnya memprediksikan isinya. “Pasti sejenis narkoba.” Walaupun tidak digubris oleh yang lain.

 

“Hyung, biar aku yang buka.” Usul Kangin.

 

“Semua, bersiap pakai masker dan sarung tangan.” Perintah Leeteuk.

 

Perlahan, Kangin membuka bungkusan itu. Seperti yang diprediksi Yesung- “Hyung, ini Opium.” Ucap Kangin. -isinya adalah narkotika terlarang, beruntung mereka menggunakan masker sehingga tidak sempat menghirupnya.

 

“Serahkan padaku akan kubuang di tempat aman.” Pinta Siwon. Kangin memberikannya, dengan sigap Siwon keluar rumah menuju halaman belakang.

 

“Apa yang kalian lakukan? Siang – siang sudah mau ‘main’ tanpa mengajakku ya?” Tanya Kyuhyun yang baru saja muncul, bukan bertanya. Menuduh tepatnya.

 

“Hei, tenang dulu. Tadi kami habis memeriksa bungkusan yang dibawa Heechul hyung.” Seru Eunhyuk.

 

Kyuhyun mendekat dengan tampan norak-nya.

 

“Kau tahu Kyu, apa yang Heechul hyung bawa?” Bisik Donghae.

 

“Apa? Apa? Jangan buat aku penasaran.” Desak Kyuhyun tidak sabaran.

 

“Benda berbahaya lho Kyu.” Goda Eunhyuk.

 

“Kamu pasti tidak akan percaya.” Timpal Donghae. Kyuhyun tidak sadar, padahal sejak tadi Donghae dan Eunhyuk sedang main mata sambil menahan tawa.

 

“Aishh-“ Kibum menarik tangan Kyuhyun, kemudian melepas maskernya. “-yang tadi itu isinya narkotika.” Ucap Kibum. Kyuhyun membelalakkan mata.

 

“Narkotika? Obat terlarang, begitu?”

 

“Ya-” Sahut Leeteuk. “-Eunhyuk dan Donghae tadi hanya mempermainkanmu.” Sambung Leeteuk seraya menunjuk ke arah Eunhyuk dan Donghae yang sudah memegangi perut mereka sambil cengar – cengir.

 

Kyuhyun melirik ke arah Eunhyuk dan Donghae, memberi Death Glare gratisnya. Yang ‘diberi’ akhirnya tidak berkutik. Tak lama kemudian, Siwon masuk sambil mengusap keringat yang mengalir di pelipisnya.

 

“Kau apakan benda itu?” Tanya Leeteuk.

 

“Sudah kubakar, lalu abunya aku kubur.” Jawab Siwon sembari menuju dapur untuk mengambil minum.

 

“Baiklah. Gomawo, Siwon-ah.”

~~~

 

August 8th 2002, At Dorm 18.00 p.m. KST.

 

“Strategi pertama berhasil, setelah ini aku ingin mengetahui tempat penculikan Jang You Ra.” Ucap Leeteuk di tengah – tengah dongsaengnya.

 

“Coba Heechul hyung hubungi Ahn Geum Ra.” Usul Shindong yang langsung disetujui Leeteuk.

 

Heechul mengangguk kemudian mulai mengetik nomor telepon Ahn Geum Ra. ‘Tut Tut Tut’. Tersambung. Dengan cepat Heechul menyalakan Speaker Handphone-nya. Dan Henry bergegas mengambil Recorder, sudah siap untuk merekam setiap percakapan mereka berdua.

 

/ ‘Tut’ / “Yeoboseyo.” / “Ne, Yeoboseyo. Ini aku yang tadi menawar padamu di B & C Cafe Express. Anda masih ingat?” / “Oh, ya tentu saja. Bagaimana? Kau ingin memesan lagi?” / “Ya, aku ingin memesan lagi. 5 bungkus, berapa harganya?” / “2.500.000 won, ahh tapi kau pelanggan baru aku berikan diskon jadi hanya 2.000.000 won.” / “Baiklah, kapan kau kirim?” / “Secepatnya.” / “Alamatku menyusul, oke.” / “Tidak masalah.” / ‘Tut’ /

 

“Lancar. Jadi, alamat mana yang akan kau kirimkan?” Tanya Leeteuk antusias.

 

“Alamat rumah ini.” Jawab Heechul santai.

 

“Mwo?” Satu ruangan shock. Berpikir bahwa Heechul sudah gila.

 

“Hyung sedang sakit ya?” Ucap Kyuhyun, lantas memegang dahi Heechul dengan punggung tangannya.

 

“Singkirkan. Sudahlah, ikuti saja kataku oke.” Kata Heechul sambil menepis tangan Kyuhyun kemudian menatap semuanya bergantian seakan memberi keyakinan.

 

To: Ahn Geum Ra

 

Kirim ke asrama di daerah Gwangjin-gu. Kamarku di lantai 11 tapi temanku di lantai 12 jadi bagi 2 paketnya, kirim ke lantai 11 juga lantai 12 atas nama Hee Shi Kka. Terima kasih.

 

From: <010-2483-9430>

 

“Dia tidak membalas hyung, payah.” Gumam Heechul.

 

“Hyung, apa maksudmu mengirimnya menjadi 2 paket?” Ryeowook bingung.

 

“Aku hanya ingin menge-test dia saja, sejauh mana dia serius dalam bisnis illegal-nya itu-” Terang Heechul. “-ah ya, Kyu! Dimana keberadaan wanita itu sekarang?”

 

“Di daerah pasar ikan Donghai.”

 

“Baiklah, gomawo Kyu.” Ucap Heechul kemudian masuk ke dalam kamarnya.

~~~

 

August 8th 2002, At Dorm 20:05 p.m. KST.

 

Malam harinya, waktunya bersantai. Mereka semua sibuk dengan aktifitas masing – masing. Bahkan masih ada yang sempat main game, padahal dia ditugaskan untuk mengawasi ‘target’-nya. Siapa lagi kalau bukan si ‘setan’.

 

‘Ting Tong’

 

“Yesung hyung, siapa yang datang?” Tanya Ryeowook sambil menonton TV di ruang tengah.

 

“Sepertinya paket yang dipesan Heechul hyung-” Jawab Yesung seraya memegang kotak berwarna coklat dan mengecek alamatnya. “-Kyu! Dimana wanita itu sekarang?” Teriak Yesung.

 

“Masih di pasar ikan Donghai!” Sahut Kyuhyun juga berteriak.

 

Yesung bingung harus apa. Akhirnya Yesung segera memanggil Leeteuk lalu menyuruh Leeteuk untuk mengumpulkan semuanya ke ruangan di mana Kyuhyun sedang melacak keberadaan wanita target mereka.

 

“Ada apa lagi?” Ucap Heechul dengan wajah kusutnya.

 

“Ada yang tidak beres di sini.”

 

“Yesung hyung jangan bergurau deh.” Kekeh Kangin.

 

Leeteuk yang mengerti keadaan langsung merebut kotak kiriman untuk Heechul dari tangan Yesung dan mengeceknya, benar saja. Ada yang tidak beres.

Tak lama, Hankyung, Zhoumi, dan Henry masuk ke lantai 11 dengan membawa kotak yang sama. Leeteuk kembali merebut kotak itu dan jawabannya sama. Ada yang tidak beres.

 

“Sebenarnya ada apa sih?” Kyuhyun akhirnya turun tangan, malas juga melihat hyungdeul-nya tutup mulut.

 

Kibum secara tak sengaja menangkap ke’tidak-beresan’ itu, ia langsung saja berceloteh. “Hyungdeul, coba kalian lihat, alamat yang ada di sini berbeda dengan keberadaan target kita sekarang. Di alamat ini tertulis pengirimnya IJ Group, dan ada stempel resminya. Nah sedangkan target kita sekarang berada di Pasar Ikan Donghai. Jadi kesimpulannya ada yang tidak beres.” Jelas Kibum.

 

Akhirnya semua mengangguk dan kembali mencari jalan keluar masing – masing.

 

“Kalau begitu kenapa Kyuhyun tidak mencari tahu saja apa itu IJ Group.” Usul Ryeowook langsung.

 

“Ahh, benar-“ Kyuhyun memulai pencariannya. “-IJ Group, nama baru untuk perusahaan JYG Company. Mereka sepakat untuk mengganti namanya karena petinggi perusahaan mereka yang sekarang juga mengganti bidang bisnis mereka.” Kata Kyuhyun, membaca setiap alinea yang terpampang di situs resmi perusahaan itu. Semua mengangguk paham.

 

“Mereka menggantinya menjadi bisnis apa?” Tanya Eunhyuk sambil menerawang ke langit – langit asrama.

 

“Dengan bisnis Property.” Jawab Kyuhyun singkat.

 

“Ahh, mana mungkin bisnis property. Property narkotika begitu? Kekanakkan. Pasti hanya akal – akalan mereka saja, coba aku lihat kartu nama Ahn Geum Ra.” Pinta Heechul.

 

Kyuhyun pun memberikan kartu nama yang dari tadi berada di samping laptop-nya kepada Heechul. Kemudian Heechul membaca seluruh tulisan yang tertera di sana dari ujung sampai ujung. Donghae penasaran, akhirnya mendekat dan ikut membaca. Keduanya melirik, lalu kembali membaca. Setelah dikira ‘dapat’, mereka menyudahinya.

 

“Ini. Ada tulisan IJG tepat di ujung pojok kanan bawah.” Ucap Donghae.

 

“Bisa jadi itu IJ Group.” Sambung Heechul.

 

“Berarti, Ahn Geum Ra selama ini bekerja di sana. Tapi sebagai apa? Petinggi baru?” Kibum mencoba menebak – nebak apa yang ada dalam pikirannya.

 

Kyuhyun yang tanggap, langsung mengetikkan beberapa kata dalam laptop-nya dan kembali menemukan sesuatu. “Ya hyung, dia adalah petinggi di sana. Mungkin menggantikan suaminya?” Ujar Kyuhyun sambil menatap hyungdeul-nya.

 

“Tidak. Kalau dia petinggi perusahaan itu, untuk apa repot – repot menjual narkotikanya sendiri ke lapangan?” Bantah Ryeowook.

 

“Hyung, what if you hacked into the her phone company’s network?” Saran Henry sambil menepuk pundak Kyuhyun.

 

“Okay, brother.” Jawab Kyuhyun sambil tersenyum ringan, kemudian memulai aksi penyusupannya.

 

Kyuhyun mengetikkan nomor telepon perusahaan IJ Group pada kolom software khusus di laptopnya yang dapat menembus ke dalam jaringan operator, sehingga ia dapat mengetahui nomor telepon siapa saja yang menghubungi telepon perusahaan IJ Group. Ia lalu menemukan banyak sekali nomor telepon, rencananya ia akan memeriksa nomor telepon itu satu persatu tapi apa boleh buat. Terlalu banyak nomor telepon hingga kepalanya berdenyut.

 

“Hyung, tolong bantu aku. Ambil laptop kalian dan selidiki nomor telepon ini satu persatu. Aku dan Sungmin hyung nomor 1 sampai 50, Donghae dan Eunhyuk nomor 51 sampai 100, Kibum dan Heechul 101 sampai 150, Kangin dan Leeteuk 151 sampai 200, Yesung dan Ryeowook 201 sampai 250, Siwon dan Shindong 251 sampai 300, Hankyung, Zhoumi, dan Henry 301 sampai 375. Bisa ‘kan?” Pinta Kyuhyun dengan tampang memelas.

 

Hyungdeul-nya mengangguk. Beberapa dari mereka segera mengambil laptop lalu duduk di ruang tengah bersama – sama untuk memberikan informasi satu sama lain.

 

45 minutes later. 20:50 p.m. KST.

 

“Sudah dapat?” Tanya Sungmin.

 

“Belum hyung, masih ada beberapa nomor lagi. Sedikit lagi, hanya kurang dari 10 macam nomor telepon.” Jelas Kyuhyun.

 

“Aish, mataku berair-” Gumam Eunhyuk kemudian beranjak untuk mengambil obat tetes mata. Tak lama setelah ‘ritual’ tetes matanya selesai, ia kembali melanjutkan aktifitasnya. “-kasian juga anak itu harus selalu duduk di depan laptop. Tidak selamanya mengasyikkan ternyata.” Gumam Eunhyuk lagi dalam hati.

 

“Dapat!” Seru Heechul.

 

“Mana hyung?” Teriak semuanya seraya mengerubungi Heechul.

 

“Bukan aku hei! Tadi aku sempat melirik ke laptop Hankyung, dia yang mendapatkan nomor teleponnya.” Terang Heechul sambil mendorong – dorong dongsaengdeul-nya kasar.

 

“Hankyung hyung! Kau mendapatkan nomor telepon siapa?” Tanya Ryeowook penasaran.

 

Hankyung mengangkat bahu kemudian menunjukkan. “Kwan Jung Il.” Ucapnya.

 

Akhirnya kali ini Hankyung-lah yang dikerubungi mereka semua—kecuali Kyuhyun—. Namun mereka hanya diam memerhatikan layar laptop karena bingung harus berbuat apa.

 

“Hyung! Berikan nomor telepon Kwan Jung Il padaku!” Teriak Kyuhyun dari tempat duduknya.

 

“121 – 2673 – 3328” Sahut Shindong membaca deretan nomor di depan laptop Hankyung.

 

Kyuhyun kembali mengetik nomor telepon itu dan melacak GPS-nya. Beruntung, dia mendapat lokasi di mana Kwan Jung Il berada.

 

“Hyung, kapan terakhir kali dia menelepon ke perusahaan?” Tanya Kyuhyun.

 

“Hari ini pukul 19:45 KST.” Jawab Zhoumi yang ikut mengcopy Link dari laptop Hankyung ke laptop-nya.

 

“Aku akan memutar percakapan terakhirnya di telepon perusahaan. Tapi aku harus memecah keamanan telepon perusahaan dulu, agak lama tapi aku akan mencobanya.” Ucap Kyuhyun disertai anggukan yang lain.

 

Butuh beberapa menit bagi Kyuhyun untuk mencoba mengalihkan keamanan telepon perusahaan. Hyungdeul – nya masih setia menunggu, bahkan Siwon tidak henti – hentinya merapalkan do’a dari mulutnya. Kibum tersenyum penuh arti dan Eunhyuk yang sudah tidak tenang akhirnya memilih untuk duduk di belakang Kyuhyun. Serta Henry dan Hankyung tanpa disuruh telah mengambilkan jus jeruk untuk mereka semua. Mereka masih duduk diam, tidak ingin mengganggu magnae setan mereka bekerja. Sesekali Shindong menyuapinya makanan ringan dan Sungmin bertugas memaksanya untuk minum dulu. Kadang mereka menarik napas saking tegangnya.

 

“Berhasil hyung. Cepat ambil Recorder.” Akhirnya semua lega dan tersenyum dalam hati, mereka tidak ingin bersorak karena mereka tahu Kyuhyun tidak suka orang yang terlaru norak, padahal dia sendiri seperti itu. Mungkin dia takut tersaing.

 

Yesung segera mengambil Recorder Sungmin di atas Salon dekat TV, kemudian meletakkannya di samping laptop Kyuhyun. Pas di dekat Speaker.

 

/ ‘Tut’ / “Yeoboseyo, dengan Customer Service IJ Group. Ada yang bisa saya bantu?” / “Ini Kwan Jung Il, tolong kirimkan 5 bungkus kecil Opium ke asrama di daerah Gwangjin-gu lantai 11 dan lantai 12.” / “Ne, Sajangnim. Akan saya kirim.” / ‘Tut’ /

 

‘Click’

 

Henry mematikan Recorder-nya dan menatap Kyuhyun.

 

“Sial! Dia hanya bicara itu saja? Apa kita dapat informasi dari sini? Percuma.” Kesal Kyuhyun.

 

“Tentu saja kita dapat. Kalian dengar tadi dia bilang apa?-” Ucap Kibum merebut Recorder dari tangan Henry kemudian memutar ulang bagian akhirnya. / “Ne, Sajangnim. Akan saya kirim.” / “-dia bilang ‘Sajangnim’.” Lanjut Kibum mematikan Recorder itu dan mengembalikannya pada Henry.

 

“Berarti, dia termasuk orang penting dalam perusahaan itu.” Ujar Leeteuk mulai mengerti.

 

“Bukankah kau tadi sudah melacak orang itu? Di mana dia sekarang?” Tanya Siwon pada Kyuhyun.

 

“Sudah. Di Amerika Serikat, sepertinya dia sedang jalan – jalan karena letaknya dekat dengan Liberty.” Jawab Kyuhyun sambil kembali membuka GPS.

 

“Coba buka Website IJ Group lagi.” Usul Shindong.

 

Kyuhyun membukanya lagi dan menatap hyung ‘chubby’ – nya malas. “Untuk apa.” Tanyanya.

 

“Hanya memastikan, siapa petinggi perusahaan itu sebenarnya.” Ucap Shindong tidak jelas, karena di mulutnya menggantung roti coklat panggang hangat.

 

Kyuhyun mengangguk, lalu menggeser duduknya sedikit. “Gantikan aku. Pegal.” Gumamnya sambil meregangkan otot ke kanan dan ke kiri.

 

Kibum mengerti, akhirnya dia dengan sigap menggantikan Kyuhyun. Dia mulai membaca setiap artikel yang tercetak rapi di laptop Kyuhyun, sesekali mengangguk dan memicingkan mata sampai menemukan sesuatu yang janggal—menurutnya—.

 

“Kwan Jung Il juga bekerja di sini sebagai CEO-” Terang Kibum pada hyungdeul-nya. “-masuknya dia ke perusahaan JYG Company sama dengan hari di mana nama perusahaan itu diganti menjadi IJ Group dan berubah menjadi bisnis Property-“ Lanjutnya, hyungdeul-nya mulai menangkap kejanggalan. “-dan hari itu juga Ahn Geum Ra diangkat menjadi penerus perusahaan setelah kematian suaminya-” Baca Kibum sampai habis. “-Tanggal 7 Agustus 2002. Tepat saat hari di mana kita semua ‘bermain’ karena salah satu Petinggi Bank disekap di gedung bekas bengkel dekat Museum Sejarah Seoul dan Bank-nya dibobol paksa oleh seseorang yang ternyata adalah perempuan.” Tambah Kibum.

 

“Sampai saat ini perempuan itu belum tertangkap karena kasus pembobolannya sangat rapi tanpa bukti atau pun sidik jari-” Sambung Sungmin. “-polisi tau dia adalah perempuan dari CCTV Bank saat perempuan itu masuk. Setelah perempuan itu masuk, sesaat kemudian CCTV mati, mungkin salah satu trik wanita itu.” Terang Sungmin.

 

“Sekarang coba periksa nomor telepon siapa saja yang pernah dihubungi oleh Kwan Jung Il.” Suruh Leeteuk pada Kibum. Kibum mengangguk dan kembali mencari tahu.

 

“Tidak ada nomor telepon yang mencurigakan, hanya rekan bisnis dan atasannya.”

 

“Atasannya? Ahn Geum Ra maksudmu?”

 

“Hm.” Kibum berdeham sebagai jawabannya.

 

“Semua yang meneleponnya lelaki?” Tanya Kangin.

 

“Tidak. Satu – satunya perempuan yang dia telepon, Ahn Geum Ra sendiri.” Sahut Eunhyuk ikut melihat laptop.

 

“Kalau begitu, tunggu apa lagi. Cepat masuk ke jaringan telepon Kwan Jung Il serta Ahn geum Ra sekaligus. Rekam percakapan mereka dari pertama kali menelepon sampai terakhir kali.” Ucap Kyuhyun yang dari tadi sibuk membunyikan tulang – tulangnya yang pegal.

 

“Baiklah.” Balas Kibum singkat.

 

Kibum tahu sedikit soal cara masuk ke jaringan telepon walau tidak secerdik Kyuhyun, paling tidak dia sering melihat Kyuhyun. Memang dia harus menebak – nebak Password terlebih dahulu tidak seperti Kyuhyun yang langsung bisa masuk. Tapi untunglah Password-nya lebih mudah dari yang Kibum bayangkan. Password yang biasa dipakai oleh Operator.

 

“Berikan padaku, Recorder-nya.” Pinta Kibum.

 

< Kwan Jung Il called Ahn Geum Ra, August 5th 2002 12:02 p.m. KST.>

 

‘Click’

 

/ ‘Tut’ / “Yeoboseyo.” / “Kerjamu bagus sekali.” / “…” / “Anakmu ada di tanganku.” /

 

Semua hampir terlonjak, kaget sekaligus senang juga karena mendapat petunjuk baru.

 

“Belum tentu itu suara Kwan Jung Il.” Bisik Donghae, namun..

 

/ “Kwan.. Kwan Jung Il? Apa maumu?” / “Ya. Bobol Bank di Seberang perusahaanku, kalau ingin anakmu.. aishh anak kita selamat.” / ‘Tut’ /

 

“Anak kita?” Ryeowook ragu – ragu dengan pikirannya.

 

“Masih ada lagi beberapa percakapan mereka berdua di telepon-” Terang Kibum. Kemudian menekan lagi percakapan ‘mereka’ yang lainnya. “-kali ini Ahn Geum Ra duluan yang menelepon.”

 

< Ahn Geum Ra called Kwan Jung Il, August 7th 2002 20:09 p.m. KST.>

 

/ ‘Tut’ / “Halo sayang.” / “Hei pembohong! Kau bilang akan mengembalikan anakku!” / “Dia anakku juga, sebaiknya kali ini aku yang mengurusnya. Kau tidak mengurusnya dengan baik. Ayo nak, bicara pada eomma mu-.” “-Eomma!!” / “You Ra!” / “Kalau kau ingin menjenguknya, datanglah besok ke rumahku di Busan, carilah 1 komplek yang menghadap ke arah Pantai Haeundae no. 7.” / ‘Tut’ /

 

“J-jadi, You Ra yang sebenarnya adalah anak mereka?”

 

“Wookie, entahlah. Tapi sepertinya ya-“ Jawab Leeteuk. “-bukan hanya persaingan bisnis, tapi juga cinta.” Lanjutnya.

 

“Jadi, yang membobol Bank adalah Ahn Geum Ra?” Donghae menyimpulkan.

 

“Seperti yang diucapkan wanita itu saat aku dan Heechul hyung mengajaknya mengobrol-“ Sungmin menerawang. / “Entahlah. Tapi, 2 hari setelah kematian suamiku ada yang menerorku dan dia bilang bahwa anakku ada padanya.” / “-anaknya diculik 2 hari setelah kematian suaminya. Dan penculiknya adalah saingan suaminya sendiri. Juga, mungkin saja Kwan Jung Il selingkuhannya ‘kan?”

 

“Bukan mungkin lagi. Mereka sudah punya anak berarti mereka memang saling mencintai.” Bantah Kangin.

 

“Berarti demi membebaskan anaknya, dia rela membobol bank. Uangnya diberikan ke Kwan Jung Il lalu oleh Kwan Jung Il dibuat untuk membangun bisnis kembali?” Kyuhyun ikut menimbrung.

 

“Dan karena perusahaannya bangkrut serta disita oleh bank yang berada tepat di seberang perusahaannya, maka dari itu dia memilih untuk membobol bank itu sebagai bentuk balas dendam. Juga memakai perusahaan JYG Company sebagai tempat untuknya berbisnis kembali dengan mengatasnamakan kekasihnya, Ahn Geum Ra.” Jelas Leeteuk.

 

“Ya. Aku mulai menangkap-“ Cetus Heechul. “-Ahn Geum Ra hanya seorang Distributor. Yang Presdir sebenarnya adalah kekasihnya sendiri, Kwan Jung Il.” Lanjutnya sambil mengelus – elus dagunya dengan jari telunjuk serta ibu jarinya.

 

“IJ Group, itu pasti inisialnya sendiri. Jung Il. Hanya saja dibalik olehnya agar kita tidak curiga-“ Kekeh Yesung. “-terlalu mudah.”

 

“Lalu apa dia masih melakukan semua yang disuruh oleh Kwan Jung Il?” Hankyung bertanya pada dirinya sendiri.

 

“Bisa saja-” Potong Kyuhyun “-di rekaman Sungmin hyung wanita itu bilang, anaknya diculik. Mungkin belum dikembalikan hingga saat ini, sehingga Kwan Jung Il mengancamnya menggunakan anaknya. Ahh ralat, anak mereka maksudku.”

 

“So, where’s her daughter right now?” Tanya Henry.

 

“Mungkin bersamanya, sedang ikut tour ke U.S.A?” Ucap Siwon.

 

“Kalau begitu Siwon dan Henry besok kalian ke U.S.A. Akan kulaporkan pada Jaksa Shin bahwa kita sudah mengetahui sedikit identitas asli dari target kita. Passport dan Visa tinggal tunjukkan kartu tanda pengenal kalian pada petugas bandara, aku dan pihak Kepolisian Seoul yang akan mengurus. Naiklah pesawat pribadi Pola Air Car dengan inisial FA-0509. Pesawat itu sudah dikhususkan untuk kita.” Jelas Leeteuk panjang lebar.

 

Siwon dan Henry mengangguk mengiyakan.

 

“Baiklah. Simpan tenaga serta pikiran kalian untuk besok. Selamat beristirahat.” Kalimat Leeteuk mengakhiri rapat rahasia malam itu.

~~~

 

August 9th 2002, At Dorm 06:58 a.m. KST.

 

Semua telah berkumpul di meja makan dengan tubuh yang masih sibuk ‘mengumpulkan nyawa’. Ya, pagi – pagi bangun sudah pekerjaan mereka beberapa tahun belakangan. Bukan saudara kandung, bukan teman satu sekolah atau pun kenalan. Latar belakang mereka yang sama-lah yang membawa mereka tinggal dalam 1 atap asrama.

 

Mereka semua terlahir di sebuah keluarga kaya, ada beberapa dari keluarga yang berkecukupan, keberadaan mereka tidak diterima di rumah atau pun keluarganya. Maka dari itu mungkin ‘insting’ mereka lah yang membawa mereka kesini, direkrut oleh Leeteuk untuk menjadi ‘X’ Agent. Karena memang cita – cita mereka sama. Mereka juga punya potensi untuk itu. Entahlah, kenapa bisa sama.

 

“Kyu, makan yang banyak, hari ini tugasmu Double.” Ucap Sungmin sambil memasukkan ikan salmon segar ke dalam mangkuk Kyuhyun.

 

“Ya, hyung. Gomawo.”

 

“Cih. Yang dipanggil hyung selalu Sungmin. Yang lainnya ‘HyukHyuk’ lah, ‘Hae’ lah, ‘Wookie’ lah.” Decih Heechul.

 

“Eunhyuk hyung, Donghae hyung, Ryeowook hyung-“ gumaman Kyuhyun membuat ketiganya menoleh. “-sudah ‘kan?” Ucap Kyuhyun sekenanya lantas mengunyah makanan di mulutnya.

 

“Apa Ahn Geum Ra sudah menjenguk anaknya ya hyung?” Tanya Ryeowook pada Leeteuk sambil mengunyah ddeokbokki sarapannya.

 

Leeteuk melirik Kyuhyun sekilas. Yang ‘dilirik’ mengangkat kedua alisnya bersamaan. “Ya. Dia sudah menjenguk anaknya.”

 

“Ya hyung, kemarin aku kembali melacaknya dan sinyal GPS-nya berjalan ke arah Pantai Haeundae.” Sambung Kyuhyun kemudian meneguk susunya sedikit.

 

“Dia sudah bertemu anaknya atau belum ya?” Tanya Yesung pada dirinya sendiri.

 

“When do I and Siwon hyung go, Teuk hyung?” Tanya Henry.

 

“Setelah ini.” Jawab Leeteuk singkat sambil menjumput asparagus dari dalam mangkuknya.

~~~

 

August 9th 2002, Incheon Airport 07:30 a.m. KST.

 

Siwon dan Henry rupanya sudah berangkat ke Bandara Incheon tanpa ditemani yang lain tentunya. Bisa – bisa identitas mereka terbongkar kalau semuanya ikut. Siwon dan Henry tengah bersantai di tempat duduk khusus untuk para calon penumpang sambil sedikit merilekskan tubuh mereka. Karena setelah ini tubuh mereka akan dipaksa Standby.

 

Akhirnya, daripada bosan Siwon ber-inisiatif untuk menghubungi Kyuhyun dengan HT super canggihnya.

 

“Kyu, aku baru sampai Bandara Incheon. Sebentar lagi aku akan masuk ke pesawat.” Ucap Siwon sambil sedikit mendekatkan mulutnya ke arah HT yang sudah terselip di balik dasi yang ia kenakan.

 

“Baiklah, hyung harus ingat kalau Name Tag khusus yang dipasang di jas hyung berkedip itu berarti hyung sudah dekat dengan target.” Kata suara Kyuhyun di seberang sana. Siwon melirik Name Tag-nya—Tepatnya alarm yang sudah disamarkan—.

 

“Ya.” Jawab Siwon.

 

“Ahh, satu lagi. Aku khawatir hyung lupa dengan wajah si target mangkanya aku sudah mengirimkan fotonya pada Henry.”

 

Siwon menatap Henry, dengan cepat Henry menunjukkan foto yang sudah terkirim di jam tangannya pada Siwon. Henry nyengir, kemudian mengacungkan ibu jarinya pada Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya.

 

“Baiklah, terima kasih.”

 

“Oke hyung, selamat beraksi ya! Fighting!” ‘BIP’

 

Siwon tersenyum mendengar suara Kyuhyun, melepas Earphone-nya lantas melihat papan monitor jadwal penerbangan. Kemudian ia melihat jam tangan Casio-nya sekilas lalu menarik Henry untuk mengikuti langkah kakinya menuju pesawat yang sudah menunggu mereka.

~~~

 

August 9th 2002, John F. Kennedy International Airport 21:25 p.m. KST.

 

Siwon baru saja memasuki kawasan Bandara Internasional JFK, New York. Ramai, sumpek, namun bersih itulah kesan pertamanya. Tak lama, dia kembali tersambung dengan Kyuhyun lewat HT.

 

“Hyung dapat tugas untuk mengawasi Jang You Ra dari sana-” Terdengar suara Kyuhyun. “-kalau bisa sih membawanya pulang tanpa mengetahui identitas asli kita.”

 

“Bagaimana caranya?” Balas Siwon agak mendekatkan bibirnya pada kerah kemeja yang ia kenakan.

 

“Mudah sih hyung, tapi aku yakin identitas kita akan ketahuan. Sudahlah. Hyung pastikan saja kalau Jang You Ra di sana baik – baik saja dan tidak terluka sedikit pun. Oke?”

 

“Ya. Tapi dimana dia sekarang?”

 

“Sekarang sinyal GPS Kwan Jung Il berhenti di suatu tempat. Hmmm.. sebelah utara dari Patung Liberty, coba ke sebelah utara hyung! Aku tidak tahu pastinya di mana.” Bohong jika Kyuhyun bilang bahwa ia tidak tahu keberadaan Kwan Jung Il. Jelas – jelas ia yang mengetahui bahwa Kwan Jung Il berada di luar negeri. Bocah ini memang sengaja menjahili Siwon.

 

“Aishh, anak ini.” Geram Siwon. Siwon belum menyadari kalau ia telah ditipu Kyuhyun, jadi ia hanya mengiyakan saja intruksi Kyuhyun di seberang sana.

 

Padahal Siwon tidak tahu, Kyuhyun sudah menahan tawanya di sana. “Santai hyung, aku sudah menyambungkan GPS ku ke Mini Watch LCD Henry. Titik merah adalah ‘target’. Titik biru adalah kalian berdua.”

 

“Oke.” ‘BIP’

 

Siwon dan Henry memulai misi pencarian mereka. Ya, mengikuti arah GPS yang Kyuhyun sambungkan. Secepat kilat mereka sampai ke Patung Liberty berada dengan menggunakan bis. Setelah itu mereka kembali melihat ke layar Mini Watch LCD Henry. Menerka – nerka arah, yah walaupun disitu hanya menunjukkan arah ke utara. Terus ke utara, sampai mereka berhenti di antara hotel dan apartemen. Mereka bingung harus ke mana, karena target sebenarnya sudah dekat. Kalau saja Kyuhyun langsung memberitahu lokasinya dimana, Siwon dan Henry tidak perlu susah seperti sekarang. Tapi bagi Kyuhyun itu sama sekali tidak menantang.

 

“Kita berpencar-” Akhirnya Siwon memberi keputusan. “-aku hotel, kau apartemen.”

 

“Okay hyung, let’s action.”

.

.

.

.

.

TBC

Apa pendapat kalian mengenai FF ku? Dimana ‘target’ mereka berada? Hotel? Or apartemen? Ikuti terus kelanjutannya ya^^ Gomawo telah me-review, masukan kalian sangat berarti untuk saya sebagai pembuat FF yang baru belajar loh ^3^)b

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: