15 ‘X’ Agent: Murder Case of Business Rivalry [3/7]

15 'X' AGENT; MURDER CASE OF BUSINESS RIVALRY

Nama: gyuyomi88

Judul Cerita: 15 ‘X’ Agent: Murder Case of Business Rivalry (Chapter 3)

Tag: Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun, Henry.

Genre: Brothership, Sci-fi, Action

Rating: PG-13

Length: Chaptered

Catatan Author: DISARANKAN UNTUK MENGINGAT SETIAP TANGGAL, WAKTU DAN TEMPAT KEJADIAN YANG TERCATAT DI AWAL SCENE, Typos, EYD mungkin kurang tepat, sedikit OOC. THIS IS NOT YAOI! JUST BROTHERSHIP. If You Like It, Go Read It😉.

.

.

Siwon dan Henry memulai misi pencarian mereka. Ya, mengikuti arah GPS yang Kyuhyun sambungkan. Secepat kilat mereka sampai ke Patung Liberty berada, dengan menggunakan bis. Setelah itu mereka kembali melihat ke layar Mini Watch LCD Henry. Menerka – nerka arah walau hanya ke arah utara. Terus ke utara, sampai mereka berhenti di antara hotel dan apartemen. Mereka bingung harus ke mana, karena target sebenarnya sudah dekat.

 

“Kita berpencar-” Akhirnya Siwon memberi keputusan. “-aku hotel, kau apartemen.”

 

“Okay hyung, let’s action.”

 

Next Chapter

.

.

.

August 9th 2002, At Dorm 21:43 p.m. KST.

 

Suasana dorm ini masih terjaga, walau terlihat lebih damai dari pada sebelum – sebelumnya. Sungmin menggantikan Kibum berjaga di samping Kyuhyun, memijitinya kalau – kalau Kyuhyun merasa pegal. Yang lainnya sibuk dengan urusan masing – masing, tapi Yesung sengaja menyempatkan diri untuk berjaga di samping Kyuhyun juga. Takut terjadi insiden ‘Kyuhyun kepergok Kibum’ lagi seperti waktu itu.

 

Walaupun Kibum tidak memberitahu mereka semua, tapi ‘indra ke 6’ Yesung menangkap hal – hal aneh yang tidak diketahui oleh mereka semua. Ck, mistis.

 

“Hei, Kyu apa yang kau lakukan huh?” Tegur Yesung—nah kan, dia menangkap hal – hal ‘aneh’ lagi—.

 

“Apalagi hyung? Jangan selalu berprasangka buruk padaku sih, aishh.” Keluh Kyuhyun. Dia memang suka merasa risih dengan perlakukan hyung – nya yang satu ini. Seperti selalu dia saja yang salah di situasi seperti ini.

 

Sungmin yang dari tadi asik memijit pun akhirnya ikut menguping pembicaraan itu sambil berpura – pura tidak tahu.

 

“Cepat berikan saja lokasi sebenarnya pada Siwon dan Henry.” Perintah Yesung.

 

“Hyung, aku hanya ingin bermain. Oke?” Sahut Kyuhyun tenang sambil sedikit menolehkan kepalanya ke arah Yesung duduk.

 

“Jadi karena sudah beberapa hari ini kau tidak main game, kau menjadikan hyung-mu Icon game. Begitu?” Tebak Yesung sambil menaikkan sebelah alisnya, menatap Kyuhyun seksama sembari menunggu jawaban apa yang akan ia berikan setelah ditanya begitu.

 

“Hyung tenang saja, aku hanya sedikit bermain di sini. Siwon dan Henry akan baik – baik saja selama mereka memegang alat – alat mereka dengan benar-“ Ucap Kyuhyun sambil kembali mengetikkan huruf – huruf di depan laptop-nya. “-lagipula aku ‘kan terus memantau mereka berdua-“ Ucapnya lagi sambil memutar – mutar bahunya rileks. “-aku juga sudah memberi mereka kemudahan. Hyung lihat? Aku telah mentransfer lokasi GPS-ku pada LCD mereka, jadi mereka tidak akan nyasar hyung.” Terusnya disertai smirk.

 

“Hm, aku percaya padamu. Tapi kalau kau bohong, jangan harap lolos dari mataku.” Ancam Yesung setenang mungkin, sesekali melihat pancaran bola mata Kyuhyun takut – takut anak itu berbohong.

 

Sungmin hanya menggigit bibir bawahnya terus – terusan supaya tawanya tidak pecah di situ. Memang seru kalau melihat hyung-nya serta dongsaeng-nya adu mulut tanpa harus terlibat, cukup menonton sudah asyik bagi Sungmin.

~~~

 

August 9th 2002, Five Stars Hotel, New York 21:44 p.m. KST.

 

Siwon berjalan mendekat ke arah hotel, berpikir sejenak dalam hati untuk dapat mengetahui dimana letak posisi ‘target’ – nya. Ia akhirnya memilih untuk berjalan ke belakang hotel, mencari celah agar kamera CCTV yang terpasang tidak menangkap sosoknya. Merapatkan tubuhnya ke dinding dan berjalan sedikit menyamping, sejenak memicingkan mata untuk memastikan tak ada orang atupun CCTV yang berhasil mengintainya.

 

“Fuhhh~” Siwon membuang nafas pelan, memejamkan mata dan mulai menyambungkan HT – nya pada Kyuhyun.

 

“Hyung, dia di hotel. Kamarnya lantai 10 nomor 109.” Ucap Kyuhyun pada Siwon, padahal Siwon belum bicara sepatah kata pun. Tapi Kyuhyun yang tidak ingin membuang – buang waktu akhirnya mencoba menebak dan langsung menjawab pertanyaan yang belum pasti Siwon tanyakan itu. Ya, walau jawabannya sebenarnya sangat sesuai dengan apa yang ingin Siwon tanyakan.

 

‘BIP’

 

“Henry, ke belakang hotel dan temui aku. Aku butuh bantuanmu. Sekarang.” Titah Siwon setelah tersambung dengan Henry lewat HT – nya.

~~~

 

“Henry, ke belakang hotel dan temui aku. Aku butuh bantuanmu. Sekarang.”

 

“Okay hyung, wait a minute.” Balas Henry sedikit mendekatkan mulutnya pada jam tangan yang bertengger di pergelangan tangannya. Henry segera menyambar Headset dari kepalanya, kemudian memasukkannya ke dalam Backpack yang ia kenakan. Dan segera berlari menyusul hyungnya yang sepertinya telah mendapatkan sesuatu yang sangat penting.

 

Setelah sampai di dekat hotel, Henry melakukan cara yang sama seperti hyungnya. Berjalan santai seakan tidak terjadi apa – apa, mencoba sampai ke belakang hotel tanpa diintai oleh seseorang atau CCTV sekalipun. Ia mengendap, meraba dinding hotel, kemudian melihat ke arah CCTV yang terus bergerak berputar layaknya mencari ‘mangsa’. Henry mengikuti arah CCTV itu tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.

 

Saat merasa dirinya benar – benar telah membelakangi CCTV, ia pun mengambil langkah seribu untuk menjauh dari tempat itu. Ia pun berlari ke tempat dimana hyungnya sedang menunggu.

~~~

 

Siwon tersenyum setelah melihat keberadaan Henry yang semakin mendekat ke arahnya. Ia mengangkat sebelah tangannya kemudian memberi kode pada Henry untuk mempercepat langkahnya menuju ke tempatnya berada.

 

“Hyung, What do you find?” Tanya Henry saat sudah berada di dekat Siwon.

 

Siwon merangkul Henry kemudian mengajaknya untuk berjungkuk. Siwon sempat memikirkan rencana yang ia susun saat menunggu Henry tadi.

 

“Kita akan ke kamarnya-“ Ucap Siwon langsung sambil membuka jas, dasi, beserta kemeja hitamnya tidak lupa sabuk yang masih mengikat pinggangnya. “-lantai 10 nomor 109.” Lanjutnya seraya menyuruh Henry menggunakan arah matanya untuk memasukkan baju – bajunya ke dalam Backpack.

 

Henry akhirnya ikut membuka baju santainya. Ternyata mereka berdua memang telah memakai T-Shirts hitam sebahu. Mungkin agar mudah dalam menjalankan aksinya nanti.

 

S&W 500” Ucap Siwon sambil menengadahkan tangannya ke arah Henry.

 

Henry kemudian merogoh tasnya dan memberikan pistol itu pada Siwon, ia sendiri sudah mengantongi pistolnya sejak tadi.

Mereka pun bersiap – siap. Menyiapkan pisau lipat, tali tambang, pengait, earphone, Mini Watch LCD, dan macam – macam peralatan lain. Setelah siap, Henry segera memakai tasnya dan berangsur berdiri. Bersiap mendengar apa yang akan Siwon katakan padanya setelah ini.

 

“Kita lewat cerobong kabel – kabel listrik. Setelah itu ke atas lift.”

 

Henry mengangguk. Mereka pun melesat menuju bagian cerobong kabel – kabel listrik.

 

A Few Minutes Later…

 

Siwon dan Henry sudah berada di dalam cerobong kabel. Dengan susah payah mereka masuk ke dalamnya dengan merangkak layaknya bayi. Hal yang paling ditakuti Siwon terjadi.

 

“Aishh.” Racaunya saat memaksakan tubuhnya terus masuk ke dalam cerobong kabel yang semakin lama semakin kecil itu. Ya, akibat otot tubuhnya yang besar, ia jadi sering terkena arus listrik. Kesetrum, kasarnya.

 

Henry yang berada di belakang Siwon justru lancar, karena dia memang kurus. Kurang gizi, tepatnya.

 

“Hyung, are you okay?” Henry lama – lama simpati juga dengan hyungnya yang satu itu.

 

“Yeah.” Balas Siwon singkat.

 

Mereka berdua pun melanjutkan tugasnya. Kembali merangkak melewati cerobong – cerobong kabel itu, beruntung cerobongnya muat untuk tubuh mereka berdua. Akhirnya setelah beberapa menit, mereka pun sampai di ujung cerobong dan bersiap untuk naik ke atas lift.

 

“Tali.” Ucap Siwon.

 

Dengan sigap Henry mengeluarkan tali dari dalam tasnya dan memberikannya pada Siwon. Siwon langsung merebut tali itu dan mengikatnya pada pengait besi dengan simpul mati supaya tidak mudah lepas. Kemudian ia mengaitkannya pada cerobong dan ujung tali yang lain ia ikatkan di pinggangnya dengan simpul sedemikian rupa agar kuat untuk menahan beban tubuhnya.

 

“Kau tunggu di sini. Jangan sampai pengait ini lepas. Oke?”

 

“Okay hyung.” Balas Henry sambil tersenyum, mengacungkan ibu jarinya kemudian mengedipkan sebelah matanya.

 

Setelah itu Siwon pun melompat turun.

~~~

 

Nasib Siwon sedang baik rupanya. Buktinya ia mendarat dengan mulus di atas lift tanpa menimbulkan suara gaduh akibat benturan apapun. Siwon segera memasang Earphone – nya kemudian menyambungkannya pada Kyuhyun. Tersambung.

 

“Kyu, aku sudah di atas lift. Beritahu aku jalan terdekat untuk ke cerobong kabel kamarnya.” Ucap Siwon saat sudah tersambung dengan Kyuhyun.

 

“Lift hyung sekarang sudah berhenti di lantai 15. Berarti, 5 lantai ke bawah lagi hyung sampai ke cerobong kabelnya.” Jawab Kyuhyun.

 

“Okay. Thanks.”

 

“Eh? Henry? Dasar kau, untuk apa menggunakan LCD Siwon hyung?”

 

“Hey! Aku Siwon, magnae!”

 

“Oh, habis hyung pakai bahasanya Henry sih. Aku pikir Henry. Ya sudah lah, selamat bertugas Siwon hyung.”

 

“Itu bahasa Inggris Kyu, bukan hanya Henry yang menggunakan bahasa itu. Aishh, berapa sih nilai bahasa Inggris mu?” Siwon sudah kehabisan akal untuk memarahi adik kesayangannya yang satu ini.

 

“Bagiku bahasa Inggris adalah bahasa Henry, hyung. Sudah hyung, kau bekerjalah dengan baik. Pokoknya aku ingin kau membawa pulang gadis itu. Cepat pulang! Aku merindukanmu.”

 

‘BIP’

 

Sambungan terputus, tapi Siwon masih senyum – senyum sendiri. Dia memang suka gaya bicara Kyuhyun. Menurutnya enak didengar dan bisa mencairkan suasana. Seperti saat ini, padahal Siwon lagi tegang – tegangnya tapi setelah mendengar suara magnae evilnya dia bisa tersenyum juga.

 

‘GLUDAK’

 

Siwon tersadar dari kesibukannya memikirkan si ‘setan’. Lift pun kembali berjalan. Saatnya berhitung.

 

1..

 

2..

 

3..

 

4..

 

5..

 

Sampai. Siwon melepaskan tali yang masih terikat rapih di pinggangnya, ia pun mengambil ancang – ancang dan ‘HAP’ ia melompat ke cerobong kabel yang sudah menunggunya sejak tadi.

Siwon kembali melakukan tugas ‘menyebalkan’ itu lagi, merangkak—seperti bayi— melewati cerobong kabel itu dengan susah payah.

 

Beberapa menit berlalu, Siwon pun sampai di atas sebuah kamar dengan perjuangan yang tidak mudah. Harus tersengat arus listrik berkali – kali dulu, dia baru bisa sampai disini. Sungguh pengorbanan yang sangat besar bukan? Rela menyakiti tubuhnya sendiri demi kepentingan Negara memang sulit, tapi inilah tugasnya.

 

Ia mengelap peluh yang mulai membanjiri keningnya. Kemudian beralih pada pembatas cerobong kabel berbentuk persegi dengan beberapa lubang kecil sebagai tempat keluarnya udara kotor dari kamar di bawahnya. Dia mengintip. Memperhatikan keadaan kamar di bawahnya lantas mencari – cari sesuatu yang harus ia bawa ke Korea.

 

“Dimana gadis itu?-“ Gumam Siwon saat yang dilihatnya hanya seseorang yang sangat ia hafal wajahnya sedang menonton tv sambil bersantai di sofa empuk—Kwan Jung Il—. “-Pria ini…” Geram Siwon saat yang dilihatnya malah santai – santai seakan tidak merasa bersalah atas semua kejahatan yang pernah ia lakukan.

 

Siwon masih mengawasi pria ini dari atas, berharap bahwa ia akan mendapatkan petunjuk. Sedikit petunjuk saja sudah cukup baginya. Sesekali ia kembali tersengat arus listrik, tapi ia tidak menyerah.

 

Akhirnya apa yang diharapkan Siwon pun terwujud, ia memerhatikan pria di bawahnya dengan intens. Ternyata pria itu mengambil ponselnya kemudian mencoba menghubungi seseorang. Siwon kembali menajamkan indra pendengarannya.

 

/ “Ya, jaga dia baik – baik.” / “…” / “Jangan sakiti dia.” / “…” / “Kalau sulit diatur, bentak saja. Dia pasti menurut.” / “…” / “Baiklah. Apa ibunya sudah menjenguknya?” / “…” / “Ya sudah. Aku akan pulang secepatnya.” /

 

Siwon dapat memastikan, pria itu sedang membicarakan anaknya dari apa yang pria itu sebut ‘ibunya’ tadi. Satu petunjuk ia dapat. Berarti gadis itu tidak ikut bersamanya ke U.S.A. Masih ada kesempatan untuk mereka semua menyelamatkan gadis itu. Apa gadis itu masih di Busan? Pikir Siwon dalam hati.

 

Siwon segera menghubungi Henry lewat HT – nya.

 

“Henry, kalau pengait itu ingin terlepas, kau tahan. Aku ingin memanjat lewat talinya.” Ucap Siwon sambil mendekatkan bibirnya pada Speaker Earphone.

 

“Yes, sir.” Kekeh Henry di atas sana.

 

Sepertinya Henry telah tertular sifat jahilnya Kyuhyun. Tapi Siwon tidak peduli, yang penting dia sudah dapat petunjuk baru. Ia pun kembali merangkak melewati cerobong kabel itu.

 

“Hoaammmm.” Siwon menguap menahan kantuk yang semakin terasa.

 

Siwon pun sampai pada ujung cerobong, kemudian ia mengambil tali yang masih menggantung itu. Menarik – narik tali itu sekencang mungkin, mengecek apakah kuat menahan beban tubuhnya atau tidak. Setelah melakukan pengecekan tali secara berulang – ulang dan yakin kalau tali itu kuat, Siwon pun akhirnya memulai aksi memanjatnya.

~~~

 

“Hey, Henry.” Tegur Siwon saat sudah sampai ke atas—Ke tempat dimana Henry menunggu—.

 

Ternyata Henry hampir tertidur karena terlalu lama menunggu hyung – nya.

 

“Henry, jangan tidur di sini. Cepat bereskan, kita ke Korea malam ini juga.” Ucap Siwon sambil menepuk – nepuk lengan Henry pelan.

 

Henry masih setengah sadar, terlihat dari matanya yang hanya setengah terbuka. “Right now, hyung?” Tanyanya.

 

“Yes, My Dear Henry.” Balas Siwon sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipit di kedua pipinya.

 

Mendengar godaan Siwon, Henry pun langsung membuka matanya dan membereskan tali – tali yang sudah mereka pakai untuk bertugas tadi. Siwon sendiri sudah tertawa dalam hati melihat adiknya yang langsung semangat setelah digoda olehnya.

 

Setelah semuanya selesai dibereskan, mereka pun langsung melesat keluar dari cerobong kabel dan mengganti baju mereka dengan pakaian yang sebelumnya.

 

Mereka kembali berjalan mengendap, merapatkan diri ke dinding hotel, berjalan menyamping, menghindari CCTV yang terus berputar tanpa suara, dan memicingkan mata untuk berjaga – jaga kalau – kalau ada yang mengintai mereka. Mereka berhenti sebentar untuk memastikan keadaan.

 

Saat dirasa aman, mereka pun berlari tanpa mengeluarkan suara dari sepatu yang mereka pakai.

 

Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di keramaian. Siwon dan Henry kembali berakting dan menormalkan langkah mereka.

 

Tidak terasa, mereka sudah sampai di Subway.

 

“Henry, kita naik kereta bawah tanah saja ya. Supaya lebih cepat sampai bandara.” Ucap Siwon sambil merangkul Henry.

 

“Up to you, hyung-” Balas Henry sambil tersenyum. “-hoaammm.”

 

Setelah menunggu beberapa saat, kereta yang ditunggu mereka akhirnya datang. Dengan cepat Siwon menarik Henry masuk. Mereka berdua duduk di bagian tengah kereta, menunggu sampai kereta penuh oleh penumpang. Siwon melihat ada seorang wanita tua yang tidak kebagian tempat duduk, ia pun berinisiatif untuk memberikan tempat duduknya.

 

“Excuse me.” Ucap Siwon pada wanita tua itu sambil beranjak dari kursinya kemudian memapah wanita tua itu untuk duduk di kursinya.

 

“Thank you.” Kata wanita tua itu sambil tersenyum ketika ia sudah berhasil duduk di tempat yang seharusnya milik Siwon itu.

 

Siwon hanya tersenyum sebagai balasannya, senyum termanis yang pernah ia berikan kepada orang lain. Henry menatap hyung – nya takjub, ia bertepuk tangan dan bersorak girang dalam hati. Ia merutuki dirinya sendiri sebagai orang keturunan Kanada yang tidak pernah diajari peduli terhadap orang lain, tapi untungnya berkat hyungdeul – nya ia mampu mengubah dirinya sedikit demi sedikit meskipun belum sepenuhnya.

 

Sesaat kemudian, kereta pun berjalan. Siwon menikmati perjalanannya sambil berdiri di dalam kereta padahal badannya sudah sangat kelelahan. Berbeda dengan Henry, lagi – lagi ia tertidur.

 

Beberapa menit berlalu. Kereta berhenti di bandara JFK. Dengan cepat Siwon membangunkan Henry. Siwon dan Henry pun bergegas turun dan masuk ke dalam bandara mencari kursi untuk mereka duduk sekedar beristirahat sebentar.

 

“Henry, aku rindu hyungdeul dan saengdeul – ku.” Ucap Siwon saat dia sudah duduk di kursi bandara.

 

“Aku juga rindu hyungdeul.” Balas Henry, kali ini tidak dengan bahasa Inggrisnya. Keduanya sama – sama kelelahan. Mereka pun diam satu sama lain sembari menghilangkan kepenatan yang semakin merasuk kedalam tubuh masing – masing.

 

Mereka berdua beristirahat sebentar di situ sambil menyandarkan tubuh mereka di kursi. Siwon melihat jam tangannya, 22:50. Sudah larut malam, pantas saja orang di sebelahnya tadi tertidur saat menunggunya. Siwon memperhatikan wajah Henry yang sudah lelah itu, bahkan sekarang Henry tertidur lagi. Dielusnya kepala Henry sayang. Siwon tersenyum, jadi teringat kata – kata Kyuhyun yang selalu membuat hatinya tenang.

 

“Hey, bangun. Aku tidak mau menggendongmu untuk sampai ke pesawat nanti.” Titah Siwon sambil kembali menepuk lengan Henry.

 

Henry mengucek matanya, mau tidak mau ia pun bangun dan mengikuti arah jalan Siwon untuk naik ke pesawat.

~~~

 

August 10th 2002, At Dorm 12:35 p.m. KST.

 

Keesokannya, suasana di dorm yang terbilang ramai ini jadi sepi. Rupanya semua penghuni sedang menunggu – nunggu kedatangan Siwon juga Henry. Mereka memang berharap kalau Siwon dan Henry berhasil membawa pulang anak gadis itu dengan selamat ke Korea. Tapi firasat Yesung sedang buruk, biasanya dia pagi – pagi sekali sudah bangun untuk memasak air hangat guna dia mandi. Tapi pagi ini, dia kelihatan malas dan mandi dengan air biasa.

 

“Aku pulang.” Terdengar suara Siwon saat ia sudah tiba di dorm.

 

Mereka yang ada di dorm langsung menyambut Siwon dengan pertanyaan – pertanyaan yang hanya dijawab Siwon dengan bungkam.

 

“Di mana gadis itu?” Tanya Yesung—jadi ini, yang menyebabkan firasat buruk Yesung—.

 

“Jangan bilang kau tidak berhasil membawanya pulang.” Tuduh Eunhyuk sambil menatap Siwon dari ujung kaki hingga terhenti saat kedua bola mata mereka saling bertemu.

 

“Kalau hyung tidak berhasil membawanya pulang gara – gara si pria tua itu dan anak buahnya, kan tinggal dor saja. Selesai bukan?” Ujar Kyuhyun asal.

 

‘PLETAK’

 

“Kalau bicara itu dipikir dulu, dasar sok tua.” Ucap Heechul disertai jitakan di kepala Kyuhyun. Kyuhyun mengusap kepalanya, ia pun tidak ingin bicara lagi, takut salah bicara malah nanti dia yang kena imbasnya lagi.

 

Suasana kembali menegangkan, semua masih menatap Siwon dan Henry intens. Hanya saja mereka memang lebih menatap Siwon ketimbang Henry. Toh, memang tugas ini dikhususkan untuk Siwon. Akhirnya, daripada begini terus – terusan Siwon memberanikan diri untuk membuka mulut.

 

“Hyung, baiklah akan kujelaskan-“ Ucap Siwon sambil mengangkat kedua tangannya, bermaksud untuk memberi kode agar semua yang mendengarkannya tenang. “-posisinya di sana ada di hotel, jadi aku memikirkan cara untuk bisa mengawasinya tanpa terlihat CCTV. Aku memutuskan untuk naik ke cerobong kabel di atas kamarnya-“ Siwon menarik napas, kemudian melanjutkan ceritanya. “-tapi saat aku sudah berhasil masuk ke kamarnya, yang kulihat hanya dia. Tidak ada siapapun lagi kecuali dirinya. Dia juga sempat menelepon seseorang yang intinya orang itu ditugasi untuk menjaga putrinya.”

 

“Itu berarti dia tidak membawa putrinya bersamanya?” Ucap Kibum memberi kesimpulan.

 

“Ya, dan aku sudah memikirkan ini sebelum aku tertidur di pesawat.”

 

“Apa kesimpulanmu Wonnie?” Tanya Leeteuk.

 

“Kyu, kau lacak nomor telepon yang dia hubungi semalam. Aku rasa di situlah Jang You Ra berada.” Perintah Siwon.

 

“Baiklah.” Ucap Kyuhyun menurut.

 

“Hmmm, dan aku tidak tahu apa ini akan disetujui oleh kalian atau tidak-“ Siwon menggantungkan kalimatnya, tapi tidak ada yang memotongnya. Ia pun sedikit berpikir, kemudian melanjutkannya. “-jika kita sudah mengetahui posisi gadis itu, aku ingin kita mengeluarkannya dari sana dan mengembalikannya pada ibunya.” Lanjut Siwon ragu – ragu.

 

“Justru aku senang, hyung.” Ujar Ryeowook sambil tersenyum.

 

“Keputusanmu memang patut aku acungi jempol hyung.” Kyuhyun menambahi.

 

“Aku suka gayamu, hyung.” Sambung Kibum sambil tersenyum.

 

“Good hyung.” Henry ikut memuji.

 

“Baiklah, aku sudah tidak sabar untuk melakukannya nanti. Sekarang kita harus mempersiapkan semuanya.” Ucap Leeteuk langsung.

 

Akhirnya semua yang ada di dorm pun sibuk membereskan peralatan yang harus mereka bawa nanti. Selalu saja ribut jika sudah mau beraksi seperti saat ini. Kelima belas agent tampan ini memang selalu begitu, selalu merasa senang yang berlebihan jika sudah menyangkut dengan misi yang dilakukan bersama – sama. Biasanya mereka menyebutnya ‘bermain’. Ya, ‘bermain’.

 

Satu di antara mereka tidak ikut membereskan peralatannya, dari kemarin memang dia yang kelihatan tidak sibuk. Padahal tugas paling sibuk dan tugas paling membosankan di antara yang lain adalah tugasnya. Siapa yang mau berjaga seharian di depan laptop? Siapa yang tidak bosan membaca setiap kalimat di depan laptop? Siapa yang tidak pegal seharian duduk di depan laptop? Tapi itu tidak berlaku untuk Kyuhyun. Mungkin tubuhnya sudah mati rasa di depan laptop. Dia sudah terbiasa dengan itu semua, lagipula dia masih bisa bertahan selama di laptopnya ada penghibur setianya. Game. Starcraft, tercintanya.

 

“Aku harus mulai darimana ya?” Gumamnya saat sudah duduk di depan laptop kesayangannya.

 

“Perlu bantuan, Kyu?” Tawar Siwon saat ia sudah selesai mandi dan mengganti bajunya.

 

“Tidak hyung, hyung istirahat saja. Hyung pasti lelah setelah berada di dalam pesawat selama 14 jam.” Balas Kyuhyun sambil menolehkan kepalanya ke arah Siwon berdiri.

 

“Akan kupanggilkan Sungmin hyung dan Donghae kalau begitu.”

 

“Ya hyung, gomawo.” Ucap Kyuhyun mulai menyalakan laptop – nya.

 

Siwon pun bergegas memanggil Sungmin dan Donghae. Ternyata Sungmin sedang latihan bela dirinya untuk misi mereka nanti. Donghae sendiri sedang berlatih dengan tongkat andalanya. Mereka berdua terpaksa menghentikan latihannya karena dipanggil Siwon, demi Kyuhyun juga tentunya. Yah, walau sebenarnya berat juga untuk meninggalkan aktifitas mereka yang sudah jarang mereka lakukan beberapa hari ini.

 

“Hyung, aku khawatir Kyuhyun bosan sendirian. Hyung temani dia ya.” Ucap Siwon sambil menyembulkan kepalanya dari balik pintu.

 

Sungmin segera menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arah Siwon. “Ya, tunggu sebentar aku harus membereskan semuanya dulu.”

 

“Oke hyung, Kyuhyun menunggumu lho.” Goda Siwon kemudian beranjak meninggalkan Sungmin dan beralih ke ruangan Donghae.

 

Sama seperti Sungmin, Donghae juga sedang latihan dengan tongkatnya.

 

“Hae, tolong temani Kyuhyun sebentar. Dia kelihatannya bosan karena tidak ada yang menemani.” Ucap Siwon saat sudah masuk ke dalam ruangan Donghae.

 

Donghae langsung menjatuhkan tongkatnya karena kaget tiba – tiba ada Siwon. Siwon nyengir memperlihatkan lesung pipinya.

 

“Siwon! Kau bisa mengetuk pintu dulu kan?!” Teriak Donghae sambil mengelus dadanya sambil mengatur napas. Dia masih shock ternyata.

 

“Aku minta maaf. Tapi cepatlah, Kasihan Kyuhyun.” Ucap Siwon sambil memasang wajah memelas.

 

“Kenapa tidak kau saja yang menjaganya?” Balas Donghae ketus.

 

‘Dor’ Siwon kalah telak. Ia saja sampai bingung harus menjawab apa. Namun, ia teringat ucapan Kyuhyun tadi. “Aku berada di dalam pesawat selama 14 jam. Tentu saja aku lelah, jadi aku butuh bantuanmu untuk menemani Kyuhyun.” Benar saja, penyakit Kyuhyun menular drastis. Sekarang Donghae kena Siwon juga kena.

 

“Arraseo, aku ganti baju dulu-“ Balas Donghae “-sana keluar, jangan bilang kau ingin melihat ABS – ku.” Lanjut Donghae sambil mendorong tubuh Siwon keluar ruangannya.

 

Setelah beberapa saat, Sungmin dan Donghae pun selesai berganti pakaian. Mereka berdua berjalan dari tempat dan arah yang berbeda. Saat sudah sampai ke tempat di mana Kyuhyun berada, mereka berdua berpapasan. Sungmin dan Donghae saling melirik kemudian tersenyum. Sungmin dan Donghae akhirnya memutuskan untuk menjaga Kyuhyun bersama, karena mereka memang tidak tahu apa – apa. Padahal tanpa sepengetahuan mereka, mereka sebenarmya memang diminta Siwon untuk menjaga Kyuhyun bersama.

 

Mereka berdua berjalan mendekati Kyuhyun yang masih membelakangi mereka di depan laptopnya. Kyuhyun tidak bergerak sama sekali. Entah apa yang dilakukannya hingga seserius itu. Jarak Sungmin dan Donghae belum terlalu dekat dengan Kyuhyun sehingga mereka tidak tahu apa yang dilakukan anak itu. Mereka saling melirik lagi, kemudian tersenyum dengan aura berbeda—sepertinya mereka ingin mengageti Kyuhyun—. Otak jahil Kyuhyun sudah merasuki hyungdeul – nya ternyata.

 

Mereka berjalan mengendap. Saat jarak mereka sudah dekat dengan Kyuhyun, mereka berdua pun bersiap mengangkat tangan mereka dan…

 

“Astaga! Kyu!” Ucap keduanya bersamaan.

.

.

.

.

.

TBC

MENUJU ADEGAN ACTION>>>

Nah loh, apa yang terjadi dengan Kyuhyun? Omo.. suamiku~ #plak sedikit lagi end nih readers. Tunggu kelanjutan ceritanya ya^^ oh ya Thx buat yg udah mengikuti cerita ini dari awal. Thx juga buat yg udah memberikan coment – nya serta masukan – masukannya untuk FF abal ku ^_^ hehe. Jangan sungkan untuk mengkritik ya. Comment – mu adalah masukan bagiku sebagai pembuat FF baru ^3^)b

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: