15 ‘X’ Agent: Murder Case of Business Rivalry [4/7]

15 'X' AGENT; MURDER CASE OF BUSINESS RIVALRY

Nama: gyuyomi88

Judul Cerita: 15 ‘X’ Agent: Murder Case of Business Rivalry (Chapter 4)

Tag: Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun, Henry.

Genre: Brothership, Sci-fi, Action

Rating: PG-13

Length: Chaptered

Catatan Author: DISARANKAN UNTUK MENGINGAT SETIAP TANGGAL, WAKTU DAN TEMPAT KEJADIAN YANG TERCATAT DI AWAL SCENE, Typos, EYD mungkin kurang tepat, sedikit OOC. THIS IS NOT YAOI! JUST BROTHERSHIP. If You Like It, Go Read It😉

.

.

.

Mereka berdua berjalan mendekati Kyuhyun yang masih membelakangi mereka di depan laptopnya. Kyuhyun tidak bergerak sama sekali. Entah apa yang dilakukannya hingga seserius itu. Jarak Sungmin dan Donghae belum terlalu dekat dengan Kyuhyun sehingga mereka tidak tahu apa yang dilakukan anak itu. Mereka saling melirik lagi, kemudian tersenyum dengan aura berbeda—sepertinya mereka ingin mengageti Kyuhyun—. Otak jahil Kyuhyun sudah merasuki hyungdeul – nya ternyata.

 

Mereka berjalan mengendap. Saat jarak mereka sudah dekat dengan Kyuhyun, mereka berdua pun bersiap mengangkat tangan mereka dan…

 

“Astaga! Kyu!” Ucap keduanya bersamaan.

 

Next Chapter

.

.

.

Kyuhyun memang tidak bergerak, namun jari – jarinya asyik mengikuti arah matanya yang semakin jelalatan itu. Kyuhyun memang cukup pintar berakting. Bahkan dia punya skill yang menurutnya juga aneh. Dia bisa menggerakkan tangannya secara leluasa tanpa menggerakkan kedua bahunya, Kyuhyun keturunan manekin sepertinya. Dan lihat, saking jeniusnya laptop – nya pun tidak mengeluarkan suara, itu berarti dia sedang memutekan game gilanya. Sama seperti yang Kibum ucapkan. Kali ini bukan lagi Kibum ataupun Yesung yang memergokinya, melainkan Sungmin serta Donghae. Cukup sudah, satu persatu hyung – nya lambat laun akan tahu kebiasaan paling buruknya di dunia ini.

 

Dia memang jago berakting. Tapi, tidak di depan Sungmin. Dia akan menyimpan skenario – skenario aktingnya rapat – rapat dan menggantinya dengan kepolosan seorang anak jauh di bawah usianya. Lalu, dikemanakan skenario yang disimpannya rapat – rapat itu? Ya, tentu saja ia pakai ketika berhadapan dengan hyungnya yang lain. Dan apa mungkin dengan bertingkah polos adalah taktik skenario – nya juga untuk mengelabuhi Sungmin? Entahlah, siapa peduli.

 

“Kyu, bahkan kau sudah diberi kepercayaan lebih oleh Teuk hyung-” Ucap Sungmin halus sambil mencoba duduk di dekat Kyuhyun. “-jangan menyia – nyiakan kepercayaan itu, Kyu.” Lanjut Sungmin.

 

“Hyung, izinkan aku untuk bermain sebentar~ saja.” Kyuhyun memohon dengan mata berkaca – kaca.

 

“Tapi bukankah kau disuruh melacak lokasi nomor telepon yang dihubungi oleh Kwan Jung Il semalam?” Donghae akhirnya bersuara setelah melihat Kyuhyun yang mulai merengek itu, meskipun dia sedikit iba juga.

 

Donghae sepertinya merasakan kalau Kyuhyun sebenarnya stres tanpa game – nya. Tapi apa boleh buat. Masalahnya, tugas ini membawa kepentingan Negara.

 

“Tapi hyung-“

 

“Ssst.. kalau semuanya sudah selesai, aku akan membelikanmu kaset game console limited edition. Oke?” Potong Sungmin sambil mengiming – imingi Kyuhyun dengan kaset game.

 

“Aku juga akan mengajakmu jalan – jalan ke game center, deh.” Timpal Donghae.

 

Seketika itu juga mata Kyuhyun berbinar. Senyum jahil yang biasa keluar dari bibirnya kini berubah menjadi senyum manis khas Kyuhyun. Saking lebarnya, pipinya pun membulat tertarik ke atas. Sungguh evil magnae seperti inilah yang mereka harapkan.

 

“Gomawo hyung.” Ucap Kyuhyun singkat. Ia pun menutup windows – nya dan mulai membuka aplikasi yang biasa ia pakai untuk melacak nomor telepon.

 

Untung saja nomor Kwan Jung Il masih tersimpan di History Naver – nya sehingga ia tidak perlu repot – repot kerja dua kali untuk mengetikkan nomor telepon Kwan Jung Il. Ia pun membuka nomor telepon itu dan membuka nomor telepon terakhir kali yang Kwan Jung Il hubungi.

 

Kyuhyun sudah menebak, nomor telepon terakhir yang Kwan Jung Il hubungi pasti adalah nomor telepon yang kemarin malam ia hubungi. Itu berarti ia hanya menelepon orang – orang terpentingnya saja.

 

Sungmin juga Donghae yang duduk mengapit dirinya tersenyum sambil memperlihatakan deretan gigi susu mereka. Saking gembiranya saat melihat magnae kesayangannya kini tengah kembali bersemangat setelah harus dibujuk dulu. Mereka juga bangga pada magnae tidak sopan yang mereka miliki ini, sebab kalau tidak ada dia, mereka harus melacak dengan apa? Dengan anjing pelacak? Bisa berlumut jika harus melacak ke seluruh kawasan Korea hanya dengan anjing. Beruntung jika masih masuk kawasan Korea, kalau sudah masuk penjahat kelas kakap seperti ini? Apa mungkin harus melacak menggunakan anjing hingga ke luar negeri? Bisa – bisa mereka tua sebelum waktunya.

 

“Jadi dia dimana, Kyu?” Tanya Donghae memecah kesunyian yang sempat beberapa saat terjadi di situ.

 

Kyuhyun belum menjawab pertanyaan Donghae, ia masih sibuk mengclick sana – sini untuk mencari kepastian dimana lokasi nomor telepon itu. Donghae baru saja ingin membuka mulut lagi tapi Sungmin buru – buru memegang pundak Donghae kemudian menggelengkan kepalanya pelan tanda peringatan untuk Donghae agar tidak mengganggu konsentrasi Kyuhyun dulu.

 

“Hotel daerah Busan sebelah tenggara Pantai Haeundae.” Setelah keheningan itu, suara yang ditunggu – tunggu pun akhirnya keluar juga.

 

“Ayo ayo cepat kumpul.” Suruh Leeteuk yang tiba – tiba muncul sambil menepuk tangannya beberapa kali sebagai tanda kalau dongsaengdeul – nya diminta untuk berkumpul.

 

Beberapa saat menunggu satu – persatu dongsaeng – nya dengan sabar, akhirnya semua telah berkumpul sambil membawa peralatannya masing – masing.

 

“Kita berangkat sekarang hyung?” Tanya Hankyung.

 

“Yang benar saja, ini ‘kan masih siang.” Timpal Kangin.

 

“Tentu saja sekarang kita disuruh untuk isi perut dulu.” Ujar Eunhyuk yang langsung dibalas oleh anggukan Shindong di sebelahnya.

 

Yesung dan Heechul tidak memperdulikan omongan dongsaengdeul – nya yang tak masuk akal itu. Mereka mencoba untuk diam dulu sampai mengerti apa maksud mereka dikumpulkan seperti ini oleh Leeteuk.

 

“Jadi dia masih di Busan, Kyu?” Tiba – tiba suara Donghae terdengar dari tempatnya duduk bersama Sungmin dan Kyuhyun yang tak jauh dari mereka semua berkumpul. Membuat seluruh pasang mata memandang ke arahnya. Otomatis Donghae risih.

 

“Oh ya? Berarti peluang kita besar!” Teriak Siwon girang saat baru saja keluar dari kamarnya.

 

“Kalau begitu kita turun malam ini juga.” Titah Leeteuk.

 

“Yes, sir-” Seru mereka semua bersamaan sambil melirik ke arah Henry “-hahaha.” disambung tawa bersama sebagai penutup pertemuan siang itu.

~~~

 

August 10th 2002, On The Road, Mini Bus Car ‘X’A 17:07 p.m. KST.

 

Sore hari, waktu yang cukup bagus untuk memulai perjalanan menuju Busan menggunakan Mini Bus Car. Nama kendaraan yang sengaja mereka berikan untuk mobil mini bus kesayangan mereka ini. Posisi di bagian kemudi, Siwon. Di sampingnya ada Kibum. 3 Kursi di belakang kemudi diduduki oleh Eunhyuk, Donghae, Ryeowook, dan Shindong. Di belakangnya lagi ada Kangin, Heechul, Henry, Yesung, juga Zhoumi. Dan kursi paling belakang ditempati oleh Hankyung, Leeteuk, Kyuhyun dan Sungmin.

 

Dari arah belakang, Kyuhyun diminta Leeteuk untuk menyalakan Overhead Projector—Semacam alat bantu untuk seminar dan bioskop— dan mengarahkannya pada langit – langit mobil sehingga Leeteuk dapat dengan mudah menjelaskan pada mereka semua tentang rencana yang telah ia susun secara rapih.

 

‘Click’

 

“Ini gambar arsitek gedung hotel yang aku dapat dari internet-“ Ucap Leeteuk bersamaan dengan munculnya gambar dari OHP Kyuhyun di langit – langit mini bus.

 

“Yaishh, mengagetkan.” Ujar Ryeowook sambil mengelus dadanya kemudian kembali mendengar Leeteuk.

 

“-bentuk gedungnya cukup mudah. Dari depan memang bidang datarnya trapesium siku – siku. Tapi, trapesium sama halnya dengan persegi. Intinya sama – sama bujur sangkar-“ Terang Leeteuk sambil memutar – mutar gambar itu menggunakan laptop Kyuhyun, memperlihatkan seluruh bentuknya pada dongsaengdeul – nya. “-ini bagian dalamnya.” Ucap Leeteuk lagi ketika ia mengubah gambarnya menjadi gambar arsitek gedung tembus pandang.

 

“Cukup banyak celah.” Jelas Siwon sambil melirik lewat kaca spion di depannya.

 

“Justru bagus untuk kita masuk ke dalamnya bukan?” Ujar Donghae.

 

“Entah apa maksudnya, orang ini selalu saja mempersulit kita dengan memilih nomor kamar yang berada tepat di tengah – tengah-“ Gerutu Leeteuk saat ia kembali mengutak – atik laptop di depannya kemudian beralih pada denah kamar dengan tanda ‘merah’—letak kamar Kwan Jung Il— “-Lantai 19 nomor 581.” Sambungnya kemudian.

 

Kibum mencermati gambar gedung itu dengan seksama lewat kaca spion di atas kepalanya. Ia menimbang – nimbang, harus masuk lewat celah dari mana. Namun setelah lama menimbang, terbersit ide dari dalam otaknya yang jenius.

 

“Hyung, di belakang hotel ini apa?” Tanyanya kemudian sambil menolehkan kepalanya ke arah belakang mobil.

 

“Hmmm, sepertinya bagian belakang hotel ini berbatasan dengan bagian belakang perumahan.” Jawab Leeteuk.

 

“Kalau begitu aku lewat dinding belakang.” Ucap Kibum sambil tersenyum tipis.

 

“Baiklah. Kibum dan Heechul masuk lewat dinding belakang. Siwon, Eunhyuk, dan Donghae lewat cerobong atas-“ Seru Leeteuk terputus. Ia berpikir lagi celah mana yang akan dilewati oleh mereka semua. Ia menarik napas lalu melanjutkan. “-Ryeowook, aku, dan Kangin lewat cerobong bawah. Sungmin, Yesung, dan Shindong kalian lewat lift-“

 

“Lewat lift? Maksud hyung?” Potong Sungmin.

 

“Maksudnya kita menyamar.” Balas Yesung datar. Ternyata yang bisa menangkap perkataan Leeteuk hanya Yesung di sini, buktinya Sungmin belum mengerti dan bertanya pada Leeteuk. Bukannya jawaban Leeteuk yang ia dapat, melainkan jawaban partner kerjanya setelah ini yang ia dapat. Namun Sungmin pasrah, ia mengurungkan niatnya untuk protes pada Leeteuk.

 

“-Zhoumi dan Hankyung aku ingin kalian ke bagian Rooftop hotel ini bersama Kibum dan Heechul. Maksudku kalian berdua harus sampai di sana lebih dulu.” Lanjut Leeteuk.

 

Leeteuk tidak menyadari, padahal sedari tadi orang yang duduk di sebelahnya telah memberikan death glare. Mukanya sudah merah menahan amarah, mungkin sebentar lagi dari hidung dan telinganya akan keluar asap. Ckckck, bahkan Yesung bisa melihat tanduk yang keluar dari kepala anak ini.

 

“Hyung, jangan lupakan aku-” Ucapnya datar menahan emosi yang sebentar lagi akan keluar.

 

“-Bahkan kau juga melupakan Henry.” Lanjutnya lagi disertai death glare. Leeteuk menelan ludahnya paksa, menakutkan juga kalau bocah di sebelahnya sedang marah begini. Mau tidak mau, Leeteuk pun memberikan alasannya.

 

“Kau dan Henry, bertugaslah di dalam mobil. Ahh ya, kuberitahu pada kalian semua hotel ini adalah hotel pribadi Kwan Jung Il. Jadi ketika kalian masuk ke dalamnya jangan kaget kalau kamar yang terisi hanya kamar Kwan Jung Il, selebihnya mungkin dihuni oleh anak buahnya-“

 

“Tapi jangan lupakan aku hyung!” Nah, akhirnya emosinya ia keluarkan dengan berteriak di telinga Leeteuk.

 

“-Kyu, tugasmu lebih penting dari kami semua. Kau harus memantau CCTV hotel ini agar kami bisa masuk dengan leluasa. Aku tidak ingin magnae – magnaeku terluka sedikit pun, jadi ikutilah kata – kataku. Oke?” Terang Leeteuk sambil tersenyum sabar ke arah Kyuhyun dan Henry setelah tadi ia menstabilkan pendengaran telinganya bekas Kyuhyun berteriak.

 

“Of course, hyung.” Jawab Henry nyengir.

 

“Kyu.” Panggil Leeteuk, karena sepertinya Kyuhyun masih enggan untuk berdiam diri di mobil saja.

 

“Hm.” Akhirnya Kyuhyun mengangguk walaupun bibirnya masih maju beberapa senti, tapi Leeteuk senang dan mengacak rambutnya sayang.

 

Seusai menjelaskan semuanya, Leeteuk membagikan Bluetooth Handsfree pada mereka semua guna saling menghubungi saat sudah berpencar di dalam hotel nanti.

 

“Pakailah-“ Ucap Leeteuk sembari memakaikan Bluetooth Handsfree pada telinga Kyuhyun. Ia memandang Kyuhyun sambil tersenyum, membuat hati Kyuhyun sedikit berdesir dan mulai mencoba mengerti kenapa ia tidak boleh ikut turun. “-arahkan kami semua lewat alat ini jika terjadi apa – apa pada CCTV yang kau pantau. Ya?”

 

“Ya hyung.” Balas Kyuhyun ikut tersenyum kemudian mengedipkan sebelah matanya.

 

Selama perjalanan berlangsung, tidak ada salah satu dari mereka yang membuat lelucon. Mungkin ini kali pertama mereka bertugas dengan serius serta membawa nama tengah mereka, yakni ‘agent’ sungguhan. Leeteuk tak henti – hentinya untuk memberikan instruksi pada mereka semua agar tidak dikelabuhi oleh lawan. Ia juga sesekali menatap Kyuhyun yang masih terlihat kesal dari rautnya. Siwon berkali – kali memimpin doa agar mereka semua benar – benar dilindungi Yang Maha Kuasa pada saat menjalankan misi nanti. Mereka semua bersama – sama menautkan jari di depan dada mereka sambil memejamkan mata. Berdoa. Sesekali kata “Jesus” keluar dari bibir Siwon.

 

Sekarang. Disinilah mereka, tempat berisi orang paling menjengkelkan yang pernah mereka ketahui belakangan ini. Hotel dekat Pantai Haeundae. Fajar sudah tenggelam menandakan hari akan berganti malam. Mobil juga sudah terparkir sempurna di belakang hotel, beruntung pemukiman padat penduduk di belakang hotel ini tidak menghadap hotel sehingga mereka dapat bersiap – siap dengan leluasa tanpa diketahui oleh penduduk sekitar.

 

“Jaga diri baik – baik.” Titah Leeteuk menepuk bahu mereka semua.

 

“Kau juga hyung.” Timpal Kyuhyun sambil menyodorkan peralatan – peralatan yang harus dibawa Leeteuk.

 

“Ayo berangkat!” Ajak Donghae ketika ia sudah berhasil menaruh tongkatnya di belakang punggungnya.

 

Kibum sibuk mengenakan kacamata anti pelurunya, Siwon juga sibuk mengantongi pistol, Heechul sudah siap dengan sentuhan terakhir topi army yang ia kenakan terbalik. Kangin bahkan sampai menggigit bola asapnya karena tangannya yang penuh, bola asap berguna untuk mengelabuhi lawan yang akan mengejarnya nanti. Eunhyuk dan Shindong asyik mengunyah makanan yang menggantung di mulutnya sambil menyelipkan pisau lipat di dalam kaus kakinya. Hankyung dan Zhoumi juga telah membawa tali untuk nanti Kibum dan Heechul memanjat. Sisanya Sungmin bersiap dengan double stick yang sudah ia gantungkan di celana army – nya serta ia juga menggunakan double kostum untuk penyamarannya bersama Yesung, dan Ryeowook yang mengenakan sarung tangan sambil membawa dua buah revolver di sakunya. Suasana mobil menjadi sibuk seketika.

 

Saat mereka semua telah selesai berberes dengan T-Shirt, celana model army dengan beberapa kantong sebagai ciri khasnya, dan masker hitam yang mereka pakai sebagai kostum terakhir, mereka melirik Kyuhyun dan Henry. Bedanya dengan Henry yang ‘anteng’, Kyuhyun juga ikut bersiap – siap sama seperti mereka semua.

 

“Kau, jangan kemana – kemana.” Perintah Yesung dengan sorot matanya yang menusuk Kyuhyun.

 

Kyuhyun tidak menjawab, ia hanya tersenyum pada hyungnya.

 

“Let’s work.” Ucap Siwon. Lantas semuanya keluar dari mobil dan bergerak menuju tempat yang sudah mereka tentukan di mobil tadi.

~~~

 

Kita awali dari Sungmin, Yesung, dan Shindong. Mereka bertiga berbeda dengan yang lainnya. Sungmin, Yesung, dan Shindong tidak masuk melalui celah melainkan masuk melewati pintu hotel dengan santainya. Tidak ada yang memikirkan kesulitannya masuk melewati pintu depan selain Yesung. Untungnya Yesung pandai bicara sehingga ia sudah mempersiapkan jawaban untuk berbagai pertanyaan yang akan terlontar dari Security penjaga hotel nanti. Ketika ketiganya telah berdiri di depan hotel dengan tas berisi peralatan yang sebenarnya bukan peralatan untuk membetulkan lift, bel tanda barang berbahaya berbunyi.

 

‘Tet’ ‘Tet’ ‘Tet’ ‘KRIIINGG’

 

Tepat saat pintu otomatis terbuka, lampu bel berwarna merah berkedip dan ketiganya dihadang oleh beberapa Security dengan tubuh 2 kali lipat lebih besar dari mereka bertiga.

 

“Apa yang kalian bawa?” Tanya salah satu security dengan pandangan mengintrogasi.

 

“Kami bawa peralatan untuk membetulkan lift.” Jawab Yesung santai. Sungmin dan Shindong sudah kalut sendiri melihat beberapa security yang berbadan besar itu di depan mereka.

 

“Bohong! Pasti benda berbahaya yang kau bawa!” Tuduh security yang lain.

 

Yesung diam seribu bahasa sampai – sampai ia tidak sadar kalau ia beserta kedua partner kerjanya tengah diseret keluar pintu hotel.

 

“Hey. Kau, kau, dan kau-“ Ucap Yesung sambil menunjuk security di depannya asal seperti orang kesurupan. “-Aku melihat sesuatu di belakang kalian. Jangan meledekku setan jelek! Hey! Kubilang jangan meledekku, jangan mentang – mentang mata kalian hancur kalian menginginkan mata orang di depan kalian! Sana pergi! Hush! Hush!” Racau Yesung tidak jelas sambil menunjuk – nunjuk ke arah belakang security di depannya.

 

Sungmin hampir saja tertawa, sampai akhirnya salah satu security di depannya mencengkram kerah bajunya kasar. “Temanmu gila! Bawa dia keluar dari sini!-“

 

“Hey, kau juga jangan mencengkram kerah baju temanku! Temanku itu punya pengikut setia di belakangnya. Apa kau mau-“ Yesung memejamkan matanya sambil meringis kemudian membuka kembali matanya dengan sorot berbeda. “- kepalamu hilang nanti malam?” Sambung Yesung semakin tak karuan, membuat security yang mengepungnya ketakutan. Namun kesempatan itu Yesung ambil untuk melirik Shindong.

 

“Bapak security, teman kami yang satu ini memang suka seperti itu jika sudah melihat sesuatu-“ Ucap Shindong meyakinkan. Ia kemudian memajukan tubuhnya lalu membisikkan sesuatu pada security – security itu. “-dia punya indra ke 6.” Bisiknya.

 

“Jadi yang dilihatnya itu sungguhan?” Tanya salah satu security yang lain.

 

Shindong hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

 

“Baiklah, kalau begitu suruh temanmu masuk dan mengusir hantu yang ada di hotel ini. Dan cepatlah service lift yang rusak. Setelah itu pergi.” Ucap security yang tadi tengah mencengkram kerah baju Sungmin.

 

Mereka bertiga pun akhirnya masuk dengan nafas berat yang mereka hembuskan bersamaan. Yesung masih merasa diperhatikan oleh security – security tadi sehingga ia membalikkan badannya dan menghadap security yang belum sempat ia kerjai.

 

“Hahaha, kau pakailah celana dalam saat tidur. Kalau besok pagi barang berhargamu hilang oleh makhluk yang kulihat tadi, jangan salahkan aku!” Teriak Yesung lagi seperti orang gila yang sedang mabuk kemudian tertawa sekeras mungkin. Shindong dan Sungmin pun akhirnya memapah Yesung memasuki bagian dalam hotel itu.

~~~

 

Di bagian Rooftop Hotel sudah pasti siapa yang sudah berada di atas sana lebih dulu. 2 orang dengan postur tubuh seperti tiang sudah berhasil naik ke puncak lebih dulu ketimbang Kibum dan Heechul yang masih memanjat menggunakan tali yang tadi sempat dilempar Zhoumi dan Hankyung. Beberapa saat mereka menunggu sambil menjaga tali yang menggantung ke bawah, akhirnya Heechul sampai duluan ke atas disusul Kibum yang tertinggal di bawahnya.

 

“Aishh, tubuhku sakit semua.” Gerutu Heechul sambil memukul – mukul pinggangnya dengan kepalan tangan.

 

“Mana Kibum?” Tanya Hankyung.

 

“Tuh, lihat sendiri sana.” Jawab Heechul sambil menunjuk ke arah tali yang bergerak – gerak dan masih menjuntai ke bawah, pertanda masih ada yang berjuang untuk sampai ke atas.

 

Ketika Hankyung dan Zhoumi mendekat ke pembatas atap kemudian mencondongkan tubuh mereka untuk melihat keadaan di bawah, mereka kaget bukan kepalang dengan mulut yang membulat sempurna.

 

Kibum sudah tidak berada lagi di jalur talinya, melainkan ia berpindah ke jalur tali Heechul dengan posisi terbalik. Kepala di bawah, kaki di atas. Namun ia masih bisa menjaga keseimbangan. Kibum memberi kode pada Zhoumi dan Hankyung untuk tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Mereka berdua mengerti dan memutuskan untuk berjaga di dekat tali takut terjadi hal yang tidak diinginkan oleh mereka berdua pada Kibum.

 

Heechul merasa diacuhkan karena ulah Kibum. Yang ia tahu sekarang, ini semua karena Kibum tidak bisa memanjat tali dengan benar. Ia akhirnya ikut mendekat dan mencodongkan tubuhnya ke bawah. Matanya membulat, sebelum berteriak mulutnya sudah dibekap duluan oleh Hankyung.

 

“Jangan berisik dan jangan cari masalah, Chullie.” Ucap Hankyung masih membekap mulut Heechul.

 

Heechul mengangguk, sesaat kemudian Hankyung melepas tangannya dari mulut Heechul.

~~~

 

Berpindah pada duo magnae. Kyuhyun dan Henry masih betah menunggu di dalam mobil dengan posisi telentang dan kedua tangan mereka gunakan untuk menopang kepala, kedua kaki mereka berada di atas kepala kursi mobil yang ada di depannya.

 

Kyuhyun akhirnya bangun dari posisinya kemudian membuka laptopnya. Ia baru ingat kalau tadi ia disuruh oleh Leeteuk untuk memantau CCTV hotel. Dengan cepat ia membuka laptopnya dan menghubungkannya pada jaringan Wi-fi dalam hotel. Saat sudah tersambung dengan jaringan Wi-fi, ia harus memecah password yang terpasang di Wi-fi tersebut. Ia mulai mengetikkan beberapa huruf seperti ‘Kwan Jung Il’ namun gagal, ‘KJ Corporation’ gagal lagi, ‘JYG Company’ salah juga.

 

“Arghhh!” Ia menggebrakkan tangannya pada kursi mobil, membuat Henry terganggu dari aktifitas tidurnya.

 

“Why, hyung?” Tanyanya.

 

Kyuhyun tidak menjawabnya kemudian kembali mengetikkan beberapa huruf lagi membentuk kata ‘IJ Group’ dan ‘Jang Young Guk’ namun masih gagal, ia tidak menyerah bahkan sampai mencoba mengetik kode – kode angka seperti tanggal lahir Kwan Jung Il, tanggal lahir Jang Young Guk, tanggal lahir Ahn Geum Ra, tanggal lahir Jang You Ra, juga penjumlahan dan selisih dari masing – masing tanggal lahir mereka. Ia juga mencoba mengkombinasikan tanggal – tanggal lahir orang – orang itu dengan tanggal berdirinya perusahaan, namun masih gagal. Kyuhyun terus mengaduk isi otaknya, ia kemudian mencoba menggabungkan nama dengan tanggal lahir, serta inisial – inisial nama yang ia kenal.

 

Lama berjuang dengan password sialan yang tidak ketemu juga, Kyuhyun akhirnya pasrah.

 

“Aku menyerah.” Sesalnya sambil menghembuskan nafas lelah.

 

Henry yang sedang tiduran pun akhirnya mendengar helaan napas panjang itu, kasihan juga melihat hyung keras kepalanya menyerah. “Hyung, don’t be tired. Fighting! Okay!” Henry sampai – sampai harus akting sebagai cheerleader demi hyung tercintanya yang satu ini.

 

Tapi sayang, Kyuhyun sudah terlanjur menyerah. Bahkan Henry tidak digubris olehnya sedikit pun. Akhirnya, daripada diam Henry bangkit dan mulai melompat ke belakang kursi mobil yang ditempati oleh Kyuhyun. Setelah mencoba duduk di samping Kyuhyun yang tengah memasang tampang menyedihkan, ia pun berinisiatif untuk melihat isi dari layar laptop Kyuhyun yang masih terpampang jelas di depan matanya.

~~~

 

Dua orang pria bertubuh kecil dan satu orang pria berotot kini tengah bertransformasi menjadi bayi. Mereka marangkak, menyusuri lorong demi lorong dengan peluh yang tidak berhenti bercucuran. Apalagi satu diantaranya dengan tubuh bisa dibilang kecil membawa tongkat yang sudah dilapisi kain di belakang punggungnya. Dengan susah payah ia merangkak menjauhi kabel – kabel yang melilit tubuhnya.

 

“Hyukjae! Siwon! Tunggu aku!” Teriak Donghae sambil menyingkirkan kabel yang menghalangi jalannya.

 

Eunhyuk yang berada paling depan menolehkan kepalanya ke belakang hendak menolong sahabatnya, tapi di belakangnya ada Siwon yang menghalangi jalannya. Jadi dia harus terus maju atau menolong sahabatnya?

 

“Won, kau duluan saja. Aku akan menemani Donghae.” Ucap Eunhyuk seenaknya.

 

Siwon kesal sendiri, akhirnya ia pun memilih untuk menuruti ucapan Eunhyuk yang bisa dibilang tidak berbobot. Bagaimana bisa Eunhyuk menyuruhnya untuk berjalan duluan padahal tempat ini saja sudah hampir tidak dapat dilaluinya seorang diri. Kalian bisa membayangkan itu?

 

“Hei, mana bisa aku duluan. Kau tidak melihat posisiku saat ini huh?” Omel Siwon sambil melotot ke arah Eunhyuk.

 

Eunhyuk bingung sendiri. Di satu sisi ia tidak bisa seenaknya menyuruh Siwon duluan, di sisi lain- “Hyukjae! Siwon! Tunggu aku!” -sahabatnya sedang kesusahan. Jadi yang mana yang harus ia pilih?

 

“Won, bisakah kau memikirkan persaudaraan kita dulu?” Ucap Eunhyuk dengan mata sayunya.

 

Siwon terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya memutar badannya ke belakang dan mendekati Donghae yang masih sibuk menyingkirkan kabel – kabel yang menyangkut di tongkatnya.

 

“Sini, biar aku yang bawa tongkatnya. Kau jalan duluan di depan.” Titah Siwon sambil tersenyum ke arah Donghae kemudian mengambil tongkat yang berada di punggung Donghae. Beruntung ia masih bisa memberi jalan pada Donghae untuk berjalan duluan, karena cerobong di tempat Donghae ukurannya lebih besar dibanding cerobong tempat ia dan Eunhyuk di depan.

 

Sebelum Donghae benar – benar berjalan di depan Siwon, ia sempat menoleh ke arah Siwon sambil tersenyum tulus. “Gomawo.” Ucapnya.

~~~

 

Berbeda situasi dengan yang tadi, di cerobong bagian yang lain terlihat seorang namja bertubuh kekar, seorang namja bertubuh paling imut, dan seorang namja lainnya yang kelihatannya paling serius di antara semuanya. Ya, mereka adalah Kangin, Ryewook, dan Leeteuk. Lorong mereka lebih besar ukurannya dibanding cerobong yang dilalui Siwon, tapi bukan berarti mereka akan lebih mudah melewati cerobong ini dibanding EunHaeWon cs.

 

“Hyung, setelah ini belok kemana?” Tanya Ryeowook dengan wajah polosnya sambil menoleh ke arah Leeteuk yang kebetulan berada paling akhir posisinya di antara mereka bertiga.

 

“Ikuti instingmu.” Bukan jawaban pasti yang Ryeowook dapat, melainkan jawaban random alias tebak – tebakan.

 

“Sudah 6 kali hyung mengatakan itu padaku, jika aku mendengarnya lagi-“ Ryeowook berniat mengancam, namun dia bingung harus mengancam Leeteuk menggunakan apa.

 

“-aku akan memanggil Kyuhyun dan Henry untuk menyusul kemari.” Potong Kangin ikut – ikutan.

 

“Yak! Kau kira bisa mengancamku?” Geram Leeteuk tidak terima dengan perkataan Kangin barusan.

 

“Aish hyung, aku ‘kan hanya bergurau.” Kekeh Kangin.

 

Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanannya menyusuri cerobong kabel gelap nan kotor ini. Tidak bisa mereka pungkiri pekerjaan Siwon yang selalu seperti ini setiap ada ‘tugas’. Sudah panas, pengap, gelap, berdebu, bahkan sesekali mereka tersengat arus listrik. Leeteuk membayangkan seberapa banyak Siwon tersetrum saja sudah merinding. Ryeowook bahkan sudah bergidik dari tadi ketika melihat aliran listrik dari kabel yang sudah tidak terbungkus karet lagi.

 

“Hyung, aku takut kesetrum.” Gumam Ryeowook ketika ia kembali melihat arus listrik.

 

“Tenanglah.” Ucap Leeteuk menenangkan.

 

“Hei, aku saja sudah tersetrum berapa kali dari tadi.” Timpal Kangin dengan nada mengejek.

 

“Kalian ini kalau mau bertengkar nanti sajalah. Lebih baik selesaikan dulu pekerjaan ini.” Lerai Leeteuk.

 

Akhirnya mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menelusuri cerobong kabel laknat itu dengan hati – hati. Ketika beberapa lama mereka menelusuri cerobong kabel itu, sampailah mereka pada ujung cerobong kabel. Masalahnya adalah, cerobong kabel ini tidak lagi berjalur horizontal, melainkan vertikal. Jadi jalan satu – satunya adalah..

 

“Kita panjat cerobong ini.” Seru Leeteuk tiba – tiba.

~~~

 

Sejauh ini yang Henry lihat hanya beberapa deret tulisan dengan checklist dan tanda silang. Henry menautkan alisnya bingung kemudian menatap Kyuhyun. Setiap ia menemukan kalimat aneh atau pun angka – angka keramat di depan laptop Kyuhyun, pasti selalu ada tanda checklist dan tanda ‘X’. Ia melirik ke arah Kyuhyun yang masih melamun beberapa kali. Sampai akhirnya, ia memantapkan diri untuk bertanya pada Kyuhyun.

 

“Hyung, what are these?” Tanyanya sambil menepuk bahu Kyuhyun pelan.

 

“Hmm ya?-“ Kyuhyun ternyata masih melamun. Otaknya lama memproses pertanyaan sederhana Henry. “-Itu semua adalah tebakanku untuk membuka password Wi-fi hotel ini.” Sambung Kyuhyun ketika ia sudah kembali ke alam sadarnya.

 

“Kenapa hyung tidak mencoba nama lengkap Ahn Geum Ra atau Jang You Ra?” Usul Henry tiba – tiba.

 

Spontan Kyuhyun langsung menoleh ke arah Henry kemudian melotot. Henry kaget juga ketika melihat raut muka Kyuhyun, namun perasaan takutnya langsung hilang ketika hyungnya memasang senyum terlebar yang pernah ada.

 

“Kenapa aku tidak memikirkan itu.” Saking semangatnya, Kyuhyun dengan cepat mengetikkan nama yang tadi sempat Henry usulkan. Pertama – tama ia mengetikkan nama ‘Jang You Ra’.

 

Dengan sorot penuh harap dari keduanya laptop dengan baiknya menunjukkan sebuah tulisan dengan satu kalimat yang sangat berarti bagi Kyuhyun maupun Henry.

.

.

.

.

.

TBC

DIKIT LAGI OPPADEUL BERAKSI KYAAAAAAAA ><

Hehehe^^ gimana? Gimana? Kurang puaskah? Bebeb readers, aku mau saran. Lebih baik FF ini setelah end aku buat sequel atau end – in aja dengan satu judul ini tapi panjang? Rencananya kalau buat sequel judulnya sama – sama 15 ‘X’ Agent tapi kasusnya beda. Gimana bebeb readers? Dicomment dicomment dicomment~ ^-^)b

 

Notes: Itu skill Kyuhyun yang bisa menggerakkan tangannya dengan leluasa tanpa menggoyangkan bahunya sedikit pun aku ambil dari Saturday Night Live alias SNL yang oppadeul Yesung, Kyuhyun, sama Eunhyuk mukanya pada lebam – lebam >,< video kocak oppadeul favoritku tuh😄 I LOVE SNL :* :* and I LOVE READERS :* :* :*

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: